• Bencana,  Berita Duka,  Militer,  SOSIAL

    Kodim 1016 Palangka Raya Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Sumatra dan Aceh

    Kodim 1016 Palangka Raya Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Sumatra dan Aceh

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 1016 /Palangka Raya menunjukkan solidaritas kemanusiaan dengan mengirimkan sejumlah besar bantuan logistik untuk korban bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatra dan Aceh.

    Bantuan ini merupakan hasil pengumpulan dari seluruh anggota Kodim baik TNI beserta keluarga maupun PNS serta masyarakat binaan Kodim 1016/ Palangka Raya sebagai bagian dari upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

    Dandim 1016/ Palangka Raya, Letnan Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E.,M.Han. menyampaikan, sebelum diberangkatkan ke lokasi bencana, bantuan logistik yang dikumpulkan dari Anggota Kodim beserta Masyarakat Binaan dipusatkan di Makodim 1016/Palangka Raya.

    “Pemusatan ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan, keamanan, dan efisiensi dalam proses pendistribusian menuju daerah-daerah yang membutuhkan, ” imbuhnya. Senin (7/12/2025).

    Dandim menyampaikan rasa bangga dan harunya melihat antusias anggota Kodim beserta masyarakat binaan dalam membantu sesama. Menurutnya, sikap sosial yang ditunjukkan mencerminkan nilai kemanusiaan yang tinggi di tengah situasi bencana.

    Lebih lanjut, Letkol Inf Kurniawan Agung Sancoyo mengatakan, bantuan ini berupa paket sembako, pakaian, dan peralatan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh korban bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian serta gotong royong TNI Bersama masyarakat Kota Palangka Raya terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana.

    “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Sumatera dan Aceh yang terkena dampak bencana. Kami juga berharap agar masyarakat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa, ” tutup Dandim.(ryt)

  • Artikel,  Ekonomi,  hukum,  Keamanan,  Politik,  SOSIAL

    Dampingi Kunjungan Kerja Gubernur Kalteng ke Sukamara, Pangdam XXII/TB Dorong Pemanfaatan Potensi Perikanan

    Dampingi Kunjungan Kerja Gubernur Kalteng ke Sukamara, Pangdam XXII/TB Dorong Pemanfaatan Potensi Perikanan

    Sukamara, wartapenasatu.com – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran S.I.Kom bersama Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin, S.AP., M.Sc., Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan S.I.K., M.Si., serta sejumlah pejabat penting lainnya melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Sukamara, Minggu (7/12).

    Rombongan disambut langsung oleh Bupati Sukamara H. Masduki, S.T., Wakil Bupati Nur Efendi S.H., Ketua DPRD Sukamara Ahmad Darsoni S.K.M., M.Si., serta unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.

    Kegiatan diawali ketika Pangdam XXII/TB beserta rombongan tiba di Tambak Udang Vaname Shrimp Estate Berkah di Desa Sei Raja, Kecamatan Jelai. Di lokasi tersebut, dilaksanakan panen udang vaname dan penebaran benih ikan lokal (restocking).

    Dalam kesempatan itu, Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan pentingnya pemanfaatan potensi lokal untuk meningkatkan ekonomi daerah.
    “Sektor perikanan seperti tambak udang ini memiliki dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.
    Kami mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal,” ujarnya.

    Selanjutnya rombongan bergerak menuju Kantor Kecamatan Pantai Lunci untuk meninjau pelaksanaan pasar murah, yang digelar sebagai bagian dari upaya stabilisasi kebutuhan pokok masyarakat.

    Kunjungan ini dihadiri pula oleh jajaran Forkopimda Sukamara, termasuk Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf Makin, S.Sos., M.I.P., Waka Polres Sukamara Kompol Sri Mulyono S.H., Kajari Sukamara M. Irwan, S.H., M.H., Sekda Sunardi S.Si., M.Sc., M.Eng., serta para pejabat kecamatan dan SOPD setempat.(ryt)

  • Ketua Umum Dr. Ali Yusran Gea, SH., MKn., MH, di dampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rafriandi Nasution, SE., MT., juga ketua harian Dr.H.Desmy indrajaya. Se, MM, MBA. beserta jajarannya
    Artikel,  Opini,  perkebunan,  pertanian,  Politik,  SOSIAL

    Ketua Umum DPP PURBAYA, Dr. Ali Yusran Gea : Hukum mati pelaku korupsi.

