AGAMA
Merajut Fitrah, Membumikan Pancasila: Ucapan Hangat Idul Fitri 1447 H dari GPP Jawa Timur
SURABAYA – Di tengah gema takbir yang mulai berkumandang di seluruh pelosok Jawa Timur, Organisasi Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) Provinsi Jawa Timur secara resmi menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Pesan ini mengusung semangat rekonsiliasi dan penguatan nilai-nilai luhur bangsa dalam bingkai keberagaman yang harmonis.
Ketua GPP Jawa Timur, Dewi Shinta, SS, menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum krusial untuk kembali ke fitrah kemanusiaan yang beradab. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila sangat sejalan dengan semangat Idul Fitri yang menekankan pada pengampunan, pembersihan diri, dan kepedulian antar sesama manusia tanpa memandang latar belakang.
“Idul Fitri 1447 H ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk melakukan kontemplasi nasional. Mari kita jadikan hari kemenangan ini sebagai titik balik untuk semakin memperkokoh persaudaraan di bumi Jawa Timur, sekaligus memastikan bahwa nilai Pancasila hadir dalam setiap tarikan napas kehidupan sosial kita,” ujar Dewi Shinta dalam keterangannya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris GPP Jawa Timur, KGP Agung Budi Utomo SP, menegaskan bahwa semangat Idul Fitri harus menjadi fondasi dalam memperkuat ketahanan sosial. Ia melihat bahwa momen saling memaafkan merupakan manifestasi nyata dari sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia, yang harus terus dirawat di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.
“Kemenangan melawan hawa nafsu selama bulan suci Ramadan adalah modal besar bagi bangsa kita. Kami di kesekretariatan GPP Jawa Timur mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk mengonversi energi spiritual ini menjadi kerja-kerja nyata dalam menjaga kerukunan dan semangat gotong royong di lingkungan masing-masing,” tambah Agung Budi Utomo.
Sementara itu, Bendahara GPP Jawa Timur, Ir. Hari Cahyono, SE, menyoroti aspek keadilan sosial yang tercermin dalam tradisi berbagi di hari lebaran. Ia menekankan bahwa keberkahan Idul Fitri akan semakin sempurna apabila mampu memicu empati ekonomi dan kepedulian terhadap warga yang kurang beruntung, demi terwujudnya kesejahteraan bersama.
“Zakat dan sedekah yang kita tunaikan adalah bentuk pengamalan nilai keadilan sosial. Kami berharap semangat berbagi ini tidak berhenti di hari raya saja, namun menjadi perilaku ekonomi yang berkelanjutan guna memperkecil kesenjangan sosial di wilayah Jawa Timur,” tutur Hari Cahyono dengan penuh optimisme.
Menutup rangkaian ucapan tersebut, jajaran pimpinan GPP Jawa Timur berharap agar perayaan 1 Syawal 1447 H ini membawa kedamaian yang abadi bagi seluruh rakyat Indonesia. Organisasi berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pendekatan budaya dan nilai-nilai Pancasila yang inklusif dan menyejukkan.
Refleksi Kemenangan dan Persatuan: Pijar Nusa Bangsa Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
SURABAYA – Menyongsong fajar kemenangan 1 Syawal 1447 H, Organisasi Pijar Nusa Bangsa (PNB) secara resmi menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Indonesia. Pesan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sebuah seruan untuk mempererat tali persaudaraan kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Ketua Umum PNB, KGP Agung Budi Utomo SP, menyampaikan bahwa Idul Fitri tahun ini harus dijadikan momentum bagi setiap elemen bangsa untuk melakukan transformasi diri. Menurutnya, esensi dari ibadah puasa yang telah dijalani selama satu bulan penuh adalah melatih disiplin dan empati sosial yang harus diimplementasikan dalam kehidupan bernegara.
“Idul Fitri adalah simbol dari kembalinya kita kepada fitrah, yaitu kesucian hati dan pikiran. Kami di Pijar Nusa Bangsa berharap semangat ini mampu meleburkan segala perbedaan dan memperkokoh fondasi persatuan demi kemajuan Nusantara,” ujar Agung Budi Utomo dalam pesan tertulisnya.
Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Jenderal PNB, Dewi Shinta, SS, menekankan pentingnya komunikasi yang harmonis antarwarga. Ia menyoroti bahwa di era informasi ini, menjaga lisan dan jemari dari hal-hal yang memecah belah adalah bentuk nyata dari keberhasilan ibadah di bulan Ramadan.
“Kemenangan yang sejati adalah saat kita mampu merajut kembali silaturahmi yang mungkin sempat renggang. Kami mengajak seluruh anggota PNB dan masyarakat luas untuk menjadikan momen lebaran ini sebagai ajang saling memaafkan dengan tulus dan penuh suka cita,” tambah Dewi Shinta.
Dari sisi penguatan organisasi, Bendahara Umum PNB, Ir. Hari Cahyono, SE, melihat Idul Fitri sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas ekonomi dan kepedulian terhadap sesama. Ia mengingatkan bahwa keberkahan hari raya akan semakin terasa ketika semangat berbagi tetap terjaga melampaui bulan suci.
“Pijar Nusa Bangsa berkomitmen untuk terus menjadi wadah yang inklusif. Melalui semangat Idul Fitri, kita perkuat gotong royong dan kepedulian sosial guna memastikan tidak ada saudara kita yang tertinggal dalam merayakan kebahagiaan ini,” ungkap Hari Cahyono.
Sebagai penutup, seluruh jajaran pengurus pusat PNB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal nilai-nilai kebangsaan. Perayaan 1 Syawal 1447 H ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi bangsa Indonesia untuk melangkah lebih mantap menuju masa depan yang lebih cerah, damai, dan sejahtera di bawah naungan kerukunan.
Memaknai Ramadhan Penuh Berkah
“Memaknai Radhan penuh berkah, Tradisi Keluarga Alm Enin-Maya Berbuah Kehangatan – Bukber Terakhir Ramadhan 2026 bertempat di kediaman ktua Jhuno”

