Bencana
Musala Tiga Lantai di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Ambruk Timpa Santri, Warga Panik Dengar Suara Gemuruh
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 29 September 2025 – Suasana mencekam menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, pada Senin siang ini. Sebuah musala tiga lantai yang berada di lingkungan ponpes tiba-tiba ambruk, menimbulkan kepanikan di kalangan santri dan warga sekitar. Detik-detik ambruknya bangunan tersebut terdengar begitu keras hingga ke pemukiman warga, memicu kepanikan dan rasa khawatir.
Suara gemuruh yang menyerupai gempa bumi membuat warga yang tinggal di sekitar Ponpes Al-Khoziny berhamburan keluar rumah. Ketua RT 7/RW 3 Desa Buduran, Munir, yang rumahnya berada di sebelah barat lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa suara tersebut sangat mengagetkan.
“Awalnya ada suara gemuruh seperti gempa, lalu semua warga itu keluar dari rumah melihat apa yang terjadi,” ujar Munir dengan nada cemas.
Tak lama setelah suara gemuruh mereda, asap tebal membumbung tinggi dari arah ponpes. Warga dan para santri terlihat berlarian, berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan bahwa musala tersebut sedang dalam tahap pembangunan di lantai tiga. Pada saat kejadian, para santri baru saja selesai melaksanakan salat Ashar. Sebagian santri masih berada di dalam musala untuk mengaji atau berdzikir, melanjutkan aktivitas keagamaan mereka.
Namun, takdir berkata lain. Bangunan tiga lantai yang sedang dalam proses pengecoran itu tiba-tiba ambruk, menimpa para santri yang masih berada di dalamnya.
“Kejadiannya pas habis salat Ashar. Saat ini bangunan yang ada di lantai tiga masih posisi dicor. Tiba-tiba roboh,” ungkap salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan, petugas dari berbagai instansi terkait segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi. Puluhan santri berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, puluhan santri lainnya masih terjebak di antara reruntuhan bangunan.
Hingga saat ini, petugas masih terus berupaya melakukan evakuasi untuk menyelamatkan para santri yang masih terjebak di antara reruntuhan.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati dan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi bangunan yang sangat berbahaya dan berpotensi ambruk susulan. Tim SAR gabungan bekerja keras untuk mencari dan menyelamatkan para korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Tim SAR Gabungan Polres Magetan Berhasil Evakuasi Korban Longsor Tambang Trosono
WARTAPENASATUJATIM | MAGETAN – Kepolisian Resor Magetan bersama tim gabungan Basarnas, BPBD, Tim SAR, dan relawan bergerak cepat mengevakuasi korban tanah longsor di area tambang galian C di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan.
Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu (27/9/2025) sekitar pukul 08.00 WIB dan menewaskan seorang sopir truk bernama Suroso, warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Magetan.
Kejadian bermula saat Suroso tengah mengantre untuk memuat pasir.
Tiba-tiba tebing galian setempat mengalami longsor dan menimbun korban hingga meninggal dunia di lokasi.
Laporan kejadian segera ditindaklanjuti dengan pengiriman tim gabungan untuk melakukan pencarian dan evakuasi, meski medan lokasi yang terjal membuat proses penyelamatan tidak mudah.
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa yang memimpin langsung proses pencarian korban menyampaikan, Tim SAR Polres Magetan bersama BPBD dan relawan sejak Sabtu hingga malam hari dan dilanjutkan hari ini Minggu (28/9/2025).
“Upaya ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi lapangan yang masih labil,”ujar AKBP Erik.
Setelah melalui proses panjang, korban akhirnya berhasil dievakuasi pada Minggu siang (28/9/2025) dan segera dibawa ke Puskesmas Parang untuk dilakukan visum lebih lanjut.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama solid antara Polres Magetan, Basarnas, BPBD, Tim SAR, serta relawan yang terus siaga sejak awal kejadian.
