Bencana
Polri Peduli Kemanusiaan, Polda Jambi Kerahkan 3 Fuso
Polri Peduli Kemanusiaan, Polda Jambi Kerahkan 3 Fuso

Jambi, wartapenasatu.com – Polri Peduli Kemanusiaan , Polri Polda Jambi mengirimkan bantuan kepada korban bencana alam di Sumatera Barat mulai dari pakaian layak, makanan dan keprluan lainnya.
Pengiriman Bertempat di Lapangan Mapolres Bungo Pelepasan/Pemberangkatan kendaraan bantuan kemanusiaan Polda Jambi & Bhayangkari Daerah Jambi untuk korban bencana alam di wilayah Provinsi Sumatera Barat (30/11)
Kapolda Jambi yang diwakili oleh Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko C, S.Kom, M.Si memimpin kegiatan pelepasan bantuan kemanusiaan Polda Jambi yang langsung dikirimkan ke Lapangan Bola Batu Taba Kec. Batipuh Selatan Kab. Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat.
Rincian Bantuan yang diberangkatkan menggunakan 3 (Tiga) unit kendaraan Truk Fuso beruap
a. Beras SPHP 1000 karung
b. Minyak Goreng Tawon 500 kg
c. Gula Putih 500 kg
d. Selimut 100 pcs
e. Matras 200 pcs
f. Pop Mie 100 kotak
g. Genset Prowatt 1000 watt 6 Unit
h. Indomie 300 Dus
i. Bantuan dari PT Wings (Mie Sedap dan Perlengkapan mandi)
j. 50 kasur busa
k. Pakaian dalam 100 pcs
l. Pakaian Anak – Anak 100 Pcs
m. Pakaian Dewasa 100 Pcs
n. Pakaian Daster 100 pcs
o. Softex 150 Dus
p. Pempers 100 DusPersonel pengawalan bantuan kemanusiaan sebanyak 10 personil terdiri dari 3 personil yang terdiri dari 1 Katim Bagops dan 2 anggota, 2 Pers terdiri dari 1 KBO Sat Samapta beserta 1 anggota, 2 Personil Patwal Satlantas, 1 Personil Sat Intelkam, 1 Personil Si Propam, 1 Personil Si Humas
Acara dihadiri oleh Yang mewakili Dandim 0416 Bute Danramil Kota, Yang mewakili Kajari Bungo, Kaban Kesbangpol Kab. Bungo, Manager PT Wings Bungo, Wakapolres Bungo dan PJU , Ketua Bhayangkari Cabang Bungo, Ibu Wakil Bhayangkari Cabang Bungo, Pengurus Bhayangkari Cabang Bungo, Personil Polres Bungo.(ryt)
2 Rumah Semi Permanen di Porsea Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
2 Rumah Semi Permanen di Porsea Terbakar, Diduga Korsleting Listrik

Toba, wartapenasatu.com – Dua rumah warga di Jl. Midian Sirait Kelurahan Pasar Porsea Kecamatan Porsea Kabupaten Toba hangus terbakar pada Jumat, 28 November 2025 sekitar pukul 17.30 Wib
Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K melalui Kasi Humas AKP Bungaran Samosir pada Sabtu (29/11) mengatakan, dua rumah semi permanen yang terbakar itu, masing-masing milik Ngolu Sitorus (45) beserta Yanti Manurung (42) dan Sahat Panjaitan (51). Kedua rumah berdampingan sehingga api cepat merambat dari bangunan pertama ke bangunan kedua.
Menurut keterangan saksi bernama Marta Br Siburian (51) warga Harean desa tangga batu 2 Kecamatan Parmaksian, saat itu sedang melintas dari jalan sigura gura menuju kota Porsea, dan melihat ada asap dari dalam rumah lalu memberhentikan sepeda motornya.

