Daerah
Perempuan Bersuami Terlibat Skandal di Tempat Kerja, Diduga Lakukan Kumpul Kebo dan Hubungan Transaksional
Jawa Barat || wartapenasatu.com || Seorang karyawati sebuah perusahaan swasta berinisial (LA) menjadi sorotan setelah terungkapnya dugaan skandal yang melibatkan hubungan gelap di luar pernikahan serta dugaan keterlibatan dalam hubungan transaksional yang tidak sesuai dengan etika perusahaan.

LA, yang diketahui telah menikah sejak 2020, dilaporkan oleh tetangganya karena sering terlihat tinggal serumah dengan seorang pria lain yang bukan suaminya di sebuah kontrakan di Kawasan Rancaekek. Warga sekitar mengaku curiga karena pria tersebut kerap datang dan menginap selama berhari-hari.
“Sudah lama kami curiga, karena suaminya tidak pernah terlihat. Tapi yang ini sering mondar-mandir, bahkan tinggal di situ,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Kasus ini makin menjadi perhatian , setelah ada kabar LN juga diduga melakukan “Hubungan transaksional dengan beberapa Pria lain. Pihak manajemen mengaku sedang melakukan investigasi internal.
“Kami tidak akan mentoleransi pelanggaran kode etik, baik yang menyangkut profesionalisme maupun perilaku pribadi yang mencoreng nama baik perusahaan,” ujar Kepala HRD dalam keterangan resminya.
Sementara itu, suami sah LN dikabarkan telah mengetahui kabar ini dan tengah mempertimbangkan langkah hukum. Hingga berita ini diturunkan, Ln belum memberikan pernyataan resmi.(Red )
Rescue Masyumi Peduli dan Alumni ISTN Gelar Aksi Donor Darah Sambut Milad ke-80 Partai Masyumi
Rescue Masyumi Peduli dan Alumni ISTN Gelar Aksi Donor Darah Sambut Milad ke-80 Partai Masyumi


Jakarta wartapenasatu.com – Rescue Masyumi Peduli bekerja sama dengan para aktivis alumni Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) sukses menggelar acara donor darah pada tanggal 5 September 2025, bertepatan dengan hari libur Maulid Nabi Muhammad S.A.W. Acara yang berlangsung di Ruko Permata No. 17/4, Jatinegara, Jakarta Timur ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Milad ke-80 Partai Masyumi.


Kegiatan donor darah yang mengusung tema “Tiap Tetes Darahmu Selamatkan Sejuta Jiwa” ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah nasional yang masih jauh dari standar ideal.Ir. Agung Mandala, penanggung jawab kegiatan yang juga merupakan alumni ISTN, mengungkapkan bahwa kegiatan ini melibatkan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur. Keterlibatan PMI sangat penting untuk memastikan proses donor darah berjalan sesuai dengan standar kesehatan dan keamanan yang berlaku.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi. Peserta donor darah tidak hanya berasal dari kalangan alumni ISTN dan simpatisan Masyumi, tetapi juga dari berbagai lapisan masyarakat di wilayah Jakarta Timur, bahkan ada yang datang dari Depok, Bekasi, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Hal ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama masih sangat kuat di masyarakat.
Panitia menargetkan 100 kantong darah dalam kegiatan ini. Namun, karena keterbatasan waktu, PMI Jakarta Timur hanya dapat melayani hingga pukul 11.00 WIB, mengingat hari Jumat merupakan waktu pelaksanaan sholat Jumat bagi umat Muslim. Meskipun demikian, sebanyak 50 kantong darah berhasil dikumpulkan dari 55 orang pendaftar.
Agung Mandala menjelaskan bahwa dari 55 pendaftar, hanya 50 orang yang lolos pemeriksaan kesehatan dan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Hal ini menunjukkan bahwa PMI sangat selektif dalam memilih pendonor untuk memastikan kualitas darah yang didonorkan tetap terjaga.
Darah yang terkumpul selanjutnya akan didistribusikan oleh PMI Jakarta Timur ke berbagai rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang membutuhkan. Diharapkan, bantuan darah ini dapat membantu menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi darah.
Kegiatan donor darah ini merupakan wujud nyata kepedulian Rescue Masyumi Peduli dan alumni ISTN terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah dan membantu memenuhi kebutuhan darah nasional.
Menurut data dari detik.com, angka keamanan darah nasional yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah sebesar 2% dari jumlah populasi setiap tahunnya. Saat ini, Indonesia masih membutuhkan 5 juta kantong darah untuk memenuhi standar tersebut. Oleh karena itu, kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Rescue Masyumi Peduli dan alumni ISTN ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam memenuhi kebutuhan darah nasional.
Sosialisasi Kredit Program Perumahan: Kolaborasi Pemerintah dan HIPMI untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Jakarta Selatan wartapenasatu.com – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPera) bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menyelenggarakan sosialisasi kredit program perumahan pada hari Minggu, 7 September 2025, pukul 13.00 WIB di Auditorium Binakarna, Gedung Bidakara, Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri oleh sekitar 600 peserta yang terdiri dari pengurus pusat dan anggota HIPMI, perwakilan bank Himbara, serta masyarakat umum.


