Daerah
Kapolda Kalteng Hadiri Peresmian Jalan Salib Catholic Center Palangka Raya, Ajak Perkuat dan Jaga Toleransi Beragama*

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kapolda Kalimantan Tengah, (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. menghadiri peresmian Jalan Salib Catholic Center di Jl. D.A. Tawa No.X, Kota Palangka Raya, Selasa (14/10/2025).
Kegiatan peresmian yang dirangkaikan dengan rapat kerja tahunan Keuskupan Palangka Raya tersebut, dibuka langsung oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, dan dihadiri sejumlah forkopimda serta masyarakat.
Kapolda Kalteng menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ini dimaksutkan sebagai bentuk dukungan dan toleransi terhadap umat Katolik di wilayah Kalimantan Tengah.

“Dengan kehadiran dalam acara ini, diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dan kerja sama antara Kepolisian dan umat beragama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalteng,” ungkapnya.
Irjen Iwan juga menyebut, peresmian Jalan Salib Catholic Center ini merupakan simbol penting dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Palangka Raya.

“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi inspirasi dalam memperkuat semangat toleransi dengan menjunjung falsafah huma betang untuk bumi Tambun Bungai yang damai, rukun dan sejahtera,” tandasnya.
Gubernur Khofifah Apresiasi 604 Pendonor Darah Sukarela di Jatim, Ajak Pelajar Aktif di PMR
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan penghargaan dan lencana kepada 604 warga Jawa Timur yang telah melakukan Donor Darah sebanyak 75 kali. Acara penghargaan ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa (14/10/2025).
Dalam acara tersebut, Gubernur Khofifah didampingi oleh Ketua PMI Jatim, Imam Utomo, dan Ketua Dewan Kehormatan PMI Jatim, Emil Elestianto Dardak. Sebagai simbolis, penghargaan dan penyematan lencana dilakukan kepada sepuluh orang perwakilan.
Gubernur Khofifah secara khusus mengajak para pelajar SMA/SMK dan MA untuk aktif mendonorkan darah melalui Palang Merah Remaja (PMR). Hal ini dipandang sebagai upaya penting untuk meningkatkan jumlah donor darah sukarela sekaligus membangkitkan rasa kemanusiaan dan kesetiakawanan di kalangan generasi muda.
Menurut Gubernur Khofifah, jumlah donor darah sukarela di Jawa Timur saat ini baru mencapai 2–3% dari total penduduk potensial. Angka ini masih jauh dari ideal, di mana seharusnya minimal mencapai 4%.
“Insyaallah setelah ini kita akan melakukan pemetaan bagaimana memaksimalkan SMA/SMK dan Aliyah untuk Palang Merah Remaja supaya target 4 persen terpenuhi,” ujarnya.
PMI Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki program untuk menambah Unit Donor Darah (UDD) berstandar melalui Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Program ini bertujuan untuk memastikan mutu dan keamanan layanan transfusi darah.
Di sisi lain, Jawa Timur memiliki modal besar dalam penyediaan darah dengan dukungan 42 Unit Pengelolah Darah (UPD). UPD tersebut terdiri atas 37 UPD PMI dan 5 UPD Rumah Sakit, yang tersebar di 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
“Ini akan menjaga kekuatan penting dalam menjaga ketersediaan darah di seluruh wilayah,” kata Khofifah.
Gubernur Khofifah berharap para pendonor darah sukarela dapat menjadi pemacu semangat untuk berkorban terhadap sesama yang membutuhkan. Beliau juga berharap, setetes darah yang diberikan dapat menyelamatkan nyawa serta menjadikan para pendonor sebagai pejuang kesehatan yang mampu berkontribusi untuk program kesehatan Provinsi Jawa Timur.
“Saya berharap kegiatan ini bisa menginspirasi masyarakat luas untuk turut serta dalam gerakan kemanusiaan ini. Mari kita jadikan semangat Setetes Darah, Sejuta Harapan,” ungkap Khofifah.
Ketua PMI Jatim, Imam Utomo, menyampaikan bahwa jumlah donor darah sukarela harus terus ditingkatkan, mengingat saat ini jumlahnya baru mencapai 1.035 ribu. Jumlah ini dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan 700 pack darah dalam satu tahun.
“PMI terus mensosialisasikan kepada mereka yang tingkat SMA/SMK untuk menambah jumlah donor darah sukarela,” ujarnya.