Lalu dia melihat kedalam rumah tersebut dan berteriak mengatakan kebakaran kebakaran,Mendengar teriakan tersebut, masyarakat yang berada disekitar lokasi datang dan memasuki rumah tersebut untuk berusaha membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.
Tiba-tiba api tersebut menjalar yang mengakibatkan rumah dari pemilik Ngolu Sitorus Ludes terbakar dan menjalar kerumah Sahat Panjaitan yang mengakibatkan sebelah kanan dari rumah tersebut terbakar,4 (Empat) unit damkar Pemkab Toba dan satu unit damkar dari PT TPL tiba di tkp dan langsung memadam kan api dan dibantu oleh pihak kepolisian dan masyarakat sekitar.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian material mencapai ± Rp. 200.000.000. Dugaan kita sementara penyebab kebakaran karena korsleting listrik.Akibat kejadian kebakaran rumah tersebut, pemilik rumah tidak memiliki pakaian dan tempat tinggal.

Bungaran mengimbau warga agar lebih waspada.“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing guna mencegah kejadian serupa,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa korsleting listrik masih menjadi salah satu ancaman kebakaran paling sering terjadi di permukiman. Warga diminta terus meningkatkan kewaspadaan, pungkasnya.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)DIKLAT DASAR SAR ANGKATAN CXX DI PALANGKA RAYA RESMI DIBUKA
DIKLAT DASAR SAR ANGKATAN CXX DI PALANGKA RAYA RESMI DIBUKA

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) gelar Diklat Dasar Pencarian dan Pertolongan angkatan CXX di Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Palangka Raya.
Jum’at (28/11/2025) bertempat di halaman Kantor SAR Palangka Raya, Pembukaan Diklat Dasar SAR dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Sumber Daya Manusia Pencarian dan Pertolongan Basarnas Heru Suhartanto. S.H., M.M.
Dalam sambutanya beliau menyampaikan Diklat dasar ini dirancang untuk membekali para CPNS dengan pengetahuan dan keterampilan teknis di bidang pencarian dan pertolongan, sekaligus membentuk mentalitas, dedikasi, loyalitas, serta semangat militansi sebagai bagian dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan.
“Selain peningkatan kemampuan teknis, pelatihan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter agar para CPNS siap menghadapi tantangan tugas di lapangan dengan profesional dan tanggung jawab yang tinggi.” ucap Heru.
Pelatihan Diklat SAR dilaksanakan selama 21 hari dari tanggal 27 November 2025 s.d. 18 Desember 2025. Peserta Diklat dasar berjumlah 23 orang yang merupakan CPNS Kantor SAR Palangka Raya.
Kepala Kantor SAR Palangka Raya AA. Ketut Alit Supartana berharap pelaksanaan Pelatihan dasar ini dapat berjalan dengan lancar sehingga tujuan dari pelatihan ini dapat tercapai.
“Selamat berlatih untuk para peserta, ambilah ilmu sebanyak-banyaknya dari para instruktur dan tetap semangat dalam menjalani pelatihan ini.” ucap Alit.(ryt)
Pemkab Toba Dirikan Posko Siaga Bencana
Pemkab Toba Dirikan Posko Siaga Bencana

Toba, wartapenasatu.com -Mengingat ancaman cuaca ekstrim yang terjadi saat ini, Pemkab Toba mendirikan Posko Siaga Bencana di Bundaran, Balige dan juga di Polres Toba pada Jumat (28/11/2025).
Selain petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Toba, Posko ini juga akan dijaga oleh petugas kesehatan dan ambulans. “Alat berat juga kita siagakan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Toba Sikkat Sitompul pada Jumat siang disela pendirian posko.
Selain menjadi tempat Siaga Bencana, posko ini juga menjadi tempat open donasi bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan untuk para korban bencana di kawasan Tapanuli, baik bantuan makanan, pakaian layak pakai, obat-obatan dan bantuan lainnya. “Bagi masyarakat yang memberikan bantuan bagi saudara-saudara kita yang tertimpa bencana, di sini juga kita buka open donasi,” lanjut Sikkat Sitompul.

