Seni dan Budaya

  • Nasional,  Seni dan Budaya

    Film Horor Mencekam “Perempuan Pembawa Sial”

    Konferensi Pers Film Perempuan Pembawa Sial : Aura Mistis Menyelimuti Plaza Senayan

    Jakarta, WARTA PENA SATU — Suasana berbeda terasa di Plaza Senayan sore itu. Bukan sekadar peluncuran film biasa, konferensi pers Perempuan Pembawa Sial berubah menjadi ajang cerita mistis dan pengalaman spiritual para pemain dan kru.

    Film horor terbaru garapan sutradara Fajar Nugros ini menghadirkan kisah kelam tentang Mirah, seorang perempuan yang dianggap membawa kutukan bagi setiap pria yang mendekatinya. Diperankan oleh Raihaanun, karakter Mirah menjadi pusat perhatian dalam sesi tanya jawab media.

    Mantra Jawa dan Ketakutan Nyata

    Salah satu momen paling mencuri perhatian adalah pengakuan Raihaanun yang sempat enggan beradu akting hanya berdua dengan Didik Nini Thowok, seniman legendaris yang memerankan dukun pengantin. Didik menggunakan mantra asli dari tembang Jawa kuno Asmaradana, yang meski telah dimodifikasi, tetap memunculkan aura mistis di lokasi syuting.

    “Walaupun tidak serius, tapi karena makna ceritanya begitu, semesta itu ya merespons,” ujar Didik Nini Thowok.

    Raihaanun bahkan meminta ditemani kru saat pengambilan gambar di ruangan tertutup, karena merasa atmosfernya berubah drastis. Sutradara Fajar Nugros mengungkap bahwa beberapa kru harus bersembunyi di dalam ruangan demi menjaga kenyamanan sang aktris.

    Sinopsis dan Jadwal Tayang

    Film ini mengisahkan Mirah, yang dijauhi masyarakat karena dianggap membawa sial. Setiap pria yang menjalin hubungan dengannya mengalami musibah. Namun, harapan muncul saat ia bertemu Bana (diperankan oleh Morgan Oey), pria tulus yang tak peduli stigma. Apakah cinta mereka mampu menghapus kutukan, atau justru memperkuatnya?

    Setelah sukses ditayangkan perdana di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024, Perempuan Pembawa Sial dijadwalkan tayang di bioskop mulai 18 September 2025.

    Deretan Pemeran

    Film ini diperkuat oleh jajaran aktor dan aktris papan atas:

    • Raihaanun sebagai Mirah
    • Morgan Oey sebagai Bana
    • Clara Bernadeth sebagai Puti
    • Aurra Kharishma sebagai Lasmi
    • Didik Nini Thowok sebagai Warso
    • Benidictivity sebagai Yanto

    Kesimpulan

    Secara keseluruhan, “Perempuan Pembawa Sial” adalah film horor yang layak ditonton bagi penggemar genre ini. Dengan alur cerita yang menarik, atmosfer yang mencekam, dan penampilan para aktor yang solid, film ini berhasil memberikan pengalaman horor yang berbeda dari film-film horor Indonesia kebanyakan. Film ini cocok bagi mereka yang mencari horor yang lebih dari sekadar jump scare.

     

  • Artikel,  Daerah,  hukum,  Internasional,  Nasional,  Opini,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    MENGHADANG KUBILAI KHAN DISKUSI DAN BEDAH BUKU UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN LITERASI

    Jawa Timur  wartapenasatu.com

    Diskusi & Bedah Buku “Menghadang Kubilai Khan” di Kudus: Menghidupkan Tradisi Literasi dan Ruang Publik

    Kudus, Agustus 2025 – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia sekaligus HUT ke-32 Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER), JAKER Kabupaten Kudus bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menyelenggarakan acara Diskusi dan Bedah Buku “Menghadang Kubilai Khan” karya AJ Susmana. Acara akan berlangsung pada Sabtu, 23 Agustus 2025, bertempat di Rumah Dinas Wakil Bupati Kudus, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan ini akan menghadirkan langsung sang penulis, AJ Susmana, yang akan berbagi pandangan mengenai isi bukunya sekaligus memberikan refleksi atas peristiwa sejarah yang diangkat. Selain itu, hadir pula dua narasumber terkemuka, yaitu Adhitia Armitrianto selaku Ketua JAKER Jawa Tengah, serta Imam Khanafi dari Pojok Kliping & Phos Collective. Kehadiran para narasumber diharapkan dapat memperkaya perspektif dan menajamkan diskusi.

