AGAMA
Polda Jatim Libatkan Tim Psikologi Dampingi Keluarga Korban di Ponpes Al-Khoziny
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Tim Psikologi Biro SDM Polda Jawa Timur kembali melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para keluarga yang terdampak musibah runtuhnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo.
Dipimpin Kabag Psikologi Ro SDM Polda Jatim, AKBP Dr. Mochammad Mujib, S.Psi., M.Psi., Psikolog, kegiatan pendampingan psikologis bagi keluarga korban yang menunggu proses evakuasi ini dilaksanakan di lingkungan Ponpes Al-Khoziny, Kamis (2/10/2025).
“Program trauma healing ini penting untuk membantu para korban maupun keluarga agar bisa segera bangkit dan pulih dari pengalaman yang menimbulkan tekanan psikologis,” ujar AKBP Mujib.
Dalam sesi tersebut, tim psikologi memberikan dukungan emosional, serta menanamkan semangat positif untuk menumbuhkan kembali rasa percaya diri.
“Kami juga memberikan arahan sederhana kepada orang tua korban tentang cara mendukung proses pemulihan mental korban selamat pascaperistiwa,” tambah AKBP Mujib.
Dengan trauma healing ini diharapkan keluarga korban merasa lebih kuat karena mendapatkan dukungan langsung dari tim psikologi Polda Jatim.
“Alhamdulillah, kami melihat adanya perkembangan, keluarga korban mulai bisa menerima kenyataan, meski tidak bisa dipungkiri rasa duka itu ada,” kata AKBP Mujib.
Sebagai tindak lanjut, tim Psikologi Polda Jatim akan terus memberikan pendampingan secara berkala agar proses pemulihan psikologis berjalan berkelanjutan dan maksimal.
Hari sebelumnya, Tim Psikologi Biro SDM Polda Jatim bersama sejumlah konselor dari Polresta Sidoarjo dan Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi), memberikan pendampingan intensif kepada korban selamat yang dirawat di Rumah Sakit Delta Surya Sidoarjo.
Dikesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan pihak kepolisian dalam hal ini Polda Jatim dan Polresta Sidoarjo terus berupaya dalam penanganan musibah ini.
“Selain melibatkan Tim SAR Brimob,Biddokkes dan Biro SDM juga lebih kurang 208 personel dari Polresta Sidoarjo kita terjunkan,” kata Kombes Abast.
Menurut Kombes Pol Abast, personel tersebut dibagi tugas mulai dari pengamanan lokasi, pengaturan arus lalu lintas menuju pesantren hingga membantu mengangkut puing – puing bangunan.
“Selain membantu mengangkut puing – puing bangunan, personel kita sebar disejumlah titik strategis mulai dari sekitar lingkungan Ponpes hingga jalur lalu lintas sekitar lokasi,”ungkap Kombes Abast.
Sementara itu untuk antisipasi penanganan jenazah korban baru, Kabid Humas Polda Jatim mengatakan Polda Jawa Timur telah menyiapkan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya dan Porong.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Ciptakan Suasana Aman Acara Pengajian Akbar, Bukti Sinergi TNI dan Banser Di Menganti
WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan keagamaan di wilayah binaan, anggota Koramil 0817/04 Menganti, Sertu M. Abd. Wahib bersama anggota Banser, Ansor, dan personel Polsek Menganti melaksanakan pengamanan pengajian di Masjid Riyadlul Jannah, Dusun Karangpoh, Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik. Kamis, (02/10/2025)
Kegiatan pengajian diawali dengan menyanyikan lagu Mars Fatayat Nahdlatul Ulama Ranting Menganti dilanjutkan pembacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW.
Ketua Panitia Fatayat NU Ranting Menganti, Hj. Reza Aditya Permana, serta Ketua Fatayat NU Ranting Menganti, Hj. Muniroh, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran para jamaah serta dukungan pengamanan dari TNI, Polri, dan Banser sehingga acara dapat berlangsung dengan tertib dan khidmat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ibu Nyai Hj. Elok Asiyah, S.Pd., dari Sidoarjo, yang memberikan tausiyah penuh makna tentang pentingnya menjaga ukhuwah dan memperkuat peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat.
Sertu M. Abd. Wahib selaku Babinsa Desa Hulaan menyampaikan bahwa kehadirannya bersama unsur pengamanan lainnya merupakan wujud sinergi dalam menjaga kondusifitas wilayah.
