SOSIAL

  • Ekonomi,  hukum,  Internasional,  Kesehatan,  Nasional,  Politik,  SOSIAL

    Kedaulatan Kesehatan Indonesia: Tolak Dominasi WHO, Revisi IHR!

    Kedaulatan Kesehatan Indonesia: Tolak Dominasi WHO, Revisi IHR!

    Jakarta, wartapenasatu.com 19 Juli 2025 – Sebuah konferensi pers yang digelar hari ini di Hotel Accasia, Jakarta, menyuarakan penolakan keras terhadap amandemen International Health Regulations (IHR) terkait penanganan pandemi. Konferensi pers ini menghadirkan dua narasumber terkemuka, yaitu Dr. dr. Siti Fadillah Supari, SpJP(K), mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dan Komjen. Pol. (Purn) Dharma Pongrekun. Mereka menekankan pentingnya menjaga kedaulatan kesehatan Indonesia dan menolak dominasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam menentukan kebijakan kesehatan nasional.

    Ibu Siti Fadillah Supari dengan tegas menyatakan keprihatinannya terhadap potensi pengalihan kedaulatan kesehatan Indonesia kepada WHO jika Presiden menandatangani amandemen IHR tersebut. Beliau berpendapat bahwa penandatanganan tersebut akan membatasi kemampuan Indonesia dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia. Hal ini, menurut beliau, sangat berbahaya bagi masa depan kesehatan bangsa.

    “Jika IHR ini ditandatangani, maka kedaulatan kesehatan kita akan berada di tangan WHO,” tegas Ibu Siti. “Kita akan kehilangan kemampuan untuk menentukan sendiri kebijakan kesehatan kita, sesuai dengan konteks dan kebutuhan masyarakat Indonesia.”

    Sentimen yang sama diungkapkan oleh Komjen. Pol. (Purn) Dharma Pongrekun. Beliau menekankan pentingnya kajian mendalam dan komprehensif sebelum Indonesia menyetujui amandemen IHR tersebut. Kajian ini, menurut beliau, harus melibatkan berbagai pihak, termasuk masyarakat sipil, akademisi, dan ahli hukum. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa amandemen IHR tidak merugikan kepentingan nasional Indonesia.

    Konferensi pers ini menghasilkan tiga rekomendasi penting yang ditujukan kepada pemerintah. Pertama, pemerintah harus melakukan kajian menyeluruh terhadap amandemen IHR dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Kedua, pemerintah harus menolak segala bentuk pengalihan kedaulatan kesehatan kepada lembaga internasional. Ketiga, pemerintah harus memastikan bahwa implementasi IHR tidak mengurangi kemampuan negara dalam mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

    Rekomendasi ini didasarkan pada prinsip kedaulatan nasional dan hak Indonesia untuk menentukan sendiri kebijakan kesehatannya. Para narasumber menekankan bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia yang fundamental, dan negara berkewajiban untuk menjamin akses kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh rakyatnya.

    Konferensi pers ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk menyuarakan pendapat dan aspirasinya terkait isu kedaulatan kesehatan. Para peserta konferensi pers berharap pemerintah akan mendengarkan suara rakyat dan mempertimbangkan rekomendasi yang telah disampaikan.

    Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan partisipasi publik dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan kesehatan nasional. Pemerintah diharapkan untuk membuka ruang dialog yang lebih luas dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa kebijakan kesehatan yang diambil benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat Indonesia.

    Penolakan terhadap amandemen IHR ini bukan berarti Indonesia menolak kerja sama internasional dalam bidang kesehatan. Namun, kerja sama tersebut harus dilakukan dengan prinsip kesetaraan dan saling menghormati kedaulatan masing-masing negara. Indonesia harus tetap memiliki kendali penuh atas kebijakan kesehatan nasionalnya untuk memastikan kesehatan dan kesejahteraan rakyatnya terjamin.

