Bencana

  • Bencana,  SOSIAL

    Polwan Polresta Sidoarjo Beri Pendampingan Keluarga Korban di Ponpes Al Khoziny

    WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO – Keluarga korban musibah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny tak luput dari perhatian pihak Kepolisian.

    Kali ini Polresta Sidoarjo Polda Jatim menerjunkan personel Polisi Wanita (Polwan) untuk memberikan pendampingan terhadap keluarga korban yang masih menunggu proses evakuasi.

    Selain memberikan trauma healing kepada keluarga korban, puluhan Polwan juga menyalurkan bantuan makanan bagi keluarga korban.

    Kapolresta Sidoarjo,Kombes Pol Christian Tobing mengatakan musibah runtuhnya bangunan musala di Ponpes Al Khoziny membuat duka dan kecemasan mendalam bagi keluarga korban.

    Oleh karena itu Polresta Sidoarjo memberikan pendampingan dan pelayanan dengan melibatkan perasonel Polwan.

    “Kami libatkan Polwan untuk pendampingan keluarga korban yang masih menunggu proses evakuasi,” ujar Kombes Tobing.

    Dengan humanis para Polwan hadir di lokasi posko maupun kawasan Ponpes.

    Hingga hari ketiga pascakejadian runtuhnya bangunan berlantai Tiga di Ponpes tersebut, Polisi terus membantu evakuasi. (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Bencana

    Dimana Empati DPRD Jatim Saat Jatim Berduka? Apakah sedang Dinas Jalan Jalan ?


    WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Jawa Timur kembali berduka menyusul kejadian runtuhnya konstruksi bangunan Masjid dan Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo yang menyebabkan puluhan korban luka dan sementara ditemukan 1 orang korban meninggal dunia.

    Pasca kejadian musibah runtuhnya Masjid dan Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo, Ibunda Gubernur Jawa Timur akhirnya mempercepat kepulangannya dari tugas memimpin Misi Dagang ke Sumatera Selatan dan perhatian serta dukungan awal juga terlihat dari kunjungan Wakil Gubernur Jawa Timur datang di lokasi musibah tersebut.

    Perhatian dan gerak cepat untuk proses evakuasi korban luka dari BPBD Provinsi Jatim dan Kabupaten Sidoarjo, Basarnas, BNPB, Kementerian Sosial, Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo serta jajaran stake holder lainnya dibantu jajaran TNI dan Kepolisian terlihat bergandengan tangan untuk bersama sama mengurai proses evakuasi dan penyelamatan korban reruntuhan puing puing bangunan Masjid dan Ponpes Al Khoziny.

    Pemandangan yang sangat aneh, menurut Heru MAKI dan jajaran pengurus MAKI Jatim yang turun membantu sebisanya untuk proses evakuasi tersebut, muncul dari ketidak hadiran para anggota DPRD Jatim.

    Bahkan anggota DPRD Jatim dari Daerah Pemilihan Sidoarjopun tidak terlihat hadir atau memberikan atensi serta perhatian dan dukungan dalam bencana musibah runtuhnya bangunan Masjid dan Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo.

    Rendahnya “sense of crisis” dari anggota Dewan Jatim yang terhormat dan dipilih secara sadar oleh Masyarakat Jawa Timur pada umumnya dan Masyarakat Kabupaten Sidoarjo pada khususnya menyisakan keprihatinan luar biasa bagi MAKI Jatim.

    “Ini namanya MBAHNYA KEBACUT, mereka yang dipilih masyarakat untuk mewakili representasi Masyarakat, malah tidak punya kepekaan dan kepedulian terhadap musibah dan bencana yang terjadi, sangat kebangetan sekali dan benar benar terjadi di DPRD Jawa Timur,”ungkap Heru MAKI.

    Catatan merah sekali yang diberikan MAKI Jatim dengan tanda silang warna merah untuk rendahnya kepekaan dan kepedulian para anggota dewan Provinsi Jawa Timur yang terhormat ini menjadi dasar bagi MAKI Jatim untuk kemudian membuka Petisi #bubarkandewanjatim.

