Kesalahan Ejaan Nama Diduga Pengaruhi Energi Tubuh Pasien Stroke di Nginden Surabaya
Surabaya, 11 November 2025 | MWPS Jatim —Kasus menarik datang dari wilayah Nginden II, Surabaya, di mana seorang perempuan bernama Dian Fitri Retnosari (42 tahun) kini menjalani masa pemulihan setelah terserang stroke selama dua bulan terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian sejumlah pemerhati kesehatan alternatif, karena diyakini berkaitan dengan getaran energi nama yang keliru secara ejaan.
Menurut hasil penelusuran praktisi DetokRapith Totok Saraf Anatomy Surabaya, nama “Dian Fitri Retnosari” mengandung susunan huruf yang menimbulkan frekuensi tumpang tindih pada sistem saraf dan peredaran darah bagian kiri tubuh. Ejaan nama yang tampak sederhana tersebut ternyata menyimpan vibrasi berat dari huruf “R-T-N” yang secara simbolis menahan aliran energi vital di area kepala dan leher.
Akibatnya, pasien mengalami kelumpuhan sebagian serta kesulitan berbicara setelah sebelumnya sempat mengeluhkan sakit kepala dan kesemutan pada sisi kiri tubuh.
“Nama yang salah ejaan bisa mengubah getaran tubuh. Kadang beda satu huruf saja bisa memicu arah energi tubuh jadi berlawanan. Dalam kasus ini, huruf-huruf keras seperti ‘T’ dan ‘N’ muncul berulang kali, menyebabkan tekanan energi di otak bagian belakang,” ungkap seorang terapis dari tim DetokRapith Totok Saraf Anatomy Surabaya, yang menangani pasien secara home care.
Diketahui, pasien sempat aktif sebagai ibu rumah tangga dan belum pernah memiliki riwayat hipertensi berat sebelumnya. Namun, dalam dua bulan terakhir, kondisi tubuhnya terus menurun hingga akhirnya didiagnosis mengalami stroke non-hemoragik.
Penelusuran Life DETOX and Luck Hacks yang dilakukan oleh praktisi menunjukkan bahwa energi nama pasien hanya mencapai 42 persen, di mana keseimbangan antara kepala dan jantung terganggu akibat beban emosi lama yang tidak terlepaskan. Koreksi nama disarankan agar sistem energi tubuh dapat pulih secara bertahap melalui terapi saraf dan pernapasan sadar.
Kasus ini membuka mata banyak pihak bahwa nama bukan sekadar identitas, melainkan juga frekuensi hidup yang dapat memengaruhi kesehatan dan keseimbangan energi seseorang. Para ahli terapi di Surabaya mengingatkan pentingnya memastikan ejaan nama sesuai dengan getaran positif, terutama bagi pasien dengan riwayat stres atau penyakit saraf.(Dodo)
Home Care DetokRapith Totok Saraf Anatomy Tangani Pasien Gagal Ginjal dan HNP T12 di Surabaya
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 10 November 2025 — Tim DetokRapith Totok Saraf Anatomy Surabaya kembali melakukan layanan home care terapi panggilan untuk pasien penderita gagal ginjal yang kini juga mengalami HNP torakal 12 (saraf terjepit di punggung bawah). Kondisi pasien dilaporkan tidak dapat berjalan dan memerlukan pendampingan intensif di rumah.
Terapi dilakukan langsung oleh Terapis Rijendanel, yang dikenal berpengalaman dalam penanganan saraf anatomi dan gangguan sistem gerak tubuh. Pasien mendapatkan terapi di rumah dengan metode detoks saraf lembut yang menyesuaikan kondisi organ vital, terutama karena pasien tengah menjalani hemodialisis dua kali seminggu.
Menurut Rijendanel, benjolan keras di area pinggang kanan pasien bukan sekadar masalah otot biasa. “Pada penderita gagal ginjal yang juga mengalami HNP torakal, otot sekitar tulang panggul sering mengeras akibat kompensasi saraf yang terjepit. Penanganannya tidak boleh asal ditekan atau dipijat kuat,” ujarnya.
Program home care DetokRapith kini aktif menjangkau wilayah Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, membantu pasien yang sulit datang ke klinik karena keterbatasan mobilitas. Terapi dilakukan langsung di rumah pasien dengan observasi anatomi menyeluruh, difokuskan pada pelemasan saraf, stabilisasi tulang punggung, dan detoks energi tubuh.