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL

    SINERGI LUBKITA ,KLSN DAN KPPI LUNCURKAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN DI MAJALENGKA

    Jakarta wartapenasatu.com

    Kolaborasi Strategis untuk Ketahanan Pangan Nasional

    PT Lumbung Artha Kita (LUBKITA) yang dipimpin oleh Ibu Indriyani Wolf bersama suami, Koperasi Lumbung Sejahtera Nasional (KLSN), dan Yayasan Lumbung Sejahtera Kita (YLSK), resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Kongres Pejuang Perempuan Indonesia (KPPI) yang diketuai oleh Ibu Sinda Sutadisastra. Kolaborasi ini menandai komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan peran perempuan.

    Langkah nyata dari kerja sama ini ditunjukkan melalui pelaksanaan penanaman perdana seluas 5 hektar di Desa Majasuka, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada 17 Juli 2025. Acara ini menjadi tonggak penting bagi KLSN dalam mewujudkan visi besar pertanian terpadu dan berkelanjutan yang mampu menopang kebutuhan pangan nasional.

    Dalam sambutannya, Ibu Indriyani Wolf menegaskan bahwa isu ketahanan pangan tidak dapat diatasi secara individu. Dibutuhkan sinergi antara masyarakat, koperasi, organisasi perempuan, dan pemerintah. Ia menekankan pentingnya membentuk tim yang solid serta merangkul dukungan dari semua pihak agar program ini berjalan sukses dan memberikan dampak jangka panjang bagi rakyat.

    Kehadiran berbagai tokoh penting dalam penanaman perdana ini, seperti Kepala Dinas Pertanian, Kapolsek, dan Danramil setempat, menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor sangat mungkin diwujudkan. Keterlibatan mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program-program strategis yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

    Ibu Sinda Sutadisastra, Ketua Umum KPPI, menyambut baik inisiatif ini dengan penuh semangat. Ia menilai bahwa gerakan pertanian ini sejalan dengan misi KPPI dalam meningkatkan peran perempuan sebagai pelaku utama pembangunan. Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar dalam menjaga stabilitas pangan dan ekonomi keluarga jika diberdayakan secara tepat.

    Lebih lanjut, Ibu Sinda berharap agar KLSN di bawah kepemimpinan Indriyani Wolf dan suami dapat terus menjalankan program ini secara berkelanjutan. Ia menilai bahwa kesinambungan sangat penting untuk membangun kemandirian pangan serta menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. KPPI siap menjadi mitra strategis dalam penguatan jaringan perempuan tani di seluruh Indonesia.

    Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta, koperasi, dan organisasi perempuan dapat bersatu untuk menjawab tantangan bangsa. Melalui gerakan penanaman ini, diharapkan semangat gotong royong dapat kembali menjadi budaya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan keadilan sosial.

    Dengan penanam perdana ini menjadi salah satu bukti gebrakan baru untuk menuju Indonesia Emas melalui pertahanan pangan melalui perempuan – perempuan hebat

    “Nok Srie” Melaporkan

     

  • Daerah,  hukum,  Opini,  SOSIAL

    USTADZ DAN ASN DI DUGA NIKAHKAN ISTRI ORANG TANPA SURAT CERAI KASUS BELUM TUNTAS

    Warga Tubaba Laporkan Ustaz dan ASN Diduga Nikahkan Istri Orang Tanpa Surat Cerai

    Tulang Bawang Barat, 16 Juli 2025 – MTV..Kasus dugaan pernikahan ilegal kembali mencuat di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung. Seorang warga melaporkan Ustaz Sunaryo dan ibunya, Sukartik yang diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Kota Gajah karena menikahkan seorang perempuan yang masih berstatus istri sah dari pria lain, tanpa adanya surat cerai atau putusan pengadilan.

    Laporan tersebut telah dilayangkan ke Polres Gunung Sugih sejak 20 Mei 2024. Namun hingga lebih dari satu tahun berlalu, pelapor mengaku belum mendapatkan kepastian hukum dari pihak kepolisian.

