MAKI Jatim Kobarkan Semangat HAKORDIA 2025 Dengan Edukasi Filosofi Bagi Celengan Gratis
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Dalam rangkaian peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2025 ini, mulai besok Selasa tanggal 9 Desember 2025, MAKI Jatim akan mulai masuk pada giat awal yaitu pembagian celengan gratis MAKI Jatim.
Celengan dengan logo MAKI Jatim ini akan mulai dibagikan besok di sekolah sekolah dasar dan SMP. Celengan MAKI Jatim ini menjadi simbol pesan penting bagi adik adik siswa berkenaan dengan pentingnya menggalakkan semangat menabung sejak dini.
Pesan kuat giat pembagian celengan MAKI Jatim terutama pada para orang tua adalah “LAK PENGEN SUGIH DAN MULYO,YO NABUNGO,OJO KORUPSI” (kalau ingin kaya dan hidup mulia, ya harus diperoleh dengan menabung, bukan dengan korupsi).
Kegiatan pembagian celengan MAKI Jatim ini akan dimulai pukul 08:00 WIB besok dengan titik lokasi awal yaitu SDN Gedangan Sidoarjo, pimpinan Bapak Huda dan SMPN 2 Sidoarjo, pimpinan Bapak Qodim sebagai Kepala Sekolah.
Selain membagikan Celengan MAKI Jatim, akan dibagikan juga sticker tempel untuk motor dan mobil yang dikendarai para Guru pengajar sekolah.
Secara simbolis juga, MAKI Jatim juga akan menyematkan Kaos MAKI Jatim kepada Kepala Sekolah dan wakilnya sebagai bentuk dukungan dalam memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia).
“Kami sangat senang dan siap support untuk giat pembagian celengan dan stiker MAKI Jatim, dan bersama sama menggelorakan semangat pemberantasan korupsi,”jelas Pak Qodim, Kepala Sekolah SMPN 2 Sidoarjo lewat sambungan telepon karena masih menunaikan ibadah umroh.
Hal serupa juga diungkap Pak Huda, Kepala Sekolah SDN Gedangan Sidoarjo yang menyatakan kesiapan untuk menerima kunjungan Ketua dan Pengurus MAKI Jatim besok Selasa tanggal 9 Desember 2025.
Heru MAKI, Ketua MAKI (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia) Koorwil Provinsi Jawa Timur menyampaikan bahwa pembagian celengan MAKI Jatim yang dilaksanakan besok Selasa tanggal 9 Desember 2025 merupakan rangkaian awal kegiatan MAKI Jatim dalam memperingati Hakordia.
“Kami sangat senang dan siap support untuk giat pembagian celengan dan stiker MAKI Jatim,dan bersama sama menggelorakan semangat pemberantasan korupsi,” jelas Pak Qodim, Kepala Sekolah SMPN 2 Sidoarjo lewat sambungan telepon karena masih menunaikan ibadah umroh.
Hal serupa juga diungkap Pak Huda, Kepala Sekolah SDN Gedangan Sidoarjo yang menyatakan kesiapan untuk menerima kunjungan Ketua dan Pengurus MAKI Jatim besok Selasa tanggal 9 Desember 2025.
Untuk selanjutnya akan diteruskan esok harinya, Rabu tanggal 10 Desember 2025 dengan menggelar aksi demo akbar yang akan diikuti hampir 1000 lebih pengurus, anggota serta simpatisan MAKI Jatim.
Aksi Demo Akbar tersebut akan menggunakan truk trailer 40 feet lengkap dengan peralatan sound sistem 10 ribu watt serta peralatan band diatasnya sebagai mobil komando utama ditambah beberapa truk pengangkut massa, hampir 20 lebih mobil serta ratusan motor yang akan mengikuti rangkaian aksi demo akbar MAKI Jatim.
Ketika Awak Media menanyakan titik lokasi kantor OPD Pemprov Jatim mana yang akan dikunjungi, secara implisit, Heru MAKI menyampaikan bahwa disepakati ada 7 kantor OPD yang pasti dikunjungi tanpa menyebutkan OPD mana dari ke 7 tersebut,
“Saya buka informasi lokasi OPDnya nanti kalau kita sudah bergerak,” canda Heru MAKI.*** (Bgn)
Anatomi Mutasi Nyleneh Dindik Jatim: MAKI Bongkar Jejak ‘Raja Kecil’, Keganjilan Kebijakan, dan Aroma Busuk Pascamutasi
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – MAKI Jatim mendesak Kepala BKD Jatim untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait histori kejadian dan urutan kebijakan yang berkaitan mutasi di lingkungan Dindik Jatim
Setelah berita tentang crowd dan munculnya perlawanan yang terjadi di SMKN 1 Ponorogo pasca mutasi di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur, tim Litbang dan investigasi MAKi Jatim menemukan beberapa kejanggalan yang signifikan.