Pendekatan ini dinilai efektif karena mempertimbangkan hubungan antara kondisi saraf, ginjal, dan sistem peredaran darah, yang kerap saling memengaruhi pada pasien kronis.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang edukasi dan layanan DetokRapith Totok Saraf Anatomy, tim MWPS Jatim mencatat bahwa tempat terapi ini berlokasi di Jl. Bangkingan IX Blok XI No. 38, Surabaya, dan melayani setiap hari pukul 10.00–19.00 WIB.(Dodo)
Totok Saraf Anatomi DetokRapit Surabaya Pulihkan Nyeri Pinggang dan Lutut Ibu 64 Tahun Setelah Bertahun-Tahun Suntik dan Terapi Gagal
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, November 2025,
Perjalanan panjang penyembuhan kadang tidak semudah yang dibayangkan. Itulah yang dialami Ibu Nuruliyah (64), warga Situbondo, yang selama bertahun-tahun berjuang melawan nyeri pinggang dan lutut kanan akibat pengapuran dan gangguan saraf tulang belakang. Meski telah menjalani berbagai terapi dan suntikan di beberapa tempat, keluhannya tak kunjung hilang — hingga akhirnya ia mencoba terapi totok saraf anatomi di Surabaya pada Sabtu sore, 8 November 2025.Menurut penuturan keluarganya, Ibu Nuruliyah sudah beberapa kali menjalani perawatan medis konvensional, mulai dari obat anti nyeri, fisioterapi, hingga suntikan pelumas sendi. Namun, efeknya hanya sementara. Rasa nyeri di punggung bawah sering kambuh, terutama saat berdiri lama atau saat hendak bangun dari duduk. Lutut kanannya pun terasa kaku dan sulit diluruskan.
Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-harinya terganggu. Jalan kaki hanya sebentar sudah terasa berat, dan tidur pun tidak nyenyak karena nyeri menusuk di punggung bawah. “Sudah ke mana-mana, disuntik pun cuma reda sebentar, nanti kambuh lagi,” ujarnya lirih saat ditemui tim MWPS di ruang terapi Totok Saraf Anatomi DetokRapit Lifehacker Surabaya, sebuah pusat terapi yang berlokasi di kawasan Bangkingan IX blok xi no 38, Surabaya Barat, yang dikenal menangani kasus saraf kejepit, nyeri lutut, dan kelumpuhan pasca stroke.
Terapis Rijendanel, yang menangani langsung kasus ini, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya pengapuran sendi lutut kanan dan spondilosis lumbal — kondisi penyempitan tulang belakang bagian bawah yang menekan saraf ke tungkai. Ia menuturkan bahwa kasus semacam ini sering dialami oleh pasien usia lanjut yang sudah lama mengandalkan obat atau suntikan pereda nyeri.
“Kalau jalur sarafnya masih tertutup, terapi apapun hasilnya hanya sementara. Maka yang kami lakukan adalah membuka blok sarafnya dulu, baru tubuh bisa memulihkan diri dengan alami,” terang Rijendanel, yang juga dikenal dengan pendekatan Life DETOX & Luck Hacks, sistem penyembuhan berbasis anatomi, saraf, dan energi tubuh.
Proses terapi dilakukan secara bertahap, dimulai dari pelemasan otot-otot lumbar, pembukaan sirkulasi darah di area punggung bawah, hingga penyeimbangan jalur saraf antara tulang belakang dan lutut. Meski baru satu kali terapi, Ibu Nuruliyah mulai merasakan perubahan yang cukup nyata. “Pinggang saya rasanya lebih enteng, lutut juga sudah enggak terlalu nyeri,” katanya sambil tersenyum.
Di sela sesi terapi, Rijendanel menegaskan bahwa penyembuhan alami membutuhkan waktu dan kedisiplinan pasien. Ia juga menyarankan agar pasien menjaga postur tubuh, tidak sering jongkok, dan memperbanyak peregangan ringan di rumah. “Terapi itu bukan hanya tentang pijatan, tapi tentang bagaimana kita bantu tubuh mengenali kembali fungsinya,” ujarnya.
Menariknya, metode yang digunakan di tempat tersebut bukan hanya menitikberatkan pada perbaikan fisik, tetapi juga sinkronisasi energi tubuh agar keseimbangan saraf dan hormon dapat kembali stabil. Pendekatan inilah yang kini banyak menarik pasien-pasien usia lanjut dari luar kota, termasuk Situbondo, Gresik, dan Sidoarjo.