Wartapenasatu. Com-Tangerang, Minggu (15/3/2026) – Bulan suci Ramadhan kembali menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi dalam keluarga besar Alm Enin bin Saman dan Alm Maya binti Sakim. Keluarga ini telah memiliki tradisi rutin berkumpul setiap malam Jumat untuk silaturahmi, membaca Yasin, serta menggelar acara buka bersama (bukber) setiap tahunnya di bulan Ramadhan.

Almarhum Enin dan Almarhumah Maya diketahui memiliki tujuh anak, yaitu Kasni, Asinah, Marhan, Tholib, Hj. Suhaeni, Umah, dan Mamat sembara. Tradisi berkumpul yang penuh berkah ini telah berjalan selama 4 tahun dengan sistem bergilir lokasi di rumah-rumah anggota keluarga, menjadi bukti kekompakan yang terjaga erat antar generasi.

Perhelatan bukber tahun ini dilakukan secara berurutan di tujuh lokasi berbeda. Dimulai dari rumah Bpk. Mamat, kemudian berlanjut ke rumah Ma Ikas (Bu Ayu), rumah Bpk. Dori (cucu), rumah Bpk. Tholib, rumah Bu Umah, rumah Bu Saiti (cucu), dan diakhiri pada tanggal 15 Maret 2026 di kediaman Ketua yang biasa di sapa Bg. Jhuno yaitu di Kampung Ciatuy, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang.

Dalam sambutannya, Bg. Jhuno mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kekompakan dan kehadiran seluruh anggota keluarga yang hadir pada acara terakhir ini. Ia juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga tradisi ini agar tetap berkelanjutan dan tidak pernah memutus tali silaturahmi antar sesama keluarga.