    Ketua JAKER Kudus, Wahyu Deseptian, menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari komitmen JAKER untuk terus menghidupkan tradisi literasi dan membuka ruang-ruang diskusi publik di Kudus. “Kami ingin mendorong masyarakat Kudus untuk semakin dekat dengan literasi, sejarah, dan kebudayaan. Buku Menghadang Kubilai Khan membuka ruang refleksi tentang perjalanan bangsa serta relevansinya dengan kondisi hari ini,” ujarnya.

    Buku Menghadang Kubilai Khan sendiri membahas peristiwa bersejarah di Nusantara, khususnya upaya bangsa ini menghadapi ekspedisi besar yang dikirim oleh Kubilai Khan, Kaisar Mongolia. Melalui narasi yang tajam, AJ Susmana mengajak pembaca untuk merenungkan kembali nilai-nilai kebangsaan, persatuan, serta strategi kebudayaan yang diwariskan leluhur dalam menjaga kedaulatan bangsa.

    Diskusi dan bedah buku ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang akademis, tetapi juga ruang kebersamaan lintas generasi. Dengan menggandeng masyarakat, mahasiswa, budayawan, dan pegiat literasi di Kudus, acara ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya sejarah dan literasi sebagai pilar peradaban.

    Pemkab Kudus menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan semangat peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan literasi semacam ini dipandang penting sebagai upaya memperkuat identitas kebangsaan sekaligus membangun masyarakat yang kritis dan berbudaya.

    Selain diskusi, acara ini juga menjadi momentum mempererat sinergi antara pemerintah daerah dengan komunitas kebudayaan. JAKER, yang kini telah berusia 32 tahun, terus menegaskan posisinya sebagai organisasi yang konsisten mengangkat isu-isu kebudayaan, literasi, serta pemberdayaan masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

    Dengan semangat “Menghidupkan Literasi, Merawat Kebudayaan, dan Membangun Bangsa”, diskusi dan bedah buku ini diharapkan menjadi inspirasi nyata bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya seremonial, melainkan juga ruang untuk memperdalam refleksi sejarah serta menyiapkan langkah menuju Indonesia Emas 2045 .

    “Nok Srie”Melaporkan

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  Nasional,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    DPW Badak Banten Dukung Langkah Hasbi Asyidiki Pentingnya Pembangunan Dari Desa

    ttp://DPW Badak Banten Dukung Langkah Hasbi Asyidiki Pentingnya Pembangunan Dari Desa

    Lebak-Wartapenasatu. Com-Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, yang saat ini menjabat sebagai Bupati Kabupaten Lebak meminta kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Lebak, Banten, untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur di setiap Desa.

    Bupati Hasbi menekankan pentingnya infrastruktur Jalan Desa, pendidikan, pertanian, dan kesehatan dalam memajukan wilayah.

    “Terutama Jalan Desa (poros Desa), pendidikan, pertanian, dan kesehatan,” kata Bupati Hasbi saat menjadi inspektur upacara pengibaran bendera Merah Putih di Alun-alun Rangkasbitung, Minggu (17/8/2025).

    Bupati Hasbi menyatakan bahwa infrastruktur jalan desa memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan wilayah. Oleh karena itu, kepala desa harus memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan.

    Bupati Hasbi juga menambahkan bahwa setelah adanya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, pengelolaan Dana Desa belum terasa signifikan jika tidak dikelola dengan baik oleh para Kepala Desa.

    Bupati Hasbi berharap sebagai Kepala Daerah, Pemerintah Kabupaten Lebak bisa mengoptimalkan Dana Desa.

    “Beliau menekankan bahwa akses jalan infrastruktur Desa sangat penting, terutama jika ingin menjadikan Lebak sebagai destinasi wisata unggulan,”ungkapnya

    Dengan demikian, Hasbi menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Lebak dan memastikan bahwa kepala desa mengelola Dana Desa dengan baik dan transparan.