Kapolres Magetan juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
Pihaknya mengimbau seluruh pengelola tambang galian untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan kerja, khususnya kondisi tebing yang berpotensi longsor, agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
- AGAMA, Artikel, Bencana, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Keamanan, Kesehatan, Kriminal, Militer, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, SOSIAL
BNN–TNI AL Satukan Langkah Jaga Perairan Indonesia dari Narkotika
Jakarta wartapenasatu.com
Kepala BNN RI dan Kasal Sepakat Tingkatkan Kerja Sama P4GN
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., melakukan audiensi dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, di Wisma Elang Laut, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/9). Pertemuan ini turut dihadiri jajaran pejabat BNN RI, antara lain Sekretaris Utama BNN, Tantan Sulistyana, Direktur Narkotika BNN, Ruddi Setiawan, serta Plt. Direktur Intelijen BNN, Adri Irniadi.
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara BNN dan TNI Angkatan Laut, khususnya dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Fokus utama kerja sama diarahkan pada penanggulangan penyelundupan narkotika yang marak menggunakan jalur laut Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah langkah strategis yang akan diambil bersama. Beberapa di antaranya mencakup peningkatan patroli laut gabungan, integrasi sistem intelijen maritim untuk pengawasan wilayah perairan rawan, serta kolaborasi dalam penegakan hukum terhadap jaringan penyelundupan narkoba.
Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL siap mendukung penuh langkah BNN dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia dari ancaman narkotika. Menurutnya, penyelundupan narkoba melalui jalur laut merupakan ancaman serius bagi bangsa yang harus diberantas dengan kerja sama yang solid lintas lembaga.
“Kita sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan perjanjian kerja sama, terutama dalam menjaga perbatasan laut Indonesia. TNI AL siap mendukung upaya P4GN sesuai dengan arahan Presiden,” ujar Kasal.
Sementara itu, Kepala BNN RI menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam memerangi narkotika. Ia menyebut, dengan garis pantai yang panjang dan luasnya wilayah laut Indonesia, BNN tidak mungkin bekerja sendirian. Dukungan TNI AL, menurutnya, menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.
“Untuk memberantas narkotika, BNN tidak dapat bekerja sendiri. Kerja sama yang kuat sangat diperlukan. Apabila kita bersama-sama, maka hasilnya akan lebih maksimal,” tegas Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
Audiensi antara BNN RI dan TNI AL ini menjadi langkah konkret penguatan sinergi dalam perang melawan narkotika. Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen bersama mewujudkan War on Drugs for Humanity demi menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.
“Nok Srie”Melaporkan

PEDAGANG KOPI PINGGIR JALAN TERHIMPIT ATURAN RUKO DAN RAZIA DISHUB
Jakarta wartapenasatu.com
Keresahan Penjual Kopi Pinggir Jalan Terhimpit Aturan Baru
Para penjual kopi pinggir jalan kembali menghadapi tantangan berat. Sejak hadirnya dua kafe baru di kawasan Ruko Inkopal, mereka kini dibatasi oleh aturan pengelola yang melarang berjualan setelah pukul 15.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB Aturan ini membuat para pelaku UMKM, khususnya pedagang kecil, semakin kesulitan mencari rezeki untuk menghidupi keluarganya.
Salah satu pedagang kopi, Ibu Nok Srie, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Menurutnya, pembatasan jam berjualan justru mematikan usaha kecil yang sudah sejak lama hadir dan menjadi alternatif bagi masyarakat. “Bagaimana UMKM bisa berkembang kalau setiap langkah kami dibatasi? Kami hanya ingin mencari nafkah dengan cara yang halal,” ujarnya.
Kesulitan yang dirasakan para pedagang tidak berhenti sampai di situ. Selain aturan pengelola ruko, mereka juga harus berhadapan dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub) yang kerap melakukan penertiban kendaraan di sekitar lokasi. Tidak jarang, mobil pembeli yang hanya berhenti sebentar untuk membeli minum pun diangkut, bahkan dikenakan denda. Hal ini membuat pembeli enggan singgah, dan berdampak langsung pada menurunnya pendapatan pedagang.
