Militer
Pangdam Brawijaya Meninjau Latma TNI-AD dan Angkatan Darat Australia
WARTAPENASATUJATIM | Australia – Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, meninjau berlangsungnya latihan bersama antara TNI-AD dan Angkatan Darat Australia.
Latma bertajuk Wira Jaya Ausindo itu, digelar dalam rangka memperkuat kerjasama antar prajurit militer kedua negara. Selain Mayjen TNI Rudy, pelaksanaan latihan tersebut juga disaksikan langsung oleh Komandan Divisi 1 Angkatan Darat Australia, Mayor Jenderal Ash Collingburn, AM, DSM.
“Selama beberapa hari terakhir, para prajurit kita telah berlatih berdampingan, saling belajar, bekerja sama, dan membangun semangat kepercayaan serta persaudaraan,” kata Pangdam.
Latihan bersama itu, kata Pangdam, membuktikan bahwa TNI-AD dan Angkatan Darat Australia memadukan profesionalisme, disiplin, dan persahabatan.
“Kita menjadi kekuatan yang lebih kuat demi perdamaian, stabilitas, dan kerjasama di kawasan kita,” jelas Mayjen TNI Rudy.
“Saya sangat bangga atas dedikasi dan kerja sama tim yang telah ditunjukkan oleh seluruh peserta,” imbuh Pangdam.
Sekedar informasi, Kodam Brawijaya telah mengirimkan pasukan dari Yonif 516/CY untuk mengikuti berlangsungnya Latma di Australia tersebut.
Diharapkan, adanya Latma itu bisa meningkatkan hubungan militer dan bilateral antar kedua negara.*** (Bgn)
Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, Pangkoarmada II, Dianugerahi Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya oleh Gubernur Jawa Timur
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Dalam sebuah momen bersejarah yang menandai peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II), Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., menerima Tanda Kehormatan Lencana “Jer Basuki Mawa Beya”.
Acara penganugerahan ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada hari Minggu, 12 Oktober 2025, di mana Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, secara langsung menyematkan lencana tersebut. Turut mendampingi beliau dalam acara tersebut adalah Ketua Gabungan II Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Yully Alit Jaya.
Lencana Penghargaan “Jer Basuki Mawa Beya” merupakan sebuah penghargaan prestisius yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada tokoh-tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa dalam memajukan dan mengharumkan nama provinsi tersebut.
Penghargaan ini diberikan kepada individu-individu yang telah menunjukkan prestasi gemilang dan memberikan kontribusi nyata di bidangnya masing-masing, memberikan manfaat signifikan bagi kemajuan masyarakat dan daerah Jawa Timur.
Penganugerahan tanda kehormatan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/751/KPTS/013/2025, yang mengakui kontribusi Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya dalam mengawal keamanan wilayah laut strategis Jawa Timur dan kawasan sekitarnya, sebagai garda maritim bangsa.
Peran beliau dalam menjaga stabilitas dan keamanan maritim di wilayah tersebut telah memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas ekonomi, perlindungan sumber daya laut, serta keamanan masyarakat pesisir.
Penghargaan ini memiliki makna dan nilai yang sangat tinggi, mengingat tidak semua Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut berkesempatan untuk menerima Lencana Emas “Jer Basuki Mawa Beya”.
Lencana ini hanya diberikan kepada individu-individu yang terbukti telah memberikan dedikasi dan kontribusi yang signifikan kepada masyarakat serta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Pangkoarmada II, Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya untuk turut berpartisipasi dalam membantu Pemerintah Daerah Jawa Timur.
Beliau menyatakan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi dirinya dan seluruh prajurit Koarmada II untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebagai putra terbaik Bali, beliau juga merasa terhormat dapat berkontribusi bagi kemajuan Jawa Timur, yang memiliki hubungan historis dan budaya yang erat dengan Bali.
Penganugerahan Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya kepada Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya merupakan pengakuan atas dedikasi dan pengabdian beliau dalam menjaga keamanan maritim dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Jawa Timur.
