Sambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Samosir Gelar Bakti Sosial untuk Lansia dan Anak Disabilitas
Samosir, Sumatera-Dalam rangka menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Samosir melaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya lanjut usia (lansia) dan anak disabilitas. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (22/12/2025). wilayah Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.
Bakti sosial ini dipimpin langsung oleh Kapolres Samosir, AKBP Rina Frillya, S.I.K., didampingi Wakapolres Samosir Kompol Briston A.M. Napitupulu, S.T., S.I.K., Kasat Samapta AKP Nandi Butar-Butar, S.H., Kasat Intelkam IPTU Donal P. Sitanggang, S.H., M.H., serta Kasi Propam IPDA Darmono Samosir, S.H.
Dengan kunjungan Kapolres Samosir ke kediaman Doma Simbolon (80 tahun) di Jalan FL Tobing, Kelurahan Pasar Pangururan. Dalam kesempatan tersebut, Kapolres menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako.
Doma Simbolon mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Saya sangat bersyukur dan terharu atas kunjungan serta bantuan dari Polres Samosir. Bantuan ini sangat berarti bagi kami para orang tua, ujar Doma Simbolon dengan mata berkaca-kaca.
Selanjutnya, pada pukul 12.20 WIB, Kapolres Samosir mengunjungi Dormauli Simbolon (74 tahun) di Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan. Dormauli menyampaikan apresiasi atas kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami merasa tidak sendiri. Terima kasih kepada Ibu Kapolres dan seluruh jajaran yang sudah datang langsung melihat kondisi kami, ungkapnya.
Dengan mengunjungi Kameria Sinaga (75 tahun) di Jalan Nahum Situmorang, Desa Pardomuan I. Ia mengaku sangat terbantu dengan bantuan sembako yang diberikan. Semoga Polres Samosir selalu diberkati dan diberi kesehatan dalam melayani masyarakat, ucap Kameria Sinaga.
Tidak hanya menyasar lansia, Polres Samosir juga menunjukkan kepedulian kepada anak disabilitas. Kapolres Samosir mengunjungi GN (4 tahun), seorang anak disabilitas di Desa Pardomuan I Kecamatan Pangururan dan menyerahkan bantuan sosial berupa paket sembako kepada pihak keluarga. Orang tua GN menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polres Samosir. Kami sangat berterima kasih atas kepedulian Polres Samosir. Kunjungan ini memberikan semangat dan harapan bagi kami sekeluarga, ujar salah satu anggota keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Samosir AKBP Rina Frillya, S.I.K. menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam menyambut Natal dan Tahun Baru. Kegiatan bakti sosial ini kami laksanakan sebagai wujud perhatian dan kasih Polri kepada masyarakat. Kiranya bantuan ini dapat meringankan beban serta mempererat silaturahmi, kata Kapolres.
Kapolres juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, menjaga kerukunan antar umat beragama, meningkatkan toleransi, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila terjadi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
Seluruh rangkaian kegiatan bakti sosial Polres Samosir berakhir pada pukul 13.00 WIB dan berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar.
Sementara itu, PLT Kasi Humas Polres Samosir, Brigpol Gunawan Situmorang, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri sekaligus upaya mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun rasa kebersamaan dan kepedulian, sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Samosir tetap aman dan kondusif, pungkasnya.
Marlen sPT Arthaindo Jaya Abadi Minta Kejelasan Penyelesaian Biaya Kunjungan Kerja di Ampana
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 16 Desember 2025 Ampana, Tojo Una-Una Manajemen PT Arthaindo Jaya Abadi, perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, meminta kejelasan terkait penyelesaian biaya operasional kunjungan kerja, yang meliputi rental mobil dan penginapan, yang timbul saat kunjungan dua pihak eksternal ke perusahaan tersebut.