Ibu Nok Srie menilai alasan yang disampaikan pihak berwenang sering kali tidak masuk akal. Menurutnya, mobil yang sekadar berhenti sebentar untuk membeli kopi tidak semestinya dianggap pelanggaran lalu lintas. “Mereka selalu punya alibi, padahal yang jelas-jelas terjadi adalah UMKM kecil seperti kami yang jadi korban,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Padahal, pemerintah selalu mendorong UMKM untuk tumbuh sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Presiden dan jajaran kementerian berulang kali menyampaikan pentingnya menciptakan “lumbung kedua” melalui pemberdayaan ekonomi kecil dan menengah. Namun, di lapangan, para pelaku UMKM justru sering dihadapkan pada kebijakan yang membatasi ruang gerak mereka.
Kondisi ini semakin ironis karena para pedagang kecil sesungguhnya ikut berkontribusi dalam menghidupkan kawasan sekitar. Kehadiran mereka menjadi pilihan masyarakat yang menginginkan minuman murah dan suasana sederhana, berbeda dengan kafe modern yang segmentasinya terbatas. “Kami tidak menolak keberadaan kafe baru, tapi jangan sampai keberadaan kami dimatikan dengan aturan yang tidak berpihak,” tambah Ibu Nok Srie.
Para pedagang berharap ada solusi yang lebih bijaksana dari pengelola maupun pemerintah daerah. Mereka meminta agar UMKM tetap diberi ruang untuk berusaha tanpa harus tertekan oleh aturan yang merugikan. Dengan begitu, kehadiran kafe modern dan pedagang kecil bisa berjalan berdampingan, saling menghidupkan, bukan saling mematikan
“Nok Srie”Melaporkan
iBanjir membuat lalulintas macet
Banjir Cisereh, Kadujaya Lumpuhkan Akses Jalan Menuju Cikupa dan Curug
Tangerang, 8 Juli 2025 – Wartapenasatu.com. Hujan deras yang mengguyur wilayah Curug, Tangerang sejak dini hari menyebabkan banjir di kawasan Cisereh, Kadujaya. Banjir dengan ketinggian air bervariasi, mencapai hingga 80 sentimeter di beberapa titik, mengakibatkan kemacetan panjang di sepanjang Jalan Raya Cisereh yang menghubungkan Cikupa dan Curug. Kemacetan bahkan meluas hingga akses keluar Tol Bitung, mengganggu aktivitas warga dan perjalanan menuju berbagai tujuan.


Banjir yang terjadi sejak pukul 05.00 WIB pagi tadi membuat arus lalu lintas praktis lumpuh total. Kendaraan roda empat maupun roda dua terjebak dalam kemacetan yang mencapai puluhan kilometer. Beberapa kendaraan terpaksa memutar balik untuk menghindari kemacetan yang semakin parah. Kondisi ini diperparah oleh sempitnya jalan alternatif di sekitar lokasi banjir.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Tangerang, kepolisian, dan TNI diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi warga dan membantu mengurai kemacetan. Proses evakuasi warga yang terdampak banjir masih berlangsung hingga siang hari ini. Petugas juga berupaya membersihkan jalan dari genangan air dan puing-puing yang terbawa arus banjir.
Kemacetan yang terjadi berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di sekitar wilayah tersebut. Banyak aktivitas bisnis dan perdagangan terganggu akibat sulitnya akses transportasi. Para pekerja yang hendak menuju tempat kerja mengalami keterlambatan, sementara para pedagang mengalami penurunan penjualan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan terjadi di wilayah Tangerang hingga sore hari. Hal ini dikhawatirkan akan memperparah kondisi banjir dan kemacetan. Warga diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang. Pembenahan infrastruktur dan peningkatan kapasitas saluran air menjadi prioritas utama dalam upaya penanggulangan banjir di wilayah tersebut.