Kini, setelah bertahun-tahun mencari kesembuhan ke berbagai tempat, Ibu Nuruliyah akhirnya bisa kembali bergerak dengan lebih ringan. Ia berharap hasil terapi ini menjadi awal pemulihan totalnya. “Saya baru pertama ke sini, tapi rasanya beda. Badan lebih hangat, nyerinya berkurang, dan saya bisa tidur nyenyak malam ini,” tuturnya penuh harap.(Dodo)
Totok Saraf Anatomi Bantu Pasien Kembali Berjalan Normal Usai Saraf Kejepit
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 6 November 2025, Seorang pria berusia 52 tahun, Pak Hadi, warga Taman Sepanjang, Sidoarjo, akhirnya bisa kembali berjalan normal setelah menjalani terapi totok saraf anatomi di DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya.
Sebelumnya, ia mengalami saraf kejepit di pinggang selama hampir enam bulan hingga membuat kakinya sering kesemutan dan sulit menapak.
“Awalnya cuma pegal biasa di pinggang, tapi makin lama kaki kanan saya mati rasa. Mau berdiri saja rasanya seperti ditarik dari belakang,” ujar Pak Hadi saat ditemui usai terapi, Selasa (5/11). Ia mengaku sudah menjalani pengobatan medis dan konsumsi obat pereda nyeri, tapi hasilnya tidak signifikan.
Menurut Rijendanel, terapis utama DetokRapit, kondisi Pak Hadi disebabkan oleh penekanan saraf L4–L5 di tulang belakang bagian bawah, yang menyebabkan aliran darah ke kaki terganggu. “Kasus seperti ini bukan sekadar pegal, tapi sumbatan saraf serius. Kalau tidak segera dibuka, bisa berisiko kelumpuhan,” jelasnya.
Proses terapi dilakukan dengan metode Totok Saraf Anatomi Spinal, yaitu kombinasi antara tekanan presisi di titik saraf dan pembukaan jalur darah dari punggung bawah hingga telapak kaki.
Teknik ini bertujuan untuk melepaskan penjepitan dan mengembalikan komunikasi antara otak dan saraf perifer.
Selama terapi berlangsung, Pak Hadi sempat merasa hangat menjalar ke paha dan betis. Lima belas menit kemudian, sensasi kesemutan di kaki mulai berkurang. Setelah sesi pertama selesai, ia sudah mampu berdiri tanpa rasa nyeri menusuk di pinggang.
“Rasanya kayak kaki saya hidup lagi,” ujarnya dengan wajah lega.
Rijendanel menegaskan bahwa totok saraf anatomi bukan pijat biasa. Terapi ini berbasis ilmu anatomi tubuh dan sistem saraf yang terhubung ke seluruh organ vital. “Kami tidak hanya memijat, tapi membaca pola saraf pasien, lalu mengembalikan sirkulasi darah dan energi tubuh secara alami,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan, saraf kejepit sering muncul karena duduk terlalu lama, postur salah, stres berat, dan kurang olahraga peregangan. “Kalau dibiarkan, bisa menjalar ke organ vital seperti ginjal, prostat, atau sistem reproduksi,” katanya.
Kini, setelah dua kali terapi, Pak Hadi sudah bisa berjalan tanpa tongkat dan mulai kembali beraktivitas ringan di rumah. Ia berencana melanjutkan sesi ketiga minggu depan untuk pemulihan total.
“Saya baru tahu kalau jalur saraf bisa diperbaiki lewat totok anatomi. Tidak perlu operasi, yang penting sabar dan rutin,” ucapnya.
DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya, berlokasi di Jl. Bangkingan IX Blok XI No. 38, Surabaya, menerima pasien dengan berbagai keluhan saraf, seperti kesemutan, saraf kejepit, migren, hingga pasca stroke. Klinik ini buka setiap hari pukul 10.00–19.00 WIB dan dapat dihubungi melalui WhatsApp wa.me/6285180980474.
Bagi Rijendanel dan timnya, setiap terapi bukan sekadar menyembuhkan tubuh, tapi mengembalikan keyakinan pasien untuk hidup normal lagi.