Kejanggalan yang utama adalah adanya mutasi dari Kepala UPT atau Kepala Sekolah sebagai Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) ditengah fakta bahwa Kepala Sekolah tersebut ternyata 6 bulan lagi, mulai per Januari 2026 sudah akan pensiun atau purna tugas.
Kenyataan diatas tentunya memantik beragam pertanyaan ada apakah dibalik pengangkatan KS tersebut menjadi Kacabdin? padahal sudah sangat jelas bahwa 6 bulan lagi akan purna tugas.
Dasar kebijakan yang diduga “nyleneh” dan mutasi yang diduga sarat dengan “pesanan”7 tersebut menjadi ikhtiar MAKI Jatim untuk mengurai “ada apa dibalik mutasi” tersebut.
Ditemukan juga fakta bahwa adanya usulan mutasi yang tidak diketahui oleh Kacabdin wilayah tersebut dan dipastikan mutasi tersebut tanpa sepengetahuan Kacabdin, ini juga merupakan sumber kebijakan yang nyleneh.
Dianggap nyeleneh karena ternyata ada kekuatan besar di tubuh Dinas Pendidikan Jawa Tinur yang menjadi “raja kecil” dan dipastikan bisa mengutak atik proses mutasi walaupun diluar sepengetahuan Kacabdin yang seharusnya merupakan representasi kebijakan Kepala Dinas Pendidikan pada wilayah tersebut.
MAKI jatim juga sudah mengantongi beberapa fakta hukum pengakuan yang berhasil diperoleh bahwa “ada udang dibalik wajan” dengan wujud oknum pasca mutasi terbaru 5 Kepala sekolah yang diangkat menjadi Kacabdin.
Diduga sang oknum tersebut juga berhasil mengotak atik usulan yang bersifat “pesanan” tanpa sepengetahuan Kacabdin dan oknum tersebut diduga juga menjadi salah satu sumber representasi pengaruh dalam kebijakan mutasi di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Heru MAKI, Ketua MAKI Koorwil Provinsi Jawa Timur, lewat tim Litbang MAKI Jatim sedang mengkompulir kejanggalan kejanggalan dan hal yang “nyleneh” pasca mutasi yang sudah terjadi.
“Saya mendesak Kepala BKD Jatim untuk melakukan Reevaluasi kembali pasca mutasi yang terjadi di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur berbasis data dan fakta kejanggalan dan hal nyleneh yang terjadi, dan Ibunda Gubernur Jawa Timur juga harus mengetahui bagaimana tata kelola mutasi di lingkungan Dindik Jatim yang diduga sifatnya hanya memenuhi pesanan,” ungkap Heru MAKI.
Ketika narasi “memenuhi pesanan” tersebut bisa dibuktikan nantinya, pastinya akan terungkap berapa saweran yang harus dipenuhi untuk bisa melakukan “pesanan” tersebut dan ini akan menjadi pintu masuk dugaan perilaku koruptif didalamnya.
Selain menerima penunjukan sebagai kuasa hukum untuk memasukkan gugatan PTUN dari korban mutasi, tim bidang hukum MAKI Jatim saat ini tengah fokus mempelajari berbagai masukan berkaitan dengan kejanggalan kejanggalan pasca mutasi di lingkungan Dindik Jatim.
Heru MAKI memastikan bahwa membuka kotak paradok dugaan perilaku koruptif di lingkungan dinas pendidikan Jawa Timur yang berkaitan dengan dugaan “permainan” anggaran BOS dan BPOPP itu mudah, walaupun butuh perjuangan yang tidak mudah karena menyangkut pembuktian LPJ.
Tetapi ketika membuka “aroma busuk” yang menyertai kebijakan nyleneh pasca mutasi itu sangat tidak mudah, tetapi bukannya tidak bisa, menurut Heru MAKI.
Saat ini tim Litbang MAKI Jatim sudah masuk pada status internal “WASKAT” berkenaan dengan pemantauan dugaan sang oknum yang sementara dianggap powerful dan mempunyai kekuatan otak atik pasca mutasi tersebut.
“Oknumnya sudah kita identifikasi, statusnya di internal sudah “waskat”, kita tunggu titik cerobohnya nanti dan pasti yang namanya aroma busuk akan tetap berbau Busuk, tinggal pertanyaannya apakah kemudian pimpinan dindik Jatim juga larut dan menikmati aroma tersebut, padahal jelas berbau busuk,” pungkas Heru MAKI. (Bgn)
Mercusuar yang Meredup: Gugatan MAKI, Nama Bobby, dan Rp 2,8 Miliar yang Tak Tercatat
WARTAPENASATUJATIM |Surabaya – Di negeri yang saban hari diterjang Bencana Tanda Tangan, ada satu badai yang tak pernah berhenti berputar, badai kecewa publik terhadap KPK.