“Kami dari Koramil Menganti bersama rekan-rekan Banser, Ansor, dan Polsek selalu siap hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Semoga kegiatan pengajian seperti ini semakin mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan keimanan kita bersama,” ujarnya.
Dengan adanya pengamanan terpadu, kegiatan pengajian berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan hingga selesai. (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Polda Jatim Bantu Evakuasi Korban Runtuhnya Bangunan Pesantren di Sidoarjo
WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO – Suasana duka menyelimuti Lembaga Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, setelah bangunan di lingkungan pondok pesantren tersebut roboh pada Senin (29/9/2025) sore.
Insiden ini terjadi saat para santri putra tengah bersiap melaksanakan salat asar berjemaah di musala.
Bangunan yang roboh diketahui merupakan gedung berlantai tiga, sementara diatasnya baru dilakukan pengecoran untuk lantai berikutnya, dan bagian lantai dasar digunakan untuk musala.
Hingga saat ini, penyebab robohnya bangunan tersebut masih belum dapat dipastikan.
Petugas gabungan bersama pihak keamanan pondok pesantren masih terus melakukan penyisiran di antara puing-puing untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan perkembangan terbaru terkait penanganan peristiwa tersebut.
“Data Sementara jumlah total sebanyak 83 korban yang berhasil di evakuasi,”kata Kombes Pol Jules Abraham Abast, saat ditemui dilokasi kejadian,Selasa malam (29/9).
Menurutnya, pihak kepolisian gabungan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan pengamanan di lokasi.
Kombes Pol Abast juga mengatakan Polda Jatim menurunkan 1 pleton Sabhara, 1 pleton Brimob, serta didukung 3 SSK dari Polresta Sidoarjo.
“Hingga kini, puluhan korban sudah dievakuasi ke Tiga rumah sakit, yakni RS Siti Hajar, RSUD Sidoarjo, dan RS Delta Surya Sidoarjo,” ungkap Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Adapun data rincian korban per pukul 20.30 WIB, di RS Siti Hajar tercatat 45 orang, terdiri dari 44 korban luka berat maupun ringan, serta 1 korban meninggal dunia, sedangkan di RSUD Sidoarjo terdapat 34 korban luka-luka, dan di RS Delta Surya 4 korban luka-luka.
“Jumlah pasti korban masih dalam proses pendataan, mengingat proses evakuasi dan penyisiran reruntuhan bangunan masih berlangsung hingga malam ini,”pungkas Kombes Pol Abast.
Aparat kepolisian bersama tim SAR, TNI, BPBD, serta relawan terus berupaya mengevakuasi korban dan melakukan langkah pengamanan lanjutan. (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Musala Tiga Lantai di Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Ambruk Timpa Santri, Warga Panik Dengar Suara Gemuruh
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 29 September 2025 – Suasana mencekam menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, pada Senin siang ini. Sebuah musala tiga lantai yang berada di lingkungan ponpes tiba-tiba ambruk, menimbulkan kepanikan di kalangan santri dan warga sekitar. Detik-detik ambruknya bangunan tersebut terdengar begitu keras hingga ke pemukiman warga, memicu kepanikan dan rasa khawatir.
Suara gemuruh yang menyerupai gempa bumi membuat warga yang tinggal di sekitar Ponpes Al-Khoziny berhamburan keluar rumah. Ketua RT 7/RW 3 Desa Buduran, Munir, yang rumahnya berada di sebelah barat lokasi kejadian, mengungkapkan bahwa suara tersebut sangat mengagetkan.
“Awalnya ada suara gemuruh seperti gempa, lalu semua warga itu keluar dari rumah melihat apa yang terjadi,” ujar Munir dengan nada cemas.
Tak lama setelah suara gemuruh mereda, asap tebal membumbung tinggi dari arah ponpes. Warga dan para santri terlihat berlarian, berusaha menyelamatkan diri dan meminta pertolongan. Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan bahwa musala tersebut sedang dalam tahap pembangunan di lantai tiga. Pada saat kejadian, para santri baru saja selesai melaksanakan salat Ashar. Sebagian santri masih berada di dalam musala untuk mengaji atau berdzikir, melanjutkan aktivitas keagamaan mereka.
Namun, takdir berkata lain. Bangunan tiga lantai yang sedang dalam proses pengecoran itu tiba-tiba ambruk, menimpa para santri yang masih berada di dalamnya.
“Kejadiannya pas habis salat Ashar. Saat ini bangunan yang ada di lantai tiga masih posisi dicor. Tiba-tiba roboh,” ungkap salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan, petugas dari berbagai instansi terkait segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan proses evakuasi. Puluhan santri berhasil dievakuasi dan dilarikan ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, puluhan santri lainnya masih terjebak di antara reruntuhan bangunan.
