AGAMA
Aspirasi Indonesia: Menggugat Status Quo, Menuju Indonesia yang Berdaulat dan Berkeadilan”
“Aspirasi Indonesia: Menggugat Status Quo, Menuju Indonesia yang Berdaulat dan Berkeadilan”

Jakarta, 10 September 2025 – Komunitas Aspirasi Emak-emak Indonesia menggelar serangkaian acara di Posko Aspirasi, Jakarta Pusat, yang mencakup diskusi tentang isu-isu krusial bangsa, sosialisasi anti-islamofobia, hingga kegiatan arisan yang mempererat tali silaturahmi antar anggota. Acara ini dihadiri oleh sejumlah aktivis pergerakan, pendukung, dan simpatisan dari berbagai daerah di Jakarta dan sekitarnya.
Dalam tausiahnya, Ishak Rafik menyoroti kebijakan pemerintah terkait pengambilalihan tanah adat yang dianggap terlantar. Ia berpendapat bahwa kebijakan ini tidak hanya merugikan masyarakat adat, tetapi juga mengindikasikan adanya praktik pengelolaan sumber daya yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Lebih lanjut, Ishak Rafik menyoroti keberadaan 17 anggota Kabinet Merah Putih titipan Joko Widodo yang dianggap menghambat program pemulihan ekonomi dan penanganan masalah-masalah mendesak lainnya. Ia mendesak agar Presiden Prabowo Subianto segera melakukan reshuffle kabinet untuk memastikan efektivitas pemerintahan.

Darmo Larsono menambahkan bahwa sudah saatnya Indonesia memberlakukan syariat Islam sebagai bagian dari sistem pemerintahan. Ia berpendapat bahwa sistem pemerintahan dapat diubah, tetapi esensi dan identitas bangsa harus tetap dipertahankan. Oleh karena itu, ia menyerukan untuk kembali memberlakukan UUD 1945 yang asli sebagai landasan konstitusi.
Wati Salam, Ketua Aspirasi, menekankan pentingnya menggabungkan jiwa dan esensi dari pasal 33 UUD 1945 dalam setiap aktivitas pergerakan. Pasal ini mengatur tentang perekonomian nasional yang berasaskan kekeluargaan dan gotong royong, serta pengelolaan sumber daya alam yang sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Diskusi juga menyinggung tentang aksi dan unjuk rasa yang terjadi pada 25-28 Agustus 2025 di berbagai daerah. Aksi ini merupakan bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap tidak adil dan tidakTransparan.
Terkait dengan 17 anggota kabinet titipan Joko Widodo, Ishak Rafik menuding mereka terlibat dalam berbagai tindak kejahatan pada rezim pemerintahan sebelumnya. Ia juga menyoroti upaya penguasaan lahan strategis di sepanjang pantai oleh pengusaha asing, yang menurutnya merugikan pengusaha pribumi dan kepentingan nasional.
Darmo Karsono menjelaskan bahwa untuk memberlakukan pasal 33 ayat 1, 2, dan 3 secara efektif, perlu mencabut terlebih dahulu ayat 4 dan 5 dari pasal tersebut. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan peninjauan kembali UUD 1945 hasil amandemen tahun 2002.
Selain isu-isu politik dan ekonomi, acara Aspirasi juga membahas tentang pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Dalam konteks ini, para peserta sepakat untuk menjadikan tanggal 15 Maret sebagai Hari Anti-Islamofobia, sebagai momentum untuk melawan segala bentuk diskriminasi dan kebencian terhadap umat Islam.
Acara Aspirasi ini tidak hanya menjadi ajang diskusi dan sosialisasi, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat solidaritas dan kebersamaan antar anggota. Melalui kegiatan arisan dan pasar makanan serba serbi produk anggota, para peserta dapat saling mendukung dan memberdayakan satu sama lain.
Semangat kebersamaan dan gotong royong ini diharapkan dapat menjadi modal sosial yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan bangsa. Aspirasi Indonesia berkomitmen untuk terus berjuang demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur bagi seluruh rakyat.
Dengan semangat perubahan dan harapan akan masa depan yang lebih baik, Komunitas Aspirasi Emak-emak Indonesia terus bergerak dan menginspirasi. Mereka adalah garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi rakyat dan memperjuangkan keadilan sosial.
YAYASAN DAARUR RAHMAT ASSULAEMANIAH RAYAKAN MAULID NABI DENGAN CERAMAH DAN MARAWIS
JAKARTA,WARTA PENASATU.com – Yayasan Daarur Rahmat Assulaemaniah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H pada tanggal 6 September 2025. Acara yang dipimpin oleh Bapak Mohamad Andri Ansyah ini berlangsung mulai pukul 20.00 WIB (Ba’da Isya) hingga selesai, bertempat di lokasi yayasan di Jalan Sirsak No. 10, RT 005 RW 007, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan 12620, tepat di depan KUA Jagakarsa.