Bulan ini, masyarakat merasa seperti tinggal di tengah pusaran angin topan yang menelan harapan.
KPK, lembaga super body yang dibiayai APBN triliunan rupiah dengan gedung merah putih yang gagah seperti patung penjaga gerbang keadilan, kini justru lebih mirip mercusuar mati. Tinggi, mahal, tapi tak lagi memberi cahaya.
Kasus Ira Puspadewi7 baru mereda seperti gempa utama, tapi datanglah gempa susulan yang lebih dahsyat.
Publik sudah mendidih, lalu mendidih lagi seperti gunung api yang lupa matikan mode erupsi.
Dari tengah reruntuhan kepercayaan itu, muncullah MAKI, yang seolah berkata, “Kalau ini terus dibiarkan, yang tersisa nanti hanya puing-puing.”
Maka mereka menggugat KPK ke PN Jakarta Selatan. Gugatan untuk memaksa KPK menuntaskan dugaan korupsi proyek pembangunan jalan di Sumatera Utara, proyek Rp 975 miliar yang mendadak naik jadi Rp1 triliun tanpa pembahasan normal. Anggaran naik seperti ombak pasang, tapi penyidikannya justru surut.
Sidang perdana digelar Jumat, 5 Desember 2025. Boyamin Saiman hadir sebagai pemohon, hakim hadir, wartawan hadir, bahkan petugas AC pun hadir dengan hembusan anginnya yang dramatis. Tapi KPK ? Tidak ! Mereka hanya mengirim surat minta penundaan sidang karena “masih siapkan berkas,” seperti nelayan yang minta badai menunggu karena jaringnya belum kering.
Hakim pun menunda ke 12 Desember 2025.
Di tengah suasana menegangkan itu, dunia luar justru menghadirkan ironi yang indah, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima penghargaan perdamaian FIFA pada drawing Piala Dunia 2026 di Miami, Jumat (5/12/2025). Di satu sisi dunia merayakan perdamaian, di sisi lain kita di Indonesia justru sedang menyaksikan lembaga antikorupsi sibuk menunda sidang.
Ironi ini seperti pelangi muncul di tengah asap kebakaran hutan, cantik, tapi tetap saja panas.
MAKI menegaskan, inti gugatan dengan Nomor 157/Pid.Pra/2025/PN JKT.SEL adalah memaksa KPK bekerja. Karena ada satu nama yang belum disentuh penyidik, padahal hakim Tipikor Medan sudah meminta, Bobby Nasution.
Atasan para terdakwa, pemegang jejak kebijakan, sosok yang diduga mengetahui alasan Topan Ginting dipindah dari Pemkot Medan ke Pemprov Sumut bak pion catur melompat tanpa aturan.
Tapi entah mengapa, setiap kali namanya muncul, KPK seperti diterpa angin dingin, diam, menunggu, dan tidak memanggil.
Lebih dramatis lagi, uang tunai Rp 2,8 miliar hasil OTT 26 Juni 2025 tiba-tiba hilang dari surat dakwaan.
Hilang seperti perahu kecil ditelan gelombang laut gelap. Padahal itu bukti inti, jantung perkara, nadi kebenaran. Kok bisa lepas ?
MAKI menegaskan, “Sampai kapan pun kalau Bobby belum diperiksa, ya kita gugat lagi.”
Ini bukan ancaman. Ini seperti sirene peringatan tsunami yang terus berbunyi sampai semua orang sadar, ada bahaya, dan KPK tidak boleh diam.Dalam bencana tanda tangan yang terus bergulung ini, publik tahu satu hal, kalau menunggu KPK bergerak sendiri, mungkin jalan Sumut sudah bolong lagi, musim hujan berganti tiga kali, dan uang Rp 2,8 miliar masih menjadi legenda urban.
Di tengah badai itu, MAKI hadir sebagai satu-satunya perahu yang tetap melawan arus. Publik yang sudah terlalu lama kehujanan, akhirnya ikut naik ke perahu itu sambil berteriak bersama, “KPK, jangan berlindung dari badai.
Hadapilah ! Atau biar MAKI yang menyeret kalian ke tengah gelombang pengadilan !”
Bang, badai Topan sepertinya membuat jagoan kita, KPK, seperti diterpa angin semilir. Membuatnya ngantuk dan ingin tidur.”
“Benar, wak. Saya hanya khawatir abang jagoan kita, MAKI rumahnya terbakar. Udahlah, yok kita seruput Koptagul agar otak selalu encer dan waras.” (Bgn)
Konsolidasi Baru: KBPP Polri Jatim Resmi Dilantik, Teguhkan Komitmen Mewujudkan Organisasi yang Solid, Modern, dan Berwibawa
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Suasana Gedung Mahameru Polda Jawa Timur pada Sabtu (6/12/2025) dipenuhi energi baru ketika Pengurus Daerah dan Pengurus Resort Keluarga Besar Putra Putri Polri (KBPP Polri) Jawa Timur Masa Bakti 2024–2029 resmi dikukuhkan.
