Kejati Kalteng Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Penjualan Zircon, Kerugian Negara Capai Rp1,3 Triliun

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Senin 22 Desember 2025 – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah kembali menetapkan dua orang tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penjualan Zircon dan mineral turunan lainnya yang melibatkan PT Investasi Mandiri dan sejumlah entitas terkait di Provinsi Kalimantan Tengah.
Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalteng dalam konferensi pers terkait perkembangan penyidikan perkara yang terjadi dalam rentang waktu 2020 hingga 2025.
Dua tersangka yang baru ditetapkan masing-masing berinisial IH dan ETS. Tersangka IH merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Tengah. Sementara ETS diketahui sebagai karyawan PT Investasi Mandiri dan CV Dayak Lestari.Aspidsus menjelaskan, IH diduga turut serta melakukan tindak pidana korupsi bersama tersangka lain berinisial VC. Dalam kapasitasnya sebagai ASN, IH terlibat dalam persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Investasi Mandiri yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Selain itu, IH juga diduga menerima pemberian atau janji terkait proses penerbitan persetujuan RKAB serta pertimbangan teknis dalam perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) perusahaan tersebut.
Sementara itu, tersangka ETS diduga turut serta melakukan penjualan Zircon dan mineral turunan lainnya, baik untuk pasar domestik maupun luar negeri, yang tidak sesuai dengan ketentuan. ETS juga disangkakan memberikan sesuatu kepada pegawai negeri sehubungan dengan penerbitan persetujuan RKAB dan pertimbangan teknis dalam perpanjangan IUP OP PT Investasi Mandiri.

Akibat perbuatan para tersangka, negara diperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp1,3 triliun. Saat ini, nilai kerugian negara tersebut masih dalam proses penghitungan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat.
Dalam perkara ini, tersangka IH disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 ayat (2) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Sedangkan tersangka ETS disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 juncto Pasal 18 dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.Untuk kepentingan penyidikan, Kejati Kalimantan Tengah melakukan penahanan terhadap tersangka IH dan ETS selama 20 hari, terhitung sejak 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Keduanya ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya.
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah menegaskan akan terus mengembangkan penyidikan perkara ini guna mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat serta memastikan pemulihan kerugian keuangan negara.(ryt)
Bupati Samosir Monitoring Pembangunan Jembatan Sitapigagan, Penantian 16 Tahun Masyarakat Terealisasi

Samosir, Sumatera-Harapan masyarakat Desa Bonandolok dan Desa Hasinggaan akhirnya terwujud. Setelah penantian selama kurang lebih 16 tahun, pembangunan Jembatan Sitapigagan yang menghubungkan Desa Bonandolok dan Hasinggaan sudah dikerjakan dan sudah memasuki tahap akhir. Pembangunan jembatan ini menjadi bagian penting dalam upaya membuka konektivitas antar wilayah desa hingga lintas kabupaten.
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Samosir juga sudah mengerahkan alat berat dan armada truk untuk membuka jalan dari Bonandolok–Hasinggaan. Dengan demikian, ketika jembatan selesai dibangun, akses transportasi darat antar desa dapat langsung difungsikan, bahkan ke depan akan tersambung hingga Silalahi, Kabupaten Dairi, serta wilayah Karo.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini dilaksanakan melalui sinergitas anggaran antara Pemerintah Kabupaten Samosir dan Pemerintah Pusat.

