Berita Duka
Gubsu dan Bupati Tapteng Berikan Kado Natal di Pengungsian Hutanabolon
Gubsu dan Bupati Tapteng Berikan Kado Natal di Pengungsian Hutanabolon

Tukka, wartapenasatu.com – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, SH, MH mendampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution mengunjungi Posko Pengungsian Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jumat (26/12/2025).
Tidak sekedar berkunjung, Gubernur Sumut juga membawa kado natal untuk korban bencana alam. Gubernur Sumut dan Bupati Tapteng memberikan Kado Natal khususnya kepada anak-anak korban bencana alam.
Pilu yang tersirat di wajah polos ratusan anak pengungsi sedikit memudar berubah kegembiraan saat menyambut hadiah Kado Natal dari Gubernur Sumut.Ratusan anak tampak berbaris penuh antusias, tak sabar meraih Kado Natal, meskipun tahun ini menerima Kado Natal bukan di Gereja namun di tempat berbeda di tempat pengungsian.
Gubernur Sumut menjelaskan, kehadirannya tidak sendiri namun juga ditemani Ketua TP. PKK Sumut Kahiyang Ayu.
“Salam dari Ketua PKK karena harus ke Posko Pengungsi lain, kami berbagi tugas,” ujarnya.Salah seorang anak bernama Abel (11) didampingi dua temannya yang telah sebulan berada di Posko Pengungsian mengaku bahagia mendapat kejutan kecil dari Gubernur Sumut Bobby Nasution. Bagi mereka, hadiah itu bukan cuma barang, tapi bukti bahwa mereka tidak terlupakan meskipun tinggal di Posko Pengungsian.
“Pak Gubernur dan Pak Bupati terima kasih sudah datang,” ucap Abel dengan wajah bahagia.Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Tapanuli Tengah menyalami, menyapa, mengucapkan Selamat Natal, memberikan semangat, serta menyerahkan bingkisan Natal kepada warga korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Posko Pengungsian Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka-Kabupaten Tap Teng.
Usai menghadiri Natal dan menyerahkan kado natal di pengungsian, Bupati Tapteng dan Gubernur Sumut meninjau lokasi jalan putus yang diakibatkan banjir bandang dan tanah longsor, yang menghubungkan Kelurahan Hutanabolon dengan Desa Sigiring-giring Kecamatan Tukka.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Bus TNI AL Bawa 12 Prajurit Kecelakaan di Tol Belmera
Bus TNI AL Bawa 12 Prajurit Kecelakaan di Tol Belmera