Ketua Umum HIPMI, Akbar Himawan Buchari, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah atas kepercayaan yang diberikan kepada HIPMI dalam pengelolaan program perumahan rakyat. Program ini ditujukan khusus untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan sasaran utama adalah penyediaan kredit perumahan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.


Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menekankan pentingnya pelaksanaan program perumahan rakyat ini secara sukses oleh HIPMI. Beliau mengingatkan agar kepercayaan yang telah diberikan pemerintah tidak disalahgunakan, serta menekankan pentingnya integritas dan transparansi dalam setiap tahapan program.
“Pengusaha yang terlibat dalam program ini harus memiliki niat tulus untuk membantu pemerintah menyediakan perumahan yang layak bagi masyarakat, bukan hanya sekadar mencari keuntungan pribadi,” tegas Menteri Maruarar.
Beliau juga meminta pihak perbankan untuk memberikan kemudahan akses dan penjelasan yang jelas kepada masyarakat yang ingin memiliki rumah melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 150 juta rupiah. Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang mampu memiliki hunian yang layak dan terjangkau. By : syafni tanjung dan heidy grace
YAYASAN DAARUR RAHMAT ASSULAEMANIAH RAYAKAN MAULID NABI DENGAN CERAMAH DAN MARAWIS
JAKARTA,WARTA PENASATU.com – Yayasan Daarur Rahmat Assulaemaniah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H pada tanggal 6 September 2025. Acara yang dipimpin oleh Bapak Mohamad Andri Ansyah ini berlangsung mulai pukul 20.00 WIB (Ba’da Isya) hingga selesai, bertempat di lokasi yayasan di Jalan Sirsak No. 10, RT 005 RW 007, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan 12620, tepat di depan KUA Jagakarsa.

Acara ini dihadiri oleh masyarakat umum, tokoh agama, serta para guru, termasuk Ustadz Rhenal Ghozali, Ustadz Riyadh Roy Husein, dan Ustadz Muhklis Purnomo. Peringatan Maulid Nabi kali ini menghadirkan Al Habib Abdullah bin Umar Al Kaff dan Al Habib Umar Al Athos sebagai penceramah. Lantunan marawis turut memeriahkan suasana peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Selain peringatan Maulid Nabi, Yayasan Daarur Rahmat Assulaemaniah juga memiliki kegiatan rutin seperti pengajian setiap Jumat yang meliputi pembacaan Yasin, Ratib Al Haddad, serta kajian kitab tafsir Jalalain dan fiqih Taqrirot Sadidah. Pada malam minggu, diadakan pembacaan Ratib Al Athos, Burdah, serta kajian kitab Nasoihud Diniyah dan Bidayatul Hidayah

Yayasan ini juga aktif dalam kegiatan sosial, yaitu menyantuni yatim dan dhuafa. Dana untuk kegiatan ini diperoleh dari berbagai usaha, seperti penjualan nasi kebuli, ketupat sayur, soto Betawi, penjualan dan servis alat-alat hadroh, rebana, beduk, serta jasa pengiriman domestik dan internasional melalui Hadjar Express (HS Cargo).
“Sebagian dari hasil usaha ini kami gunakan untuk membiayai kegiatan yayasan dan majelis taklim,” ujar Bapak Mohamad Andri Ansyah, pimpinan yayasan.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi atau membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor telepon 08568955764.Gawatt! Diduga Kades Tobat Dilaporkan ke Polda Banten, Terkait menggusur masjid ,yang sedang di pakai ibadah oleh masyarakat.
warta pena satu- Banten