Pembangunan jembatan ini merupakan bentuk sinergi pusat dan daerah. Abutment jembatan dibangun melalui APBD Kabupaten Samosir, sedangkan konstruksi jembatan dibiayai oleh Kementerian PUPR,” kata Vandiko saat melakukan monitoring pembangunan jalan dan Jembatan di Bonandolok, ( 24/12/2025 ).
Selain jembatan, usulan Bupati Samosir untuk pembangunan jalan dari Simpang Tulas ke Bonandolok melalui skema Instruksi Jalan Daerah (IJD) membuahkan hasil dan saat ini dalam proses pengerjaan jalan hotmix sepanjang 1,7 kilometer hasil sinergi dengan Kementerian PUPR.
Selama ini ruas jalan dari Simpang Tulas ke Bonandolok masih rusak dan kini sudah di hotmix. Kami berkomitmen membuka konektivitas antar desa dan antar daerah, hingga menghubungkan Samosir dengan Dairi dan Karo, tegasnya.
Vandiko menambahkan, Pemkab Samosir akan terus mengedepankan skema sinergitas dalam pembangunan infrastruktur ke depan. Untuk tahun berikutnya, Pemkab Samosir kembali mengusulkan pembangunan ruas Sp. Gotting–Janji Raja agar masuk dalam program IJD. Kami berharap usulan tersebut dapat diterima dan kembali mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat, ungkap Vandiko.
Bupati Samosir menilai pembangunan jalan dan jembatan ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mendukung konektifitas antar daerah kawasan Danau Toba, khususnya pengembangan potensi wisata Air Terjun Sitapigagan di Bonandolok.
Dengan terbukanya akses jalan dan jembatan, potensi wisata yang ada akan semakin mudah dijangkau. Ini akan mendorong peningkatan kunjungan wisata dan kesejahteraan masyarakat, harapnya.
Camat Sianjur Mulamula Andri P. Limbong menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih masyarakat atas dibukanya akses jalan dan pembangunan jembatan tersebut.
Pembukaan akses ini memberikan dampak multi efek. Desa yang sebelumnya berstatus tertinggal kini berpeluang menjadi desa berkembang. Efisiensi biaya hidup masyarakat juga meningkat karena akses transportasi menjadi lebih mudah, ujarnya.Anggota DPRD Samosir dari Fraksi Golkar, Jonny Sagala, menyebut pembangunan ini sebagai jawaban atas keraguan masyarakat selama bertahun-tahun. Dulu saat peletakan jembatan sempat dianggap janji palsu, tapi hari ini terbukti. Ke depan kami siap bersinergi menuntaskan jalan hingga tembus ke Silalahi, Kabupaten Dairi, ujarnya.
Pembangunan jembatan Sitapigagan ini membawa sukacita bagi warga setempat. Rohani Panjaitan salah satu warga setempat mengapresiasi langkah Bupati Samosir dalam pembangunan tersebut. Saya sangat bangga kepada Bupati Vandiko, jembatan ini sudah lama kami nantikan bahkan sampai 16 tahun, namun dimasa pak Vandiko baru bisa terealisasi, Kata Rohani Panjaitan.
Marlen s
Pimpin Langsung Monitoring Pos Nataru, Bupati–Wabup Samosir Tegaskan Pelayanan Humanis dan Kesiapsiagaan Personel

Samosir, Sumatera-Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk dan Forkopimda memimpin langsung monitoring Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru (Nataru), (24/12/2025).
Monitoring ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel dalam memberikan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat serta wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Samosir selama libur Natal dan Tahun Baru.
Tim monitoring dibagi menjadi dua. Tim I dipimpin langsung oleh Bupati Samosir, terdiri dari Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon, Kapolres Samosir, Pabung, Sekda Samosir, para asisten, staf ahli bupati, serta pimpinan OPD.
Sementara itu, Tim II dipimpin Wakil Bupati Samosir, terdiri dari Wakapolres Samosir, Asisten II, staf ahli, dan OPD terkait.Kedua tim memulai monitoring dari Pos Pelayanan Simpang Empat Pangururan. Pada kesempatan tersebut, Bupati Samosir menyerahkan bingkisan berupa makanan ringan dan minuman kepada petugas pos sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menegaskan pentingnya kerja sama tim, koordinasi lintas sektor, serta pelayanan yang humanis kepada masyarakat, perantau, dan wisatawan.