    Petisi #bubarkandewanjatim yang digagas Heru MAKI, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Koorwil Provinsi Jawa Timur ini menjadi gambaran bagaimana sebenarnya mendalami tanggapan masyarakat Jawa Timur mengenai rendahnya sense of crisis anggota dewan Provinsi Jawa Timur.

    “Kita lihat arah pergerakan dukungan dari petisi #bubarkandewanjatim ini, dan saya, Heru MAKI, siap memimpin aksi besar untuk menyegel kantor DPRD Jatim, mau konstitusional atau tidak, bukan urusan saya, apabila Masyarakat menghendaki, tidak ada yang tidak mungkin, Suara Masyarakat adalah Suara Langit,”btegas Heru MAKI.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Bencana,  Militer

    Kasdam Brawijaya Dampingi Kepala BNPB Tinjau Kondisi Gedung Ponpes AL-Khoziny Pasca Ambruk

    WARTAPENASATUJATIM | SidoarjoKasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H, M.Si, mendapingi kunjungan Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., di Ponpes AL-Khoziny, Sidoarjo pasca ambruk beberapa waktu lalu. Rabu (01/10/2025).

    Peninjauan itu dilakukan sebagai bentuk perhatian atas insiden yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia.

    Di lokasi itu, Kasdam bersama Kepala BNPB meninjau langsung lokasi reruntuhan gedung dan berdialog dengan pengasuh Ponpes Al-Khoziny.

    Selain peninjauan, Kasdam dan Kepala BNPB juga membahas langkah-langkah perbaikan, termasuk kemungkinan membantu proses renovasi sementara agar para santri dapat kembali menempati tempat belajar yang layak dan aman.

    “Kami menyampaikan duka cita atas musibah ini. Kami berharap ke depan kegiatan belajar mengajar tetap bisa berjalan dengan baik,” ujar Kasdam di sela peninjauannya bersama Kepala BNPB. (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Bencana,  Daerah

    Polisi Sigap Tangani Pohon Tumbang di Jalan Raya Rejoso

    WARTAPENASATUJATIM | Nganjuk – Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jalan Raya Guyangan Tamanan, Desa Rejoso, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Senin (29/9/2025) sore. Polisi bersama TNI dan BPBD bergerak cepat menyingkirkan pohon tumbang agar arus lalu lintas kembali lancar.

    Kejadian tersebut dilaporkan sekitar pukul 15.30 WIB. Anggota Polsek Rejoso mendatangi lokasi setelah menerima pengaduan warga. Pohon jenis jaranan dengan kondisi akar lapuk tumbang menutup sebagian badan jalan.

    Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M. mengatakan, kesigapan anggota di lapangan menjadi bentuk pelayanan prima kepolisian.

    “Setiap laporan dari masyarakat harus segera ditindaklanjuti. Kolaborasi dengan TNI dan BPBD ini menunjukkan sinergi nyata dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan,” ujarnya.

    Setelah berkoordinasi, petugas Polsek Rejoso bersama anggota Koramil dan BPBD Nganjuk melakukan evakuasi. Sekitar pukul 16.30 WIB, pohon berhasil disingkirkan sehingga arus lalu lintas kembali normal tanpa hambatan.

    Kapolsek Rejoso AKP Totok Harianto menegaskan, pihaknya terus mengimbau warga untuk waspada pada musim hujan.

    “Kami mengajak masyarakat lebih berhati-hati saat hujan deras dan angin kencang, terutama di jalan yang rawan pohon tumbang. Jangan ragu untuk melaporkan kejadian darurat melalui program Kapolres Nganjuk: Lapor Kapolres Nganjuk, menghubungi WhatsApp di nomor 0811-5111-0110 atau layanan darurat 110 bebas pulsa,” jelasnya.

    Dengan penanganan cepat ini, situasi di wilayah hukum Polsek Rejoso kembali aman dan kondusif. Polisi memastikan hadir untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keamanan masyarakat.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Bencana,  Daerah,  Keamanan,  Militer

    Ruko di Trenggalek Terbakar, Sinergi TNI-Polri dan Damkar Berhasil Jinakkan Api

    WARTAPENASATUJATIM | Trenggalek – Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemadam Kebakaran (Damkar) kembali diuji. Rabu (1/10/2025), sebuah ruko milik warga bernama Rukben di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, terbakar hebat. Beruntung, kobaran si jago merah berhasil dipadamkan berkat kekompakan Babinsa, anggota Polsek, dan Damkar Trenggalek.