Hingga saat ini, petugas masih terus berupaya melakukan evakuasi untuk menyelamatkan para santri yang masih terjebak di antara reruntuhan.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati dan penuh kehati-hatian, mengingat kondisi bangunan yang sangat berbahaya dan berpotensi ambruk susulan. Tim SAR gabungan bekerja keras untuk mencari dan menyelamatkan para korban yang masih tertimbun di bawah reruntuhan.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Merajut Kebangsaan: Dialog Intelektual di Bekasi Menuju Indonesia Emas
Merajut Kebangsaan: Dialog Intelektual di Bekasi Menuju Indonesia Emas
Bekasi, wartapenasatu.com – Di jantung Kota Bekasi, pada tanggal 24 September 2025, sebuah simposium kebangsaan menggema, mempertemukan para cendekiawan, ulama, umaro’, dan perwakilan pemerintah kota, termasuk Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, Drs. H. Hudi Wijayanto, M.Si, serta anggota Kepolisian RI. Aliansi Patriot Peduli NKRI (APP NKRI), di bawah kepemimpinan Ustadz K.H. Ajengan Ismail Ibrahim S.Ag dan Ustadz Akhirul Sholeh, menjadi motor penggerak acara bertajuk provokatif, “Apakah Indonesia Sudah Merdeka untuk Menuju Indonesia Emas 2045?” Sebuah pertanyaan reflektif yang mengundang perenungan mendalam tentang esensi kemerdekaan sejati.

Asrama Haji Kota Bekasi menjadi saksi bisu hadirnya sekitar 150 peserta yang antusias menyimak paparan dari narasumber kompeten. K.H. Saefudin Siroj (Ketua MUI Kota Bekasi, Pimpinan Ponpes Sirojul Munir Jati Asih, Alumni Gontor, dan mantan Anggota DPRD Kota Bekasi), Drs. Salahudin Gaffar S.H. M.H (Associate Professor UIA Jakarta), dan AKP Puji Astuti (Wakasat Binmasrestro Bekasi Kota) hadir sebagai representasi dari beragam perspektif yang memperkaya wacana kebangsaan.
Ust. Abu Salma (Amir Wilayah Khilafatul Muslimin Jabodetabek Banten) memandu acara dengan piawai, sekaligus berperan sebagai Jubir Khilafatul Muslimin. Ust. Ismail Ibrahim bertindak sebagai moderator yang cakap, memastikan dialog berjalan dinamis dan konstruktif. Ustadz Ahmad Wahyu Tubagus, Ketua Komisi Ukhuwwah MUI Kota Bekasi, membuka acara secara resmi, menandai dimulainya sebuah forum penting bagi kemajuan bangsa.

Dalam sambutannya, Ust. Sholeh, Ketua Panitia, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepolisian atas sambutan hangat dan ajakan untuk menjaga kondusifitas kantibmas. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara polisi, tokoh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. “Mari kita bangun kolaborasi ini dengan nilai-nilai positif,” serunya dengan penuh semangat.
Sesi dialog dibagi menjadi tiga termin, di mana para peserta berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Salah satu pertanyaan kritis dari perwakilan mahasiswa menyinggung tentang perlunya pergantian rezim. Drs. Salahudin Gaffar menjawab dengan mengajak hadirin untuk kembali kepada sunnatullah, merenungkan tujuan penciptaan manusia, dan menaati perintah Sang Maha Pencipta.