Pengecekan dan monitoring pos pelayanan Nataru ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel siap melayani dan mengamankan masyarakat,ujar Vandiko.Bupati juga mengapresiasi dedikasi para petugas yang tetap menjalankan tugas di tengah suasana perayaan Natal dan Tahun Baru.
Dalam suasana Natal, bapak dan ibu tetap melayani masyarakat. Mari kita tunaikan tugas bersama ini dengan mengedepankan komunikasi yang baik serta mengantisipasi potensi konflik melalui pendekatan humanis. Jaga kesehatan dan jadikan tugas ini sebagai ibadah, katanya memberi semangat. Terkhusus pelayanan di Pelabuhan diminta pihak KSOPP Danau Toba bekerja maksimal menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan.
Selain itu, Bupati menegaskan pos pelayanan tidak boleh kosong serta meminta agar petugas yang sakit segera digantikan demi menjaga optimalisasi pelayanan.Terkait kondisi cuaca dan bencana yang terjadi di beberapa daerah, Bupati Samosir menyampaikan bahwa hingga saat ini Kabupaten Samosir berada dalam kondisi aman dan kondusif. Ia mengajak perantau dan wisatawan untuk tidak ragu berkunjung ke Samosir, baik untuk merayakan Natal dan Tahun Baru maupun menikmati keindahan alam Samosir.
Memang ada imbauan BMKG terkait cuaca ekstrem, namun sampai saat ini kondisi di Samosir aman dan terkendali. Wisatawan tidak perlu ragu berkunjung, tetapi kita harus berpedoman pada imbauan BMKG, ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Vandiko juga mendorong optimalisasi penggunaan sistem tiket online pada sektor transportasi keluar-masuk Samosir guna mempermudah akses masyarakat dan wisatawan. Pada pengamanan Nataru tahun ini, OPS lilin Toba dengan gabungan personil dari Pemkab Samosir, TNI/Polri ditempatkan pada 9 pos pelayanan. Dari hasil monitoring, seluruh personel dinyatakan siap bertugas dan dalam kondisi sehat.

Kapolres Samosir Rina Frillya dalam arahannya menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor. Operasi Lilin bukan hanya pengamanan, tetapi juga panggilan tugas untuk melayani masyarakat agar dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman dan nyaman, ujarnya.
Ketua DPRD Samosir Nasip Simbolon turut mengapresiasi soliditas dan sinergitas seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan Nataru. Kami mendukung penuh pengamanan Nataru. Jaga koordinasi, kesehatan, dan berikan pelayanan humanis agar wisatawan dan perantau merasa nyaman, katanya.
Nasip juga mengimbau para pelaku UMKM agar menjaga stabilitas harga demi menciptakan citra Samosir sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang aman, nyaman, dan layak dikunjungi.Marlen s
Bupati Samosir Bersama Wabup dan Forkopimda Monitoring Keamanan Gereja, Pastikan Malam Perayaan Natal Berjalan Aman dan Kondusif

Samosir, Sumatera-Setelah melakukan monitoring pos pelayanan Ops Lilin Toba 2025, Bupati Samosir bersama Forkopimda kembali turun lapangan, mengecek keamanan dan kekondusifan perayaan malam natal bagi Umat Nasrani di Kabupaten Samosir, ( 24/12/2025 )..
Beberapa gereja yang ditinjau antara lain Gereja HKBP Pangururan Kota, Gereja Paroki St. Mikhael Pangururan, Gereja Bolon HKBP, GKPI Tanah Lapang Pangururan. Selain di wilayah Kecamatan Pangururan, Bupati Samosir juga telah menugaskan masing-masing camat se-Kabupaten Samosir, Sekcam dan kepala desa se-Kabupaten Samosir untuk turut melakukan monitoring pengamanan.

Dari hasil pemantauan dan Komunikasi Bupati Samosir kepada jemaat dan pengurus gereja, pelaksanaan ibadah berjalan lancar tanpa halangan dan gangguan, jumlah jemaat yang hadir bertambah dalam perayaan. Vandiko menyampaikan, Pemkab. Samosir bersama TNI/Polri siap untuk menambah personil pengamanan apabila dibutuhkan.
Sampai saat ini pantauan dilapangan terjadi peningkatan partisipasi jemaat dan semua berjalan kondusif dan lancar. Selamat beribadah bagi seluruh masyarakat, saya bersama Wabup dan Forkopimda menjamin keamanan dan kekondusifan perayaan malam natal, ucap Vandiko. Dengan upaya ini, Bupati Samosir berharap masyarakat dapat melaksanakan ibadah natal penuh sukacita, nyaman dan damai.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Samosir mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyambut wisatawan dan perantau dengan ramah dan penuh kehangatan sehingga Kabupaten Samosir yang dikenal dengan budaya dan keindahan alamnya semakin terkenal dimata dunia.