Permintaan klarifikasi ini disampaikan karena hingga saat ini sejumlah nota dari penyedia jasa transportasi dan penginapan belum dinyatakan selesai, sementara pihak perusahaan tambang masih menerima penagihan secara langsung dari penyedia jasa terkait.
Kronologi Peristiwa Berdasarkan keterangan manajemen PT Arthaindo Jaya Abadi, kunjungan kerja dilakukan pada 12 November 2025 oleh Sodikun Bin Abas dan Supriyadi, dalam rangka agenda penjajakan kerja sama dan peluang investasi.
Selama kegiatan berlangsung, digunakan fasilitas operasional berupa kendaraan rental dan penginapan, yang dikoordinasikan melalui pihak perusahaan tambang. Setelah kegiatan selesai, pihak penyedia jasa kemudian menerbitkan nota tagihan resmi dengan total nilai biaya sebesar Rp10.000.000.
Namun, karena penyedia jasa mengetahui bahwa kunjungan tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan PT Arthaindo Jaya Abadi, penagihan kemudian ditujukan kepada pihak perusahaan, sehingga menimbulkan beban administratif serta komunikasi yang berulang.
Terkait Agenda Investasi Manajemen perusahaan menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tahap awal pembahasan investasi dan kerja sama usaha, sehingga diharapkan seluruh kewajiban operasional dapat diselesaikan secara profesional.
“Dalam konteks pembicaraan investasi, penyelesaian administrasi merupakan bagian penting agar hubungan antar pihak tetap berjalan dengan baik,” ujar perwakilan manajemen.
Sikap Perusahaan PT Arthaindo Jaya Abadi menegaskan bahwa tidak ada maksud untuk menuduh pihak tertentu, dan permintaan kejelasan ini murni bertujuan untuk penyelesaian administrasi, serta menjaga transparansi dan iklim usaha yang sehat.
Manajemen juga menyatakan masih membuka ruang komunikasi dan berharap adanya itikad baik agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan tanpa berlarut.
Keterangan DomisiliUntuk kepentingan informasi publik, pihak terkait diketahui berdomisili di:
Desa Podo, Ampana, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah.
Hak Jawab Hingga berita ini diterbitkan, Sodikun Bin Abas dan Supriyadi, yang diketahui terkait dengan PT Lima Saudara Membangun, Jakarta, belum memberikan klarifikasi resmi. Redaksi Warta Pena Satu Jatim membuka ruang hak jawab sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.(HIERMAWAN)
“Kongres I dan Rakernas VII GPP: Meneguhkan Trisakti dan Mengokohkan Pembumian Pancasila Menuju Indonesia Berkeadilan”
“Terapi Kedua, Hasil Berlipat: Dosen Pondok Wage Indah 1 Sidoarjo Kembali Jalani Totok Saraf Anatomi Homecare”
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – 4 Desember 2025 — Kabar terbaru datang dari dunia kesehatan alternatif Jawa Timur. Seorang dosen asal Taman Pondok Wage Indah 1, Sidoarjo, kembali menjalani sesi kedua terapi Totok Saraf Anatomi setelah sebelumnya merasakan perubahan signifikan pada kondisi saraf dan tubuhnya. Pasien tersebut adalah Dwikoranto, yang sebelumnya mengalami kebas, rasa berat pada tubuh, serta gangguan aliran saraf pasca cedera dan aktivitas berlebih.
Pada terapi pertama beberapa minggu lalu, Dwikoranto mengaku datang dalam kondisi was-was dan sedikit panik karena gejala yang muncul tiba-tiba dan semakin mengganggu keseharian. Namun setelah menjalani sesi pertama, ia merasakan perubahan drastis tubuh lebih ringan, tidur lebih nyenyak, dan rasa kebas berkurang drastis.
Karena hasil positif tersebut, sesi kedua dijalankan melalui layanan homecare oleh terapis Totok Saraf Anatomi DetokRapith. Langkah ini dilakukan untuk kenyamanan sekaligus melanjutkan pemulihan saraf yang masih dalam tahap penyetelan ulang.