Beliau mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada bahaya cuaca ekstrim seperti angin kencang dan hujan yang berkepanjangan. “Bagi pengendara tetap utamakan keselamatan. Sementara bagi masyarakat, kita imbau tetap waspada. Jika ada kejadian bencana di sekitar, segera hubungi call center kita di nomor 08116100112 yang bisa dihubungi 24 jam dan itu dipegang Kadis Kominfo Toba,” ujar Sikkat Sitompul mengakhiri keterangannya.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Kasdam I/BB Berangkatkan 204 Personel Kodam I/BB untuk Membantu Bencana Alam Banjir dan Longsor di Wilayah Korem 023/Kawal Samudra

Medan, wartapenasatu.com – Kodam I/Bukit Barisan Gelar apel Pemberangkatan Personil untuk membantu bencana alam banjir dan longsor diwilayah Korem 023/Kawal Samudra di lapangan Hijau Kodam I/BB, Rabu (26/11/2025).
Kepala Staf Kodam l/Bukit Barisan (Kasdam l/BB) Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya, memberangkatkan personil Kodam l/BB dalam mendukung tugas di lapangan bencana alam di Sibolga Korem 023/Kawal Samudra, Sebanyak 555 orang personil, diantara 341 orang personil TNI sudah ada di lokasi sejak terjadi banjir dan longsor dan diberangkatkan 204 orang personel gelombang ke dua, serta sejumlah materiil operasional, mulai dari 1 unit excavator, dump truk, ambulance. Peralatan penanganan banjir juga diperkuat dengan 7 unit LCR, 80 life jacket, serta 25 dayung. Seluruh perlengkapan tersebut dipersiapkan untuk memastikan pasukan dapat bergerak cepat di area terdampak.
Selain itu, kebutuhan prajurit di daerah operasi turut diperhatikan melalui penyediaan sarana perkemahan dan dapur lapangan. Sebanyak 10 tenda serbaguna, dua tenda masak, 12 ketel, delapan kompor lapangan, 200 veldbed, serta meja dan kursi lapangan dibawa untuk menunjang kelancaran operasi. Logistik bantuan bagi masyarakat pun disiapkan, berupa beras, gula, minyak goreng, mie instan, air mineral, dan sarung.Pesan Pangdam I/BB Mayjen TNI Rio Firdianto yang disampaikan oleh Kepala Staf Kodam I/BB, Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya menegaskan bahwa Kodam I/BB akan terus membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, jaga kesehatan dalam melaksanakan kegiatan serta jaga nama baik satuan.
Apel pemberangkatan dihadiri para pejabat utama Kodam I/BB, termasuk Irdam I/BB, para Asisten Kasdam I/BB, para Kabalakdam I/BB, serta Danyonzipur l/DD.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Bencana Longsor di Tapteng, Empat Korban Meninggal Dunia
Bencana Longsor di Tapteng, Empat Korban Meninggal Dunia
Tap Teng, wartapenasatu.com– Bencana alam longsor melanda Dusun 1, Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara pada Selasa pagi, 25 November 2025. Peristiwa tragis ini menyebabkan empat warga yang merupakan satu keluarga meninggal dunia.