“Saraf yang sehat adalah pintu awal untuk tubuh yang kuat,” tutupnya.(Dodo)
Terapi MWPS: Solusi Nyeri Kepala, Wajah Tegang, dan Saraf Kaku
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 6 November 2025 Siang itu, suasana ruang terapi di DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya terasa tenang. Aroma minyak terapi berpadu dengan denting halus alat stimulasi saraf. Di salah satu kursi pasien, tampak seorang pria berusia 46 tahun duduk sambil memegangi tengkuknya. Dialah Pak Agung, warga Perumahan Delta Sari, Sidoarjo, yang datang dengan keluhan klasik MWPS, singkatan dari Migren, Wajah, Pundak, dan Saraf.
Sudah lebih dari sebulan Pak Agung merasakan pusing berdenyut di sisi kiri kepala, pundak berat, dan wajah sering terasa kaku
“Kalau malam, nyut-nyutan sampai ke mata. Pundak kanan juga rasanya seperti ditindih batu.
”ujarnya. Ia sudah sempat ke klinik umum dan mengonsumsi obat pereda nyeri, namun hasilnya hanya sementara.
Menurut Rijendanel, terapis utama di DetokRapit, kondisi Pak Agung termasuk kategori MWPS kronis — kombinasi gangguan sirkulasi darah, ketegangan otot servikal, dan stres saraf jangka panjang. “Saraf leher bagian atas (C2–C4) punya hubungan langsung dengan wajah dan otak. Kalau jalurnya tersumbat, efeknya bisa ke migren, wajah kaku, bahkan kesemutan di tangan,” jelasnya.

Saat pemeriksaan anatomi dilakukan, ditemukan ketegangan ekstrem di otot trapezius dan levator scapula. Dengan teknik Totok Spinal Release, Rijendanel membuka jalur saraf menggunakan tekanan bertahap. Titik-titik vital di sekitar leher, bahu, dan pangkal kepala disentuh perlahan, sambil menjaga ritme napas pasien agar tetap stabil. Menit ke-10 terapi, Pak Agung mulai merasakan sensasi hangat menjalar ke kepala. Otot yang tadinya kaku mulai melunak. Setelah 25 menit, warna wajahnya kembali segar. “Tadi rasanya kayak kepala saya dibuka sumbatnya,” ucapnya lega sambil memutar leher kanan-kiri tanpa nyeri.
Rijendanel menjelaskan bahwa terapi MWPS bukan sekadar pijatan, tapi penyelarasan sistem saraf, peredaran darah, dan energi tubuh bagian atas. Banyak pasien, katanya, tidak sadar kalau keluhan migren dan pundak berat sebenarnya berasal dari leher yang “macet” secara anatomi dan bioenergi.
“Kalau dibiarkan, bisa berlanjut jadi vertigo, kesemutan kronis, bahkan stroke ringan,” tambahnya. Oleh karena itu, terapi MWPS juga sekaligus berfungsi sebagai detoks saraf stres — membuang sumbatan energi akibat tekanan pikiran.
Usai terapi, Pak Agung tampak lebih tenang. Ia diminta menjaga postur saat bekerja di depan komputer dan melakukan peregangan ringan setiap dua jam. “Saya baru sadar, ternyata stres dan posisi duduk bisa separah ini efeknya ke saraf,” katanya sebelum pulang.
Kini, DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya menjadikan MWPS sebagai salah satu program unggulan. Banyak pasien dari Sidoarjo, Gresik, hingga Jombang datang untuk penanganan serupa. Klinik ini beralamat di Jl. Bangkingan IX Blok XI No. 38, Surabaya, buka setiap hari pukul 10.00–19.00 WIB, dan dapat dihubungi melalui WhatsApp wa.me//6285180980474.
Tubuh manusia selalu jujur. Rasa sakit hanyalah pesan bahwa ada jalur yang tersumbat. Dan lewat tangan-tangan terlatih, pesan itu diterjemahkan menjadi pemulihan satu tekanan lembut, satu napas lega, satu kehidupan yang kembali lancar.(Dodo)
Kehilangan Sosok Istri Tercinta Kholifatus Shiddiqiyyah
Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Dengan hati yang berduka mendalam, kami menyampaikan kabar duka atas berpulangnya ke Rahmatullah, Ibu Dra. Ec. Indrarini DG, MM, istri tercinta dari Kholifatus Shiddiqiyyah, Bapak Dasaad Gustaman, SH. Beliau menghembuskan napas terakhirnya pada hari Minggu tanggal 26 Oktober 2025 di Surabaya, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besar, kerabat, dan seluruh murid Kholifatus Shiddiqiyyah. Kepergian sosok yang dikenal sebagai pendamping setia ini merupakan kehilangan besar bagi komunitas.