    “Prioritas pembangunan infrastruktur Jalan Desa diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan memajukan perekonomian masyarakat Desa,”pungkasnya

    Dalam kesempatan itu Siprandani ST, Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten mendukung langkah Bupati Lebak dala memajukan wilayahnya.

    “Kami mendukung dengan kebijakan pak Hasbi, hal ini dirasa tepat karena pertumbuhan ekonomi berasal dari warga desa”. Ungkapnya

    Siprandani ST, juga berharap kepada seluruh warga masyarakat dan juga kader Badak Banten yang ada di Kabupaten Lebak agar turut serta mengawasi jalannya Pemerintahan Desanya masing-masing.

    “Di era keterbukaan informasi publik masyarakat wajib tahu anggaran Dana Desa yang di gelontorkan Pemerintah Pusat, baik penggunaannya maupun peruntukannya”. Tandas Ketua DPW Badak Banten Provinsi Banten ini. (Wps-jhuno)

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  Internasional,  Kuliner,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    TASYAKURAN KEMERDEKAAN WARGA RT 10 RW 04 TEGUHKAN KOMITMEN PERSATUAN

    Jakarta wartapenasatu.com

     

    Warga RT 10 RW 04 Kelapa Gading Barat Gelar Tasyakuran Jelang Hari Kemerdekaan

    Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, warga RT 10 RW 04 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, menggelar acara tasyakuran pada Sabtu, 16 Agustus 2025. Acara ini berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan dengan mengangkat tema doa bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

    Kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin tokoh masyarakat setempat. Dalam doa tersebut, warga memohon agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kekuatan, persatuan, serta perlindungan dari segala bentuk ancaman yang dapat memecah belah persaudaraan. Suasana khusyuk terasa ketika seluruh hadirin turut menundukkan kepala, memohon keberkahan bagi tanah air.

    Selain doa bersama, acara tasyakuran juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarwarga. Melalui momen ini, masyarakat Kelapa Gading Barat menegaskan pentingnya menjaga solidaritas dan gotong royong, sebagai warisan nilai perjuangan para pahlawan kemerdekaan yang harus terus dijaga hingga generasi mendatang.

    Dalam kesempatan itu, warga juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Mereka menilai bahwa kebijakan pemerintah saat ini perlu terus dikawal agar dapat menghadirkan kesejahteraan dan kemajuan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Ketua RT 10 menyampaikan bahwa tasyakuran ini bukan hanya seremonial tahunan, tetapi juga wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia. “Kami ingin semangat kemerdekaan tidak hanya berhenti pada upacara, tetapi juga dihayati dalam kehidupan sehari-hari melalui persatuan dan kerja nyata,” ujarnya.

    Momentum tasyakuran ini juga menjadi pengingat bahwa cita-cita Indonesia Emas 2045 hanya bisa terwujud jika masyarakat turut berperan aktif. Warga menegaskan siap mendukung kebijakan hilirisasi, pemberdayaan masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia, sejalan dengan visi pemerintah saat ini.

    Acara tasyakuran ditutup dengan ramah tamah sederhana antarwarga. Hidangan khas nusantara yang disajikan menambah keakraban suasana, sekaligus memperkuat rasa persaudaraan. Semua hadirin berharap, doa dan kebersamaan malam itu menjadi langkah kecil yang memberi makna besar bagi masa depan bangsa.

    Dengan semangat kebersamaan, warga RT 10 RW 04 Kelapa Gading Barat bertekad menjaga persatuan dan terus mengawal pembangunan menuju Indonesia yang lebih maju, berdaulat, adil, dan sejahtera.

    “Nok Srie”Melaporkan 

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Hiburan,  hukum,  Internasional,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    JAKER AJAK KEMENTRIAN PERTAHANAN BERSINERGI WUJUDKAN INDONESIA EMAS LEWAT HILIRISASI BUDAYA

    Jakarta wartapenasatu.com

    “Nok Srie”Melaporkan 

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Hiburan,  Internasional,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL,  Wisata

    HILIRISASI BUDAYA DI BOYOLALI PANGELARAN WAYANG KULIT DAN SEDEKAH BUMI WARNAI HUT RI KE – 80

    Boyolali wartapenasatu.com

    Boyolali – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) ke-32 sekaligus HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, masyarakat Desa Kopen, Kalangan, Klego, Boyolali akan menggelar acara Pagelaran Wayang Kulit dan Sedekah Bumi. Acara ini rencananya akan berlangsung pada Sabtu, 16 Agustus 2025 mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, di RT 12/13, RW 02, Kopen, Kalangan, Klego, Boyolali.