Waduuh Gawaat! Diduga Kades Tobat kecamatan Balaraja , Dilaporkan Ke Polda Banten, Terkait masjid Pemilik Masyarakat Di Robohkan Oleh Oknum Kades Dengan Alat Berat/excavator.
Kabupaten Tangerang, Kamis 04/09/2025.
Atas Viralnya Disosial media,tiktok/FB, Terkait masjid yang Sedang di Ibadahi oleh Masyarakat Dirobohkan Diduga Oleh Oknum Kepala Desa Tobat, Kecamatan Balaraja.

‘Peristiwa ini sempat memicu keresahan publik hingga viral di media sosial. Kepala Desa Tobat pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka didampingi Bupati Tangerang. Ia berjanji akan menghibahkan lahan dan membangun kembali masjid di lokasi yang telah disepakati. Namun, hingga kini pembangunan baru sebatas peletakan batu pertama tanpa ada tindak lanjut nyata.
Merasa dirugikan dan dilecehkan, Oki Agus Tiawan, bersama Ketua Umum H. TB Endang, menggandeng kuasa hukum Amrizal Syaufi, SH., MH. & Partner, untuk melaporkan dugaan pelanggaran hukum tersebut ke Polda Banten.
“Kasus ini tidak bisa dibiarkan. Masjid adalah simbol ibadah umat Islam, perobohan tanpa musyawarah jelas mencederai hak masyarakat. Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini secara profesional,” tegas Oki.
Potensi Jeratan Hukum
Menurut pengamat hukum yang ditemui Awak media, tindakan perobohan masjid tanpa dasar musyawarah berpotensi melanggar beberapa aturan:
1. KUHP Pasal 156a dan Pasal 170 – mengatur larangan perusakan tempat ibadah serta perbuatan yang menimbulkan permusuhan atau penghinaan terhadap suatu golongan. Jika terbukti, pelaku bisa dijerat pidana penjara.
2. UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya – meskipun belum ada penetapan resmi, masjid yang berdiri puluhan tahun bisa masuk kategori bangunan bersejarah. Penghancuran tanpa izin berpotensi melanggar aturan pelestarian.
3. UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 – kepala desa seharusnya menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan musyawarah dalam setiap kebijakan pembangunan desa. Perobohan masjid tanpa musyawarah jelas bertentangan dengan amanat UU ini.
Masjid Nurul ihtijarot,dirobohkan pada tgl 5/7/2025, kepala desa tobat , lokasi di pasar Sentiong, kecamatan Balaraja.