Sementara itu, Kapolres Samosir Rina Frillya menyebutkan, dalam perayaan Natal ini mengutamakan pelayanan. Kita utamakan pelayanan agar masyarakat dapat merayakan dengan tenang dan damai, ungkap Rina.
Turut hadir Kajari Samosir Satria Irawan, Pabung 0210 TU G. Sebayang, Sekdakab. Samosir Marudut Tua Sitinjak, Kabid IKP Diskominfo dan pimpinan OPD lainnya.
Marlen sKapolres Samosir Bersama Forkopimda Monitoring Pos Pelayanan Operasi Lilin Toba 2025

Samosir, Sumatera-Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kapolres Samosir AKBP Rina Frillya, S.I.K bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Samosir melaksanakan monitoring Pos Pelayanan Operasi Lilin Toba 2025, Rabu (24/12/2025).
Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, S.T, Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, S.E., M.M, Ketua DPRD Kabupaten Samosir Nasib Simbolon, Pabung Kodim 0210/TU Mayor G. Sebayang, Pejabat Utama Polres Samosir, serta Ketua dan Pengurus Bhayangkari Polres Samosir.
Rangkaian kegiatan diawali dengan berkumpulnya rombongan Forkopimda di Rumah Dinas Bupati Samosir pada pukul 09.30 WIB untuk pembagian tugas monitoring Pos Pelayanan Natal dan Tahun Baru. Selanjutnya, pada pukul 10.15 WIB, rombongan meninjau Pos Pelayanan Simpang 4 HKBP Bolon Pangururan.
Di lokasi tersebut, Kapolres Samosir bersama Forkopimda melakukan pengecekan situasi kamtibmas, kesiapan personel, serta sarana dan prasarana pos pelayanan. Selain itu, rombongan juga menyerahkan bingkisan Natal kepada personel pengamanan. Kapos Yan Simpang 4 HKBP Bolon, AKP B.T. Dalimunthe, memaparkan pola pengamanan yang diterapkan selama Operasi Lilin Toba 2025 kepada unsur Forkopimda. Usai monitoring di Pos Simpang 4 HKBP Bolon Pangururan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian tim menjadi dua kelompok.

Tim I dipimpin langsung oleh Kapolres Samosir bersama Bupati Samosir dan Ketua DPRD Kabupaten Samosir, melaksanakan monitoring di wilayah Kecamatan Pangururan dan Kecamatan Simanindo. Tim ini meninjau Pos Pelayanan Ambarita, Pos Pelayanan Tomok, serta Pos Pelayanan Pelabuhan Simanindo.
Dalam kesempatan tersebut, Forkopimda Kabupaten Samosir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan dan pelayanan Operasi Natal dan Tahun Baru.Forkopimda menekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP), mengutamakan keselamatan masyarakat dan penumpang, khususnya di kawasan pelabuhan dan objek wisata, serta memberikan pelayanan secara humanis, ramah, dan profesional.
Sementara itu, Tim II yang dipimpin oleh Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk bersama Wakapolres Samosir Kompol Briston A.M. Napitupulu, S.T., S.I.K, melaksanakan monitoring di wilayah Kecamatan Harian, Nainggolan, dan Onan Runggu. Tim II melakukan pengecekan di Pos Pelayanan Simpang 3 Tele, Menara Pandang Tele, Simpang Gotting, dan Pos Pelayanan Sipinggan.

Kepada para personel di pos pelayanan, Forkopimda mengingatkan pentingnya pengaturan arus lalu lintas secara aktif dan situasional, khususnya di jalur Tele–Pangururan, Simpang Gotting, dan kawasan wisata, guna mencegah kemacetan serta kecelakaan lalu lintas. Sinergitas dan koordinasi lintas instansi juga ditekankan demi kelancaran arus lalu lintas selama Operasi Natal dan Tahun Baru.
Seluruh rangkaian kegiatan monitoring Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Operasi Lilin Toba 2025 di wilayah Kabupaten Samosir, dalam keadaan aman dan lancar.
Plt Kasi Humas Polres Samosir Brigpol Gunawan Situmorang menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan keaktifan personel, kesiapan sarana dan prasarana, serta pola pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan. Selain itu, Kapolres Samosir bersama Forkopimda juga memberikan dukungan moril kepada seluruh petugas yang bertugas di pos-pos pelayanan selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Marlen sBus TNI AL Bawa 12 Prajurit Kecelakaan di Tol Belmera
Bus TNI AL Bawa 12 Prajurit Kecelakaan di Tol Belmera