Belawan, wartapenasatu.com -Kecelakaan lalu lintas terjadi antara sebuah bus TNI Angkatan Laut (AL) nomor Polisi 7219 dengan Truk BK 8729 DL, di Jalan Tol Belmera, KM 8.800 Jalur Ambon, arah ke Tanjung Morawa, Selasa (23/12/2025).
Dari foto yang beredar, bus TNI AL tampak ringsek parah mulai dari bagian depan hingga belakang.Sedangkan truk tampak baik-baik saja, tak ada rusak sedikitpun.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Firman Darmansyah mengatakan, akibat kecelakaan ini sebanyak 1 orang meninggal dunia.
Sedangkan 11 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
“Sebanyak 11 orang mengalami luka-luka dan 1 orang meninggal dunia,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Firman Darmansyah, Selasa 23 Desember 2025.Kombes Firman mengatakan, kecelakaan lalu lintas ini terjadi sekira pukul 11:45 WIB.
Dimana Bus membawa 12 prajurit TNI AL KRI Suharso yang akan pesiar ke Kota Medan.Saat ini seluruh korban dibawa ke RS Mitra Medika Jalan Yos Sudarso Medan.
Kemudian Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan saksi dan sebagainya.“Bus TNI AL berpenumpang 12 orang personil TNI KRI Suharso hendak pesiar ke Medan.”
Untuk soal korban tewas kecelakaan bus rombongan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) yang terjadi di Jalan Tol Belmera, KM 8.800 Jalur Ambon, arah ke Tanjung Morawa.Plh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman mengatakan, berdasarkan laporan anggota di lapangan kepadanya yang terbaru, tidak ada korban jiwa.
Sebelumnya dikabarkan, dari peristiwa kecelakaan ini terdapat satu orang korban tewas dan 11 luka-luka.
Seorang saksi mata, Defi, warga Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, menceritakan bahwa kecelakaan bermula saat truk bermuatan semen melaju dari arah Belawan menuju Medan melalui jalur kanan.
Menurut keterangan saksi, truk tersebut kehilangan tenaga saat melintasi medan jalan yang sedikit menanjak di area tol Belmera.
Akibat beban muatan yang berat, truk tidak kuat menanjak dan mulai bergerak mundur di jalur kanan.
Di saat bersamaan, bus TNI AL yang melaju dari arah yang sama (Belawan menuju Medan) berada tepat di belakang truk di jalur kanan. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan dengan bagian belakang truk tidak terhindarkan.
Setelah menabrak bus, truk semen tersebut terus melaju mundur hingga akhirnya berhenti setelah menghantam pembatas jalan tol.
“Posisinya di jalur kanan. Truk itu mundur karena tidak kuat nanjak, sementara bus AL melaju kencang dari arah yang sama dan langsung menabrak bagian belakang truk,” ujar Defi di lokasi kejadia.
Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara menyampaikan data terbaru mengenai jumlah korban akibat kecelakaan bus rombongan TNI Angkatan Laut di Jalan Tol Belmera KM 8.800, Selasa siang.
Insiden yang melibatkan bus bernomor polisi 7219 dengan sebuah truk tersebut terjadi saat rombongan prajurit TNI AL sedang dalam perjalanan menuju Kota Medan.
Dirlantas Polda Sumut, Kombes Firman Darmansyah, mengonfirmasi bahwa bus tersebut membawa 24 personel yang merupakan awak Kapal Republik Indonesia (KRI) Suharso.
Rincian Kondisi dan Lokasi Perawatan Korban
Berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian, dari total 24 penumpang yang berada di dalam bus, tercatat empat orang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.Sebanyak tiga personel yang mengalami luka kategori sedang telah dibawa ke Rumah Sakit Setia Budi, sementara satu korban lainnya dirawat di RS Mitra Medika Yos Sudarso.
Pihak kepolisian terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para prajurit tersebut berkoordinasi dengan tim medis di masing-masing rumah sakit.
Sebagian Personel Telah Kembali ke Satuan
Kombes Firman Darmansyah menjelaskan bahwa enam personel lainnya yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan medis pertama di lokasi.Keenam prajurit tersebut kini dilaporkan sudah diperbolehkan kembali ke kapal bersama 14 personel lainnya yang berada dalam kondisi selamat atau tidak mengalami luka serius.
Secara keseluruhan, mayoritas rombongan KRI Suharso yang terlibat dalam kecelakaan sekitar pukul 11.45 WIB tersebut kini sudah dapat berkumpul kembali dengan kesatuannya.
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)PDIP Taput akan Transfer Uang kepada Korban Longsor
PDIP Taput akan Transfer Uang kepada Korban Longsor

Taput, wartapenasatu.com – Ketua DPC PDIP Kabupaten Tapanuli Utara, Jimmi Tambunan , Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon, Ketua DPRD Taput Rudi Arifin Nababan dan Sabungan Parapat menyerahkan bantuan bencana alam kepada masyarakat kecamatan Parmonangan, Rabu (17/12/2025).
Desa pertama penyerahan paket sembako sebanyak 200 paket berupa beras, minyak goreng dan indomie di Desa Hutajulu. Total penduduk 310 kepala keluarga dan kekurangan bantuan sembako akan diserahkan secepatnya .
Jimmi Tambunan dan Rapidin Simbolon saat menyerahkan bantuan mengatakan, sudah menjadi tugasnya menyerahkan bantuan bagi warga yang terdampak bencana alam. PDI Perjuangan selalu hadir ditengah rakyat.
Mereka juga sampaikan, kepada para warga yang rumahnya rusak parah terdampak longsor, akan ada uang langsung ditransfer ke rekening yang bersangkutan. Tim kita akan datang untuk melakukan photo rumah yang terdampak dan berkas pendukung lainnya agar bisa segera bantuan disalurkan oleh PDI Perjuangan, ungkap mereka kepada warga desa Hutajulu.
Saya selaku Ketua DPC PDIP Tapanuli Utara yang baru diberikan mandat dan kepercayaan bersama dengan Rapidin Simbolon yang juga anggota DPR-RI, menyampaikan turut merasakan duka mendalam pasca bencana alam yang terjadi. Kiita serahkan kepada Tuhan, agar kembali membuat hidup yang baru dengan tetap penuh pengharapan, ujar mereka.
R.Manalu yang merupakan masyarakat desa Hutajulu selaku penerima bantuan dampak bencana alam dari partai PDIP, mengatakan terima kasih. Kiranya Tuhan segera memulihkan hati agar tetap tabah dan kuat dalam menghadapi kejadian, ucapnya.
Selanjutnya bantuan mereka serahkan kepada masyarakat yang juga mengalami dampak bencana alam di Desa Pertengahan dan Desa Hutabatu Kecamatan Parmonangan.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)- AGAMA, Artikel, Bencana, Berita Duka, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik, SOSIAL
Walikota Jakarta Utara Lepas Keberangkatan Tim Asesmen PMI Jakarta Utara ke Wilayah Bencana Aceh

