• Uncategorized

    PWI Bangkalan Gelar Hari Pers Nasional 2026, Tegaskan Perlindungan Hukum Wartawan

    WARTAPENASATU JATIM | BANGKALAN –  Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangkalan menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 pada Jum’at (13/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Teras Pena, Jalan Soekarno Hatta, Bangkalan, dengan dihadiri insan pers dan unsur pemerintah daerah.

    Ketua PWI Bangkalan Mahmud Ismail menegaskan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi menjadi tonggak penting bagi kebebasan pers. Menurutnya, putusan tersebut merupakan kado bagi wartawan agar dapat menjalankan tugas jurnalistik tanpa rasa takut.

    “Wartawan sudah tidak perlu takut melakukan peliputan, karena kita sudah dilindungi oleh putusan MK. Wartawan dalam melakukan peliputan tidak bisa dijerat pidana,” tegas Mahmud Ismail dalam sambutannya.

    Ia juga menekankan posisi strategis wartawan di ruang publik sebagai pengawas sosial dan agen perubahan. PWI Bangkalan, kata dia, tetap konsisten berada pada garis mitra kritis pemerintah demi kepentingan publik.

    “Posisi PWI Bangkalan saat ini masih tetap pada pendirian awal sejak kepengurusan dilantik, bahwa akan menjadi mitra kritis pemerintah,” ujarnya.

    Sementara itu, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Safi’, menegaskan peran pers dalam mengawal tata kelola pemerintahan. Ia menilai wartawan harus menulis fakta apa adanya, baik yang benar maupun yang keliru.

    “Yang benar ditulis benar, yang salah ditulis salah. Di situlah wartawan menyajikan berita yang mendidik kepada publik,” kata Prof. Safi’.

    Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengapresiasi peran wartawan yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah. Informasi dari media, menurutnya, kerap menjadi dasar untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan.

    “Informasi dari wartawan langsung kami cek ke bawah, lalu ditindaklanjuti kepada perangkat daerah terkait. Mudah-mudahan wartawan tetap menjadi mitra yang baik dan terus memberikan pemberitaan yang positif,” tutur Lukman Hakim.

    Peringatan HPN 2026 ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol peresmian sekretariat wartawan PWI Bangkalan yang diberi nama Teras Pena. Prosesi ini menjadi penanda komitmen PWI Bangkalan dalam memperkuat ruang kolaborasi dan kebebasan pers di daerah. (Azis)***

  • Daerah

    Direktur PUDAM Bangkalan Ucapkan Selamat HPN 2026, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi dan Mitra Pembangunan

    WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional ( HPN ). Direktur PUDAM Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan H. Sjobirin Hasan menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

    Pada kesempatan momentum HPN ini, H. Sjobirin Hasan, menilai pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.

    “Pers saat ini memiliki peran yang sangat penting, Selain sebagai penyampai informasi publik, Pers juga sebagai pengawal kebijakan pemerintah dari tingkat kabupaten maupun nasional,

    “Selamat Hari Pers Nasional, Semoga para wartawan di kabupaten Bangkalan ini senantiasa memegang integritas dalam menyampaikan informasi publik,” ujar H.Sjobirin Hasan, Senin, 9 Febuari 2026.

  • Pendidikan

    Wisuda ke-17 LPI Miftahul Ulum Dangbiqih Bangkalan Mencetak Generasi Qur’ani yang Teguh di Era Global

    WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Ulum yang berlokasi di Dusun Dangbiqih, Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, sukses menggelar prosesi wisuda santri pada Selasa (10/02/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menandai milad wisuda lembaga yang ke-17 kalinya.

    Ustaz Tohari selaku Guru Tugas dari PP Najmul Ulum Al Mursyidiyah 01, menyampaikan tahun ini, sebanyak sembilan santri tingkat TK TPA resmi diwisuda. Terdiri dari 3 santri putra dan 6 santri putri (koreksi total dari data 9 santri.

    “Prosesi wisuda kali ini menarik perhatian karena menggunakan metode munaqosah (ujian publik) secara langsung di hadapan para wali santri dan tamu undangan,” Papar Ust Tohari.

    Tohari juga menggunakan alat peraga Al-Qur’an, para wisudawan diuji kemampuannya dalam menguasai seluruh bacaan Al-Qur’an dengan kaidah ilmu tajwid yang benar. Tidak hanya sekadar membaca, para santri tahfidz juga ditantang melalui ujian komprehensif Juz 30.

