• Uncategorized

    Silaturahmi Ramadan Madas Sedarah: Satukan Potensi, Teguhkan Persaudaraan Madura Asli

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Momentum Ramadan dimanfaatkan Majelis Masyarakat Madura Asli (Madas) Sedarah DPC Kabupaten Bangkalan sebagai ajang mempererat silaturahmi dan memperkuat konsolidasi organisasi.

    Kegiatan buka bersama yang digelar di salah satu resto terkenal di Bangkalan, Sabtu (28/2) itu menjadi ruang refleksi sekaligus penegasan komitmen untuk membangun persatuan dan kontribusi nyata bagi daerah.

    Ketua DPC Madas Sedarah Kabupaten Bangkalan, H. Nurul, menegaskan bahwa silaturahmi bukan sekadar agenda seremonial, melainkan fondasi utama dalam menjaga soliditas dan arah perjuangan organisasi.

    Dalam arahannya, pembina Madas Sedarah, Jimhur Saros, dalam sambutannya menyoroti pentingnya menjaga benih-benih kekuatan yang tumbuh di tubuh Madas.

    Menurutnya, potensi internal yang beragam harus dirawat menjadi energi kolektif untuk memperkokoh rasa persaudaraan dan persatuan.

    “Terus sambung kedekatan dan kebersamaan ini dalam segala hal, termasuk dalam menimba ilmu. Ke depan, Madas harus semakin besar, memberi warna baru, menghadirkan kehidupan baru, serta menjadi wadah untuk merumuskan langkah dalam menjaga dan mengembangkan budaya Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan,” tegas Jimhur.

    Jimhur Saros yang juga dikenal sebagai pendiri LSM pertama di Bangkalan sejak 1999, yakni LSM Lempar, memberikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Madas atas komitmennya menjaga silaturahmi dan membangun tradisi keilmuan di internal organisasi.

    Ia berharap Madas terus berjaya dan seluruh jajaran diberikan rahmat serta hidayah dalam menjalankan perannya.

    Sementara itu, Ketua DPAC Tanjung Bumi, H. Dangken, yang juga menjabat penasihat DPC Madas Kabupaten Bangkalan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota Madas Sedarah di tingkat kecamatan.

    Ia menekankan pentingnya membangun potensi dan memperluas kolaborasi, termasuk dengan berbagai elemen dan lembaga di Kabupaten Bangkalan.

    Menurutnya, Madas harus hadir dalam pendampingan advokasi serta penguatan program di setiap PAC dan DPAC.

    Potensi yang ada di masing-masing kecamatan, kata dia, perlu dikelola secara maksimal demi kesejahteraan bersama.

    “Masalah-masalah yang perlu dilakukan pendampingan harus menjadi perhatian. Program di setiap PAC dan DPAC harus mampu mendukung serta memaksimalkan potensi yang ada,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu juga ditegaskan bahwa meski dinamika internal kerap terjadi, tujuan utama Madas tetap satu, yakni mempererat persaudaraan antar masyarakat Madura asli dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.

    “Bagaimana kita makmur bersama, sugih bersama, masuk surga bersama,” ungkap Imam, salah satu pengurus, menutup sambutan dengan pesan kebersamaan.

    Selain memperkuat internal, Madas Sedarah juga menyatakan komitmennya untuk berkontribusi aktif dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

    Organisasi ini siap mendukung program-program pembangunan demi menghadirkan langkah yang lebih maju bagi Kabupaten Bangkalan. (Azis)***

  • Militer,  SOSIAL

    Berbagi Berkah Ramadan, Danlanal Batuporon Bagikan Takjil Gratis di Tanean Suramadu

    WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Berbagi Berkah Ramadan, Danlanal Batuporon Bagikan Takjil Gratis di Tanean Suramadu

    Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadan dengan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Batuporon, Letkol Laut (P) Ari Wibowo, S.E., M.Tr.Opsla., menggelar aksi kemanusiaan berupa pembagian takjil gratis.

