MAKI Jatim Merajut Tajalli Ramadhan di Bumi Delta Sidoarjo: Saatnya Nandur Becik Sedekah Menjadi Jalan Makrifat Menuju-Nya
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 1 Maret 2026 – Ramadhan kembali menyapa bumi dengan wajahnya yang teduh. Ia bukan sekadar rentang hari yang dihitung oleh kalender, melainkan musim turunnya rahmat dan terbukanya pintu-pintu kesadaran. Pada hari kesebelas bulan suci 1447 Hijriah, di kota delta yang tenang Sidoarjo denyut kehidupan terasa lebih hening, seolah semesta ikut bersyahadat dalam tasbih yang tak terdengar.
Di depan Alun-Alun Kabupaten Sidoarjo, tepat di hadapan Monumen Jayandaru, seribu paket ta’jil dibagikan oleh relawan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur. 250 Nasi goreng merah lengkap dengan bakso, sosis, irisan telur dan kerupuk; 250 kurma sebagai sunnah yang menghidupkan jejak Nabi; 250 sirup melon berisi blewah yang menyegarkan dahaga; serta 250 jajanan sederhana dalam plastik semuanya berpindah tangan dengan senyum yang bersahaja.
Namun Ramadhan tidak pernah berhenti pada yang kasatmata. Ia adalah jalan batin. Ia adalah mi’raj jiwa menuju kesadaran terdalam bahwa manusia hanyalah hamba, dan segala yang digenggamnya hanyalah titipan sementara.

Dalam pandangan makrifat, memberi bukanlah tentang tangan yang lebih tinggi dari tangan yang menerima. Memberi adalah pengakuan sunyi bahwa tiada kepemilikan sejati selain milik Allah SWT. Setiap paket yang berpindah tangan adalah saksi bahwa rezeki hanyalah amanah; bahwa yang memberi dan yang diberi sesungguhnya sama-sama fakir di hadapan-Nya.
Puasa melatih sabar. Sedekah melatih fana.
Sabar menundukkan nafsu. Fana menundukkan ego.Ketika keduanya bertemu, lahirlah kesadaran bahwa hidup bukan tentang memperbanyak kepemilikan, tetapi memperdalam penghambaan.
Lapar yang ditahan sepanjang hari melembutkan hati agar peka terhadap derita sesama. Dahaga yang dijaga menjadi cermin bahwa manusia tak pernah benar-benar berdaya tanpa pertolongan-Nya.
Ketua MAKI Korwil Jawa Timur, Heru Satriyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah wujud syukur atas nikmat Allah SWT. Namun syukur dalam makna terdalam bukan sekadar ucapan hamdalah di bibir, melainkan kesediaan hati untuk menjadi perantara rahmat Ilahi.
Dalam kesadaran itulah MAKI memaknai Ramadhan sebagai cermin agung bagi jiwa. Korupsi, dalam perspektif ruhani, bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan penyakit hati yang lahir dari lupa kepada Allah. Ketika muraqabah rasa diawasi oleh-Nya hidup dalam dada, maka integritas bukan lagi kewajiban yang dipaksakan, melainkan buah alami dari ketakwaan.
Menjelang adzan Maghrib, langit Sidoarjo berpendar jingga. Angin petang berembus lembut, membawa doa-doa yang meluncur dari bibir orang-orang yang berpuasa. Wajah-wajah penerima ta’jil memancarkan syukur yang bening. Mungkin yang diterima hanyalah makanan pembuka, tetapi yang dirasakan adalah pengakuan kemanusiaan bahwa mereka dilihat, dihargai, dan dicintai sebagai makhluk Allah yang mulia.
Ramadhan pada akhirnya adalah perjalanan pulang. Pulang dari kesombongan menuju kerendahan. Pulang dari kelalaian menuju kesadaran. Pulang dari dunia menuju Tuhan.
Dan di antara langkah-langkah senja yang mengiringi beduk Maghrib, terpatri pesan yang agung:
bahwa kemuliaan manusia bukan pada apa yang ia kumpulkan,
melainkan pada apa yang ia ikhlaskan.Sebab segala yang berasal dari-Nya akan kembali kepada-Nya,
dan hanya hati yang bersihlah yang sampai dengan selamat di hadapan-Nya. (Bgn)***Gubernur dan Kapolda Jatim Resmikan Sarana Prasarana SMAN 2 Taruna Bhayangkara di Banyuwangi
WARTAPENASATUJATIM | BANYUWANGI – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si besama Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Situbondo dan Banyuwangi, Sabtu (28/2/26).
