Artikel
Dampingi Kunjungan Kerja Gubernur Kalteng ke Sukamara, Pangdam XXII/TB Dorong Pemanfaatan Potensi Perikanan

Sukamara, wartapenasatu.com – Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran S.I.Kom bersama Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin, S.AP., M.Sc., Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan S.I.K., M.Si., serta sejumlah pejabat penting lainnya melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Sukamara, Minggu (7/12).
Rombongan disambut langsung oleh Bupati Sukamara H. Masduki, S.T., Wakil Bupati Nur Efendi S.H., Ketua DPRD Sukamara Ahmad Darsoni S.K.M., M.Si., serta unsur Forkopimda dan jajaran pemerintah daerah.
Kegiatan diawali ketika Pangdam XXII/TB beserta rombongan tiba di Tambak Udang Vaname Shrimp Estate Berkah di Desa Sei Raja, Kecamatan Jelai. Di lokasi tersebut, dilaksanakan panen udang vaname dan penebaran benih ikan lokal (restocking).
Dalam kesempatan itu, Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan pentingnya pemanfaatan potensi lokal untuk meningkatkan ekonomi daerah.
“Sektor perikanan seperti tambak udang ini memiliki dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat.
Kami mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal,” ujarnya.Selanjutnya rombongan bergerak menuju Kantor Kecamatan Pantai Lunci untuk meninjau pelaksanaan pasar murah, yang digelar sebagai bagian dari upaya stabilisasi kebutuhan pokok masyarakat.
Kunjungan ini dihadiri pula oleh jajaran Forkopimda Sukamara, termasuk Dandim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf Makin, S.Sos., M.I.P., Waka Polres Sukamara Kompol Sri Mulyono S.H., Kajari Sukamara M. Irwan, S.H., M.H., Sekda Sunardi S.Si., M.Sc., M.Eng., serta para pejabat kecamatan dan SOPD setempat.(ryt)
Ketua Umum DPP PURBAYA, Dr. Ali Yusran Gea : Hukum mati pelaku korupsi.
Ketua Umum DPP PURBAYA, Dr. Ali Yusran Gea : Hukum mati pelaku korupsi.

Jakarta, wartapenasatu.com – Purbaya Indonesia telah melaksanakan dialog publik pada Selasa malam, jam 19.00, di Hotel Sofyan Jakarta, menindak lanjuti gerak cepat dan tepat PURBAYA INDONESIA untuk berkomitmen dalam memperjuangkan kepentingan rakyat indonesia.
Di tengah-tengah dialog publik tersebut, Ketua Umum Dewan Pertimbangan Pusat (DPP) Purbaya Indonesia, Dr. Ali Yusran Gea, SH., MKn., MH, di dampingi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Rafriandi Nasution, SE., MT., juga Ketua Harian Dr.H.Desmy indrajaya. SE, MM, MBA. menegaskan pentingnya tata kelola pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi.
Hal ini dipandang krusial karena masalah terbesar negara ini adalah korupsi yang sudah mendarah daging, menyebar dari hulu ke hilir kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dr. Gea memberikan sejumlah solusi hukum dalam upaya pemberantasan dan pencegahan tindak pidana korupsi di Indonesia yang harus ditindak tegas, sehingga membentuk efek jera bagi para pelaku dan mencegah terjadinya korupsi yang berulang-ulang seperti yang selama ini kita saksikan.
Menurut beliau dalam acara dialog tersebut, bangsa ini tidak akan maju selama tindakan terhadap koruptor tidak tegas. Teranglah pendapat Dr. Gea yang didampingi Sekjen DPP Purbaya Indonesia Rafriandi Nasution, SE., MT.
Selama ini hukum Indonesia terkesan tumpul ke atas dan tajam ke bawah, sehingga kepastian Hukum segera dipastikan di publik.
Beliau juga meminta agar Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto harus berani mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang menetapkan hukuman mati bagi para koruptor.

Menurutnya, ini merupakan tindakan nyata dan langkah kongkrit yang ditunggu rakyat Indonesia, mengingat kondisi korupsi yang semakin merajalela—tidak ada jalan lain bagi Presiden selain mengeluarkan aturan hukuman mati tersebut.
Selain itu, Dr. Gea menegaskan pentingnya adanya political will yang kuat dari tiga pilar kekuasaan di Indonesia—kekuasaan eksekutif, kekuasaan legislatif, dan kekuasaan yudikatif—agar terwujud mekanisme hukum yang menyeluruh dan mampu memberantas korupsi secara masif.