Sementara itu, Perdana Seryawan (32), perwakilan dari UDD Tulungagung yang merupakan pendonor darah sukarela termuda, menceritakan awal mula dirinya mendonorkan darah pada tahun 2010 di SMA Kedungwaru Tulungagung.
“Dipaksa sama guru-guru dan teman namun berlanjut sampai hari ini karena setetes darah sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan ini akan mendorong generasi muda untuk terus mendonorkan darah.
“Terima kasih penghargaan yang diberikan serta memberi motivasi kami khususnya generasi z agar berperan aktif membangun negeri ini melalui aksi donor darah,” pungkasnya. (Bgn)
Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, Pangkoarmada II, Dianugerahi Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya oleh Gubernur Jawa Timur
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Dalam sebuah momen bersejarah yang menandai peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II), Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., menerima Tanda Kehormatan Lencana “Jer Basuki Mawa Beya”.
Acara penganugerahan ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada hari Minggu, 12 Oktober 2025, di mana Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, secara langsung menyematkan lencana tersebut. Turut mendampingi beliau dalam acara tersebut adalah Ketua Gabungan II Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Yully Alit Jaya.
Lencana Penghargaan “Jer Basuki Mawa Beya” merupakan sebuah penghargaan prestisius yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada tokoh-tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa dalam memajukan dan mengharumkan nama provinsi tersebut.
Penghargaan ini diberikan kepada individu-individu yang telah menunjukkan prestasi gemilang dan memberikan kontribusi nyata di bidangnya masing-masing, memberikan manfaat signifikan bagi kemajuan masyarakat dan daerah Jawa Timur.
Penganugerahan tanda kehormatan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/751/KPTS/013/2025, yang mengakui kontribusi Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya dalam mengawal keamanan wilayah laut strategis Jawa Timur dan kawasan sekitarnya, sebagai garda maritim bangsa.
Peran beliau dalam menjaga stabilitas dan keamanan maritim di wilayah tersebut telah memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas ekonomi, perlindungan sumber daya laut, serta keamanan masyarakat pesisir.
Penghargaan ini memiliki makna dan nilai yang sangat tinggi, mengingat tidak semua Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut berkesempatan untuk menerima Lencana Emas “Jer Basuki Mawa Beya”.
Lencana ini hanya diberikan kepada individu-individu yang terbukti telah memberikan dedikasi dan kontribusi yang signifikan kepada masyarakat serta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Pangkoarmada II, Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya untuk turut berpartisipasi dalam membantu Pemerintah Daerah Jawa Timur.
Beliau menyatakan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi dirinya dan seluruh prajurit Koarmada II untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebagai putra terbaik Bali, beliau juga merasa terhormat dapat berkontribusi bagi kemajuan Jawa Timur, yang memiliki hubungan historis dan budaya yang erat dengan Bali.
Penganugerahan Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya kepada Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya merupakan pengakuan atas dedikasi dan pengabdian beliau dalam menjaga keamanan maritim dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Jawa Timur.
Semoga penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin dan tokoh masyarakat lainnya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.*** (Bgn)
Latihan Lapangan Kodim Tulungagung: Tingkatkan Kemampuan Personel Hadapi Situasi Bencana
WARTAPENASATUJATIM | Tulungagung — Hari kedua Latihan Lapangan Kodim 0807/Tulungagung yang berlangsung di Lapangan Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Selasa (14/10/2025), diisi dengan pemberian berbagai materi teknis penting. Kegiatan ini bertujuan membekali para peserta dengan keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat dan bencana di lapangan.
Seluruh peserta mendapatkan pelatihan aplikatif yang mencakup teknik bongkar pasang tenda serbaguna, pengenalan jenis dan fungsi tenda, serta penanganan kebakaran yang diberikan langsung oleh Tim Damkar Tulungagung. Selain itu, turut disampaikan materi water rescue oleh tim Penanggulangan Bencana Daerah dan Perlindungan (PBDP) Tulungagung, serta pelatihan pertolongan pertama bagi korban di lapangan oleh Tim Kesehatan Kodim 0807/Tulungagung.
Para peserta juga diajarkan keterampilan dasar namun vital, seperti teknik membuat tandu darurat dari pakaian dan metode menghentikan pendarahan hebat pada luka luar. Seluruh rangkaian latihan hari ini ditutup dengan simulasi evakuasi korban secara cepat dan aman.
Materi yang diberikan menjadi bekal penting menjelang pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana terintegrasi yang akan melibatkan unsur pemerintah daerah serta berbagai instansi terkait.
