• Artikel,  Pendidikan,  SOSIAL,  Uncategorized

    “Dari Pramuka Garuda ke Aliansi Pelajar, Quraya Buktikan Semangat Kepemimpinan Pelajar Surabaya”

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 26 Oktober 2025 Suasana penuh semangat menyelimuti Rapat Perdana Aliansi Pelajar Surabaya yang digelar pada Minggu, 26 Oktober 2025 di Wizzmie Diponegoro. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para pelajar dari berbagai sekolah di Surabaya untuk merancang program kerja satu periode ke depan dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan muda.

    Dalam pertemuan itu, hadir sosok inspiratif  Alquraya Tahta Buana, pelajar kelas IX SMP Negeri 40 Surabaya, yang akrab disapa Quraya. Ia menjadi perwakilan satu-satunya dari SMPN 40, membawa semangat pelajar muda yang percaya diri dan berwawasan luas di antara para peserta lainnya.

    Rapat perdana ini membahas berbagai agenda penting yang melibatkan empat divisi utama: Acara, Kajian, Humas, dan Media Kreatif. Setiap divisi memaparkan gagasan program kerja yang visioner, mulai dari kegiatan sosial hingga pengembangan kapasitas pelajar. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga menumbuhkan solidaritas antaranggota.

    Quraya terlihat aktif mengikuti setiap sesi diskusi, menyampaikan ide-ide segar dan pandangan kritisnya mengenai pentingnya kolaborasi antar pelajar. Ia menekankan bahwa generasi muda harus berani berinovasi dan memiliki peran sosial di lingkungannya.

    “Kalau kita ingin dihargai, tunjukkan lewat karya dan kontribusi nyata,” tutur Quraya tegas di sela-sela forum.

    Sosok Quraya memang dikenal tidak asing di kalangan teman-temannya. Selain aktif di dunia organisasi pelajar, ia juga merupakan anggota Pramuka berprestasi di sekolahnya dan telah menyandang predikat Garuda Kwarcab Surabaya  sebuah pencapaian tertinggi dalam dunia kepramukaan tingkat kota.

    Prestasi ini menunjukkan konsistensinya dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan memimpin — nilai-nilai yang ia bawa juga dalam keaktifannya di Aliansi Pelajar Surabaya

    . “Pramuka mengajarkan saya untuk mandiri dan tangguh. Itu juga yang saya bawa ke setiap kegiatan organisasi,” ungkapnya dengan senyum percaya diri.

    Para peserta lain pun mengapresiasi semangat Quraya yang mampu membawa suasana positif dan inspiratif dalam forum. Keaktifannya menjadi bukti nyata bahwa pelajar SMP pun bisa memiliki pengaruh besar dalam organisasi lintas sekolah. Tidak sedikit yang menilai Quraya adalah sosok muda yang layak menjadi teladan bagi pelajar Surabaya.

    Rapat perdana ini menghasilkan berbagai rencana program, seperti kegiatan Olahraga Pelajar, Forum Kajian Kepemimpinan, hingga Produksi Konten Kreatif yang bertujuan memperkuat citra positif pelajar Surabaya di media sosial. Semua program dirancang agar pelajar tidak hanya aktif di sekolah, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat.

    Melalui kegiatan ini, Quraya dan rekan-rekannya berharap Aliansi Pelajar Surabaya dapat menjadi wadah penggerak perubahan positif.

    “Kami ingin buktikan bahwa pelajar Surabaya punya semangat besar dan mampu melahirkan ide-ide keren untuk kemajuan kota,” ucap Quraya di akhir sesi rapat dengan penuh optimisme.