Wartapena Satu, Jakarta 19 Desember 2025,
Walikota Jakarta Utara diwakili Wakil Walikota Jakarta Utara Fredy Setiawan melepas relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara ke wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah (Takengon), dan sebagian wilayah Aceh Timur. Pelepasan tim dilakukan di Markas PMI Jakarta Utara, Semper, Koja pada Kamis (18/12/2025).Tampak hadir undangan dalam acara, Sekretaris PMI Provinsi DK Jakarta Farullah, Bendahara PMI Provinsi DK Jakarta Abdul Haris, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DK Jakarta Budi, Wakil Ketua Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) Bidang Polhukam Mayjend (Purn) Jan Pieter Ate dan perwakilan UNITI Sustainable Redi Susanto.
Pada kesempatan tersebut Fredy Setiawan, menyampaikan support serta apresiasi atas respons PMI Jakarta Utara dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
“Tim Assesmen ini adalah tim pertama yang diberangkatkan. Nantinya, akan membantu saudara-saudara kita di wilayah bencana, terutama di Aceh,” ujar Fredy.
Ia menambahkan bahwa pengerahan relawan ditentukan dalam waktu singkat sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. “Kami harapkan para relawan bekerja dengan semangat, ikhlas, serta tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan,” imbuhnya.Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, menjelaskan bahwa pengiriman relawan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) serta lembaga Uniti Sustainable. Kedua mitra tersebut telah menggalang donasi dari masyarakat yang selanjutnya akan disalurkan ke PMI Aceh.
“Seluruh donasi dari masyarakat, termasuk bantuan yang diterima Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) PMI Jakarta Utara, akan kami salurkan kepada PMI Aceh untuk mendukung penanganan darurat di lapangan,” terang Rijal.
Ia menekankan pentingnya kecepatan dalam operasi tanggap bencana, mengingat para penyintas membutuhkan bantuan segera. “Kami minta relawan tetap menjaga semangat, fokus dalam tugas, dan tidak lupa menjaga kesehatan diri,” pesannya.Dalam kesempatan ini dilakukan penyerahan simbolis bantuan hasil kolaborasi penggalangan dana dari IP-KI, Uniti For Sustainable serta warga Jakarta Utara, serta dukungan finansial dari PMI Provinsi DKI Jakarta memberikan uang tunai kepada PMI Jakarta Utara.
Tim assesmen yang terdiri dari tujuh relawan terlatih ini akan melakukan pengkajian lapangan selama beberapa hari ke depan. Hasil assesmen tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana operasi Satuan Tanggap Darurat Bencana (Satgana) PMI se-Provinsi DKI Jakarta, yang dijadwalkan diberangkatkan pada Januari 2026. (Red)
Dorong Penetapan Bencana Aceh, Sumatera sebagai Bencana Nasional, Dr Gea: Jangan Jadikan Nyawa Manusia Sebagai Tolak Ukur

