Audensi ke Kapolres, BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan Bahas Maraknya Curanmor Diberbagai Lingkungan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Pengurus BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan menyatakan sikap tegas atas lemahnya kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Bangkalan.
Kemudian, maraknya Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) di lingkungan permukiman, fasilitas umum, hingga kawasan pendidikan, yang dinilai telah menimbulkan keresahan sosial serta mengancam rasa aman mahasiswa dan masyarakat.
Pernyataan disampaikan dalam forum audiensi BEM KM terhadap Kapolres Bangkalan, Kamis (19/2/2026). Mereka menilai meningkatnya kasus curanmor, termasuk yang menimpa mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan, menjadi indikator lemahnya upaya pencegahan dan penindakan APH.
Dalam penyampaiannya, Presiden Mahasiswa STKIP PGRI Bangkalan, Abdur Rohman, mengaku maraknya Curanmor bukan sekadar gangguan keamanan biasa, melainkan cerminan rapuhnya perlindungan negara terhadap warganya.
Ia menilai pembiaran atas situasi ini hanya akan memperdalam ketakutan sosial dan menggerus kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
“Mahasiswa tidak membutuhkan seremoni keamanan, tetapi tindakan nyata. Jika rasa aman terus dirampas, maka negara sedang gagal menjalankan fungsi paling dasarnya,” tegasnya.
Nada kritis juga disampaikan Menteri Koordinator Politik BEM, Anas Ruhul Qudus. Ia menyebut lonjakan curanmor sebagai alarm keras atas lemahnya pengawasan wilayah dan minimnya pencegahan sistematis.
Menurutnya, tanpa transparansi penanganan perkara dan keberanian bertindak tegas, kejahatan akan terus menemukan ruang tumbuh di tengah masyarakat.
“Keamanan publik tidak boleh bergantung pada keberuntungan warga menjaga kendaraannya sendiri. Aparat harus hadir sebelum kejahatan terjadi, bukan sekadar datang setelah korban berjatuhan,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Bangkalan AKBP Wibowo, menegaskan pihaknya berkomitmen terus meningkatkan profesionalitas kinerja kepolisian dalam menjaga keamanan serta menindak tegas tindak kriminalitas di wilayah hukum Bangkalan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat dan kalangan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan yang aman.
“Kami akan terus meningkatkan profesionalitas tim kepolisian dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” tutur Wibowo.
Ia mengaku hal itu membutuhkan dukungan dan sinergitas dari teman-teman mahasiswa untuk turut memberikan edukasi kepada masyarakat maupun mahasiswa luas agar lebih waspada.
“Jika sinergi ini terus dibangun, maka masyarakat dan mahasiswa akan semakin berhati-hati dalam menjaga dan keamanannya,” tukasnya.
Dalam audiensi tersebut, BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan menyampaikan lima tuntutan utama kepada Polres Bangkalan:
1. Segera menindaklanjuti secara serius dan profesional kasus curanmor yang menimpa mahasiswa, disertai kejelasan progres penanganan perkara.
2. Meningkatkan intensitas patroli, pengawasan, serta langkah preventif di wilayah rawan pencurian, khususnya kawasan sekitar kampus.
3. Bersikap tegas terhadap aktivitas sopir bus yang mangkal di sisi kampus karena dinilai mengganggu ketertiban dan berpotensi menimbulkan kerawanan.
4. Membuka ruang komunikasi, sosialisasi, dan edukasi sistematis terkait pencegahan curanmor bagi masyarakat dan mahasiswa.
5. Menegakkan hukum secara tegas, transparan, dan berkeadilan terhadap pelaku curanmor guna menciptakan efek jera serta memulihkan kepercayaan publik.
BEM-KM STKIP PGRI Bangkalan memberikan tenggat waktu 7×24 jam sejak audiensi berlangsung kepada Polres Bangkalan untuk menunjukkan progres nyata atas tuntutan tersebut.
Jika hingga batas waktu itu tidak ada langkah konkret, mahasiswa menyatakan siap menempuh advokasi lanjutan sesuai koridor hukum dan etika demokrasi sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam mengawal keamanan publik. (Azis)***
Kasek SMAN 4 Bangkalan Bungkam Saat Dikonfirmasi Dugaan Penjualan Mobil Operasional Oleh Pihak Sekolah
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Dugaan penjualan mobil operasional milik SMAN 4 Bangkalan hasil hibah dari mantan kepala sekolah sebelumnya memantik sorotan publik.