    Dengan dedikasinya di Pramuka dan perannya sebagai pelajar aktif, Alquraya Tahta Buana membuktikan bahwa usia muda bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Ia adalah gambaran pelajar yang cerdas, tangguh, dan siap menjadi bagian dari generasi emas Surabaya. (Dodo)

  • Artikel,  Hiburan,  Pendidikan

    Quraya, Pelajar SMPN 40 Surabaya yang Menginspirasi di Rapat Perdana Aliansi Pelajar Surabaya

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 26 Oktober 2025 Aliansi Pelajar Surabaya resmi menggelar rapat perdana pada Minggu, 26 Oktober 2025 di Wizzmie Diponegoro, Surabaya. Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi para pelajar dari berbagai sekolah untuk menyatukan semangat, ide, dan langkah strategis dalam membangun gerakan pelajar yang aktif, produktif, dan berdampak bagi lingkungan sekitar.

    Salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam kegiatan ini adalah Alquraya Tahta Buana, siswi kelas IX dari SMP Negeri 40 Surabaya, yang akrab disapa Quraya. Ia hadir sebagai perwakilan tunggal dari SMPN 40, sekaligus menjadi sosok inspiratif yang mencerminkan semangat pelajar Surabaya yang visioner dan berprestasi.

    Dalam rapat perdana tersebut, Quraya terlibat aktif menyampaikan pandangan dan gagasannya di forum bersama perwakilan dari berbagai sekolah. Ia berpartisipasi dalam diskusi penyusunan program kerja tiap divisi, mulai dari Acara, Kajian, Humas, hingga Media Kreatif. Rapat ini bertujuan untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi antar-divisi, dan melahirkan rencana kerja yang konkret bagi perkembangan organisasi pelajar di Surabaya.

    Quraya menegaskan pentingnya peran pelajar dalam menciptakan lingkungan yang kolaboratif dan penuh ide segar.

    “Pelajar zaman sekarang bukan cuma belajar di kelas, tapi juga harus bisa berdampak di luar sekolah,” ujarnya

    dengan percaya diri saat sesi diskusi berlangsung. Ucapannya disambut antusias oleh peserta lain, yang kagum dengan kedewasaan berpikirnya meskipun masih duduk di bangku SMP.

    Rapat perdana ini juga menjadi ruang bagi tiap divisi untuk memaparkan rencana kerja mereka. Divisi Acara, misalnya, mengusulkan program rutin seperti Olahraga Pelajar dan kegiatan sosial Berbagi Takjil di bulan Ramadan. Divisi Kajian berfokus pada pengembangan wawasan dan kepemimpinan, sementara Humas bertugas memperluas jaringan dan hubungan antar sekolah. Di sisi lain, Media Kreatif berperan menjaga citra positif organisasi melalui dokumentasi dan konten digital.

    Keterlibatan Quraya dalam kegiatan ini sejalan dengan kiprahnya di bidang kepramukaan. Ia dikenal aktif di Pramuka SMPN 40 Surabaya dan berhasil meraih penghargaan Garuda Kwarcab Surabaya, sebuah pencapaian bergengsi yang hanya diberikan kepada anggota Pramuka dengan dedikasi dan disiplin tinggi. Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Quraya dalam dunia organisasi dan kepemimpinan sejak usia muda.

    Menurut Quraya, pengalaman di Pramuka memberinya banyak bekal dalam hal kerja tim, tanggung jawab, dan mental tangguh nilai yang juga ia terapkan dalam kegiatan Aliansi Pelajar Surabaya. “Kalau mau maju, kita harus kompak dan saling mendukung. Sama seperti di Pramuka, semua anggota punya peran penting,” tuturnya dengan nada yakin.

    Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini menumbuhkan optimisme baru di kalangan pelajar Surabaya. Melalui sinergi dan kolaborasi antar-divisi, Aliansi Pelajar Surabaya diharapkan menjadi wadah yang melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga aktif, kreatif, dan peduli terhadap masyarakat.

    Bagi Quraya sendiri, rapat perdana ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan sebuah langkah awal menuju perjalanan panjang sebagai pelajar berprestasi yang ingin membawa perubahan positif.

    Ini baru permulaan. Saya ingin terus belajar, berkontribusi, dan membanggakan sekolah serta kota saya,” ujarnya penuh semangat.