Belawan, wartapenasatu.com -Kecelakaan lalu lintas terjadi antara sebuah bus TNI Angkatan Laut (AL) nomor Polisi 7219 dengan Truk BK 8729 DL, di Jalan Tol Belmera, KM 8.800 Jalur Ambon, arah ke Tanjung Morawa, Selasa (23/12/2025).
Dari foto yang beredar, bus TNI AL tampak ringsek parah mulai dari bagian depan hingga belakang.Sedangkan truk tampak baik-baik saja, tak ada rusak sedikitpun.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Firman Darmansyah mengatakan, akibat kecelakaan ini sebanyak 1 orang meninggal dunia.
Sedangkan 11 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
“Sebanyak 11 orang mengalami luka-luka dan 1 orang meninggal dunia,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Firman Darmansyah, Selasa 23 Desember 2025.Kombes Firman mengatakan, kecelakaan lalu lintas ini terjadi sekira pukul 11:45 WIB.
Dimana Bus membawa 12 prajurit TNI AL KRI Suharso yang akan pesiar ke Kota Medan.Saat ini seluruh korban dibawa ke RS Mitra Medika Jalan Yos Sudarso Medan.
Kemudian Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan saksi dan sebagainya.“Bus TNI AL berpenumpang 12 orang personil TNI KRI Suharso hendak pesiar ke Medan.”
Untuk soal korban tewas kecelakaan bus rombongan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) yang terjadi di Jalan Tol Belmera, KM 8.800 Jalur Ambon, arah ke Tanjung Morawa.Plh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman mengatakan, berdasarkan laporan anggota di lapangan kepadanya yang terbaru, tidak ada korban jiwa.
Sebelumnya dikabarkan, dari peristiwa kecelakaan ini terdapat satu orang korban tewas dan 11 luka-luka.
Seorang saksi mata, Defi, warga Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, menceritakan bahwa kecelakaan bermula saat truk bermuatan semen melaju dari arah Belawan menuju Medan melalui jalur kanan.
Menurut keterangan saksi, truk tersebut kehilangan tenaga saat melintasi medan jalan yang sedikit menanjak di area tol Belmera.
Akibat beban muatan yang berat, truk tidak kuat menanjak dan mulai bergerak mundur di jalur kanan.
Di saat bersamaan, bus TNI AL yang melaju dari arah yang sama (Belawan menuju Medan) berada tepat di belakang truk di jalur kanan. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan dengan bagian belakang truk tidak terhindarkan.
Setelah menabrak bus, truk semen tersebut terus melaju mundur hingga akhirnya berhenti setelah menghantam pembatas jalan tol.
“Posisinya di jalur kanan. Truk itu mundur karena tidak kuat nanjak, sementara bus AL melaju kencang dari arah yang sama dan langsung menabrak bagian belakang truk,” ujar Defi di lokasi kejadia.
Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara menyampaikan data terbaru mengenai jumlah korban akibat kecelakaan bus rombongan TNI Angkatan Laut di Jalan Tol Belmera KM 8.800, Selasa siang.
Insiden yang melibatkan bus bernomor polisi 7219 dengan sebuah truk tersebut terjadi saat rombongan prajurit TNI AL sedang dalam perjalanan menuju Kota Medan.
Dirlantas Polda Sumut, Kombes Firman Darmansyah, mengonfirmasi bahwa bus tersebut membawa 24 personel yang merupakan awak Kapal Republik Indonesia (KRI) Suharso.
Rincian Kondisi dan Lokasi Perawatan Korban
Berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian, dari total 24 penumpang yang berada di dalam bus, tercatat empat orang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.Sebanyak tiga personel yang mengalami luka kategori sedang telah dibawa ke Rumah Sakit Setia Budi, sementara satu korban lainnya dirawat di RS Mitra Medika Yos Sudarso.
Pihak kepolisian terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para prajurit tersebut berkoordinasi dengan tim medis di masing-masing rumah sakit.
Sebagian Personel Telah Kembali ke Satuan
Kombes Firman Darmansyah menjelaskan bahwa enam personel lainnya yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan medis pertama di lokasi.Keenam prajurit tersebut kini dilaporkan sudah diperbolehkan kembali ke kapal bersama 14 personel lainnya yang berada dalam kondisi selamat atau tidak mengalami luka serius.
Secara keseluruhan, mayoritas rombongan KRI Suharso yang terlibat dalam kecelakaan sekitar pukul 11.45 WIB tersebut kini sudah dapat berkumpul kembali dengan kesatuannya.
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)Ka Ops Res Lilin Toba 2025 Polres Samosir Cek Situasi Pos Pelayanan di Hari Pertama Operasi