Acara ini dihadiri oleh masyarakat umum, tokoh agama, serta para guru, termasuk Ustadz Rhenal Ghozali, Ustadz Riyadh Roy Husein, dan Ustadz Muhklis Purnomo. Peringatan Maulid Nabi kali ini menghadirkan Al Habib Abdullah bin Umar Al Kaff dan Al Habib Umar Al Athos sebagai penceramah. Lantunan marawis turut memeriahkan suasana peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Selain peringatan Maulid Nabi, Yayasan Daarur Rahmat Assulaemaniah juga memiliki kegiatan rutin seperti pengajian setiap Jumat yang meliputi pembacaan Yasin, Ratib Al Haddad, serta kajian kitab tafsir Jalalain dan fiqih Taqrirot Sadidah. Pada malam minggu, diadakan pembacaan Ratib Al Athos, Burdah, serta kajian kitab Nasoihud Diniyah dan Bidayatul Hidayah

Yayasan ini juga aktif dalam kegiatan sosial, yaitu menyantuni yatim dan dhuafa. Dana untuk kegiatan ini diperoleh dari berbagai usaha, seperti penjualan nasi kebuli, ketupat sayur, soto Betawi, penjualan dan servis alat-alat hadroh, rebana, beduk, serta jasa pengiriman domestik dan internasional melalui Hadjar Express (HS Cargo).
“Sebagian dari hasil usaha ini kami gunakan untuk membiayai kegiatan yayasan dan majelis taklim,” ujar Bapak Mohamad Andri Ansyah, pimpinan yayasan.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi atau membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor telepon 08568955764.Gawatt! Diduga Kades Tobat Dilaporkan ke Polda Banten, Terkait menggusur masjid ,yang sedang di pakai ibadah oleh masyarakat.
warta pena satu- Banten

Waduuh Gawaat! Diduga Kades Tobat kecamatan Balaraja , Dilaporkan Ke Polda Banten, Terkait masjid Pemilik Masyarakat Di Robohkan Oleh Oknum Kades Dengan Alat Berat/excavator.
Kabupaten Tangerang, Kamis 04/09/2025.
Atas Viralnya Disosial media,tiktok/FB, Terkait masjid yang Sedang di Ibadahi oleh Masyarakat Dirobohkan Diduga Oleh Oknum Kepala Desa Tobat, Kecamatan Balaraja.

