• Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Harmoni HAM dan Adat: Menteri Natalius Pigai Terpukau Gordang Sambilan Madina

    Harmoni HAM dan Adat: Menteri Natalius Pigai Terpukau Gordang Sambilan Madina

    Mandailing Natal, wartapenasatu.com – Di tengah keindahan alam Mandailing Natal (Madina), sebuah peristiwa langka dan bermakna terjadi. Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, bersama Bupati Madina, H. Saipullah Nasution SH.MM, menunjukkan kebolehan mereka dalam menabuh alat musik tradisional Mandailing, Gordang Sambilan. Momen ini menjadi simbol harmoni antara nilai-nilai HAM universal dan kearifan lokal yang dijunjung tinggi di Bumi Gordang Sambilan.

    Peristiwa istimewa ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan, Panyabungan, pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Acara ini merupakan bagian dari penyambutan kedatangan Menteri Natalius Pigai beserta rombongan di Madina. Kehadiran Menteri HAM menjadi kehormatan bagi masyarakat Madina, yang memiliki komitmen kuat terhadap penghormatan dan pemajuan HAM.

    Bupati Saipullah mengungkapkan kebanggaannya atas kunjungan Menteri Natalius Pigai ke Madina. “Ini adalah suatu kehormatan yang luar biasa. Besar harapan, dapat melaksanakan hal-hal yang bisa kami dukung dalam rangka menyukseskan tugas pokok dan fungsi yang Bapak laksanakan,” tuturnya dengan penuh antusias.

    Di hadapan Menteri Pigai, bupati memaparkan letak geografis, potensi ekonomi, kondisi sosial dan masyarakat, serta peranan adat dalam pembangunan Madina. Bupati Saipullah menyoroti kekayaan adat yang mengedepankan kekerabatan, yaitu Dalihan na Tolu, sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat di Madina.

    Bupati Saipullah menegaskan bahwa pengakuan terhadap HAM telah tumbuh di dalam jiwa masyarakat Madina sejak usia dini, seiring dengan nilai-nilai agama dan adat budaya yang diwariskan secara turun-temurun. “Sehingga perhatian atau gagasan maupun fokus kami terhadap Hak Asasi Manusia, insyaallah, akan sejalan dengan tugas yang Bapak pandu,” pungkas bupati dengan optimisme.

    Menteri Natalius Pigai mengaku telah lama mengenal Madina. Ia menceritakan pengalamannya ketika bersembunyi di Pahae Julu sekitar tahun 1999, saat menjadi aktivis yang dicari-cari oleh pemerintah. Pengalaman ini memberikan kesan mendalam tentang keramahan dan keindahan alam Madina. Menteri Natalius Pigai juga menyoroti pentingnya Poda na Lima dalam kehidupan masyarakat Mandailing, yang mengajarkan tentang kebersihan hati sebagai fondasi penghormatan terhadap HAM.

    Menteri Natalius Pigai sepakat dengan Bupati Saipullah tentang pentingnya peranan Dalihan na Tolu sebagai akar kehidupan bermasyarakat di Madina. Ia menjelaskan bahwa Dalihan na Tolu merupakan pohon kehidupan yang memiliki akar, batang, ranting, dan daun, yang melambangkan keterkaitan dan keseimbangan dalam kehidupan bermasyarakat. Kementerian HAM, kata Natalius Pigai, memiliki anggaran yang dapat diakses oleh masyarakat berupa pelatihan dan pendidikan bagi komunitas-komunitas yang bergerak di bidang advokasi hak-hak dasar manusia.

  • Artikel,  Daerah,  Kepolisian,  Pendidikan,  SOSIAL

    Polantas Menyapa, Satlantas Polres Katingan Edukasi Masyarakat di Kantor Samsat dan Satpas 2332

    Polantas Menyapa, Satlantas Polres Katingan Edukasi Masyarakat di Kantor Samsat dan Satpas 2332

    Polres Katingan, wartapenasatu.com – Untuk mendekatkan diri kepada masyarakat serta memberikan edukasi terkait pelayanan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Katingan melaksanakan kegiatan bertajuk “Polantas Menyapa”, Jumat (17/10/2025) pagi.

    Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kanit Regident Satlantas Aipda Andri Yonas, S.H., bersama anggota Regidenta yakni Bripka Dian Prana Jaya dan Brigpol Risky,

    kegiatan dilaksanakan pada dua lokasi, pertama di Kantor Samsat (Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap) Katingan, Jalan Tjilik Riwut Km 1.5, Kel. Kasongan Lama, Kantor Satpas (Satuan Penyelenggaraan administrasi SIM) 2332 Satlantas Polres Katingan, Jalan Bhayangkara, Desa Hampalit, Kec. Katingan Hilir, Kab. Katingan

    Kapolres Katingan AKBP Chandra Ismawanto, S.I.K., melalui Kasatlantas Iptu Juwito, S.E., M.M., mengatakan personelnya menyampaikan informasi serta memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai persyaratan dan prosedur pembayaran pajak kendaraan bermotor serta menjelaskan mulai kelengkapan administrasi, alur hingga mekanisme pembuatan SIM.

    “Melalui kegiatan ini, diberharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya tertib berlalu lintas, serta lebih mudah mengakses layanan yang diberikan kepolisian mulai dari membayar pajak kendaraan serta proses pembuatan SIM,” terangnya.

    Ditambahkan juga kegiatan “Polantas Menyapa” ini merupakan wujud nyata pelayanan prima Polri kepada masyarakat, sekaligus bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

  • Artikel,  Daerah,  hukum,  Kriminal,  SOSIAL

    Gerebek Hotel di Tapteng Gegerkan Warga: Pria Paruh Baya Kepergok ‘Bercocok Tanam’ dengan Wanita Bukan Istrinya

    Gerebek Hotel di Tapteng Gegerkan Warga: Pria Paruh Baya Kepergok ‘Bercocok Tanam’ dengan Wanita Bukan Istrinya


    Tapanuli Tengah, Sumatera Utara,wartapenasatu.com – Warga Tapanuli Tengah (Tapteng) baru-baru ini dihebohkan dengan penggerebekan yang terjadi di sebuah hotel di wilayah tersebut. Penggerebekan ini melibatkan seorang pria paruh baya yang tertangkap basah sedang berduaan dengan seorang wanita yang bukan istrinya di dalam kamar hotel. Kejadian ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama setelah video amatir penggerebekan tersebut beredar luas di media sosial.

    Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria yang diduga merupakan warga Lingkungan Prancis, Kelurahan Albion, sedang berada di dalam kamar hotel bersama seorang wanita. Keduanya tampak panik saat penggerebekan terjadi. Pria tersebut, tanpa mengenakan busana, berusaha menutupi wajahnya dengan handuk putih sambil berlari menuju kamar mandi. Sementara itu, wanita yang bersamanya juga terlihat kalut dan tergesa-gesa mencari pakaiannya.

    Penggerebekan ini direkam oleh seorang wanita berkerudung yang memasuki kamar hotel nomor 21. Dengan nada tinggi, wanita tersebut melontarkan kalimat bernada sindiran, “Eh, kamu ya! Bilangnya di Sibolga, ternyata malah di sini!” Kalimat ini mengindikasikan bahwa pria tersebut sebelumnya memberikan keterangan yang tidak benar mengenai keberadaannya.

    Pria yang diduga warga Lingkungan Prancis itu semakin gugup hingga kesulitan mengenakan celananya dan terjatuh di lantai. Aksi dramatis ini direkam oleh warga dengan kamera ponsel, menghasilkan video berdurasi 59 detik yang kemudian viral di media sosial. Dalam video tersebut, pria itu terdengar berteriak, “Bang, tolong amankan ini!” sambil berusaha merebut ponsel si perekam video.

    Menurut keterangan seorang warga Kecamatan Pinangsori berinisial ODM, pria tersebut diduga kuat merupakan warga Lingkungan Prancis, Kelurahan Albion. ODM juga menambahkan bahwa wanita yang bersamanya bukanlah istrinya. “Itu warga lingkungan Prancis. Kalau teman wanitanya, saya kurang tahu, tapi yang jelas bukan istrinya,” ujarnya pada Jumat, 17 Oktober 2025.