Kasus-kasus terkait status perobohan masjid sering kali meresahkan masyarakat. Dan tak jarang membuat kontroversi bahkan menjadi konflik sosial antar kelompok masyarakat. Kasus-kasus yang ramai diperbincangkan media dan menyedot emosi bernuansa sara dalam beberapa tahun terakhir adalah penggusuran yang terjadi masjid Nurul ihtijarot lokasi di pasar Sentiong, kecamatan balaraja. Hasil pencarian kasus yang mencuat menimbulkan kontroversi dan dimuat media online adalah sebagai berikut.
– Ruislag lahan dan penggusuran Masjid ihtijarot, di pasar Sentiong ,Desa Tobat Kecamatan Balaraja, dirobohkan pada tgl 5/7/ 2025.
masjid merupakan suatu hal yang sensitif dan menyulut emosi masyarakat. Tentu saja karena masjid memiliki tempat istimewa bagi Muslim, bernuansa sakral, spiritual keagamaan, serta ada kultur sosial yang sudah terjalin yang mengukuhkan kedekatan emosional warga. Dalam bahasa lain, masjid memiliki ruang-ruang sosial dan spiritual (social and religious spheres), bukan hanya sekedar bangunan fisik. Wajar saja, jika tidak berhati-hati, kontroversi dan konflik bisa muncul, terlepas proses administirasi prosedural sudah dilakukan. Contohnya terlihat dalam kasus ruislag tanah masjid Raudhatul Islam, kasus no 3 di atas. Ini harus menjadi pelajaran berharga, bahwa proses administrasi harus dibarengi dengan proses musyawarah dan edukasi yang cukup. Harus dipahami bahwa emosi akan mengemuka ketika penggusuran atau ruislag melibatkan pihak lain yang diaggap tidak mewakili kepentingan umum, alias untuk kepentingan komersial. Terlebih lagi jika ada intimidasi dari pihak-pihak yang dianggap memiliki
kuasa seperti para pejabat maupun pengusaha demi kepentingan politik.
Nyawa Yang Murah Di Negeri Bernama Tanah Air
Keterangan Gambar: Ahmadi, S.Sos
Affan Kurniawan (21) barangkali hanya ingin mengantarkan makanan. Tak pernah ia kira malam itu menjadi orderan terakhirnya. Tubuh mudanya remuk dilindas mobil baja, sekeras besi yang tak mengenal empati.
Sumari (60) tak tahu tidurnya di atas becak di Pasar Gede Solo menjadi tidur paling panjang. Lelaki renta asal Pacitan itu mungkin hanya lelah, menyerah sejenak dari kerasnya hidup. Namun siapa sangka, gas yang menyapu udara malam ikut merenggut napas terakhirnya.
Di Makassar, Abay dan Sarina, dua anak muda yang memilih menjadi pegawai negeri, tak pernah menduga gedung tempat mereka bekerja menjadi api neraka. Mereka hangus bersama mimpi, bersama bangunan yang berubah jadi puing. Saiful Akbar pun menyusul, namanya masuk dalam daftar panjang korban yang tak pernah meminta kematian sesegera itu.
Lalu ada Rusmadiansyah (26), tubuhnya menjadi sasaran amarah sekelompok orang misterius. Entah siapa, entah kenapa. Yang jelas, darahnya tumpah di jalan, tertulis sebagai berita singkat, padahal ia adalah anak dari seorang ibu, mungkin kakak dari adik-adik yang menunggunya pulang.
Dan Rheza Sendy Pratama, mahasiswa yang pulang dari demonstrasi bukan dengan cerita perjuangan, melainkan dengan tubuh yang dingin.Namanya kini hanya disebut di lorong-lorong rumah sakit, bukan lagi di ruang kelas.
Mereka semua bukan siapa-siapa di panggung kekuasaan. Nama mereka tak tercetak di undangan kenegaraan, tak dipanggil presiden untuk menerima tanda jasa, tak masuk headline kecuali sebagai berita duka. Mereka hanyalah rakyat kecil, yang bahkan tak tahu isi naskah kebijakan, yang asing dengan teori Karl Marx, yang berpendapat bahwa konflik sosial timbul dari ketimpangan kelas dan pertentangan kepentingan ekonomi antara kelas penguasa dan kelas yang dikuasai. Atau bahkan teori konspirasi ala pengamat politik lainnya. Dan mungkin tak peduli dengan skema konspirasi politik. Yang mereka tahu hanya satu: hidup itu sulit, jadi harus terus bekerja.
Affan bekerja malam-malam demi rating pelanggan. Sumari tetap mangkal meski usia renta. Abay, Sarina, dan Saiful lembur demi tanggung jawab. Rusmadiansyah dan Rheza mungkin hanya ingin bersuara, menyampaikan keresahan yang sederhana. Dan kini, semuanya terhenti.
Dalam hitungan hari, nyawa-nyawa itu terkubur. Bersama mereka, terkubur pula tawa keluarga, harapan anak-anak, dan doa-doa yang tak sempat dijawab. Betapa murahnya nyawa di negeri ini. Semurah angka statistik, semurah narasi resmi yang dingin tanpa air mata.
Sementara itu, halte terbakar, gedung DPRD hangus. Andai begini keadaannya, saya makin teringat pada ucapan Ahmad Sahroni, seorang politikus NasDem, yang pernah menyebut rakyat dengan diksi “tolol”.
Barangkali memang begitu nasib kami-dipaksa tampil sebagai orang “tolol” di panggung pertunjukan yang bahkan kami tak tahu skenarionya.
Saya pun, sebagai bagian dari rakyat, sering merasa diri ini begitu “tolol”-bukan karena bodoh, melainkan karena bingung membaca situasi yang kian keruh. Alih-alih suara keresahan kami didengar, justru telinga ini dijejali teori cocokologi: tentang pusaran politik, tarik-menarik kuasa, geng Solo atau Hambalang, bahkan gosip politik yang merembes hingga ke pos ronda kampung. Sekonyong-konyong, rakyat jelata pun dipaksa jadi pengamat politik dadakan.
Namun bagi saya, geng Solo atau Wonogiri, Hambalang atau Jonggol, semuanya hanyalah nama belaka. Yang penting bukanlah kubu siapa melawan siapa, melainkan nurani itu sendiri. Andai semua pihak kembali pada satu kalimat sederhana dari penyair WS. Rendra- “Bahwa Nurani ialah hakim adil”-niscaya tak akan ada situasi seperti yang kini kita saksikan.
Kita diminta cooling down. Kita diminta jaga warga. Dan memang, rakyat siap menjaga rakyat. Tapi siapa yang menjaga kami dari kekuasaan yang abai? Siapa yang menjaga kami dari aparat yang kehilangan kendali? Siapa yang menjaga kami dari politikus yang hanya pandai bicara?
Gus Dur pernah berkata, “Ada yang lebih penting dari politik, yakni kemanusiaan.” Kini kita melihat, kemanusiaan itu terkoyak. Negeri yang katanya penuh tata krama dan nilai adi luhur, kini hanya menyisakan wajah garang.
Dalam beberapa hari terakhir, bangsa ini kehilangan senyum. Senyum itu terbakar bersama gedung, pudar bersama gas air mata, hancur bersama tubuh-tubuh yang terbujur.
Dan kita, rakyat kecil, hanya bisa mengirim doa, sambil bertanya lirih: apakah nyawa kami benar-benar semurah ini?
Istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan Pembacaan Asma Badar Bersama Ansor-Banser Kabupaten Tangerang
Tangerang – kader Ansor Banser Kabupaten Tangerang bersama kiai serta jamaah Nahdliyin menggelar istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan pembacaan Asma Badar pada Senin (1/9/2025) malam. Acara berlangsung khidmat di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini digagas sebagai wujud kepedulian spiritual terhadap keamanan dan ketenangan negeri. Melalui doa bersama, para kader muda NU berharap bangsa Indonesia tetap dalam lindungan Allah SWT dari segala bentuk ancaman, sekaligus semakin kokoh menjaga persatuan di tengah keberagaman.


Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang M.Asdiansyah, SH dalam sambutannya menegaskan bahwa istighotsah dan dzikir bersama ini menjadi pengingat pentingnya kekuatan doa dalam menjaga tanah air. Menurutnya, peran pemuda tidak hanya bergerak di bidang sosial dan kebangsaan, tetapi juga harus menghadirkan ikhtiar batin melalui doa.
Suasana acara semakin khidmat ketika lantunan istighotsah menggema, diikuti dengan pembacaan Asma Badar secara serempak oleh seluruh Kader NU. Doa-doa itu dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kedamaian masyarakat, serta terhindarnya negeri dari perpecahan maupun bencana.
Selain jajaran pengurus Ansor dan Banser, kegiatan ini juga dihadiri tokoh ulama NU setempat. Kehadiran mereka memberikan dorongan moral sekaligus teladan bahwa menjaga bangsa dapat ditempuh melalui kekuatan spiritual yang bersumber dari nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Para kader berharap kegiatan ini bisa rutin diselenggarakan, bukan hanya dalam momentum tertentu, melainkan menjadi bagian dari tradisi kebangsaan yang berkesinambungan. Dengan demikian, doa bersama menjadi kekuatan kolektif dalam merawat persatuan dan ketenteraman tanah air.
Melalui istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan pembacaan Asma Badar ini, Ansor-Banser Kabupaten Tangerang menunjukkan komitmennya untuk terus berperan aktif menjaga keamanan negeri. Mereka menegaskan bahwa doa dan kerja nyata harus berjalan beriringan demi terciptanya Indonesia yang damai, aman, dan sejahtera.
- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik, SOSIAL
KETUA UMUM DPP IP-KI: JANGAN BIARKAN BANGSA INI TERGELINCIR DARI AMANAT UUD 1945