‘Peristiwa ini sempat memicu keresahan publik hingga viral di media sosial. Kepala Desa Tobat pun menyampaikan permintaan maaf secara terbuka didampingi Bupati Tangerang. Ia berjanji akan menghibahkan lahan dan membangun kembali masjid di lokasi yang telah disepakati. Namun, hingga kini pembangunan baru sebatas peletakan batu pertama tanpa ada tindak lanjut nyata.
Merasa dirugikan dan dilecehkan, Oki Agus Tiawan, bersama Ketua Umum H. TB Endang, menggandeng kuasa hukum Amrizal Syaufi, SH., MH. & Partner, untuk melaporkan dugaan pelanggaran hukum tersebut ke Polda Banten.
“Kasus ini tidak bisa dibiarkan. Masjid adalah simbol ibadah umat Islam, perobohan tanpa musyawarah jelas mencederai hak masyarakat. Kami berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini secara profesional,” tegas Oki.
Potensi Jeratan Hukum
Menurut pengamat hukum yang ditemui Awak media, tindakan perobohan masjid tanpa dasar musyawarah berpotensi melanggar beberapa aturan:
1. KUHP Pasal 156a dan Pasal 170 – mengatur larangan perusakan tempat ibadah serta perbuatan yang menimbulkan permusuhan atau penghinaan terhadap suatu golongan. Jika terbukti, pelaku bisa dijerat pidana penjara.
2. UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya – meskipun belum ada penetapan resmi, masjid yang berdiri puluhan tahun bisa masuk kategori bangunan bersejarah. Penghancuran tanpa izin berpotensi melanggar aturan pelestarian.
3. UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 – kepala desa seharusnya menjalankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan musyawarah dalam setiap kebijakan pembangunan desa. Perobohan masjid tanpa musyawarah jelas bertentangan dengan amanat UU ini.
Masjid Nurul ihtijarot,dirobohkan pada tgl 5/7/2025, kepala desa tobat , lokasi di pasar Sentiong, kecamatan Balaraja.

Kasus-kasus terkait status perobohan masjid sering kali meresahkan masyarakat. Dan tak jarang membuat kontroversi bahkan menjadi konflik sosial antar kelompok masyarakat. Kasus-kasus yang ramai diperbincangkan media dan menyedot emosi bernuansa sara dalam beberapa tahun terakhir adalah penggusuran yang terjadi masjid Nurul ihtijarot lokasi di pasar Sentiong, kecamatan balaraja. Hasil pencarian kasus yang mencuat menimbulkan kontroversi dan dimuat media online adalah sebagai berikut.
– Ruislag lahan dan penggusuran Masjid ihtijarot, di pasar Sentiong ,Desa Tobat Kecamatan Balaraja, dirobohkan pada tgl 5/7/ 2025.
masjid merupakan suatu hal yang sensitif dan menyulut emosi masyarakat. Tentu saja karena masjid memiliki tempat istimewa bagi Muslim, bernuansa sakral, spiritual keagamaan, serta ada kultur sosial yang sudah terjalin yang mengukuhkan kedekatan emosional warga. Dalam bahasa lain, masjid memiliki ruang-ruang sosial dan spiritual (social and religious spheres), bukan hanya sekedar bangunan fisik. Wajar saja, jika tidak berhati-hati, kontroversi dan konflik bisa muncul, terlepas proses administirasi prosedural sudah dilakukan. Contohnya terlihat dalam kasus ruislag tanah masjid Raudhatul Islam, kasus no 3 di atas. Ini harus menjadi pelajaran berharga, bahwa proses administrasi harus dibarengi dengan proses musyawarah dan edukasi yang cukup. Harus dipahami bahwa emosi akan mengemuka ketika penggusuran atau ruislag melibatkan pihak lain yang diaggap tidak mewakili kepentingan umum, alias untuk kepentingan komersial. Terlebih lagi jika ada intimidasi dari pihak-pihak yang dianggap memiliki
kuasa seperti para pejabat maupun pengusaha demi kepentingan politik.
Istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan Pembacaan Asma Badar Bersama Ansor-Banser Kabupaten Tangerang
Tangerang – kader Ansor Banser Kabupaten Tangerang bersama kiai serta jamaah Nahdliyin menggelar istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan pembacaan Asma Badar pada Senin (1/9/2025) malam. Acara berlangsung khidmat di gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tangerang mulai pukul 19.30 WIB hingga selesai.
Kegiatan ini digagas sebagai wujud kepedulian spiritual terhadap keamanan dan ketenangan negeri. Melalui doa bersama, para kader muda NU berharap bangsa Indonesia tetap dalam lindungan Allah SWT dari segala bentuk ancaman, sekaligus semakin kokoh menjaga persatuan di tengah keberagaman.


Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tangerang M.Asdiansyah, SH dalam sambutannya menegaskan bahwa istighotsah dan dzikir bersama ini menjadi pengingat pentingnya kekuatan doa dalam menjaga tanah air. Menurutnya, peran pemuda tidak hanya bergerak di bidang sosial dan kebangsaan, tetapi juga harus menghadirkan ikhtiar batin melalui doa.
Suasana acara semakin khidmat ketika lantunan istighotsah menggema, diikuti dengan pembacaan Asma Badar secara serempak oleh seluruh Kader NU. Doa-doa itu dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kedamaian masyarakat, serta terhindarnya negeri dari perpecahan maupun bencana.
Selain jajaran pengurus Ansor dan Banser, kegiatan ini juga dihadiri tokoh ulama NU setempat. Kehadiran mereka memberikan dorongan moral sekaligus teladan bahwa menjaga bangsa dapat ditempuh melalui kekuatan spiritual yang bersumber dari nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
Para kader berharap kegiatan ini bisa rutin diselenggarakan, bukan hanya dalam momentum tertentu, melainkan menjadi bagian dari tradisi kebangsaan yang berkesinambungan. Dengan demikian, doa bersama menjadi kekuatan kolektif dalam merawat persatuan dan ketenteraman tanah air.
Melalui istighotsah “Tanah Air Memanggil” dan pembacaan Asma Badar ini, Ansor-Banser Kabupaten Tangerang menunjukkan komitmennya untuk terus berperan aktif menjaga keamanan negeri. Mereka menegaskan bahwa doa dan kerja nyata harus berjalan beriringan demi terciptanya Indonesia yang damai, aman, dan sejahtera.
Ribuan kader NU padati alun alun kota serang untuk menghadiri pelantikan PWNU Banten
Serang, – Ribuan kader Nahdlatul Ulama (NU) memadati Alun-Alun Kota Serang, Senin (25/8/2025), dalam rangka pelantikan dan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten. Kehadiran para kader dan simpatisan ini menandai besarnya antusiasme warga NU terhadap agenda yang dianggap penting bagi perkembangan dakwah serta penguatan peran sosial keagamaan di Banten.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf. Kehadirannya disambut hangat ribuan jamaah yang telah sejak pagi menunggu di lokasi. Ia hadir didampingi Gubernur Banten Andra Soni, para ulama karismatik Banten, serta sejumlah tokoh penting lainnya.


Prosesi pelantikan berlangsung khidmat meskipun diguyur hujan. Para peserta yang hadir tetap bertahan di area alun-alun. Bagi mereka, hujan bukanlah penghalang untuk menyaksikan momentum penting bagi perjalanan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu.
Dalam sambutannya, KH Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya peran NU dalam menjaga keutuhan bangsa. Ia mengingatkan agar kader-kader NU di Banten terus memperkuat kontribusi di bidang pendidikan, sosial, hingga ekonomi kerakyatan. “NU harus hadir di tengah masyarakat dengan solusi nyata, bukan hanya dalam tataran wacana,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengapresiasi kiprah NU yang selama ini turut membantu pemerintah daerah dalam menjaga harmoni sosial dan mendukung pembangunan. Ia berharap, Muskerwil PWNU Banten dapat menghasilkan program-program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan zaman.
Para ulama Banten yang hadir dalam kesempatan tersebut juga menegaskan bahwa kekompakan kader NU di tingkat akar rumput menjadi modal besar dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus meneguhkan peran NU di kancah regional maupun nasional. Kehadiran tokoh-tokoh penting dalam acara itu menjadi bukti bahwa NU masih menjadi magnet penting dalam dinamika sosial-keagamaan.
Meski hujan turun cukup deras, jalannya acara tetap berlangsung lancar hingga usai. Momen tersebut sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan dan loyalitas kader NU yang tak luntur oleh cuaca, menjadikan pelantikan dan Muskerwil PWNU Banten kali ini sebagai salah satu peristiwa bersejarah bagi warga NU di tanah Jawara.
Hidup dalam Hikmat: Membangun Karakter Kristus Sebagai Murid Sejati
“Hidup dalam Hikmat: Membangun Karakter Kristus sebagai Murid Sejati”
Ibadah Minggu, 10 Agustus 2025, yang dibawakan oleh Pendeta Guntur Simbolon mengangkat tema penting: “Membangun Hikmat dengan Karakter Kristus”, berdasarkan Amsal 9:10. Firman Tuhan mengajarkan bahwa permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. Hikmat bukan sekadar pengetahuan, tetapi hidup yang berakar dalam takut akan Tuhan dan relasi yang mendalam dengan-Nya