    Ketua Umum DPP PURBAYA, Dr. Ali Yusran Gea : Hukum mati pelaku korupsi.

    Ketua Umum Dr. Ali Yusran Gea, SH., MKn., MH, di dampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rafriandi Nasution, SE., MT., juga ketua harian Dr.H.Desmy indrajaya. Se, MM, MBA. beserta jajarannya

    Jakarta, wartapenasatu.com – Purbaya Indonesia telah melaksanakan dialog publik pada Selasa malam, jam 19.00, di Hotel Sofyan Jakarta, menindak lanjuti gerak cepat dan tepat PURBAYA INDONESIA untuk berkomitmen dalam memperjuangkan kepentingan rakyat indonesia.

    Di tengah-tengah dialog publik tersebut, Ketua Umum Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Purbaya Indonesia, Dr. Ali Yusran Gea, SH., MKn., MH, di dampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rafriandi Nasution, SE., MT., juga Ketua Harian Dr.H.Desmy indrajaya. SE, MM, MBA. menegaskan pentingnya tata kelola pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi.

    Hal ini dipandang krusial karena masalah terbesar negara ini adalah korupsi yang sudah mendarah daging, menyebar dari hulu ke hilir kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Dr. Gea memberikan sejumlah solusi hukum dalam upaya pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi di Indonesia yang harus ditindak tegas, sehingga membentuk efek jera bagi para pelaku dan mencegah terjadinya korupsi yang berulang-ulang seperti yang selama ini kita saksikan.

    Menurut beliau dalam acara dialog tersebut, bangsa ini tidak akan maju selama tindakan terhadap koruptor tidak tegas. Teranglah pendapat Dr. Gea yang didampingi Sekjen DPP Purbaya Indonesia Rafriandi Nasution, SE., MT.

    Selama ini hukum Indonesia terkesan tumpul ke atas dan tajam ke bawah, sehingga kepastian Hukum segera dipastikan di publik.

    Beliau juga meminta agar Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto harus berani mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang menetapkan hukuman mati bagi para koruptor.

    Menurutnya, ini merupakan tindakan nyata dan langkah kongkrit yang ditunggu rakyat Indonesia, mengingat kondisi korupsi yang semakin merajalela—tidak ada jalan lain bagi Presiden selain mengeluarkan aturan hukuman mati tersebut.

    Selain itu, Dr. Gea menegaskan pentingnya adanya political will yang kuat dari tiga pilar kekuasaan di Indonesia—kekuasaan eksekutif, kekuasaan legislatif, dan kekuasaan yudikatif—agar terwujud mekanisme hukum yang menyeluruh dan mampu memberantas korupsi secara masif.

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Kepolisian,  SOSIAL

    PT KAJ Tak Hadir, Sidang Sengketa Lahan Lumpuh

    PT KAJ Tak Hadir, Sidang Sengketa Lahan Lumpuh

    Tenggarong, wartapenasatu.com – Sidang perdana perkara sengketa lahan antara warga Desa Sukabumi, Kecamatan Kota Bangun Darat, dengan PT Kutai Agro Jaya (KAJ) berlangsung di Pengadilan Negeri Tenggarong, Rabu (3/12/2025). Dalam agenda awal tersebut, majelis hakim mencatat ketidakhadiran pihak tergugat utama, yakni PT KAJ, sehingga persidangan ditunda dan pemanggilan resmi dijadwalkan ulang oleh pengadilan.

    Para penggugat terdiri dari Darmono dan Sofyar Ardanie Sriananda selaku ahli waris Alm. H. Mohd. Asrie Hamzah, yang menggugat PT KAJ atas dugaan perbuatan melawan hukum.

    Mereka diwakili tim kuasa hukum dari Borneo Raya Law Firm: Herman Felani, S.H., M.H., C.L.A., H. Muhammad Noor, S.H., M.H., dan Adv. Gunawan, S.H.

    Gugatan tersebut menyoal penguasaan sepihak perusahaan terhadap total sekitar 180 hektare lahan yang menurut para penggugat merupakan tanah sah milik keluarga, diperoleh melalui Surat Pernyataan Pelepasan Tanah (SPPT) sejak 2005.

    Kuasa hukum para penggugat, Adv. Herman Felani, menjelaskan bahwa sidang pertama hanya berlangsung singkat karena pihak PT KAJ tidak hadir dalam panggilan resmi pertama.