    Kejadian ini menjadi sorotan karena dianggap mencoreng norma-norma sosial dan agama yang berlaku di masyarakat Tapanuli Tengah. Perbuatan pria tersebut dinilai tidak terpuji dan dapat merusak citra daerah. Masyarakat berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

    Pihak berwajib diharapkan dapat menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan konten-konten yang dapat merugikan orang lain.

  • Artikel,  Daerah,  Kepolisian,  Kuliner

    Satlantas Polres Labuhanbatu Gelar Jumat Berkah: Sentuhan Humanis Polri di Tengah Masyarakat

    Satlantas Polres Labuhanbatu Gelar Jumat Berkah: Sentuhan Humanis Polri di Tengah Masyarakat


    Labuhanbatu (Sumatera Utara), wartapenasatu.com – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Labuhanbatu kembali menggelar kegiatan “Jumat Berkah Polri” dengan membagikan nasi kotak kepada masyarakat, khususnya para pengemudi ojek daring (Maxim) di Rantau Prapat, Jl. Kampung Baru, Kabupaten Labuhanbatu. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, sekaligus mempererat tali silaturahmi antara aparat kepolisian dan warga. Jumat, 17 Oktober 2025.

    Kegiatan Jumat Berkah ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Labuhanbatu sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat terjalin hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan saling membantu.

    Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Labuhanbatu, Inspektur Polisi Satu (IPTU) M. Rizal, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Berkah Polri ini merupakan implementasi dari program Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Pihaknya ingin hadir di tengah masyarakat tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap kebutuhan masyarakat.

    “Kami ingin hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap kebutuhan masyarakat. Kami akan tetap selalu hadir di tengah masyarakat sebagai wujud nyata Polri untuk menciptakan disiplin dan peduli terhadap keselamatan bersama,” ujar IPTU M. Rizal.

    Kegiatan pembagian nasi kotak ini disambut antusias oleh para pengemudi ojek daring dan masyarakat sekitar. Mereka merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih sulit. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat.

    Melalui kegiatan Jumat Berkah Polri ini, Satlantas Polres Labuhanbatu ingin menunjukkan bahwa Polri tidak hanya bertugas untuk menegakkan hukum, tetapi juga memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang baik dengan masyarakat. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis, diharapkan masyarakat akan lebih percaya dan mendukung Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Labuhanbatu.

    Kegiatan Jumat Berkah Polri ini merupakan salah satu upaya Satlantas Polres Labuhanbatu dalam mewujudkan Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). Dengan mendekatkan diri kepada masyarakat dan memberikan pelayanan yang terbaik, diharapkan Polri dapat semakin dipercaya dan dicintai oleh masyarakat.

  • AGAMA,  Artikel,  Keamanan,  Kepolisian,  SOSIAL

    Polisi Hadir upaya memberi keamanan , Salat Jumat di Masjid Al-Hidayah Aman dan Khidmat

    Polisi Hadir upaya memberi keamanan , Salat Jumat di Masjid Al-Hidayah Aman dan Khidmat

    Toba, wartapenasatu.com – Suasana khidmat dan aman menyelimuti pelaksanaan Salat Jumat di Masjid Al-Hidayah, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, pada tanggal 17 Oktober 2025. Kehadiran dua anggota Polsek Porsea, Aipda Joko Sitorus dan Bripka Derlan Sianturi, yang berjaga di sekitar halaman masjid, memberikan rasa tenang dan nyaman bagi para jamaah yang melaksanakan ibadah. Pengamanan ini merupakan bagian dari upaya rutin kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Kapolsek Porsea, AKP Daniel Aritonang, menjelaskan bahwa kegiatan pengamanan Salat Jumat ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh Polsek Porsea. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang melaksanakan ibadah, sehingga mereka dapat beribadah dengan tenang tanpa merasa khawatir terhadap potensi gangguan keamanan.

    “Kami ingin memastikan bahwa jamaah merasa aman dan nyaman saat menjalankan ibadah. Kehadiran anggota kepolisian di sekitar masjid diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar AKP Daniel Aritonang. Pernyataan ini mencerminkan komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban, serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.