    Dengan semangat kepemimpinan yang matang dan energi positif yang terpancar dari sosok mudanya, Alquraya Tahta Buana menjadi simbol pelajar Surabaya yang berani melangkah, berani berpendapat, dan berani berkontribusi. Melalui keaktifannya di Aliansi Pelajar Surabaya dan Pramuka, Quraya telah membuktikan bahwa usia muda bukan batas, melainkan awal dari perjalanan besar menuju masa depan yang gemilang. (Dodo)

  • Uncategorized

    “Getaran Nama Bawa Keberuntungan: Anak Muda Gen Z Masuk Industri Tambang”

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Di tengah geliat industri tambang yang kerap diidentikkan dengan dunia keras dan maskulin, muncul wajah-wajah muda penuh semangat  Moch. Naufal B, Azhar Fiqri, Fahti, dan Ryan   generasi Z yang hadir membawa cara pandang baru, cepat adaptif, serta memiliki kepekaan tinggi terhadap strategi dan teknologi.

    Menurut hasil analisis energi nama dan jalur pekerjaan berdasarkan metode Life DETOX and Luck Hacks, nama-nama tersebut menunjukkan kombinasi unik antara energi logika, keteguhan, dan penggerak perubahan. Mereka berada di rentang usia 21–25 tahun, masa puncak vitalitas sekaligus masa pembentukan arah hidup.

    Moch. Naufal B memiliki pola energi pemimpin yang kuat. Dalam numerologi karier, ia cenderung mudah menarik peluang besar karena memiliki getaran tanggung jawab dan visi jauh ke depan  cocok dalam bidang koordinasi proyek tambang dan negosiasi lintas tim.

    Azhar Fiqri menonjol dalam frekuensi analitis dan kerapuhan emosional yang berubah jadi ketelitian. Energinya menunjukkan potensi sebagai pengamat lapangan atau perencana teknis, dengan insting kuat membaca risiko alam.

    Fahti membawa frekuensi harmoni dan penyatu tim. Dalam struktur energi nama, ia berperan sebagai “penjaga keseimbangan” dalam kerja tim, menciptakan suasana kolaboratif dan menjaga moral kerja tetap stabil di tengah tekanan industri tambang.

    Ryan, sosok dengan aura merah menyala (energi tindakan), adalah eksekutor alami. Ia tak ragu turun langsung ke lapangan, dan memiliki keberanian mengambil keputusan cepat. Energinya selaras dengan bidang operasional dan eksekusi lapangan tambang.

    Kolaborasi mereka dengan Hermawan Prambudi, seorang kontraktor tambang berpengalaman, mempertemukan dua dunia: pengalaman dan intuisi bisnis senior dengan energi kreatif generasi Z. Hasilnya bukan sekadar kerja sama kontrak, tetapi transfer energi lintas generasi — antara kestabilan dan inovasi.

    Dalam kacamata Life DETOX and Luck Hacks, sinergi ini memancarkan frekuensi produktif di atas 85%, menunjukkan peluang besar bagi mereka untuk menumbuhkan rezeki, jejaring, dan keberuntungan jangka panjang di dunia tambang. Kuncinya adalah menjaga keselarasan energi nama dan arah karier, agar setiap langkah bisnis tidak hanya menghasilkan materi, tetapi juga keseimbangan mental dan spiritual.

    Langkah ini menjadi contoh nyata bahwa sektor tambang tidak lagi hanya milik mereka yang berpengalaman puluhan tahun. Kini, generasi muda dengan energi positif dan nama yang selaras pun mampu menjadi pionir perubahan  mengubah dunia tambang menjadi lebih cerdas, beretika, dan berenergi tinggi.(Wawan)

     

  • Uncategorized

    “Sinergi Anak Muda di Dunia Tambang: Hermawan Prambudi Jalin Kerjasama dengan Tim Mediator PT. OSS”

    Driyorejo, MWPS Jatim — Suasana hangat menyelimuti Café Belning Kota Baru Driyorejo pada pertemuan penting antara pihak penjual tambang yang diwakili oleh Hermawan Prambudi dan pihak buyer yang difasilitasi oleh Tim Mediator PT. Obsidian Stainless Steel, Jumat (Oktober 2025). Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama besar di bidang tambang nikel yang berpotensi membawa dampak ekonomi positif bagi kedua belah pihak.