Dalam proses terapi kedua ini, respons tubuh pasien menunjukkan perkembangan signifikan. Beberapa titik saraf yang pada sesi pertama masih keras dan sensitif kini mulai lebih lentur dan merespons stimulasi dengan lebih cepat. Itu menandakan jalur saraf mulai pulih dan sirkulasi darah membaik.
Selesai terapi, Dwikoranto memberikan komentar yang cukup jujur dan apa adanya:
“Kalau sesi pertama itu bikin kaget karena langsung terasa, sesi kedua ini malah bikin nagih. Rasanya tubuh kayak diperbaiki dari dalam, bukan cuma hilang sakit. Lebih enteng, lebih fokus, dan lebih nyaman.”
Totok Saraf Anatomi sendiri kini menjadi salah satu metode pemulihan non-operasi dan non-obat yang banyak diminati masyarakat Jawa Timur. Teknik ini menargetkan sistem saraf, aliran darah, dan titik kompresi tubuh yang sering jadi sumber rasa sakit dan gangguan mobilitas.
Melalui format layanan klinik dan homecare, DetokRapith Totok Saraf Anatomi Surabaya kini menjangkau berbagai wilayah termasuk Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Lamongan, hingga Jombang. Layanan ini sangat membantu pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas seperti post-injury, stroke recovery, dan gangguan saraf kejepit.
Banyak pasien dengan keluhan kebas, kesemutan kronis, pinggang sakit, lutut tidak stabil, hingga susah bangun pagi karena otot kaku mulai memilih terapi ini sebagai solusi yang lebih masuk akal dan minim risiko dibandingkan tindakan invasif.
Untuk masyarakat yang ingin merasakan layanan terapi Totok Saraf Anatomi, sesi dapat dilakukan di klinik atau melalui homecare dengan sistem booking terlebih dahulu. Jam layanan tersedia setiap hari pukul 10.00–19.00 WIB.Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp: wa.me//6285180980474 (Dodo)
“Dosen Fisika Unesa Pulih Lewat DetokRapith Homecare: Saat Sains, Energi, dan Totok Saraf Bertemu di Pondok Wage Indah 1”
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 1 Desember 2025 — Dwikoranto, dosen fisika dari Universitas Negeri Surabaya, menerima layanan DetokRapith Homecare langsung di rumahnya di Pondok Wage Indah 1. Kondisinya sebelum terapi memang sedang menurun—nyeri punggung, tegang leher, mudah lelah, dan fokus yang makin mengabur ketika mengajar.
Saat pemeriksaan awal dilakukan, terlihat jelas adanya ketegangan kronis di jalur saraf leher, punggung bawah, hingga panggul. Pola tegang ini sering muncul pada akademisi yang bekerja berjam-jam di depan laptop, mengajar sambil berdiri lama, dan kurang peregangan.
Dwikoranto memilih paket kombinasi totok saraf anatomi dan konsultasi Life DETOX and Luck Hacks. Pendekatan ganda ini menyelidiki kondisi tubuhnya dari dua sisi: anatomi fisik dan energi hidup berbasis frekuensi nama.
Saat perhitungan energi nama dilakukan, hasilnya sangat mencolok dan membuat Dwikoranto terdiam sesaat. Analisis menunjukkan masalah pada sirkulasi darah, potensi gangguan ginjal ringan, kelelahan adrenal, serta inflamasi kronis di area lumbal. Ia tersenyum kecil ketika melihat grafiknya karena itu persis dengan hasil laboratorium yang ia simpan di mejanya.
“Dalam fisika, frekuensi itu fakta, bukan mitos. Nama membawa resonansi. Kalau resonansinya tidak sinkron, tubuh ikut bermasalah,” ujar Dwikoranto ketika membandingkan data perhitungan nama dengan hasil cek lab-nya. Sebagai dosen fisika, ia merasa temuan ini justru masuk akal secara ilmiah.
