• Seni dan Budaya

    Mengalir Dari Jiwa Prajurit: Halal Bihalal PPAD Jatim Meneguhkan Pengabdian Abadi, Persatuan Kokoh, dan Integritas Tanpa Batas

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 30 Maret 2026 – Dalam balutan suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan nilai-nilai luhur pasca-Ramadan, PD PPAD (Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan Halal Bihalal yang sarat makna dan pesan kebangsaan.

    Mengusung tema “Jalin Silaturahmi Demi Persatuan”, acara ini menjadi ruang temu yang tidak hanya mempererat hubungan emosional, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen pengabdian para purnawirawan kepada bangsa dan negara.

    Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung PPAD Provinsi Jawa Timur, Jalan Brawijaya, Surabaya, pada Senin (30/3/2026), dihadiri oleh jajaran pengurus, anggota PPAD Jawa Timur, serta insan media dari Warta Pena Satu Jatim dan Pilar Pos.

    Sejak pagi hari, para undangan tampak hadir dengan penuh antusias, membawa semangat Idulfitri yang identik dengan kebersihan hati dan keikhlasan untuk saling memaafkan.

    Acara dimulai dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan dengan penuh khidmat oleh Kapten Inf. Sujayat, menciptakan suasana religius yang menyejukkan hati.

    Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Mayor CAJ H. Solahuddin yang mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai spiritual, keikhlasan, dan persaudaraan sebagai fondasi dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

    Pada pukul 10.30 WIB, acara resmi dibuka oleh Ketua Umum PD PPAD Provinsi Jawa Timur, Mayjen TNI (Purn) Dr. Drs. Wibisono Poespitohadi, M.Sc., M.Si. (Han). Dalam sambutannya yang penuh makna dan reflektif, beliau menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum penting untuk melakukan introspeksi diri sekaligus penguatan organisasi secara menyeluruh.

    “Kita tidak hanya membersihkan hati secara personal, tetapi juga memperkuat barisan secara struktural. PPAD Jawa Timur harus terus hadir sebagai wadah sinergi yang menjunjung tinggi hukum, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi nyata bagi anggota, masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkapnya dengan penuh ketegasan.

    Lebih jauh, beliau menekankan bahwa semangat pengabdian seorang prajurit sejatinya tidak pernah berhenti, meskipun telah memasuki masa purnawirawan. Status tersebut, menurutnya, hanyalah perubahan administratif, sementara jiwa pengabdian tetap hidup dan harus terus diwujudkan dalam berbagai bentuk kontribusi positif.

    Dalam suasana penuh kekhusyukan, beliau juga menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan untuk kembali berkumpul dalam momen yang penuh keberkahan ini.

    Halal Bihalal, lanjutnya, memiliki makna mendalam sebagai jembatan yang menyatukan hati, mempererat tali silaturahmi, serta memperkuat rasa kebersamaan dalam satu semangat pengabdian yang tidak pernah padam.

    “Momen Idul Fitri adalah waktu yang sangat tepat untuk saling memaafkan, membuka lembaran baru, serta memperkokoh komitmen dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab,” tuturnya.

    Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Halal Bihalal melalui saling bersalaman antar peserta. Momen ini berlangsung dengan penuh keakraban, diiringi senyum tulus dan sapaan hangat yang mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan di antara para purnawirawan.

    Ramah tamah yang menyertainya semakin mempererat hubungan emosional, menjadikan acara ini bukan hanya formalitas, tetapi juga ruang batin untuk memperkuat persaudaraan.

    Halal Bihalal sebagai tradisi khas masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, kembali menunjukkan relevansinya sebagai sarana memperkuat harmoni sosial. Dalam konteks PPAD Jawa Timur, kegiatan ini menjadi simbol nyata bahwa nilai-nilai persatuan, loyalitas, dan integritas tetap menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pengabdian.

    Kehadiran insan media dalam kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam memperluas gaung pesan kebersamaan dan semangat kebangsaan kepada masyarakat luas. Sinergi antara organisasi purnawirawan dan media diharapkan mampu menghadirkan narasi positif yang memperkuat persatuan di tengah dinamika kehidupan berbangsa.