    Kegiatan ini mengangkat tema “Bersama Bergotong Royong Mencapai Indonesia Emas dengan Hilirisasi Budaya”, sebagai bentuk ajakan untuk memperkuat persatuan dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal. Masyarakat setempat akan disuguhi beragam kegiatan mulai dari festival, karnaval, pentas seni, lomba, hingga monolog, yang melibatkan partisipasi warga dari berbagai kalangan.

    Puncak acara akan ditandai dengan pagelaran wayang kulit oleh dalang kondang Ki Suwito Sapu Jagat. Pertunjukan wayang kulit ini diharapkan mampu menghadirkan hiburan sekaligus memberikan tuntunan moral kepada masyarakat melalui kisah-kisah pewayangan yang sarat makna.

    Selain sebagai hiburan, acara ini juga menjadi bagian dari tradisi Sedekah Bumi, sebuah ritual adat untuk mensyukuri hasil bumi dan memohon keberkahan. Sedekah bumi di Kopen biasanya dilakukan secara gotong royong, di mana warga membawa hasil pertanian, masakan, dan sajian khas untuk dinikmati bersama.

    Ketua panitia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya untuk melestarikan seni budaya tradisional, tetapi juga untuk memperkuat rasa kebersamaan antarwarga. “Kami ingin generasi muda ikut merasakan dan memahami kekayaan budaya lokal, sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujarnya.

    JAKER sebagai organisasi yang telah berkiprah selama 32 tahun terus konsisten mendorong pelestarian budaya rakyat. Melalui acara ini, JAKER berharap dapat menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas, sehingga budaya lokal tetap relevan di tengah perkembangan zaman.

    Acara ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa dan tokoh masyarakat setempat. Mereka menilai bahwa kegiatan semacam ini sangat penting sebagai ajang silaturahmi, mempererat hubungan sosial, sekaligus menjadi daya tarik wisata budaya bagi wilayah Klego, Boyolali.

    Dengan semangat gotong royong, diharapkan Pagelaran Wayang Kulit dan Sedekah Bumi Kopen ini dapat menjadi momen berharga yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkokoh jati diri bangsa. Masyarakat diundang untuk hadir dan meramaikan acara ini sebagai wujud cinta terhadap seni, budaya, dan tanah air.

    “Nok Srie”Melaporkan

  • Artikel,  Pendidikan,  Seni dan Budaya

    Launching dan Pameran Buku Cerita Anak ” Yang Lupa Jalan Pulang ” Di Gelar Aries di Jakarta

    *Launching dan Pameran Buku Cerita Anak “Yang Lupa Jalan Pulang” Digelar ARIES di Jakarta*

    Jakarta.wartapenasatu.com

    Jakarta, 13 Agustus – Aliansi Rakyat Indonesia Emas (ARIES) menggelar acara launching dan pameran buku cerita anak berjudul “Anak Yang Lupa Jalan Pulang” di Kementerian Kebudayaan. Acara ini bertujuan untuk mendukung peran perempuan dan anak-anak, serta memberikan dukungan kepada para penulis daerah dan penerbit dari Sumenep.

    Bapak Fahri Lubis Ketum ARIES, menjelaskan bahwa ARIES adalah sebuah organisasi berbadan hukum yang independen dan mendukung program pemerintah, menyelenggarakan acara ini sepenuhnya dari sumbangan para pengurusnya. Sebelumnya, ARIES telah melakukan audiensi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPA), namun sayangnya tidak ada perwakilan yang hadir.

    Komunitas ARIES memiliki perhatian khusus terhadap penulis cerita anak yang berada dalam kondisi memprihatinkan. Pameran buku ini diharapkan dapat menjadi wadah pemesanan buku-buku tersebut, mengingat tidak diperkenankan adanya penjualan langsung di lokasi.