    Peristiwa bermula ketika pemilik ruko melihat asap mengepul dari bagian atap rumahnya. Saat berusaha mencari sumber api dengan menusuk plafon, kayu yang terbakar justru jatuh ke atas spring bed, sehingga api cepat membesar.

    Mendapat laporan warga, Babinsa Tasikmadu Serda Paryanto dari Koramil 0806-07/Watulimo segera menuju lokasi dan berkoordinasi dengan Polsek Watulimo serta Damkar Trenggalek.

    Tak lama kemudian, tim pemadam tiba dan langsung berjibaku bersama TNI-Polri menarik selang dan memadamkan api.

    “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir sekitar Rp100 juta,” ujar Serda Paryanto.

    Kebakaran berhasil dipadamkan setelah hampir satu jam. Sejumlah perabot rumah tangga, bagian atap, dan isi ruko ludes terbakar. Warga sekitar mengapresiasi kesigapan TNI-Polri dan Damkar yang dinilai mencegah api merembet ke bangunan lain.

    “Kalau tidak cepat, rumah sebelah juga bisa habis. Kami bersyukur aparat cepat turun tangan,” ungkap Sutrisno, salah seorang warga setempat.

    Hasil identifikasi menunjukkan bahwa kebakaran ini diduga dipicu oleh korsleting arus listrik di dalam ruko. Peristiwa tersebut menjadi peringatan nyata bahwa ancaman kebakaran bisa terjadi kapan saja, terlebih di kawasan padat permukiman. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dengan rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan peralatan rumah tangga aman, serta segera melapor jika melihat potensi bahaya.

    Lebih dari sekadar musibah, kejadian ini juga memperlihatkan betapa pentingnya sinergi TNI, Polri, dan Damkar. Kehadiran mereka tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga berdiri di garda terdepan melindungi keselamatan warga. Sinergitas ini membuktikan, ketika aparat dan masyarakat bergerak bersama, ancaman sebesar apa pun bisa diatasi.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Bencana

    Polda Jatim Gandeng Pakar dari ITS Fokus Evakuasi Korban Robohnya Bangunan di Ponpes Sidoarjo

    WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJOPolda Jawa Timur (Jatim) masih terus fokus pada penyelamatan dan evakuasi korban robohnya bangunan mushala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

    Personel dari beberapa satuan kerja diantaranya Biddokkes, Brimob, Samapta dan satker lainya diterjunkan untuk membantu penanganan musibah yang menimpa Ponpes ini.

    Selain itu Polda Jatim juga akan menggandeng pakar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang ahli konstruksi bangunan untuk membantu proses evakuasi agar korban dan petugas SAR gabungan yang masuk ke dalam reruntuhan dapat selamat.

    Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto meninjau langsung lokasi reruntuhan. Pihaknya masih mengedapankan proses evakuasi para korban.

    “Saya pastikan dulu untuk penyelamatan korban dulu ya. Itu kita fokus itu dulu. Karena masih ada beberapa korban yang masih perlu dievakuasi,” kata Irjen Nanang, Selasa (30/9/2025).

    Tim Inafis Polda Jatim dan petugas gabungan tak mau gegabah dalam proses penanganan ini karena bangunan mushala tersebut masih berpotensi mengalami goncangan susulan.

    “Kita juga lihat kan kondisinya. Dan ini harus kita pastikan dengan ahlinya ya dari ITS ya. Jangan sampai nanti membahayakan petugas yang akan melakukan evakuasi,” ungkap Irjen Nanang.

    Oleh sebab itu, meski Dua ekskavator disiagakan sejak Senin malam, hingga saat ini belum difungsikan mengingat getarannya dapat berpotensi menimbulkan goncangan yang dapat meruntuhkan puing bangunan.