Ia melanjutkan, “Bahkan dalam fisika kuantum, energi kecil bisa memengaruhi sistem besar. Jadi tidak heran kalau energi nama ikut memengaruhi tubuh.” Komentarnya memberi warna baru pada sesi konsultasi, karena ia mengaitkan hasil numerologi dengan teori resonansi dan gelombang.
Totok saraf anatomi kemudian diterapkan. Saat tekanan pertama mengenai titik saraf servikalnya, tubuhnya langsung memberikan respons. Ada aliran hangat yang merambat turun ke punggung—pertanda jalur saraf mulai terbuka kembali setelah lama tersumbat.
Beberapa titik yang semula keras seperti batu akhirnya melunak setelah beberapa teknik pelepasan diterapkan. Nafasnya lebih dalam, pandangannya lebih jernih, dan rasa tegang yang ia bawa bertahun-tahun mulai terurai.
Sesi Life DETOX melengkapi proses pemulihan. Energi tubuh yang semula berat dan penuh residu stres dibersihkan secara bertahap. Dengan energi yang lebih stabil, terapi totok saraf berikutnya menjadi jauh lebih efektif.
Dwikoranto mengibaratkan proses ini seperti membersihkan noise pada gelombang. “Begitu noise dihapus, sinyal kembali jernih. Tubuh manusia sama: kalau energinya bersih, saraf lebih cepat pulih,” katanya.
Dalam beberapa hari saja, perubahannya terlihat jelas. Tidurnya lebih pulas, tubuhnya lebih bertenaga, dan ia kembali mengajar tanpa merasa cepat lelah. Mahasiswanya di Unesa bahkan mengaku melihat ia tampak lebih segar dan lebih fokus selama kuliah fisika kuantum.
Layanan DetokRapith Homecare yang datang langsung ke Pondok Wage Indah 1 membuktikan bahwa terapi tidak harus dilakukan di klinik. Di rumah pun, proses pemulihan bisa berjalan maksimal asal dilakukan dengan pendekatan yang tepat.
Kasus Dwikoranto menjadi bukti bahwa perpaduan totok saraf anatomi, analisis energi nama, dan Life DETOX and Luck Hacks mampu memberikan hasil yang menyeluruh. Bukan hanya memulihkan tubuh, tetapi juga menata ulang energi dasarnya agar hidup lebih panjang, kuat, dan stabil.(Dodo)
“Enam Bulan Menahan Kebas, Wiknyo Akhirnya Menemukan Jalan Pulang ke Kesehatannya di DetokRapit”
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 1 Desember 2025 —Wiknyo, seorang driver Gojek asal Menganti, akhirnya mengambil langkah yang selama ini ia tunda: mencari pertolongan profesional. Setelah enam bulan menahan kebas tangan kanan dan nyeri pinggang yang makin menjadi, ia memutuskan datang ke DetokRapit Totok Saraf Anatomi untuk mencari jawaban.
Ketika kecelakaan motor terjadi setengah tahun lalu, Wiknyo sama sekali tidak merasakan sakit. Semuanya terasa normal. Namun setelah kerja bakti di kampung, tubuhnya “membalas” dengan rasa sakit luar biasa yang muncul mendadak seperti dihantam gelombang besar setelah diam terlalu lama.
Yang membuatnya bingung, rasa sakit itu sempat hilang ketika ia memasang lampu rumah. Kondisi yang naik-turun ini membuat pikirannya kacau. Apalagi pekerjaannya sebagai driver menuntut gerakan konstan mengendalikan motor, mengerem, memutar badan, dan membawa beban perjalanan tiap hari.
Khawatir kondisi makin parah dan berdampak pada pekerjaannya, Wiknyo akhirnya memberanikan diri datang ke DetokRapit. Di sinilah ia berharap menemukan jawaban dan perawatan yang lebih pasti.