Ketua MUI menekankan pentingnya amanah dan transparansi dalam semua aspek lembaga, dari tingkat bawah hingga atas. Evaluasi diri secara berkelanjutan, komunikasi yang efektif, dan silaturahim yang erat menjadi kunci untuk mencegah miskomunikasi dan mempererat persatuan. AKP Puji Astuti menyoroti bahaya DFK (Disinformasi, Fitnah, dan Kebencian) yang dipicu oleh provokasi pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Namun, AKP Puji Astuti juga menyampaikan apresiasi atas persatuan tokoh, ulama, dan masyarakat Kota Bekasi dalam menciptakan kantibmas. Beliau berharap kegiatan dialog kebangsaan ini dapat dilakukan secara bertahap untuk menampung aspirasi masyarakat dan membedah persoalan yang ada. Sebuah harapan yang mencerminkan semangat gotong royong dan keinginan untuk membangun Indonesia yang lebih baik. (Dilaporkan oleh Abu Salma/humas internasional media anak negeri)
FSUI Tebar Ilmu: Pengajian Perdana dan Komitmen Membangun SDM Beradab
FSUI Tebar Ilmu: Pengajian Perdana dan Komitmen Membangun SDM Beradab
Jakarta timur, wartapenasatu.com – menjadi momentum penting bagi Forum Silaturahmi Umat Islam (FSUI) dengan diselenggarakannya pengajian perdana pada Senin, 22 September 2025 di kantor pusat mereka, yang terletak strategis di Jl. Otista Raya, Jakarta Timur. Ustazah Imas, sebagai pengisi acara, menyampaikan materi yang diharapkan dapat memberikan pencerahan dan memperkaya khazanah keilmuan para peserta yang hadir.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas dari padatnya peserta yang memadati lokasi acara. Keluarga besar FSUI, bersama dengan warga sekitar, berduyun-duyun datang untuk menimba ilmu dan mempererat tali persaudaraan. Kehadiran mereka menjadi representasi nyata dari semangat kebersamaan dan keinginan untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan agama.
Ketua Umum FSUI, KH. Cholid H. Hasyim, MA, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya pengajian perdana ini. Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam persiapan dan pelaksanaan acara. Lebih lanjut, beliau menegaskan komitmen FSUI untuk terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat.
KH. Cholid H. Hasyim, MA, menjelaskan bahwa pengajian hanyalah salah satu dari sekian banyak program yang akan diinisiasi oleh FSUI. Program-program lain seperti pelatihan pemandian jenazah, pengenalan ilmu falak, pembelajaran taksin tajwid, dan kajian kitab kuning juga akan dibuka untuk umum. Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari kepedulian FSUI terhadap peningkatan kualitas spiritual dan intelektual masyarakat.
Lebih dari sekadar transfer ilmu pengetahuan, KH. Cholid H. Hasyim, MA, menekankan bahwa tujuan utama dari pendirian kantor FSUI adalah untuk membangun sumber daya manusia (SDM) dan bangsa yang beradab di tengah derasnya arus kemajuan teknologi. Beliau berharap, FSUI dapat menjadi wadah pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai agama dan moralitas.
Kantor FSUI sendiri baru saja diresmikan secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta, H. Pramono Anung, pada tanggal 12 September 2025. Peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan batu prasasti sebagai simbol dukungan pemerintah daerah terhadap upaya-upaya FSUI dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Jakarta.
Dengan semangat pengabdian dan harapan untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa, FSUI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan. Bersama-sama, mari kita wujudkan SDM yang beradab, cerdas, dan berakhlak mulia, demi Indonesia yang lebih baik.
- AGAMA, Artikel, Bencana, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Keamanan, Kesehatan, Kriminal, Militer, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, SOSIAL
BNN–TNI AL Satukan Langkah Jaga Perairan Indonesia dari Narkotika
Jakarta wartapenasatu.com
Kepala BNN RI dan Kasal Sepakat Tingkatkan Kerja Sama P4GN
Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol Suyudi Ario Seto, S.H., S.I.K., M.Si., melakukan audiensi dengan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, di Wisma Elang Laut, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/9). Pertemuan ini turut dihadiri jajaran pejabat BNN RI, antara lain Sekretaris Utama BNN, Tantan Sulistyana, Direktur Narkotika BNN, Ruddi Setiawan, serta Plt. Direktur Intelijen BNN, Adri Irniadi.
Audiensi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara BNN dan TNI Angkatan Laut, khususnya dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Fokus utama kerja sama diarahkan pada penanggulangan penyelundupan narkotika yang marak menggunakan jalur laut Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah langkah strategis yang akan diambil bersama. Beberapa di antaranya mencakup peningkatan patroli laut gabungan, integrasi sistem intelijen maritim untuk pengawasan wilayah perairan rawan, serta kolaborasi dalam penegakan hukum terhadap jaringan penyelundupan narkoba.
Kasal Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa TNI AL siap mendukung penuh langkah BNN dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia dari ancaman narkotika. Menurutnya, penyelundupan narkoba melalui jalur laut merupakan ancaman serius bagi bangsa yang harus diberantas dengan kerja sama yang solid lintas lembaga.
“Kita sepakat untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan perjanjian kerja sama, terutama dalam menjaga perbatasan laut Indonesia. TNI AL siap mendukung upaya P4GN sesuai dengan arahan Presiden,” ujar Kasal.