Kendaraan berplat nomor AB 1040 KS yang sebelumnya difungsikan sebagai angkutan pelajar, dikabarkan sudah tidak lagi berada di lingkungan sekolah dan diduga telah berpindah tangan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, mobil tersebut awalnya digunakan untuk menunjang kegiatan sekolah, termasuk antar-jemput siswa dalam kegiatan tertentu.
Namun belakangan, Mobil yang bertuliskan, Angkutan Pelajar Gratis itu tak lagi terlihat parkir di area sekolah.
Ahmad Mudabbir salah satu praktisi hukum mempertanyakan kejelasan status kendaraan tersebut.
Ia menilai, jika mobil tersebut merupakan aset sekolah, baik dari pengadaan resmi maupun hibah maka pengelolaannya tetap harus mengacu pada aturan yang berlaku dan dilakukan secara transparan.
“Kalau memang dijual, dasar hukumnya apa? Itu kan aset sekolah. Jangan sampai aset yang seharusnya untuk menunjang kegiatan siswa malah dialihkan tanpa transparansi,” ujar Ahmad Mudabbir, Rabu (18/02/2026).
Dugaan penjualan mobil operasional hibah SMAN 4 Bangkalan picu tanggapan dari mantan kepala sekolah SMAN 4 sebelumnya sekaligus pemberi hibah kendaraan tersebut.
Kepada wartawan, Hendrik menegaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi memiliki kewenangan maupun tanggung jawab atas kendaraan tersebut karena telah dihibahkan kepada pihak SMAN 4 Bangkalan untuk kepentingan operasional.
“Mohon maaf, untuk masalah mobil, karena saya sudah menghibahkan, jadi itu bukan urusan saya lagi.” singkat Hendrik melalui pesan WhatsApp pribadinya.
Sebelumnya awak media telah berupaya menghubungi kepala SMAN 4 Bangkalan untuk dimintai keterangan, namun hingga berita ini ditayangkan dirinya belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dilayangkan awak media. (Azis)***
Pelaku Curanmor Terekam kamera CCTV Belum Terungkap, Korban Pertanyakan Kinerja Polres Bangkalan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Kinerja Polres Bangkalan kembali menjadi sorotan tajam. Lima bulan sejak laporan masuk, pelaku Pencurian Sepeda Motor (Curanmor) yang wajahnya terekam jelas kamera CCTV hingga kini belum juga terungkap.
Korban adalah Supriadi, salah satu wartawan lokal. Sepeda motor Honda PCX warna merah miliknya digasak pelaku pada 12 Oktober 2025. Tak lama setelah kejadian, ia resmi melapor ke Polres Bangkalan dengan harapan kasusnya segera ditindaklanjuti. Namun harapan itu hingga kini belum berbuah hasil.
“Laporan saya masuk 12 Oktober 2025. SP2HP terakhir saya terima Desember 2025. Setelah itu, sepanjang 2026 ini tidak ada lagi SP2HP, tidak ada kabar, tidak ada perkembangan berarti, bahkan buntu komunikasi dengan penyidik,” tegas Supriadi dengan nada kecewa.

Ironisnya, kata dia, wajah pelaku terekam sangat jelas dalam rekaman CCTV tanpa penutup wajah. Rekaman tersebut bahkan telah diserahkan sebagai bagian dari bukti laporan.
“Wajah pelaku sangat jelas terekam di CCTV. Seharusnya itu bisa menjadi dasar kuat untuk mengungkap kasus ini. Tapi sampai sekarang belum ada hasil. Saya sebagai korban tentu kecewa,” terangnya.
Supriadi menilai lambannya penanganan kasus tersebut berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, khususnya di wilayah hukum Polres Bangkalan.
“Kalau kasus dengan bukti sejelas ini saja belum bisa diungkap dalam waktu lima bulan, bagaimana dengan kasus lain yang minim bukti? Ini tentu menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, Kapolres Bangkalan yang baru dihadapkan pada tantangan besar untuk membuktikan komitmennya bahwa penegakan hukum di Bangkalan tidak berjalan di tempat.
“Ini menjadi ujian bagi Kapolres yang baru. Masyarakat menunggu langkah konkret, bukan hanya janji. Jangan sampai lambannya penanganan seperti ini terus membayangi dan menjadi stigma buruk bagi Polres Bangkalan,” tandas Supriyadi.