Hasil pemeriksaan menunjukkan keluhannya bukan sekadar kebas biasa. Diagnosa medis mengarah pada radikulopati servikal dan lumbal, yaitu gangguan akar saraf di leher dan pinggang akibat benturan lama yang dibiarkan. Saraf yang teriritasi selama berbulan-bulan ini memicu kebas, nyeri tertarik, sensasi panas, dan rasa tidak nyaman yang terus berulang.
Selain itu, terapis menemukan trigger point aktif pada otot levator scapula, trapezius, quadratus lumborum, dan gluteus medius ketegangan otot khas pengendara motor yang mengalami trauma dan tetap bekerja tanpa masa pemulihan.
Pada sesi terapi pertama, totokan saraf dan pijatan presisi pada titik pemicunya langsung membuat Wiknyo merasakan kelegaan yang sudah lama ia rindukan. Tubuhnya terasa lebih ringan, napas lebih lapang, dan rasa sesak di area pinggang mulai mereda. “Rasanya lepas banget, Mas… kayak beban ilang,” ujarnya dengan lega.
Perubahan itu bukan hanya di permukaan. Otot yang semula mengeras mulai melunak, aliran darah membaik, dan sinyal saraf yang kacau kembali tertata. Ini menjadi titik balik penting bagi seorang pekerja lapangan seperti Wiknyo, yang bergantung penuh pada fisik untuk mencari nafkah.
Terapi lanjutan sangat disarankan agar pemulihan menyeluruh tercapai. Cedera saraf yang sudah berlangsung lama tidak bisa dipulihkan sekali sesi, tapi progres awal menunjukkan tubuh Wiknyo masih sangat responsif terhadap perawatan.
Ia pulang hari itu dengan wajah lebih tenang dan harapan baru. Perjalanannya menuju pemulihan mungkin panjang, tetapi langkah awal sudah ia tempuh di DetokRapit Totok Saraf Anatomi—tempat banyak orang menemukan kembali kesehatan, kendali tubuh, dan ketenangan setelah sekian lama berjuang dalam diam.(Dodo)
“Jein Pulih dari Nyeri Menahun: Terapi Totok Saraf Surabaya Jadi Jawaban Setelah Bertahun Mencari Kesembuhan”
WARTAPENASATUJATIM | 1 Desember 2025 –Surabaya Zein, warga Sumput Driyorejo, Gresik, akhirnya menemukan ruang bernapas setelah lama terjebak dalam lingkaran sakit yang tidak kunjung selesai. Sebagai sopir kantor yang rutin mendampingi pegawai Dinas Telekomunikasi dalam perjalanan keluar kota, ia memikul beban kerja fisik yang tidak ringan—dan tubuhnya pelan-pelan memberi sinyal kelelahan.
Keluhan awal Zein sebenarnya tampak sederhana: bahu kiri sering nyeri, mata tiba-tiba kabur, dan pinggang kiri terasa seperti ditarik dari dalam. Namun lama-kelamaan keluhan itu berubah menjadi hambatan serius, terutama ketika ia harus menempuh perjalanan jauh dengan fokus tinggi.
Dari pemeriksaan dan penilaian awal oleh terapis Rijendanel, kondisi Zein menunjukkan tanda-tanda Upper Cross Syndrome, Trigger Point aktif di trapezius dan levator scapula, iritasi saraf oksipital, serta ketegangan lumbal kiri akibat posisi duduk statis berjam-jam. Kombinasi itu memicu penglihatan kabur, ketegangan bahu kronis, dan nyeri pinggang kiri yang tak kunjung reda.
Zein mengaku sudah mencari pengobatan di berbagai tempat, baik medis maupun alternatif. Namun hasilnya tidak pernah bertahan lama. Rasa nyeri kembali muncul setiap kali ia kembali ke jalanan untuk perjalanan dinas.