    Beberapa warga yang ditemui usai melaksanakan Salat Jumat mengaku senang dengan kehadiran polisi yang berjaga di sekitar masjid. Mereka merasa lebih tenang dan tidak khawatir terhadap potensi tindak kriminalitas, seperti pencurian kendaraan bermotor, yang sering terjadi di area parkir. Kehadiran polisi memberikan efek psikologis yang positif, sehingga masyarakat dapat fokus dalam melaksanakan ibadah.

    “Kami jadi lebih tenang dengan adanya polisi yang berjaga. Kadang-kadang, kami harus memarkir motor agak jauh dari masjid, tetapi kami tidak khawatir karena ada polisi yang mengawasi,” kata salah seorang jamaah. Testimoni ini menunjukkan bahwa kehadiran polisi memberikan dampak yang signifikan dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar Masjid Al-Hidayah tetap aman dan terkendali. Tidak ada gangguan yang berarti, dan arus lalu lintas di sekitar masjid juga berjalan dengan tertib hingga Salat Jumat selesai dilaksanakan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengamanan yang dilakukan oleh Polsek Porsea berjalan efektif dan efisien.

    Kegiatan sederhana ini merupakan wujud nyata dari kepedulian Polri terhadap masyarakat. Kehadiran polisi tidak hanya sebatas penegakan hukum, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, termasuk dalam menjaga keamanan dan ketertiban saat masyarakat melaksanakan ibadah. Hal ini sejalan dengan konsep polisi humanis yang mengedepankan pendekatan persuasif dan preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

  • Artikel,  Daerah,  Kesehatan,  Pendidikan,  Seni dan Budaya

    SMPN 1 Balige Apresiasi Prestasi Siswa Melalui Pemberian Hadiah

    SMPN 1 Balige Apresiasi Prestasi Siswa Melalui Pemberian Hadiah

    Balige, wartapenasatu.com – Pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, SMP Negeri 1 Balige, yang terletak di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, menyelenggarakan acara pemberian hadiah bagi siswa-siswi berprestasi. Acara ini merupakan bentuk apresiasi sekolah terhadap pencapaian siswa dalam berbagai ajang perlombaan serta hasil Ujian Tengah Semester (UTS) tahun 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik.

    Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Balige, Bapak Indra Saragih, S.Pd., menjelaskan bahwa acara ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan potensi siswa secara holistik. Dalam wawancara dengan tim media setelah acara, Bapak Indra Saragih menyampaikan bahwa pemberian hadiah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

    Bapak Indra Saragih menjelaskan bahwa pada tanggal 11 Oktober 2025, SMP Negeri 1 Balige telah menggelar kegiatan Liga OSIS antar kelas. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, sekolah mengundang orang tua siswa untuk menghadiri acara pemberian hadiah kepada siswa-siswi yang berhasil meraih juara dalam berbagai cabang perlombaan Liga OSIS. Selain itu, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa-siswi yang meraih prestasi gemilang dalam Ujian Tengah Semester (UTS) tahun 2025.

    Lebih lanjut, Bapak Indra Saragih menjelaskan bahwa dalam kegiatan Liga OSIS, berbagai macam perlombaan telah diadakan, seperti lomba senam, lomba vokal, lomba lari, lomba lompat jauh, lomba tolak peluru, dan berbagai perlombaan lainnya. Kegiatan lomba ini merupakan agenda rutin tahunan sekolah. Tujuan utama dari perlombaan ini adalah untuk memberikan wadah bagi siswa-siswi dalam menunjukkan bakat dan kemampuan mereka, serta menjalin kebersamaan dalam suasana kompetisi yang sehat.

    Liga OSIS ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Bapak Indra Saragih selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Balige mengucapkan selamat kepada seluruh siswa-siswi yang telah meraih prestasi, baik dalam perlombaan Liga OSIS antar kelas maupun dalam Ujian Tengah Semester (UTS) tahun 2025.

    Sekolah memberikan penghargaan kepada 10 siswa terbaik dari masing-masing tingkatan kelas (kelas 7, 8, dan 9). Bapak Indra Saragih memberikan motivasi kepada siswa-siswi yang belum berhasil meraih juara untuk tidak berkecil hati dan terus berusaha meningkatkan prestasi di masa mendatang. Beliau juga mengingatkan kepada siswa-siswi yang telah meraih juara untuk tidak berpuas diri dan terus mempertahankan serta meningkatkan nilai rapor mereka.