    Sebagai informasi, Hermawan Prambudi bukan nama baru di dunia bisnis dan media. Selain dikenal sebagai jurnalis aktif di Media Warta Pena Satu (MWPS) Jatim, ia juga merupakan seorang kontraktor tambang yang telah memiliki jaringan luas dengan berbagai pihak tambang dan investor di Indonesia.

    Dalam pertemuan tersebut, dibahas dan disepakati draft Perjanjian Kerjasama antara Tim Mediator PT. Obsidian Stainless Steel dan Hermawan Prambudi selaku Koordinator Pihak Tambang. Kesepakatan ini mengatur pembagian hasil, legalitas dokumen, serta mekanisme kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.

    Hermawan menjelaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh berupa dokumen legalitas, spesifikasi kadar Nikel Ore minimal 1,60%, hingga data ROA/COA pihak tambang. Sementara Tim Mediator PT. Obsidian Stainless Steel bertugas memproses data tersebut dan menghubungkan dengan pembeli potensial.

    Hasil pertemuan kali ini dinilai memuaskan dan produktif, menjadi sinyal positif untuk kelanjutan kerja sama yang lebih besar di masa mendatang. Kedua belah pihak juga menegaskan komitmen untuk menjalankan kerja sama ini secara profesional, transparan, dan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

    Menariknya, pertemuan ini juga melibatkan sejumlah anak muda berpotensi yang ikut berkontribusi dalam pembahasan. Meski masih berstatus mahasiswa, wawasan mereka tentang dunia tambang dan bisnis logistik dinilai luar biasa. Mereka menunjukkan bahwa generasi muda kini tak hanya aktif di dunia digital, tapi juga mulai menapaki dunia industri berat dengan pengetahuan yang matang.

    Menurut Dodo, jurnalis MWPS Jatim yang turut hadir meliput jalannya pertemuan, semangat kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi lintas generasi dapat menghasilkan peluang besar. “Anak-anak muda ini luar biasa. Mereka nggak cuma paham teori, tapi juga siap turun langsung ke lapangan. Ini bukti nyata regenerasi di dunia tambang sedang berjalan,” ungkapnya.

    Hermawan pun menambahkan bahwa kerja sama dengan pihak mediator merupakan upaya memperkuat rantai distribusi dan memperluas pasar hasil tambang lokal. “Kita ingin tambang dari daerah bisa naik kelas. Dengan adanya mediator profesional, semua bisa tertata rapi dan transparan,” ujarnya penuh semangat.

    Tim Mediator PT. Obsidian Stainless Steel juga mengapresiasi keterbukaan dan profesionalitas yang ditunjukkan pihak Hermawan. Mereka berharap, kerja sama ini menjadi contoh model kemitraan yang ideal antara pelaku tambang dan pihak industri.

    Pertemuan di Café Belning hari ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, tapi juga simbol lahirnya kolaborasi baru antara generasi berpengalaman dan generasi muda yang penuh energi. Langkah ini diharapkan membuka peluang kerja dan memperkuat sektor pertambangan Indonesia menuju arah yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing global.(Dodo)

  • Daerah,  Hiburan

    “Silaturahmi Berkah Jumat: MWPS Jatim Perkuat Sinergi di Kediaman Jurnalis Hermawan, Gresik”

    WARTAPENASATUJATIM | Gresik —Suasana Masjid Al Muhajirin di kawasan Aquamarine, Kota Baru Driyorejo, pada Jumat pagi terasa berbeda. Jamaah tampak khusyuk mendengarkan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Sukarni, dengan tema yang menggugah hati: “Meredam Murka Allah.”

    Kegiatan ini dihadiri oleh Redaktur Media Warta Pena Satu (MWPS) Jatim, Dodo, bersama jurnalis MWPS, Hermawan, yang juga berdomisili di lingkungan tersebut. Selain menghadiri kajian, kehadiran mereka sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi antarsesama insan media dan masyarakat sekitar.