Titik terang muncul ketika ia memutuskan menjalani terapi di DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya, layanan totok saraf yang dikenal dengan presisi tekniknya dalam menangani kasus-kasus pekerja berat seperti sopir, teknisi lapangan, hingga pekerja operasional.
Pada terapi pertama, efeknya langsung terasa. Bahu kiri yang biasanya mengeras seperti batu mulai lunak dan bergerak lebih bebas. Pandangan yang sebelumnya mudah buram mulai stabil, dan pinggang kirinya tidak cepat kram meski harus duduk lama.
Memasuki terapi kedua, Zein menggambarkan tubuhnya sebagai “lebih enteng dan lebih siap kerja.” Terapi pembebasan saraf yang dilakukan oleh Rijendanel, dikombinasikan dengan teknik detoks jaringan dan koreksi titik tegang, membuat aliran saraf di area bahu–leher–pinggang kembali terbuka.
Rijendanel menjelaskan bahwa pekerja seperti Zein memang rentan mengalami gangguan pada jalur saraf cervico-thoracal hingga lumbal akibat posisi duduk monoton, getaran kendaraan, dan beban mental perjalanan jauh. Ketika ketegangan menumpuk dan tidak dilepas, gejalanya menyebar hingga menyebabkan sakit kepala, mata kabur, dan pinggang terkunci.
Bagi Zein, perubahan yang ia rasakan bukan sekadar perbaikan sementara, tetapi langkah besar menuju kondisi tubuh yang kembali normal. Dalam testimoninya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya karena berhasil memberikan hasil nyata setelah sekian lama mencari jalan keluar.
DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya, yang berlokasi di Jl. Bangkingan IX Blok XI No. 38, Surabaya, Jawa Timur, terus menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan pemulihan saraf, otot, dan mobilitas tubuh. Kisah Zein menjadi bukti bahwa dengan teknik yang tepat, pasien nyeri kronis sekalipun masih punya harapan untuk kembali pulih dan bekerja tanpa rasa takut akan rasa sakit yang menghantui.(Dodo)
Gemilang di LPBB DETIL 2025: Pasforty Tunjukkan Kualitas, Bangga Jadi Pelatih Penentu Kemenangan
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — 30 November 2025 Ajang LPBB DETIL 2025 yang berlangsung di Marvel City Mall Surabaya menjadi panggung pembuktian bagi tim paskibra SMPN 40 Surabaya. Dengan persiapan yang ketat dan disiplin selama tiga minggu, Pasforty tampil penuh percaya diri dan berhasil membawa pulang sejumlah penghargaan bergengsi tingkat Jawa Timur.
Sosok yang berperan besar dalam keberhasilan ini adalah Kak Yoga Putra Fernando, pelatih yang akrab dipanggil Bangga. Selama masa latihan, Bangga mendampingi para peserta dengan pendekatan penuh kesabaran dan perhatian, memastikan setiap anggota pasukan mampu tampil maksimal. Dedikasi dan ketelatenannya menjadi kekuatan yang mengokohkan mental pasukan menjelang hari kompetisi.
Pada hari perlombaan, dua pasukan kebanggaan SMPN 40 Surabaya menunjukkan performa terbaik mereka. Pasukan Cya meraih Juara 2 Harapan Tingkat SMP Winner LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur, sementara Pasukan Joshua juga mengukir prestasi dengan Juara 3 Madya Tingkat SMP Winner LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur.
Selain prestasi utama tersebut, Pasforty juga menyabet dua penghargaan kategori khusus, yaitu:
Best Supporter 2 Tingkat SMP LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur
Best Favorit 2 Tingkat SMP LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur
Kemenangan ini tidak hanya lahir dari latihan intensif, tetapi juga dari solidaritas para wali murid yang terus memberikan dukungan sejak pemberangkatan dini hari hingga kepulangan pada malam hari. Kebersamaan dan kekompakan keluarga besar SMPN 40 Surabaya menjadi fondasi penting keberhasilan tim.