    Dengan terselenggaranya kegiatan Halal Bihalal ini, PD PPAD Provinsi Jawa Timur tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga meneguhkan kembali jati diri sebagai bagian dari kekuatan moral bangsa. Sebuah pengingat bahwa meskipun masa dinas telah usai, pengabdian sejati seorang prajurit akan terus hidup mengalir dalam tindakan, menyatu dalam nilai, dan mengakar dalam semangat persatuan Indonesia. (Bgn)***

  • Uncategorized

    Janggal! Anggaran Fantastis Moker Rp2 Miliar, Hadiah Minim MAKI Jatim Siap Bongkar ke Kejati Jatim

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Kegiatan gerak jalan Mojokerto Suroboyo sebenarnya telah menjadi kegiatan rutin tahunan dari OPD Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora Jatim) sebagai instansi resmi penyelenggara giat gerak jalan Moker tersebut.

    Dari tahun ke tahun,hadiah uang pembinaan yang diberikan kepada pemenang gerak jalan Mojokerto Suroboyo tersebut tidak pernah berubah, selalu pada kisaran total hadiah hanya 80-90 juta saja, untuk semua pemenang gerak jalan Moker.

    Dispora Jatim juga hanya menyiapkan beberapa hadiah door prize untuk klasifikasi jenis tertentu saja dan terlihat bahwa dalam gerak jalan Moker pada tahun penyelenggaraan 2025 mengalami penurunan signifikan dalam jumlah peserta.

    TIM Litbang dan investigasi MAKI Jatim sejak tahun penyelenggaraan gerak jalan Moker tahun 2024 sudah melakukan pemantauan dan pengawasan sangat melekat serta intensif berkenaan dengan narasi berbasis perhitungan jumlah anggaran yang digunakan dalam gerak jalan Moker tersebut.

    Bahkan pada penyelenggaraan tahun 2025, selain menjadi peserta lomba gerak jalan Moker tim Litbang MAKI Jatim telah sukses dan berhasil melakukan giat undercover untuk masuk menjadi panitia gerak jalan Moker tersebut.

    Bahkan pada penyelenggaraan tahun 2025, selain menjadi peserta lomba gerak jalan Moker tim Litbang MAKI Jatim telah sukses dan berhasil melakukan giat undercover untuk masuk menjadi panitia gerak jalan Moker tersebut.

    Perlu disampaikan bahwa kegiatan penyelenggaraan gerak jalan Moker tersebut sesuai data dalam LPSE Jatim dan SIRUP LKPP, total biaya yang digunakan Dispora Jatim dalam giat gerak jalan Moker tersebut adalah sebesar 2 Milyard rupiah dan diambilkan dari dana APBD 1 Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    Penggunaan anggaran pada gerak jalan Moker tahun anggaran 2024 dan tahun anggaran 2025 saat ini menjadi salah satu materi yang akan dilaporkan ke APH yaitu Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

    “Saya gak habis pikir, hadiah gerak jalan Moker tahun 2024 dan 2025 hanya berkisar 80 juta sampai 90 juta saja, ditengah anggaran riil di angka 2 Milyard rupiah,sangat terlihat bahwa Dispora Jatim lebih senang mengeluarkan banyak anggaran GMS tersebut untuk pembayaran sejumlah artis dan kamuflase harga artis inilah akhirnya berhasil diungkap tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim sebagai bagian dari dugaan korupsi didalamnya,”ungkap Heru MAKI.

    Celah dugaan korupsi juga terlihat pada alokasi pembayaran untuk pengamanan kegiatan gerak jalan Moker,dimana anggaran tersebut juga diduga sangat mudah untuk dikamuflase oleh oknum Dispora Jatim.

    Heru MAKI menambahkan bahwa selain materi celah dugaan korupsi pada laporan pertanggung jawaban giat gerak jalan Moker tersebut,secara tidak sengaja juga,tim Litbang MAKI Jatim juga berhasil mengungkap dugaan gratifikasi atau cash back pada kegiatan jasa penyelenggaraan acara Dispora Jatim dalam tahun anggaran 2024 dan 2025.

    “Saya buka ya, sebenarnya dapatnya data dugaan gratifikasi berupa cash back dalam anggaran jasa penyelenggaraan acara pada Dispora Jatim ini sangat tidak sengaja ketika salah satu tim Litbang MAKI Jatim sedang ngopi di satu tempat dan tiba tiba didatangi salah satu vendor yang menceritakan dugaan aroma permainan anggaran pada giat jasa penyelenggaraan acara,” jelas Heru MAKI.