Pengukuhan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang konsolidasi organisasi KBPP Polri yang kini bergerak cepat menata kembali struktur kelembagaan di seluruh Indonesia, sesuai amanat Musyawarah Nasional (MUNAS) V.

Langkah konsolidasi tersebut diwujudkan setelah Pengurus Daerah KBPP Polri Jawa Timur melaksanakan MUSDA V pada 10 November 2024.
Untuk mempertegas legitimasi organisasi, Dewan Pimpinan Pusat KBPP Polri menerbitkan Surat Keputusan yang menetapkan susunan personalia Dewan Penasehat dan Pengurus Daerah KBPP Polri Jawa Timur periode 2024–2029 sebuah mandat strategis untuk memperkuat peran KBPP Polri dalam mendukung transformasi Polri yang Presisi.

Tiga Surat Keputusan penting yang diterbitkan Pimpinan Pusat menjadi pijakan formal:
1. SKEP-05/MUSDA V/KBPP POLRI JATIM/XI/2024 tentang Ketua Terpilih Pengurus Daerah KBPP Polri Jawa Timur.
2. SKEP-06/MUSDA V/KBPP POLRI tentang Formatur MUSDA V Tahun 2024.
3. SKEP-07/MUSDA V/KBPP POLRI tentang Susunan Pengurus Daerah Tahun 2024.
Dewan Pembina diketuai oleh Kapolda Jawa Timur, dengan Wakapolda sebagai Ketua Harian. Sementara jajaran anggota diisi oleh Direktur Binmas, Kepala Biro SDM, dan Direktur Intelkam Polda Jatim.

Dewan Penasehat terdiri dari tokoh-tokoh senior Kepolisian, mulai dari Brigjen Pol (Purn) Drs. RB. Sadarum hingga Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin, serta beberapa purnawirawan dan tokoh masyarakat yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian.
Sementara itu, Pengurus Daerah KBPP Polri Jatim dipimpin oleh Erick Reginald Tahalele, S.Sos., didampingi jajaran wakil ketua dan bidang-bidang strategis seperti Komunikasi, Media, dan Informasi yang diemban oleh Andhy Rheza Rahadian dan Rima Ariyanti.
Susunan tersebut ditetapkan di Jakarta pada 30 Januari 2025 dan disahkan langsung oleh Ketua Umum KBPP Polri, Dr. Evita Nursanty, M.Sc.

Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus Daerah dan Pengurus Resort KBPP Polri juga turut mengundang Ketua PD FKPPAL (Sony Wondal), FKPPAU (Yuni -Yuli), Wakil Ketua 1 PD HIPAKAD Jatim (Yuyun Ary Soekardi), Ketua KBPP Polri Jatim (Erick Reginald Tahalele, S.Sos) beserta seluruh jajaran pengurus.
Dalam sambutannya, Evita Nursanty menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kapolda Jawa Timur beserta seluruh jajaran atas dukungan yang diberikan terhadap gerak organisasi KBPP Polri.
Ia menegaskan bahwa tahun-tahun mendatang adalah momentum krusial bagi KBPP Polri untuk memperkuat struktur dan meningkatkan kualitas organisasi.
“Kita akan lebih fokus untuk menjalankan program kerja dengan pencapaian-pencapaian baru. Semua bidang harus bergerak secara terpadu untuk mewujudkan tujuan KBPP Polri,” tegas Evita.

Menurutnya, konsolidasi hingga tingkat daerah dan resort merupakan kunci untuk melahirkan organisasi yang solid, kuat, modern, mandiri, dan berwibawa.
Meski baru berjalan enam bulan sejak dikukuhkan bersama pengurus pusat pada Juni 2021, Evita menilai banyak kemajuan berarti telah dicapai.
“Alhamdulillah, banyak perubahan positif. Tugas kita adalah menjaga momentum ini agar terus bergerak lebih baik,” ujar anggota DPR RI Komisi VII tersebut.

KBPP Polri menegaskan struktur pengembangan organisasi melalui empat pilar utama: 1. Pemanfaatan Teknologi, 2. Peningkatan SDM, 3. Penataan Organisasi, 4. Penguatan Hubungan Internal dan Eksternal.
Visi besar organisasi ini selaras dengan transformasi Polri menuju Indonesia Maju. Mulai dari kontribusi dalam pembinaan olahraga, pelestarian lingkungan, hingga dukungan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Evita menutup sambutannya dengan pesan kuat tentang pentingnya kolaborasi.
“Tanpa kerja sama atau gotong royong, tujuan mulia organisasi tidak akan tercapai. Ini adalah ladang pengabdian kita kepada Polri, keluarga polisi, bangsa, dan masyarakat. Mari kita majukan KBPP Polri bersama-sama.”