Salah satu anggota yang turut mencuri perhatian adalah Irbah dari kelas 8, yang terlibat dalam Pasukan Joshua. Usai menerima penghargaan Juara 3 Madya, Irbah mengungkapkan rasa bangganya dan berharap prestasi ini bisa memotivasi siswa lain untuk terus membangun disiplin dan karakter yang kuat.
“Kami belajar banyak, bukan hanya soal baris-berbaris, tapi juga soal komitmen,” ungkapnya penuh semangat.
Pihak sekolah, pembina Pasforty, serta pelatih Bangga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh orang tua dan siswa yang telah mendukung tanpa henti. Mereka berharap semangat kebersamaan ini terus tumbuh dan membawa Pasforty melangkah lebih jauh pada kompetisi yang akan datang.
Keberhasilan di LPBB DETIL 2025 menjadi bukti bahwa Pasforty adalah tim yang tidak hanya disiplin, tetapi juga solid, visioner, dan siap bersaing di tingkat lebih tinggi.(Quraya)
Pasforty Bersinar di Marvel City Mall: Dua Pasukan Raih Prestasi Jawa Timur, Irbah Jadi Sorotan Inspiratif!
WARTAPENASATUJATIM | 30 November 2025 –Surabaya — Giat Lomba Paskibra LPBB DETIL 2025 yang digelar di Marvel City Mall Surabaya pada Sabtu, 29 November 2025, kembali menghadirkan kabar membanggakan bagi keluarga besar SMPN 40 Surabaya. Dengan persiapan yang disiplin sejak dini, dua pasukan kebanggaan Pasforty akhirnya pulang membawa prestasi tingkat Jawa Timur.
Di balik performa kuat dan kompaknya para peserta, ada sosok pelatih yang tak kalah penting: Kak Yoga Putra Fernando, atau yang akrab disapa Bangga—singkatan dari Bang Yoga. Selama tiga minggu penuh, Bangga membimbing para peserta dengan kesabaran, ketelatenan, dan perhatian yang tulus. Dedikasinya menjadi pondasi penting yang mengangkat mental, disiplin, serta kekuatan pasukan hingga mampu tampil maksimal di panggung lomba.
Dalam kompetisi yang diikuti berbagai sekolah dari seluruh penjuru provinsi, Pasukan Cya sukses meraih Juara 2 Harapan Tingkat SMP Winner LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur. Sementara itu, Pasukan Joshua tampil gemilang dengan menorehkan Juara 3 Madya Tingkat SMP Winner LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur.
Tak berhenti di sana, tim ini juga mencatatkan kemenangan tambahan pada kategori khusus, yakni:
Juara Best Supporter 2 Tingkat SMP LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur
Juara Best Favorit 2 Tingkat SMP LPBB DETIL 2025 Se-Jawa Timur
Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, kekompakan, dan mental disiplin yang dibangun para pelatih serta siswa tidak pernah sia-sia. Seluruh proses latihan yang berlangsung sejak subuh hingga sore hari akhirnya berbuah manis.
Salah satu momen paling menyentuh datang dari Irbah, siswa kelas 8 yang menjadi bagian dari Pasukan Joshua. Dengan mata berbinar, Irbah menyampaikan kebahagiaannya usai meraih Juara 3 Madya Se-Jawa Timur,
“Semoga ini jadi penyemangat untuk adik kelas dan bukti kalau disiplin itu selalu membawa hasil,” ujar Irbah dengan penuh semangat.
Para wali murid turut berperan besar dalam kesuksesan ini. Dukungan mereka sejak keberangkatan pukul 05.00 hingga kepulangan sekitar 19.30 menjadi energi penting bagi para peserta.
Kepala sekolah, pembina Pasforty, serta pelatih Bangga mengucapkan terima kasih atas doa, dukungan, dan kebersamaan seluruh orang tua dan siswa. Mereka berharap kekompakan ini terus terjaga demi mengharumkan nama Pasforty dan SMPN 40 Surabaya pada ajang-ajang berikutnya.