Sebagai murid Kristus, ada tiga pilar kerohanian yang perlu dibangun: mencintai kebenaran Firman Tuhan, hidup intim dengan Tuhan, dan terus bertumbuh dalam karakter Kristus. Tanpa pembimbingan rohani, Kekristenan menjadi kosong—“Kristen tanpa Kristus.” Yesus sendiri memerintahkan, “Pergilah dan jadikanlah semua bangsa murid-Ku,” namun sayangnya, banyak orang percaya hanya duduk diam dan mencari alasan.
Hidup dalam hikmat berarti hidup sebagai murid sejati. Seorang murid Yesus bukan hanya tahu Firman, tetapi menghidupi Firman dalam keseharian. Itulah hidup yang penuh hikmat: membiarkan Firman Tuhan membentuk karakter, sikap, dan cara berpikir kita, sehingga kehidupan kita mencerminkan Kristus

Ada dua poin utama dalam membangun hikmat sebagai murid Kristus. Yang pertama adalah kerendahan hati. Amsal 15:33 menegaskan bahwa takut akan Tuhan membawa kepada hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan. Dalam Amsal 18:12 dan 22:4, kita melihat bahwa hati yang tinggi membawa kehancuran, tetapi kerendahan hati membuka jalan bagi kekayaan, kehormatan, dan kehidupan. Hikmat tidak akan tinggal di hati yang sombong.
Poin kedua adalah memperhatikan kelakuan. Amsal 3:13-17 menyatakan bahwa orang yang memperoleh hikmat adalah orang yang berbahagia, karena hikmat lebih berharga dari emas dan permata. Hikmat memberikan umur panjang, kekayaan, kehormatan, dan jalan yang penuh damai. Hikmat bukan hanya teori—ia harus terlihat dalam cara hidup kita sehari-hari

Yesus menegaskan hal ini dalam Matius 7:24: “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang bijak yang membangun rumahnya di atas batu.” Mendengar saja tidak cukup. Hikmat lahir ketika Firman Tuhan ditaati dan dihidupi. Inilah kunci membangun hidup rohani yang kuat dan tahan uji.