Dengan pengukuhan ini, KBPP Polri Jawa Timur resmi menapaki fase baru kepengurusan fase yang diharapkan membawa energi segar, komitmen kuat, serta langkah strategis untuk menjawab tuntutan zaman dan mendukung Polri dalam pengabdian kepada masyarakat dan negara.*** (Red)
Pelatihan Usaha Ayam Goreng Dan Tepung Bumbu Bersama Chef Indra Wahyudi Di KODIM 0830 Surabaya
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya Metropolitan – Benar apa kata pameo kuno, dibelakang seorang suami sukses ada istri yang pintar dan sayang pada keluarga, yang ikut mendukung suami mengelola keuangan keluarga melalui kepiawaian memasak untuk santapan keluarga.
Hal itulah yang sedang dilakukan oleh Kolonel Inf Bambang Raditya, M.Han, Komandan Kodim 0830 Surabaya, yang menyatakan komitmen dalam meningkatkan kesejahteraan bagi anggota, karyawan sipil maupun UMKM binaan Kodim.
Mendukung komitmen itulah hari Jumat (05/12/2025) mengadakan Pelatihan Usaha membuat Ayam Goreng Kriwul dan pembuatan tepung bumbu, bagi para anggota , ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana dan PNS di Kodim 0830 Surabaya, dengan mendatangkan Chef Indra Wahyudi, seorang Chef spesialis ayam goreng kenamaan dari Surabaya.
Acara yang didukung oleh produsen pakan ternak dan supplier ayam potong Charoen Pokphand, Elfran dan Teh Cap Sepeda Balap, dengan dukungan kepanitiaan dari DPC HIPAKAD Kota Surabaya berlangsung meriah dan sukses melihat antusiasme peserta yang aktif mengikuti dengan cermat setiap tahapan masak memasak yang dibeberkan oleh Chef Indra.

Adapun Pelatihan Usaha yang di buka oleh Letkol Inf Ahmad Fauzi, SE, M.Tr.(Han) selaku Kasdim Kodim 0830 Kota Surabaya itu diikuti oleh lebih dari 60 orang peserta.
Kepada awak media, Chef Indra yang juga merupakan anggota DPC HIPAKAD Kota Surabaya, mengatakan akan tampil all out mengeluarkan semua ilmu memasaknya tanpa ada yang dirahasiakan.
Sepanjang pantauan awak media, Chef Indra terlihat cukup profesional dimana dia mengajarkan tehnik dasar cara memilih ayam yang baik dan benar, cara praktis memotong ayam, cara mempersiapkan dan proses menggoreng ayam.
Selain cara membuat ayam goreng kriwul, Indra juga diajarkan bagaimana cara membuat tepung bumbu, membuat adonan dan melakukan mari nasi ayam yang baik agar diperoleh hasil yang maksimal.
Saat pembukaan acara, dilakukan foto bersama Chef Indra, para peserta dan Kasdim, juga meneriakkan salah satu yel yel khas Kodim 0830. Kasdim : “Semongkooo, Semangat Sampai Bongkooo”
Diakhir acara diserahkan bantuan daging ayam potong segar, untuk di masak oleh personel KODIM 0830 untuk tambahan agenda rutin Jumat Berkah.
Perlu diketahui, melalui Mayor Arh Suhardi selaku Pasiter KODIM 0830, disampaikan bahwa sudah hampir tiga bulan terakhir ini setiap harinya KODIM 0830 menyediakan sekitar 50 pax makan siang gratis yang diperuntukkan bagi siapa saja yang berkenan makan siang di tempat.
“Kami mengundang siapa saja warga masyarakat yang kebetulan lewat dan berkenan makan siang dengan menu sederhana tetapi sehat, bersama dengan kami para prajurit TNI AD,” imbuh Suhardi menutup wawancara. (Houget***)
Pengumuman Daftar Nominatif Tanah Warga Terdampak Bendungan Bagong Resmi Diumumkan di Desa Sumurup
WARTAPENASATUJATIM | Trenggalek — Pemerintah Desa Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, secara resmi mengumumkan daftar nominatif tanah warga yang terdampak pembangunan Bendungan Bagong.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 4 Desember 2025 bertempat di Balai Desa Sumurup dan dihadiri warga pemilik lahan, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta tim pendataan terkait.
Dalam kesempatan tersebut, pemerintah desa menyampaikan bahwa terdapat 17 bidang tanah warga yang telah melalui proses pendataan dan verifikasi. Berkas yang diumumkan meliputi kategori luas tanah, batas bidang, serta identitas pemilik yang dinyatakan sah.

Para warga yang hadir terlihat antusias dan menyambut baik hasil pendataan yang telah dirampungkan oleh tim. Proses pengumuman berjalan kondusif tanpa adanya keberatan atau koreksi dari warga terkait data yang dicantumkan.