Jakarta, wartapenasatu.com – Mardian (Ketua Komunikasi Purbaya & Wakil Sekjen Kongres partai Kongres Indonesia): Tanggung Jawab Seluruh Elemen Anak Bangsa.”Ketua Umum DPP Perubahan untuk Indonesia Raya (Purbaya) Indonesia, DR. Ali Yusran Gea, SH., MKn,.MH. meminta Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan bencana di Sumatera sebagai bencana nasional dengan penanganan terintegrasi.
Pendapat ini diperkuat oleh Mardian., SE, selaku Ketua Komunikasi dan Informasi Purbaya Indonesia sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kongres Indonesia, yang menegaskan bencana ini tidak lagi berskala daerah melainkan nasional dan merupakan tanggung jawab seluruh elemen anak bangsa yang berkompeten untuk membantu mengatasi masalahnya.
DR. Gea menyampaikan permintaan tersebut kepada awak media di kawasan Jakarta Timur, Kamis (11/12/2025). Ia menekankan bahwa bencana yang melanda Sumatera telah sangat menyakiti masyarakat, sehingga penetapan status nasional tidak boleh hanya ditentukan oleh jumlah korban jiwa.
“Semua pihak harus memahami bahwa ini adalah kejadian yang sudah sangat menyakiti masyarakat Indonesia, Oleh karena itu jangan lah menjadikan nyawa manusia sebagai tolak ukur penetapan bencana nasional. Ini kaitannya dengan kemanusiaan dan norma-norma,” ujarnya.
Sebagai informasi, penetapan status darurat bencana nasional secara regulasi membutuhkan indikator seperti dampak luas, korban jiwa, kerugian materi signifikan, gangguan pelayanan publik, dan penurunan kemampuan daerah dalam penanganan.
Sebagai negara hukum (rechtsstaat), DR. Gea menegaskan pemerintah harus menghormati hak asasi manusia dan nilai kemanusiaan, sehingga perlu dalam konteks bencana di Aceh di naikan setatus menjadi bencana nasional untuk kepentingan Hak Asasi Manusia.

Ia juga meminta Gubernur dan DPRD Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk membahas dan menyempurnakan masalah ini melalui proses legislatif guna mendorong penetapan status nasional. Selain itu, Dr. Gea memperingatkan agar bencana tidak dijadikan “test the water” menuju Pemilu 2029, dan meminta pejabat serta wakil rakyat tidak hanya datang untuk pencitraan melainkan memberikan bantuan yang tepat – mulai dari sandang, makanan, obat-obatan, hingga perbaikan infrastruktur.
Senada dengan Dr. Gea, Sekretaris Jenderal Purbaya Indonesia, Rafriandi Nasution, menyatakan semua pihak harus menunjukkan empati dengan menyusun langkah-langkah terukur dalam penanganan, agar masyarakat merasakan dukungan dari pejabat yang dipilih mereka.
Menambahkan pandangan terkait skala dan tanggung jawab bencana, Mardian., SE – yang menjabat dua posisi penting di Purbaya dan Partai Kongres Indonesia – menyatakan bahwa dampak yang terjadi telah melampaui batas wilayah lokal. “Bencana di Sumatera ini bukan lagi bencana daerah semata, tetapi sudah menjadi bencana nasional,” ujarnya.
Selain itu, Mardian menekankan bahwa penanganan bencana ini merupakan tanggung jawab seluruh elemen anak bangsa yang berkompeten. “Ini adalah tanggung jawab kita semua, mulai dari lembaga negara, lembaga swasta, organisasi masyarakat, hingga para ahli di bidang penanggulangan bencana dengan memberikan kontribusi keahlian serta sumber daya untuk membantu mengatasi bencana ini,” tambahnya.
Menurut Mardian, kerja sama antar elemen yang berkompeten akan mempercepat proses penanggulangan, rehabilitasi, dan mitigasi. “Bencana adalah ujian kebersamaan bangsa, kita harus bersatu dalam keahlian dan niat baik, bukan saling menyalahkan, untuk melindungi warga dan mencegah kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya.
Kodim 1016 Palangka Raya Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Sumatra dan Aceh
Kodim 1016 Palangka Raya Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Sumatra dan Aceh