    Pertanyaan yang diajukan meliputi jumlah ayat dalam sebuah surah, kandungan makna atau penjelasan surah, hingga urutan surah (sebelum dan sesudah surah tertentu).

    “Selain itu, teknik sambung ayat menjadi ujian pamungkas untuk membuktikan kelancaran hafalan para santri di hadapan publik,” jelasnya.

    Dalam sela-sela acara, Guru Tugas dari PP Najmul Ulum Al Mursyidiyah 01, Ustaz Tohari, memberikan pesan mendalam. Senada dengan visi lembaga, beliau menekankan pentingnya keteguhan mental dan iman bagi anak-anak didik.

    “Harapan besar kami bagi anak-anak di LPI Miftahul Ulum Dangbiqih Mano’an adalah agar mereka mampu berpikir kritis dan memiliki prinsip yang kuat. Di era global yang semakin mengancam nilai-nilai kehidupan ini, mereka harus tahu cara untuk tetap teguh berdiri di atas ajaran Al-Qur’an,” tegasnya.

    Momentum wisuda ke-17 ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para santri untuk terus menjaga hafalannya dan menjadi cahaya bagi masyarakat Desa Mano’an dan sekitarnya di masa depan.

    Momentum bersejarah ini mendapat perhatian khusus dari Ma’ruf, salah satu alumni LPI Miftahul Ulum. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi lembaga dalam menjaga kualitas pendidikan agama di pelosok Bangkalan.

    “Sebagai alumni, saya bangga melihat Miftahul Ulum tetap teguh hingga wisuda ke-17. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti pengabdian tanpa henti dalam menjaga moral generasi muda di Desa Mano’an,” ujar Ma’ruf.

    Sejalan dengan harapan lembaga agar santri mampu berpikir kritis di era global, Ma’ruf juga menawarkan gagasan strategis sebagai solusi pengembangan lembaga ke depan. Menurutnya, keteguhan santri di tengah arus globalisasi yang mengancam nilai kehidupan harus dipupuk melalui dua sisi: penguatan spiritual dan adaptasi intelektual.

    “Solusinya adalah integrasi. Santri tidak hanya kita dorong untuk hafal Al-Qur’an, tapi juga dibekali kemampuan memfilter informasi digital dengan akhlak. Kita perlu menerapkan metode belajar yang memancing anak untuk bertanya ‘mengapa’, sehingga mereka memiliki prinsip yang kuat dan tidak mudah terbawa arus negatif zaman,” pungkasnya. (Azis)jkj

  • Daerah

    Gegerkan Dunia Akademik Lewat Karya Tulis, Sosok Presiden Mahasiswa Berhasil Terbitkan 6 Buku

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Sosok seorang mahasiswa yang kini aktif sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) STKIP PGRI Bangkalan kembali gegerkan dunia akademik. Melalui karya tulisnya, Abdur Rohman SM berhasil menorehkan prestasinya dengan menerbitkan 6 (enam) buku selama menduduki bangku kuliah.

    Baginya, tidak mudah untuk meraup capaian ditengah kesibukan yang memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin di kampusnya. Justru, sosok pria energik yang akrab dikenal Aab memiliki tekad mulia dalam berkarya di dunia pena.

    Enam karya yang berhasil lahir lewat proses kreatifnya meliputi sejumlah antologi puisi, meliputi;

    1. Jejak yang Tertulis dalam Bait Rindu
    2. Malaikat yang Melahirkan
    3. Tuhan Engkau Penipu
    4. Tuhan Ada di Matanya
    5. Sujud Seorang Pelacur
    6. Sakiti Aku Sekali Lagi.

    Menariknya, dua karya milik Abdur Rohman berhasil diterbitkan oleh Mumtaz Cirebon, Jawa Barat, pada awal tahun 2026.

    Menurutnya, karya yang lahir tidak tumbuh dari ruang yang nyaman, Justru dipenuhi keraguan dan ejekan yang dianggap tidak memiliki minat menulis.

    “Namun, semangat dari tekanan itu berubah menjadi titik balik ketika saya memilih belajar secara serius kepada dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, bapak M. Helmi, yang kemudian membimbing sekaligus mengkritisi karya-karya saya,” ujar Aab. Sabtu, (07/02/2026).