    Sementara itu Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast mengatakan Polda Jatim dan SAR gabungan menggunakan alat-alat tertentu yang lebih memungkinkan untuk melakukan penyelamatan terhadap para korban.

    “Saat ini fokus pada evakuasi dan penyelamatan korban termasuk personel yang kita libatkan untuk menangani musibah ini,” pungkas Kombes Abast.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Bencana,  SOSIAL

    Polda Jatim Dirikan Dapur Lapangan di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

    WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO – Hingga Selasa (30/9/2025), personel Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo dari berbagai kesatuan disiagakan di lokasi runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

    Puluhan personel tersebut ditugaskan membantu proses evakuasi terhadap korban yang masih terjebak reruntuhan, pengamanan area ponpes, hingga berbagai pelayanan terhadap masyarakat.

    Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol. Jules Abraham Abast menegaskan, Polda Jatim saat ini tetap fokus pada proses evakuasi dan penyelamatan korban.

    “Personel kepolisian bersama tim gabungan terus fokus pada proses evakuasi dan penyelamatan korban dan faktor keamanan,” kata Kombes Pol Abast, Selasa (30/9/25).

    Kabid Humas Polda Jatim juga mengatakan bahwa Polda Jatim telah mendirikan Posko di lokasi Pondok Pesantren Al Khoziny.

    “Ada tim DVI, Dokkes, Sat Brimob Polda Jatim yang juga menyediakan kendaraan dapur lapangan untuk menyiapkan konsumsi bagi para relawan dan masyarakat,”terang Kombes Pol Abast.

    Selain itu anggota Satuan Samapta dan Satuan Lalu Lintas dari Polresta Sidoarjo juga dilibatkan untuk membantu kelancaran proses penanganan di lokasi.

    Hingga berita ini ditulis, korban yang dinyatakan meninggal dunia yang berhasil dievakuasi ada 3 orang santri.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Bencana

    Gempa M 6,5 Guncang Sumenep, Jawa Timur: BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 30 September 2025 – Masyarakat Sumenep, Jawa Timur, dikejutkan oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 pada Selasa malam ini. Gempa yang terjadi pada pukul 23.49 WIB ini sempat membuat panik warga, namun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

    Berdasarkan catatan BMKG, pusat gempa berada pada kedalaman 11 kilometer, dengan titik koordinat 7.25 Lintang Selatan dan 114.22 Bujur Timur. “Lokasi gempa 50 Km Tenggara Sumenep – Jawa Timur,” tulis keterangan resmi BMKG.

    Guncangan gempa ini dirasakan cukup kuat di wilayah Sumenep dan sekitarnya. Warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah maupun di luar ruangan merasakan getaran yang cukup signifikan. Beberapa warga bahkan dilaporkan keluar rumah untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa susulan.

    Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Pihak berwenang masih melakukan pendataan dan koordinasi untuk mengetahui ada tidaknya kerusakan bangunan maupun korban jiwa.

    BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada, serta tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG terkait perkembangan situasi gempa.

    Dalam pernyataannya, BMKG menekankan bahwa dalam beberapa menit pertama setelah gempa terjadi, parameter gempa dapat berubah dan belum tentu akurat, kecuali telah dianalisis ulang oleh seismolog. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk bersabar dan menunggu informasi resmi dari BMKG.

    Meskipun gempa ini tidak berpotensi tsunami, BMKG tetap mengimbau masyarakat yang berada di wilayah pesisir untuk tetap waspada dan menjauhi pantai untuk sementara waktu. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

    Pemerintah daerah setempat juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah penanganan pasca gempa. Tim SAR dan relawan disiagakan untuk membantu proses evakuasi dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.

    Semoga masyarakat Sumenep dan sekitarnya tetap diberikan keselamatan dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini. Mari kita bersama-sama berdoa agar tidak terjadi gempa susulan dan situasi dapat segera kembali normal.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • AGAMA,  Bencana

    Polda Jatim Bantu Evakuasi Korban Runtuhnya Bangunan Pesantren di Sidoarjo

    WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO – Suasana duka menyelimuti Lembaga Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, setelah bangunan di lingkungan pondok pesantren tersebut roboh pada Senin (29/9/2025) sore.