    Kegiatan ini berlangsung di kawasan Tanean Suramadu arah menuju Madura pada Jumat (27/02/2026).

    Didampingi Ketua Cabang 5 Daerah Jalasenastri Kodaeral V, Ny. Marissa Ari, Danlanal Batuporon turun langsung menyapa pengendara dan masyarakat yang melintas untuk membagikan paket makanan berbuka puasa.

    Letkol Laut (P) Ari Wibowo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud syukur serta upaya untuk meraih pahala di bulan yang penuh kemuliaan.

    Menurutnya, Ramadan adalah momentum emas untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui aksi nyata membantu sesama.

    “Kami ingin memanfaatkan kesempatan di bulan suci ini untuk berbagi kebahagiaan. Sebagaimana teladan Rasulullah SAW, betapa mulianya tangan yang bergerak untuk memberikan kenyamanan bagi saudara kita yang sedang menjalankan ibadah puasa,” ujar Danlanal di sela-sela kegiatan.

    Ia juga menekankan pentingnya motivasi spiritual dalam berbagi. Mengutip nilai-nilai religius, ia menyebutkan bahwa memberi makan orang yang berpuasa memiliki keutamaan pahala yang besar, setara dengan orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala aslinya.

    Lebih lanjut, Danlanal memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Perwira Staf, prajurit, serta pengurus Jalasenastri Lanal Batuporon yang telah menyukseskan acara ini dengan penuh antusias.

    “Kegiatan ini terselenggara berkat semangat kolektif jajaran Lanal Batuporon. Ini adalah bukti konkret bahwa TNI Angkatan Laut selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, memberikan manfaat, dan senantiasa diterima dengan baik oleh rakyat,” tegasnya.

    Aksi pembagian takjil ini mendapat respons positif dari para pengguna jalan yang merasa terbantu, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba. (Azis)***

  • Militer

    Kodim 0829/Bangkalan Terbuka Terima Aspirasi LIRA, Tegaskan Hanya Berperan sebagai Pendamping KDKMP

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Kodim 0829/Bangkalan menerima kunjungan silaturahmi dari LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) di Makodim, Jalan Letnan Abdullah No. 4, Kamis (27/2/2026).

    Audiensi tersebut membahas sejumlah aspirasi terkait transparansi pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bangkalan.

    Rombongan LIRA diterima langsung oleh Pasiintel Kodim 0829/Bangkalan, Lettu Cpl M. Sudi Susanto. Dalam forum yang berlangsung terbuka itu, perwakilan LIRA menyampaikan berbagai pertanyaan, mulai dari legalitas koperasi, perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), keterbukaan Rencana Anggaran Biaya (RAB), keterlibatan kepala desa, hingga legalitas material Galian C yang digunakan dalam pembangunan.

    Audiensi juga dihadiri Ketua PWI Kabupaten Bangkalan, menandakan perhatian publik dan insan pers terhadap proyek yang tengah berjalan tersebut.

    Menanggapi berbagai pertanyaan itu, Pasiintel menegaskan bahwa program KDKMP merupakan kebijakan nasional pemerintah. TNI AD, termasuk Kodim 0829/Bangkalan, tidak berada pada ranah pengelolaan anggaran maupun penyusunan rencana teknis pembangunan.

    “Kodim hanya menjalankan fungsi pendampingan dan pengawasan kewilayahan. Kami tidak memegang anggaran dan tidak menyusun RAB. Pelaksanaan teknis menjadi tanggung jawab pelaksana, yakni PT Agrinas. Babinsa di lapangan sebatas memastikan pekerjaan berjalan sesuai desain dan spesifikasi yang telah ditetapkan,” jelasnya.

    Ia juga menekankan, apabila terdapat aspek administratif seperti PBG maupun perizinan material yang masih berproses, hal itu sepenuhnya menjadi kewenangan instansi teknis dan pihak pelaksana. Kodim, lanjutnya, justru mendorong agar seluruh dokumen legalitas dipenuhi untuk menghindari persoalan hukum di kemudian hari.