    “Kami kecewa karena sudah beberapa kali mendatangi Polres, tapi belum ada tindakan apa pun. Mereka hanya menyebut masih dalam proses pencarian bukti, padahal semua keterangan saksi dan dokumen sudah kami serahkan,” ujar pelapor yang meminta identitasnya dirahasiakan, Rabu (16/7).

    Masyarakat Tiyuh Waysido, tempat peristiwa ini diketahui terjadi, juga mulai angkat suara. Salah satu warga, RBN, menyampaikan keprihatinannya atas lambannya proses hukum dalam perkara tersebut.

    “Sudah hampir dua tahun kasus ini bergulir, tapi belum satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka. Kami mendesak Kapolres Gunung Sugih untuk bertindak cepat dan transparan, agar korban mendapat keadilan,” tegasnya.

    Pernikahan Ilegal Bisa Dipidana
    Secara hukum, menikahkan seseorang yang masih terikat pernikahan sah tanpa bukti perceraian melanggar ketentuan Pasal 279 KUHP tentang pernikahan yang bertentangan dengan hukum. Selain itu, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menegaskan bahwa pembuktian status cerai dari pengadilan adalah syarat mutlak sebelum seseorang bisa menikah kembali.

    Jika terbukti bersalah, pihak yang menikahkan dalam hal ini Ustaz Sunaryo dan Sukartik dapat dijerat pidana karena dianggap turut serta dalam perbuatan melawan hukum.

    Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Gunung Sugih belum memberikan keterangan resmi. Prokontra.News akan terus memantau perkembangan kasus ini dan menyampaikan informasi terbaru dari aparat penegak hukum.(Nanang Ali )

  • Daerah,  hukum,  Nasional,  SOSIAL

    Patuh Maung 2025: Tilang Melonjak Drastis!


    Tangerang-Wartapenasatu.com-Operasi Patuh Maung 2025 di Polresta Tangerang dimulai dengan angka tilang manual yang mengejutkan. Hari pertama, 29 pelanggar ditilang, namun angka tersebut melesat tajam di hari kedua. Peningkatan signifikan ini menimbulkan pertanyaan: apa penyebab lonjakan tersebut?

    Lebih dari 60 pelanggar terjaring razia di hari kedua, dengan berbagai pelanggaran yang ditemukan. Tidak hanya pengendara motor yang menjadi sasaran, namun juga pengendara mobil. Dominasi pelanggaran helm SNI dan melawan arus lalu lintas menjadi sorotan utama.

    Selain tilang manual, ETLE statis juga mencatat sejumlah pelanggaran. Totalnya, puluhan pelanggaran terungkap dalam dua hari operasi. Pertanyaan yang muncul: apakah operasi ini berhasil meningkatkan kesadaran berlalu lintas?

    Operasi Patuh Maung masih berlangsung hingga 27 Juli. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih tertib dan mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama. Apakah imbauan ini akan diindahkan? Kita tunggu saja hasilnya. (wps_jhuno) 

  • Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Nasional,  Politik,  SOSIAL

    Penyegaran Birokrasi: 15 Pejabat Eselon II Kabupaten Tangerang Dilantik

    Tangerang-Wartapenasatu.com-Bupati Tangerang, Drs. H. Moch Maesyal Rasyid, melantik 15 pejabat Eselon II pada Selasa (15/7) di Ruang Rapat Wareng. Pelantikan ini disaksikan Wakil Bupati Hj. Intan Nurul Hikmah dan para pejabat daerah lainnya. Serah terima jabatan (Sertijab) ini merupakan bagian dari upaya penyegaran birokrasi dan peningkatan kinerja pemerintahan.

    Bupati Maesyal menekankan pentingnya integritas, loyalitas, dan komitmen para pejabat dalam menjalankan tugas publik. Ia berharap rotasi ini akan mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Tangerang. Para pejabat baru diminta untuk segera beradaptasi dan bekerja secara profesional, melayani masyarakat dengan semangat tinggi.