    “Agenda hari ini adalah sidang pertama. Namun pihak tergugat tidak berhadir, sehingga majelis menunda sidang sampai 17 Desember untuk pemanggilan kedua,” jelas Herman.

    Ia menegaskan, apabila PT KAJ kembali mangkir pada panggilan kedua dan ketiga, maka perusahaan dapat kehilangan hak jawab, dan perkara akan langsung berlanjut ke tahap pembuktian.

    Rekan kuasa hukum lainnya, Adv. Gunawan, menambahkan bahwa pihaknya menemukan indikasi persoalan perizinan perusahaan yang akan disampaikan secara resmi dalam proses persidangan.

    “Masalah isu-isu yang beredar terkait adanya izin yang kami temukan nanti akan kami tampilkan di persidangan. Kami meyakini izin tersebut tidak ada,” ujar Gunawan.

    Gunawan juga menegaskan total lahan yang diperjuangkan warga dalam gugatan ini mencapai kurang lebih 180 hektare, mencakup 11 bidang tanah milik Darmono dan 78 bidang tanah milik ahli waris H. Mohd. Asrie Hamzah, sebagaimana tercatat dalam dokumen gugatan.

    Darmono, salah satu pemilik lahan, mengungkapkan bahwa masalah ini telah berlangsung lebih dari satu dekade.

    Ia menuturkan bahwa pada 2014, muncul klaim dari perusahaan bahwa area perkebunan singkong yang dikelola masyarakat adalah milik perusahaan.

    Padahal warga telah membeli tanah tersebut, jauh sebelumnya.

    “Kami membeli lahan itu pada 2005. Perusahaan baru membeli dari masyarakat Bahulak, bukan dari masyarakat Sukabumi. Pada intinya itu hak saya dan keluarga Haji Hamzah,” ujar Darmono.

    Darmono mengungkapkan bahwa lahan tersebut sempat dimanfaatkan untuk program Pemerintah berupa budidaya singkong gajah.

    Bahkan warga sempat memperoleh pinjaman bank untuk membangun fasilitas pengolahan.

    “Kami sampai dapat pinjaman dari bank untuk pabrik. Sempat produksi satu tahun, tapi lahan dirusak lagi pada 2015. Sejak itu tidak selesai-selesai,” tuturnya.

    Ia menambahkan bahwa pihak perusahaan kerap tidak merespons upaya mediasi warga maupun pemanggilan oleh desa.

    Kuasa hukum berharap proses persidangan berjalan lancar dan memberikan kepastian hukum kepada warga yang selama ini menunggu penyelesaian sengketa.

    “Kami akan memperjuangkan hak klien kami, dan mudah-mudahan perjuangan ini membuahkan hasil sesuai harapan mereka,” tandas Gunawan.

  • Artikel,  Daerah

    Marwah pers oleh Hartany Soekarno sebagai jurnalis senior Kalimantan Tengah.

    Marwah pers oleh Hartany Soekarno sebagai jurnalis senior Kalimantan Tengah.

    Palangka Raya, wartapenasatu.com — Di halaman kecil pendopo sebuah rumah yang sederhana di bawah rindang pohon rambutan yang buahnya mulai memerah, seorang lelaki berusia senja duduk menatap jauh ke halaman. Angin sore sepoi menggoyang ranting seolah ikut menjaga percakapan kami saat itu. Di kursi karet sederhana, Hartany Soekarno, jurnalis yang telah mengabdi lebih dari empat puluh tahun mewakafkan dirinya untuk menulis tentang keadilan. Dia membuka kembali buku kehidupan yang tak pernah selesai ia tutup. Palangka Raya,
Selasa 2 Desember 2025.

    Hartany bukan seorang jurnalis yang tumbuh dari ruang redaksi ber-AC atau gemerlap acara peluncuran media.
Ia tumbuh dari lapangan, dari debu jalan kampung, dari suara rakyat kecil yang sering tak terdengar oleh mereka yang memegang kekuasaan. perjalanan panjang pengabdian itu tidak selalu mulus dia lalui.

    “Dulu saya juga pernah dipanggil wartawan bodrek,” dengan suara tenang tetapi menyimpan getir yang tak bisa ia sembunyikan. Ia tertawa kecil, bukan karena lucu, tetapi karena semua itu kini terasa jauh terlampaui oleh waktu dan karya. “Namun perlahan-lahan, sebutan itu hilang sendiri. Pembaca yang membelaku. Tulisan-tulisan saya yang menjawab.” ucapnya tenang.