Diwaktu terpisah, Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama saat dikonfirmasi menyampaikan dengan singkat, “Nanti dikirim kan SP2HP nya ke yang bersangkutan, pak, oleh penyidik,” singkatnya.
Menanggapi pernyataan Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, yang menyebutkan SP2HP akan segera dikirimkan oleh penyidik, korban curanmor Supriadi menyampaikan kekecewaannya.
Menurut Supriadi, pengiriman SP2HP seharusnya dilakukan secara berkala tanpa harus menunggu adanya konfirmasi atau sorotan media.
“Kalau tidak dikonfirmasi dan tidak dipertanyakan seperti ini, apakah SP2HP itu akan tetap dikirim?. Jangan sampai terkesan baru bergerak setelah ada sorotan,” tegas Supriadi.
Ia menilai, mekanisme Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan merupakan kewajiban penyidik, bukan sesuatu yang harus di pertanyakan terlebih dahulu.
“Seharusnya SP2HP itu rutin dikirim sesuai aturan, bukan karena ada pemberitaan atau karena korban bertanya. Kalau polanya seperti ini terus, masyarakat harus percaya dari mana terhadap kinerja Polres Bangkalan?” ujarnya.
Supriyadi juga menegaskan bahwa yang ia persoalkan bukan semata dokumen administrasi, melainkan keseriusan dalam mengungkap pelaku yang wajahnya terekam jelas di CCTV.
“Ini bukan hanya soal surat, melainkan ini soal keseriusan penanganan hukum. Lima bulan berlalu, pelaku belum tertangkap, dan perkembangan pun tidak ada. Wajar kalau publik mempertanyakan keseriusan kinerja kepolisian,” pungkasnya. (Azis)***
PWI Bangkalan Gelar Hari Pers Nasional 2026, Tegaskan Perlindungan Hukum Wartawan
WARTAPENASATU JATIM | BANGKALAN – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangkalan menggelar peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 pada Jum’at (13/2/2026). Kegiatan ini berlangsung di Teras Pena, Jalan Soekarno Hatta, Bangkalan, dengan dihadiri insan pers dan unsur pemerintah daerah.
Ketua PWI Bangkalan Mahmud Ismail menegaskan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi menjadi tonggak penting bagi kebebasan pers. Menurutnya, putusan tersebut merupakan kado bagi wartawan agar dapat menjalankan tugas jurnalistik tanpa rasa takut.
“Wartawan sudah tidak perlu takut melakukan peliputan, karena kita sudah dilindungi oleh putusan MK. Wartawan dalam melakukan peliputan tidak bisa dijerat pidana,” tegas Mahmud Ismail dalam sambutannya.
Ia juga menekankan posisi strategis wartawan di ruang publik sebagai pengawas sosial dan agen perubahan. PWI Bangkalan, kata dia, tetap konsisten berada pada garis mitra kritis pemerintah demi kepentingan publik.
“Posisi PWI Bangkalan saat ini masih tetap pada pendirian awal sejak kepengurusan dilantik, bahwa akan menjadi mitra kritis pemerintah,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Trunojoyo Madura, Safi’, menegaskan peran pers dalam mengawal tata kelola pemerintahan. Ia menilai wartawan harus menulis fakta apa adanya, baik yang benar maupun yang keliru.
“Yang benar ditulis benar, yang salah ditulis salah. Di situlah wartawan menyajikan berita yang mendidik kepada publik,” kata Prof. Safi’.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengapresiasi peran wartawan yang dinilai sangat membantu pemerintah daerah. Informasi dari media, menurutnya, kerap menjadi dasar untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
“Informasi dari wartawan langsung kami cek ke bawah, lalu ditindaklanjuti kepada perangkat daerah terkait. Mudah-mudahan wartawan tetap menjadi mitra yang baik dan terus memberikan pemberitaan yang positif,” tutur Lukman Hakim.
Peringatan HPN 2026 ditutup dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol peresmian sekretariat wartawan PWI Bangkalan yang diberi nama Teras Pena. Prosesi ini menjadi penanda komitmen PWI Bangkalan dalam memperkuat ruang kolaborasi dan kebebasan pers di daerah. (Azis)***
Direktur PUDAM Bangkalan Ucapkan Selamat HPN 2026, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi dan Mitra Pembangunan
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional ( HPN ). Direktur PUDAM Sumber Sejahtera Kabupaten Bangkalan H. Sjobirin Hasan menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Pada kesempatan momentum HPN ini, H. Sjobirin Hasan, menilai pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan.