Laporan Banjir di Kebon Pala, Jakarta Timur, 8 Juli 2025 Pada tanggal 8 Juli 2025, banjir kembali melanda wilayah Jalan Kebon Pala, Jakarta Timur (Dapil 5)Laporan Banjir di Kebon Pala, Jakarta Timur, 8 Juli 2025 Pada tanggal 8 Juli 2025, banjir kembali melanda wilayah Jalan Kebon Pala, Jakarta Timur (Dapil 5). Banjir yang awalnya surut pada Jumat, kembali meninggi pada Senin malam akibat hujan deras. Ibu Cebenk, anggota PPN (Perempuan Peduli Nusantara), melaporkan bahwa rumahnya terendam banjir dengan ketinggian yang cukup tinggi sehingga ia tidak dapat mengungsi. Kondisi Darurat: Ibu Cebenk dan warga terdampak membutuhkan bantuan segera berupa: – Obat-obatan: Obat-obatan yang dibutuhkan untuk mengatasi penyakit yang mungkin muncul akibat banjir. – Pakaian layak pakai: Pakaian bersih dan kering untuk mengganti pakaian yang basah. – Makanan: Makanan siap saji dan bahan makanan pokok. – Selimut: Untuk menghangatkan tubuh di tengah kondisi banjir. – Popok/Pempers: Khususnya untuk bayi dan anak-anak. Seruan Bantuan: Laporan ini menyerukan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengirimkan bantuan yang dibutuhkan para korban banjir di Kebon Pala. Kecepatan respons sangat penting mengingat kondisi Ibu Cebenk yang terjebak di rumahnya akibat ketinggian air banjir. Informasi Tambahan yang Diperlukan: Untuk membantu penyaluran bantuan secara efektif, informasi tambahan berikut sangat dibutuhkan: – Jumlah rumah terdampak: Berapa banyak rumah yang terdampak banjir? – Jumlah pengungsi: Berapa banyak warga yang telah mengungsi? (Jika ada) – Lokasi pengungsian: Jika ada pengungsian, di mana lokasi pengungsian tersebut? – Kontak Ibu Cebenk: Nomor telepon atau informasi kontak Ibu Cebenk untuk koordinasi bantuan. – Foto/video: Dokumentasi visual kondisi banjir dapat memperkuat laporan ini dan membantu upaya bantuan. Informasi ini dapat disampaikan kepada pihak berwenang terkait (BPBD DKI Jakarta, dll) untuk mempercepat penyaluran bantuan.Banjir yang awalnya surut pada Jumat, kembali meninggi pada Senin malam akibat hujan deras. Ibu Cebenk, anggota PPN (Perempuan Peduli Nusantara), melaporkan bahwa rumahnya terendam banjir dengan ketinggian yang cukup tinggi sehingga ia tidak dapat mengungsi. Kondisi Darurat: Ibu Cebenk dan warga terdampak membutuhkan bantuan segera berupa: – Obat-obatan: Obat-obatan yang dibutuhkan untuk mengatasi penyakit yang mungkin muncul akibat banjir. – Pakaian layak pakai: Pakaian bersih dan kering untuk mengganti pakaian yang basah. – Makanan: Makanan siap saji dan bahan makanan pokok. – Selimut: Untuk menghangatkan tubuh di tengah kondisi banjir. – Popok/Pempers: Khususnya untuk bayi dan anak-anak. Seruan Bantuan: Laporan ini menyerukan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk segera mengirimkan bantuan yang dibutuhkan para korban banjir di Kebon Pala. Kecepatan respons sangat penting mengingat kondisi Ibu Cebenk yang terjebak di rumahnya akibat ketinggian air banjir. Informasi Tambahan yang Diperlukan: Untuk membantu penyaluran bantuan secara efektif, informasi tambahan berikut sangat dibutuhkan: – Jumlah rumah terdampak: Berapa banyak rumah yang terdampak banjir? – Jumlah pengungsi: Berapa banyak warga yang telah mengungsi? (Jika ada) – Lokasi pengungsian: Jika ada pengungsian, di mana lokasi pengungsian tersebut? – Kontak Ibu Cebenk: Nomor telepon atau informasi kontak Ibu Cebenk untuk koordinasi bantuan. – Foto/video: Dokumentasi visual kondisi banjir dapat memperkuat laporan ini dan membantu upaya bantuan. Informasi ini dapat disampaikan kepada pihak berwenang terkait (BPBD DKI Jakarta, dll) untuk mempercepat penyaluran bantuan.