    Dalam ceramahnya, Ustadz Sukarni mengangkat kisah Nabi Luth dan Nabi Sueb sebagai teladan. Beliau menekankan pentingnya meneladani kesabaran dan ketaatan para nabi terhadap perintah Allah, terutama di tengah kondisi dunia yang semakin permisif terhadap kemaksiatan.

    Menurut beliau, peristiwa yang terjadi pada zaman Nabi Luth, di mana perilaku menyimpang menjadi hal yang dianggap biasa, kini kembali tampak di era modern. “Sek bebas, pergaulan tanpa batas, dan lunturnya rasa malu adalah tanda-tanda yang sama seperti di masa Nabi Luth. Inilah yang dulu membuat Allah murka,” ujar Ustadz Sukarni.

    Namun, beliau juga menyampaikan kabar gembira: ada tiga amalan utama yang mampu meredam murka Allah sebagaimana disebut dalam hadis Qudsi. Pertama, memakmurkan masjid dengan zikir dan ibadah. Kedua, menjalin silaturahmi agar hati tetap bersih dari kebencian. Dan ketiga, menolong sesama dengan tulus dan kasih sayang, karena di situlah letak keberkahan hidup.

    Ustadz Sukarni mengajak jamaah untuk menjadikan masjid sebagai pusat kehidupan umat, bukan sekadar tempat ibadah ritual, tetapi juga wadah membangun akhlak dan solidaritas sosial. “Jika masjid ramai, maka rahmat Allah akan turun. Dan jika silaturahmi dijaga, maka murka Allah akan reda,” pesannya penuh makna.

    Kehadiran tim MWPS Jatim di kegiatan tersebut juga menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan dukungan terhadap dakwah yang mencerahkan. Redaktur Dodo menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan visi Warta Pena Satu Jatim, yaitu menghadirkan berita yang menyejukkan, membangun moral, dan menghidupkan nilai-nilai keteladanan.

    “Sebagai insan media, kami tidak hanya menulis berita, tapi juga ingin menyebarkan pesan kebaikan. Karena pada akhirnya, pena juga bisa menjadi alat dakwah,” tutur Dodo usai acara.

    Sementara itu, Hermawan sebagai tuan rumah mengapresiasi kehadiran rekan sejawatnya. Ia berharap momentum Jumat Berkah ini dapat mempererat hubungan antarjurnalis MWPS dan membuka ruang kolaborasi untuk program sosial serta dakwah ke depannya.

    Acara ditutup dengan doa bersama dan jabat tangan antarjamaah. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti halaman masjid. Dari kegiatan sederhana ini, tersirat pesan mendalam: bahwa dari masjid dan silaturahmi, umat dapat menahan murka Allah dan mengundang rahmat-Nya.

    Dengan semangat tersebut, Media Warta Pena Satu Jatim terus berkomitmen menjadi pelopor informasi yang bernilai dakwah, menjaga moral bangsa, dan menghidupkan kembali semangat keteladanan nabi dalam kehidupan modern.(Hermawan)

  • Hiburan,  Kesehatan,  Pendidikan,  Wisata

    Silaturahmi Hangat MWPS Jatim: Kaperwil Yuyun dan Tim Kunjungi Redaktur Sekaligus Terapis Internasional Dodo di Surabaya

     

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA —   Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, jajaran pengurus Media Warta Pena Satu (MWPS) Jawa Timur menggelar kunjungan silaturahmi ke kediaman Redaktur sekaligus jurnalis MWPS, Dodo (Doni Cahaya Utama), di Jl. Bangkingan IX Blok XI No. 38, Surabaya. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Kaperwil MWPS Jatim, Yuyun, didampingi Sekretaris Agung Budhi Utomo, serta jurnalis MWPS Yahya.

  • hukum

    Ketua Umum PJI: Negara Harus Tegas. Terapkan TPPU dan Cabut Izin Pembalak Liar!