Salah satu warga terdampak, mengungkapkan rasa syukur setelah menunggu kepastian terkait status tanahnya.
“Kami sudah lama menunggu hasil ini. Alhamdulillah hari ini sudah diumumkan secara terbuka. Harapan kami proses ganti rugi berjalan adil dan sesuai aturan,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan warga lainnya yang berharap tahapan berikutnya dapat segera dilaksanakan tanpa kendala.
Pemerintah Desa: Proses Selanjutnya Masuk Tahap Appraisal
Pemerintah Desa Sumurup menegaskan bahwa seluruh data nominatif yang diumumkan sudah sesuai hasil verifikasi lapangan dan telah disetujui bersama warga.

“Hari ini seluruh warga yang hadir menyatakan menerima dan menyetujui hasil pendataan tanah yang telah diumumkan. Dengan demikian proses akan dilanjutkan ke tahap appraisal atau penilaian oleh pihak berwenang,” ujar Sekretaris Desa Sumurup, dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah desa akan terus mendampingi warga sampai tahap akhir sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah Penting Menuju Kepastian Ganti Rugi
Pengumuman daftar nominatif ini menjadi salah satu tahapan penting dalam prosedur pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Bagong. Setelah proses appraisal selesai, tahapan berikutnya adalah penetapan nilai ganti rugi, musyawarah pembayaran, dan serah terima lahan.
Pihak pemerintah berharap seluruh tahapan dapat berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum bagi warga.
“Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi pembangunan daerah serta masyarakat terdampak,” tambah perwakilan tim pendataan.
Dengan terlaksananya pengumuman ini, pelaksanaan pembangunan Bendungan Bagong dipastikan semakin jelas arah tahapannya. Warga diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah desa agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses selanjutnya.*** (YAS)
Pesta Ulang Tahun Berubah Jadi Teror: Jatanras Polrestabes Bongkar Pengeroyokan dan Perampasan Brutal di Karah Surabaya
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Aksi kekerasan yang mengguncang kawasan Karah dan Jambangan Surabaya pada Minggu (30/11/2025) akhirnya terurai. Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan delapan pelaku remaja yang terlibat dalam pengeroyokan dan pencurian dengan kekerasan terhadap dua pemuda. Kasus ini menguak sisi kelam kriminalitas jalanan yang dipicu alkohol, arogansi, dan provokasi sesaat.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, menyebut kasus ini sebagai alarm keras bagi masyarakat.
“Peristiwa ini meninggalkan trauma fisik dan psikis bagi korban. Yang memprihatinkan, sebagian besar pelaku masih berusia belasan tahun,” tegasnya dalam rilis resmi, Jumat (5/12).
Penyidikan mengungkap bahwa malam sebelum kejadian, tersangka AGA remaja yang menjadikan alkohol sebagai pusat perayaan ulang tahunnya mengumpulkan sekitar 30 temannya di Lapangan Edrek. Dengan kondisi mabuk dan mentalitas kelompok, mereka kemudian melakukan konvoi tanpa arah dan tujuan jelas, hanya mengandalkan dendam lama dan keberanian palsu yang dipicu miras.
Konvoi liar itu melintas di Karah dan Jambangan dengan cara yang membahayakan pengendara lain. Teriakan warga yang mencoba menegur justru memicu perilaku agresif. Suasana berubah liar, lemparan bambu bertebangan, dan jalanan seketika menjadi arena chaos.
Di tengah kekacauan, kelompok AGA melihat dua pemuda yang sedang melintas menggunakan motor Beat. Tanpa pikir panjang, mereka langsung menganggap keduanya sebagai musuh. Aksi beringas pun meledak.
“Korban dipukul, dikejar, didorong hingga jatuh. Semua terjadi cepat dan brutal,” ungkap Kapolrestabes.
Penyidikan menunjukkan pembagian peran yang mengejutkan, meski para pelaku masih sangat muda: AGA menjadi provokator, memberi komando dan menyerang korban dengan bambu. Pelaku lain berperan sebagai joki, eksekutor pemukulan, dan pengambil motor.
Setelah korban tak berdaya, motor rampasan dibawa kabur, lalu dijual untuk menutup kebutuhan sehari-hari dan melunasi hutang. Delapan pelaku telah diamankan, sementara enam lainnya masih diburu dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).
Dari penggerebekan, polisi menyita bukti yang memperkuat konstruksi hukum: rekaman CCTV dari titik kejadian, satu motor hasil rampasan, dokumen kepemilikan kendaraan, tiga ponsel, pakaian yang dikenakan saat aksi.
Barang bukti ini sekaligus meruntuhkan alibi para pelaku yang mengaku terprovokasi oleh kabar bohong bahwa korban menabrak salah satu anggota konvoi.
Para pelaku kini dijerat Pasal 365 KUHP dan Pasal 170 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Proses hukum akan berlangsung tegas tanpa kompromi.