    Acara pemberian hadiah ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh siswa SMP Negeri 1 Balige untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah. Dengan dukungan dari seluruh pihak, baik guru, orang tua, maupun masyarakat, diharapkan SMP Negeri 1 Balige dapat terus menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berprestasi di Kabupaten Toba.

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  Politik,  SOSIAL

    Pinjaman PEN Tapteng: Klarifikasi dan Pemanfaatan untuk Infrastruktur

    Pinjaman PEN Tapteng: Klarifikasi dan Pemanfaatan untuk Infrastruktur

    Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, wartapenasatu.com – di bawah kepemimpinan Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani, S.H., M.H., periode 2017–2022, baru-baru ini menjadi sorotan terkait informasi yang beredar mengenai pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dalam sebuah pernyataan resmi pada Rabu, 15 Oktober 2025, Bupati Sibarani menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak berimbang dan cenderung menjurus pada fitnah. Klarifikasi ini dianggap penting untuk meluruskan pemahaman masyarakat dan mencegah disinformasi yang dapat merugikan citra daerah.

    Bupati Sibarani menjelaskan bahwa pinjaman PEN merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah akibat dampak pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Program ini memberikan kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mendapatkan pinjaman dengan persyaratan yang relatif ringan, sehingga dapat digunakan untuk membiayai proyek-proyek strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

    Landasan hukum dari pinjaman PEN ini adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2020 dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 105/PMK.07/2020 beserta perubahannya. Penyaluran pinjaman dilakukan oleh pemerintah pusat melalui lembaga keuangan di bawah naungan Kementerian Keuangan RI, yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI. Mekanisme ini memastikan bahwa pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan akuntabel.

    Untuk Pemerintah Kabupaten Tapteng, pinjaman PEN yang disetujui adalah sebesar Rp 69.243.515.000,00. Dana ini dialokasikan untuk membiayai berbagai proyek peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang bertujuan untuk mempercepat aksesibilitas dan distribusi hasil bumi, pertanian, perkebunan, serta barang-barang kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan terjadi peningkatan efisiensi dalam rantai pasok dan distribusi, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

    Secara rinci, dana pinjaman PEN digunakan untuk membiayai 14 kegiatan peningkatan jalan dan normalisasi sungai, yang tersebar di berbagai kecamatan di Tapteng. Beberapa di antaranya adalah peningkatan jalan ruas Pasar Kamis – SP II Kec. Sirandorung, ruas Lobutua – Sitiris tiris Kec. Andam Dewi, ruas Manduamas Lama – Urug Baru Kec. Manduamas, dan ruas FL. Tobing – Jalan Junjungan Lubis Kec. Pandan. Selain itu, juga dilakukan normalisasi sungai dan pembuatan tanggul di Kelurahan Padang Masiang Kec. Barus untuk mencegah banjir dan erosi.

    Bupati Sibarani juga menjelaskan bahwa pembayaran cicilan pinjaman PEN hanya sekitar Rp 10 miliar setiap tahunnya, yang relatif kecil dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tapteng yang mencapai sekitar Rp 1,1 triliun hingga Rp 1,2 triliun setiap tahunnya. Dengan demikian, pembayaran cicilan pinjaman tidak akan mengganggu program pembangunan, pelayanan, dan pemberdayaan masyarakat Tapanuli Tengah.

    Dalam penutupnya, Bupati Sibarani mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas sumbernya dan selalu melakukan verifikasi dari sumber-sumber terpercaya. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa informasi yang menjurus pada fitnah berasal dari pihak-pihak yang tidak menginginkan kemajuan Tapteng atau hanya ingin membuat kegaduhan. Bupati Sibarani mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar Kabupaten Tapteng semakin maju dan sejahtera di masa depan.

  • MBG

    SMP Negeri 1 Lagu Boti,dan SD Negeri 173557 Tanding Sigumpar Setelah Mencicipi Makanan Bergizi (BMG) Gratis,langsung di bawa ke Puskesmas

    Insiden keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di kabupaten Toba Propinsi Sumatera Utara, Rabu (15/10/2025). Peristiwa terjadi di dua sekolah dengan kecamatan berbeda, masing-masing di SMP N 1 Laguboti dan SD Negeri 173557 Tanding kecamatan Sigumpar. Akibat peristiwa ini puluhan siswa siswi dari SMP N 1 Laguboti di rawat di 2 Rumah Sakit berbeda dan 1 Puskesmas di kabupaten Toba yakni RSU HKBP Balige dan RSUD Porsea serta di Puskesmas Laguboti.