Kunker tersebut dalam rangka peresmian sarana dan prasarana di SMAN 2 Taruna Bhayangkara Jawa Timur.
Fasilitas yang diresmikan meliputi Aula Cakra Buana, Brakasena Gym, Griya Belajar Taruna, rumah ibadah, ruang olahraga tenis meja, barbershop putra dan putri, hingga studio musik.
Selain itu kunjungan kerja Gubernur dan Kapolda Jatim ini sekaligus dalam rangka peresmian rehabilitasi SMA, SMK, dan SLB Negeri maupun Swasta di wilayah Situbondo.
Hal itu sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang bersinergi dengan Polda Jawa Timur dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa SMA Taruna Bhayangkara berada dalam komando Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dengan pembinaan langsung dari Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).
Gubenur Khofifah menyebut perhatian besar dari jajaran Kepolisian menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pendidikan berbasis ketarunaan yang kuat dan terintegrasi.
Khofifah menegaskan SMA Taruna Bhayangkara ini dalam Komando Polri dan tentu di Jawa Timur ini adalah dibawah komando Kapolda Jawa Timur.
“Pak Kapolda Jatim telah memberikan atensi yang luar biasa dan kita ini ingin menggodok, menyiapkan ‘Generasi Emas’ terutama untuk menyambut Indonesia Emas karena mereka adalah juru bicara kebangsaan, juru bicara ke – Indonesiaan, juru bicara Kenusantaraan,” ujar Khofifah.
Ia menekankan bahwa capaian akademik tidak boleh berdiri sendiri. Di SMA Taruna Bhayangkara, akademik harus menyatu dengan pembentukan karakter.
Disiplin, integritas, dan semangat kebangsaan ditanamkan melalui pola asuh yang sebagian besar dibimbing oleh unsur Polri dalam hal ini Polda Jatim.
“Kita berharap dengan bimbingan dan pengawasan oleh Polda Jawa Timur, napas kedisiplinan dan integritas kebangsaan bisa ditanamkan sekuat mungkin di SMA Taruna Bhayangkara ini,”pungkas Khofifah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Banyuwangi Hj. Ipuk Fiestiandani, S.Pd., M.KP dan Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H.
Hadir pula jajaran Forkopimda, Kepala OPD Provinsi Jawa Timur, serta para kepala sekolah penerima program pembangunan dan rehabilitasi. (Bgn)***
Kapolda Jatim dan Gubernur Panen Jagung di Green Farm Banyuwangi Penuhi Target Swasembada Pangan
WARTAPENASATUJATIM | BANYUWANGI – Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.SI, bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melaksanakan panen raya Jagung di kawasan Pusat Pelatihan Pertanian Taruna Bumi, Green Farm Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (28/2/2026).
Lahan jagung di bawah pengelolaan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu masuk dalam rencana tata tanam jagung Polda Jawa timur kuartal empat tahun 2025.
Kapolda Jatim Irjen Nanang Avianto mengatakan, Varietas jagung Jendral di lahan seluas 50 hektar tersebut sebagai pemenuhan target swasembada pangan Nasional Jatim.
Kapolda Jatim juga menyatakan, hasil panen Pelatihan Pertanian Taruna ini sebagai bentuk komitmen Polda Jatim dalam mewujudkan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan.
“Polri diberi tanggung jawab oleh Bapak Presiden untuk komoditas jagung, jadi kita terus melakukan upaya peningkatan baik kuantitas maupun kualitas dan menjaga target swasembada pangan Nasional,” ujar Irjen Pol Nanang.
Ia menambahkan, Polda Jawa Timur juga telah menyiapkan gudang di Desa Pacing Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto.
Gudang yang dibangun di atas lahan 10.500 meter persegi milik SPN Polda Jatim itu untuk menampung jagung hasil panen para petani yang diserap Bulog.
“Kami sudah menyiapkan gudang di Mojokerto yang digunakan untuk menampung khusus jagung dengan kapasitas 4.000 ton,” kata Irjen Nanang.