Sebagai penutup, marilah kita hidup sebagai murid-murid Kristus yang berhikmat—rendah hati, mencintai Firman, intim dengan Tuhan, dan terus bertumbuh dalam karakter Kristus. Karena murid sejati adalah mereka yang hidup dalam kebenaran, bukan hanya tahu kebenaran.
Menuju Kedewasaan di Dalam Kristus
Menuju Kedewasaan di dalam Kristus
Ibadah Minggu, 3 Agustus 2025, di Mega Office Park (MOP), Bekasi, yang diselenggarakan oleh Gereja GKDI Jemaat Bekasi, telah menjadi momen refleksi yang mendalam. Dengan tema “The Beginning of Wisdom” dan khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Engel dari Jemaat Bandung, serta sambutan penuh sukacita dari Pdt. Guntur Simbolon, ibadah tersebut berpusat pada Amsal 9:10 “Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal yang Mahakudus adalah pengertian.” Firman Tuhan ini menjadi landasan bagi kita untuk merenungkan perjalanan menuju kedewasaan di dalam Kristus.
Khotbah tersebut menekankan pentingnya kedewasaan rohani, bukan hanya sekadar pengetahuan teologis. Diibaratkan seperti orang Farisi dan ahli Taurat dalam Yohanes 5:39-40, yang memahami Firman Tuhan namun tak memiliki keintiman dan kedewasaan sejati dengan-Nya. Ketidakdewasaan seringkali dipengaruhi oleh godaan-godaan iblis yang menghalangi kita dari saat teduh, mempengaruhi hubungan keluarga, dan menghambat kita untuk menjalankan peran masing-masing sesuai kehendak Tuhan. Kedewasaan sejati tercermin dalam kerendahan hati untuk menerima nasehat, bimbingan, dan koreksi.Jalan menuju kedewasaan rohani diuraikan melalui dua aspek penting. Pertama, siapa yang kita ikuti? Amsal 1:15-16 mengingatkan kita akan konsekuensi dari pilihan yang kita buat. Seperti gembala dan domba, hubungan kita dengan Tuhan dibentuk oleh ketaatan dan kepekaan kita terhadap suara-Nya. Pertanyaan-pertanyaan refleksi diajukan: Seberapa dekatkah kita dengan Tuhan? Apakah kita masih mendengar suara-Nya dengan jelas seperti sepuluh tahun lalu? Apakah kita telah menyimpang dari jalan-Nya? Testimoni perjalanan kita bersama Tuhan menjadi bukti nyata kedewasaan kita.
Kedua, siapa yang menjadi teman perjalanan kita? Lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi karakter dan kebiasaan kita. Pilihan teman dan orang-orang yang kita izinkan masuk ke dalam pikiran dan hati kita sangat menentukan pertumbuhan rohani kita. Kita bisa rajin beribadah setiap Minggu, namun tetap belum dewasa di dalam Kristus jika pergaulan kita tidak mendukung pertumbuhan rohani. Oleh karena itu, bijaksanalah dalam memilih siapa yang membentuk dan mempengaruhi hidup kita.
Setelah ibadah, jemaat berkumpul dalam kelompok kecil untuk saling berbagi, menguatkan, dan membimbing satu sama lain Seperti yang dilakukan pasangan menikah Ray dan Shinta dengan pasangan Freddy dan Ana . Momen ini menjadi kesempatan untuk bercerita dengan terbuka ,dan saling menajamkan satu dengan yang lain, memperdalam pemahaman Firman Tuhan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ada pembimbingan rohani, makan bersama, dan olahraga bersama yang mempererat persaudaraan dan membangun komunitas yang saling mendukung.