Hujan Deras Lumpuhkan Cawang dan Cililitan, Ratusan Rumah Terendam Banjir
Hujan deras melumpuhkan Cawang Dan Cililitan, Ratusan rumah terendam banjir

Jakarta, 06 Juli 2025 – Hujan deras yang mengguyur Jakarta selama kurang lebih enam jam pada hari Sabtu siang hingga malam malam ini telah mengakibatkan banjir di kawasan Cawang dan Cililitan. Ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi, mulai dari selutut hingga dada orang dewasa. Kejadian ini memaksa ratusan warga untuk mengungsi ke tempat penampungan sementara di wilayah Kampus Binawan.
Kondisi semakin memprihatinkan karena hingga saat ini, belum ada bantuan yang datang dari pemerintah. Warga mengeluhkan lambannya respon pemerintah dalam memberikan bantuan berupa makanan, air bersih, pakaian dan obat-obatan. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan akses ke kebutuhan pokok akibat terisolasinya wilayah tersebut oleh banjir.
Salah seorang warga, Dodi Rustandi, menceritakan kepanikan yang dialaminya saat air mulai meninggi dengan cepat. “Air masuk ke rumah dengan sangat cepat, kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang,” ujarnya. Ia bersama keluarganya terpaksa menyelamatkan diri dengan membawa hanya beberapa barang penting.

Kondisi di lokasi pengungsian di kampus Binawan juga masih membutuhkan banyak bantuan. Fasilitas yang tersedia masih terbatas, dan warga membutuhkan tambahan bantuan berupa selimut, pakaian layak pakai, dan perlengkapan mandi. Kekhawatiran akan penyebaran penyakit juga meningkat mengingat kondisi sanitasi yang kurang memadai.
Selain bantuan logistik, warga juga membutuhkan bantuan tenaga medis untuk memeriksa kesehatan mereka, terutama anak-anak dan lansia yang rentan terhadap penyakit. Kondisi kesehatan masyarakat di pengungsian perlu menjadi prioritas utama dalam penanganan pasca-banjir ini.

Kejadian banjir di Cawang dan Cililitan ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sistem drainase yang baik dan efektif di Jakarta. Perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase yang ada dan peningkatan kapasitas penanggulangan bencana agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Hujan Deras Rendam Jakarta Timur, Warga Bidaracina Terdampak Banjir

Jakarta, 6 Juli 2025 – Hujan deras yang mengguyur Jakarta selama kurang lebih 12 jam pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah, termasuk Kelurahan Bidaracina, Jakarta Timur. Tinggi air dilaporkan mencapai [masukkan tinggi air jika tersedia informasi], merendam puluhan rumah warga.
Banjir yang terjadi di Bidaracina menyebabkan sejumlah warga terpaksa mengungsi. Bunda Hedy, salah satu warga yang rumahnya terendam, menceritakan kepanikan yang dirasakannya saat air mulai meninggi dengan cepat. “Airnya datang tiba-tiba dan sangat deras,” ujarnya. Ia bersama beberapa tetangganya kemudian menyelamatkan diri ke kantor Kelurahan Bidaracina dan masjid terdekat.
Saat ini, para pengungsi telah mendapatkan tempat penampungan sementara di kantor kelurahan dan masjid. Namun, hingga berita ini diturunkan, bantuan dari pemerintah daerah belum juga tiba. Warga sangat membutuhkan bantuan berupa makanan, obat-obatan, pakaian layak pakai, dan perlengkapan lainnya.
“Kami sangat berharap pemerintah segera memberikan bantuan,” kata Bunda Hedy mewakili para pengungsi. Kondisi para pengungsi saat ini cukup memprihatinkan, terutama bagi anak-anak dan lansia yang membutuhkan perhatian khusus. Minimnya fasilitas di tempat pengungsian sementara juga menjadi kekhawatiran tersendiri.