    Dalam upaya memperluas jangkauan dan sosialisasi Asta Cita, ARIES akan menjalin kerjasama dengan Komdigi dan PC Kantor Komunikasi Presiden. Media massa juga akan dilibatkan secara aktif sebagai mitra dalam setiap perjuangan ARIES. Rencananya, akan diadakan pendidikan dan pelatihan (diklat) bersertifikat bagi media, agar mereka dapat menjadi tim sosialisasi yang efektif bagi Kantor Komunikasi Presiden. Mengingat keterbatasan media yang ada di Istana, ARIES berupaya memastikan informasi tentang Asta Cita dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. ARIES juga menegaskan akan menyampaikan kritik konstruktif kepada para menteri, namun tetap mendukung Presiden.

    Pak Mahmud, seorang Mesir tokoh dari Komunitas Literasi Sukoharjo, menyampaikan bahwa timnya terdiri dari 20 penulis dari Sukoharjo dan berbagai daerah lainnya. Karya “Anak Yang Lupa Jalan Pulang” ini dirancang sejak tahun 2020, awalnya sebagai kumpulan cerpen untuk dewasa. Namun, kemudian disepakati bahwa buku ini harus netral kandungannya, dengan 70% mengangkat masalah anak-anak dan 30% berisi cerita dongeng. Mahmud, yang masih berstatus warga negara Mesir, bertekad untuk membuktikan bahwa karya sastra Indonesia dapat dikenal di dunia internasional. Badan Bahasa juga memberikan dukungan terhadap misi Komunitas Literasi Sukoharjo. Mahmud berharap agar komunitas-komunitas literasi di daerah lain juga dapat didukung oleh ARIES. Penerbit Gapura Pustaka turut berperan dalam membantu para penulis untuk berani mempublikasikan karya mereka.

    Ibu Devy Firhana dari Badan Pengembangan dan Penerbitan Bahasa Kemendikbud menyatakan dukungannya terhadap upaya menyongsong Indonesia Emas, terutama karena anak-anak saat ini terpapar oleh konten internet yang beragam. Setiap tahun, Badan Bahasa mengadakan seleksi penulis yang karyanya bermanfaat bagi anak-anak. Ibu Devi juga mengapresiasi kontribusi Pak Mahmud dalam melahirkan karya-karya sastra Indonesia

    Acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Arsha, seorang komposer muda yang telah menciptakan lagu-lagu anak dan meraih berbagai penghargaan seperti memenangkan AMI Awards 2024 kategori Penata Musik Lagu Anak-Anak Terbaik. Arsha merasa senang hadir ke peluncuran buku ini karena mendapatkan banyak inspirasi dan semangat baru untuk menulis lagu baru. Ia berharap bahwa buku ini yang memiliki pesan yanh baik dapat disukai oleh banyak generasi muda bangsa. Arsha juga tidak menutup kemungkinan untuk berkolaborasi dengan banyak pihak demi kemajuan literasi anak bangsa.

  • Artikel,  Bisnis,  Ekonomi,  Internasional,  Nasional,  Nature,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL,  Wisata

    BENANG,BUNYI DAN MASA DEPAN

    Jakarta wartapenasatu.com

    Hilirisasi Budaya TIROSA: Dari Tenun Tradisi ke Panggung Dunia

    Di tangan para perempuan tangguh dari TIROSA—Timor, Rote, Sabu, Alor, dan Sumba—benang-benang masa lalu ditenun menjadi harapan baru. Kain tenun yang mereka hasilkan bukan sekadar lembaran kain indah, tetapi warisan budaya yang memuat identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat setempat. Motif-motifnya menyimpan pesan leluhur, sementara proses pembuatannya mencerminkan kesabaran dan keterampilan yang diwariskan lintas generasi.

    Kini, warisan itu tak lagi terbatas pada pasar lokal atau pameran tradisional. Berkat sentuhan teknologi dan dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah, kisah di balik setiap tenun dan kriya mulai berlayar ke ruang-ruang digital. Cerita rakyat, legenda, dan filosofi di balik motifnya dihidupkan kembali melalui media visual, dokumenter, dan platform daring, menjangkau audiens global yang sebelumnya tak terbayangkan.