    Vendor yang agak sedikit kecewa tersebut menceritakan dengan detil kronologis dan proses untuk mendapatkan pekerjaan sebagai vendor jasa penyelenggaraan acara serta menyampaikan kronologis lengkap berbasis gambar, berkenaan dengan kronologis lokasi penyerahan cash back dari sang vendor tersebut ke internal Dispora Jatim.

    Dari data awal tersebut,kemudian tim Litbang melakukan penajaman data dan mendapatkan data beberapa vendor yang menjadi langganan untuk giat jasa penyelenggaraan acara karena dugaan cash backnya dianggap rutin dan tidak bermasalah,untuk kemudian mendapatkan jatah waskat dari tim Litbang MAKI Jatim untuk diawasi dan diikuti pergerakannya selama beberapa bulan.

    Dan “lagu lama” berkenaan dengan giat jasa penyelenggaraan acara tersebut ternyata berulang kembali pada tahun 2025,walaupun ada penurunan signifikan pada jumlah kegiatannya.

    Heru MAKI menyampaikan bahwa ada 4 item celah dugaan korupsi yang berhasil diungkap tim Litbang MAKI Jatim dengan data dan alat bukti hukum yang cukup memadai dalam penyempurnaan berkas pelaporan Bidang Hukum MAKI Jatim.

    Heru MAKI memastikan bahwa kelengkapan berkas pelaporan sudah final beserta semua temuan data pendukung yang bisa menjadi alat bukti hukum dan secepatnya akan menjadi berkas pelaporan resmi MAKI Jatim kepada APH yaitu Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. (Bgn)***

  • Uncategorized

    Dugaan Pemboncengan Darurat, di BPBD Jatim: Legal Opinion BPK Diduga Dijadikan Tameng, MAKI Jatim Siap Bongkar Skema Belanja yang Dicurigai Menyimpang

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Apa yang selama ini berlindung di balik istilah “darurat bencana” kini mulai retak. Di balik narasi percepatan dan fleksibilitas, muncul dugaan keras: mekanisme darurat justru dimanfaatkan sebagai jalur pintas untuk praktik belanja yang patut dipertanyakan.

    MAKI Jawa Timur membuka babak baru lebih tajam, lebih frontal, dan langsung menyasar inti persoalan. Tidak lagi sekadar mengumpulkan data, kini mereka bergerak dengan langkah strategis: mengirim surat resmi ke BPK Kanwil Jawa Timur dan Inspektorat Jatim untuk menguji satu hal paling krusial
    apakah Legal Opinion (LO) benar digunakan sesuai batasnya, atau justru diselewengkan menjadi tameng.

    Ketua MAKI Koorwil Jatim, Heru MAKI, secara terbuka mengunci arah tembakan.

    “Kami ingin kejelasan. Legal opinion itu punya batas. Kalau digunakan di luar konteks, itu bukan lagi perlindungan hukum itu penyimpangan.”

    Pernyataan ini bukan retorika.
    Ia adalah tantangan terbuka terhadap praktik yang selama ini diduga berjalan di ruang abu-abu.

    LEGAL OPINION: PAYUNG DARURAT ATAU CELAH SISTEM?

    Dalam dokumen Legal Opinion BPK, batasannya sebenarnya tegas dan tidak multitafsir:

    – Fleksibilitas hanya berlaku dalam status darurat resmi.
    – Prosedur boleh dipercepat, bukan diabaikan.
    – Anggaran harus tetap akuntabel dan terdokumentasi.
    – Penggunaan dana difokuskan untuk kebutuhan mendesak korban.
    – Pengawasan Inspektorat wajib berjalan aktif.

    Namun berdasarkan kajian Bidang Hukum serta investigasi tim Litbang MAKI Jatim, muncul dugaan bahwa garis batas ini tidak lagi dihormati.

    Yang terjadi justru sebaliknya:
    legal opinion diduga “ditarik paksa” keluar dari konteksnya dan dijadikan justifikasi untuk berbagai pembelian barang termasuk yang tidak berkaitan langsung dengan kondisi darurat.

    INDIKASI PENYIMPANGAN: DARI POLA BELANJA HINGGA HARGA

    Tak berhenti pada soal tafsir hukum, MAKI juga menemukan indikasi yang lebih teknis namun krusial:

    mekanisme pengadaan barang diduga tidak lagi mengacu pada prinsip efisiensi dan kewajaran harga.

    Pejabat pengadaan dan PPK BPBD Jatim disebut tidak menjalankan pembandingan harga secara terbuka sebuah prosedur dasar untuk memastikan penggunaan anggaran tetap rasional.