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 1016 /Palangka Raya menunjukkan solidaritas kemanusiaan dengan mengirimkan sejumlah besar bantuan logistik untuk korban bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatra dan Aceh.
Bantuan ini merupakan hasil pengumpulan dari seluruh anggota Kodim baik TNI beserta keluarga maupun PNS serta masyarakat binaan Kodim 1016/ Palangka Raya sebagai bagian dari upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Dandim 1016/ Palangka Raya, Letnan Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E.,M.Han. menyampaikan, sebelum diberangkatkan ke lokasi bencana, bantuan logistik yang dikumpulkan dari Anggota Kodim beserta Masyarakat Binaan dipusatkan di Makodim 1016/Palangka Raya.
“Pemusatan ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan, keamanan, dan efisiensi dalam proses pendistribusian menuju daerah-daerah yang membutuhkan, ” imbuhnya. Senin (7/12/2025).
Dandim menyampaikan rasa bangga dan harunya melihat antusias anggota Kodim beserta masyarakat binaan dalam membantu sesama. Menurutnya, sikap sosial yang ditunjukkan mencerminkan nilai kemanusiaan yang tinggi di tengah situasi bencana.
Lebih lanjut, Letkol Inf Kurniawan Agung Sancoyo mengatakan, bantuan ini berupa paket sembako, pakaian, dan peralatan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh korban bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian serta gotong royong TNI Bersama masyarakat Kota Palangka Raya terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Sumatera dan Aceh yang terkena dampak bencana. Kami juga berharap agar masyarakat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa, ” tutup Dandim.(ryt)
“Menhut Harus Dievaluasi”: Hasil Rapat Harian DPP Purbaya Indonesia”
“Menhut Harus Dievaluasi”: Hasil Rapat Harian DPP Purbaya Indonesia“

Jakarta, wartapenasatu.com – Rapat harian DPP Purbaya Indonesia telah dilaksanakan di Bassura Mall, Jakarta Timur, pada tanggal 6 Desember 2025. Salah satu poin yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah permintaan yang disampaikan oleh Ketua Umum Purbaya Dr. H. Ali Yusran Gea, SH, MH, M.Kn. sagar pemerintah Prabowo Subianto segera mengevaluasi menhut melihat bencana yang terjadi di sumatra.
Hadir dalam rapat tersebut adalah Ketua Umum DPP Ormas Purbaya Dr. H. Ali Yusran Gea, SH, MH, M.Kn., Sekjen DPP H. Rafiandi Nasution, SE, MT, Ketua Umum DPP Kartini Purbaya Indonesia Hj. Ratna Anita Lubis, SE, Ketua Harian Dr. H. Desmy Indra Jaya Noor, SE, MM, MBA, serta Bapak Mardian, Direktur Media Wartapenasatu.com sebagai mitra media, Juga hadir seluruh peserta rapat harian, undangan, dan simpatisan Purbaya Indonesia.

Alasan mendasar mengapa harus segera ada evaluasi terhadap Menteri Kehutanan (Menhut) dan hal ini menjadi penting adalah karena adanya kebutuhan mendesak akan gerakan perubahan yang lebih baik untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam hal ini yang berkaitan langsung dengan kementrian kehutanan. adanya permintaan ini karena Purbaya sebagai ormas berkomitmen untuk mengawal kepentingan masyarakat Indonesia melalui berbagai gerakan yang diaktualisasikan langsung, cepat dan tepat dengan kepentingan bersama.
Suasana rapat berjalan dengan kekeluargaan, santai, namun tetap serius dalam membahas berbagai langkah perubahan untuk melindungi kepentingan masyarakat. Semua peserta berusaha memberikan pandangan yang konstruktif terkait urgensi evaluasi kebijakan kehutanan yang berlaku saat ini.

Perlunya evaluasi terhadap Menhut muncul dari urgensi tindakan cepat yang diharapkan berdampak positif bagi masyarakat. Melalui evaluasi ini, diharapkan setiap kebijakan menteri terkait kelestarian hutan sejalan dengan kepentingan masyarakat serta kelestarian hutan. Saat ini, banyak hutan di Indonesia telah berubah menjadi lahan terbuka yang tidak menguntungkan rakyat, pengundulan melalui ilegal loging dan pembukaan lahan yang tidak sesui regulasi yang seharusnya membuat dampak buruk kepada masyarakat.
Indonesia tercatat sebagai negara dengan kehilangan hutan hujan tropis terbesar kedua di dunia dan kehilangan hutan hujan tropis saat ini semakin mengkhawatirkan. halini menjadi landasan penting mengapa kebijakan mentri kehutanan perlu dievaluasi atau bahkan memberi tindakn tegas kepada oknum terkait.