    Program hilirisasi budaya yang digencarkan menjadi kunci dalam transformasi ini. Kain dan kriya tradisi tak hanya dipandang sebagai aksesoris, tetapi diangkat menjadi produk kreatif bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar internasional. Dari dapur-dapur desa, karya para ibu kini tampil di panggung dunia, mengangkat nama daerah sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.

    Negara hadir dengan kebijakan perlindungan hak kekayaan intelektual, fasilitasi promosi, serta pembukaan akses pasar. Langkah ini memastikan bahwa para pengrajin mendapatkan manfaat langsung dari karyanya, sekaligus melindungi mereka dari eksploitasi atau klaim sepihak pihak asing. Hilirisasi budaya di TIROSA menjadi contoh bagaimana kebijakan publik dapat berpadu dengan semangat komunitas untuk menjaga sekaligus mengembangkan warisan bangsa.

    Pendidikan juga menjadi bagian dari strategi ini. Di sekolah-sekolah, anak-anak diajak mengenal, mempelajari, dan memaknai kembali budaya lokal. Melalui kurikulum yang memadukan teknologi, mereka dapat melihat proses menenun, memahami arti motif, dan bahkan mencoba mencipta karya sendiri. Dengan begitu, budaya tidak hanya dikenang, tetapi dialami dan diteruskan secara sadar oleh generasi penerus.

    Bagi masyarakat TIROSA, kemajuan ini bukanlah bentuk “menjual” jati diri, melainkan memberikan napas panjang bagi tradisi agar tetap hidup dan relevan. Hilirisasi budaya dilihat sebagai cara untuk menjaga nilai luhur sambil membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan. Seperti tenunan yang mengikat benang demi benang, program ini merajut masa lalu dan masa depan dalam satu tarikan napas.

    Saat dunia mulai menoleh ke arah Nusantara, TIROSA siap menyapa dengan cerita dan karya yang lahir dari akarnya sendiri. Bukan sekadar tampil di etalase global, tetapi hadir dengan percaya diri, membawa identitas yang kuat, dan mengundang dunia untuk mengenal Indonesia melalui kisah yang diceritakan oleh anak bangsanya sendiri. Kupang, 23 Juli 2025 menjadi penanda bahwa perjalanan telah di mulai.

    “Prima Bahren”

  • Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Hiburan,  Kesehatan,  Kuliner,  Opini,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    SMANSA Carnival: Reuni Akbar 73 Tahun SMA Negeri 1 Medan

    SMANSA Carnival: Reuni Akbar 73 Tahun SMA Negeri 1 Medan

    Medan, wartapenasatu.com 

    SMA Negeri 1 Medan bersiap merayakan reuni akbar ke-73 pada tanggal 6 September 2025 mendatang. Acara yang bertajuk “SMANSA Carnival” ini akan diselenggarakan di Pardede Hall, Medan, dan menjanjikan sebuah perhelatan meriah yang mempertemukan kembali seluruh alumni dari berbagai angkatan. Tema “Carnival” dipilih untuk menggambarkan suasana penuh keceriaan dan keakraban yang diharapkan tercipta dalam reuni ini.

    Reuni akbar ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan juga perayaan atas prestasi dan keberhasilan para alumni SMA Negeri 1 Medan yang telah berkiprah di berbagai bidang. Diharapkan kehadiran para alumni yang telah sukses di berbagai profesi, dari kalangan pengusaha, profesional, hingga akademisi, akan menginspirasi para alumni yang lebih muda. Kesempatan untuk berjejaring dan berbagi pengalaman pun terbuka lebar.

    Lebih dari sekadar reuni, SMANSA Carnival juga akan diisi dengan berbagai kegiatan menarik. Panitia telah menyiapkan beragam rangkaian acara yang akan menghibur dan mempererat tali silaturahmi antar-alumni. Rencananya, akan ada penampilan musik, pameran karya alumni, dan berbagai permainan yang akan membuat suasana semakin meriah.