“Pers saat ini memiliki peran yang sangat penting, Selain sebagai penyampai informasi publik, Pers juga sebagai pengawal kebijakan pemerintah dari tingkat kabupaten maupun nasional,
“Selamat Hari Pers Nasional, Semoga para wartawan di kabupaten Bangkalan ini senantiasa memegang integritas dalam menyampaikan informasi publik,” ujar H.Sjobirin Hasan, Senin, 9 Febuari 2026.
Wisuda ke-17 LPI Miftahul Ulum Dangbiqih Bangkalan Mencetak Generasi Qur’ani yang Teguh di Era Global
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Miftahul Ulum yang berlokasi di Dusun Dangbiqih, Desa Mano’an, Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, sukses menggelar prosesi wisuda santri pada Selasa (10/02/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menandai milad wisuda lembaga yang ke-17 kalinya.
Ustaz Tohari selaku Guru Tugas dari PP Najmul Ulum Al Mursyidiyah 01, menyampaikan tahun ini, sebanyak sembilan santri tingkat TK TPA resmi diwisuda. Terdiri dari 3 santri putra dan 6 santri putri (koreksi total dari data 9 santri.
“Prosesi wisuda kali ini menarik perhatian karena menggunakan metode munaqosah (ujian publik) secara langsung di hadapan para wali santri dan tamu undangan,” Papar Ust Tohari.

Tohari juga menggunakan alat peraga Al-Qur’an, para wisudawan diuji kemampuannya dalam menguasai seluruh bacaan Al-Qur’an dengan kaidah ilmu tajwid yang benar. Tidak hanya sekadar membaca, para santri tahfidz juga ditantang melalui ujian komprehensif Juz 30.
Pertanyaan yang diajukan meliputi jumlah ayat dalam sebuah surah, kandungan makna atau penjelasan surah, hingga urutan surah (sebelum dan sesudah surah tertentu).
“Selain itu, teknik sambung ayat menjadi ujian pamungkas untuk membuktikan kelancaran hafalan para santri di hadapan publik,” jelasnya.
Dalam sela-sela acara, Guru Tugas dari PP Najmul Ulum Al Mursyidiyah 01, Ustaz Tohari, memberikan pesan mendalam. Senada dengan visi lembaga, beliau menekankan pentingnya keteguhan mental dan iman bagi anak-anak didik.
“Harapan besar kami bagi anak-anak di LPI Miftahul Ulum Dangbiqih Mano’an adalah agar mereka mampu berpikir kritis dan memiliki prinsip yang kuat. Di era global yang semakin mengancam nilai-nilai kehidupan ini, mereka harus tahu cara untuk tetap teguh berdiri di atas ajaran Al-Qur’an,” tegasnya.
Momentum wisuda ke-17 ini diharapkan menjadi langkah awal bagi para santri untuk terus menjaga hafalannya dan menjadi cahaya bagi masyarakat Desa Mano’an dan sekitarnya di masa depan.
Momentum bersejarah ini mendapat perhatian khusus dari Ma’ruf, salah satu alumni LPI Miftahul Ulum. Ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas konsistensi lembaga dalam menjaga kualitas pendidikan agama di pelosok Bangkalan.
“Sebagai alumni, saya bangga melihat Miftahul Ulum tetap teguh hingga wisuda ke-17. Ini bukan sekadar angka, tapi bukti pengabdian tanpa henti dalam menjaga moral generasi muda di Desa Mano’an,” ujar Ma’ruf.
Sejalan dengan harapan lembaga agar santri mampu berpikir kritis di era global, Ma’ruf juga menawarkan gagasan strategis sebagai solusi pengembangan lembaga ke depan. Menurutnya, keteguhan santri di tengah arus globalisasi yang mengancam nilai kehidupan harus dipupuk melalui dua sisi: penguatan spiritual dan adaptasi intelektual.