    Kedua pihak sepakat bahwa kontrol sosial merupakan bagian penting dalam mengawal pembangunan agar tetap berada pada koridor hukum dan kepentingan masyarakat.

    Kodim 0829/Bangkalan menegaskan untuk tetap menjalankan tugas sesuai kewenangan, sembari mendukung pembangunan daerah yang transparan dan akuntabel di Kabupaten Bangkalan. (Azis)***

  • MBG

    Diduga Lemahnya Kontrol dan Sangsi Tegas terhadap Pengelola SPPG di Bangkalan, Menu Tak Sesuai Standar Gizi dan Anggaran

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung lahirnya generasi emas justru menuai keluhan di sejumlah sekolah di Kabupaten Bangkalan.

    Sejumlah siswa dan guru menilai menu yang diterima tidak mencerminkan standar gizi yang layak, bahkan diduga tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.

    Berdasarkan pantauan media di tiga kecamatan, ditemukan dugaan ketidaksesuaian menu dari beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Di antaranya berasal dari Desa Alas Kembang, Kecamatan Burneh.

    Seorang guru di Desa Alas Kembang mengungkapkan kekecewaannya saat menunjukkan menu yang diterima siswa.

    “Hanya ini yang diperoleh siswa kelas 1, 2, dan 3. Untuk kelas 4, 5, 6 hanya ditambah dua jeruk. Kalau dihitung, susu kotak sekitar tiga ribu lima ratus, roti dua ribu, jeruk seribu lima ratus, ini sangat jauh dari harapan,” ujarnya, Selasa (24/2).

    Keluhan serupa muncul di Kecamatan Tanah Merah. Salah satu sekolah dasar yang menerima distribusi dari SPPG Desa Pangeleyan menilai menu yang diberikan tidak relevan dengan anggaran yang ada untuk per siswa.

    “Tiga jenis makanan itu kalau dihitung paling sekitar enam ribuan. Rasanya tidak sesuai dengan yang dianggarkan,” kata seorang guru, Selasa (24/2).

    Guru tersebut bahkan menilai, jika pengawasan lemah, program ini berpotensi disalahgunakan. Padahal, menurutnya, tujuan awal program MBG adalah memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk menunjang kesehatan dan fungsi otak lebih optimal.

    “Alhamdulillah menu hari ini dari Yayasan Anzelna Ghaniaya Asyari cukup roti satu, susu, kurma tiga biji dan Jeruk satu biji yang sudah busuk,” sindir nya. Rabu, (25/2).

    Tak hanya itu, keluhan juga datang dari wilayah Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Kota Bangkalan. Seorang siswi mengaku kecewa dengan menu yang diterimanya.

    “Saya ingin menu MBG dikirim dari Kodim lagi karena enak-enak. Setelah dialihkan ke dapur lain, rasa dan menunya saya tidak suka,” ujarnya.

    Keesokan harinya, siswi tersebut kembali mengeluh. Ia menunjukkan satu buah salak yang diterimanya dalam kondisi busuk dan berulat.

    “Hari ini menunya hanya telur rebus, kacang, roti, dan satu salak. Tapi salaknya berulat,” keluhnya, Rabu (25/2).

    Hingga kini Korwil SPPG Kabupaten Bangkalan, Ivan, belum pernah memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilayangkan media. Padahal, peran koordinator wilayah sangat penting dalam pengawasan kualitas menu dan pemenuhan standar gizi.

    Minimnya respons dari pihak terkait menimbulkan pertanyaan soal fungsi kontrol dan pengawasan program ini di lapangan. Masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memberikan teguran atau sanksi bila ditemukan pelanggaran prosedur. (Azis)***

  • Uncategorized

    MAKI Jatim Ungkap Uang Rakyat di Pokir Magetan: Siapa Bermain, Siapa Melindungi?