    Didorong semangat intelektual, pria kelahiran Kokop itu juga aktif mengawal isu-isu sentral di lingkungan kampus STKIP PGRI Bangkalan untuk menciptakan ekosistem akademik yang lebih baik, terutama dalam menjawab persoalan aspirasi mahasiswa.

    “Bagi saya, menjadi mahasiswa bukan sekadar status akademik, melainkan tanggung jawab moral untuk melahirkan karya, apa lagi berkenaan dengan aspirasi mahasiswa,” katanya.

    Dengan lahirnya karya mahasiswa yang dinilai sebuah Inspiratif baru di lingkungan kampus, Ketua STKIP PGRI Bangkalan, Fajar Hidayatullah, memberikan apresiasi atas capaian terhadap Abdur Rohman yang juga sebagai Presiden Mahasiswa.

    Ia menilai lahirnya karya-karya mahasiswa menunjukkan bahwa kampus bukan hanya ruang transfer teori, tetapi juga ruang pencipta gagasan, identitas, dan keberanian intelektual.

    “Bagi saya puisi dan novel membuka ruang dialog batin, mempertemukan beragam sudut pandang, serta melatih kedewasaan berpiki,” tuturnya.

    Dengan demikian, karya Aab akan menjadi bukti konkret penerapan Outcome Based Education (OBE), di mana hasil belajar tidak berhenti pada nilai akademik, tetapi terwujud dalam karya yang memberi makna bagi masyarakat.

    “Fenomena ini dapat menjawab bahwa kehadiran mahasiswa di dunia kampus tidak lagi cukup sebatas mengikuti perkuliahan. Dunia akademik menuntut keberanian untuk berkarya, bersuara, dan meninggalkan jejak intelektual,” pungkasnya.

    Kisah Aab pun melampaui sekadar prestasi personal. Ia menjadi inspirasi sekaligus pengingat bagi mahasiswa lain bahwa keterbatasan waktu, tekanan sosial, maupun tanggung jawab organisasi bukan alasan untuk berhenti mencipta. (Azis)***

  • Uncategorized

    Momentum WPK Ngopi Santai Dengan Kasat Lantas Polres Bangkalan Bersama Jajarannya

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Dalam rangka memperkuat komitmen bersama, Wartawan Peduli Keadilan (WPK) menggelar ngopi santai dengan Kasat Lantas Polres Bangkalan beserta jajarannya.

    Dalam pertemuan tersebut, WPK dan Kasat Lantas berkomitmen untuk menjalin sinergitas yang baik. Selasa, (03/02/2026).

    Ketua WPK, Supriadi, menyambut kedatangan Kasat Lantas yang baru, AKP Febry Hermawan di wilayah hukum Kota dzikir dan sholawat Kabupaten Bangkalan. Menurutnya, kehadiran wajah baru Kasat Lantas dapat memberikan pandangan dan gagasan secara progresif.

    “Selamat datang AKP Febry Hermawan sebagai Kasat Lantas yang Baru, wajah baru semoga dapat menciptakan gagasan yang progresif di wilayah hukum Bangkalan,” ujarnya.

    Pertemuan yang dikemas dengan silaturrahmi tersebut, WPK berharap dapat membawa kebaikan bersama dalam menjalin sinergitas yang baik ke depannya.

    “Semoga ini menjadi momentum baik untuk terus membangun sinergitas dan komunikasi secara intens ke depannya,” harap Supriadi.

    Dalam penyampaiannya, Kasat Lantas Polres Bangkalan, AKP Febry Hermawan menyebutkan, bahwa pertemuan ini menjadi langkah positif untuk mewujudkan komunikasi dan koordinasi yang lebih intens ke depannya.

    “Kami berkomitmen akan terus membangun komunikasi yang baik dengan semua kalangan, termasuk rekan-rekan WPK. Semoga ke depan terus bisa bangun komunikasi dan koordinasi ini dengan baik,” ungkapnya.

    Menurutnya, moment ini adalah bentuk kemitraan yang akan dibangun ke depan. Maka, ia berpesan kunci utama dalam menjalin sebuah hubungan baik adalah komunikasi.