Bencana yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan menhut dalam menjaga, melindungi, dan meregulasi hutan negara dengan baik. Dalam rapat tersebut Purbaya Indonesia mendesak pemerintah segera menentukan sikap dan mengevaluasi Menhut secara cepat dan tepat, Purbaya Indonesia sebagai orams akan mengawal dan memperjuangkan hal ini demi kepentingan masyarakat.
Ketua Umum Purbaya Indonesia menyatakan bahwa sikap ini merupakan bentuk keprihatinan dan loyalitas kepada masyarakat. Beliau memandang bahwa bencana alam yang terjadi di Sumatra disebabkan oleh ulah manusia yang rakus, sehingga berharap adanya sanksi kepada oknum terkait dan evaluasi kembali kebijakan yang selama ini diterapkan. Kepedulian Purbaya Indonesia merupakan aksi nyata membela kepentingan rakyat, dengan komitmen besar untuk selalu memprioritaskan kepentingan bersama.
Gedung GPI Mosa Palang Sangat Memprihatikan Longsor Usai Hujan Deras, Jemaat Sangat Kekhawatirkan
Gedung GPI Mosa Palang Sangat Memprihatikan Longsor Usai Hujan Deras, Jemaat Sangat Kekhawatirkan

Tapsel, wartapenasatu.com – Kamis 04 Desember 2025 Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Selatan pada Selasa, 25 November 2025, mengakibatkan kondisi memprihatinkan di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola. Salah satu bangunan yang terdampak adalah Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Mosa Palang, yang kini terancam longsor akibat pergeseran tanah di sekitar lokasi.
“Laporan masyarakat, hujan dengan intensitas tinggi membuat struktur tanah di area perbukitan tempat gereja berdiri menjadi tidak stabil. Warga mendapati bahwa sebagian dinding dan fondasi gereja mulai mengalami keretakan, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi runtuhnya bangunan jika situasi tidak segera ditangani” Ucapnya.
Kondisi gereja yang berada di daerah terpencil semakin memperburuk keadaan. Akses menuju lokasi yang sulit dilalui pascabanjir dan tanah longsor membuat warga setempat harus bergerak cepat untuk memastikan keselamatan jemaat, terutama karena gereja tersebut menjadi pusat kegiatan rohani masyarakat setempat.
Warga Desa Gunung Baringin juga melaporkan bahwa beberapa bagian bangunan gereja sudah tampak rusak dan membutuhkan penanganan darurat. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera turun tangan melakukan peninjauan serta mengambil langkah mitigasi untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Jemaat GPI sidang Mosa Palang penuh harap jika ada yang tergerak hatinya untuk mengulurkan tangan seberapapun bisa menghubungi no hp/wa 081271238136 Gr Injil S.Gulo S.Th pimpinan sidang kami, ujarnya.
Masyarakat Mengatakan pentingnya bantuan berupa perbaikan darurat, pengamanan lokasi, dan dukungan logistik.
Mereka khawatir apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi, kondisi gereja dapat memburuk dan membahayakan warga yang tinggal di sekitar area.
Warga dan jemaat GPI Mosa Palang berharap agar situasi ini segera mendapatkan perhatian serius. Mereka meminta pemerintah kabupaten, relawan, dan lembaga terkait untuk memberikan respon cepat demi menjaga keselamatan bangunan gereja serta memastikan aktivitas keagamaan tetap dapat berlangsung dengan aman.
(Kaperwil MWPS Sumut; t.rait)Sembilan Hari Terjadinya Bencana Longsor, Likungan 3 Badiri Tanpa Bantuan
Sembilan Hari Terjadinya Bencana Longsor, Likungan 3 Badiri Tanpa Bantuan