Foto: Ketua Umum DPP IP-KI; Baskara Harimukti Sukarya
Jakarta, 29 Agustus 2025
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (DPP IP-KI), Baskara Harimukti Sukarya, mengeluarkan pernyataan keras menyikapi kondisi kebangsaan terkini. Ia menegaskan bahwa pemerintah, parlemen, aparatur negara, hingga tokoh masyarakat telah terlalu jauh dari jati diri bangsa sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
“Negara ini berdiri bukan untuk melanggengkan kekuasaan, bukan untuk membungkam suara rakyat, dan bukan untuk membagi-bagi penghargaan politik semata. Negara ini berdiri untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, menyejahterakan rakyat, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia. Itu amanat konstitusi yang kini kian dilupakan,” tegas Baskara.Himbauan Keras kepada Pemerintah dan Parlemen. Ketua Umum DPP IP-KI mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk segera menertibkan barisan pembantunya yang kerap melahirkan kebijakan kontroversial dan pernyataan yang meresahkan rakyat. Ia juga mendesak parlemen agar menghentikan tradisi ucapan yang arogan dan jauh dari empati.
“Kursi wakil rakyat bukan panggung untuk menghina rakyat. Wakil rakyat harus bicara dan bertindak bagi kepentingan rakyat, bukan demi kepentingan pribadi atau kelompok politiknya,” ujarnya.Teguran kepada Aparat Negara Baskara juga menyoroti peran aparat penegak hukum dan pertahanan. Menurutnya, sumpah prajurit, Sapta Marga, dan janji jabatan bukan sekadar kata-kata seremonial.
“Aparat dibentuk untuk melindungi, bukan menindas. Jangan biarkan seragam kebesaran negara berubah menjadi simbol ketakutan rakyat. Setiap kekerasan yang berujung hilangnya nyawa rakyat adalah bentuk pengkhianatan terhadap sumpah itu sendiri,” tegasnya.Ajakan untuk Tokoh Politik, Agama, dan Masyarakat.DPP IP-KI melalui Ketua Umumnya juga menyerukan agar tokoh politik, agama, adat, akademisi, dan masyarakat luas tidak menambah polarisasi dengan retorika kosong, tetapi hadir memberi teladan moral, mendidik rakyat dengan kebijaksanaan, dan mengingatkan pemerintah agar tetap pada jalurnya.
Kembali ke Jati Diri Bangsa.Dalam penutup pernyataannya, Baskara Harimukti Sukarya menekankan bahwa bangsa Indonesia hanya akan tetap tegak bila seluruh elemen kembali kepada jati diri bangsa yang sudah jelas tertulis dalam Pembukaan UUD 1945: persatuan, kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan sosial.
“Kami menyerukan, hentikan praktik politik murahan, hentikan arogansi kekuasaan, hentikan kebijakan yang menindas. Mari kembali ke Pancasila dan Pembukaan UUD 1945 sebagai pedoman hidup berbangsa. Jangan biarkan Republik ini kehilangan arah. Rakyat sudah cukup sabar; jangan paksa mereka kehilangan harapan,” pungkasnya.Himbauan dan Seruan DPP IP-KI
DPP IP-KI menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan anarkis yang berpotensi menodai nilai-nilai kebangsaan, serta mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.DPP IP-KI juga menyerukan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda agar mengambil peran penting dalam menyejukkan suasana kebangsaan, serta memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang tengah dilakukan Presiden Prabowo Subianto untuk mengembalikan dan menjaga stabilitas keamanan di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Partai Ummat tegakkan keadilan
Partai Ummat tegakkan keadilan