    Ia menatap pena tua yang tergeletak di atas meja, seolah di sanalah roh hidupnya bertumpu. Lalu ia berkata lirih namun penuh keyakinan, “Wartawan itu tidak dilihat dari usia. Mereka dinilai dari karyanya, apakah membuat publik lebih cerdas, lebih sadar, dan berani melihat kebenaran.” tegasnya.

    Setiap katanya seperti palu kecil yang mengetuk kesadaran. Ada keteguhan yang hanya bisa dimiliki seseorang yang pernah jatuh, diremehkan, namun memilih bangkit tanpa dendam.

    Dalam obrolan yang mengalir seperti cerita senja di kampung halaman, Hartany menyinggung satu hal yang sering menjadi ketakutan banyak jurnalis: berada di luar lingkaran kekuasaan.

    “Jangan takut,” katanya sambil memandang lurus, seolah menatap seluruh jurnalis muda yang pernah ia temui. “Kita hidup bukan dari kontrak pemberitaan. Kita hidup dari karya. Dari kejujuran kita menulis.” tuturnya pelan tapi tegas.
    “Kalau kita jujur, maka bekerjalah dengan hati, karena kekuasaan bukan hal yang menakutkan.
Kita memang harus berdiri di luar lingkaran itu. Karena di sanalah seorang jurnalis dapat melihat semuanya dengan terang.” katanya tegas.

    Namun dibalik tutur yang tegas, ia tak menutup mata terhadap kondisi pers hari ini.
Ia melihat jurnalis terkotak-kotak oleh kepentingan, terpecah oleh kelompok, terseret oleh arus yang membuat mereka saling menjauh.
    “Padahal kita ini saudara,” ucapnya pelan.
“Marwah pers itu runtuh kalau kita tidak bersatu.”tambahnya lagi.

    Hartany menegakkan tubuhnya, seperti ingin memastikan kalimat berikutnya tak akan disalah pahami.
    “Jurnalis itu harus tetap pegang Kode Etik Jurnalistik.
Itu benteng kita. Kita ini bukan sekadar penyampai kabar, kita ini pendidik, pengingat, pengontrol. Tanpa itu, pers hanyalah bayangan yang kehilangan bentuk.” tegasnya.

    Sore hampir berganti malam ketika percakapan itu berakhir. Cahaya jingga menembus sela-sela dedaunan rambutan di halaman, membingkai Hartany dalam siluet yang hampir puitis. Di tengah senja, ia tampak seperti seorang penjaga terakhir marwah pers, dengan suara yang tenang namun tegas, Hartany masih berusaha menjaga api integritas jurnalis agar tak padam.

    Saat angin kembali berhembus, sebagai penulis saya menyadari satu hal: kadang, nasihat paling keras tidak datang dari gedung megah, tetapi dari pendopo sederhana di bawah pohon rambutan, dari seorang jurnalis yang tetap tegar berdiri meski badai berkali-kali menerjang diri dan nyawanya.(ryt)

  • Bencana,  Berita Duka,  hukum,  Kriminal,  Nature,  perkebunan,  SOSIAL

    “Menhut Harus Dievaluasi”: Hasil Rapat Harian DPP Purbaya Indonesia”

    “Menhut Harus Dievaluasi”: Hasil Rapat Harian DPP Purbaya Indonesia

    Jakarta, wartapenasatu.com – Rapat harian DPP Purbaya Indonesia telah dilaksanakan di Bassura Mall, Jakarta Timur, pada tanggal 6 Desember 2025. Salah satu poin yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah permintaan yang disampaikan oleh Ketua Umum  Purbaya Dr. H. Ali Yusran Gea, SH, MH, M.Kn. sagar pemerintah Prabowo Subianto  segera mengevaluasi menhut melihat bencana yang terjadi di sumatra.

    Hadir dalam rapat tersebut adalah Ketua Umum DPP Ormas Purbaya Dr. H. Ali Yusran Gea, SH, MH, M.Kn., Sekjen DPP H. Rafiandi Nasution, SE, MT, Ketua Umum DPP Kartini Purbaya Indonesia Hj. Ratna Anita Lubis, SE, Ketua Harian Dr. H. Desmy Indra Jaya Noor, SE, MM, MBA, serta Bapak Mardian, Direktur Media Wartapenasatu.com sebagai mitra media, Juga hadir seluruh peserta rapat harian, undangan, dan simpatisan  Purbaya Indonesia.