Ibadah ini bukan sekadar acara keagamaan, tetapi juga sebuah panggilan untuk merenungkan perjalanan rohani kita. Kita didorong untuk memeriksa area-area dalam hidup yang masih perlu diperbaiki dan bertumbuh menuju kedewasaan di dalam Kristus. Proses ini membutuhkan komitmen, ketekunan, dan pertolongan Tuhan.
Melalui refleksi dan penerapan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat semakin serupa dengan Kristus dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita. Semoga ibadah ini menjadi titik awal bagi perjalanan kita menuju kedewasaan rohani yang sejati._SMKN 1 CILEUNGSI AKTIF DALAM DIKLAT REMAJA PEDULI HIV/AIDS DI KABUPATEN BOGOR_
Jakarta wartapenasatu.com
SMKN 1 Cileungsi Kirim Perwakilan pada Diklat Remaja Peduli HIV/AIDS di Kabupaten Bogor
Pada Sabtu, 26 Juli 2025, telah diselenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pembentukan Remaja Peduli HIV/AIDS di Kabupaten Bogor sebagai bagian dari program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS. Kegiatan ini merupakan inisiatif penting dalam upaya membangun generasi muda yang sadar akan isu kesehatan reproduksi dan penyebaran penyakit menular seksual.
SMKN 1 Cileungsi turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan mengirimkan empat perwakilan, yakni Nathanael dan tiga siswa lainnya, yang didampingi langsung oleh satu guru Bimbingan Konseling (BK) sebagai pendamping. Kehadiran mereka menjadi representasi semangat sekolah dalam mendukung program pendidikan kesehatan berbasis partisipasi remaja.
Kegiatan Diklat ini bertujuan membentuk kader-kader remaja yang peduli terhadap isu HIV/AIDS, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Para peserta diberikan pembekalan tentang bahaya HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya edukasi yang benar dan tidak menghakimi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
Selain materi edukatif, kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi, roleplay, serta simulasi kampanye penyadaran publik yang bertujuan melatih keberanian remaja dalam menyuarakan isu-isu sensitif di lingkungannya. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan empati, keterampilan komunikasi, serta kepedulian sosial para peserta.
Nathanael, salah satu peserta dari SMKN 1 Cileungsi, mengungkapkan rasa bangganya bisa terlibat dalam kegiatan tersebut. “Banyak hal baru yang kami pelajari di sini. Harapannya, kami bisa berbagi ilmu ke teman-teman lain di sekolah,” ujarnya dengan semangat.
Pihak sekolah melalui guru pendamping juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada siswa mereka. Kegiatan seperti ini dinilai sangat relevan dalam membekali siswa dengan pengetahuan praktis yang tidak hanya berguna di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sosial mereka sehari-hari.
Dengan terselenggaranya Diklat ini, diharapkan tumbuh lebih banyak remaja yang memiliki kesadaran dan keberanian untuk turut serta dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan generasi muda. SMKN 1 Cileungsi berkomitmen untuk terus mendukung program-program kesehatan remaja demi menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan inklusif.
Pertobatan Sejati, Hidup yang Berkualitas di Mata Tuhan
Pertobatan Sejati, Hidup yang Berkualitas di Mata Tuhan”
Ibadah Minggu tanggal 20 Juli diadakan dengan penuh sukacita dan semangat di GKDI Bekasi. Ibadah ini dibagi menjadi dua sesi, yakni ibadah khusus untuk pasangan suami istri (married ministry) yang dimulai pukul 08.00 WIB dan ibadah untuk kaum single, mahasiswa (campus), dan remaja (teens) pada pukul 10.30 WIB. Hari yang spesial ini juga dimeriahkan dengan kedatangan tamu dari jemaat Ceko, yaitu Zedanko dan Iveta beserta ketiga anak mereka, yang disambut hangat oleh seluruh jemaat.

Firman Tuhan hari itu disampaikan oleh Pdt. Guntur Simbolon dengan pengajaran yang dalam. Ibadah dibuka dengan lagu yang menyentuh hati, “Ajar Kami Tuhan Menghitung Hari-Hari Kami, Agar Kami Beroleh Hati yang Bijaksana”, yang membawa jemaat masuk dalam suasana penyembahan yang khidmat. Firman Tuhan diambil dari kitab Yehezkiel, dan berisi pesan kuat mengenai pertobatan sejati serta kewaspadaan terhadap cara kerja iblis yang licik dan penuh tipu daya.

Pdt. Guntur menyampaikan bahwa iblis akan berusaha membuat hidup kita begitu sibuk hingga kita jauh dari Tuhan, kehilangan waktu untuk disiplin rohani, dan pada akhirnya secara perlahan mulai berkompromi dengan dosa. Ia mengingatkan jemaat bahwa kita harus menjadi orang-orang yang mengerti hati Tuhan, sebagaimana nabi Yehezkiel mengingatkan bangsa Israel. Pesan dari Yehezkiel adalah teguran agar umat tidak hanya menjadi pendengar firman tetapi pelaku kebenaran yang sejati.

Beliau juga mengangkat pertanyaan penting bagi setiap jemaat dalam pelayanan married ministry, yaitu tentang kualitas pernikahan, bagaimana pola asuh terhadap anak (parenting), serta kesaksian dalam pekerjaan sehari-hari. Ia menekankan bahwa hidup rohani tidak diukur dari penampilan luar saja, melainkan dari integritas ketika kita sendirian di kamar, saat tidak ada seorang pun yang melihat. Tuhan melihat hati dan perbuatan kita, bukan sekadar aktivitas rohani di depan umum.