Pasiops Kodim 0807/Tulungagung Kapten Inf Sugeng menyampaikan bahwa latihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan satuan kewilayahan guna mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat, khususnya dalam bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam.
Lebih dari itu, menurutnya, latihan yang diselengarakan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat personel di lapangan.
“Latihan ini tidak hanya menekankan pada aspek teori, tetapi juga langsung pada praktik keterampilan teknis yang dapat diterapkan dalam kondisi darurat. Kami berharap seluruh peserta mampu menguasai setiap materi sehingga dapat bergerak cepat dan tepat saat bencana terjadi,” ujarnya.
Latihan lapangan ini akan dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bencana secara menyeluruh, yang melibatkan berbagai komponen masyarakat dan instansi terkait sebagai wujud kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.*** (Bgn)
Polres Toba Gelar Tes Urine Dadakan: Upaya Berantas Narkoba di Internal Kepolisian
Polres Toba Gelar Tes Urine Dadakan: Upaya Berantas Narkoba di Internal Kepolisian
Toba, wartapenasatu.com – Polres Toba menunjukkan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di kalangan internal kepolisian dengan menggelar tes urine dadakan bagi seluruh personelnya. Kegiatan ini dilaksanakan di Mapolres Toba pada Senin, 13 Oktober 2025, dengan menggandeng Yanmeddokpol Rumkit RSB Tebing Tinggi serta melibatkan Sie Dokkes dan Sie Propam Polres Toba.
Pamin II Subbid Yanmeddokpol Rumkit RSB Tebing Tinggi, Iptu dr. Edgar Saragih, Sp.FM, didampingi Sie Dokkes Polres Toba, Iptu TH Manik, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota Polri, khususnya personel Polres Toba. Tujuan utamanya adalah untuk membersihkan wilayah Polres Toba dari pemakai narkoba.
“Kegiatan ini adalah pemeriksaan dini narkoba dengan enam titik pemeriksaan. Kami berharap ke depannya tidak ada lagi anggota Polri, khususnya personel Polres Toba, yang memakai barang narkotika yang dilarang oleh negara,” ujar Iptu dr. Edgar Saragih.
Kapolres Toba, AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K, melalui Kasi Humas AKP Bungaran Samosir, mengungkapkan bahwa pengecekan urine ini merupakan bagian dari penegakan disiplin dan pengawasan internal guna mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota Polri.
Dari 52 personel yang menjalani tes urine, semuanya dinyatakan negatif. Hal ini menunjukkan bahwa Polres Toba serius dalam upaya memberantas narkoba dan memastikan anggotanya bersih dari penyalahgunaan zat terlarang.
AKP Bungaran Samosir menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi anggota yang menyalahgunakan narkoba. Pihaknya tidak akan memberikan toleransi bagi anggota Polri yang terbukti mengonsumsi barang haram atau zat adiktif.
“Bagi yang terbukti melanggar, akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegas Kasi Humas Polres Toba. Langkah ini merupakan bukti nyata komitmen Polres Toba dalam menjaga integritas dan profesionalisme anggota kepolisian serta menciptakan lingkungan kerja yang bersih dari narkoba.
Dukungan Konkret Anggota DPR RI Sabam Raja Guk-Guk: Memperkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Toba
Dukungan Konkret Anggota DPR RI Sabam Raja Guk-Guk: Memperkuat Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Toba

Toba, wartapenasatu.com – Pada hari Senin, 13 Oktober 2025, pukul 12.00 WIB, Kantor Sekretariat Partai Gerindra Kabupaten Toba menjadi titik awal kunjungan kerja Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Komisi I Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Utara (Sumut) II, Sabam Raja Guk-Guk. Kunjungan ini merupakan manifestasi komitmen beliau dalam menyerap aspirasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Rombongan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Kabupaten Toba, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Kodim Kabupaten Toba, serta fungsionaris pengurus DPC Partai Gerindra Kabupaten Toba.Agenda pertama kunjungan kerja tersebut berpusat di Desa Tambunan, Kecamatan Tambunan, Kabupaten Toba. Di hadapan masyarakat dan kelompok tani setempat, Sabam Raja Guk-Guk menyerahkan 1.000 bibit tanaman pohon berbuah. Penyerahan bibit ini bukan sekadar bantuan material, melainkan simbol upaya konkret untuk mendorong kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di tingkat lokal.