Sementara itu, Kepala BNN RI menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam memerangi narkotika. Ia menyebut, dengan garis pantai yang panjang dan luasnya wilayah laut Indonesia, BNN tidak mungkin bekerja sendirian. Dukungan TNI AL, menurutnya, menjadi faktor kunci dalam memutus mata rantai peredaran narkotika.
“Untuk memberantas narkotika, BNN tidak dapat bekerja sendiri. Kerja sama yang kuat sangat diperlukan. Apabila kita bersama-sama, maka hasilnya akan lebih maksimal,” tegas Komjen Pol Suyudi Ario Seto.
Audiensi antara BNN RI dan TNI AL ini menjadi langkah konkret penguatan sinergi dalam perang melawan narkotika. Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen bersama mewujudkan War on Drugs for Humanity demi menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.
“Nok Srie”Melaporkan

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H di Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Surabaya Bersama KH. Trisnanto Wachid
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H pada hari Rabu (17/09/2025) Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Jawa Timur di Surabaya menyelenggarakan Istiqosah dan Pembacaan Maulid bersama Ponpes Assalafuh Al Fitrah Surabaya dengan menghadirkan KH Trisnanto Wachid sekaligus Pengasuh Yatim Piatu Baitu Mabrur – Sidotopo Surabaya
Acara yang diselenggarakan di Masjid Al Hidayah BBWS Brantas itu dimulai tepat pukul 08.00 WIB di awali dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad dan dilanjutkan ceramah agama oleh KH Trisnanto Wachid.

Dalam ceramah agama-nya, KH Trisnanto Wachid, yang sehari hari menjadi PNS tenaga pengajar di SDN Sidotopo I sebagai guru mata pelajaran agama, menitipkan pesan agar generasi muda (Gen Z) saat ini harus mempunyai dasar keimanan yang kuat agar tidak mudah terombang ambing jadi mesti dekat dengan para ulama agar mendapatkan bimbingan dalam banyak bidang.
“Demikian juga dengan anggota masyarakat hendaknya tidak mudah termakan dengan berita hoax yang belum jelas kebenarannya, ” kata Trisnanto.
Senada dengan itu, Deni Bayu Prawesto, selaku BPK Pengadaan Tanah BBWS Brantas Jawa Timur, menyampaikan bahwa acara serupa merupakan agenda tahunan yang rutin diadakan, untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dengan terselenggara acara ini, Deni berharap melalui kegiatan keagamaan di Majelis Al Ikhlas ini dapat menyatukan visi misi pemerintah dan masyarakat untuk saling bersinergi dan bahu membahu membangun negera ini, terutama pendekatan dari sisi religius keagamaan.
Mengenai peran serta pemerintah, Deni berharap untuk bisa dilakukan kerjasama dan bersinergi dalam pembangunan segala bidang berbasis / bersumber pada aspek keimanan. (Teguh Ary***)
Jurnalis: Teguh Ary
Ceramah Agama Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al Ikhlas BBWS Brantas Wiyung Surabaya, Dihadiri Pimpinan Media Warta Pena Satu Jatim
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya Metropolitan – Hari Rabu pagi (17/09/2025) BBWS Brantas Wiyung Surabaya menggelar acara Istiqosah dan Ceramah Agama, yang dipimpin oleh KH Trisnanto Wachid, seorang Dai Muda yang menjadi Pengasuh Yayasan Yatim Piatu Baitul Mabrur – Sidotopo Surabaya.
Pada kesempatan itu pimpinan Media Warta Pena Satu, Yuyun Ary Soekadi, ikut menghadiri acara tersebut atas undangan dari pimpinan BBWS Brantas.

Acara ini merupakan momen penting untuk memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan kerja.
Dalam sambutannya, Yuyun Ary Soekadi menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga sebagai pengingat untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Yuyun sangat mengapresiasi BBWS Brantas Surabaya yang telah rutin setiap tahun mengadakan acara serupa sebagai sarana untuk mempererat silaturahmi dan meningkatkan semangat kerja sama di antara pegawai.
Acara Maulid Nabi ini tentunya dimeriahkan dengan pembacaan shalawat, ceramah agama oleh Kyai Trisnanto Wachid dan doa bersama. Pucuk pimpinan BBWS Brantas beserta para pejabat terkait di dalamnya turut hadir dan berbaur bersama undangan lainnya.
Dengan adanya acara ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama dapat terus ditingkatkan di lingkungan kantor.