    QWARTAPENASATUJATIM | Magetan, 25 Februari 2026 – Magetan tidak sedang menghadapi isu biasa. Ini bukan sekadar selisih angka atau kekeliruan administrasi. Ini tentang dugaan perampokan sistematis terhadap uang rakyat melalui dana hibah Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Tahun Anggaran 2019–2024.

    Ketika MAKI Jatim memutuskan membawa laporan resmi ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, itu bukan langkah simbolik. Itu adalah alarm keras bahwa proses yang sebelumnya bergulir di Kejaksaan Negeri Magetan dinilai tak cukup tajam untuk membongkar inti persoalan.

    Selama dua hari, tim investigasi turun langsung ke Magetan. Mereka menguliti data, mencocokkan dokumen, menelusuri jejak penerima hibah. Hasilnya memunculkan satu dugaan yang mengerikan: adanya kelompok tani (Poktan) yang diduga fiktif sebagai pintu masuk pencairan dana.

    Jika benar, maka ini bukan kelalaian. Ini pola.

    Pertanyaannya sederhana namun brutal:
    Bagaimana dana hibah bisa cair jika penerimanya tak nyata?
    Siapa yang memverifikasi?
    Siapa yang menandatangani?
    Siapa yang menikmati?

    Dana Pokir sejatinya adalah instrumen aspirasi rakyat. Namun ketika mekanisme pengawasan longgar, ia berubah menjadi ladang empuk permainan anggaran. Proposal bisa disusun, nama kelompok bisa dimunculkan, laporan pertanggungjawaban bisa dirapikan. Di atas kertas terlihat bersih. Di lapangan belum tentu ada jejaknya.

    Ketua Koordinator Wilayah MAKI Jatim, Heru Satriyo, menegaskan bahwa pulbaket internal telah rampung. Artinya, langkah membawa perkara ke tingkat provinsi bukan gertakan, melainkan akumulasi temuan.

    Lebih tajam lagi, investigasi kini tidak hanya menyasar legislatif. Hibah yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten juga mulai dipetakan. Jika ditemukan pola serupa, maka ini bisa menjelma menjadi skandal anggaran paling serius dalam lima tahun terakhir di Magetan.

    Sejak September hingga Oktober 2025, perkara masih bertahan di tahap penyelidikan. Pemanggilan telah dilakukan, namun peningkatan status belum terlihat. Publik wajar bertanya: mengapa begitu lama? Apakah kurang bukti, atau kurang keberanian?

    MAKI Jatim bahkan menunda aksi demonstrasi besar yang sempat disiapkan. Bukan karena melemah, tetapi karena memilih jalur hukum sebagai arena pertarungan utama. Tekanan kini diarahkan langsung ke institusi yang memiliki kewenangan lebih luas.

    Kini bola panas ada di tangan Kejati Jawa Timur. Jika alat bukti cukup, penyidikan harus dibuka. Jika ada pihak yang terlibat, nama harus diumumkan. Tak boleh ada ruang abu-abu.

    Kasus ini bukan sekadar perkara hibah. Ini ujian integritas. Ujian keberanian. Ujian apakah hukum berdiri tegak atau justru tunduk pada tekanan kekuasaan.

    Magetan sedang menyaksikan.
    Masyarakat menunggu.

    Dan jika benar uang rakyat dipermainkan, maka siapa pun yang terlibat harus bersiap: hukum tidak boleh hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. (Bgn)***

  • Militer

    Tutup Buku Tahun 2025 Primer Koperasi Kartika 28 Sampang Gelar Rapat Anggota Tahunan

    WARTAPENASATUJATIM | Sampang – Primer Koperasi Kartika 28 Kodim 0828/Sampang menggelar Rapat Anggota Tahunan tutup buku tahun 2025.