Almarhumah Ibu Indrarini DG, MM dikenal sebagai sosok yang teduh, santun, dan penuh kasih. Sebagai seorang istri dari Kholifatus Shiddiqiyyah, beliau senantiasa mendampingi dengan penuh kesabaran dan ketulusan, memberikan dukungan moral dan spiritual dalam setiap langkah perjuangan Bapak Dasaad Gustaman, SH. Kehadiran beliau selalu menjadi penyejuk dan sumber kekuatan bagi keluarga.
Sebagai wujud penghormatan dan cinta kasih yang mendalam, seluruh murid-murid Kholifatus Shiddiqiyyah tumpah ruah hadir dalam prosesi persemayaman dan penghormatan terakhir terhadap almarhumah. Suasana duka menyelimuti, namun diwarnai oleh lantunan doa yang mengiringi jenazah, menunjukkan betapa besar rasa hormat dan bakti para murid kepada sosok yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan spiritual mereka.
Semasa hidupnya, almarhumah juga dikenal aktif dalam mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan dan sosial yang digagas oleh Kholifatus Shiddiqiyyah. Beliau menunjukkan dedikasi yang luar biasa, baik dalam urusan rumah tangga maupun dalam melayani kebutuhan komunitas, menjadikannya teladan dalam kesederhanaan dan keikhlasan.
Seluruh hadirin, kerabat, dan para murid memanjatkan doa terbaik bagi almarhumah. Semoga segala amal ibadah, pengabdian, dan kebaikan yang telah beliau lakukan semasa hidupnya diakui oleh Allah SWT sebagai amalan Sholihah yang diterima di sisi-Nya, dan beliau ditempatkan di tempat terbaik di Jannah-Nya.
Duka ini tentu meninggalkan lubang yang dalam bagi Bapak Dasaad Gustaman, SH dan seluruh keluarga yang ditinggalkan. Doa dan harapan tak henti dipanjatkan agar Kholifatus Shiddiqiyyah dan keluarga besar diberikan ketabahan, kesabaran, serta kekuatan iman untuk menghadapi cobaan berat ini, sebagaimana janji Allah bahwa setiap kesulitan pasti akan diiringi dengan kemudahan.
Akhir kata, atas nama keluarga besar dan seluruh murid Kholifatus Shiddiqiyyah, kami mengucapkan terima kasih atas segala ucapan belasungkawa, doa, dan dukungan yang telah diberikan. Selamat jalan Ibu Dra. Ec. Indrarini DG, MM. Semoga Allah merahmatimu dan mengumpulkanmu bersama orang-orang yang beriman.Al-Fatihah.
“Dari Pramuka Garuda ke Aliansi Pelajar, Quraya Buktikan Semangat Kepemimpinan Pelajar Surabaya”
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 26 Oktober 2025 Suasana penuh semangat menyelimuti Rapat Perdana Aliansi Pelajar Surabaya yang digelar pada Minggu, 26 Oktober 2025 di Wizzmie Diponegoro. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi para pelajar dari berbagai sekolah di Surabaya untuk merancang program kerja satu periode ke depan dengan semangat kolaborasi dan kepemimpinan muda.
Dalam pertemuan itu, hadir sosok inspiratif Alquraya Tahta Buana, pelajar kelas IX SMP Negeri 40 Surabaya, yang akrab disapa Quraya. Ia menjadi perwakilan satu-satunya dari SMPN 40, membawa semangat pelajar muda yang percaya diri dan berwawasan luas di antara para peserta lainnya.
Rapat perdana ini membahas berbagai agenda penting yang melibatkan empat divisi utama: Acara, Kajian, Humas, dan Media Kreatif. Setiap divisi memaparkan gagasan program kerja yang visioner, mulai dari kegiatan sosial hingga pengembangan kapasitas pelajar. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat struktur organisasi, tetapi juga menumbuhkan solidaritas antaranggota.
Quraya terlihat aktif mengikuti setiap sesi diskusi, menyampaikan ide-ide segar dan pandangan kritisnya mengenai pentingnya kolaborasi antar pelajar. Ia menekankan bahwa generasi muda harus berani berinovasi dan memiliki peran sosial di lingkungannya.
“Kalau kita ingin dihargai, tunjukkan lewat karya dan kontribusi nyata,” tutur Quraya tegas di sela-sela forum.