Semoga penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin dan tokoh masyarakat lainnya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.*** (Bgn)
Latihan Lapangan Kodim Tulungagung: Tingkatkan Kemampuan Personel Hadapi Situasi Bencana
WARTAPENASATUJATIM | Tulungagung — Hari kedua Latihan Lapangan Kodim 0807/Tulungagung yang berlangsung di Lapangan Desa Tanggulwelahan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Selasa (14/10/2025), diisi dengan pemberian berbagai materi teknis penting. Kegiatan ini bertujuan membekali para peserta dengan keterampilan praktis dalam menghadapi situasi darurat dan bencana di lapangan.
Seluruh peserta mendapatkan pelatihan aplikatif yang mencakup teknik bongkar pasang tenda serbaguna, pengenalan jenis dan fungsi tenda, serta penanganan kebakaran yang diberikan langsung oleh Tim Damkar Tulungagung. Selain itu, turut disampaikan materi water rescue oleh tim Penanggulangan Bencana Daerah dan Perlindungan (PBDP) Tulungagung, serta pelatihan pertolongan pertama bagi korban di lapangan oleh Tim Kesehatan Kodim 0807/Tulungagung.
Para peserta juga diajarkan keterampilan dasar namun vital, seperti teknik membuat tandu darurat dari pakaian dan metode menghentikan pendarahan hebat pada luka luar. Seluruh rangkaian latihan hari ini ditutup dengan simulasi evakuasi korban secara cepat dan aman.
Materi yang diberikan menjadi bekal penting menjelang pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana terintegrasi yang akan melibatkan unsur pemerintah daerah serta berbagai instansi terkait.
Pasiops Kodim 0807/Tulungagung Kapten Inf Sugeng menyampaikan bahwa latihan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemampuan satuan kewilayahan guna mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat, khususnya dalam bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana alam.
Lebih dari itu, menurutnya, latihan yang diselengarakan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat personel di lapangan.
“Latihan ini tidak hanya menekankan pada aspek teori, tetapi juga langsung pada praktik keterampilan teknis yang dapat diterapkan dalam kondisi darurat. Kami berharap seluruh peserta mampu menguasai setiap materi sehingga dapat bergerak cepat dan tepat saat bencana terjadi,” ujarnya.
Latihan lapangan ini akan dilanjutkan dengan simulasi penanggulangan bencana secara menyeluruh, yang melibatkan berbagai komponen masyarakat dan instansi terkait sebagai wujud kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.*** (Bgn)
Babinsa Blega Dampingi Petani Lakukan Penyemaian Bibit Padi di Bengtemoran
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan — Dalam rangka mendukung ketahanan pangan di wilayah binaannya, Babinsa Koramil 0829-09/Blega Serka Eko Purwanto bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian serta anggota Kelompok Tani (Poktan) melaksanakan kegiatan penyemaian bibit benih padi di Dusun Bengtemoran, Desa Blega, Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, Selasa (14/10/25).
Kegiatan ini merupakan langkah awal persiapan musim tanam padi yang dilakukan secara gotong royong antara Babinsa, penyuluh pertanian, dan para petani setempat.
Melalui pendampingan ini, diharapkan para petani lebih semangat dan terarah dalam pengelolaan lahan serta penerapan teknik budidaya padi yang baik.
Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Babinsa Koramil 0829-09/Blega, PPL Pertanian Blega, serta Ketua Poktan Usaha Tani beserta anggota Kelompok Tani Bengtemoran.
Mereka bersama-sama melakukan proses penyemaian dengan memperhatikan kualitas benih dan kondisi lahan agar hasil panen nantinya maksimal.
Serka Eko Purwanto menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
“Kami selalu siap membantu petani, mulai dari tahap penyemaian hingga panen, demi meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.*** (Bgn)
Kasdam Brawijaya Dampingi Kunjungan Kerja Kasum TNI di Gresik
WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Kasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H, M.Si, bersama para PJU di lingkungan Kodam mendampingi kunjungan kerja yang dilakukan oleh Kasum TNI, Letjen TNI Richard Tampbulon di Kabupaten Gresik, Jawa Timur pada Selasa (14/10/2025).
Kunjungan kerja itu, dilakukan dalam rangka menghadiri penyitaan ribuan barang bukti kayu illegal di atas kapal tongkang milik PT Berkah Rimba Nusantara.