    Jika dugaan ini benar, maka yang terjadi bukan sekadar kelalaian.

    Ini adalah indikasi sistemik di mana fleksibilitas darurat berpotensi berubah menjadi ruang bebas tanpa kontrol yang ketat.

    IRISAN KRITIS: TEMPAT DUGAAN ITU TUMBUH

    MAKI menyebut ada satu titik paling rawan:
    irisan antara kondisi darurat dan pengadaan non-darurat.

    Di wilayah inilah, dugaan penyimpangan disebut berkembang.
    Barang-barang yang seharusnya tidak masuk kategori darurat, tetap dibeli dengan skema darurat berlindung di balik legal opinion.

    Dan dari sinilah muncul istilah yang mulai digaungkan secara serius:

    dugaan skema korupsi dalam belanja barang BPBD Jatim.

    SURAT KE BPK: KUNCI PEMBUKA ATAU TITIK BALIK?

    Langkah MAKI bukan sekadar formalitas administratif.
    Surat yang dikirim ke BPK dan Inspektorat adalah alat pembuka untuk memaksa sistem memberikan jawaban.

    – Apakah BPK akan menegaskan batas penggunaan legal opinion?
    – Apakah Inspektorat akan mengakui adanya celah pengawasan?
    – Ataukah semua akan kembali terkunci dalam birokrasi yang defensif?

    “Kami menunggu jawaban resmi. Dari situ akan terlihat, ini salah tafsir atau ada sesuatu yang lebih besar,” tegas Heru.

    PERTARUNGAN DIMULAI

    Kini, situasi tidak lagi berada di wilayah spekulasi. MAKI Jatim telah menaikkan level permainan dari investigasi internal menuju tekanan institusional.

    Jika klarifikasi yang diminta benar-benar terbuka, maka dampaknya bisa luas:
    bukan hanya pada BPBD Jatim, tetapi juga pada sistem pengelolaan anggaran darurat secara keseluruhan.

    Dan jika dugaan ini terbukti, maka konsekuensinya tidak akan sederhana.

    ini bisa menjadi salah satu pengungkapan paling serius tentang bagaimana “status darurat” diduga diboncengi untuk praktik yang menyimpang.

    Satu hal yang kini tak terbantahkan:

    tabir sudah mulai terbuka dan kali ini, sorotan tidak akan mudah dipadamkan. (Bgn)***

  • Seni dan Budaya

    Halal Bihalal di Labang Pererat Sinergi Forkopimda dan Masyarakat

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H/2026 yang digelar di kediaman Kepala Desa Sendang Dejeh, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Rabu (25/3/26).

    Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi antara unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf. Nanang Fahrur Rozi, S.Pd., Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Ari Wibowo, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, Ketua PN Bangkalan Arie Andhika Adikresna, Kajari Bangkalan Noer Adi, Sekda Bangkalan Ismed Efendi, Ketua PC NU Bangkalan KH. Muhammad Makki Nasir, serta sejumlah pejabat lainnya.

    Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah.

    Dalam sambutannya, Kepala Desa Sendang Dejeh Muhamad Farid menegaskan bahwa Halal Bihalal merupakan momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, menyatukan perbedaan, serta memperkuat semangat gotong royong.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan desa, sekaligus berharap kebersamaan yang terjalin dapat terus dijaga demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

    Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf. Nanang Fahrur Rozi, S.Pd. dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan antara aparat kewilayahan dengan masyarakat.

    “Momentum Idul Fitri ini menjadi sarana yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan kebersamaan, serta memperkokoh sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan keamanan wilayah,” ujarnya.

    Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan tertib, lancar, dan aman. (Aziz)***

  • Kepolisian

    Arus Mudik di Jatim 2026 Naik Signifikan, Jumlah Kendaraan Tembus 1,93 Juta

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Pergerakan arus mudik dan balik di wilayah Jawa Timur selama pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

    Berdasarkan data periode 13 hingga 24 Maret 2026, total kendaraan keluar-masuk tercatat mencapai 1.938.668 unit.

    Angka tersebut meningkat sekitar 18 persen atau bertambah 300.676 kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 1.637.992 kendaraan.

    Kabid Humas Polda Jatim selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan peningkatan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat saat momentum mudik Lebaran tahun ini.