“Solusinya adalah integrasi. Santri tidak hanya kita dorong untuk hafal Al-Qur’an, tapi juga dibekali kemampuan memfilter informasi digital dengan akhlak. Kita perlu menerapkan metode belajar yang memancing anak untuk bertanya ‘mengapa’, sehingga mereka memiliki prinsip yang kuat dan tidak mudah terbawa arus negatif zaman,” pungkasnya. (Azis)jkj
Gegerkan Dunia Akademik Lewat Karya Tulis, Sosok Presiden Mahasiswa Berhasil Terbitkan 6 Buku
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Sosok seorang mahasiswa yang kini aktif sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) STKIP PGRI Bangkalan kembali gegerkan dunia akademik. Melalui karya tulisnya, Abdur Rohman SM berhasil menorehkan prestasinya dengan menerbitkan 6 (enam) buku selama menduduki bangku kuliah.
Baginya, tidak mudah untuk meraup capaian ditengah kesibukan yang memiliki tanggung jawab sebagai pemimpin di kampusnya. Justru, sosok pria energik yang akrab dikenal Aab memiliki tekad mulia dalam berkarya di dunia pena.
Enam karya yang berhasil lahir lewat proses kreatifnya meliputi sejumlah antologi puisi, meliputi;
1. Jejak yang Tertulis dalam Bait Rindu
2. Malaikat yang Melahirkan
3. Tuhan Engkau Penipu
4. Tuhan Ada di Matanya
5. Sujud Seorang Pelacur
6. Sakiti Aku Sekali Lagi.Menariknya, dua karya milik Abdur Rohman berhasil diterbitkan oleh Mumtaz Cirebon, Jawa Barat, pada awal tahun 2026.
Menurutnya, karya yang lahir tidak tumbuh dari ruang yang nyaman, Justru dipenuhi keraguan dan ejekan yang dianggap tidak memiliki minat menulis.
“Namun, semangat dari tekanan itu berubah menjadi titik balik ketika saya memilih belajar secara serius kepada dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, bapak M. Helmi, yang kemudian membimbing sekaligus mengkritisi karya-karya saya,” ujar Aab. Sabtu, (07/02/2026).
Didorong semangat intelektual, pria kelahiran Kokop itu juga aktif mengawal isu-isu sentral di lingkungan kampus STKIP PGRI Bangkalan untuk menciptakan ekosistem akademik yang lebih baik, terutama dalam menjawab persoalan aspirasi mahasiswa.
“Bagi saya, menjadi mahasiswa bukan sekadar status akademik, melainkan tanggung jawab moral untuk melahirkan karya, apa lagi berkenaan dengan aspirasi mahasiswa,” katanya.
Dengan lahirnya karya mahasiswa yang dinilai sebuah Inspiratif baru di lingkungan kampus, Ketua STKIP PGRI Bangkalan, Fajar Hidayatullah, memberikan apresiasi atas capaian terhadap Abdur Rohman yang juga sebagai Presiden Mahasiswa.
Ia menilai lahirnya karya-karya mahasiswa menunjukkan bahwa kampus bukan hanya ruang transfer teori, tetapi juga ruang pencipta gagasan, identitas, dan keberanian intelektual.
“Bagi saya puisi dan novel membuka ruang dialog batin, mempertemukan beragam sudut pandang, serta melatih kedewasaan berpiki,” tuturnya.
Dengan demikian, karya Aab akan menjadi bukti konkret penerapan Outcome Based Education (OBE), di mana hasil belajar tidak berhenti pada nilai akademik, tetapi terwujud dalam karya yang memberi makna bagi masyarakat.
“Fenomena ini dapat menjawab bahwa kehadiran mahasiswa di dunia kampus tidak lagi cukup sebatas mengikuti perkuliahan. Dunia akademik menuntut keberanian untuk berkarya, bersuara, dan meninggalkan jejak intelektual,” pungkasnya.
Kisah Aab pun melampaui sekadar prestasi personal. Ia menjadi inspirasi sekaligus pengingat bagi mahasiswa lain bahwa keterbatasan waktu, tekanan sosial, maupun tanggung jawab organisasi bukan alasan untuk berhenti mencipta. (Azis)***
Momentum WPK Ngopi Santai Dengan Kasat Lantas Polres Bangkalan Bersama Jajarannya
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Dalam rangka memperkuat komitmen bersama, Wartawan Peduli Keadilan (WPK) menggelar ngopi santai dengan Kasat Lantas Polres Bangkalan beserta jajarannya.