Dengan kemenangan ini, Pasforty kembali menegaskan diri sebagai salah satu tim paskibra paling solid di Jawa Timur—memadukan disiplin klasik dengan semangat muda yang terus menyala.(Quraya)
Dugaan Manuver di Balik Pembatalan Tender Kit Stunting 2025: MAKI Jatim Bongkar Celah Koruptif di Kemendukbangga dan Daerah!
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 29 November 2025 — Aroma persoalan kembali merebak dari proyek pengadaan Kit Stunting tahun anggaran 2025 di Kementerian Kependudukan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga). Berdasarkan data yang tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP LKPP), paket pengadaan tersebut awalnya direncanakan melalui skema e-Catalogue dan mini kompetisi dengan pendekatan tender konsolidasi. Namun perjalanan proyek ini justru berubah dramatis dan memantik perhatian publik.
Tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim melakukan pelacakan intensif. Hasilnya mengejutkan proses pengadaan yang dikendalikan langsung oleh pusat itu dinyatakan resmi dibatalkan. Pembatalan ini membuka beragam tanda tanya besar, terutama karena alasan yang muncul dinilai janggal dan minim transparansi.
Dokumen internal yang dihimpun menunjukkan dua dasar pembatalan. Pertama, nota dinas dari Inspektorat Kemendukbangga selaku APIP yang menyebut adanya “ketidaksesuaian” dalam proses tender, tanpa memaparkan parameter yang dimaksud. Kedua, nota dinas PPK yang juga menolak hasil pemilihan Pokja penyedia lagi-lagi tanpa penjelasan substansial.
Ketua MAKI Jawa Timur, Heru MAKI, menyampaikan sorotan tajam. Ia menilai sejak awal tender konsolidasi dengan nilai HPS besar itu tampak sarat kepentingan. “Ada dugaan bahwa pembatalan ini membuka ruang bagi pola permainan lain setelah tender gagal,” ujarnya tegas.
Pasca pembatalan, Kemendukbangga disebut menyerahkan sepenuhnya pengelolaan anggaran kit stunting kepada pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten termasuk di Jawa Timur. MAKI Jatim kemudian menemukan indikasi lain yang tak kalah serius: potensi praktik koruptif di level BKKBN daerah.
Menurut penelusuran tim investigasi, pola dugaan koruptif itu berupa cash back dan fee berbasis hubungan timbal balik antara penyedia barang dan oknum di BKKBN daerah. Celah tersebut semakin mencuat setelah harga paket kit stunting yang dikelola daerah diduga mencapai nilai maksimal, bahkan lebih tinggi dibanding harga dalam tender konsolidasi yang sempat disiapkan pusat.
Perbandingan harga itu menunjukkan margin signifikan yang dinilai MAKI Jatim berpotensi menjadi ruang bagi praktik tidak sehat. “Kita mendapati fakta bahwa harga paket akhirnya bisa maksimal dan langsung diklik oleh PPK tanpa adanya mini kompetisi,” ungkap Heru, menyerukan pentingnya transparansi total.
MAKI Jatim menegaskan bahwa temuan ini akan diproses lebih lanjut sebagai fakta hukum, terutama mengacu pada Pasal 3 UU Tipikor. Langkah koordinasi dengan Inspektorat Kemendukbangga akan segera dilakukan, sekaligus membawa dugaan tersebut ke ranah aparat penegak hukum.
Dengan dinamika yang terus bergulir, publik kini menantikan kejelasan apakah pembatalan tender ini sekadar prosedural atau justru penanda adanya permainan anggaran di balik layar. Heru menutup pernyataannya dengan tekad kuat: “Kami tidak akan berhenti sampai semuanya terang.” (Bgn)

