Samosir, Sumatera-Polres Samosir resmi mengawali pelaksanaan Operasi Lilin Toba 2025 dengan menggelar Apel Gelar Pasukan sebagai bentuk kesiapan akhir pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan melibatkan unsur kepolisian dan stakeholder terkait di Kabupaten Samosir. (21/12/2025).
Dalam pelaksanaan Operasi Lilin Toba 2025, Polres Samosir menyiapkan sebanyak 209 personel. Rinciannya, 101 personel ditempatkan di Pos Pelayanan, 21 personel sebagai Tim Urai untuk mengantisipasi kemacetan, serta 87 personel disiagakan untuk tugas standby bantuan penambahan personel operasi, piket mako, dan pelayanan masyarakat.
Pada hari pertama operasi, Ka Ops Res Operasi Lilin Toba 2025 Polres Samosir, AKBP Rina Frillya, S.I.K., didampingi Waka Ops Res Kompol Briston AM Napitupulu, S.T., S.I.K., Karendal Ops Res Kompol Eduar, S.H., serta Kasatgas III AKP Natanail Surbakti, S.H., M.H., melaksanakan pengecekan situasi di sejumlah Pos Pelayanan Operasi Lilin Toba 2025.

Sebanyak sembilan Pos Pelayanan telah disiapkan dan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan, yakni Pos Pelayanan Simpang 3 Tele, Menara Pandang Tele, Simpang Gonting, Simpang 4 HKBP Bolon, Pasir Putih Parbaba, Pelabuhan Simanindo, Pelabuhan Ambarita, Tomok, serta Pelabuhan Sipinggan. Masing-masing pos melaksanakan pelayanan sesuai karakteristik wilayahnya.
Pos Simpang 3 Tele berfokus pada pengamanan arus lalu lintas pintu masuk darat ke Kabupaten Samosir. Pos Menara Pandang Tele memberikan pengamanan bagi wisatawan di kawasan objek wisata dan jalan umum sekitarnya. Pos Simpang Gonting mengamankan kawasan wisata Bukit Sibea-bea, Bukit Holbung, Air Terjun Efrata, serta kelancaran lalu lintas. Pos Simpang 4 HKBP Bolon melayani aktivitas masyarakat dan wisatawan di pintu masuk Pulau Samosir, termasuk kawasan Jembatan Tano Ponggol, Waterfront Pangururan, dan perhotelan.
Pos Pelabuhan Simanindo dan Ambarita memberikan pelayanan terhadap aktivitas kapal feri dan penumpang. Pos Pelabuhan Tomok melayani kegiatan masyarakat, kapal umum, serta kapal wisata di Desa Tomok, dan Pos Pelabuhan Sipinggan melengkapi pengamanan jalur penyeberangan.
Selain pos pelayanan, Polres Samosir juga menyiapkan Tim Urai untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan melancarkan arus lalu lintas, yang didukung oleh personel standby mako guna memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat dan wisatawan.
Dari hasil pengecekan Pos Pelayanan, Ka Ops Res menyampaikan bahwa seluruh personel hadir lengkap, memahami tugas dan tanggung jawabnya, serta didukung sarana dan prasarana yang memadai. Alat komunikasi berfungsi dengan baik, kendaraan dinas siap digunakan, dan kondisi pos dinilai layak serta aman.

AKBP Rina Frillya, S.I.K., menekankan kepada para Kepala Pos dan Danru agar selama bertugas tetap menjaga penampilan, bersikap sopan, menjunjung tinggi kehormatan Polri, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan wisatawan.
Ia juga mengingatkan pentingnya pemantauan arus masuk dan keluar kendaraan, pencegahan kemacetan, kecepatan respon terhadap situasi, serta percepatan pelaporan melalui handy talky dan koordinasi berjenjang. Setiap laporan atau permintaan bantuan melalui Call Center 110 diminta untuk segera direspons.
Sinergitas antarinstansi harus terus diperkuat. Prosedur penanganan kecelakaan, bencana, dan gangguan keamanan perlu dipahami dengan baik. Kesiapan petugas kesehatan, alat P3K, jalur evakuasi, serta rujukan rumah sakit harus disiapkan secara matang, tegas AKBP Rina Frillya.
Sementara itu, PLT Kasi Humas Polres Samosir Brigpol Gunawan Situmorang menyampaikan bahwa hingga pukul 18.00 WIB pada hari pertama Operasi Lilin Toba 2025, situasi di wilayah hukum Polres Samosir terpantau aman dan kondusif.
Marlen S
209 Personel Polres Samosir Ikuti Apel Gelar Pasukan Kesiapan Akhir Operasi Lilin Toba 2025