Dalam pertemuan tersebut, WPK dan Kasat Lantas berkomitmen untuk menjalin sinergitas yang baik. Selasa, (03/02/2026).
Ketua WPK, Supriadi, menyambut kedatangan Kasat Lantas yang baru, AKP Febry Hermawan di wilayah hukum Kota dzikir dan sholawat Kabupaten Bangkalan. Menurutnya, kehadiran wajah baru Kasat Lantas dapat memberikan pandangan dan gagasan secara progresif.
“Selamat datang AKP Febry Hermawan sebagai Kasat Lantas yang Baru, wajah baru semoga dapat menciptakan gagasan yang progresif di wilayah hukum Bangkalan,” ujarnya.
Pertemuan yang dikemas dengan silaturrahmi tersebut, WPK berharap dapat membawa kebaikan bersama dalam menjalin sinergitas yang baik ke depannya.
“Semoga ini menjadi momentum baik untuk terus membangun sinergitas dan komunikasi secara intens ke depannya,” harap Supriadi.
Dalam penyampaiannya, Kasat Lantas Polres Bangkalan, AKP Febry Hermawan menyebutkan, bahwa pertemuan ini menjadi langkah positif untuk mewujudkan komunikasi dan koordinasi yang lebih intens ke depannya.
“Kami berkomitmen akan terus membangun komunikasi yang baik dengan semua kalangan, termasuk rekan-rekan WPK. Semoga ke depan terus bisa bangun komunikasi dan koordinasi ini dengan baik,” ungkapnya.
Menurutnya, moment ini adalah bentuk kemitraan yang akan dibangun ke depan. Maka, ia berpesan kunci utama dalam menjalin sebuah hubungan baik adalah komunikasi.
“Kami ucapkan terimakasih kepada rekan-rekan WPK sudah berkenan untuk bersinergi dan komunikasi serta berkomitmen untuk saling koordinasi, sehingga kami dapat menjadi mitra kerja yang baik,” kata AKP Febry kepada sejumlah media. (Azis)***
Audensi WPK Dengan Kapolres Bangkalan Berkomitmen Kawal Isu Krusial Terkait Hukum
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Dalam rangka mempererat sinergitas insan pers dan Polri, Wartawan Peduli Keadilan (WPK) gelar audiensi dan silaturrahmi ke Polres Bangkalan terkait beberapa fenomena di wilayah hukum kota dzikir dan sholawat. Senin, 26/01/2026).
Dalam audiensi tersebut, AKBP Wibowo, S.I.K., M.H., Kapolres Bangkalan menyambut baik semangat membangun WPK dalam penegakan hukum di Kabupaten Bangkalan. Audiensi berlangsung di aula pertemuan Mapolres setempat.
Kapolres Bangkalan beserta jajarannya menyambut baik kehadiran para wartawan yang notabene putra daerah. Dengan sambutan hangat dalam menyampaikan apresiasi atas peran vital jurnalis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Baca Juga: Menggugat Fakta yang Sudah Inkrah: Jejak Klaim Sepihak atas Lahan Negara di Teluk Kumai
Diskusi turut menyoroti peran media dalam menangkal hoaks, fitnah, serta informasi menyesatkan yang berpotensi mengganggu ketenangan publik.
AKBP Wibowo, Kapolres Bangkalan mengharapkan agar silaturahmi dan koordinasi yang demikian terus terbangun. Terutama, rekan-rekan WPK guna memperkuat serta mempererat komunikasi yang baik.
“Saya berharap pertemuan ini menjadi awal komitmen untuk bermulanya sinergitas kita bersama dalam mengawal isu-isu krusial yang berkaitan dengan hukum di Kabupaten Bangkalan. Kami akan terbuka dengan rekan-rekan media semua, terutama WPK,” ujarnya. Senin, (26/01/2026).
AKBP Wibowo menambahkan, “Saya apresiasi terhadap WPK yang hadir dalam menyampaikan aspirasinya yang bersifat membangun. Peran media sangat penting dalam menyampaikan fakta secara objektif, solutif, dan bertanggung jawab,” ucapnya.
Baca Juga: Dugaan Penganiayaan Hj Muclisoh Mengendap di Polsek Gondanglegi, MAKI Jatim Tuding Penanganan Tumpul dan Siap Buka Dugaan Upaya Pembunuhan
Tak hanya itu, Kapolres AKBP Wibowo menegaskan, bahwa wartawan merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.Selain itu, pemberitaan yang akurat dan berimbang turut membantu menciptakan situasi daerah yang kondusif.