    “Kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan WPK sudah berkenan untuk bersinergi dan komunikasi serta berkomitmen untuk saling koordinasi, sehingga kami dapat menjadi mitra kerja yang baik,” kata AKP Febry kepada sejumlah media. (Azis)***

  • Daerah,  Kepolisian

    Audensi WPK Dengan Kapolres Bangkalan Berkomitmen Kawal Isu Krusial Terkait Hukum

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Dalam rangka mempererat sinergitas insan pers dan Polri, Wartawan Peduli Keadilan (WPK) gelar audiensi dan silaturrahmi ke Polres Bangkalan terkait beberapa fenomena di wilayah hukum kota dzikir dan sholawat. Senin, 26/01/2026).

    Dalam audiensi tersebut, AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Kapolres Bangkalan menyambut baik semangat membangun WPK dalam penegakan hukum di Kabupaten Bangkalan. Audiensi berlangsung di aula pertemuan Mapolres setempat.

    Kapolres Bangkalan beserta jajarannya menyambut baik kehadiran para wartawan yang notabene putra daerah. Dengan sambutan hangat dalam menyampaikan apresiasi atas peran vital jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

    Baca Juga: Menggugat Fakta yang Sudah Inkrah: Jejak Klaim Sepihak atas Lahan Negara di Teluk Kumai

    Diskusi turut menyoroti peran media dalam menangkal hoaks, fitnah, serta informasi menyesatkan yang berpotensi mengganggu ketenangan publik.

    AKBP Wibowo, Kapolres Bangkalan mengharapkan agar silaturahmi dan koordinasi yang demikian terus terbangun. Terutama, rekan-rekan WPK guna memperkuat serta mempererat komunikasi yang baik.

    “Saya berharap pertemuan ini menjadi awal komitmen untuk bermulanya sinergitas kita bersama dalam mengawal isu-isu krusial yang berkaitan dengan hukum di Kabupaten Bangkalan. Kami akan terbuka dengan rekan-rekan media semua, terutama WPK,” ujarnya. Senin, (26/01/2026).

    AKBP Wibowo menambahkan, “Saya apresiasi terhadap WPK yang hadir dalam menyampaikan aspirasinya yang bersifat membangun. Peran media sangat penting dalam menyampaikan fakta secara objektif, solutif, dan bertanggung jawab,” ucapnya.

    Baca Juga: Dugaan Penganiayaan Hj Muclisoh Mengendap di Polsek Gondanglegi, MAKI Jatim Tuding Penanganan Tumpul dan Siap Buka Dugaan Upaya Pembunuhan

    Tak hanya itu, ‎Kapolres AKBP Wibowo menegaskan, bahwa wartawan merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Selain itu, pemberitaan yang akurat dan berimbang turut membantu menciptakan situasi daerah yang kondusif.

    “Melalui silaturahmi ini, kami ingin membuka ruang komunikasi yang lebih komunikatif. Kami sangat terbuka dan tidak anti kritik serta masukan dari rekan-rekan wartawan demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tukasnya.

    ‎Sementara itu, Ketua WPK, Supriadi, M.I.Kom menyambut baik dan penuh semangat dalam menjalin sinergitas untuk mendukung kerja-kerja strategis Polres Bangkalan.

    Baca Juga: Arogansi Kekuasaan Di Gemurung: Saat Uang Desa Dipertanyakan, Pemimpin Menantang Rakyat

    Sebab, Ia menilai silaturrahmi yang digelar tidak lain untuk memperkuat kolaborasi yang selama ini terbangun antara wartawan dan kepolisian.

    “Kita berharap komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang terjalin dapat semakin solid untuk bersama-sama menjaga ruang publik dari informasi-informasi hoaks,” sambutnya.

    ‎Selain itu, Supriadi berkomitmen akan terus mengawal isu-isu strategis di Kabupaten Bangkalan.

    Terutama fenomena yang keterkaitan dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menguatkan transparansi, responsibilitas, dan berkeadilan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

    Baca Juga: ARTSPACE Artotel TS Suites Surabaya Kembali Menghadirkan Pameran Seni Rupa Dengan Tema Hidden Potion

    “Pertemuan ini akan menjadi fondasi penting untuk membangun kerja sama yang solid antara WPK dan Kepolisian. Sesuai harapan Kapolres Bangkalan, maka WPK siap untuk membantu dan mendukung segala bentuk kerja strategis Polres,” pungkasnya. (Azis)***

  • Daerah

    Dinas Kesehatan Bangkalan Sambut Baik Audensi Bersama WPK Upayakan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanWartawan Peduli Keadilan (WPK) menggelar audiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan sebagai upaya memperkuat sinergitas dan mencari solusi bersama terhadap berbagai fenomena di dunia kesehatan.

    Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, di kantor Dinkes Bangkalan.

    Dalam pertemuan tersebut, dr. Nunuk Kristiani turut mengundang seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) se-Kabupaten Bangkalan. Langkah ini dilakukan guna menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi lintas layanan, sekaligus mengikis stigma negatif terhadap profesi jurnalis.

    Kehadiran para Kapus menunjukkan antusiasme dan komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bangkalan, sekaligus membuka ruang komunikasi yang sehat antara insan pers dan tenaga kesehatan.

    Ketua WPK, Supriadi, menegaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari silaturahmi dan koordinasi konstruktif antara WPK dan Dinkes Bangkalan.

    Menurutnya, WPK hadir bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan menyampaikan aspirasi dan fenomena yang ditemukan di lapangan agar dapat dicarikan solusi terbaik.

    “Kehadiran kami dari WPK jangan dipandang sebagai upaya mencari kesalahan dalam pelayanan kesehatan. Justru, kami hadir untuk menyampaikan aspirasi, menyuarakan fenomena yang terjadi di masyarakat, dan mencari solusi terbaik demi perbaikan layanan kesehatan,” ujar Supriadi. Jum’at (23/01/2026).

    Ia menambahkan, sinergitas antara jurnalis dan Dinas Kesehatan sangat penting untuk menciptakan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

    Audiensi tersebut disambut positif oleh Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani. Ia mengapresiasi peran WPK yang dinilai membawa masukan konstruktif dan solusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

    “Alhamdulillah, kehadiran rekan-rekan WPK menjadi angin segar bagi kami. Banyak masukan dan solusi yang disampaikan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan,” ungkap dr. Nunuk.

    Menurutnya, kolaborasi antara Dinkes, Puskesmas, dan WPK merupakan bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi berkelanjutan antara WPK dan Dinas Kesehatan Bangkalan, dengan orientasi utama pada peningkatan kualitas layanan kesehatan serta penyampaian informasi yang berimbang dan edukatif kepada publik,” pungkasnya. (Azis)***

  • Daerah,  Pendidikan

    Klarifikasi SMPN 2 Bangkalan Terkait Pemberitaan Dugaan Ucapan Guru yang Dinilai tidak Etis

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanManajemen SMPN 2 Bangkalan secara resmi menyampaikan hak jawab atas pemberitaan dugaan ucapan tidak pantas oknum guru kepada siswa yang sebelumnya telah tayang di sejumlah media.

    Pihak sekolah menilai pemberitaan tersebut kurang tepat jika ucapan guru tersebut dianggap sebuah penghinaan terhadap siswanya.

    PLT kepala sekolah SMPN 2 Bangkalan, Ahmad Husaini menuturkan, bahwa kalimat yang disampaikan oknum guru bukanlah bentuk penghinaan melainkan sebagai motivasi

    “Guru tersebut mengaku hanya mengatakan”Belajarlah yang pintar agar tidak menjadi orang yang tolol dan miskin. Ucapan itu dimaksudkan untuk memacu semangat belajar siswa agar lebih giat dan disiplin,” tuturnya.

    PLT Kepala SMPN 2 Bangkalan, Ahmad Husaini, menegaskan bahwa informasi yang dipublikasikan ke ruang publik seharusnya melalui proses verifikasi menyeluruh, terutama ketika menyangkut reputasi pendidik dan institusi pendidikan.

    Ia menyebut peristiwa yang dipersoalkan terjadi sekitar pertengahan Juli 2025, bukan kejadian baru seperti yang dipersepsikan publik.

    Husaini menjelaskan, bahwa saat awak media mendatangi sekolah pada Senin (19/1), pihaknya telah secara terbuka meminta waktu 1 x 24 jam, untuk melakukan konfirmasi kepada guru yang bersangkutan.

    Namun hingga batas waktu tersebut, klarifikasi belum dilakukan sementara berita telah lebih dahulu dipublikasikan.

    “Kami sudah menyampaikan permintaan waktu untuk konfirmasi. Dengan memanggil guru yang bersangkutan dan wali murid untuk klarifikasi. Bahkan keesokan harinya kami menunggu sejak jam dinas hingga siang hari. Namun berita sudah tayang sebelum klarifikasi terlaksana,” tegasnya.