Selain acara bukber, dalam kegiatan tersebut juga menyertakan santunan keluarga. Jr. Mamat, salah satu anggota keluarga, memberikan pesan penting kepada semua hadirin agar selalu mendukung setiap acara bukber dan santunan yang diadakan, serta menjaga silaturahmi sebagai bagian dari warisan leluhur yang tak ternilai harganya.

Ma Ikas juga menyampaikan doa dalam kesempatan tersebut, memohon limpahan berkah dari Allah SWT bagi seluruh keluarga Alm Enin-Maya, semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kekompakan yang tidak pernah pudar seiring berjalannya waktu.Pada akhir acara, Bg. Jhuno menyerahkan santunan berupa kurang lebih 70 paket sembako beserta kain sarung kepada anggota keluarga yang membutuhkan. Santunan ini menjadi wujud nyata kepedulian antar sesama keluarga dalam menghargai nilai-nilai kasih sayang yang diajarkan oleh leluhur mereka. (Wps_Shella)
PEMUDA PANCASILA RANTING JAGAKARSA GELAR BUKA PUASA BERSAMA DAN SANTUNAN ANAK YATIM-PIATU DI AKHIR RAMADHAN 1447 H
WARTA PENASATU.COM. JAKARTA SELATAN- 15 MARET 2026 – Mendekati penghujung bulan suci Ramadhan 1447 H, organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila Ranting Jagakarsa menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim-piatu di Musholla Nurul Amin, Jalan Gandaria Ujung, RT. 009 RW. 002, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Acara yang dimulai pada pukul 16.00 WIB berjalan lancar hingga selesai dengan penuh kehangatan.

Adi Supandi selaku Ketua Ranting Jagakarsa membuka acara dengan kata sambutan yang singkat namun penuh makna. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk wujud kepedulian Pemuda Pancasila terhadap sesama, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan pada bulan yang penuh berkah ini. “Kita berharap dengan kegiatan seperti ini, dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak penerima santunan. Semoga di tahun akan datang lebih banyak lagi yang dapat kita bantu,” ucap Adi Supandi.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang menunjukkan dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan tersebut. Selain puluhan anak-anak yang menjadi penerima santunan, juga hadir tokoh ulama, sesepuh masyarakat setempat, perwakilan Polsek Jagakarsa yang diwakili oleh Agus Duwi selaku Bhabinkamtibmas Wilayah Jagakarsa, serta Koramil 08 Jagakarsa yang diwakili oleh Mustofa selaku Babinsa Wilayah Jagakarsa. Kedua perwakilan dari institusi keamanan tersebut juga memberikan kata sambutan singkat, mengapresiasi upaya Pemuda Pancasila dalam menjaga keharmonisan dan memberikan bantuan kepada masyarakat.
Selain buka puasa bersama, acara juga diisi dengan sesi tausiyah yang disampaikan oleh Abdul Khoir Al Hasani. Materi tausiyah yang disampaikan fokus pada pentingnya berbagi rezeki dan menjaga hubungan baik antar sesama dalam ajaran Islam, yang sangat sesuai dengan semangat bulan Ramadhan.

Pada bagian akhir acara, Adi Supandi mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur yang telah memberikan kontribusi dan berbagi rezeki, sehingga kegiatan buka puasa bersama dan santunan ini dapat terlaksana dengan baik. Ia berharap kerjasama dan kepedulian dari berbagai pihak dapat terus berlanjut untuk mendukung kegiatan kemasyarakatan di masa mendatang.