    “Ini bukan sekadar pergantian, tetapi langkah strategis untuk optimalisasi kinerja,” tegas Bupati Maesyal. Ia menekankan pentingnya menjaga ritme kerja dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

    Wakil Bupati Intan Nurul Hikmah menambahkan pentingnya sinergi antar perangkat daerah agar program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran. Ia berharap para pejabat baru mampu menjawab tantangan pembangunan dengan inovasi, transparansi, dan efisiensi.

    Pelantikan ini diharapkan membawa angin segar bagi pemerintahan Kabupaten Tangerang, meningkatkan kinerja, dan mempercepat pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat.(wps_A.R/Jhuno) 

  • AGAMA,  Artikel,  Pendidikan,  SOSIAL

    Ibadah GKDI Bekasi: Ketika Hati Menyatu dalam Pelayanan dan Iman

    Ibadah GKDI Bekasi: Ketika Hati Menyatu dalam Pelayanan dan Iman

    Jakarta.wartapenasatu.com

    Minggu, 13 Juli 2025, menjadi hari yang istimewa bagi Gereja Kristus di Indonesia (GKDI) Bekasi. Di Mega Office Park (MOP), sebuah ibadah yang hikmat dan penuh semangat menyatukan hati jemaat dalam pelayanan dan iman. Sejak pagi pukul 6: 30 para pelayan telah hadir, mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, dari urusan teknis hingga kebutuhan rohani, demi kelancaran ibadah yang akan di mulai tepat jam 8:00


    Sebelum ibadah , Seluruh pelayan berkumpul dalam doa pagi, memohon berkat dan penyertaan Tuhan. Siraman rohani singkat dari pemimpin pelayanan menjadi bekal berharga, menyelaraskan hati dan memfokuskan diri pada pelayanan yang tulus. Dengan hati yang tertuju pada Tuhan, mereka memulai tugas masing-masing, melayani dengan sukacita dan kerendahan hati. Di pintu masuk, para usher menyambut setiap jemaat dengan senyum hangat, menciptakan suasana yang ramah dan penuh kasih.

    dibuka dengan doa dan pujian penyembahan yang membangkitkan semangat. Hati setiap jemaat terangkat, merasakan kehadiran Tuhan yang memenuhi ruangan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pendeta Enrico Sitompul menjadi pusat perhatian. Dengan tema “Nabi yang Tertukar”, yang diambil dari Yehezkiel 2:3-7, Pendeta Enrico mengajak jemaat untuk merenungkan panggilan Tuhan dalam hidup mereka.

    Dalam khotbahnya, Pendeta Enrico menekankan pentingnya menginjil sebagai wujud nyata dari perubahan hidup yang diubahkan oleh Firman Tuhan. Ia mengajak setiap jemaat untuk menjadi penjaga iman, memiliki hati yang baru dalam menjalankan tugas penginjilan. Pesan ini diterima dengan penuh antusias oleh jemaat, yang merasakan dorongan kuat untuk hidup lebih berdampak dan semakin dekat dengan Tuhan.

    Kehadiran komunitas Wanita Allah dari pusat, yang dipimpin oleh Tante Riri, menambah keistimewaan ibadah kali ini. Kesaksian Tante Riri, seorang wanita yang telah berumur namun tetap setia dan semangat dalam melayani Tuhan, menyentuh hati banyak orang. Oma Beril, dengan suara merdunya, mempersembahkan lagu pujian “Seperti Wanita Menurapi-Mu”, menggambarkan kerinduan untuk terus dipakai oleh Tuhan.

    Usai ibadah, suasana kehangatan dan kasih memenuhi ruangan. Jemaat saling bersalaman, berfellowship, dan berbagi pengalaman rohani. Mereka membentuk kelompok-kelompok kecil, saling mendoakan, menguatkan, dan mendiskusikan bagaimana menerapkan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa jemaat bahkan menikmati waktu makan bersama, mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan.