Kejadian longsor diperkirakan terjadi pada dini hari setelah hujan deras mengguyur wilayah Tapteng. Penemuan korban dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Kepala Desa Mardame, Bapak Master Gultom, bersama anaknya merasa curiga ketika melihat kondisi rumah korban yang tertutup, ditambah adanya bekas longsoran tanah di bagian belakang rumah.
Setelah melakukan pengecekan dan mendapati pintu rumah terkunci, Kepala Desa bersama warga berinisiatif mendobrak pintu. Saat dicek ke dalam, mereka mendapati salah satu kamar telah tertimpa material longsor dan menemukan keberadaan korban yang tertimbun.
Bhabinkamtibmas setempat, Aipda Rindu Hutabarat, segera tiba di lokasi bersama masyarakat untuk melakukan proses evakuasi. Dari hasil evakuasi, ditemukan total empat korban meninggal dunia yang merupakan ibu dan tiga orang anaknya.
Identitas korban adalah:
1. Dewi Hutabarat (33), seorang Ibu Rumah Tangga.
2. Tio Arta Rouli Lumbantobing (7), seorang pelajar SD.
3. Vania Aurora Lumbantobing (4).
4. Ilona Lumbantobing (3).Suami korban, Bapak Poliman Lumbantobing (37), diketahui sedang tidak berada di tempat karena sedang bekerja sebagai supir angkutan di luar kota.
Setelah berhasil dievakuasi, keempat jenazah korban telah disemayamkan di rumah keluarga di Dusun 1 Desa Mardame, Kecamatan Sitahuis.
Pihak kepolisian dan pemerintah daerah Tapanuli Tengah menghimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana, khususnya di dekat tebing atau aliran air, untuk selalu waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana longsor susulan, mengingat intensitas curah hujan di Tapteng masih tinggi. Pemerintah daerah berkoordinasi untuk memberikan pendampingan dan penanganan lebih lanjut terkait bencana ini.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Enam Santri Pondok Pesantren Tewas di Genangan Air Bekas Galian Bukit Jaddih.
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Duka mendalam menyelimuti Pondok Pesantren Jabal Qur’an di kawasan desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, setelah enam santrinya tewas tenggelam di genangan air bekas galian batu bata di Bukit Jeddih pada Kamis sore, (20/11).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, tragedi itu terjadi saat para santri memanfaatkan hari libur Kamis untuk bermain dan berolahraga di kawasan perbukitan yang tak jauh dari pondok.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, H. Mustofa atau akrab disapa Haji Mus, mengungkapkan bahwa aktivitas santri di area tersebut sebenarnya telah menjadi kebiasaan setiap pekan.
“Seperti biasa, pada hari Kamis kegiatan di pondok libur. Tetapi sore tadi sedang ada jadwal olahraga untuk salah satu kelas. Ada guru yang mengawasi, namun namanya anak-anak, meski dilarang mereka tetap bermain di genangan air itu,” jelas H. Mus, Kamis (20/11).
Juga disampaikan oleh salah satu warga pondok pesantren bahwa kegiatan olahraga di area perbukitan sudah lazim dilakukan. Ia mengaku sudah memberikan larangan keras kepada santri untuk tidak bermain di genangan bekas galian yang dalam tersebut.
“Kami sudah melarang anak-anak agar tidak bermain di genangan itu. Bahkan sudah dipasang tanda-tanda larangan. Tapi mereka tetap melanggar,” ujarnya.
Ia juga menerangkan kronologi awal kejadian. Para santri diduga bermain dengan cara menyelam lama-lamaan di dalam air. Namun beberapa di antaranya tidak muncul kembali ke permukaan.
“Yang terlihat hanya sandalnya saja. Teman-temannya mencoba menolong, tetapi malah ikut tenggelam,” ungkapnya.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Para pengurus pondok segera melaporkan kejadian tersebut dan melakukan evakuasi ke Puskesmas Jedih.
Sementara itu Kepala Puskesmas Jaddih, Purwanti, membenarkan bahwa enam santri telah dibawa ke fasilitas kesehatan dalam kondisi meninggal dunia. Awalnya hanya satu korban yang datang, kemudian menyusul lima korban lain.
“Mereka sudah kehilangan oksigen. Wajahnya tampak bengkak dan membiru,” ujar Purwanti.
Ia juga menjelaskan bahwa para korban berasal dari berbagai daerah, yakni dua santri dari Kabupaten Sampang, satu dari Sidoarjo, dua dari Surabaya, dan satu dari Desa Parseh Bangkalan.
“Atas permintaan keluarga, keenam korban tidak dilakukan autopsi karena mereka masih anak-anak. Dengan ambulans, kami langsung mengantarkan jenazah ke rumah duka masing-masing,” tambahnya.