    Acara berlangsung di Aula Makodim 0828/Sampang yang diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota Koperasi Kartika 28 Sampang.(25/2/26)

    Rapat Anggota Tahunan mengusung tema ” Dengan Semangat Adaptif dan Solutif Koperasi Angkatan Darat Siap Membangun Kemandirian Dalam Rangka Mensejahterakan Anggota”.

    Komandan Kodim 0828/Sampang Letkol Czi Dika Catur Yanuar Anwar S.T yang diwakili Kepala Staf Kodim 0828/Sampang Mayor Cba Sahuri menyampaikan bahwa RAT merupakan suatu kegiatan untuk membahas rencana program kegiatan Koperasi dalam satu tahun kedepan melalui musyawarah dan kesepakatan bersama seluruh anggota koperasi.

    “Saya mengharapkan kepada seluruh anggota koperasi, harus lebih teliti dan proaktif dalam menyimak laporan perkembangan kemajuan (progres report) jangan malu memberikan informasi dan koreksi saran maupun masukan demi kemajuan koperasi kita.

    Kasdim juga menekankan agar RAT ini dapat dapat digunakan sebagai sarana evaluasi bagi pengurus dan pengawas Primer Koperasi Kartika 28 Sampang untuk dapat meningkatkan kinerja dan mekenisme perkoperasian demi kepentingan seluruh anggota koperasi dan kemajuan Koperasi.

    Sementara itu Kabid Nikkop Puskop Kartika Bhirawa Anoraga Mayor Inf R. Hendro menyampaikan apresiasi kepada Primer Koperasi Kartika Abadi atas terselenggaranya rapat anggaran tahunan tutup buku 2025 yang sudah tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan dalam AD.

    “Pelaksanaan RAT merupakan wujud komitmen Pengurus dan Pengawas kepada anggota untuk mempertanggung jawabkan tugas di tahun 2025 serta momen yang sangat menentukan bagi kelanjutan usaha dan perkembangan koperasi.

    Ketua Primer Koperasi Kartika 28 Sampang Kapten Cba Heri menegaskan bahwa RAT adalah kewajiban setiap Koperasi karena wujud dari pertanggung jawaban Pengurus dan Pengawas kepada Anggota maupun terhadap pengelolaan Koperasi itu sendiri

    RAT (Rapat Anggota Tahunan) Tutup Buku, merupakan salah satu bentuk kepatuhan dan tanggung jawab kita sebagai komponen organisasi dalam melaksanakan kewajiban dan hak sebagai Pengurus, Pengawas maupun Anggota. (Azis)***

  • Militer

    Tim Itjen TNI Cek Bangunan KDKMP Pangpong, Pastikan Transparansi dan Akuntabilitas

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan — Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) TNI melaksanakan pengecekan bangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Pangpong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Rabu (25/2/26). Kegiatan tersebut dipimpin unsur Itjen TNI dan didampingi langsung Dandim 0829/Bangkalan selaku penanggung jawab wilayah.

    Hadir dalam kegiatan tersebut yakni Kolonel Inf Slamet Riyanto selaku Irut Ops Itops Itjen TNI, Kolonel Cpm Alonis Lone selaku Irut Kum Itum Itjen TNI, dan Letkol Inf Indra Budi Murachat selaku Irut Ben Irdam V/Brawijaya.

    Turut mendampingi, Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd., selaku Dandim 0829/Bangkalan; Lettu Cpl M. Sudi selaku Pgs. Pasi Intel Kodim 0829/Bangkalan; Lettu Caj Hendar Nanto selaku Pgs. Danramil 0829-07/Labang; Kepala Desa Pangpong Amsori, S.Pd.; serta Kepala KDKMP Desa Pangpong Umar Ja’far.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Tim Itjen TNI di lokasi KDKMP Desa Pangpong. Selanjutnya, tim melaksanakan pengecekan fisik bangunan koperasi dengan didampingi Dandim 0829/Bangkalan.

    Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesesuaian pembangunan dengan perencanaan serta kelengkapan administrasi penggunaan anggaran.

    Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama pengurus KDKMP sebelum rombongan bertolak menuju Kodim 0827/Sumenep.

    Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd., dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan internal TNI.

    “Pengecekan ini bertujuan memastikan pembangunan KDKMP berjalan sesuai prosedur dan penggunaan anggaran dilaksanakan secara transparan serta akuntabel,” tegasnya.

    Seluruh rangkaian verifikasi dan investigasi penggunaan anggaran KDKMP selesai dalam keadaan tertib, lancar, dan aman.

    Kodim 0829/Bangkalan berkomitmen terus mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui pengawasan yang profesional dan bertanggung jawab. (Azis)***

  • Daerah

    FKPB Evaluasi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Bangkalan, Terapkan Parkir Berlangganan

    WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Forum Komunikasi Pemuda Bangkalan (FKPB) Dalam satu tahun sudah kepemimpinan Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Wakil Bupati Moch Fauzan Dja’far selama kepemimpinannya banyak menuai apresiasi sekaligus kritik dari kalangan aktivis dalam kepemimpinannya Bupati Bangkalan mengedepankan membangun dengan kerja nyata yang dinilai sebagai fase kongkrit yang layak diapresiasi

    “Namun sejumlah kebijakan yang strategis khususnya tentang penataan kota masih belum terlihat jelas kebijakan apa yang di lakukan atau yang ambil oleh Bupati Bangkalan selama satu tahun kepemimpinannya ini,” tutur Taufik selaku Ketua Forum Komunika Pemuda Bangkalan (FKPB)

    “Kita semua tau penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di stadion Bangkalan dilakukan oleh pemimpin sebelumnya, belum juga penertiban atau penataan pedagang kaki lima di RSUD Syamrabu juga dilakukan pemimpin yang sebelumnya dan jangan-jangan pembangunan ruas jalan dan perbaikan infrastruktur ruang kelas sekolah perencanaannya juga oleh pemimpin yang sebelumnya,” ketawa Taufik

    Kalau yang masih masuk akal apa yang di peroleh oleh pemimpin sekarang, ya kembalinya parkir berlangganan, padahal oleh pemimpin yang sebelumnya parkir berlangganan sudah di tiadakan atau di hapus dan sekarang di aktifkan kembali

    “Namun bagi saya tidak apa, asal itu demi kebaikan masyarakat Bangkalan, yang tentunya kembali diterapkannya parkir berlangganan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) asal Untuk perbaikan ruas jalan dan kesejahteraan para juru parkir kami dukung,” tegas taufik. (Azis)***

  • Daerah

    Bupati Bangkalan Optimis Tingkatkan Pelayanan Publik Dan Pemerataan Infrastruktur Desa

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Pemerintah Kabupaten Bangkalan menggelar Safari Ramadan 1447 H/2026 yang dirangkai dengan tasyakuran serta refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Lukman Hakim bersama Wakil Bupati Fauzan Jakfar,, di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan.Senin,23/2/26.

    Kegiatan tersebut dihadiri seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bangkalan, instansi vertikal, tokoh masyarakat, ulama, LSM, hingga insan pers dan Ketua PCNU Bangkalan periode 2022–2027, KH. Muhammad Makki Nasir.

    Dalam sambutannya, Lukman Hakim secara terbuka mengakui bahwa masih terdapat sejumlah program yang belum berjalan maksimal selama satu tahun masa kepemimpinannya. Ia menegaskan, evaluasi menjadi pijakan utama untuk memperbaiki kinerja pemerintahan ke depan.

    “Masih ada yang belum optimal. Ini menjadi catatan penting bagi kami agar pelayanan publik semakin baik dan pembangunan lebih merata,” ujarnya.

    Menurutnya, keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan utama dalam merealisasikan berbagai program prioritas. Sebagian kebijakan yang dijalankan pada tahun pertama merupakan kelanjutan program sebelumnya dengan penyesuaian kemampuan anggaran.