Sosok Quraya memang dikenal tidak asing di kalangan teman-temannya. Selain aktif di dunia organisasi pelajar, ia juga merupakan anggota Pramuka berprestasi di sekolahnya dan telah menyandang predikat Garuda Kwarcab Surabaya sebuah pencapaian tertinggi dalam dunia kepramukaan tingkat kota.
Prestasi ini menunjukkan konsistensinya dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan memimpin — nilai-nilai yang ia bawa juga dalam keaktifannya di Aliansi Pelajar Surabaya
. “Pramuka mengajarkan saya untuk mandiri dan tangguh. Itu juga yang saya bawa ke setiap kegiatan organisasi,” ungkapnya dengan senyum percaya diri.
Para peserta lain pun mengapresiasi semangat Quraya yang mampu membawa suasana positif dan inspiratif dalam forum. Keaktifannya menjadi bukti nyata bahwa pelajar SMP pun bisa memiliki pengaruh besar dalam organisasi lintas sekolah. Tidak sedikit yang menilai Quraya adalah sosok muda yang layak menjadi teladan bagi pelajar Surabaya.
Rapat perdana ini menghasilkan berbagai rencana program, seperti kegiatan Olahraga Pelajar, Forum Kajian Kepemimpinan, hingga Produksi Konten Kreatif yang bertujuan memperkuat citra positif pelajar Surabaya di media sosial. Semua program dirancang agar pelajar tidak hanya aktif di sekolah, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Quraya dan rekan-rekannya berharap Aliansi Pelajar Surabaya dapat menjadi wadah penggerak perubahan positif.
“Kami ingin buktikan bahwa pelajar Surabaya punya semangat besar dan mampu melahirkan ide-ide keren untuk kemajuan kota,” ucap Quraya di akhir sesi rapat dengan penuh optimisme.
Dengan dedikasinya di Pramuka dan perannya sebagai pelajar aktif, Alquraya Tahta Buana membuktikan bahwa usia muda bukan alasan untuk berhenti berprestasi. Ia adalah gambaran pelajar yang cerdas, tangguh, dan siap menjadi bagian dari generasi emas Surabaya. (Dodo)
Quraya, Pelajar SMPN 40 Surabaya yang Menginspirasi di Rapat Perdana Aliansi Pelajar Surabaya
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 26 Oktober 2025 Aliansi Pelajar Surabaya resmi menggelar rapat perdana pada Minggu, 26 Oktober 2025 di Wizzmie Diponegoro, Surabaya. Kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi para pelajar dari berbagai sekolah untuk menyatukan semangat, ide, dan langkah strategis dalam membangun gerakan pelajar yang aktif, produktif, dan berdampak bagi lingkungan sekitar.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam kegiatan ini adalah Alquraya Tahta Buana, siswi kelas IX dari SMP Negeri 40 Surabaya, yang akrab disapa Quraya. Ia hadir sebagai perwakilan tunggal dari SMPN 40, sekaligus menjadi sosok inspiratif yang mencerminkan semangat pelajar Surabaya yang visioner dan berprestasi.
Dalam rapat perdana tersebut, Quraya terlibat aktif menyampaikan pandangan dan gagasannya di forum bersama perwakilan dari berbagai sekolah. Ia berpartisipasi dalam diskusi penyusunan program kerja tiap divisi, mulai dari Acara, Kajian, Humas, hingga Media Kreatif. Rapat ini bertujuan untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi antar-divisi, dan melahirkan rencana kerja yang konkret bagi perkembangan organisasi pelajar di Surabaya.
Quraya menegaskan pentingnya peran pelajar dalam menciptakan lingkungan yang kolaboratif dan penuh ide segar.
“Pelajar zaman sekarang bukan cuma belajar di kelas, tapi juga harus bisa berdampak di luar sekolah,” ujarnya
dengan percaya diri saat sesi diskusi berlangsung. Ucapannya disambut antusias oleh peserta lain, yang kagum dengan kedewasaan berpikirnya meskipun masih duduk di bangku SMP.
Rapat perdana ini juga menjadi ruang bagi tiap divisi untuk memaparkan rencana kerja mereka. Divisi Acara, misalnya, mengusulkan program rutin seperti Olahraga Pelajar dan kegiatan sosial Berbagi Takjil di bulan Ramadan. Divisi Kajian berfokus pada pengembangan wawasan dan kepemimpinan, sementara Humas bertugas memperluas jaringan dan hubungan antar sekolah. Di sisi lain, Media Kreatif berperan menjaga citra positif organisasi melalui dokumentasi dan konten digital.