Selain itu lanjut Irjen Nanang, Polda Jatim saat ini tengah menyiapkan teknologi dan area pengeringan untuk jagung guna menjaga kualitas jagung Jatim yang menjadi penyokong 30% kebutuhan jagung Nasional.
Tak hanya itu, Polda Jatim juga akan menyiapkan pemasaran guna meningkatkan kesejahteraan petani.
“Saat ini kami sedang menyiapkan pengeringan sehingga bisa menjaga kualitas dari jagung itu. Dan ini nanti akan kita bantu pemasaran paling tidak nanti bisa memberikan kesejahteraan bagi petani,” pungkas Irjen Nanang. (Bagas)***
Kolaborasi ABPEDNAS-Kejaksaan Perkuat Pengawasan Desa Berbasis Zero Corruption di Jawa Timur
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Aula Graha Samudra Bumi Moro menjadi panggung konsolidasi besar penguatan tata kelola desa pada Selasa, 24 Februari 2026. Pengukuhan pengurus DPD ABPEDNAS Jawa Timur dirangkai dengan sosialisasi program Jaga Desa yang menegaskan arah baru pengawasan berbasis kolaborasi dan pencegahan.
Sejumlah pimpinan nasional hadir memberikan dukungan strategis terhadap agenda tersebut. Jamintel Kejaksaan Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP ABPEDNAS, Prof. Dr. Reda Manthovani, berdampingan dengan Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. Indra Utama, Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Agus Sahat ST, S.H., M.H., bersama jajaran pejabat intelijen dan Kepala Kejaksaan Negeri se-Jawa Timur.

Prof. Dr. Reda Manthovani menegaskan bahwa program Jaga Desa merupakan strategi negara dalam memastikan tata kelola desa berjalan tertib, transparan, dan akuntabel. Kejaksaan mengedepankan pendekatan preventif melalui fungsi intelijen, dengan memperkuat manajemen pemerintahan desa serta membangun sistem pengawasan yang terstruktur.
Pendekatan tersebut menempatkan jaksa sebagai mitra strategis bagi BPD, bukan sekadar aparat penindakan. Melalui edukasi hukum dan pendampingan sejak tahap perencanaan anggaran, potensi penyimpangan dapat ditekan dan pembangunan desa dapat bergerak di jalur zero corruption.

Ketua Umum DPP ABPEDNAS Ir. Indra Utama menyatakan bahwa pengukuhan pengurus daerah menjadi momentum konsolidasi organisasi dalam memperkuat pengawasan partisipatif. Organisasi mendorong BPD agar mengawal pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dengan memastikan dana desa memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.
Ia menekankan pentingnya profesionalisme BPD dalam mengawal setiap proses perencanaan dan pelaksanaan program desa. Transparansi anggaran dan akuntabilitas kinerja menjadi prasyarat mutlak untuk membangun kepercayaan publik sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis desa.

Sekretaris Jenderal Adhitya Yusma Perdana menambahkan bahwa visi preventif Jamintel selaras dengan misi organisasi dalam menghadirkan kepastian hukum bagi legislator desa. Program Jaga Desa memberi rasa aman bagi BPD untuk bertindak tegas dan objektif selama seluruh langkah berada dalam koridor regulasi.
Dorongan tersebut membuka ruang keberanian baru bagi BPD untuk bersikap kritis dan konstruktif terhadap kebijakan pemerintahan desa. Pengawasan yang tajam dan berbasis aturan akan memperkuat kualitas pembangunan serta mendorong kemajuan wilayah secara berkelanjutan.
Pengurus DPD ABPEDNAS Jawa Timur yang baru dilantik menyatakan komitmen untuk segera mengimplementasikan program Jaga Desa di seluruh kabupaten dan kota. Kolaborasi antara Kejaksaan dan BPD menghadirkan standar baru pengawalan pembangunan di tingkat desa dengan fondasi hukum yang semakin kokoh.