Samosir, Sumatera Utara-Sebanyak 209 personel Polres Samosir mengikuti Apel Gelar Pasukan Kesiapan Akhir Operasi Lilin Toba 2025 tingkat Kabupaten Samosir yang digelar pada, Apel berlangsung di Tanah Lapang Pangururan mulai pukul 16.00 WIB sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.( 19/12/2025 ).
Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Kapolres Samosir AKBP Rina Frillya, S.I.K., selaku Pimpinan Apel. Adapun Perwira Apel dijabat oleh Kasat Lantas Polres Samosir AKP Natanail Surbakti, S.H., M.H., dengan Komandan Apel IPDA Alvius Ginting. Sementara itu, tugas Ajudan dipercayakan kepada BRIPDA Priyatama Abdillah Harahap, Pembawa Baki Brigadir Lamtio Sinaga, S.H., Pembawa Acara Brigadir Maici Elviana Naibaho, S.H., serta Pembaca Doa Brigadir Bagus.
Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penyematan pita tanda Operasi Lilin Toba 2025 kepada perwakilan personel, yakni Brigadir Dwi Hetriandy, S.H., BRIPDA Hezkiel Sitindaon, BRIPDA Ary Anjas Saragih, serta perwakilan dari unsur TNI, BPBD, dan Satpol PP.

Apel gelar pasukan ini turut dihadiri Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, S.T., Danramil 01/Simanindo Kapten Arh. Edi Waryanto, Kasub Seksi Pertimbangan Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Samosir Andreas Wira Waruwu, S.H., Anggota DPRD Kabupaten Samosir Fraksi NasDem Marco Simbolon, Wakapolres Samosir Kompol Briston A. M. Napitupulu, S.T., S.I.K., para pimpinan OPD Kabupaten Samosir, pejabat utama Polres Samosir, serta FKUB Kabupaten Samosir.
Susunan peserta apel terdiri dari barisan personel TNI, Polri, Dishub, Satpol PP, BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, serta anggota Pramuka. Seluruh rangkaian apel berjalan tertib, mulai dari laporan komandan apel, pemeriksaan pasukan, penyematan pita operasi, hingga amanat pimpinan apel dan doa.
Dalam amanatnya, Kapolres Samosir AKBP Rina Frillya, S.I.K. membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. yang menegaskan bahwa Apel Gelar Pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun Baru.
Disebutkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang atau meningkat 7,97 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut diperkuat dengan prediksi cuaca ekstrem dari BMKG akibat sistem siklonik dan puncak musim hujan yang berpotensi menimbulkan bencana alam.
Oleh karena itu, pelayanan Nataru tahun ini harus dilaksanakan secara ekstra, mulai dari aspek pengamanan, pelayanan, hingga respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan, demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, demikian disampaikan dalam amanat tersebut.

Kapolri juga menyampaikan bahwa Operasi Lilin 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan melibatkan 146.701 personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait. Sebanyak 2.903 pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu telah disiapkan di seluruh Indonesia untuk mengamankan 44.436 objek vital, termasuk gereja, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, bandara, dan lokasi wisata.
Selain fokus pada pengamanan ibadah Natal dan malam pergantian tahun, operasi ini juga menitikberatkan pada kelancaran lalu lintas, pengendalian arus transportasi, pengamanan kawasan wisata, antisipasi kejahatan konvensional, pencegahan terorisme, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam.
Kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Toba 2025 di Kabupaten Samosir berakhir pada pukul 17.05 WIB dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh unsur yang terlibat. Apel ini menjadi penanda kesiapan seluruh pihak dalam memberikan pelayanan dan pengamanan maksimal kepada masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah Kabupaten Samosir.
Marlen s
Satlantas Polres Toba Ajak Pelajar Tertib Berlalulintas dan Jadilah Pelopor Keselamatan dalam Berlalulintas