Pesan dari kitab Yehezkiel juga menyinggung tentang bangsa Israel yang tetap datang beribadah namun hatinya menjauh dari Tuhan. Mereka menikmati kasih Tuhan, namun tidak bertobat dan tidak menghormati Tuhan. Pdt. Guntur menegaskan bahwa Tuhan menolak ibadah yang manis di luar tapi kosong di dalam. Kita dipanggil untuk hidup dalam kekudusan, bukan sekadar terlihat rohani di gereja atau di rumah, namun benar-benar hidup takut akan Tuhan dalam keseharian

Salah satu penekanan penting dari khotbah ini adalah agar setiap pasangan suami istri memeriksa kembali kualitas hubungan mereka—apakah pernikahan mereka mencerminkan kekudusan Tuhan atau hanya sekadar rutinitas. Firman Tuhan mengingatkan bahwa kekudusan tidak bisa ditawar, dan bahwa kehidupan pernikahan, pengasuhan anak, serta pekerjaan adalah ladang nyata untuk memuliakan Tuhan.
³Setelah ibadah selesai, seluruh jemaat melanjutkan dengan waktu fellowship yang penuh kehangatan. Mereka saling berbagi tentang apa yang mereka pelajari dari firman Tuhan, memperkuat satu sama lain, dan menikmati kebersamaan dengan makan bersama. Momen ini mempererat hubungan di antara jemaat dan menciptakan suasana keluarga yang saling mendukung dalam pertumbuhan rohani. Hari Minggu itu menjadi pengingat yang kuat bahwa hidup rohani yang sejati adalah ketika hati kita sungguh-sungguh mengerti dan taat kepada kehendak Tuhan.
Film Assalamualaikum Baitullah
Film “Assalamualaikum Baitullah” Segera Tayang di Seluruh Bioskop Indonesia
JAKARTA, Wartapenasatu.com – Gala premiere film Assalamualaikum Baitullah yang digelar di XXI Epicentrum Jakarta, Kamis (10/7). Bukan sekedar perayaan film, lebih dari itu, acara ini menjadi ruang refleksi emosional bagi para penonton, menyusul kisah Amira-seorang perempuan yang bangkit dari luka, dikhianati, ditinggalkan, namun akhirnya menemukan cahaya melalui doa dan pengampunan.Tampak hadir para bintang utama film, seperti Michelle Ziudith, Arbani Yasiz, Tissa Bisnis, dan Maudy Koesnaedi. Bersama para undangan, Mereka menyaksikan untuk pertama kalinya kisah Amira di layar lebar- Kisah yang menyentuh banyak hati.
“Film ini seperti pelukan bagi yang lelah menghadapi ujian hidup, ” ujar salah satu penonton.
“Aku jadi sadar bahwa ujian bisa datang kapan saja. Film in mengajarkan bahwa setiap doa akan di jawab Allah dengan cara terbaik, ” tambah penonton lainnya.Produser film, Tony Ramesh, menyebut Assalamualaikum Baitullah sebagai obat penyemangat, terutama bagi perempuan yang sedang menghadapi ujian.
Sutradara Hadrah Daeng Ratu juga menyoroti kekuatan dalam kesunyian Amira.
“Ada luka yang di simpan dalam diam, namun di sanalah kami ingin menyalakan harapan,” Katanya.
Dikutip dari dialog karakter Ibu Amira dalam film, tersampaikan pesan yang menguatkan:
“Jangan berkecil hati. Tidak ada doa yang tidak dikabulkan. ”Michelle Ziudith. Pemeran Amira, menghanyut tenggelam dalam karakter yang dilakoninya.
“Amira adalah perempuan yang menyimpan badai dalam diam, lalu belajar percaya pada pada cinta dan takdir yang lebih baik,” ujarnya.
Film ini diadaptasi dari novel best- seller karya Asma Nadia, dan akan resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 Juli 2025. Advance Ticket Sales sudah dibuka melalui Mtix dan Tix ID.