Penyitaan kayu illegal itu, dilakukan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan atau PKH. Setidaknya, terdapat 4.610 meter kubik kayu hasil pembalakan liar diamankan oleh Satgas PKH dari kawasan Hulu-Hilir di Kecamatan Sibora, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Pada konferensi pers tersebut, Ketua Satgas PKH, Febrie Ardiansyah menyebut, pembalakan liar itu melibatkan tiga wilayah hukum, yakni Padang, Mentawai dan Gresik.
“Kerugian ini ditaksi sekitar Rp 230 miliar. Belum termasuk kerusakan ekosistem hutan yang terdampak,” jelasnya.
Dirinya menambahkan, operasi penyitaan itu dilakukan di perairan Karang Jamoang, Kabupaten Gresik pada Sabtu (11/10/2025) siang.
Penindakan dilakukan langsung Mayjen TNI Dody Triwinarto bersama unsur Satgas BAIS TNI, Koarmada II, Gakkum Kementerian Kehutanan, KSOP, KPLP dan Kejati Jatim.*** (Bgn)
Danrem 084/BJ Dampingi Kunjungan Kasum TNI di Pelabuhan Gresik
WARTAPENASATUJATIM | GRESIK – Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, turut serta mendampingi kunjungan kerja Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, beserta rombongan di Pelabuhan Gresik Pelindo, Kelurahan Lumpur, Kabupaten Gresik, pada hari Selasa (14 Oktober 2025).
Kunjungan ini dilaksanakan untuk meninjau hasil penindakan ilegal logging oleh PT. Berkah Rimba Nusantara yang telah diamankan oleh Satgas Garuda di Pelabuhan Gresik.
Kasum TNI beserta rombongan melakukan inspeksi langsung terhadap barang bukti sitaan kayu ilegal sebanyak 4.600 meter kubik yang berasal dari Pulau Sipora, Kabupaten Mentawai.
Kayu-kayu ini dikirim ke wilayah Gresik. Penindakan ini merupakan wujud nyata dari upaya pemerintah dan aparat penegak hukum dalam memberantas praktik perusakan hutan yang mengancam kelestarian lingkungan dan sumber daya alam.
Danrem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah, TNI, Polri, Kejaksaan, dan kementerian terkait dalam menegakkan hukum serta melindungi sumber daya alam nasional.
Ia menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi ekologis hutan dan menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
“Tujuan dari satuan tugas penertiban kawasan hutan adalah untuk menegakkan kedaulatan hukum negara, mengembalikan fungsi ekosistem hutan, serta menertibkan penggunaan kawasan hutan secara ilegal. Semua ini demi menjaga kelestarian hutan dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Brigjen TNI Danny Alkadrie.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Kepala BPKP, Jampidsus Kejaksaan Agung, Kabareskrim Mabes Polri, Kepala BIG, Waka Bais, Dansatgas Garuda, Kapuspenkum Kejagung, Kapolda Jatim, Kajati Jatim, Kasdam V/Brawijaya, Kapoksahli Kodam V/Brawijaya, Dirjen Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Dirjen Planologi KLHK, Satgas PKH, Dandim 0817/Gresik, Kapolres Gresik, Kajari Gresik, serta Wakil Bupati Gresik.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah bersama TNI, Polri, dan lembaga terkait dalam menegakkan hukum dan menjaga kelestarian hutan Indonesia dari praktik ilegal yang merugikan bangsa dan lingkungan.*** (Bgn)
Kasum TNI Tinjau Hasil Penertiban Ilegal Logging di Pelabuhan Gresik
WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Sinergi TNI, Polri, Kejaksaan, dan Kementerian Lembaga Pulihkan Fungsi Hutan dan Tegakkan Kedaulatan Hukum Negara. Bertempat di Pelabuhan Gresik Pelindo, Kelurahan Lumpur, Kabupaten Gresik, telah dilaksanakan kunjungan kerja Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, S.H., M.M. (Kasum TNI) beserta rombongan dalam rangka meninjau hasil kegiatan penertiban kasus ilegal logging milik PT. Berkah Rimba Nusantara yang berhasil diamankan oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Garuda. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Mayjen TNI Dody Triwinarto (Dansatgas Garuda). Selasa (14/10/2025)
Rangkaian kegiatan di awali Dansatgas Garuda Mayjen TNI Dody Triwinarto menyampaikan paparan terkait penertiban kawasan hutan yang dilakukan oleh Satgas Garuda.
