hukum,  Keamanan,  Kepolisian,  Pertahanan,  SOSIAL

“War on Drugs for Humanity, Operasi Gabungan Jadi Pilar Bela Negara Melawan Kejahatan Narkotika.”

Bagikan

“War on Drugs for Humanity, Operasi Gabungan Jadi Pilar Bela Negara Melawan Kejahatan Narkotika.”

Badan Narkotika Nasional (BNN) telah sukses memimpin Operasi Bersama Pemberantasan dan Pemulihan Kampung Narkoba secara serentak di 53 titik rawan pada 34 provinsi di seluruh Indonesia, berlangsung dari 5 hingga 7 November 2025. Operasi ini merupakan sinergi multi-lembaga yang melibatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Pemerintah Daerah, menandai respons kolektif negara terhadap ancaman narkoba.

Bela Negara sebagai Penjagaan Ketahanan Nasional, Keterlibatan aktif TNI, Polri, dan Pemda dalam operasi ini adalah wujud nyata dari Bela Negara. Narkotika tidak hanya merusak individu, tetapi juga menggerogoti ketahanan sosial, ekonomi, dan keamanan nasional. Dengan memberantas peredaran gelap narkoba, negara secara fundamental sedang mempertahankan integritas dan masa depan bangsa dari ancaman non-militer yang bersifat masif dan merusak.

Hasil Penindakan Hukum dan Penyelamatan Jiwa, Dari aspek penindakan, operasi ini berhasil mengamankan 1.259 orang. Petugas menyita barang bukti signifikan, termasuk 126.325 gram sabu dan 12.726 gram ganja. Secara ekonomi, barang bukti ini bernilai sekitar Rp 190,3 miliar. Yang paling krusial, keberhasilan penyitaan ini setara dengan menyelamatkan 519.556 jiwa warga negara Indonesia dari potensi penyalahgunaan narkoba.

Penyitaan barang bukti non-narkotika, seperti senjata api dan CCTV yang digunakan untuk memantau petugas, menunjukkan bahwa jaringan narkoba adalah ancaman kriminal yang terorganisir dan berpotensi melawan aparat negara. Penindakan terpadu oleh personel gabungan, seperti yang dilakukan di Kampung Bahari dan Kampung Ambon, merupakan tindakan heroik dalam menjaga ketertiban umum dan keamanan masyarakat, selaras dengan sumpah prajurit dan Bhayangkara.

Aspek Pemulihan sebagai Investasi Bela Negara, Prinsip “War on Drugs for Humanity” yang diusung oleh BNN menekankan bahwa bela negara tidak hanya melalui penangkapan, tetapi juga melalui rehabilitasi. Dari mereka yang diamankan, 369 orang menjalani rehabilitasi. Ini adalah upaya negara untuk memulihkan aset bangsa, memastikan penyalah guna kembali produktif, dan memutus mata rantai kecanduan.

Penguatan Ketahanan Komunitas, Langkah lanjutan pasca-penindakan berupa pendataan, sosialisasi, edukasi, dan pemberdayaan sosial ekonomi di wilayah terdampak merupakan strategi bela negara jangka panjang. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan sosial masyarakat di tingkat akar rumput (komunitas) agar mereka memiliki kesadaran dan kemampuan mandiri untuk menolak dan mencegah peredaran narkoba.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini adalah hasil kebersamaan, soliditas, dan sinergitas. Operasi ini hanyalah awal dari upaya berkelanjutan. BNN mengimbau seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan melaporkan indikasi penyalahgunaan narkoba, serta memanfaatkan layanan rehabilitasi gratis. ( Eny K.)


Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wartapenasatu.com @2025