Kombes Luthfi menegaskan Polrestabes Surabaya tidak akan memberi ruang bagi kriminalitas jalanan, terutama yang dilakukan remaja atau kelompok yang menumpang nama perguruan silat.
“Kami tidak akan memberi toleransi. Siapa pun yang membuat Surabaya tidak aman, akan kami tindak tegas,” tegasnya. (Bgn)
Kasdam V/Brawijaya Tunjukkan Sinergi Matra Pada Upacara Hari Armada RI Tahun 2025
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Upacara Peringatan Hari Armada RI Tahun 2025 digelar di Dermaga Madura Koarmada II Ujung Surabaya dengan rangkaian kegiatan resmi yang menunjukkan kesiapan TNI AL. Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar S.H., M.Si. hadir mewakili Pangdam V/Brawijaya memperkuat kehormatan pelaksanaan upacara tersebut. Jum’at (05/12/2025).
Kegiatan dipimpin oleh Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali, S.E., M.M., M. Tr. Opsla, dengan penanggung jawab Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata, S.E, M.M., CHRMP. Rangkaian peringatan tahun ini mengusung tema nasional
“Dengan semangat Jalesveva Jayamahe, Koarmada RI siap mempersatukan kekuatan laut Nusantara untuk mengantarkan rakyat sejahtera, bersatu, dan berdaulat menuju Indonesia Maju.” yang menegaskan semangat Koarmada RI dalam mempersatukan kekuatan laut Nusantara, serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi tantangan pertahanan maritim modern.
Formasi pasukan yang terlibat terdiri dari unsur AAL, Marinir, Puspenerbal, Pomal, Bintara, Tamtama, ASN, komponen cadangan, serta berbagai elemen pendukung lainnya. Susunan kegiatan berjalan tertib mulai persiapan pasukan, masuknya lambang kesatuan, pembacaan sejarah singkat, hingga penyematan Satyalancana Kesetiaan oleh Inspektur Upacara.
Dalam amanatnya, Kasal menyampaikan pernyataan tegas bahwa “TNI Angkatan Laut akan terus memperkuat kesiapan operasional dan modernisasi kekuatan laut sebagai garda terdepan pertahanan Indonesia.”
Kasal menekankan profesionalisme, soliditas, serta pentingnya adaptasi prajurit jalasena dalam menghadapi dinamika strategis dan perubahan lingkungan operasi.
Kasal turut menyoroti peran TNI AL dalam operasi kemanusiaan melalui pengerahan unsur KRI, Helikopter, dan Pesawat Udara untuk penanganan bencana di berbagai wilayah. Penguatan Alutsista melalui hadirnya KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321 menjadi bagian dari program modernisasi guna menjawab kebutuhan operasi di masa mendatang.
Rangkaian upacara ditutup dengan penghormatan pasukan, lagu Mars Armada, penyerahan penghargaan prajurit berprestasi, serta ramah tamah. Seluruh kegiatan berlangsung tertib dan aman. TNI Angkatan Laut berharap momentum peringatan Hari Armada RI 2025 memperkuat komitmen menjaga kedaulatan laut dan kesiapan menghadapi tantangan strategis berikutnya.*** (Bgn)
Sinergitas Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim Wujudkan Stabilitas Keamanan Wilayah 2025
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., melalui Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., menghadiri Apel Kasatwil dan Anev Sitkamtibmas 2025 Polda Jatim di Gedung Mahameru Polda Jatim, Kamis (04/12/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis memperkuat sinergitas TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah Jawa Timur.
Dalam paparannya, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor guna menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks di era post-truth. Menurutnya, integritas, disiplin, dan kepemimpinan berbasis fakta menjadi fondasi utama menciptakan stabilitas nasional yang berkelanjutan.
Apel Kasatwil ini dilaksanakan berdasarkan STR Kapolri No. STR/3466/XI/.LIT.5./2025 sebagai tindak lanjut program APEL KASATWIL 2025 tingkat Polda. Kegiatan dihadiri Gubernur Jawa Timur, Kapolda, Wakapolda, dan para pejabat Forkopimda, serta diikuti 228 peserta internal dan eksternal.
Kodam V/Brawijaya juga menegaskan perannya dalam menjaga kerukunan, keamanan, dan ketertiban umum melalui program pembinaan teritorial, seperti pembangunan sumur bor, rutilahu, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Koperasi Merah Putih di 8.494 desa se-Jawa Timur.
Selain itu, Brigjen TNI Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., menyoroti prinsip kepemimpinan strategis yang meliputi membangun kepercayaan, menjaga integritas, serta menjadi “Guardian of Facts” di tengah derasnya arus informasi publik. Kepemimpinan, tegasnya, harus mampu mempengaruhi lingkungan untuk mencapai tujuan bersama bangsa.