    Oleh: Hartanto Boechori
    Ketua Umum PJI / Wartawan Utama

    PT Cakra Sejati Sempurna (PT CSS) di Murung Raya Kalimantan Tengah telah terbukti bersalah melakukan kejahatan illegal logging sebagaimana putusan Mahkamah Agung RI No. 5741 K/Pid.Sus-LH/2024. Putusan ini jelas, namun baru menyentuh tindak pidana pokok.

    Agar keadilan substantif tercapai, Negara wajib menerapkan TPPU, mencabut izin pengelolaan hutan (PBPH) PT CSS dan perusahaan afiliasinya serta semua pembalak liar lainnya oleh Menteri Kehutanan, serta melakukan pengawasan ketat atas upaya Hukum PK (Peninjauan Kembali) yang diajukan pelaku, agar mafia hukum tidak mengaburkan fakta.

    Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan keseriusannya membasmi korupsi. Namun harus diingat, tanpa revolusi penegakan hukum, pernyataan itu hanya akan menjadi jargon tanpa makna alias ‘macan ompong’. Penegakan hukum bukan sekadar formalitas, tetapi harus menjadi pilar utama revolusi mental bangsa ini dalam teori dan praktek.

    Kasus PT CSS salah satu ujian nyata. Jika Negara berani menerapkan TPPU, mencabut izin, dan menjerat semua perusahaan terafiliasi, maka rakyat akan melihat bahwa pemerintahan ini serius menegakkan Hukum dan Keadilan. Ingat, Hukum adalah ‘nyawa Negara’. Bila dikhianati, maka bangsa ini sedang diseret menuju kehancuran.

    Illegal logging kejahatan luar biasa, merusak lingkungan dan jelas merugikan Negara serta menimbulkan penderitaan rakyat berupa banjir, longsor dan bencana ekologis. Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 memberi hak kepada rakyat atas lingkungan hidup yang baik. Negara tidak boleh kalah oleh mafia kayu. Hukum harus tegak. Cabut ijin perusahaan atau siapapun yang merugikan Bangsa Negara dan aset hasil kejahatannya harus dirampas.

    Sebagai catatan penting, Paulus George Hung bahkan pernah melaporkan saya dengan tuduhan pencemaran nama baik terkait tulisan pensikapan saya terhadap dirinya, walau akhirnya proses hukum tidak dilanjutkan karena memang pemaparan saya sesuai fakta sebenarnya; Paulus George Hung dapat dikategorikan sebagai beneficial owner atau “big boss” PT CSS.

    Data resmi Ditjen AHU Kemenkumham, PT CSS dimiliki oleh PT Pilar Sukses Sejahtera dan PT Global Jaya Abadi Gemilang. Dan pemegang saham terbesar dua perusahaan ini adalah Paulus George Hung. Fakta ini menunjukkan kecenderungan Paulus George Hung menggunakan hukum sebagai ‘alat bungkam kritik’ dan berpotensi kuat melakukan TPPU. Justru hal ini makin memperkuat urgensi Negara bersikap tegas dan tidak memberi ruang pada upaya pengaburan fakta Hukum.

    Saya juga telah menyurati semua pihak terkait yang mempunyai kewenangan, sampai Presiden, agar tidak abai. Dan PJI akan terus proaktif mengawal sampai Negara benar benar bertindak.

  • Nasional

    TOBA: Hari Kesaktian Pancasila: Pemkab Toba Teguhkan Tekad Kebersamaan dan Rayakan Semangat Pancasila

    Toba – Warta Pena Satu.Com. Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober, Pemerintah Kabupaten Toba melaksanakan Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kompleks Monumen Pahlawan Revolusi Mayjend TNI (Anm) DI. Pandjaitan, Balige, Selasa (1/10/2025) pagi.

    Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Kapolres Toba, AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, sementara Komandan Upacara dipimpin oleh Ipda Tririkardo Silaban. Meski sempat diguyur gerimis, upacara tetap berjalan dengan khidmat dan lancar.