Dalam paparannya, Mayjen Dody menjelaskan bahwa tujuan utama penertiban kawasan hutan adalah mengembalikan fungsi ekologis dan kelestarian hutan, menertibkan penggunaan kawasan hutan secara ilegal, serta mewujudkan tata kelola hutan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan sesuai hukum.
Ia juga menjelaskan bahwa kayu hasil sitaan tersebut berasal dari Pulau Sipora, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat, dengan luas kerusakan hutan mencapai 597,35 hektar.
Berdasarkan hasil investigasi, pada 11 Oktober 2025, Satgas Garuda melakukan penyergapan di Pelabuhan Gresik, dan berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 4.600 meter kubik kayu yang kini dalam proses penyidikan.
“Penindakan ini merupakan langkah strategis untuk menyelamatkan kerusakan hutan Indonesia. Kami akan terus menindak tegas setiap bentuk eksploitasi sumber daya alam yang melanggar hukum,” tegas Mayjen Dody.
Dalam laporan hasil kegiatan, Satgas PKH Garuda mencatat indikasi kerugian negara mencapai Rp 240 miliar, serta berhasil menguasai kembali kawasan hutan di Pulau Sipora.
Upaya ini sejalan dengan agenda Presiden RI dalam mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang berdaulat, adil, dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh efek jera nasional bagi pelaku eksploitasi hutan secara ilegal.
Setelah paparan, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan langsung terhadap barang bukti kayu sitaan, konferensi pers bersama media, dan dilanjutkan penyerahan simbolis hasil operasi.
Dalam kesempatan tersebut, saat ditemui Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Fadly Subur Karamaha, S.Sos., menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung pelaksanaan tugas Satgas Garuda di wilayah Gresik.
“Kodim 0817/Gresik akan selalu bersinergi dengan Polri, Kejaksaan, dan Pemerintah Daerah dalam menjaga ketertiban serta mendukung penegakan hukum di sektor lingkungan. Penindakan ilegal logging ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menegakkan kedaulatan hukum negara dan melindungi aset lingkungan untuk generasi mendatang,”ujarnya.
Secara keseluruhan, kegiatan kunjungan kerja Kasum TNI beserta rombongan di Pelabuhan Gresik berlangsung tertib, aman, dan lancar, mencerminkan kesungguhan semua pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kedaulatan negara di sektor kehutanan.*** (Bgn)
Program Makan Bergizi Gratis di Gresik: Wujud Kepedulian untuk Generasi Sehat dan Cerdas
WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Selasa (14/10/2025), Dalam upaya meningkatkan gizi anak sekolah dan masyarakat, kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kodim 0817/Gresik kembali digelar dengan penuh semangat.
Salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan kali ini berlangsung di SPPG Babatan, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik, yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Sosial Da’watul Khoirot di bawah pimpinan Ika Rosita Rahmawati, S.Gz.
Program yang merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah ini menyajikan menu bergizi seimbang bagi anak-anak sekolah dan masyarakat sekitar. Adapun menu yang disediakan di dapur sehat SPPG Babatan meliputi: nasi kuning, ayam bakar, stik tempe, timun, dan anggur.
Sementara untuk anak-anak tingkat PAUD dari beberapa lembaga seperti PAUD Tunas Bahagia, KB Mutiara Bunda, KB Al-Wardah, RAM NU 240 Darussalam, dan KB DWP Bandingsekaran, disediakan menu khusus berupa roll cake blueberry, pisang, dan susu Ultramimi 125 ml.
Secara keseluruhan, program MBG ini melibatkan 38 sekolah (20 TK/PAUD, 14 SD/MI, 3 SMP, dan 1 SMA) serta 21 Poskesdes/Posyandu dengan total penerima mencapai 2.993 orang yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan di wilayah Kecamatan Balongpanggang.