Usai kejadian, Tim Kepolisian bersama Koramil dan Wakapolres Bangkalan langsung melakukan olah TKP di lokasi genangan air tersebut. Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti dan potensi kelalaian yang terlibat dalam insiden tersebut.***(Azis).
Status Semeru Naik Level IV (Awas), Gubernur Khofifah Bergerak Cepat: Warga Diminta Segera Mengungsi demi Keselamatan
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA, 19 November 2025 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa langsung bergerak cepat setelah mendarat di Surabaya usai melaksanakan misi dagang di Kendari, Sulawesi Tenggara. Tanpa jeda, Gubernur Khofifah segera menuju Kabupaten Lumajang untuk memastikan penanganan darurat menyusul kenaikan status aktivitas Gunung Semeru menjadi Level IV (Awas).
Gubernur Khofifah mengimbau masyarakat, khususnya warga di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang yang tinggal di kawasan rawan bencana Semeru, agar meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG dan arahan aparat di lapangan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Dengan meningkatnya status Gunung Semeru menjadi Level IV (Awas), kami meminta seluruh warga untuk tidak memasuki zona bahaya dan segera menuju titik evakuasi jika mendapat instruksi dari petugas,” tegas Gubernur Khofifah, Rabu (19/11).
Seluruh Unsur Siaga Penuh
Gubernur Khofifah memastikan bahwa BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Lumajang, BPBD Kabupaten Malang, TNI, Polri, relawan, dan seluruh unsur terkait telah bersiaga melakukan mitigasi, pemantauan aktivitas vulkanik, serta menyiapkan fasilitas pengungsian yang aman.
“Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik Semeru. Masyarakat harus tetap tenang, tetap waspada, dan hanya mempercayai informasi resmi,” ujarnya.
Awan Panas Guguran Mencapai 14 Kilometer
Berdasarkan laporan PVMBG, pada pukul 14.13 WIB Gunung Semeru mengeluarkan Awan Panas Guguran (APG) dengan jarak luncur hingga 14 kilometer. Aktivitas vulkanik berlanjut hingga pukul 17.00 WIB, sebelum akhirnya status dinaikkan menjadi Level IV (Awas).
“Awan panas guguran masih terjadi dengan amplitudo maksimum 34 mm dan kecenderungan luncur ke arah utara. Saya meminta masyarakat tetap mengikuti instruksi petugas dan tidak mengambil risiko apa pun,” jelasnya.
Evakuasi Diintensifkan, Akses Ditutup
Pemkab Lumajang telah menutup akses Jembatan Gladak Perak dan mensterilkan seluruh jalur yang berpotensi terdampak APG. Proses evakuasi dilakukan di tiga kecamatan: Pronojiwo, Candipuro, dan Rowokangkung.
Lima titik pengungsian juga telah disiapkan, antara lain:
Pendopo Kecamatan Candipuro
Balai Desa Oro-Oro Ombo (pengungsi masih dalam pendataan)
Balai Desa Penanggal (menampung warga Gunung Sawur)
SDN 4 Supiturang (sekitar 100 jiwa)
SMP Negeri 2 Pronojiwo
“Saya telah meminta BPBD Jatim dan BPBD Lumajang memastikan seluruh warga terdampak dapat menuju lokasi pengungsian dengan aman dan terdata dengan baik,” tegas Khofifah.
*Aroma Belerang Pekat Tercium di Permukiman*
Laporan BPBD Jatim menyebutkan adanya aroma belerang pekat di sejumlah titik permukiman yang menyebabkan gangguan kenyamanan dan pernapasan.
“Warga yang mengalami iritasi, sesak napas, atau keluhan lain agar segera menuju pos kesehatan terdekat. TRC BPBD telah mendistribusikan masker kepada warga,” katanya.
Hingga pukul 18.00 WIB, berbagai langkah penanggulangan telah dilakukan: koordinasi dengan PPGA Semeru, monitoring lapangan oleh BPBD Lumajang, evakuasi warga, pengaturan arus evakuasi, distribusi masker, serta penyisiran wilayah Gunung Sawur.
Khofifah: Jangan Menunggu Instruksi Kedua
“Saya memohon seluruh warga di sekitar Semeru mengutamakan keselamatan. Jangan menunggu arahan kedua. Petugas kami terus bekerja di lapangan untuk memastikan keamanan seluruh masyarakat,” ujar Khofifah.
Ia juga mengajak semua pihak untuk terus memperkuat koordinasi, baik pemerintah daerah, relawan, maupun masyarakat sekitar.
“Semoga situasi segera terkendali dan seluruh warga dalam keadaan selamat. Mari saling membantu, saling menjaga, dan mematuhi instruksi petugas,” pungkasnya. (Bagas)
Jembatan Baru di Desa Lajing Ambrol, Warga Pertanyakan Kualitas Pembangunan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Warga Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, dikejutkan oleh ambruknya jembatan penghubung antara Kampung Pocokan 1 dengan Pocokan 2 yang baru dibangun pada akhir tahun 2023 lalu.
Jembatan yang digagas oleh salah satu anggota DPRD Bangkalan itu kini rusak parah dan tidak bisa lagi dilalui warga.