“Melalui silaturahmi ini, kami ingin membuka ruang komunikasi yang lebih komunikatif. Kami sangat terbuka dan tidak anti kritik serta masukan dari rekan-rekan wartawan demi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tukasnya.
Sementara itu, Ketua WPK, Supriadi, M.I.Kom menyambut baik dan penuh semangat dalam menjalin sinergitas untuk mendukung kerja-kerja strategis Polres Bangkalan.Baca Juga: Arogansi Kekuasaan Di Gemurung: Saat Uang Desa Dipertanyakan, Pemimpin Menantang Rakyat
Sebab, Ia menilai silaturrahmi yang digelar tidak lain untuk memperkuat kolaborasi yang selama ini terbangun antara wartawan dan kepolisian.
“Kita berharap komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi yang terjalin dapat semakin solid untuk bersama-sama menjaga ruang publik dari informasi-informasi hoaks,” sambutnya.
Selain itu, Supriadi berkomitmen akan terus mengawal isu-isu strategis di Kabupaten Bangkalan.Terutama fenomena yang keterkaitan dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam menguatkan transparansi, responsibilitas, dan berkeadilan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Baca Juga: ARTSPACE Artotel TS Suites Surabaya Kembali Menghadirkan Pameran Seni Rupa Dengan Tema Hidden Potion
“Pertemuan ini akan menjadi fondasi penting untuk membangun kerja sama yang solid antara WPK dan Kepolisian. Sesuai harapan Kapolres Bangkalan, maka WPK siap untuk membantu dan mendukung segala bentuk kerja strategis Polres,” pungkasnya. (Azis)***
Dinas Kesehatan Bangkalan Sambut Baik Audensi Bersama WPK Upayakan Peningkatan Pelayanan Kesehatan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Wartawan Peduli Keadilan (WPK) menggelar audiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan sebagai upaya memperkuat sinergitas dan mencari solusi bersama terhadap berbagai fenomena di dunia kesehatan.
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, di kantor Dinkes Bangkalan.
Dalam pertemuan tersebut, dr. Nunuk Kristiani turut mengundang seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) se-Kabupaten Bangkalan. Langkah ini dilakukan guna menyatukan persepsi, memperkuat koordinasi lintas layanan, sekaligus mengikis stigma negatif terhadap profesi jurnalis.
Kehadiran para Kapus menunjukkan antusiasme dan komitmen bersama untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bangkalan, sekaligus membuka ruang komunikasi yang sehat antara insan pers dan tenaga kesehatan.
Ketua WPK, Supriadi, menegaskan bahwa audiensi ini merupakan bagian dari silaturahmi dan koordinasi konstruktif antara WPK dan Dinkes Bangkalan.
Menurutnya, WPK hadir bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan menyampaikan aspirasi dan fenomena yang ditemukan di lapangan agar dapat dicarikan solusi terbaik.
“Kehadiran kami dari WPK jangan dipandang sebagai upaya mencari kesalahan dalam pelayanan kesehatan. Justru, kami hadir untuk menyampaikan aspirasi, menyuarakan fenomena yang terjadi di masyarakat, dan mencari solusi terbaik demi perbaikan layanan kesehatan,” ujar Supriadi. Jum’at (23/01/2026).
Ia menambahkan, sinergitas antara jurnalis dan Dinas Kesehatan sangat penting untuk menciptakan pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Audiensi tersebut disambut positif oleh Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani. Ia mengapresiasi peran WPK yang dinilai membawa masukan konstruktif dan solusi nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
“Alhamdulillah, kehadiran rekan-rekan WPK menjadi angin segar bagi kami. Banyak masukan dan solusi yang disampaikan untuk peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Kabupaten Bangkalan,” ungkap dr. Nunuk.
Menurutnya, kolaborasi antara Dinkes, Puskesmas, dan WPK merupakan bagian penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang lebih baik, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan sinergi berkelanjutan antara WPK dan Dinas Kesehatan Bangkalan, dengan orientasi utama pada peningkatan kualitas layanan kesehatan serta penyampaian informasi yang berimbang dan edukatif kepada publik,” pungkasnya. (Azis)***