    Dalam upacara tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Toba, Franshendrik Tambunan, membacakan Naskah Ikrar yang berbunyi: Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang mengikuti upacara ini menyadari sepenuhnya bahwa sejak diproklamasikan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945, pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara; bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi dengan nilai-nilai luhur Ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Setelah pembacaan Naskah Ikrar, Kapolres Toba selaku Inspektur Upacara meletakkan krans ke Tugu DI. Pandjaitan.

    Hadir Wabup Toba, Audi Murphy O Sitorus, jajaran Forkopimda , TP PKK Kabupaten Toba dan pimpinan perangkat daerah.

    Upacara ini turut diikuti ASN, TNI, Polri, OKP, dan para pelajar ini kemudian dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para pemenang perlombaan dalam rangka HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025 lalu.

    (Kaperwil Warta Pena Satu Sumut: t.rait)

  • Pendidikan

    Gelorakan Semangat Tanpa Narkoba: PNB Lamongan Beri Bekal Pelajar SMAN 1 Kedungpring ​Lamongan*

    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pijar Nusa Bangsa (PNB) Kabupaten Lamongan menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda berprestasi dan berkarakter dengan menggelar seminar edukatif di SMAN 1 Kedungpring. Acara yang mengusung tema “Mewujudkan Pelajar Indonesia yang Berprestasi dan Berkarakter Tanpa Narkoba” ini berlangsung pada Rabu, 10 September 2025, dan sukses menarik perhatian 30 siswa kelas 12 yang menjadi pesertanya. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya PNB untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih dari bahaya narkotika.

    ​Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang kredibel dari berbagai instansi, yaitu perwakilan dari Polres Lamongan yang menyampaikan materi tentang bahaya dan jerat hukum narkoba, serta perwakilan dari Bakesbangpol Lamongan yang memberikan wawasan tentang pentingnya peran pemuda dalam membangun bangsa. Tak ketinggalan, Kepala Sekolah SMAN 1 Kedungpring, Bapak Wantono Gono Putro, S.Pd., M.Pd. turut berbagi pandangan dan dukungan terhadap kegiatan positif ini, menekankan pentingnya moralitas dan integritas bagi para pelajar.

    ​Ketua Umum PNB, Agung Budi Utomo, SP, dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar ini bukan sekadar kegiatan formalitas. “Kami ingin menanamkan kesadaran yang mendalam kepada adik-adik semua bahwa prestasi tidak akan berarti tanpa karakter yang kuat, dan keduanya tidak akan pernah bisa diraih di bawah bayang-bayang narkoba,” ujar Agung. Ia berharap para pelajar dapat menjadi agen perubahan dan inspirasi bagi teman-temannya di sekolah.

    ​Senada dengan Agung, Sekretaris Jenderal PNB, Dewi Shinta, SS, menekankan bahwa masa depan bangsa ada di tangan generasi muda. “Tantangan yang kalian hadapi di era modern ini semakin kompleks, termasuk bahaya narkoba yang mengintai dari berbagai sisi. Melalui seminar ini, kami ingin membekali kalian dengan pengetahuan dan mentalitas yang kuat agar mampu menolak godaan tersebut,” tutur Dewi.

    ​Di akhir acara, seluruh peserta tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan kritis diajukan, menunjukkan minat dan pemahaman mereka yang tinggi terhadap topik yang dibahas. Interaksi ini menjadi bukti bahwa pesan yang disampaikan oleh para narasumber berhasil diterima dengan baik oleh para siswa.

    ​Sebagai wujud apresiasi atas partisipasi aktif peserta, DPC PNB Lamongan yang diwakili oleh Ketua umum Agung Budi Utomo, SP didampingi oleh Dewi Shinta, SS, dan Sukawan Edy Darsono, SH menyerahkan Piagam Penghargaan. Piagam ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para siswa untuk terus menjaga komitmennya dalam meraih prestasi dan menjauhi narkoba.

    ​Acara ditutup dengan ketua Umum PNB menyerahkan cendera mata dari DPC PNB Kab. Lamongan kepada Kepala Sekolah SMAN 1 Kedungpring sebagai bentuk ucapan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin. Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam upaya bersama menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter luhur dan bebas dari bahaya narkoba.

Wartapenasatu.com @2025