Sinergi strategis yang terbangun di Surabaya mempertegas arah transformasi desa menuju kemandirian dan integritas. Pengawasan profesional dan berbasis pencegahan menjadi kunci menghadirkan masa depan nusantara yang bersih, produktif, dan berwibawa.***
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)
Nandur Becik Hari Kesepuluh MAKI Jatim Bagi 1000 Paket Tajil, Dalam Merajut Berkah Lewat Amanah Sosial
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 28 Februari 2026 — Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah. Ia adalah perjalanan ruhani. Dari syariat menuju hakikat. Dari hakikat menuju makrifat. Dari sekadar memberi menuju benar-benar mengenal siapa Pemberi segala rezeki.
Di Jalan Raya Juanda (Depan Pom Bensin Raya Juanda), langkah-langkah sederhana para relawan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menjelma menjadi pelajaran batin yang dalam.
Sebanyak 1000 paket ta’jil dibagikan kepada para pengguna jalan. Namun dalam pandangan hakikat, yang bergerak bukan hanya tangan manusia. Yang bekerja adalah kehendak-Nya. Yang mengalir bukan sekadar makanan, tetapi rahmat Allah yang dititipkan melalui hamba kepada hamba.
Secara syariat, kegiatan itu adalah amal sosial. Paket demi paket berpindah tangan: 250 pack bubur sumsum mutiara lengkap, 250 pack kurma, 250 botol es sirup melon dan isian blewah, 250 pack jajan jadul dalam plastik. Semua tampak biasa. Semua tampak sederhana.
Namun syariat hanyalah pintu. Ia adalah bentuk lahiriah dari sesuatu yang jauh lebih dalam.
Dalam hakikat, berbagi bukan tentang siapa yang memberi dan siapa yang menerima. Karena pada dasarnya manusia tidak memiliki apa-apa. Semua hanyalah titipan.
Rezeki yang di tangan kita bukan milik kita. Ia hanya singgah. Ketika ia dibagikan, sesungguhnya ia sedang kembali kepada Pemiliknya.
Di titik ini, hati mulai menyadari:
Tidak ada yang benar-benar kaya.
Tidak ada yang benar-benar miskin.
Yang ada hanyalah hamba yang sedang diuji dengan kelapangan atau kekurangan.Ramadhan mengosongkan perut agar manusia memahami satu hal mendasar: ketergantungan total kepada Allah SWT. Saat lapar terasa, ego melemah. Saat dahaga datang, kesombongan luruh. Yang tersisa hanyalah pengakuan bahwa kita ini fakir di hadapan-Nya.
Makrifat adalah ketika hati tidak lagi melihat amal sebagai kebanggaan, tetapi sebagai kesempatan untuk mendekat.
Ketika paket ta’jil diberikan, hati yang terjaga tidak berkata, “Aku telah memberi.”
Ia berkata, “Allah telah menggerakkan.”Ketika senyum penerima terlihat, hati yang sadar tidak merasa berjasa.
Ia justru merasa ditolong untuk membersihkan diri dari cinta dunia.Di sanalah makrifat tumbuh:
Saat amal tidak lagi menjadi panggung diri, tetapi menjadi jalan sunyi menuju ridha Ilahi.Sebagai gerakan yang konsisten menyuarakan perlawanan terhadap korupsi, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia memaknai Ramadhan bukan hanya sebagai bulan ritual, tetapi sebagai madrasah kesadaran.
Korupsi lahir dari hati yang merasa memiliki.
Kejujuran lahir dari hati yang merasa diawasi.Dalam maqam makrifat, manusia hidup dalam muraqabah kesadaran bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mengetahui, bahkan atas bisikan terdalam.
Jika kesadaran ini bersemayam, maka integritas bukan lagi kewajiban yang dipaksakan hukum. Ia menjadi kebutuhan ruhani. Ia menjadi napas kehidupan.
Menjelang Maghrib, langit memerah keemasan. Kendaraan berhenti sejenak. Doa-doa terangkat tanpa suara.
Barangkali yang terlihat hanyalah pembagian makanan di tepi jalan.
Namun yang terjadi sesungguhnya adalah latihan jiwa.Latihan untuk tidak melekat pada dunia.
Latihan untuk mencintai tanpa pamrih.
Latihan untuk menyadari bahwa setiap langkah kecil menuju kebaikan adalah perjalanan pulang.Karena pada akhirnya, hakikat hidup bukan pada seberapa banyak yang dikumpulkan, tetapi pada seberapa bersih hati saat kembali kepada-Nya.