    Alasan mendasar mengapa harus segera ada evaluasi terhadap Menteri Kehutanan (Menhut) dan hal ini menjadi penting adalah karena adanya kebutuhan mendesak akan gerakan perubahan yang lebih baik untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam hal ini yang berkaitan langsung dengan kementrian kehutanan. adanya permintaan ini karena Purbaya sebagai ormas berkomitmen untuk mengawal kepentingan masyarakat Indonesia melalui berbagai gerakan yang diaktualisasikan langsung, cepat dan tepat dengan kepentingan bersama.

    Suasana rapat berjalan dengan kekeluargaan, santai, namun tetap serius dalam membahas berbagai langkah perubahan untuk melindungi kepentingan masyarakat. Semua peserta berusaha memberikan pandangan yang konstruktif terkait urgensi evaluasi kebijakan kehutanan yang berlaku saat ini.

    Perlunya evaluasi terhadap Menhut muncul dari urgensi tindakan cepat yang diharapkan berdampak positif bagi masyarakat. Melalui evaluasi ini, diharapkan setiap kebijakan menteri terkait kelestarian hutan sejalan dengan kepentingan masyarakat serta kelestarian hutan. Saat ini, banyak hutan di Indonesia telah berubah menjadi lahan terbuka yang tidak menguntungkan rakyat, pengundulan melalui ilegal loging dan pembukaan lahan yang tidak sesui regulasi yang seharusnya membuat dampak buruk kepada masyarakat.

    Indonesia tercatat sebagai negara dengan kehilangan hutan hujan tropis terbesar kedua di dunia dan kehilangan hutan hujan tropis saat ini semakin mengkhawatirkan. halini menjadi landasan penting mengapa kebijakan mentri kehutanan perlu dievaluasi atau bahkan memberi tindakn tegas kepada oknum terkait.

    Bencana yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan menhut dalam menjaga, melindungi, dan meregulasi hutan negara dengan baik. Dalam rapat tersebut Purbaya Indonesia mendesak pemerintah segera menentukan sikap dan mengevaluasi Menhut secara cepat dan tepat, Purbaya Indonesia sebagai orams akan mengawal dan memperjuangkan hal ini demi kepentingan masyarakat.

    Ketua Umum  Purbaya Indonesia  menyatakan bahwa sikap ini merupakan bentuk keprihatinan dan loyalitas kepada masyarakat. Beliau memandang bahwa bencana alam yang terjadi di Sumatra disebabkan oleh ulah manusia yang rakus, sehingga berharap adanya sanksi kepada oknum terkait dan evaluasi kembali kebijakan yang selama ini diterapkan. Kepedulian  Purbaya Indonesia merupakan aksi nyata membela kepentingan rakyat, dengan komitmen besar untuk selalu memprioritaskan kepentingan bersama.

  • Artikel,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL

    Peringati HGN, Bupati Toba Targetkan Peningkatan Jumlah Siswa Masuk SMA Unggul

    Peringati HGN, Bupati Toba Targetkan Peningkatan Jumlah Siswa Masuk SMA Unggul

    Toba, wartapenasatu.com – Pemerintah Kabupaten Toba memperingati Hari Guru Nasional ke-80 di halaman Gereja HKBP Nommensen, Sigumpar, Kabupaten Toba pada Senin (1/12/2025). Dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional tersebut, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu yang bertindak sebagai pembina upacara membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.

    Usai upacara, acara kemudian dilanjutkan dengan seremoni tiup lilin dan pemotongan kue oleh Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu bersama Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Dr. Joko Ahmad Julifan, M.Si didampingi oleh Forkopimda, Pj. Sekda Toba Paber Napitupulu, Ketua TP. PKK Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu dan sejumlah pejabat lainnya.

    Dalam sambutannya, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk seluruh guru. Khusus kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Toba, Bupati meminta agar ditahun mendatang jumlah siswa yang masuk SMA Unggul dapat meningkat dari tahun ini.
    “Tahun depan jumlah anak didik yang masuk SMA Unggul harus meningkat dari tahun ini. Nanti kita lihat apa yang menjadi stimulus yang akan kita sampaikan kepada para Kepala Sekolah dan guru,” kata Bupati dalam sambutannya.