    Momen yang paling berkesan adalah ketika jemaat berbagi iman dan pengalaman hidup kepada jemaat baru. Ini menjadi wadah yang memperkaya kehidupan rohani, memperkuat relasi antarsesama, dan menunjukkan nilai-nilai kehidupan dalam Kristus. Ibadah ini bukan hanya tentang mendengarkan Firman, tetapi juga tentang membangun komunitas rohani yang saling melayani dan menghidupi kasih Tuhan. Semangat melayani dan kesatuan iman benar-benar mewarnai ibadah GKDI Bekasi pada hari itu, meninggalkan kesan mendalam di hati setiap jemaat.

  • Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Nasional,  Opini,  SOSIAL

    I BERKOLABORASI UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN

    Jakarta wartapenasatu.com

    LUBKITA (PT LUMBUNG ARTHA KITA) Di Pimpin oleh Indriyani Wolf berserta suami berserta KLSN (Koperasi Lumbung Sejahtera Nasional ,YLSK (Yayasan Lumbung Sejahtera Kita)

    Ibu Indriyani Wolf pun mendirikan yayasan HAWA (Harmoni Jiwa S uara Perempuan) Saat ini Ibu Indriyani Wolf Berkolaborasi dengan Ibu Sinda sutadisastra Ketua Umum Kongres Pejuang perempuan Indonesia (KPPI) yang Ingin menciptakan Peluang Ekonomi Untuk Perempuan agar bisa mensejahterakan keluarganya saat ini pada waktu deket

    Penanaman pertama 5 hektar di majalengka tgl 17 juli 2025 hasil nyata (KLSN) Koperasi Lumbung Sejahtera Nasional Untuk Keamanan Pangan saya tidak mungkin bekerja sendiri saya butuh kelompok agar program pemerintah berjalan baik menuju Indonesia Emas dan saya tidak untuk bergandeng tangan bersama Kongres Pejuang Perempuan Indonesia (KPPI) yang dimana menjembatani 60 Organisasi dan Perusahaan Mandiri yang di pimpin Perempuan – Perempuan Hebat ini lah sosok kartini di era digitalisasi kita yang berada di naungan Kongres Pejuang Perempuan Indonesia (KPPI) optimis akan bisa mewujudkan pemerdayaan perempuan dalam peningkatan perekonomian

    Deklarasi kerja sama ini Di ikuti 60 Organisasi Perempuan- Perempuan Hebat pada tgl 10 July 2025 Berlokasi Cascade kofy Kwitang Senen Jakarta pusat

    “Nok Srie”Melaporkan 

  • SOSIAL

    9 Perilaku Orang Toxic yang Harus Anda Hindari, Menurut Psikologi

    Wartapenasatu.com Orang-orang dengan aura negatif sering kali memiliki kepribadian toxic yang dapat menguras energi Anda.

    Mengidentifikasi perilaku toxic tersebut sangat penting untuk menjaga kesehatan mental dan emosional Anda.

    Menurut psikologi, ada 9 perilaku orang toxic yang harus Anda hindari, seperti dilansir geediting.

    1.Mereka selalu benar

    Hidup atau berinteraksi dengan seseorang yang selalu benar bisa sangat melelahkan.

    Orang-orang toxic cenderung percaya bahwa mereka selalu benar dan orang lain salah.

    Mereka sulit menerima pendapat yang berbeda dan berjuang keras membuktikan pendapat meskipun itu berarti menyakiti perasaan orang lain.

    2. Mereka terus-menerus berperan sebagai korban

    Pernahkah Anda memiliki teman atau kolega yang tampaknya selalu menjadi pihak yang menerima musibah dalam hidup?

    Mereka terus-menerus mengeluh tentang betapa tidak adilnya hidup dan tidak pernah bertanggung jawab atas tindakan sendiri. Sikap terus-menerus menyalahkan diri sendiri bisa menjadi tanda bahaya besar dari kepribadian toxic.

    3. Mereka selalu bersikap negatif

    Sikap negatif dapat menular dan mereka yang memiliki kepribadian toxic selalu melihat gelas sebagai setengah kosong, bukan setengah penuh.