Dan makrifat adalah saat kita mengerti:
Tidak ada amal yang sampai kepada Allah, kecuali yang lahir dari hati yang mengenal-Nya.Di tepi Jalan Raya Juanda itu, 1000 paket ta’jil mungkin telah habis terbagi.
Namun cahaya yang ditanam cahaya kesadaran, cahaya keikhlasan, cahaya tauhid semoga terus menyala, bahkan setelah Ramadhan berlalu. (Bgn)***Revolusi Sehat di Bulan Suci: Dari Lorenzo Anson Poedijono Cahaya Harapan Generasi Bangsa Dinyalakan
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Ramadan tidak hanya menghadirkan ruang perenungan spiritual, tetapi juga membuka pintu kepedulian sosial yang lebih luas. Di sudut Kecamatan Tandes, Surabaya, nilai-nilai itu menemukan bentuk nyatanya dalam sebuah gerakan sederhana namun sarat makna: mengajarkan anak-anak panti untuk mengenal gizi sejak dini.
Sabtu sore (28/2/2026), menjelang waktu berbuka puasa, suasana di Yayasan Panti Asuhan Amanah Insan terasa berbeda. Tawa anak-anak bersahutan, sementara sejumlah relawan menyiapkan hidangan berbuka.
Di tengah kehangatan itu, perwakilan Food Hope Indonesia, Lorenzo Anson Poedijono, tidak hanya datang membawa makanan, tetapi juga membawa pengetahuan.
Kegiatan bertajuk “Satu Hari Berbagi, Sejuta Harapan” tersebut memadukan kebersamaan berbuka puasa dengan edukasi gizi komprehensif.

Bagi Lorenzo, berbagi makanan saja tidak cukup. Anak-anak perlu memahami apa yang mereka konsumsi dan bagaimana dampaknya bagi tubuh mereka.
“Hari ini kita ingin berbagi kebahagiaan. Tapi lebih dari itu, kita ingin anak-anak mengerti bahwa tubuh mereka membutuhkan sayur, buah, protein, karbohidrat, vitamin, dan air agar bisa tumbuh kuat dan sehat,” ujarnya di sela kegiatan.
Dengan pendekatan dialogis, Lorenzo menjelaskan fungsi protein untuk pertumbuhan, karbohidrat sebagai sumber energi, serta pentingnya serat dan vitamin dalam menjaga daya tahan tubuh.
Ia menekankan bahwa kebiasaan makan sehat bukan sekadar tren, melainkan fondasi masa depan.
Pesan itu menjadi relevan di tengah masih rendahnya kesadaran gizi di sejumlah kalangan masyarakat.
Di banyak tempat, pola konsumsi anak-anak masih didominasi makanan instan dan karbohidrat berlebih tanpa keseimbangan nutrisi.
Edukasi langsung seperti ini, menurut Lorenzo, dapat menjadi titik awal perubahan.
Ketua yayasan, Lilik Harini Iswati, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia mengakui bahwa selama ini anak-anak sering kali sulit mengonsumsi sayur dan cenderung memilih makanan praktis.
“Alhamdulillah, anak-anak mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat. Penjelasan yang sederhana dan interaktif membuat mereka lebih mudah memahami pentingnya makan bergizi,” ungkapnya.
Menjelang Maghrib, suasana semakin khidmat. Anak-anak duduk berbaris, tangan terangkat dalam doa.
Ketika azan berkumandang, hidangan sederhana tersaji bukan hanya sebagai pelepas dahaga, tetapi sebagai simbol kebersamaan.
Di tengah tantangan kesehatan generasi muda, langkah kecil seperti ini memiliki makna strategis.
Mengajarkan anak-anak mengenal gizi sejak dini berarti menanamkan kesadaran yang akan tumbuh bersama usia mereka.
Sebab generasi yang sehat bukan hanya tanggung jawab keluarga, melainkan investasi bangsa.
Ramadan kali ini di Tandes menghadirkan pesan yang kuat: bahwa kepedulian tidak harus menunggu usia matang atau sumber daya besar. Ketulusan dan komitmen sudah cukup untuk menyalakan perubahan.