    Terkait substansi ucapan guru, Husaini menegaskan bahwa berdasarkan hasil klarifikasi internal, tidak ada niat merendahkan, menghina, atau membuli siswa secara personal. Ucapan tersebut disampaikan secara umum kepada seluruh siswa sebagai bagian dari upaya memotivasi belajar, bukan ditujukan kepada individu tertentu sebagaimana tergambar dalam pemberitaan.

    Pihak sekolah juga menyesalkan framing berita yang dinilai menyederhanakan konteks peristiwa dan mengabaikan rencana mediasi yang sejatinya akan ditempuh sekolah dengan mempertemukan guru, siswa, dan wali murid untuk mengungkap fakta secara objektif.

    “Kami tidak menutup mata terhadap evaluasi. Namun penilaian publik harus dibangun di atas informasi yang berimbang dan diverifikasi, bukan asumsi atau narasi,” ujarnya.

    Manajemen SMPN 2 Bangkalan menegaskan komitmennya terhadap dunia pendidikan yang beretika dan profesional, sekaligus mengingatkan pentingnya tanggung jawab media dalam menjaga akurasi, kehati-hatian, serta prinsip cover both sides demi mencegah pembentukan opini yang menyesatkan publik. (Azis)***

  • Daerah,  hukum

    Diduga Hina Siswa dengan Kata “Tolol dan Miskin”, Oknum Guru SMPN 2 Bangkalan Menuai Kecaman Wali Murid

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Dunia pendidikan di Kabupaten Bangkalan kembali tercoreng. Seorang oknum guru Bahasa Indonesia di SMPN 2 Bangkalan diduga melontarkan ucapan tidak pantas dan bernada penghinaan kepada sejumlah siswa di dalam lingkungan sekolah.

    Perkataan tersebut menuai kemarahan dan kekecewaan para siswa dan wali murid yang menilai tindakan itu telah melampaui batas etika pendidik.

    Berdasarkan keterangan siswa, oknum guru tersebut diduga mengucapkan kalimat kasar seperti, “kamu tolol, jelek dan miskin” kepada salah satu siswa.

    Tidak berhenti di situ, siswa lain juga mengaku menerima perlakuan serupa. Bahkan, oknum guru tersebut disebut melontarkan kalimat, kamu botol, kamu tahu nggak artinya botol, bocah tolol,” sebagaimana ditirukan langsung oleh siswa yang mendengar perkataan tersebut.

    Ucapan itu dinilai tidak hanya merendahkan martabat siswa, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak psikologis serius, terutama bagi anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan, pembinaan, dan keteladanan dari seorang pendidik.

    Salah satu wali murid menyayangkan sikap oknum guru tersebut. Ia menilai kata-kata bernada penghinaan, apalagi menyentuh kondisi ekonomi siswa, sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan dan profesionalisme seorang guru.

    “Sekolah itu tempat mendidik, bukan tempat menghardik dan merendahkan mental anak,” ujar salah satu wali murid dengan nada kecewa.

    Saat dikonfirmasi, PLT Kepala SMPN 2 Bangkalan membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyatakan pihak sekolah akan segera mengambil langkah dengan memanggil oknum guru yang bersangkutan serta wali murid terkait guna melakukan klarifikasi.

    “Kami akan memanggil yang bersangkutan dan wali murid untuk mendalami persoalan ini,” ujar Ahmad Husaini singkat. Senin (19/01/2026).

    Tak berselang lama setelah mencuat ke publik, PLT Kepala SMPN 2 Bangkalan menyampaikan hasil klarifikasi dari oknum guru yang bersangkutan. Namun, klarifikasi tersebut justru memicu bantahan keras dari para siswa.

    Plt Kepala SMPN 2 Bangkalan, Ahmad Husaini, menyampaikan bahwa berdasarkan pengakuan oknum guru, kalimat yang diucapkan bukanlah bentuk penghinaan, melainkan motivasi. Guru tersebut mengklaim hanya mengatakan, “Belajarlah yang pintar agar tidak menjadi orang yang tolol dan miskin.”

    Menurutnya, ucapan itu dimaksudkan untuk memacu semangat belajar siswa agar lebih giat dan disiplin.

    Namun, klaim tersebut dibantah tegas oleh sejumlah siswa. Mereka menyatakan bahwa kalimat bernuansa motivasi itu hanya diucapkan di awal, bahkan ada yang menyebut tidak utuh.