    “Secara umum terjadi peningkatan arus lalu lintas baik di jalur arteri maupun tol. Total kendaraan yang keluar masuk Jawa Timur naik sekitar 18 persen dibanding tahun lalu,” ujar Kombes Pol Abast dalam keterangannya, Rabu (25/3/26).

    Di jalur tol, peningkatan juga terlihat dengan total kendaraan mencapai 1.483.303 unit atau naik 10 persen.

    Sementara di jalur arteri, lonjakan cukup signifikan terjadi di beberapa titik, seperti arteri Magetan yang mengalami kenaikan hingga lebih dari 400 persen.

    Selain kendaraan, jumlah penumpang moda transportasi umum juga mengalami peningkatan cukup tinggi.

    Total penumpang tercatat sebanyak 2.544.309 orang atau naik 22 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 2.097.163 orang.

    “Lonjakan penumpang terlihat di berbagai moda, baik darat, laut, maupun udara. Ini menandakan aktivitas mudik tahun ini berjalan sangat dinamis,” tambah Kombes Abast.

    Di sektor transportasi udara, Bandara Juanda mencatat kenaikan penumpang sebesar 13 persen menjadi 522.135 orang.

    Sementara di terminal bus Purabaya jumlah penumpang meningkat 22 persen menjadi 472.519 orang.

    Untuk transportasi kereta api, Stasiun Gubeng dan Pasar Turi juga mengalami kenaikan signifikan.

    Di Stasiun Gubeng jumlah penumpang naik 41 persen menjadi 326.493 orang, sedangkan di Stasiun Pasar Turi meningkat 18 persen menjadi 210.016 orang.

    Sementara itu, di sektor penyeberangan laut, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencatat kenaikan penumpang hingga 21 persen menjadi 904.814 orang.

    Namun, Pelabuhan Tanjung Perak justru mengalami penurunan total penumpang sekitar 21 persen.

    Kombes Abast menegaskan, secara keseluruhan kondisi arus mudik dan balik di Jawa Timur selama Operasi Ketupat Semeru 2026 berjalan aman dan lancar meskipun terjadi peningkatan volume yang cukup tinggi.

    “Alhamdulillah, meskipun terjadi peningkatan yang cukup signifikan, situasi kamtibmas dan kamseltibcarlantas tetap terjaga kondusif. Ini berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026,” pungkas Kombes Abast. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Kapolres Gresik Tinjau Pantai Dalegan Pastikan Keamanan Wisatawan

    WARTAPENASATUJATIM | GRESIK – Menjelang puncak libur Idul Fitri 1447 H, jajaran Polres Gresik Polda Jatim memperketat pengawasan di sejumlah titik keramaian, termasuk destinasi wisata air yang dipadati pengunjung.

    Upaya ini dilakukan guna memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat selama momentum libur Lebaran 2026.

    Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menekankan pentingnya aspek keselamatan di seluruh destinasi wisata, khususnya wisata air, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat saat libur Lebaran.

    “Kami telah mengimbau kepada pengelola wisata wajib mengutamakan keselamatan pengunjung,” ujar AKBP Ramadhan Nasution, Rabu (25/3/26).

    Kapolres Gresik menegaskan bahwa pengamanan tidak hanya difokuskan pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga mencakup pengawasan intensif di kawasan wisata.

    “Kami juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Bagi pengunjung Pantai Dalegan, perhatikan keselamatan keluarga, terutama saat beraktivitas di air,” ujarnya.

    Di lokasi wisata, personel kepolisian dari Polsek Panceng bersama Polres Gresik tampak aktif melakukan patroli dan memberikan edukasi langsung kepada pengunjung.

    Melalui pengeras suara, petugas mengingatkan para orang tua untuk mengawasi anak-anak saat bermain atau berenang di laut, menggunakan pelampung saat beraktivitas di air, serta mematuhi batas aman zona renang yang telah ditentukan.

    Pengawasan yang dilakukan secara intensif ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama libur Idul Fitri 1447 H, sehingga masyarakat dapat menikmati waktu bersama keluarga dengan nyaman.

    Dengan langkah preventif dan humanis tersebut, Polres Gresik menargetkan terciptanya perayaan Lebaran yang aman dan minim risiko kecelakaan, khususnya di destinasi unggulan seperti Pantai Dalegan.

    Untuk pengaduan masyarakat, Polres Gresik menyiapkan Hotline pengaduan yang dapat dihubungi 24 jam melalui Call Center 110 atau melalui layanan khusus “Lapor Cak Rama” di nomor WhatsApp/Telepon 0811-8800-2006.