Kondisi di lokasi banjir masih belum sepenuhnya pulih. Tim penanggulangan bencana setempat tengah berupaya untuk melakukan evakuasi dan memberikan bantuan darurat kepada warga yang terdampak. Pembersihan puing-puing dan lumpur juga masih terus dilakukan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan kepada para korban banjir. Namun, lambatnya respon pemerintah ini menuai kritik dari warga yang merasa terabaikan. Kecepatan dan efektivitas penanggulangan bencana menjadi sorotan utama.
Kejadian banjir di Bidaracina menjadi pengingat penting akan pentingnya sistem drainase yang memadai dan antisipasi dini terhadap bencana alam di Jakarta. Perbaikan infrastruktur dan peningkatan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem menjadi langkah krusial untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Semoga bantuan segera tiba dan warga Bidaracina dapat segera kembali ke rumah masing-masing dengan kondisi yang lebih baik.
Tragedi MAYORA: Janji Santunan 250 juta belum terealisasi

Tragedi Mayora: Janji Santunan Rp250 Juta Belum Terealisasi
Tangerang-Wartapenasatu.com- Kecelakaan kerja yang merenggut nyawa seorang karyawan PT Mayora pada Sabtu, 21 Juni 2025, menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. Pihak perusahaan telah menjanjikan santunan sebesar Rp250 juta sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden tersebut. Namun, hingga kini, keluarga korban yang berinisial ALS mengaku belum menerima dana tersebut.
Ketidakpastian ini menimbulkan kecemasan dan pertanyaan besar bagi keluarga yang tengah berduka. Janji yang disampaikan oleh PT Mayora belum berwujud nyata, meninggalkan rasa kecewa dan harapan yang menggantung. Keluarga berharap agar perusahaan segera menepati janjinya dan memberikan kepastian hukum atas peristiwa tragis ini.

Pihak keluarga ALS mengungkapkan bahwa baru menerima bantuan sebesar Rp20 juta untuk biaya pemakaman dan acara tahlilan. Sisa santunan yang dijanjikan, senilai Rp230 juta, hingga saat ini belum ada kejelasan kapan akan diberikan. Hal ini semakin memperburuk kondisi psikologis keluarga yang tengah berjuang menghadapi kehilangan dan berbagai tuntutan finansial.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya penegakan aturan keselamatan kerja di lingkungan industri. Kecelakaan kerja seharusnya dapat diminimalisir dengan penerapan standar keamanan yang ketat dan pengawasan yang efektif. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak terkait untuk lebih memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.
Keluarga korban berharap agar pihak berwenang dapat turun tangan dan memastikan agar PT Mayora memenuhi kewajibannya sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku. Mereka menuntut transparansi dan pertanggungjawaban yang jelas dari perusahaan atas insiden yang telah merenggut nyawa salah satu karyawannya.
Atas kejadian ini, diharapkan PT Mayora dapat segera menyelesaikan permasalahan ini dengan bijak dan bertanggung jawab. Pemberian santunan yang telah dijanjikan harus segera direalisasikan untuk meringankan beban keluarga korban dan menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan karyawannya.
Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan-perusahaan lain untuk senantiasa memprioritaskan keselamatan kerja karyawannya. Pencegahan kecelakaan kerja merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.(Wps-Syella)
Kebakaran di jl Perjuangan Raya Koja Jakarta Utara
Kebakaran Hanguskan Dua Ruko di Koja, Dua Korban Masih Misterius

Warta Pena Satu. Jakarta Utara – Sebuah kebakaran hebat melanda Jalan Perjuangan Raya RT 20 RW 007, Tugu Selatan, Koja, Jakarta Utara, dini hari tadi. Peristiwa ini menghanguskan dua ruko dua lantai. Dua korban luka-luka akibat terbakar langsung di larikan ke RS Pelabuhan Jakarta Utara. Oleh aparat setempat, namun identitas mereka hingga kini masih belum diketahui. Penyebab kebakaran juga masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Aparat pemadam kebakaran Jakarta Utara telah berhasil memadamkan api dan saat ini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Proses identifikasi korban juga tengah dilakukan. Informasi lebih lanjut akan segera diupdate.Kebakaran Hanguskan Dua Ruko di Koja, Dua Korban akibat luka bakar