Para penerima santunan yang terdiri dari anak-anak yatim-piatu dari wilayah Kelurahan Jagakarsa dan sekitarnya tampak sangat senang menerima bantuan yang diberikan, baik berupa paket sembako maupun uang tunai yang dapat membantu kebutuhan mereka selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.Menanam Iman Sejak Dini di Bulan Suci, Pondok Ramadan SMPN 1 Blega Bangun Karakter Generasi Zilenial
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Suasana penuh kekhusyukan tampak di lingkungan UPTD SMPN 1 Blega, Kabupaten Bangkalan, saat ratusan siswa melangkah perlahan menuju musala sekolah. Di tengah ibadah puasa Ramadan, langkah-langkah kecil itu membawa semangat besar untuk menimba ilmu dan memperdalam nilai-nilai keimanan.
Momentum spiritual tersebut hadir melalui kegiatan Pondok Pesantren Ramadan yang digelar selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi sarana pembinaan karakter dan spiritualitas bagi para siswa agar mampu memahami makna Ramadan secara lebih mendalam.
Bagi UPTD SMPN 1 Blega, Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum penting untuk membentuk karakter generasi muda.
Melalui kegiatan ini, siswa diajak merenungi makna ibadah sekaligus menanamkan nilai-nilai moral yang akan menjadi bekal dalam kehidupan mereka di masa depan.

Kepala UPTD SMPN 1 Blega, Heri Suharto, mengatakan bahwa Pondok Ramadan merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan nilai religius sekaligus membangun karakter siswa.
“Melalui kegiatan ini kami ingin siswa memahami bahwa puasa bukan sekadar kewajiban, tetapi juga sarana melatih kesabaran, kedisiplinan, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT,” ujar Heri Suharto.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Pondok Ramadan tahun ini menitikberatkan pada dua nilai penting bagi generasi muda, yakni cinta terhadap puasa Ramadan serta keteladanan Rasulullah SAW sebagai role model kehidupan.
Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak untuk melihat puasa bukan sebagai beban, melainkan sebagai bentuk kecintaan kepada Sang Pencipta.
Dengan memahami makna tersebut, rasa lapar dan dahaga justru menjadi latihan spiritual yang membentuk kesabaran serta memperkuat karakter diri.
Selain itu, materi Sirah Rasulullah SAW juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.
Para siswa diajak mengenal lebih dekat perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai kejujuran, kesederhanaan, serta kepedulian terhadap sesama.
Menurut Heri Suharto, di tengah derasnya pengaruh teknologi dan media sosial yang kerap memengaruhi pola pikir remaja, sangat penting menghadirkan figur teladan yang jelas bagi generasi muda.
“Remaja saat ini membutuhkan panutan yang kuat. Rasulullah SAW adalah teladan terbaik. Dari beliau, siswa belajar tentang empati sosial, kejujuran, dan bagaimana menjadi pribadi yang bermanfaat bagi lingkungan,” jelasnya.
Selama kegiatan berlangsung, berbagai aktivitas keagamaan digelar, mulai dari kajian keislaman, tadarus Al-Qur’an, hingga diskusi tentang nilai-nilai kehidupan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana belajar agama, tetapi juga mempererat kebersamaan antara siswa dan guru dalam suasana Ramadan yang penuh keberkahan.
Melalui Pondok Ramadan ini, SMPN 1 Blega berharap nilai-nilai keimanan yang ditanamkan selama bulan suci dapat terus tumbuh dalam diri para siswa.
Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat serta akhlak yang mulia. (Azis)***
Pondok Ramadhan SMPN 1 Kwanyar: Upgrade Iman Perbaiki Akhlaq Tema: Menjadi Gen Z Qur’ani dan Berprestasi
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Satuan pendidikan SMPN 1 Kwanyar kabupaten Bangkalan menggelar Pondok Ramadan 1447 Hijriah / 2026 Masehi yang bertema: Menjadi Gen Z yang Qur’ani dan Berprestasi, yang dilaksanakan di lingkungan sekolah pada tanggal 23 februari hingga 16 maret 2026.
Rakhmad Adhi Hartyanto-Plt. Kepala SMPN 1 Kwanyar mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan penguatan nilai – nilai karakter dalam Al-qur’an yang dipadukan dengan kegiatan kreasi dan nilai – nilai kearifan lokal. seperti praktik membuat ketupat dan kreasi adat lebaran di kampung.