    Terpantau di UGD RSU HKBP Balige, tampak beberapa siswa/i yang mengalami keracunan MBG sedang menjalani perawatan intensif dan sedang diinfus hingga ada yang mengunakan ventilator oksigen sebagai penambah pernafasan korban.

     

    Dari beberapa korban keracunan MBG yang menjalani perawatan di UGD RSU HKBP Balige menuturkan, makan siang dilaksanakan sekira pukul 10.30 Wib. Keracunan makanan baru dirasakan setelah beberapa jam usai bersantap siang atau detailnya setelah pulang sekolah sekira pukul 13.30 Wib.

    Sebelum bersantap siang gurunya berpesan “semua makanan MBG yang disajikan harus dihabiskan supaya jangan mubazir”.

     

    Salah seorang korban menuturkan, setelah membuka MBG yang diterimanya di hari ketiga sudah mencium aroma berbau tidak sedap khususnya dari sayuran karena rasanya bukan seperti sayuran yang baru dimasak. Karena setelah dimakan rasanya seperti yang dimasak kemarin dan ikan mujaer asam manis yang disajikan rasanya seperti mengunakan saos tomat yang kurang berkualitas demikian juga rasa dan aroma tempe juga tidak mengenakkan serta buah semangka yang disajikan tidak lagi menampilkan warna dan aroma segar, sepertinya sudah seperti buah yang dipotong di hari kemarin karena di hari kedua MBG yang dikonsumsi buah yang disajikan adalah buah semangka.

     

    Di hari kedua MBG kami terima dan konsumsi sayuran lalapan yang disajikan sudah ada nampak seperti busuk terlihat dari ruas sayur lalapan itu kuning kecoklatan dan makanan juga ada beraroma kurang sedap atau beraroma bau basi,” ujar salah seorang siswa.

     

    Sementara MBG yang dikirim di hari pertama, Senin (13/10/2025) enak dan beraroma sedap dengan lauk daging dan buah jeruk namun dagingnya keras. Setelah dihari kedua MBG berubah dan rasa serta aromanya sudah berbeda beraroma kurang sedap dan hari ketiga keracunan.

     

     

     

    Romaintan Pardede Kepala seksi Pembinaan Pendidikan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Toba saat di konfirmasi di ruang UGD RSU HKBP Balige menyebutkan, MBG yang menyebabkan keracunan siswa/i SMP Negeri 1 Laguboti penyedia dari Dapur SPPG Namora Tama Berkarya Pardomuan Nauli beralamat di Jalan Hephata Desa Pardomuan Nauli Kecamatan Laguboti dengan Ketua MBG Daniel Gultom dan MBG Dapur SPPG Situatua Sigumpar dengan Ketua MBG Josua Siahaan untuk SD Negeri 173557 Tanding kecamatan Sigumpar.

     

    Disebutkannya, korban keracunan MBG dari siswa/i SMP N 1 Laguboti yang menjalani perawatan medis di RSU HKBP sebanyak 56 orang dan menjalani perawatan di RSUD Porsea sebanyak 31 orang ditambah 3 orang dari SD Negeri 173557 Tanding kecamatan Sigumpar dan sedang dirawat di Puskesmas Laguboti.

     

    Untuk kondisi kesehatan seluruh korban setelah mendapat perawatan medis intensif dari pihak medis kedua Rumah Sakit sudah mulai membaik dan sudah ada yang diijinkan pulang oleh keputusan dokter karena kondisi kesehatannya sudah pulih.

     

    Namun masih banyak yang masih menjalani perawatan sedang diinfus di ruangan observasi dan harus menjalani rawat inap.

     

    Ia menambahkan berdasarkan, informasi yang diterima pukul 20.00 Wib, ada juga dugaan keracunan MBG dari SD Negeri 173557 Tanding sebanyak 3 orang dan telah masuk di Puskesmas Laguboti untuk menjalani perawatan medis.