Acara yang dimulai tepat pada pukul 08.00 WIB itupun berakhir pada pukul 11.00 WIB.** (Yuyun Ary.S)
“Perang Semesta Melawan Narkoba: BNN Ungkap Jaringan, Selamatkan Generasi”
“Perang Semesta Melawan Narkoba: BNN Ungkap Jaringan, Selamatkan Generasi”


jakarta, Media, wartapenasatu.com
Badan Narkotika Nasional (BNN) sekali lagi membuktikan komitmennya dalam “War on Drugs for Humanity” dengan membongkar 11 jaringan narkoba dan menyita ratusan kilogram barang bukti. Operasi ini tidak hanya mengungkap kejahatan narkotika, tetapi juga tindak pidana pencucian uang dan keberadaan laboratorium narkoba ilegal, menandai pendekatan komprehensif dalam pemberantasan narkoba.Kepala BNN, Komjen.Pol. Suyudi Ario Seto, M.Si, mengungkapkan bahwa dalam operasi yang berlangsung selama 18 hari dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, 11 jaringan narkoba berhasil dilumpuhkan. Operasi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam menghadapi ancaman narkoba. Dari 53 tersangka yang ditangkap, termasuk warga negara asing, terungkap dimensi internasional dari permasalahan ini.
Hasil Operasi yang Mencengangkan
Dalam rentang waktu Agustus hingga September, BNN berhasil menyita sejumlah besar barang bukti narkoba, yang meliputi:

– Sabu: 503,715,65 gram
– Ganja: 441,376,17 gram
– Ekstasi: 2.138 butir
– Kokain: 1.321 gram
– Ganja sintetis: 30 mililiter
– Sabu cair: 352 mililiter
– Bahan kimia padat: 4.674,37 gram
– Bahan kimia cair: 9.483 mililiterSelain itu, BNN juga mengungkap pabrik narkoba rumahan (Clandestine Laboratory) dan kasus pencucian uang (TPPU) senilai lebih dari Rp 52,7 miliar di Palembang, Sumatera Selatan, menunjukkan bahwa kejahatan narkoba memiliki akar ekonomi yang dalam dan terorganisir.
Rehabilitasi dan Pencegahan sebagai Pilar Strategis
Suyudi Ario Seto menekankan bahwa BNN tidak hanya fokus pada tindakan represif, tetapi juga memperkuat program rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba. Program ini bertujuan untuk memulihkan mereka dan mengintegrasikan kembali ke masyarakat sebagai individu yang produktif. Selain itu, BNN mengampanyekan program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai upaya pencegahan berbasis komunitas yang melibatkan pemerintah daerah, aparat desa, tokoh masyarakat, dan pemuda.
“Kami menegaskan bahwa BNN tidak hanya bergerak pada aspek represif. Kami juga memperkuat program rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba, agar mereka dipulihkan dan dikembalikan menjadi bagian produktif dari masyarakat,” ujar Suyudi, menegaskan pentingnya pendekatan holistik dalam penanggulangan narkoba.
Perang Melawan Narkoba: Bela Negara dan Tanggung Jawab Kolektif
Melalui operasi ini, BNN juga memusnahkan barang bukti narkoba sebanyak 48.794,78 gram ganja dan 2.086 butir ekstasi. Suyudi menekankan bahwa perang melawan narkoba adalah perjuangan kolektif yang membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mendukung upaya ini. Perang melawan narkoba adalah perjuangan kolektif. Tidak ada satu pun institusi yang bisa melakukannya sendirian,” tegasnya, mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dalam melawan ancaman narkoba.

Memandang bahaya narkoba lebih dari sekadar kasus kriminal, BNN melihatnya sebagai ancaman nyata terhadap masa depan bangsa. Narkoba bukan hanya merusak individu, tetapi juga mengikis ketahanan sosial, ekonomi, dan keamanan negara. Oleh karena itu, setiap upaya pemberantasan narkoba adalah bentuk pengorbanan dan perjuangan kolektif untuk melindungi generasi penerus.
“Perang melawan narkoba adalah perang kita bersama. Ini adalah wujud nyata bela negara untuk menjaga keselamatan dan masa depan Indonesia,” tegas Suyudi, menekankan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung BNN.
@Eny K. (Jakarta, 15 September 2025)
#warOnDrugsforHumanity
#BelaNegara
#GerakanBelaNegaraTanpaNarkoba
#IndonesiaEmas2045
#HidupSehatTanpaNaroba
#DesaBersinarBersihNarkoba
#IndonesiaBersinar