“Kegiatan ini kita lakukan untuk menguatkan karakter siswa yang berbasis Al-Qur’an dengan menanamkan nilai-nilai religius, kejujuran, tanggung jawab, dan Akhlakul Karimah yang kita padukan dengan kegiatan kearifan lokal, Seperti praktik membuat ketupat dan kreasi adat lebaran di kampung,”Ujarnya.
Rakhmad Adhi juga menuturkan, Banyak tradisi di daerah – daerah yang mulai pudar tergerus oleh perkembangan zaman, maka itu melalui kegiatan Pondok Ramadhan memperkenalkan tradisi budaya lebaran di Madura, khususnya di kabupaten Bangkalan.
“Kami berusaha mempertahankan nilai – nilai kearifan lokal dengan mengajak anak-anak selain beribadah tetapi juga melestarikan tradisi budaya lebaran yang sudah jarang dilakukan,” tuturnya. (Azis)***
Iman Menguat, Karakter Membumi: Gerakan 9 Cinta PAISLOVE Warnai Ramadhan di SMPN 7 Bangkalan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang memengaruhi kehidupan generasi muda, pendidikan karakter berbasis nilai religius menjadi semakin penting.
Hal inilah yang mendorong SMPN 7 Bangkalan menggelar kegiatan Pondok Ramadhan bertema “9 Cinta PAISLOVE Ramadhan: Iman Menguat, Karakter Membumi, Lingkungan Terjaga, Generasi Emas Terwujud.”
Kegiatan yang berlangsung pada 9–11 Maret 2026 di kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan tersebut diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias.
Program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran spiritual sekaligus pembentukan karakter agar siswa tetap memiliki pondasi iman yang kuat di tengah perkembangan teknologi dan media sosial.
Kepala sekolah Repelita Ayu Winarni, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pembinaan nilai religius harus terus ditanamkan sejak dini kepada para siswa.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat harus diimbangi dengan pendidikan akhlak dan spiritual agar generasi muda tidak kehilangan arah dalam menjalani kehidupan.
“Di era digital ini, siswa tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki iman yang kuat serta karakter yang baik. Melalui Pondok Ramadhan ini kami ingin menanamkan nilai religius, kedisiplinan, dan kepedulian sosial kepada para siswa,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, berbagai program keagamaan dan edukatif digelar. Mulai dari tadarus Al-Qur’an, tahfidz Al-Qur’an, praktik wudhu dan shalat, hingga kajian tentang etika berpuasa di era digital yang relevan dengan kehidupan generasi muda saat ini.
Tak hanya itu, para siswa juga mendapatkan materi tentang sejarah ulama besar Bangkalan, yakni Syaichona Cholil.
Pengenalan tokoh ulama tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi siswa dalam meneladani nilai perjuangan serta keteguhan iman.
Selain memperkuat nilai spiritual, kegiatan ini juga menumbuhkan kepedulian sosial. Para siswa diajak untuk berbagi dengan masyarakat melalui kegiatan pembagian takjil kepada pengguna jalan dan warga sekitar sebagai bentuk implementasi nilai kepedulian di bulan suci Ramadhan.
Melalui kegiatan Pondok Ramadhan ini, SMPN 7 Bangkalan berharap para siswa tidak hanya tumbuh sebagai generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dengan semangat 9 Cinta PAISLOVE Ramadhan, sekolah optimistis mampu mencetak generasi emas yang beriman kuat, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Azis)***
SMPN 1 Sepulu Bangkalan Gelar Pondok Ramadhan, Tanamkan Nilai Keimanan dan Akhlak kepada Siswa
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – UPTD SMPN 1 Sepulu menggelar kegiatan Pondok Ramadhan yang diikuti oleh siswa kelas 7 dan kelas 8 pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini menjadi bagian dari program pembinaan keagamaan bagi para siswa selama bulan suci Ramadhan.
Kepala UPTD SMPN 1 Sepulu, Totok Gunarto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai religius kepada para siswa sejak dini.
Menurutnya, Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat keimanan sekaligus membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia.