     

    Terkait jumlah data ini belum konkrit karena masih menunggu perkembangan selanjutnya. Karena harus menunggu, Kamis (hari ini), (16/10/2025), apakah masih ada para siswa yang mengalami gejala keracunan seperti para korban yang sedang dirawat atau tidak.

     

    Assiten 1 Eston Sihotang didampingi Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Toba Sitinuraya, hadir di RSU HKBP Balige membesuk para korban keracunan MBG.

     

    Dalam kesempatan ini Eston memberikan support dan dukungan moril kepada para korban serta para orang tua siswa/i yang mendampingi anak masing masing.

     

    Eston Sihotang menyebutkan, pihaknya belum bisa memberikan data dan statemen resmi karena masih menunggu hasil pemeriksaan dan instruksi resmi dari pimpinan.

     

    Namun untuk kondisi para korban saat ini sudah semakin membaik dan sudah ada yang dipulangkan kerena sudah sehat.

     

    “Untuk menindak lanjuti peristiwa yang telah terjadi saat ini, sesuai arahan pimpinan malam ini seluruh jajaran akan melakukan rapat untuk mengevaluasi peristiwa keracunan MBG terhadap siswa/i SMP N 1 Laguboti, serta untuk mengambil kesimpulan tindakan yang harus dilakukan atas peristiwa yang terjadi,” sebutnya.

     

    Sekretaris Dinas Kesehatan kabupaten Toba Sitinuraya saat di konfirmasi di UGD RSU HKBP Balige disela-sela pengecekan para korban keracunan MBG menyebutkan, pihaknya belum bisa menyebutkan jumlah data korban serta dugaan penyebab keracunan secar global karena masih menunggu pendataan yang akurat dari pihak sekolah dan Puskesmas Laguboti juga dari Loka POM Toba,tuturnya.

    (Kaperwil MWPS Sumut; t.rait)

  • Artikel,  Berita Duka,  Kesehatan,  MBG,  SOSIAL

    Tragedi Makanan Bergizi: Puluhan Siswa di Toba Keracunan Massal

    Tragedi Makanan Bergizi: Puluhan Siswa di Toba Keracunan Massal

    Kabupaten Toba, wartapenasatu.com – Sumatera Utara, digegerkan oleh insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dari dua sekolah berbeda. Pada hari Rabu, 15 Oktober 2025, SMP Negeri 1 Laguboti dan SD Negeri 173557 Tanding Sigumpar menjadi pusat perhatian setelah sejumlah besar siswa mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh pihak sekolah. Kejadian ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk dinas kesehatan dan pemerintah daerah, dalam upaya menangani krisis kesehatan yang mendadak ini.

    Akibat insiden ini, puluhan siswa SMP Negeri 1 Laguboti dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan berbeda di Kabupaten Toba, yaitu RSU HKBP Balige, RSUD Porsea, dan Puskesmas Laguboti. Kondisi beberapa siswa dilaporkan cukup serius hingga memerlukan perawatan intensif, termasuk penggunaan ventilator oksigen untuk membantu pernapasan. Situasi ini menggambarkan betapa seriusnya dampak keracunan tersebut terhadap kesehatan para siswa.

    Di Unit Gawat Darurat (UGD) RSU HKBP Balige, terlihat para siswa yang mengalami keracunan MBG tengah menjalani perawatan intensif. Beberapa di antaranya tampak lemah dan membutuhkan infus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare. Pemandangan ini mencerminkan betapa mengerikannya pengalaman yang dialami oleh para siswa akibat keracunan makanan tersebut.

    Menurut penuturan beberapa korban yang dirawat di UGD RSU HKBP Balige, makan siang MBG dilaksanakan sekitar pukul 10.30 WIB. Gejala keracunan baru dirasakan beberapa jam kemudian, tepatnya setelah para siswa pulang sekolah sekitar pukul 13.30 WIB. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa, serta bagaimana makanan tersebut dapat menyebabkan keracunan massal.

    Ironisnya, sebelum makan siang, guru-guru berpesan agar seluruh makanan MBG yang disajikan harus dihabiskan agar tidak mubazir. Pesan ini, yang seharusnya bertujuan baik untuk mengajarkan siswa menghargai makanan, justru menjadi bumerang ketika makanan yang dikonsumsi ternyata mengandung zat berbahaya yang menyebabkan keracunan.