Toba, wartapenasatu.com – Satlantas Polres Toba kembali melaksanakan kegiatan Dikmas Lantas Police Goes to School, sebagai bagian dari program pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat terorganisir, khususnya generasi muda.
Kegiatan ini dilaksanakan di SMPN 2 Kecamatan Uluan Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara, Kamis (18/12/2025)
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ps. Kanit Kamsel Polres Toba, Bripka Rika Nababan
Bripka Rika Nababan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa. Tentang pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas sekaligus menciptakan budaya tertib di lingkungan sekolah.
Ia juga menyampaikan berbagai poin penting yang menjadi fokus penyuluhannya. Seperti penggunaan helm berstandar SNI untuk melindungi kepala dari resiko kecelakaan.
Kemudian melengkapi kendaraan dengan spion, plat nomor, dan lampu utama guna memenuhi persyaratan keselamatan berkendara. Serta menghindari penggunaan knalpot brong.

“Penggunaan knalpot brong itu tidak hanya melanggar aturan, akan tetapi juga mengganggu ketertiban umum,” tegas Bripka Rika Nababan
Selain itu, Bripka Rika Nababan juga mengingatkan para pelajar, agar tidak terlibat dalam jaringan narkoba, geng motor dan kenakalan remaja lainnya.
Kami mengimbau kepada para pelajar, bisa menjadi pelopor keselamatan dalam berlalu lintas. Baik untuk diri sendiri maupun bagi orang lain. Serta mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas di lingkungan sekolah dan tempat tinggal masing-masing,” pesan Bripka Rika Nababan
Ia juga menambahkan, bahwa melalui kegiatan police goes to school. Pihaknya berharap dapat mendekatkan Polri khususnya Satlantas Polres Toba dengan para pelajar serta para guru.
“Harapan kami, dengan kegiatan ini semoga dapat menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, khususnya para pelajar. Dan mengurangi korban fatalitas akibat kecelakaan serta meningkatkan kedisiplinan dalam berlalu lintas,” pungkasnya.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)PDIP Taput akan Transfer Uang kepada Korban Longsor
PDIP Taput akan Transfer Uang kepada Korban Longsor

Taput, wartapenasatu.com – Ketua DPC PDIP Kabupaten Tapanuli Utara, Jimmi Tambunan , Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon, Ketua DPRD Taput Rudi Arifin Nababan dan Sabungan Parapat menyerahkan bantuan bencana alam kepada masyarakat kecamatan Parmonangan, Rabu (17/12/2025).
Desa pertama penyerahan paket sembako sebanyak 200 paket berupa beras, minyak goreng dan indomie di Desa Hutajulu. Total penduduk 310 kepala keluarga dan kekurangan bantuan sembako akan diserahkan secepatnya .
Jimmi Tambunan dan Rapidin Simbolon saat menyerahkan bantuan mengatakan, sudah menjadi tugasnya menyerahkan bantuan bagi warga yang terdampak bencana alam. PDI Perjuangan selalu hadir ditengah rakyat.
Mereka juga sampaikan, kepada para warga yang rumahnya rusak parah terdampak longsor, akan ada uang langsung ditransfer ke rekening yang bersangkutan. Tim kita akan datang untuk melakukan photo rumah yang terdampak dan berkas pendukung lainnya agar bisa segera bantuan disalurkan oleh PDI Perjuangan, ungkap mereka kepada warga desa Hutajulu.
Saya selaku Ketua DPC PDIP Tapanuli Utara yang baru diberikan mandat dan kepercayaan bersama dengan Rapidin Simbolon yang juga anggota DPR-RI, menyampaikan turut merasakan duka mendalam pasca bencana alam yang terjadi. Kiita serahkan kepada Tuhan, agar kembali membuat hidup yang baru dengan tetap penuh pengharapan, ujar mereka.
R.Manalu yang merupakan masyarakat desa Hutajulu selaku penerima bantuan dampak bencana alam dari partai PDIP, mengatakan terima kasih. Kiranya Tuhan segera memulihkan hati agar tetap tabah dan kuat dalam menghadapi kejadian, ucapnya.
Selanjutnya bantuan mereka serahkan kepada masyarakat yang juga mengalami dampak bencana alam di Desa Pertengahan dan Desa Hutabatu Kecamatan Parmonangan.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)