    Mereka berfokus pada keburukan ketimbang kebaikan, selalu menemukan masalah dalam setiap solusi, serta pembicaraan dipenuhi keluhan dan pesimisme.

    4. Mereka terlalu kritis

    Kritik yang membangun sangat penting untuk pertumbuhan dan peningkatan pribadi.

    Namun, ada batasan tipis antara kritik yang membangun dan kenegatifan belaka.

    Individu dengan kepribadian toxic sering melewati batas ini. Mereka jarang mengatakan hal positif dan komentarnya bersifat merusak daripada membangun.

    5. Mereka manipulatif

    Manipulasi adalah sifat umum di antara mereka yang memiliki kepribadian toxic.

    Mereka memiliki bakat untuk memutarbalikkan situasi, percakapan, dan orang-orang agar menguntungkan diri sendiri.

    6. Mereka kurang empati

    Empati adalah kemampuan untuk memahami dan berbagi perasaan orang lain. Namun, mereka yang toxic kesulitan menunjukkan kepedulian tulus terhadap perasaan individu lain. Mereka meremehkan emosi seseorang dan mempunyai level empati yang rendah.

    7. Mereka tidak bisa diandalkan

    Keandalan merupakan aspek krusial dari hubungan apa pun, baik pribadi maupun profesional.

    Individu yang toxic sering kali menunjukkan pola tidak dapat diandalkan, di mana gagal menepati janji atau komitmen mereka.

    8. Mereka terlalu mengontrol

    Orang dengan kepribadian toxic memiliki kebutuhan kuat untuk mengendalikan.

    Mereka mungkin mencoba mendikte perilaku, keputusan, atau bahkan hidup seseorang.

    Kontrol yang berlebihan bukan hanya soal menjadi bossy atau posesif, namun bentuk manipulasi dan tanda kepribadian beracun.

    9. Mereka menolak untuk berubah

    Salah satu ciri paling jelas dari kepribadian toxic adalah keengganan untuk berubah.

    Meskipun tindakannya berdampak negatif terhadap orang lain, mereka tidak berusaha mengubah perilaku.

    Penolakan keras kepala untuk berubah dapat merugikan diri sendiri dan orang-orang di sekitar mereka.

  • Ekonomi,  Nasional,  Opini,  Politik,  SOSIAL

    Tanam Jagung Serentak: Cisoka Dukung Swasembada Pangan Nasional

    Tangerang-wartapenasatu.com-Kapolsek Cisoka IPTU Anggio Pratama, S.Tr.K., M.Si. bersama jajaran Forkopimcam Cisoka, Jayanti Dan Solear Juga Para Kepala Desa menggelar kegiatan penanaman jagung serentak Kwartal III di lahan seluas 20.000 M2/2H. Pada Rabu (9/7).

    Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.

    Kegiatan penanaman jagung ini juga dirangkaikan dengan zoom meeting penanaman jagung serentak kwartal III serta penanaman jagung di lahan perhutanan sosial oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Kehutanan dan Menteri Pertanian yang dipusatkan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Secara nasional, kegiatan ini dilaksanakan serentak oleh seluruh jajaran Kepolisian dan instansi terkait.

    Dalam sambutannya, Kapolsek Cisoka IPTU Anggio Pratama, S.Tr.K., M.Si.  , menyampaikan bahwa penanaman jagung serentak ini merupakan bentuk kontribusi Polri, khususnya Polsek Cisoka Polresta Tangerang, dalam mendukung upaya ketahanan pangan nasional.

    “Program ini adalah bagian dari sinergitas antara Polri dan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas pangan dan kemandirian bangsa di bidang pertanian,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa sektor pangan tidak hanya menjadi urusan ekonomi, namun juga bagian penting dari sistem keamanan nasional.