Dalam sambutannya, Sabam Raja Guk-Guk menegaskan bahwa bantuan bibit pohon ini merupakan wujud nyata dari perjuangan aspirasinya sebagai wakil rakyat. Beliau menyatakan kesiapannya untuk senantiasa menerima masukan dan arahan dari masyarakat Kabupaten Toba, demi memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang diusung benar-benar relevan dengan kebutuhan konstituennya.
Lebih lanjut, Anggota DPR RI dari Komisi I tersebut berpesan agar bibit-bibit tanaman pohon berbuah ini didistribusikan secara merata kepada kelompok tani dan masyarakat yang membutuhkan. Beliau juga menekankan pentingnya untuk tidak menjual bibit tersebut, melainkan menanam dan merawatnya dengan sungguh-sungguh hingga menghasilkan buah, sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan keluarga dan komunitas.

Menanggapi inisiatif ini, Wakil Bupati Kabupaten Toba, Murphy O. Sitorus, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Sabam Raja Guk-Guk atas kepeduliannya terhadap masyarakat Desa Tambunan. Murphy O. Sitorus juga turut berpesan agar bibit pohon yang telah diterima dapat dirawat dengan baik sehingga kelak dapat memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh warga.
Setelah penyerahan bibit pohon di Desa Tambunan, rombongan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Komisi I melanjutkan perjalanan ke Desa Sigumpar, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba. Di lokasi kedua ini, Sabam Raja Guk-Guk bersama jajaran turut serta dalam pembagian sembako kepada masyarakat. Paket sembako tersebut meliputi 10 kg beras, 1 kg minyak goreng, satu kaleng susu, dan satu botol sirup markisa, yang langsung diserahkan kepada warga Desa Sigumpar.
Kegiatan ini secara keseluruhan mencerminkan sinergi antara lembaga legislatif dan eksekutif daerah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui program-program seperti ini, diharapkan dapat tercipta fondasi yang lebih kuat bagi pembangunan pertanian berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup, sejalan dengan visi pembangunan nasional yang inklusif dan merata.
Waspers Apel Pagi, Sipropam Polresta Palangka Raya Cek Absensi Masing-Masing Satfung
Waspers Apel Pagi, Sipropam Polresta Palangka Raya Cek Absensi Masing-Masing Satfung

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Pengawasan personel (waspers) kembali dilakukan oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya, Polda Kalteng saat momen apel pagi kesatuan, Selasa (14/10/2025) pagi.
Waspers dilakukan dengan mengecek absensi personel dari masing-masing satuan fungsi (satfung) saat pelaksanaan apel pagi di lapangan Mapolresta Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut Km. 3,5, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Kapolresta melalui Kasipropam, AKP Husni Setiawan menjelaskan, pengecekan absensi sangat penting dilakukan untuk mengetahui kehadiran para personel setiap harinya, sehingga menurutnya berguna untuk mengantisipasi potensi adanya pelanggaran.

“Dengan mengecek absensi secara rutin setiap harinya maka kita pun dapat melakukan kontrol terhadap seluruh personel, sebab ketidakhadiran tanpa alasan yang jelas merupakan suatu gerbang awal yang dapat berujung pelanggaran,” jelasnya.
Pengecekan pun dilakukan oleh Sipropam dengan memeriksa absensi secara satu persatu dari setiap satfung yang akan melaksanakan apel pada pagi, serta mengecek secara rinci absensi personel mulai dari jumlah yang hadir hingga yang tidak hadir.
“Semoga melalui waspers yang kami lakukan secara rutin ini dapat mengantisipasi serta mencegah segala potensi yang dapat menyebabkan terjadinya pelanggaran demi menjaga nama baik kesatuan dan institusi Polri,” pungkas AKP Husni.
Pelayanan Humanis Satpas Polres Barito Utara: Kemudahan dan Kenyamanan bagi Pemohon SIM
Pelayanan Humanis Satpas Polres Barito Utara: Kemudahan dan Kenyamanan bagi Pemohon SIM

Muara Teweh, wartapenasatu.com – Polres Barito Utara terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pelayanan humanis di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas). Petugas piket pemandu pelayanan secara aktif memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang mengajukan permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM), baik untuk perpanjangan maupun pembuatan baru. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 14 Oktober 2025.Dalam pelaksanaannya, petugas memberikan informasi dan arahan yang jelas kepada para pemohon mengenai prosedur dan tahapan yang harus dilalui. Mulai dari proses pendaftaran, verifikasi data, hingga pelaksanaan ujian teori dan praktik, semuanya dijelaskan secara rinci agar masyarakat merasa terbantu dan proses pelayanan berjalan lancar serta tertib.
Inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Barito Utara dalam menghadirkan pelayanan yang humanis, cepat, dan transparan. Hal ini sejalan dengan prinsip Polri Presisi yang menekankan pelayanan publik yang profesional dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan kemudahan dan kenyamanan dalam setiap proses yang dijalani.
Kapolres Barito Utara, AKBP Singgih Febiyanto, S.H., S.I.K., melalui Kasatlantas AKP Dwi Susanto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan pelayanan humanis ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, khususnya dalam hal pelayanan administrasi seperti penerbitan SIM.
“Petugas di lapangan terus diingatkan untuk melayani dengan ramah, membantu dengan tulus, dan memberikan informasi yang jelas agar masyarakat merasa nyaman selama berada di Satpas,” ujar Kasatlantas. Dengan memberikan pelayanan yang ramah dan informatif, diharapkan masyarakat merasa dihargai dan terbantu dalam setiap proses yang mereka jalani.
Selain itu, pelayanan humanis ini juga bertujuan untuk menghilangkan kesan birokrasi yang rumit dan berbelit-belit. Dengan memberikan informasi yang jelas dan mudah dipahami, masyarakat dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum datang ke Satpas. Hal ini akan mengurangi potensi kesalahan atau kekurangan dokumen yang dapat menghambat proses permohonan SIM.
Dengan adanya pelayanan humanis ini, diharapkan masyarakat semakin percaya dan mendukung kinerja Polri dalam memberikan pelayanan yang terbaik. Polres Barito Utara berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik demi mewujudkan Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.
Cekcok Petugas Dishub Surabaya dengan Anggota AMI Diduga Dipicu Parkir Liar: Arogansi Oknum dan Lemahnya Pengawasan Jadi Sorotan
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Ketegangan sempat mewarnai suasana di kawasan Grand City Mall, Surabaya, pada Senin (13/10/2025) sore. Seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya terlibat cekcok dengan seorang warga yang diketahui merupakan anggota Aliansi Madura Indonesia (AMI). Insiden ini diduga dipicu oleh masalah parkir liar yang marak di sekitar lokasi.
Awal Mula Ketegangan
Percekcokan bermula ketika seorang warga menegur petugas Dishub terkait dugaan Praktik Parkir Liar di area sekitar Grand City. Warga tersebut menilai, pengelolaan parkir di lokasi itu tidak sesuai dengan aturan resmi pemerintah kota.
Namun, teguran tersebut justru berujung pada adu mulut. Salah satu petugas Dishub, yang belakangan diketahui berinisial JT, diduga tersulut emosi dan melontarkan ucapan yang memancing reaksi warga.
“Kalau kamu memang dari Aliansi Madura, panggil ketua kamu sekalian ke sini!” ujar JT dengan nada tinggi, sebagaimana terekam dalam video amatir yang kini beredar luas di media sosial.
Video berdurasi sekitar tiga menit itu memperlihatkan suasana panas di lokasi. Beberapa warga tampak mencoba melerai, namun ketegangan sempat tak terhindarkan karena petugas Dishub terus melontarkan kalimat bernada menantang.
Reaksi Aliansi Madura Indonesia
Menanggapi insiden tersebut, Ketua Umum Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaqi Akbar, menyayangkan sikap arogansi yang ditunjukkan oleh oknum Dishub. Menurutnya, tindakan tersebut tidak mencerminkan perilaku aparatur pelayanan publik yang seharusnya melayani masyarakat dengan ramah dan profesional.
“Kami bukan mencari ribut, tapi hanya mengingatkan agar penertiban parkir berjalan sesuai aturan. Masyarakat punya hak untuk mengawasi dan menyampaikan kritik. Jangan justru warga yang menegur malah ditantang,” tegas Baihaqi saat dihubungi awak media, Senin malam.
Baihaqi juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia menyebut akan mengirimkan surat resmi kepada Wali Kota Surabaya dan Kepala Dinas Perhubungan untuk meminta klarifikasi atas tindakan oknum tersebut.
Menurutnya, kejadian ini menjadi bukti masih lemahnya pengawasan terhadap petugas lapangan Dishub, terutama dalam pengelolaan dan pengawasan area parkir.
Keterangan Saksi di Lapangan
Sejumlah warga yang berada di lokasi turut membenarkan adanya adu mulut antara petugas Dishub dan anggota AMI tersebut.