    “Warga dapat melaporkan gangguan kamtibmas, laka lantas, maupun tindakan kriminal lainnya melalui call center 110 bebas pulsa, atau layanan khusus “Lapor Cak Rama,” pungkas Kapolres Gresik. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Tinjau Jasa Marga Command Center, Kapolri Pastikan Penanganan Arus Balik Berjalan Lancar dan Aman

    WARTAPENASATUJATIM | JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung arus balik Lebaran di Jasa Marga Toll Road Command Center, Jatiasih, Bekasi, Jawa Barat. Ia memastikan penanganan dan pengendalian lalu lintas berjalan baik dan optimal.

    Sigit mengungkapkan, puncak arus balik gelombang pertama sudah berlangsung kemarin hari, Selasa 24 Maret 2026. Berdasarkan data, tercatat ada 256.338 kendaraan yang masuk ke wilayah Jakarta dan sekitarnya.

    “Ini lebih tinggi dibandingkan tahun kemarin, tahun kemarin 223.163 kendaraan. Namun Alhamdulillah artinya kita melihat bahwa puncak arus balik kurang lebih sudah terjadi tadi malam, tinggal kita urai untuk yang lain,” kata Sigit, Rabu (25/3/2026).

    Sigit memastikan, penanganan arus balik berjalan optimal dan aman dengan melakukan kebijakan rekayasa lalu lintas. Di antaranya menerapkan one way nasional maupun lokal hingga contraflow.

    Meski begitu, Sigit menyebut, kepolisian dan pihak terkait lainnya terus mewaspadai dan mengantisipasi adanya gelombang arus balik kedua. Mengingat, masih ada pemudik yang memilih untuk menunda kepulangannya.

    “Jadi, per tadi malam ya, ada catatan kurang lebih 1.958.838 kendaraan yang masuk. Dan baru saja tadi kita cek lagi di jam 12.00 ada 82.000 sehingga total kurang lebih 2.040.000 yang sudah masuk Jakarta,” ujar Sigit.

    “Artinya masih ada sisa dari kurang lebih 2.521.229 kendaraan yang meninggalkan Jakarta dikurangi 2.040.000, itulah yang menjadi PR kita untuk bisa kita urai di kegiatan yang terkait dengan puncak arus balik,” tambah Sigit menjelaskan.

    Di sisi lain, Sigit juga kembali meminta kepada seluruh jajarannya untuk mengingatkan kepada pemudik agar mengutamakan keselamatan. Ia mengimbau kepada pengendara untuk berisitirahat apabila sudah mengalami kelelahan.

    “Ada rest area di jalur tol, kemudian juga ada tempat-tempat istirahat yang ada di jalur arteri, baik itu di pos-pos pelayanan, pos terpadu ataupun jalur-jalur jembatan timbang yang sudah disiapkan sehingga kemudian kita betul-betul bisa menekan jumlah laka lantas walaupun secara nasional kita turun, namun kita harapkan sampai dengan arus balik nanti jumlah laka lantasnya tidak terlalu signifikan,” papar Sigit.

    Sementara itu, Sigit menyebut, Operasi Ketupat 2026 berakhir pada hari ini. Namun, Polri tetap bersiaga dalam memberikan pengamanan serta pelayanan dengan melakukan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).

    “Karena hari ini operasi kita sudah selesai, kita tambahkan tiga atau empat hari dengan kegiatan rutin yang ditingkatkan. Ini semua menjadi bagian dari upaya untuk supaya rangkaian arus mudik dan arus balik betul-betul bisa terjaga dengan baik,” tutup Sigit. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Polri: Hari Ke-13 Operasi Ketupat 2026 Kondusif, Arus Balik Mulai Meningkat

    WARTAPENASATUJATIM | Jakarta – Negara Republik Indonesia melalui Satuan Tugas Humas Operasi Ketupat 2026 menyampaikan update situasi kamtibmas pada hari ke-13 pelaksanaan operasi. Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terpantau aman dan kondusif tanpa adanya kejadian menonjol.

    Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Jansen Avitus Panjaitan, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan harian, jumlah gangguan kamtibmas tercatat sebanyak 1.387 kejadian.

    “Secara umum situasi kamtibmas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 hingga hari ke-13 terpantau kondusif dan tidak terdapat kejadian menonjol. Kami terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam momentum arus mudik dan balik Lebaran,” ujar Jansen.