Tapteng, wartapenasatu.com – Kamis 4 Desember 2025, Warga di Lingkungan 3, Kelurahan Lopian, semakin terpukul setelah sembilan hari berlalu tanpa adanya bantuan pangan yang seharusnya mereka terima. Kondisi ini membuat masyarakat merasa terabaikan, terlebih setelah bencana longsor yang meninggalkan dampak serius di wilayah mereka.
Kekecewaan warga semakin memuncak karena hingga kini bantuan berupa obat-obatan maupun langkah pembersihan sisa material longsor belum kunjung dilakukan. Mereka menilai lurah tidak merespons kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak, sehingga kondisi lingkungan makin memprihatinkan.
Situasi memanas pada Rabu, 3 Desember 2025, saat warga melihat mobil dinas membawa sembako menuju Desa Jago-jago. Melihat bantuan itu justru dialihkan ke wilayah lain, sejumlah warga yang merasa dianaktirikan akhirnya melakukan aksi penjarahan karena tekanan kebutuhan yang tidak tertahankan.Menurut warga, mereka hanya mendengar kabar tentang bantuan yang akan disalurkan, namun kenyataannya tidak pernah ada satu pun paket bantuan yang mereka terima. Keadaan ini membuat masyarakat merasa diperlakukan tidak adil dan diabaikan dalam situasi darurat.
Warga mengungkapkan bahwa mereka terpaksa bertindak karena kebutuhan hidup tidak bisa lagi ditunda. Mereka berharap pemerintah dapat memahami kondisi psikologis serta tekanan ekonomi yang mereka alami setelah bencana.Harapan terbesar masyarakat Lingkungan 3 Badiri adalah agar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera turun langsung meninjau lokasi yang terdampak. Mereka meminta pembersihan material longsor segera dilakukan karena kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas harian dan membahayakan keselamatan warga.
Dengan situasi yang terus terkatung-katung, warga berharap tidak ada lagi diskriminasi dalam pendistribusian bantuan, dan penanganan pascabencana dapat dilakukan secara adil serta merata. Pemerintah diimbau untuk memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan perhatian yang sama tanpa pengecualian.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Ada Apakah ini…!?! KPM Merasa kecewa dengan Kualitas Beras Bulog, Kisaran Harga Dan Perbedaan secara Fisik Beras Medium Bulog dengan Beras Medium Dipasar
Warta Pena Satu. Com-Banten KPM Kecewa Kualitas Beras Bantuan Perum Bulog Jelek, Ini Kisaran Harga dan Perbedaan Secara Fisik Beras Medium Bulog dengan Beras Medium di Pasar.

Diduga Daerah Lebak pada tanggal 3 Desember 2025,Mendapatkan temuan Kualitas beras Program Bantuan Pangan yang disalurkan oleh Perum Bulog di Wilayah Lebak Selatan ditemukan kurang berkualitas. Dibeberapa desa, selain ditemukan bulir beras kuning, terdapat batu-batu kecil, dan aromanya apek, juga disinyalir mengandung dedak.
Atas kondisi beras seperti ini, banyak penerima manfaat yang merasa kecewa atas kondisi beras yang disalurkan oleh Perum Bulog Lebak.
Penerima bantuan bukan tidak bersyukur atas bantuan yang telah diberikan pemerintah, namun penerima berharap kualitas berasnya yang disalurkan adalah beras yang bagus, yang enak enak dikonsumsi.
Penelusuran wartawan di beberapa desa, beras yang disalurkan tersebut merupakan beras dengan kualitas medium. Hal ini dibuktikan dengan tulisan pada karung kemasan yang berlogo Perum Bulog, tertulis Beras Medium dengan berat 10 kg.
Pantauan wartawan dipasar Bayah, Selasa, 2/12/2025, dengan membawa sampel beras Bantuan Pangan yang disalurkan oleh Perum Bulog kemudian dibandingkan dengan beras medium yang beredar di pasar, nampak terlihat perbedaan yang menonjol.
Beras medium yang dijual pedagang beras, secara fisik nampak berwarna bersih. Warnanya putih, tidak terdapat bulir beras kuning, tidak terdapat batu kecil dan tidak tercium aroma apek.
Dari sisi harga, nampak perbedaan yang mencolok, antara beras medium yang dijual dipasar dengan beras medium yang disalurkan Perum Bulog untuk program Bantuan Pangan.
Tatang, seorang penjual beras di Pasar Bayah mengatakan, beras medium yang ia jual berkisar antara Rp 12.000,- sampai Rp 14.000,- per kg.
“Kalau beras yang seperti Bulog ini, paling Rp 8.000,- per kg nya. Tapi saya gak jual. Karena gak laku”, ucapnya.
Sama halnya dengan Ratna, yang juga penjual beras di Pasar Bayah mengungkapkan, jika beras seperti yang Bulog salurkan dirinya tidak menyediakan. Karena tidak laku.
Kalau beras Bulog ini terang Ratna banyak bulir kuning dan gabah, banyak bulir patah, aromanya juga sudah bau.
“Sepertinya ini mah beras stok lama, berasnya juga udah rusak. Aromanya sudah apek. Kita pegang juga banyak kotoran yang nempel ditelapak tangan seperti dedak,’ ujarnya Ratna.