Ummat Berduka, Aparat Diminta Bertanggung Jawab Kematian Affan Di Jakarta
jakarta media wartapenasatu.com Partai Ummat tegakkan keadilan berduka atas meninggalnya Affan Kurniawan dalam peristiwa tragis pada demonstrasi yang terjadi di gerbang gedung MPR/DPR RI, Kamis kemarin (28/8).
Partai Ummat menyayangkan terjadinya tragedi tersebut dan berharap tidak terulang kembali. serta meminta aparat bertanggung jawab atas kematian Affan yang terlindas oleh kenderaan dinas petugas.
“Kami dari Partai Ummat ikut berduka atas meninggal saudara kita Affan Kurniawan, dan mendoakan segala amal kebaikannya diterima oleh Allah SWT, diampuni kesalahannya serta diganjar ” ucap Ridho Rahmadi, Ketua Umum DPP Partai Ummat.
Dan kepada keluarganya, lanjut Ridho diberikan kesabaran dan ketabahan.Partai Ummat mengungkapkan demonstrasi dalam pekan ini, cermin nyata dari kegelisahan rakyat, buruh, mahasiswa, pelajar, dan lapisan masyarakat banyak bersuara lantang agar hak-hak mereka didengar.
Teriakan di jalanan bukanlah tindakan kriminal, melainkan panggilan nurani bangsa yang mendambakan keadilan. Partai Ummat menyayangkan bahwa penyampaian aspirasi rakyat berulang kali berujung dengan kekerasan. Negara semestinya menjadi pelindung rakyat, bukan pihak yang menakut-nakuti rakyatnya.
“Rakyat tidak boleh dihadapkan pada intimidasi ketika menuntut keadilan. Suara rakyat adalah amanat konstitusi yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Tahun1945.
“Partai Ummat berdiri di sisi rakyat, menolak segala bentuk kezaliman seperti penggunaan kekerasan kepada demonstran, dan menyerukan agar aspirasi rakyat didengar dan disikapi dengan bijaksana.” ujar Ridho.
Partai Ummat juga menolak keras segala bentuk stigmatisasi. Mahasiswa dan pelajar adalah bagian dari nurani bangsa. Sejarah Indonesia membuktikan bahwa gerakan mahasiswa selalu hadir dalam momen-momen penting perjuangan bangsa, dari 1908, 1928, 1945, hingga 1998.
Ancaman
“Aspirasi buruh, mahasiswa, dan rakyat kecil bukan ancaman bagi negara, melainkan peringatan bahwa kebijakan yang dibuat harus berpihak kepada keadilan. Mengkriminalisasi suara rakyat sama saja dengan mengkhianati amanat reformasi dan demokrasi.” ujar Ridho.
Demonstrasi adalah tanda bahwa kanal formal penyampaian aspirasi tidak berjalan dengan baik. Ketika rakyat memilih turun ke jalan, itu berarti suara mereka tidak didengar di ruang-ruang resmi kekuasaan.
Partai Ummat mendorong agar pemerintah dan DPR membuka Dialog Nasional yang jujur, terbuka, dan bermartabat dengan perwakilan rakyat—khususnya buruh, mahasiswa, dan kelompok masyarakat sipil.
Isu-isu utama yang disuarakan oleh demonstrasi harus ditanggapi secara serius seperti keharusan para pejabat baik legislatif maupun eksekutif untuk lebih memiliki empati dengan kesulitan rakyat saat ini.
Sederhana
Selain itu, kata Ridho dengan hidup sederhana di tengah penderitaan rakyat termasuk penghapusan tunjangan yang memberatkan anggaran negara penghapusan outsourcing dan kerja kontrak yang merugikan buruh.
Perlindungan dan upah yang adil serta layak bagi seluruh pekerja, reformasi sistem perpajakan yang lebih berkeadilan, penguatan kedaulatan ekonomi nasional agar tidak tergantung pada modal asing. Kebijakan pendidikan yang membebaskan generasi muda dari beban biaya yang mencekik sehingga menimbulkan pengangguran dimana mana ?.
Partai Ummat mengajak seluruh elemen bangsa—pemerintah, aparat keamanan, penyelenggara aksi, media, dan masyarakat luas—untuk menjaga persatuan, mengedepankan dialog, dan menolak segala bentuk kekerasan Dan pelanggaran HAM.
Demonstrasi adalah hak rakyaty yang dilandasi oleh kepedulian masa depansnak cucu cicit kita. Demokrasi merupakan tanda cinta rakyat pada bangsanya. Tugas negara, mendengar , merangkul, dan menjawab aspirasi itu dengan kebijakan yang adil.
Hanya dengan keadilan, bangsa Indonesia akan berdiri tegak. Hanya dengan keberpihakan pada rakyat, Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dengan berkeadilan, dan bermartabat
- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
SEKOLAH RAKYAT SOLUSI PENDIDIKAN UNTUK ANAK – ANAK TERPINGGIR DI NTT
Jakarta wartapenasatu.com
Sekolah Rakyat: Membuka Pintu Harapan bagi Anak-anak Miskin Ekstrem di NTT