    Dari data tersebut, tercatat 1.288 kasus kejahatan, 18 pelanggaran, 8 kejadian bencana, serta 73 gangguan lainnya. Sementara itu, pada sektor lalu lintas, tercatat 226 kejadian kecelakaan dengan rincian 12 orang meninggal dunia, 73 orang luka berat, dan 440 orang luka ringan, serta kerugian materiil sebesar Rp226.150.000.

    Untuk penegakan hukum lalu lintas, Polri mencatat 10 pelanggaran melalui sistem ETLE serta 27 teguran kepada pengguna jalan sebagai langkah preventif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat.

    Terkait arus lalu lintas, volume kendaraan keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 135.724 kendaraan, meningkat 2,77 persen dibandingkan kondisi normal. Namun, angka tersebut mengalami penurunan sebesar 11,98 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

    Sebaliknya, arus kendaraan yang masuk ke Jakarta menunjukkan peningkatan signifikan. Tercatat sebanyak 256.338 kendaraan masuk ke ibu kota, meningkat 99,02 persen dibandingkan volume normal dan naik 14,87 persen dibandingkan tahun lalu.

    “Arus balik sudah mulai terlihat meningkat signifikan. Oleh karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan dengan baik, memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA), serta memperhatikan kondisi fisik dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan,” jelas Jansen.

    Selain itu, mobilitas masyarakat di sektor transportasi umum juga masih cukup tinggi. Pada moda penyeberangan, tercatat 1.438 trip kapal dengan total 496.130 penumpang. Sementara itu, pada moda kereta api terdapat 2.707 perjalanan dengan jumlah 1.475.203 penumpang, dan sektor penerbangan mencatat 2.473 penerbangan dengan 311.047 penumpang.

    Polri juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mengutamakan keselamatan selama perjalanan, terutama menuju destinasi wisata dan pusat keramaian.

    “Masyarakat diimbau untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta mematuhi rambu dan arahan petugas di lapangan,” tambahnya.

    Sebagai bentuk pelayanan, Polri juga menyediakan layanan darurat melalui call center 110 yang aktif selama 24 jam bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.

    Polri bersama seluruh pemangku kepentingan berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik demi memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026.

    “Mudik aman, keluarga bahagia,” tutup Jansen. (Bgn)

  • Kepolisian

    Sapa Pengunjung di Gunung Bromo Kapolres Probolinggo Pastikan Keamanan Wisatawan

    WARTAPENASATUJATIM | PROBOLINGGO – Gunung Bromo masih menjadi salah satu destinasi wisata alam favorit di Jawa Timur.

    Hal itu terlihat banyaknya pengunjung pada libur lebaran Idulfitri mulai H+3 setelah sebelumnya kawasan wisata Bromo ditutup selama hari raya Nyepi.

    Untuk tetap menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan, Polres Probolinggo Polda Jatim memaksimalkan patroli kawasan Gunung Bromo.

    Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan bahwa peningkatan patroli ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, keselamatan wisatawan, serta untuk memastikan situasi tetap kondusif.

    AKBP Latif menerangkan, patroli tersebut difokuskan pada sejumlah titik yang ramai dikunjungi wisatawan, diantaranya kawasan lautan pasir, kawah Bromo dan jalur masuk kawasan wisata melalui wilayah Kabupaten Probolinggo.

    “Kehadiran kami di sini adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat yang sedang berlibur di Gunung Bromo agar merasa aman dan nyaman,” ujar AKBP Latif di Gunung Bromo, Selasa (24/3/26).

    Tak hanya soal keamanan, Kapolres Probolinggo juga menyoroti ancaman kerusakan lingkungan akibat membludaknya pengunjung.

    Kapolres Probolinggo mengimbau wisatawan agar menjaga kelestarian kawasan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

    Selain itu, Kapolres Probolinggo juga mengingatkan wisatawan agar tetap memperhatikan keselamatan saat melintas di jalur menuju lokasi Gunung Bromo.

    “Banyak jalur yang ekstrem, jadi kami ingatkan agar wisatawan lebih hati – hati, pastikan kendaraannya dalam kondisi prima serta perhatikan rambu peringatan di sepanjang jalur menuju lokasi,” kata AKBP Latif.