Keterlibatan Quraya dalam kegiatan ini sejalan dengan kiprahnya di bidang kepramukaan. Ia dikenal aktif di Pramuka SMPN 40 Surabaya dan berhasil meraih penghargaan Garuda Kwarcab Surabaya, sebuah pencapaian bergengsi yang hanya diberikan kepada anggota Pramuka dengan dedikasi dan disiplin tinggi. Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Quraya dalam dunia organisasi dan kepemimpinan sejak usia muda.
Menurut Quraya, pengalaman di Pramuka memberinya banyak bekal dalam hal kerja tim, tanggung jawab, dan mental tangguh nilai yang juga ia terapkan dalam kegiatan Aliansi Pelajar Surabaya. “Kalau mau maju, kita harus kompak dan saling mendukung. Sama seperti di Pramuka, semua anggota punya peran penting,” tuturnya dengan nada yakin.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh semangat ini menumbuhkan optimisme baru di kalangan pelajar Surabaya. Melalui sinergi dan kolaborasi antar-divisi, Aliansi Pelajar Surabaya diharapkan menjadi wadah yang melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga aktif, kreatif, dan peduli terhadap masyarakat.
Bagi Quraya sendiri, rapat perdana ini bukan sekadar agenda organisasi, melainkan sebuah langkah awal menuju perjalanan panjang sebagai pelajar berprestasi yang ingin membawa perubahan positif.
“Ini baru permulaan. Saya ingin terus belajar, berkontribusi, dan membanggakan sekolah serta kota saya,” ujarnya penuh semangat.
Dengan semangat kepemimpinan yang matang dan energi positif yang terpancar dari sosok mudanya, Alquraya Tahta Buana menjadi simbol pelajar Surabaya yang berani melangkah, berani berpendapat, dan berani berkontribusi. Melalui keaktifannya di Aliansi Pelajar Surabaya dan Pramuka, Quraya telah membuktikan bahwa usia muda bukan batas, melainkan awal dari perjalanan besar menuju masa depan yang gemilang. (Dodo)
“Getaran Nama Bawa Keberuntungan: Anak Muda Gen Z Masuk Industri Tambang”

WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Di tengah geliat industri tambang yang kerap diidentikkan dengan dunia keras dan maskulin, muncul wajah-wajah muda penuh semangat Moch. Naufal B, Azhar Fiqri, Fahti, dan Ryan generasi Z yang hadir membawa cara pandang baru, cepat adaptif, serta memiliki kepekaan tinggi terhadap strategi dan teknologi.
Menurut hasil analisis energi nama dan jalur pekerjaan berdasarkan metode Life DETOX and Luck Hacks, nama-nama tersebut menunjukkan kombinasi unik antara energi logika, keteguhan, dan penggerak perubahan. Mereka berada di rentang usia 21–25 tahun, masa puncak vitalitas sekaligus masa pembentukan arah hidup.
Moch. Naufal B memiliki pola energi pemimpin yang kuat. Dalam numerologi karier, ia cenderung mudah menarik peluang besar karena memiliki getaran tanggung jawab dan visi jauh ke depan cocok dalam bidang koordinasi proyek tambang dan negosiasi lintas tim.
Azhar Fiqri menonjol dalam frekuensi analitis dan kerapuhan emosional yang berubah jadi ketelitian. Energinya menunjukkan potensi sebagai pengamat lapangan atau perencana teknis, dengan insting kuat membaca risiko alam.
Fahti membawa frekuensi harmoni dan penyatu tim. Dalam struktur energi nama, ia berperan sebagai “penjaga keseimbangan” dalam kerja tim, menciptakan suasana kolaboratif dan menjaga moral kerja tetap stabil di tengah tekanan industri tambang.
Ryan, sosok dengan aura merah menyala (energi tindakan), adalah eksekutor alami. Ia tak ragu turun langsung ke lapangan, dan memiliki keberanian mengambil keputusan cepat. Energinya selaras dengan bidang operasional dan eksekusi lapangan tambang.
Kolaborasi mereka dengan Hermawan Prambudi, seorang kontraktor tambang berpengalaman, mempertemukan dua dunia: pengalaman dan intuisi bisnis senior dengan energi kreatif generasi Z. Hasilnya bukan sekadar kerja sama kontrak, tetapi transfer energi lintas generasi — antara kestabilan dan inovasi.