    Sementara Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Dr. Joko Ahmad Julifan, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema Hari Guru Nasional tahun ini adalah Guru Hebat Indonesia Kuat, yang mengingatkan masyarakat bahwa guru adalah ujung tombak dalam membangun generasi muda. Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban.

    Beliau menambahkan bahwa untuk mendukung para guru, pemerintah saat ini telah melakukan langkah konkrit meningkatkan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan guru, salah satunya pemberian beasiswa dan pelatihan serta hal lainnya. “Sementara untuk meningkatkan kesejahteraan, pemerintah telah memberikan dana sertifikasi dan dana insentif per tahun bagi para guru honorer,” ujar beliau.

    Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Dr. Joko Ahmad Julifan, M.Si bersama Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu didampingi oleh Forkopimda, Pj. Sekda Toba Paber Napitupulu, Ketua TP. PKK Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu dan sejumlah pejabat lainnya membuka gondang sebagai pertanda dibukanya pentas seni yang menjadi bagian dari perayaan Hari Guru Nasional. Sebelum meninggalkan panggung, Bupati bersama istri juga memberikan cenderamata berupa ulos kepada Dr. Joko Ahmad Julifan, M.Si.

    Acara pentas seni tersebut diisi dengan tortor, paduan suara, konser gitar, mangandung dan berbagai kegiatan seni lainnya.
    (Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)

  • Artikel,  Daerah,  Kesehatan,  Politik

    Kualitas Kesehatan Hari Ini Menentukan Peradaban Bangsa Dihari Esok

    Kualitas Kesehatan Hari Ini Menentukan Peradaban Bangsa Dihari Esok

    Toba, wartapenasatu.com – Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 tingkat Kabupaten Toba dimulai dengan senam bersama pada Selasa (2/12/2025) pagi di komplek kantor Bupati Toba. Usai senam, dilanjutkan dengan ibadah dan kemudian acara nasional, pembacaan pidato Menteri Kesehatan RI oleh Bupati Toba, pemberian hadiah, penandatanganan prasasti UPT Public Safety Center 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, penyerahan ambulans dan diakhiri dengan defile.

    Dalam pidato Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin yang dibacakan oleh Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu, pemerintah menekankan bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa esok hari. Oleh karenanya dalam empat tahun terakhir, pemerintah telah menapaki transformasi Kesehatan Indonesia sebagai pondasi menuju masa depan tersebut. Saat ini pemerintah fokus bergeser dari mengobati orang sakit, menjadi menjaga orang sehat tetap sehat.

    Transformasi Kesehatan harus terus digelorakan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan akses yang mudah, kualitas yang baik, dan biaya yang terjangkau.

    Sejalan dengan upaya pencegahan tersebut, pembangunan dan peningkatan RS terus berjalan di berbagai pelosok negeri, demi mewujudkan kualitas layanan kesehatan yang merata. Di tahun 2025, 32 dari 66 lokus peningkatan RSUD berjalan sesuai
    target. “Saya berharap, seluruh pegawai dan pejabat Pemerintah baik di pusat maupun daerah dapat melakukan gerakan perubahan budaya cara pikir, cara kerja, melayani, jujur, tidak korupsi menuju birokrasi yang kompeten, akuntabel, dan selaras dalam mengawal dan
    menyukseskan transformasi kesehatan,” bunyi pidato Menteri Kesehatan yang dibacakan oleh Bupati Toba.

    Usai membacakan pidato Menteri Kesehatan, Bupati bersama jajaran Forkopimda melakukan tiup lilin dan pemotongan kue bersama sebagai simbol perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-61. Selanjutnya Bupati juga menandatangani prasasti UPT Public Safety Center 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Toba. Pada kesempatan itu, Bupati Toba dan Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan 1 unit ambulans 4X4 untuk Puskesmas Borbor.