    Insiden ini terjadi saat para santri putra tengah bersiap melaksanakan salat asar berjemaah di musala.

    Bangunan yang roboh diketahui merupakan gedung berlantai tiga, sementara diatasnya baru dilakukan pengecoran untuk lantai berikutnya, dan bagian lantai dasar digunakan untuk musala.

    Hingga saat ini, penyebab robohnya bangunan tersebut masih belum dapat dipastikan.

    Petugas gabungan bersama pihak keamanan pondok pesantren masih terus melakukan penyisiran di antara puing-puing untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

    Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan peristiwa tersebut.

    “Data Sementara jumlah total sebanyak 83 korban yang berhasil di evakuasi,”kata Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat ditemui dilokasi kejadian,Selasa malam (29/9).

    Menurutnya, pihak kepolisian gabungan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pengamanan di lokasi.

    Kombes Pol Abast juga mengatakan Polda Jatim menurunkan 1 pleton Sabhara, 1 pleton Brimob, serta didukung 3 SSK dari Polresta Sidoarjo.

    “Hingga kini, puluhan korban sudah dievakuasi ke Tiga rumah sakit, yakni RS Siti Hajar, RSUD Sidoarjo, dan RS Delta Surya Sidoarjo,” ungkap Kombes Pol Jules Abraham Abast.

    Adapun data rincian korban per pukul 20.30 WIB, di RS Siti Hajar tercatat 45 orang, terdiri dari 44 korban luka berat maupun ringan, serta 1 korban meninggal dunia, sedangkan di RSUD Sidoarjo terdapat 34 korban luka-luka, dan di RS Delta Surya 4 korban luka-luka.

    “Jumlah pasti korban masih dalam proses pendataan, mengingat proses evakuasi dan penyisiran reruntuhan bangunan masih berlangsung hingga malam ini,”pungkas Kombes Pol Abast.

    Aparat kepolisian bersama tim SAR, TNI, BPBD, serta relawan terus berupaya mengevakuasi korban dan melakukan langkah pengamanan lanjutan. (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Bencana

    Respons Cepat 110, Polres Malang Tangani Bencana di Kepanjen


    WARTAPENASATUJATIM | MALANG – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (28/9/2025) sore. Akibatnya, 21 rumah warga di Desa Mangunrejo mengalami kerusakan ringan pada bagian atap.

    Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.15 WIB. Angin kencang menerjang beberapa RT di Dusun Mangir, Desa Mangunrejo, hingga membuat warga panik. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

    Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, mengatakan laporan kejadian awal diterima melalui layanan darurat Call Center Polri 110.

    Personel Polsek Kepanjen bersama aparat gabungan langsung turun ke lokasi untuk membantu warga.

    “Begitu laporan masuk melalui 110, tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, hingga pemerintah desa langsung bergerak melakukan penanganan. Kami pastikan respons cepat selalu diberikan untuk membantu masyarakat,” kata Bambang, Senin (29/9/2025).

    Ia menambahkan, petugas bersama relawan telah melakukan pembersihan material serta memberikan bantuan darurat berupa terpal untuk menutup atap rumah warga yang rusak.

    Selain itu, dilakukan pula pendataan untuk penyaluran paket sembako bagi keluarga terdampak.

    “Kerusakan tercatat pada 21 rumah, kategori ringan di bagian atap. Untuk kebutuhan mendesak, sudah disiapkan terpal dan paket sembako agar masyarakat bisa tetap beraktivitas dengan baik pascakejadian,” jelas AKP Bambang.

    Dalam penanganan kejadian ini, sejumlah unsur terlibat mulai dari BPBD, TNI-Polri, Muspika Kepanjen, Tagana, Pemerintah Desa, hingga kelompok masyarakat setempat.

    Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kondisi pascaangin kencang.

    “Kami mengimbau warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem. Jika ada kejadian darurat, segera hubungi Call Center Polri 110 untuk mendapatkan respons cepat,” pungkas AKP Bambang.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

Wartapenasatu.com @2025