    Sementara itu, menurut salah seorang rombongan wisatawan dari Blora – Jawa Tengah, wisata Bromo tak hanya nyaman karena pemandangan alamnya namun juga karena kehadiran pihak keamanan dari Kepolisian setempat.

    “Pemandangan di Gunung Bromo sangat bagus, udaranya sejuk dan lebih merasa aman lagi di sini banyak Polisi yang patroli,” kata Anik yang datang ke Bromo bersama 35 orang rombongan dari perusahaan tempat ia bekerja.

    Menurutnya dengan kehadiran Polisi, wisatawan tidak merasa khawatir ada tindak kejahatan di lokasi wisata yang memang ramai pengunjung.

    “Jadi kita tenang gitu lho atau kalaupun ada kejahatan kan cepat ditangani dengan adanya Polisi yang siaga di sini ( lokasi Gunung Bromo),” kata Anik.

    Hal senada juga diakui salah seorang pelaku jasa transportasi wisata di Bromo yang mengatakan stabilnya jumlah wisatawan Bromo juga ditunjang oleh perbaikan sistem pengelolaan di pintu masuk dan sistem pengamanan.

    Ia menilai, jika sebelumnya antrean panjang hingga memicu kepadatan kerap terjadi, kini kondisi tersebut sudah jauh lebih terkendali terlebih hadirnya pihak Kepolisian yang rutin patroli.

    “Sekarang tidak ada kemacetan di tiket masuk. Penanganannya lebih cepat, jadi pengunjung lebih lancar masuk dan sistem keamanannya juga terjamin dengan hadirnya pihak Kepolisian,” jelasnya. (Bgn)***

  • Berita Duka,  Kepolisian

    Apendra Gugur saat Kawal Malam Takbiran Diberi KPLB, Kapolda Riau: Jadi Warisan Abadi

    WARTAPENASATUJATIM | Riau – Anggota Polsek Kampar Aiptu Apendra yang gugur saat melaksanakan tugas pengawalan dan pengamanan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi diberikan penghargaan anumerta Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) oleh Kapolri Jenderal Pol Drs Listyo Sigit Prabowo MSi.

    Hal itu disampaikan oleh Kapolda Riau Irjen Dr Herry Heryawan SIK MH MH MHum, Selasa (24/3/2026). Ia mengatakan KPLB ini sebagai pengingat akan dedikasi serta pengabdian almarhum yang menjadi warisan abadi bagi rekan-rekan sesama petugas kepolisian dan masyarakat.

    Aiptu Apendra, yang menjabat sebagai Banit Reskrim Polsek Kampar, dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 02.39 WIB, akibat kelelahan dan sesak napas saat bertugas.

    “Terima kasih kepada Bapak Kapolri yang memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa kepada almarhum Aiptu Apendra. KPLB ini bukan sekadar apresiasi tertinggi, tetapi lebih dari itu menjadi pengingat bagi kita semua akan dedikasi dan pengorbanan almarhum sebagai petugas kepolisian yang berjuang untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” Ujar Kapolda Riau.

    Dikatakannya, teladan akan dedikasi dan pengorbanan inilah yang menjadi warisan abadi almarhum bagi rekan-rekan sesama petugas kepolisian maupun masyarakat. Tak ada yang menginginkan hal seperti ini terjadi, namun demikianlah takdir yang disuratkan oleh Tuhan Allah SWT.

    ”Kita yang ditinggalkan hanya bisa mendoakan serta memetik hikmah dari seluruh kebaikan hidup almarhum,” kata Kapolda alumni Akpol 1996 itu.

    Aiptu Apendra, yang lahir di Air Tiris pada 24 Februari 1984 meninggalkan seorang istri dan satu anak perempuan. Kepergian almarhum meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan rekan-rekannya di Polsek Kampar.

    *Melindungi Tuah, Menjaga Marwah*

    Hal serupa juga diungkapkan Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad SH MSi. ”Mari kita sama-sama agar tetap Melindungi Tuah, Menjaga Marwah. Slogan yang dicetus Bapak Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan ini, sangat baik sekali dilestarikan dan diaplikasikan. Karena maknanya sangat mendalami sekali untuk kepentingan masyarakat luas, khususnya di Bumi Lancang Kuning, Provinsi Riau,” kata Kombes Pandra.

    Kabid Humas mengingatkan kembali apabila masyarakat memerlukan pelayanan bantuan polisi lebih cepat silakan lapor ke Call Center 110. ”Kami siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya. (Bgn)***

Wartapenasatu.com @2025