    Sebagai bentuk kepedulian sosial, reuni akbar ini juga akan dimeriahkan dengan kegiatan donor darah. Acara donor darah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan menjadi wujud nyata kepedulian para alumni terhadap sesama. Dengan tema “Setetes Darah Kita, Kehidupan Bagi Sesama,” panitia mengajak seluruh alumni untuk berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang mulia ini.

    Panitia penyelenggara berharap reuni akbar ini akan menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh alumni. Kesempatan untuk bertemu kembali dengan teman-teman lama, mengenang masa-masa sekolah, dan berbagi cerita akan menjadi pengalaman yang berharga. Suasana keakraban dan kebersamaan diharapkan akan tercipta di tengah-tengah acara.

    Para alumni dari berbagai angkatan sangat antusias menyambut acara ini. Banyak yang telah menyatakan kesiapannya untuk hadir dan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang telah disiapkan. Hingga saat ini, panitia terus menerima konfirmasi kehadiran dari para alumni.

    SMANSA Carnival bukan hanya reuni, tetapi juga sebuah perayaan akan sejarah dan prestasi SMA Negeri 1 Medan. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, reuni akbar ini diharapkan akan menjadi tonggak sejarah baru bagi SMA Negeri 1 Medan dan para alumninya. Mari kita ramaikan SMANSA Carnival!

  • Daerah,  Ekonomi,  Hiburan,  Pendidikan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Katingan Berjaya: Ulang Tahun ke-23

    Katingan Berjaya: Ulang Tahun ke-23

    Kalimantan Tengah, merayakan hari jadinya yang ke-23 pada Senin, 21 Juli 2025. Perayaan tersebut diwarnai dengan upacara peringatan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, dan Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan. Upacara khidmat tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Katingan, menandai tonggak sejarah penting bagi daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Penyang Hinje Simpei ini.

    Kehadiran Gubernur dan Kapolda dalam upacara tersebut menandakan komitmen kuat pemerintah provinsi dan kepolisian dalam mendukung pembangunan dan keamanan di Kabupaten Katingan. Hal ini menunjukkan sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah. Kerja sama yang erat ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat Katingan.

    Irjen Pol Iwan Kurniawan, dalam sambutannya, menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan pemerintah daerah. Ia berharap kerja sama yang erat ini akan menghasilkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terjaga dengan baik di wilayah hukum Polres Katingan. Dengan demikian, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan.

    Gubernur H. Agustiar Sabran turut memberikan sambutan yang penuh semangat, mengucapkan selamat atas hari jadi Kabupaten Katingan. Ia menyampaikan harapannya agar Kabupaten Katingan terus berkembang dan maju, menciptakan peluang-peluang baru bagi masyarakatnya. Komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung pembangunan di Katingan diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang pro-rakyat.

    Upacara peringatan hari jadi ke-23 Kabupaten Katingan tidak hanya dihadiri oleh Gubernur dan Kapolda, tetapi juga oleh Wakil Gubernur Edy Pratowo, jajaran Forkopimda Provinsi Kalteng, Bupati Katingan, dan perangkat pemerintah daerah lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap pembangunan dan kemajuan Kabupaten Katingan.

    Selain upacara resmi, rangkaian perayaan hari jadi juga diisi dengan berbagai kegiatan lain yang melibatkan masyarakat. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga dan mempromosikan potensi daerah. Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam membangun Katingan.

    Dalam sambutannya, Bupati Katingan menyampaikan capaian-capaian pembangunan yang telah diraih selama setahun terakhir. Ia juga memaparkan rencana-rencana pembangunan untuk masa mendatang, berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Visi Katingan yang maju, mandiri, dan sejahtera menjadi pedoman dalam setiap langkah pembangunan.

    Kapolda Kalimantan Tengah, dalam pesan penutupnya, menyampaikan ucapan selamat dan harapannya agar Kabupaten Katingan semakin maju dan berdaya saing. Ia berharap sinergi yang baik antara Polri dan pemerintah daerah akan terus terjalin, menciptakan Kabupaten Katingan yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya.

    Perayaan hari jadi ke-23 Kabupaten Katingan menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan dan menatap masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, Kabupaten Katingan diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. Semoga Bumi Penyang Hinje Simpei semakin jaya dan berjaya di masa mendatang.

Wartapenasatu.com @2025