Dalam pelaksanaan di lapangan, tampak Serka Purwanto, Babinsa Koramil 0817/09 Balongpanggang, turut hadir melakukan pendampingan kegiatan MBG. Ia menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dan gizi masyarakat di wilayah binaan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya memberikan makanan sehat, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya pola makan seimbang sejak dini. Ini adalah bagian dari upaya membangun generasi yang kuat dan sehat,” ujar Serka Purwanto.
Kegiatan Makan Bergizi Gratis di SPPG Babatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat. Di samping itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Gresik. (Bgn)
Bahaya Proxy War dan Tantangan Pancasila di Era Modern
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Dalam seminar yang berlangsung di Gedung PPAD Jalan Brawijaya, Surabaya, suasana ruang diskusi menghangat saat salah satu peserta, Arul Hasyim Simpajo, S.H., anggota Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD), melontarkan pertanyaan tajam dan berbobot mengenai bahaya Proxy War antarnegara serta pentingnya pendidikan dan pengamalan Pancasila bagi generasi muda Indonesia.
Pertanyaan tersebut sontak menarik perhatian seluruh peserta seminar. Arul menyoroti bagaimana generasi muda kini berada di tengah gempuran globalisasi dan perang asimetris, di mana batas antara musuh dan kawan tak lagi jelas.
Ia menegaskan bahwa “perang masa kini bukan lagi soal senjata dan peluru, melainkan perang pemikiran, budaya, dan ekonomi.”
Menanggapi hal itu, narasumber utama, Brigjen TNI (Purn) S. Aldian Gondokusumo, S.E., memberikan penjelasan yang lugas dan mendalam tentang pentingnya keamanan proxy serta peran strategis nilai-nilai Pancasila sebagai benteng ideologi bangsa.
Ia menjelaskan bahwa Proxy War adalah bentuk perang modern di mana satu negara memanfaatkan pihak ketiga untuk melemahkan negara lain tanpa harus berperang secara langsung.
Menurut Brigjen TNI Purn Aldian, bentuk Proxy War saat ini bisa datang melalui berbagai saluran, mulai dari media sosial, ekonomi, gaya hidup, bahkan pendidikan.
“Kita bisa dikalahkan tanpa diserang. Cukup dengan membuat generasi muda kehilangan identitas nasionalnya, melupakan sejarah, dan tidak lagi mengamalkan Pancasila,” ujarnya dengan nada serius.
Lebih lanjut, beliau mencontohkan fenomena disinformasi dan polarisasi politik yang merebak di media sosial. Banyak generasi muda terjebak dalam perang opini tanpa menyadari bahwa mereka sedang menjadi “Prajurit Tidak Sadar” dalam strategi Proxy War Global.
“Inilah bentuk perang modern. Lawan kita bukan pasukan berseragam, tapi algoritma dan narasi yang melemahkan moral bangsa,” tegasnya.
Sebagai solusi, Brigjen TNI Purn Aldian menekankan pentingnya memperkuat Keamanan Proxy, yaitu kemampuan bangsa untuk mengenali, menangkal, dan menetralkan ancaman non-militer yang dapat menggerus ketahanan nasional.
Keamanan Proxy mencakup literasi digital, pendidikan kebangsaan, serta penguatan karakter Pancasila sejak usia dini.
Ia juga menyinggung bahwa Proxy Defense tidak bisa hanya diserahkan pada militer, tetapi juga harus menjadi kesadaran kolektif masyarakat sipil.
“Orang tua, guru, mahasiswa, dan bahkan pelaku usaha punya peran penting. Membangun pertahanan ideologis itu seperti membangun imun bangsa, harus dimulai dari diri sendiri,” tuturnya.
Sebagai contoh konkret, Brigjen TNI Purn Aldian mengangkat kasus perang dagang dan informasi antara beberapa negara besar yang memengaruhi arah kebijakan politik negara berkembang. Indonesia, katanya, harus cerdas menempatkan diri.
“Kita jangan sampai hanya jadi pion di papan catur global. Kita harus jadi pemain yang punya strategi, bukan sekadar korban dari skenario proxy,” ujarnya tegas.
Ulasan itu menutup dengan ajakan reflektif. Menurut Brigjen TNI Purn Aldian, saatnya generasi muda Indonesia tidak hanya hafal lima sila, tetapi menghidupkannya dalam tindakan.