    Acara perayaan Hari Kesehatan Nasional juga diisi dengan penyerahkan hadiah kepada para juara untuk lomba berbagai kategori yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Toba. Acara kemudian diakhiri dengan defile seluruh Puskesmas se-Kabupaten Toba, Dinas Kesehatan Kabupaten Toba dan organisasi profesi di bidang kesehatan.
    (Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)

  • Artikel,  Kesehatan,  SOSIAL

    Kampanye Peringatan Hari AIDS Sedunia Ajak Warga Jangan Asingkan ODIV

    Kampanye Peringatan Hari AIDS Sedunia Ajak Warga Jangan Asingkan ODIV

    Toba, wartapenasatu.com – Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Sosial memperingati Hari AIDS Sedunia lewat ‘Kampanye Sosial Dalam Rangka Memperingati Hari AIDS Sedunia “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV’ yang digelar pada Rabu (3/12/2025).

    Kampanye sosial ini dilakukan dengan pawai dari halaman kantor Dinas Sosial menuju Bundaran DI. Panjaitan, Balige. Pawai yang dilepas oleh Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus turut diikuti oleh Forkopimda dan sejumlah perwakilan masyarakat.

    Wakil Bupati dalam sambutannya sebelum melepas rombongan pawai menyampaikan bahwa kampanye sosial tersebut bertujuan menyampaikan dua hal penting, yakni agar masyarakat tidak mengindari para pengidap HIV/AIDS atau ODIV (Orang Dengan HIV/AIDS) dan juga mengkampanyekan zore virus HIV/AIDS tahun 2030.
    “Sebelum-sebelumnya AIDS adalah hal yang ditakuti. Pengidapnya seperti dikucilkan atau dihindari. Namun sekarang kita jangan lagi menghindari atau mengucilkan para ODIV,” ujar Wakil Bupati.

    Beliau menambahkan bahwa tahun 2030 zero HIV/AIDS harus tercapai dengan cara menekan virus hingga nol dan menjaga agar virus tidak menular kepada siapapun.
    “Bagaimana agar virus itu menjadi nol, dan tidak menular kepada siapapun. Jadi kampanye kita hari ini adalah bahwa kita tidak menghindari mereka dan juga mengkampanyekan bagaimana agar tidak ada lagi pengidap selanjutnya,” ujar Wakil Bupati dalam sambutannya.

    Usai menyampaikan sambutan, Wakil Bupati selanjutnya melepas rombongan pawai. Sepanjang pawai, orator menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan HIV/AIDS. Sementara para peserta pawai yang lain turut membawa spanduk dan poster sebagai bentuk peringatan HIV/AIDS sedunia.
    (Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)

  • Artikel,  Politik,  SOSIAL

    Wakil Bupati Lantik Kepengurusan Forkala Kabupaten Toba Periode 2025-2029

    Wakil Bupati Lantik Kepengurusan Forkala Kabupaten Toba Periode 2025-2029

    Toba, wartapenasatu.com -Kepengurusan Forkala (Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat) Kabupaten Toba periode tahun 2025-2029 dilantik oleh Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus pada Rabu (3/12/2025) di Taman Raja Bona Nionan, Balige.

    Dalam naskah pelantikan yang dibacakan oleh Wakil Bupati Toba, Forkala dibentuk untuk menjadi wadah diskusi dan komunikasi lintas etnis dan lembaga adat, mempererat persatuan dan kerukunan masyarakat sebagai identitas masyarakat Kabupaten Toba, melestarikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat, membantu pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan dan kemasyarakatan khususnya yang berkaitan dengan bidang budaya dan kebudayaan serta sebagai mediator dalam menyelesaikan berbagai masalah di tengah-tengah masyarakat melalui restorative justice.

    “Kehadiran saudara-saudara dalam kepengurusan Forkala adalah untuk siap memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Toba, bukan sekadar mencari kedudukan dan kehormatan tetapi harus dapat dipertanggungjawabkan,” kata Wakil Bupati dalam naskah pelantikan.

    Adapun pengurus Forkala yang dilantik adalah Ketua Umum Drs. Vespasianus Panjaitan beserta Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum Drs. Manarnap Simanjuntak beserta Wakil Sekretaris Umum, Bendahara Umum Marsarasi Simanjuntak serta Wakil Bendahara Umum. Selanjutnya Kordinator Bidang Adat Istiadat Pangondian Napitupulu bersama para anggota.

    Kordinator Bidang Organisasi/Kaderisasi Charles Napitupulu bersama para anggota, Kordinator Bidang Hubungan Masyarakat Walsa Tampubolon bersama para anggota, Kordinator Bidang Budaya Drs. Tansiswo Siagian bersama para anggota dan Kordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan St. Charles Pangaribuan bersama para anggota.
    (Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)

Wartapenasatu.com @2025