Kodam V/Brawijaya berkomitmen terus memperkuat sinergitas dengan seluruh unsur Forkopimda sebagai benteng stabilitas nasional di Jawa Timur. Harapannya, kolaborasi ini mampu memperkokoh keamanan dan ketertiban wilayah dalam mewujudkan Indonesia yang tangguh dan berdaulat.*** (Bgn)
Kunjungan Maraton Menteri Wihaji Fokuskan Pengentasan Stunting
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA l Kemendukbangga/BKKBN — Upaya pemerintah mempercepat penurunan stunting kembali ditegaskan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., melalui kunjungan kerja maraton di Kabupaten Lamongan, Kamis (4/12/2025). Dari meninjau langsung kondisi keluarga berisiko stunting hingga meresmikan pusat konsultasi keluarga di pesantren, Wihaji memastikan langkah-langkah intervensi dilakukan secara konkret dan menyentuh masyarakat paling membutuhkan.
Agenda padat ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas keluarga Indonesia.
Kegiatan dimulai dari Dusun Sekar Putih, Desa Rancang Kencono, Kecamatan Sekaran, lokasi Keluarga Risiko Stunting (KRS) Genting. Di titik pertama ini, Menteri Wihaji meninjau langsung kondisi rumah seorang ibu hamil delapan bulan yang masuk kategori keluarga risiko tinggi.

“Saya cek dapurnya, cek airnya, cek kondisi rumahnya. Memang layak dibantu. Insya Allah rumahnya akan kami bangunkan, ekonominya kami bantu modal, dan karena motornya hilang, insya Allah akan kami ganti,” ujar Wihaji.
Ia menegaskan bahwa kunjungan lapangan merupakan perintah langsung Presiden agar penanganan stunting dilakukan secara konkret, tanpa banyak seminar atau diskusi berkepanjangan.
“Menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi. Negara harus hadir,” tegasnya.
Dari Sekaran, rombongan bertolak menuju Pendopo Kabupaten Lamongan untuk menghadiri Peluncuran Program SIDAYA (Lanjut Usia Berdaya, Wujud Cinta Nyata). Program ini menjadi bagian dari penguatan layanan untuk lansia agar tetap produktif dan berdaya secara sosial maupun ekonomi.
Rangkaian kegiatan berlanjut menuju titik kedua KRS Genting di Desa Siman, Kecamatan Sekaran. Di lokasi ini, Menteri Wihaji kembali meninjau keluarga risiko stunting, termasuk ibu hamil dan keluarga dengan baduta. Selain perbaikan rumah, bantuan ekonomi juga diberikan agar keluarga dapat mencapai standar hidup sehat.
Menjelang sore, rombongan melanjutkan agenda menuju Pondok Pesantren Al-Fattah, Desa Siman. Di sana, Menteri Wihaji melaksanakan shalat Magrib dan Isya berjamaah, serta bersilaturahmi dengan para pengurus ponpes.
Pada kesempatan itu, ia secara resmi meresmikan Pusat Konsultasi Keluarga Sakinah (PKKS), yang ditujukan sebagai pusat pendampingan dan edukasi keluarga bagi para santri dan masyarakat sekitar.
Kegiatan dilanjutkan dialog bersama 1.000 santri, membahas peran generasi muda dalam membangun keluarga dan bangsa.“Negara ini akan baik bila dimulai dari unit terkecil: keluarga. Maka keluarga-keluarga harus dipersiapkan menjadi keluarga yang kuat dan baik agar melahirkan generasi penerus Indonesia yang berkualitas,” ujar Wihaji.
Malam harinya, Menteri bersama rombongan bermalam di Pondok Pesantren Al-Fattah sebagai bentuk penghormatan dan kedekatan dengan kalangan pesantren.
Dalam kunjungan ini, Menteri Wihaji didampingi Anggota DPR RI Labib, serta Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA., M.EK.
Bupati Yuhronur menjelaskan bahwa Lamongan terus memperkuat program penanganan stunting melalui berbagai kolaborasi.
“Beberapa program sudah kami jalankan, termasuk program Genting yang melibatkan pengusaha dan orang tua asuh,” ujar Bupati.
Dalam setiap titik kunjungan, Wihaji menegaskan bahwa bantuan untuk keluarga risiko stunting tidak boleh dipersulit oleh birokrasi.
“Kalau layak dibantu, ya dibantu. Tidak perlu syarat yang rumit. Itu bedanya dengan pemerintah daerah yang sering butuh banyak berkas,” ujarnya disambut tawa masyarakat.
Rangkaian kunjungan Mendukbangga/BKKBN di Lamongan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir langsung di tengah masyarakat, memastikan program pengentasan stunting dan pembangunan keluarga berjalan tepat sasaran.
“Dari pagi sampai malam, inilah bentuk komitmen kami. Insya Allah besok kami lanjutkan kembali pengecekan lapangan,” tutup Wihaji. (Bgn)