Pendidikan Pancasila bukan sekadar mata pelajaran, tetapi pedoman hidup yang melahirkan generasi berkarakter tangguh, nasionalis, dan berintegritas.
Seminar yang berlangsung penuh antusias ini menjadi cermin nyata bahwa semangat bela negara tidak boleh padam. Di tengah derasnya arus globalisasi, proxy war harus dihadapi dengan kekuatan moral, ideologi, dan persatuan.
Seperti yang dikatakan Arul Hasyim di akhir sesi, “Kalau bukan kita yang menjaga Pancasila, siapa lagi?” Sebuah kalimat sederhana, tapi menggema kuat di ruang kebangsaan hari itu.*** (Dodo)
Purnawirawan Tegaskan Pentingnya Pewarisan Jiwa Juang 1945 di Era Modern
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 14 Oktober 2025 – Kantor Persatuan Purnawirawan Angkatan Darat (PPAD) Pengurus Daerah (PD) Jawa Timur di Jalan Brawijaya Surabaya hari ini menjadi saksi berlangsungnya seminar bertajuk “Sosialisasi Sosial: Peran Purnawirawan dalam Membangun Ketahanan Sosial Masyarakat.”
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PPAD PD Jawa Timur, Mayjen TNI (Purn) Wibisono Poespitohadi, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman narkoba yang kini banyak menyasar generasi muda. Ia mengingatkan bahwa bahaya narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan sendi-sendi sosial dan moral bangsa.
“Penyalahgunaan narkoba itu bukan sekadar masalah pribadi, tapi ancaman terhadap ketahanan nasional,” tegas Wibisono, yang juga mengapresiasi peran aktif para purnawirawan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Usai pembukaan, Kolonel (Purn) Soeryadi Setiawan, salah satu tokoh PPAD PD Jawa Timur, memberikan sambutan yang sarat makna. Ia mengingatkan kembali pentingnya menanamkan Jiwa dan Semangat Nilai-nilai 1945 atau yang dikenal sebagai JSN-45 kepada generasi muda Indonesia.
“Nilai juang yang lahir di masa 1945 tidak boleh sekadar jadi cerita sejarah. Itu adalah energi moral bangsa yang harus terus kita hidupkan,” ujar Soeryadi dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan hangat peserta seminar.
Soeryadi menegaskan, nilai seperti percaya diri, teguh pada cita-cita, semangat gotong royong, dan pantang menyerah adalah kekuatan utama bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan. Nilai-nilai itu, katanya, kini harus disesuaikan penerapannya dengan kondisi zaman yang serba cepat dan penuh persaingan global.
Menurutnya, tanpa semangat juang yang tangguh, bangsa ini akan mudah goyah menghadapi tantangan modern seperti dekadensi moral, disinformasi digital, dan ketimpangan sosial.
Ia menekankan bahwa purnawirawan TNI memiliki peran strategis dalam membina karakter masyarakat agar tetap berakar pada nilai kebangsaan.
“Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang hanya bangga dengan sejarahnya, tapi bangsa yang bisa mengambil pelajaran dari sejarah itu untuk menghadapi masa depan,” ujarnya tegas.
Lebih lanjut, Soeryadi menyoroti bahwa pewarisan JSN-45 bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab kolektif antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat sipil.
“Kita harus menanamkan nilai juang itu dalam pendidikan, dalam keluarga, dan dalam lingkungan sosial agar generasi muda tidak kehilangan arah,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan kembali bahwa kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini merupakan hasil dari pengorbanan tanpa pamrih. Maka, tugas utama generasi kini adalah menjaga semangat itu agar tidak padam oleh kemajuan zaman yang cenderung materialistis.
“Jangan biarkan semangat gotong royong, setia kawan, dan keikhlasan berkorban terkikis oleh egoisme modern. Jiwa 45 harus tetap menyala dalam setiap langkah bangsa ini,” tutup Soeryadi penuh keyakinan.
Seminar diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan ajakan bersama untuk terus menguatkan ketahanan sosial melalui nilai kebersamaan dan semangat nasionalisme yang diwariskan para pejuang kemerdekaan.*** (Wawan)
Jurnalis: Hiermawuan Prambudhi