    Meski demikian, capaian pembangunan infrastruktur tingkat kabupaten disebut telah berada di kisaran 60–70 persen. Pemerintah daerah menargetkan mulai 2027 pembangunan diperluas secara signifikan ke tingkat kecamatan dan desa sebagai upaya pemerataan.

    “Pemerataan pembangunan desa adalah kunci mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan wilayah,” tegasnya.

    Di sektor pelayanan publik, Pemkab Bangkalan memprioritaskan pembenahan administrasi kependudukan. Melalui pola jemput bola, layanan perekaman dan pengurusan dokumen kependudukan kini mulai menjangkau kecamatan.

    Pada 2026, pemerintah menargetkan realisasi layanan adminduk mencapai 90 persen di seluruh kecamatan, sehingga masyarakat tidak lagi harus datang ke pusat layanan di kota.

    “Kita ingin layanan ini masif dan memangkas birokrasi yang berbelit,” tambahnya.

    Sementara di bidang kesehatan, Lukman menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kewajiban dasar pemerintah daerah. Program Universal Health Coverage (UHC) tetap menjadi komitmen utama, disertai pembangunan rumah sakit berkapasitas lebih besar pada 2025 untuk menambah daya tampung pasien rawat inap.

    Tidak berhenti di situ, Pemkab Bangkalan juga menargetkan pembangunan rumah sakit di tingkat kecamatan pada 2026 guna mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat desa.

    “Masyarakat harus mendapatkan pelayanan cepat dan mudah tanpa harus menempuh jarak jauh ke kota,” tandasnya. (Azis)***

  • Militer

    Sosialisasi Ops Gaktib dan Yustisi, Denpom Tekankan Disiplin Prajurit Kodim 0829/Bangkalan

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Upaya menegakkan disiplin dan mencegah pelanggaran prajurit terus diperkuat. Senin (23/2/26) pagi, bertempat di Aula Makodim 0829/Bangkalan, digelar Sosialisasi Operasi Penegakan Ketertiban (Ops Gaktib) “Waspada Wira Clurit” dan Operasi Yustisi “Citra Wira Clurit” Tahun Anggaran 2026 di wilayah hukum Korem 084/Bhaskara Jaya. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pomdam V/Brawijaya yang diwakili Sub Denpom V/4-4 Bangkalan.

    Sosialisasi menghadirkan Dansub Denpom V/4-4 Bangkalan, Letda Cpm M. Gufron, bersama lima anggota. Turut hadir para Pasi Staf, Danramil dan anggota Koramil jajaran Kodim 0829, serta personel Yonif TP 837/KT. Kegiatan diawali dengan pengecekan personel oleh Pasi Ops Kodim 0829/Bangkalan, dilanjutkan pengarahan yang menekankan pentingnya kepatuhan hukum dan disiplin prajurit.

    Dalam arahannya, Letda Cpm M. Gufron menyampaikan bahwa operasi ini bertujuan mengecek kelengkapan administrasi kendaraan dinas maupun pribadi anggota, sekaligus mencegah berbagai bentuk pelanggaran. Ia menegaskan larangan keras terhadap keterlibatan judi online, penyalahgunaan narkoba, serta tindak pidana berat lainnya.

    “Apabila ada anggota TNI maupun ASN TNI yang terlibat narkoba, sanksinya tegas hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PDTH),” tegasnya.

    Selain itu, prajurit juga diingatkan untuk mengutamakan faktor keamanan saat berkendara guna menekan angka kecelakaan lalu lintas.

    Usai pengarahan dan foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kendaraan oleh Sub Denpom V/4-4 yang dibantu Staf Intel dan Provos Kodim 0829/Bangkalan. Rangkaian kegiatan berakhir dalam keadaan tertib dan aman.

    Sosialisasi ini diharapkan mampu meminimalisir pelanggaran hukum, meningkatkan ketertiban administrasi, serta menjaga citra dan kehormatan prajurit di lingkungan Kodim 0829/Bangkalan. (Azis)***

Wartapenasatu.com @2025