    Salah seorang korban menuturkan bahwa pada hari ketiga, aroma MBG yang diterimanya sudah tidak sedap, terutama pada sayuran. Rasanya pun tidak seperti sayuran yang baru dimasak, melainkan seperti masakan kemarin. Ikan mujair asam manis yang disajikan juga terasa kurang berkualitas, begitu pula dengan rasa dan aroma tempe yang tidak mengenakkan. Bahkan, buah semangka yang disajikan tidak lagi segar, seolah-olah sudah dipotong sejak hari sebelumnya.

    Pada hari kedua, siswa juga mengeluhkan bahwa sayuran lalapan yang disajikan sudah tampak seperti busuk, dengan ruas sayur yang berwarna kuning kecoklatan dan aroma yang kurang sedap atau basi. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas makanan MBG yang disajikan semakin menurun dari hari ke hari, hingga akhirnya mencapai puncaknya pada hari ketiga dengan terjadinya keracunan massal.

    Padahal, pada hari pertama, Senin (13/10/2025), makanan MBG yang disajikan masih terasa enak dan beraroma sedap, dengan lauk daging dan buah jeruk. Namun, dagingnya terasa keras. Perubahan kualitas makanan yang drastis ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan proses pengadaan dan penyajian makanan MBG tersebut.

    Insiden keracunan massal ini menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan di Kabupaten Toba. Selain menimbulkan trauma bagi para siswa dan orang tua, kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pengendalian kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Pemerintah daerah dan dinas pendidikan harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, serta memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada siswa benar-benar bergizi dan aman untuk dikonsumsi.

  • Artikel,  Daerah,  perkebunan,  pertanian,  SOSIAL

    Masinton Pasaribu: Bantuan untuk Masyarakat Tidak Boleh “Ecek-ecek”

    Masinton Pasaribu: Bantuan untuk Masyarakat Tidak Boleh “Ecek-ecek”

    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com -15 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sibolga menggelar acara penanaman perdana padi di Desa Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Rabu (15/10/2025).

    Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Tapteng H. Mahmud Efendi Lubis, para Asisten, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tapteng, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapteng, Camat Sorkam Barat, Kapolsek Sorkam, Kepala Desa Sorkam Kanan, Penyuluh Pertanian, Brigade Pangan, serta para petani.

    Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Tapteng H. Mahmud Efendy Lubis dan Kepala Perwakilan BI Sibolga Riza Putera, secara simbolis melakukan penanaman perdana padi varietas Gamagora 7.

    Dalam sambutannya, Masinton Pasaribu menegaskan bahwa bantuan kepada masyarakat tidak boleh setengah-setengah atau “ecek-ecek”. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan program yang serius dan terintegrasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

    “Aktivitas ini dilaksanakan dalam mendukung Astacita untuk mewujudkan swasembada pangan yang diprogramkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Masinton.

    Masinton juga menyampaikan bahwa masa depan ekonomi masyarakat Tapteng terletak pada sektor pertanian. Oleh karena itu, pembangunan program pertanian harus terintegrasi, sehingga hasil pertanian meningkat dan petani sejahtera. Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pertanian yang berkualitas dan tata kelola hasil pertanian yang baik.

    “Saya tidak mau bangunan itu asal jadi, harus bisa dipergunakan dengan baik. Pembangunan harus terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari irigasi hingga ke tata kelola hasil pertaniannya harus bermanfaat, karena membantu masyarakat tidak boleh tanggung-tanggung,” tegasnya. Masinton menambahkan bahwa pemerintah juga akan berupaya memfasilitasi kebutuhan petani, termasuk menindak tegas praktik mafia pupuk.

    Riza Putera dari BI Sibolga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BI Sibolga dan Pemkab Tapteng. Varietas Gamagora 7 dipilih karena cocok untuk sawah yang kesulitan air dan telah berhasil meningkatkan hasil panen di daerah Lombok. Diharapkan, varietas ini juga dapat meningkatkan hasil panen petani di Tapteng.

    Dengan adanya program ini, diharapkan sektor pertanian di Tapanuli Tengah semakin maju dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Wartapenasatu.com @2025