Padahal, jembatan tersebut semula diharapkan menjadi akses utama bagi masyarakat untuk memperlancar mobilitas dan kegiatan ekonomi antar kampung.Namun, baru beberapa bulan digunakan, konstruksinya ambruk tanpa sebab alam yang signifikan.
Menurut keterangan warga setempat, penyebab ambruknya jembatan diduga karena kualitas bahan dan pengerjaan yang tidak sesuai standar.

Dari hasil pengamatan Saiful salah satu warga, struktur jembatan tersebut tidak memiliki tulangan besi (besi penyangga) seperti seharusnya.
“Kami sangat kecewa. Jembatan ini baru dibangun, tapi sudah ambrol. Waktu pengerjaan dulu kami sudah curiga karena tidak terlihat besi penopangnya,” ujar Saiful, salah satu warga Lajing.
Warga yang lainnya dari Desa Lajing, Abdul Latif, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa jembatan tersebut merupakan inisiatif dari salah satu anggota DPRD Bangkalan dan bukan dari anggaran desa, namun menggunakan dana aspirasi dewan.

“Pembangunan jembatan itu memang bukan dari dana desa, tetapi dari program pribadi salah satu anggota DPRD. Sedangkan dari pihak desa hanya memfasilitasi lokasi. Kami sangat menyayangkan hasilnya seperti ini,” jelas Abdul Latif.
Sementara itu, anggota DPRD Bangkalan yang tidak bersedia disebut namanya, saat dikonfirmasi awak media, mengatakan bahwa dirinya akan meninjau langsung kondisi jembatan tersebut dan memastikan ada langkah perbaikan.
“Kami akan segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan. Kalau memang ada kekurangan dalam pelaksanaan, tentu akan kami tindaklanjuti agar tidak merugikan masyarakat,” ujarnya singkat.
Warga berharap pemerintah kabupaten dan pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Mereka menilai pembangunan infrastruktur publik harus mengutamakan kualitas, bukan sekadar formalitas proyek.
Hingga kini, warga hanya bisa menggunakan jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh untuk beraktifitas.*** (Red)
Kebakaran Hebat Landa Manduamas: Tiga Rumah Ludes Dilalap Api
Kebakaran Hebat Landa Manduamas: Tiga Rumah Ludes Dilalap Api
Tapteng, wartapenasatu.com – Tiga unit rumah di Dusun IV Simatabo, Desa Tumba Nauli, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Provinsi Sumatera Utara (Sumut), hangus terbakar dalam insiden kebakaran yang terjadi pada Selasa sore, 4 November 2025. Api yang berkobar dengan cepat meluluhlantakkan bangunan, meninggalkan puing-puing yang rata dengan tanah.

Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Manduamas, Polres Tapteng, Polda Sumut, merespons cepat laporan warga terkait kebakaran tersebut. Kapolsek Manduamas, Iptu A.P. Limbong, memimpin langsung personel menuju lokasi kejadian setelah menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 17.30 WIB.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah melahap habis tiga unit rumah. Dengan sigap, petugas kepolisian berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk melakukan upaya pemadaman api. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 450 juta.
Tiga unit rumah yang terbakar diketahui milik Mareddi Situmorang (60), seorang petani; Alismer Sinaga (54), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS); dan Manaria Saragih (60), juga seorang petani. Masing-masing pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp 150 juta akibat kejadian nahas ini.

Kapolsek Manduamas, Iptu A.P. Limbong, memastikan bahwa pihaknya telah mengambil tindakan kepolisian sesuai prosedur yang berlaku. Tindakan tersebut meliputi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mencatat keterangan saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi, seperti Jappi Buaton dan Pendi Simanullang, mengamankan barang bukti (barbut) seperti seng, kayu, dan kabel listrik bekas terbakar, serta membuat laporan resmi.
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Pengamanan barang bukti dilakukan untuk membantu proses investigasi guna mengungkap sumber api yang menyebabkan insiden tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Diharapkan, masyarakat dapat lebih berhati-hati dan mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari terjadinya kebakaran di kemudian hari.