Dari halaman panti asuhan itu, harapan tumbuh pelan namun pasti bahwa anak-anak yang hari ini belajar tentang sayur dan protein, kelak akan menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan berdaya saing.
Dan di bulan suci yang penuh berkah ini, cahaya kecil itu telah dinyalakan. (Bgn)***
Kapolres Samosir Janji Sekolahkan Anak PHL hingga Tamat SMA, Serahkan Bantuan Sosial Penuh Kepedulian

Samosir, Sumatera – Wujud kepedulian terhadap keluarga besar internal, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H menyerahkan bantuan sosial kepada Pekerja Harian Lepas (PHL) Polres Samosir, Sabtu ( 28/2/2026 ).
Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut dipimpin langsung Kapolres dan turut dihadiri PLT Kasi Propam Polres Samosir IPDA D.B. Siregar, S.H., PS Kasikeu Brigpol Japen Sembiring, S.H., serta PS Kasium AIPDA Efripandi.
Dalam kesempatan itu, Kapolres menyambangi dua keluarga PHL yang bertugas di Seksi Bagian Umum (SIUM) Polres Samosir, yakni J. Sihombing (sudah berkeluarga) yang berdomisili di Perbukitan Desa Sigaol Simbolon, Kecamatan Palipi, serta A. Sitanggang (masih lajang) yang tinggal di Desa Lumban Pinggol, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
Bantuan sosial yang diberikan berupa beras 20 kilogram, telur, minyak makan 3 kilogram, satu buah tikar, jajanan anak-anak, satu kotak mi instan, serta perlengkapan sekolah berupa enam lusin buku tulis dan enam lusin pulpen.

Kapolres Samosir menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pemberian bantuan, melainkan bentuk perhatian dan kebersamaan dalam keluarga besar Polres Samosir.
Kita adalah keluarga besar Polres Samosir. Tetap semangat dalam menjalani kehidupan. Untuk kesehatan keluarga, silakan memanfaatkan fasilitas Klinik Polres Samosir. Jangan sampai anak-anak tidak sekolah, minimal harus tamat SMA, ujar AKBP Rina di hadapan keluarga PHL.
Momen haru terjadi saat Kapolres berjanji akan menyekolahkan dua orang anak dari J. Sihombing hingga tamat SMA.

Komitmen tersebut disampaikan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan anak anggota keluarga besar Polres Samosir.
Kegiatan bantuan sosial ini bertujuan mempererat hubungan antara pimpinan dan PHL, membangun kedekatan serta kepercayaan, sekaligus memperkuat citra positif Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Sekira pukul 15.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan dalam situasi aman dan kondusif. Marlen s
Kapolres Samosir: Kita Harus Berdoa Agar Tetap Sehat Hingga Pensiun, pada Pelepasan Purna Bhakti Kapolsek Onanrunggu

Samosir, Sumatera – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti Lapangan Mako Polres Samosir, Sabtu ( 28/2/2026 ) pagi.
Dalam upacara Pelepasan Wisuda Purna Bhakti, Kapolres Samosir Rina Sry Nirwana Tarigan menegaskan pentingnya doa dan kesehatan bagi setiap personel hingga akhir masa pengabdian.
Kita harus berdoa agar tetap sehat hingga pensiun, pungkasnya dalam amanat saat melepas Kompol (Purn) Marlan Silalahi yang resmi mengakhiri masa dinasnya sebagai anggota Polri.
Upacara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dipimpin langsung oleh AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K., M.H selaku Inspektur Upacara. Kegiatan diikuti pleton Pejabat Utama (PJU) dan Perwira Polres Samosir, personel gabungan staf, Sat Lantas, Sat Intelkam, Sat Reskrim, jajaran Polsek, Bhayangkari Cabang Samosir hingga Pegawai Harian Lepas (PHL).

Adapun personel yang memasuki masa Purna Bhakti adalah Kompol (Purn) Marlan Silalahi yang sebelumnya menjabat Kapolsek Onanrunggu. Pelepasan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Nomor: KEP/49/I/2026 tentang Pemberian Pensiun Purnawirawan Polri.
Rangkaian upacara berlangsung tertib, dimulai dari masuknya Komandan Upacara, laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara, penghormatan pasukan, penyerahan Keputusan Pensiun, hingga pembacaan doa dan laporan akhir bahwa upacara telah selesai dilaksanakan.
Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan rasa syukur atas pengabdian panjang yang telah diberikan. Ia menegaskan bahwa pelepasan purna bhakti bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan dan kecintaan keluarga besar Polres Samosir kepada anggota yang telah berdedikasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Pengabdian yang telah dilakukan selama ini memiliki makna positif bagi institusi. Masa pensiun bukan akhir dari pengabdian seorang Bhayangkara bagi bangsa dan negara, ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa purnawirawan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Polri dan diharapkan terus menjalin komunikasi serta menjadi teladan di tengah masyarakat. Secara pribadi dan kedinasan, Kapolres menyampaikan terima kasih serta permohonan maaf atas kebersamaan selama kurang lebih 21 tahun 8 bulan pengabdian di Polres Samosir.
Tak lupa, apresiasi juga diberikan kepada keluarga, khususnya istri yang setia mendampingi selama masa dinas. Semoga senantiasa diberikan rezeki dan kesehatan, serta tetap menunjukkan jiwa Bhayangkara di tengah masyarakat, tuturnya.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran dan ramah tamah, pemberian cenderamata dari Kapolres dan jajaran, serta prosesi Gerbang Pora dan pengalungan bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Kompol (Purn) Marlan Silalahi kemudian dilepas menggunakan kendaraan dinas yang telah disiapkan di gerbang Mako Polres Samosir.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 10.18 WIB dalam keadaan aman, lancar dan kondusif. Sementara itu, untuk mengisi kekosongan jabatan Kapolsek Onanrunggu, saat ini posisi tersebut dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) AKP Radiaman Simarmata.
Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir, Vandiko :Samosir Rumah Kita, Harus Dijaga Bersama untuk Generasi Mendatang

Samosir, Sumatera – Pemerintah Kabupaten Samosir memperingati Hari Jadi ke-22 dengan mengusung tema, Samosir Rumah Kita, dan subtema Hidup Selaras Alam, Tingkatkan Hidup Rukun Menuju Indonesia Emas 2045.Perayaan syukur digelar di Segmen 5 Waterfront Pangururan, Kamis ( 27/2/2026 ), diawali dengan ibadah oikumenis yang dipimpin Pastor Ivo Sinaga.
Kabupaten Samosir secara administratif berdiri sejak 7 Januari 2004. Namun, perayaan hari jadi daerah ini secara konsisten dipusatkan setiap 27 Februari. Puncak perayaan ditandai dengan pemotongan kue ulang tahun oleh Bupati Samosir Vandiko T . Gultom dan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk yang kemudian dibagikan secara simbolis kepada perwakilan sembilan kecamatan.

Perayaan tersebut turut dihadiri perwakilan Gubernur Sumatera Utara, Asisten Administrasi Umum Provinsi Sumatera Utara H. Muhammad Suib, Forkopimda Kabupaten Samosir, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, Sekda Kabupaten Tapanuli Tengah Binsar Sitanggang, Pj Bupati Samosir periode 2004–2005 Wilmar Simanjorang, mantan Wakil Bupati Samosir Ober Sagala dan Juang Sinaga, pimpinan dan anggota DPRD lintas periode, pemrakarsa pembentukan Kabupaten Samosir, serta tokoh adat, tokoh agama, dan organisasi kemasyarakatan.
Bupati Samosir menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa tema , Samosir Rumah Kita, memiliki makna mendalam sebagai simbol tempat bertumbuh, berinteraksi, dan saling menguatkan, bukan sekadar bangunan fisik, melainkan ruang kebersamaan yang mencerminkan identitas, nilai spiritual, sosial, dan harmoni dengan alam serta Tuhan. Rumah dalam filosofi Batak adalah tempat pemersatu keluarga, tempat manusia berinteraksi dengan sesama dan dengan Tuhan. Karena itu, kita patut menjaga dan memperindah rumah kita ini tanpa kehilangan identitas, Selamat hari jadi ke-22 untuk Samosir dan seluruh masyarakat. Kata Vandiko.