“Pondok Ramadhan ini kami selenggarakan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa kepada Allah SWT, sekaligus memperdalam pemahaman agama selama menjalankan ibadah puasa,” ujar Totok Gunarto.
Ia menambahkan, kegiatan ini tidak hanya berisi materi keagamaan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, para siswa diharapkan mampu mempraktikkan ajaran yang mereka pelajari baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
Melalui kegiatan Pondok Ramadhan tersebut, pihak sekolah berharap para siswa dapat memanfaatkan bulan suci ini sebagai momentum memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan sikap religius yang menjadi bekal penting dalam kehidupan mereka di masa depan. (Azis)***
Tadarus Dan Tahfidz Qur’an Pondok Ramadhan UPTD SMPN 2 Tragah Dengan Tema GBMQ
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Semangat memperkuat nilai religius di kalangan pelajar yang digelorakan oleh UPTD SMPN 2 Tragah, kabupaten Bangkalan, melalui kegiatan Tadarus dan Tahfidz Al-Qur’an dalam rangka Pondok Ramadhan 1447 Hijriyah / 2026 Masehi.
Kegiatan yang mengusung tema Gerakan Bangkalan Menghafal Al-Qur’an (GBMQ) tersebut berlangsung mulai 2 hingga 9 Maret 2026 dengan melibatkan seluruh siswa dan warga sekolah.
Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah di wilayah Tragah untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter spiritual peserta didik selama bulan suci Ramadhan.
Melalui kegiatan tadarus dan tahfidz, para siswa diajak untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an serta membiasakan diri membaca dan menghafal ayat-ayat suci dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Sekolah UPTD SMPN 2 Tragah, Suparni, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa kegiatan Pondok Ramadhan dengan tema GBMQ merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat.
“Melalui kegiatan tadarus dan tahfidz Al-Qur’an ini kami berharap dapat menumbuhkan semangat siswa untuk semakin mencintai Al-Qur’an.
Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat iman dan ketakwaan seluruh warga sekolah,” ujar Suparni.
Ia menambahkan, melalui kegiatan Pondok Ramadhan tersebut diharapkan para siswa dapat meningkatkan ketekunan dalam beribadah, memiliki akhlakul karimah, berjiwa sosial serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang ditanamkan selama kegiatan berlangsung, pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat dan berakhlak mulia, menuju terbentuknya generasi Insanul Kamil yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama. (Azis)***
Pondok Ramadhan di SMPN 1 Klampis Digelar 3 Hari, Kepala Sekolah Tekankan Iman dan Karakter Siswa
WARTAPENASATUJATIM | BANGKALAN – Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang bernilai edukatif dan religius, UPTD SMPN 1 Klampis, Kecamatan Klampis, kabupaten Bangkalan, menggelar kegiatan Pondok Ramadhan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pemahaman keagamaan serta membentuk karakter siswa yang berakhlak baik.
Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Klampis tersebut diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias.
Selama pelaksanaan Pondok Ramadhan, siswa mendapatkan pembinaan spiritual melalui berbagai kajian keagamaan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran beribadah serta memperdalam pemahaman ajaran Islam.
Kepala Sekolah UPTD SMPN 1 Klampis, Imam Syafii, S.Pd., M.Pd, mengatakan bahwa Pondok Ramadhan merupakan momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai keimanan sekaligus membangun karakter siswa agar lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan semangat PAISlove Ramadhan, kami ingin menanamkan nilai bahwa iman harus semakin menguat, karakter siswa harus membumi, lingkungan tetap terjaga, sehingga pada akhirnya dapat melahirkan generasi emas di masa depan,” ujar Imam Syafii.
Ia berharap melalui kegiatan Pondok Ramadhan ini para siswa dapat belajar agama secara lebih mendalam dan mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.” tutupnya. (Azis)***