“Awalnya cuma tegur biasa, karena ada yang ngatur parkir tapi nggak pakai tanda Dishub resmi. Eh, malah petugasnya marah-marah,” ujar Rudi, salah satu saksi mata di lokasi kejadian.
Ia menambahkan, suasana sempat memanas hingga menarik perhatian pengunjung mal dan pengendara yang melintas. Beruntung, situasi dapat diredakan setelah beberapa warga menengahi dan meminta kedua pihak untuk menahan diri.
Belum Ada Klarifikasi Resmi
Hingga berita ini ditulis, pihak Dinas Perhubungan Kota Surabaya belum memberikan keterangan resmi. Beberapa awak media yang mencoba menghubungi Kepala Bidang Pengendalian dan Ketertiban Dishub belum mendapat tanggapan.
Namun, salah satu sumber internal Dishub menyebut bahwa pihaknya sedang mengumpulkan informasi terkait kejadian tersebut untuk memastikan kronologi sebenarnya.
“Kami masih menelusuri siapa petugas yang terlibat dan bagaimana kejadiannya. Nanti kalau sudah ada hasil pemeriksaan, pasti akan disampaikan ke publik,” ujar sumber tersebut yang enggan disebut namanya.
Latar Belakang Masalah Parkir di Surabaya
Permasalahan parkir liar bukan hal baru di Surabaya. Beberapa tahun terakhir, masyarakat kerap mengeluhkan keberadaan juru parkir ilegal yang mematok tarif di luar ketentuan resmi.
Meski Dishub secara rutin melakukan penertiban, praktik serupa masih sering ditemukan, bahkan di lokasi strategis seperti pusat perbelanjaan dan area publik.
Sejumlah pihak menilai lemahnya pengawasan dan kurangnya ketegasan dalam menindak pelanggaran menjadi penyebab utama persoalan ini tak kunjung selesai. Selain itu, muncul dugaan adanya “Main Mata” antara oknum petugas dan pengelola parkir yang membuat praktik ilegal tersebut tetap bertahan.
Penutup
Insiden antara petugas Dishub Surabaya dan anggota AMI ini menjadi sorotan publik dan menambah panjang daftar keluhan masyarakat terhadap kinerja pengelolaan parkir di kota tersebut.
Warga berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat menindak tegas oknum yang bertindak di luar prosedur serta memperbaiki sistem pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kejadian ini menjadi momentum untuk evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan parkir di Surabaya, demi menciptakan layanan yang lebih tertib, transparan, dan berpihak kepada masyarakat.*** (Bgn)
Ketahanan Pangan: Sinergi Polresta Palangka Raya dan SSDM Polri Menuju Indonesia Emas 2045
Ketahanan Pangan: Sinergi Polresta Palangka Raya dan SSDM Polri Menuju Indonesia Emas 2045

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Palangka Raya turut serta dalam video conference (vicon) yang diselenggarakan oleh SSDM Polri. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan analisa dan evaluasi (anev) terhadap pelaksanaan Program Ketahanan Pangan, yang berlangsung pada hari Selasa, 14 Oktober 2025, siang hari.Vicon ini dilaksanakan di Aula Rupatama Mapolresta Palangka Raya, yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut Km. 3,5, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Acara ini dihadiri oleh Wakapolresta, AKBP Moch. Isharyadi Fitriawan, beserta jajaran Pejabat Utama dan Perwira Polresta Palangka Raya.
AKBP Moch. Isharyadi Fitriawan menjelaskan bahwa vicon ini diadakan untuk menyampaikan berbagai arahan terkait pelaksanaan Program Ketahanan Pangan kepada seluruh jajaran Polri. Program ini merupakan bagian dari upaya untuk mendukung dan mengimplementasikan misi Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, SSDM Polri menyampaikan hasil anev Program Ketahanan Pangan yang telah dilaksanakan oleh seluruh jajaran. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa program berjalan sesuai dengan rencana dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Program Ketahanan Pangan ini diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memantapkan sistem pertahanan keamanan negara. Selain itu, program ini juga diharapkan dapat mendorong kemandirian bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dengan adanya sinergi antara Polresta Palangka Raya dan SSDM Polri, diharapkan pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dapat berjalan lebih optimal. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mencapai tujuan bersama, yaitu mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan di Indonesia.
Melalui program ini, diharapkan Indonesia dapat mencapai kemandirian pangan dan mengurangi ketergantungan pada impor. Hal ini akan berdampak positif pada stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mandiri dan berdaulat.