Seiring bertambahnya usia Kabupaten Samosir, Vandiko menekankan peningkatan kemampuan, meningkatkan profesionalisme aparatur serta kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu diharapkan saran, masukan, hingga kritik yang konstruktif dari seluruh pemangku kepentingan guna mempertajam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh.
Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mewariskan Samosir yang lebih damai, maju, dan sejahtera kepada generasi mendatang, dengan menjaga lingkungan serta memperkuat kerukunan hidup di tengah keberagaman demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Gubernur Sumatera Utara diwakili Asisten Administrasi Umum H. Muhammad Suib Sitorus mengatakan, peringatan hari jadi bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penuh makna untuk mengenang perjalanan sejarah, menghargai perjuangan para pendahulu, serta memperkuat tekad melanjutkan pembangunan menuju masa depan yang lebih baik kabupaten samosir, ungkap nya.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mendukung pembangunan Kabupaten Samosir melalui penguatan konektivitas kawasan Danau Toba, pembangunan infrastruktur strategis, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan ekonomi berbasis lokal, katanya.
Menutup sambutan, Muhammad Suib mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, melestarikan nilai-nilai luhur Batak Toba, dan menjadikan Samosir sebagai rumah bersama yang nyaman, produktif, dan penuh harapan. Selamat Hari Jadi ke-22 Kabupaten Samosir Tahun 2026. Semoga Samosir semakin maju, sejahtera, dan menjadi kebanggaan Sumatera Utara serta Indonesia, pungkasnya.
Marsius menyampaikan terima kasih kepada
Bupati Samosir atas kepemimpinan yang telah membuahkan hasil nyata, sehingga Samosir sebagai daerah hasil pemekaran kini semakin terang dan menunjukkan kemajuan di berbagai sektor. Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintahan daerah dan mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak lagi menciptakan narasi kontra produktif yang pada akhirnya justru merugikan.Marlan S
Pangdam V/Brawijaya Berangkatkan Delegasi TNI Ikuti Kompetisi Hafalan Al-Qur’an Internasional di Libya Tahun 2026
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya Rudy Saladin, M.A. memberangkatkan delegasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengikuti kompetisi internasional hafalan Al-Qur’an setelah Shalat Jumat di Masjid At-Taqwa Kodam V/Brawijaya, Jumat (27/02/2026). Kegiatan ini menjadi wujud pembinaan mental spiritual prajurit berprestasi.
Pemberangkatan dilaksanakan sebagai bentuk dukungan pimpinan terhadap prajurit yang memiliki kemampuan hafalan Al-Qur’an.
Delegasi selanjutnya akan mengikuti pembekalan terpusat di Pusbintal TNI Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, pada 01 hingga 03 Maret 2026 sebagai persiapan kompetisi.
Pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hafalan, penguatan mental bertanding, serta kesiapan administrasi sebelum mengikuti kompetisi internasional.
Program ini juga menjadi bagian pembinaan rohani prajurit guna membentuk karakter religius, disiplin, serta berintegritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
Kompetisi internasional hafalan Al-Qur’an dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 13 Maret 2026 di Kota Misrata, Libya.
Ajang tersebut diikuti delegasi berbagai negara dan menjadi sarana diplomasi budaya serta spiritual melalui prestasi prajurit TNI di tingkat global.
Dua prajurit yang mewakili TNI dalam kompetisi tersebut yaitu Serma Abdi Nasrullah dari Kodim 0819/Pasuruan kategori hafalan 30 juz dan Prada Moh. Marzuki Al Farizi dari Yonif TP 887/KJM kategori hafalan 11 hingga 30 juz.
Serma Abdi Nasrullah bertugas sebagai Bati Puanter Kodim 0819/Pasuruan Korem 083/BDJ, sementara Prada Moh. Marzuki Al Farizi merupakan prajurit Yonif TP 887/KJM Brigif TP 33/NS. Keduanya dinilai memiliki kemampuan hafalan serta dedikasi tinggi dalam pembinaan mental spiritual prajurit.
Pemberangkatan delegasi ini menegaskan komitmen Kodam V/Brawijaya dalam mendukung pengembangan potensi prajurit secara menyeluruh.
Diharapkan partisipasi dalam kompetisi internasional mampu meningkatkan prestasi TNI sekaligus memperkuat citra positif prajurit Indonesia di forum keagamaan dunia. (Bgn)***