    Setelah itu, kata-kata yang keluar justru berubah menjadi penghinaan langsung tanpa embel-embel ajakan belajar.

    “Awalnya memang seperti itu, tapi setelahnya tidak ada lagi kalimat ‘belajarlah yang pintar’. Yang ada malah langsung bilang, ‘kamu itu tolol, jelek dan miskin’,” ungkap salah satu siswa.

    Lebih jauh, para siswa mengaku ucapan tersebut tidak hanya ditujukan kepada satu orang, melainkan dilontarkan berulang kali kepada beberapa siswa di kelas IX F, IX G, dan IX H.

    Hal ini memperkuat dugaan bahwa ucapan tersebut bukan sekadar Slip of Tongue atau bentuk motivasi, melainkan pola komunikasi yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pendidik.

    Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran etika di lingkungan pendidikan.

    Publik kini menunggu ketegasan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang, serta memberikan sanksi tegas apabila terbukti terjadi pelanggaran.

    Pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi siswa justru terancam berubah menjadi ruang yang melukai mental dan harga diri anak didik. (Azis)***

  • hukum,  Pendidikan

    Diduga Ada Praktik Pungli, Kasek MAN Bangkalan Terkesan Bungkam Saat Dikonfirmasi

    WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Pemerintah melalui Kemenristek menetapkan regulasi dalam pelaksanaan tata kelola di bidang pendidikan, hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekolah di Indonesia.

    Dalam regulasi yang telah di tetapkan dalam perundang-undangan, di dalamnya juga terdapat aturan dalam pelaksanaan penggunaan anggaran Dana Bos, dan juga tindakan ataupun kebijakan dari pihak sekolah yang dapat mengarah pada tindak pidana, salah satunya Pungutan Liar (pungli) yang berbentuk sumbangan.

    Pungli di pendidikan diatur oleh berbagai aturan, utamanya Permendikbud No. 75 Tahun 2016 (larangan pungutan oleh komite sekolah), Permendikbud No. 60 Tahun 2011 (larangan pungutan biaya pada SD/SMP), dan Perpres No. 87 Tahun 2016 (Satgas Saber Pungli), serta dapat dijerat pidana melalui KUHP (Pasal 368, 423) jika termasuk unsur pemerasan atau korupsi, serta UU Pelayanan Publik (Pasal 54-58) untuk sanksi administratif bagi PNS, dengan dasar hukum utama UU Sisdiknas.

    Sekolah Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) Bangkalan diduga melakukan praktek pungutan liar kepada siswa siswinya dengan jumlah nominal yang lumayan besar, jumlah pungutan tersebut berkisar kurang lebih 600 ribu rupiah, yang peruntukannya dibagi menjadi tiga bagian.

    Dari ketiga peruntukan yang mengarah pada dugaan pungutan liar tersebut di antaranya, Pembayaran Fringer Print 2025/2026 Rp. 120.000, Kalender Rp 30.000, Sumbangan 2025/2026 Rp.350.000, Majalah Relief 2025/2026 Rp.30.000, dengan total jumlah Rp530.000.

    Dari ketiga peruntukan yang diduga mengarah pada praktek pungli yang dilakukan oleh sekolah MAN Bangkalan tersebut terlihat janggal, khususnya terkait dengan pembayaran untuk sumbangan.

    Hal itu diperkuat dengan adanya pengakuan dari salah satu wali murid MAN Bangkalan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan, bahwa dugaan adanya pembayaran yang mengarah pada pungli tersebut memang ada dan nilai nominalnya sama seperti data sebelumnya yang di terima oleh tim media.

    Hingga berita ini terbitkan awak media masih belum menerima konfirmasi secara resmi dari Ali Wafa selaku Kepala Sekolah MAN Bangkalan.

    Sebelumnya awak Media mencoba mendatangi MAN Bangkalan untuk meminta konfirmasi terkait adanya dugaan pungli tersebut  namun lebih dua kali di waktu yang berbeda Jumat, 16/01/2026 dan Senin, 19/01/2026, awak media tidak bertemu dengan Ali Wafa.

    Sealin itu awak media mencoba menghubungi Ali Wafa melalui telepon WA juga tidak ada respon dari yang bersangkutan. (Tim )***

Wartapenasatu.com @2025