    “Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan negara. Maka dari itu, kami siap mendukung dan mengawal penuh setiap program pertanian yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” lanjut nya

    Kegiatan penanaman ini turut melibatkan berbagai elemen, seperti personel TNI-Polri, perangkat kelurahan, kelompok tani, dan masyarakat sekitar. Lahan yang ditanami jagung ini diharapkan menjadi lahan produktif yang mampu berkontribusi terhadap ketersediaan pangan lokal maupun nasional.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan Kabupaten Tangerang turut ambil bagian dalam menyukseskan visi besar nasional mewujudkan swasembada pangan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh dan mandiri di sektor pertanian.”tandas nya. (Wps_syella) 

  • Artikel,  Daerah,  hukum,  Kriminal,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL

    Langkah Nyata Perdamaian di Papua

    Langkah Nyata Perdamaian di Papuahttp://Langkah Nyata Perdamaian di Papua

    Papua wartapenasatu.com

    Empat mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap III Sinak telah mengambil langkah berani menuju perdamaian. Pada Rabu (9/7/2025), di halaman Kantor Koramil 1717-02/Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Yopi Tabuni, Erenus Tabuni, Kilistus Murib, dan Endan Tabuni, secara resmi menyatakan kesetiaan mereka kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momen bersejarah ini menandai sebuah babak baru dalam upaya membangun perdamaian di Tanah Papua.

    Ikrar kesetiaan tersebut dibacakan dan ditandatangani di hadapan para pejabat TNI dan masyarakat setempat. Aksi simbolis penghormatan terhadap Bendera Merah Putih semakin mengukuhkan komitmen mereka untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Keempat mantan anggota OPM tersebut kini siap berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan Papua.

    Keberhasilan ini merupakan buah dari pendekatan humanis yang selama ini diterapkan oleh TNI. Bukan hanya menjalankan tugas pertahanan, TNI juga aktif membangun hubungan baik dan kepercayaan dengan masyarakat Papua. Strategi ini terbukti efektif dalam merangkul mereka yang terjerat dalam konflik dan ingin kembali ke jalan yang benar. Pendekatan yang mengedepankan dialog, empati, dan pemahaman budaya lokal menjadi kunci keberhasilan ini.

    Kapuspen TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan komitmen TNI dalam proses rekonsiliasi. TNI, menurutnya, selalu menjunjung tinggi prinsip legalitas, kehati-hatian, dan perlindungan warga sipil. Pintu rekonsiliasi selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali ke NKRI. Hal ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada upaya membangun perdamaian yang berkelanjutan.

    Keputusan keempat mantan anggota OPM ini menjadi contoh nyata bagi yang lain. Mereka telah memilih jalan damai dan bersedia berkontribusi untuk membangun masa depan Papua yang lebih baik. TNI pun menyambut mereka dengan tangan terbuka dan siap mendukung penuh proses reintegrasi mereka ke dalam masyarakat. Dukungan ini meliputi pelatihan vokasi, pembinaan mental, dan bantuan sosial ekonomi agar mereka dapat hidup normal kembali.

    Langkah ini menunjukkan bahwa perdamaian di Papua dapat dicapai melalui pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perdamaian. Program-program pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat juga menjadi kunci untuk mencegah terjadinya konflik di masa depan.

    Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pendekatan keamanan semata tidak cukup untuk menyelesaikan konflik di Papua. Dibutuhkan pendekatan yang lebih holistik yang mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Dengan demikian, pembangunan di Papua tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

    Keempat mantan anggota OPM ini kini telah menjadi bagian dari solusi, bukan lagi bagian dari masalah. Mereka menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda Papua untuk memilih jalan damai dan membangun masa depan yang lebih cerah. Kisah mereka menjadi bukti bahwa perdamaian adalah proses yang berkelanjutan dan membutuhkan komitmen dari semua pihak.

    Melalui peristiwa ini, harapan untuk perdamaian di Papua semakin besar. Komitmen TNI yang nyata dan pendekatan humanis yang diterapkan menjadi contoh bagi upaya perdamaian di berbagai wilayah konflik lainnya. Semoga langkah nyata ini dapat menginspirasi dan mendorong terciptanya perdamaian yang lestari di Tanah Papua., by: Eny. K

Wartapenasatu.com @2025