Dalam kacamata Life DETOX and Luck Hacks, sinergi ini memancarkan frekuensi produktif di atas 85%, menunjukkan peluang besar bagi mereka untuk menumbuhkan rezeki, jejaring, dan keberuntungan jangka panjang di dunia tambang. Kuncinya adalah menjaga keselarasan energi nama dan arah karier, agar setiap langkah bisnis tidak hanya menghasilkan materi, tetapi juga keseimbangan mental dan spiritual.
Langkah ini menjadi contoh nyata bahwa sektor tambang tidak lagi hanya milik mereka yang berpengalaman puluhan tahun. Kini, generasi muda dengan energi positif dan nama yang selaras pun mampu menjadi pionir perubahan mengubah dunia tambang menjadi lebih cerdas, beretika, dan berenergi tinggi.(Wawan)
“Sinergi Anak Muda di Dunia Tambang: Hermawan Prambudi Jalin Kerjasama dengan Tim Mediator PT. OSS”

Driyorejo, MWPS Jatim — Suasana hangat menyelimuti Café Belning Kota Baru Driyorejo pada pertemuan penting antara pihak penjual tambang yang diwakili oleh Hermawan Prambudi dan pihak buyer yang difasilitasi oleh Tim Mediator PT. Obsidian Stainless Steel, Jumat (Oktober 2025). Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama besar di bidang tambang nikel yang berpotensi membawa dampak ekonomi positif bagi kedua belah pihak.
Sebagai informasi, Hermawan Prambudi bukan nama baru di dunia bisnis dan media. Selain dikenal sebagai jurnalis aktif di Media Warta Pena Satu (MWPS) Jatim, ia juga merupakan seorang kontraktor tambang yang telah memiliki jaringan luas dengan berbagai pihak tambang dan investor di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas dan disepakati draft Perjanjian Kerjasama antara Tim Mediator PT. Obsidian Stainless Steel dan Hermawan Prambudi selaku Koordinator Pihak Tambang. Kesepakatan ini mengatur pembagian hasil, legalitas dokumen, serta mekanisme kerja sama yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak.
Hermawan menjelaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh berupa dokumen legalitas, spesifikasi kadar Nikel Ore minimal 1,60%, hingga data ROA/COA pihak tambang. Sementara Tim Mediator PT. Obsidian Stainless Steel bertugas memproses data tersebut dan menghubungkan dengan pembeli potensial.
Hasil pertemuan kali ini dinilai memuaskan dan produktif, menjadi sinyal positif untuk kelanjutan kerja sama yang lebih besar di masa mendatang. Kedua belah pihak juga menegaskan komitmen untuk menjalankan kerja sama ini secara profesional, transparan, dan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.
Menariknya, pertemuan ini juga melibatkan sejumlah anak muda berpotensi yang ikut berkontribusi dalam pembahasan. Meski masih berstatus mahasiswa, wawasan mereka tentang dunia tambang dan bisnis logistik dinilai luar biasa. Mereka menunjukkan bahwa generasi muda kini tak hanya aktif di dunia digital, tapi juga mulai menapaki dunia industri berat dengan pengetahuan yang matang.
Menurut Dodo, jurnalis MWPS Jatim yang turut hadir meliput jalannya pertemuan, semangat kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi lintas generasi dapat menghasilkan peluang besar. “Anak-anak muda ini luar biasa. Mereka nggak cuma paham teori, tapi juga siap turun langsung ke lapangan. Ini bukti nyata regenerasi di dunia tambang sedang berjalan,” ungkapnya.
Hermawan pun menambahkan bahwa kerja sama dengan pihak mediator merupakan upaya memperkuat rantai distribusi dan memperluas pasar hasil tambang lokal. “Kita ingin tambang dari daerah bisa naik kelas. Dengan adanya mediator profesional, semua bisa tertata rapi dan transparan,” ujarnya penuh semangat.

Tim Mediator PT. Obsidian Stainless Steel juga mengapresiasi keterbukaan dan profesionalitas yang ditunjukkan pihak Hermawan. Mereka berharap, kerja sama ini menjadi contoh model kemitraan yang ideal antara pelaku tambang dan pihak industri.
Pertemuan di Café Belning hari ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, tapi juga simbol lahirnya kolaborasi baru antara generasi berpengalaman dan generasi muda yang penuh energi. Langkah ini diharapkan membuka peluang kerja dan memperkuat sektor pertambangan Indonesia menuju arah yang lebih modern, transparan, dan berdaya saing global.(Dodo)