PT KAJ Tak Hadir, Sidang Sengketa Lahan Lumpuh
PT KAJ Tak Hadir, Sidang Sengketa Lahan Lumpuh

Tenggarong, wartapenasatu.com – Sidang perdana perkara sengketa lahan antara warga Desa Sukabumi, Kecamatan Kota Bangun Darat, dengan PT Kutai Agro Jaya (KAJ) berlangsung di Pengadilan Negeri Tenggarong, Rabu (3/12/2025). Dalam agenda awal tersebut, majelis hakim mencatat ketidakhadiran pihak tergugat utama, yakni PT KAJ, sehingga persidangan ditunda dan pemanggilan resmi dijadwalkan ulang oleh pengadilan.
Para penggugat terdiri dari Darmono dan Sofyar Ardanie Sriananda selaku ahli waris Alm. H. Mohd. Asrie Hamzah, yang menggugat PT KAJ atas dugaan perbuatan melawan hukum.
Mereka diwakili tim kuasa hukum dari Borneo Raya Law Firm: Herman Felani, S.H., M.H., C.L.A., H. Muhammad Noor, S.H., M.H., dan Adv. Gunawan, S.H.
Gugatan tersebut menyoal penguasaan sepihak perusahaan terhadap total sekitar 180 hektare lahan yang menurut para penggugat merupakan tanah sah milik keluarga, diperoleh melalui Surat Pernyataan Pelepasan Tanah (SPPT) sejak 2005.
Kuasa hukum para penggugat, Adv. Herman Felani, menjelaskan bahwa sidang pertama hanya berlangsung singkat karena pihak PT KAJ tidak hadir dalam panggilan resmi pertama.
“Agenda hari ini adalah sidang pertama. Namun pihak tergugat tidak berhadir, sehingga majelis menunda sidang sampai 17 Desember untuk pemanggilan kedua,” jelas Herman.
Ia menegaskan, apabila PT KAJ kembali mangkir pada panggilan kedua dan ketiga, maka perusahaan dapat kehilangan hak jawab, dan perkara akan langsung berlanjut ke tahap pembuktian.
Rekan kuasa hukum lainnya, Adv. Gunawan, menambahkan bahwa pihaknya menemukan indikasi persoalan perizinan perusahaan yang akan disampaikan secara resmi dalam proses persidangan.
“Masalah isu-isu yang beredar terkait adanya izin yang kami temukan nanti akan kami tampilkan di persidangan. Kami meyakini izin tersebut tidak ada,” ujar Gunawan.
Gunawan juga menegaskan total lahan yang diperjuangkan warga dalam gugatan ini mencapai kurang lebih 180 hektare, mencakup 11 bidang tanah milik Darmono dan 78 bidang tanah milik ahli waris H. Mohd. Asrie Hamzah, sebagaimana tercatat dalam dokumen gugatan.
Darmono, salah satu pemilik lahan, mengungkapkan bahwa masalah ini telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Ia menuturkan bahwa pada 2014, muncul klaim dari perusahaan bahwa area perkebunan singkong yang dikelola masyarakat adalah milik perusahaan.
Padahal warga telah membeli tanah tersebut, jauh sebelumnya.
“Kami membeli lahan itu pada 2005. Perusahaan baru membeli dari masyarakat Bahulak, bukan dari masyarakat Sukabumi. Pada intinya itu hak saya dan keluarga Haji Hamzah,” ujar Darmono.
Darmono mengungkapkan bahwa lahan tersebut sempat dimanfaatkan untuk program Pemerintah berupa budidaya singkong gajah.
Bahkan warga sempat memperoleh pinjaman bank untuk membangun fasilitas pengolahan.
“Kami sampai dapat pinjaman dari bank untuk pabrik. Sempat produksi satu tahun, tapi lahan dirusak lagi pada 2015. Sejak itu tidak selesai-selesai,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa pihak perusahaan kerap tidak merespons upaya mediasi warga maupun pemanggilan oleh desa.
Kuasa hukum berharap proses persidangan berjalan lancar dan memberikan kepastian hukum kepada warga yang selama ini menunggu penyelesaian sengketa.
“Kami akan memperjuangkan hak klien kami, dan mudah-mudahan perjuangan ini membuahkan hasil sesuai harapan mereka,” tandas Gunawan.
Marwah pers oleh Hartany Soekarno sebagai jurnalis senior Kalimantan Tengah.
Marwah pers oleh Hartany Soekarno sebagai jurnalis senior Kalimantan Tengah.

Palangka Raya, wartapenasatu.com — Di halaman kecil pendopo sebuah rumah yang sederhana di bawah rindang pohon rambutan yang buahnya mulai memerah, seorang lelaki berusia senja duduk menatap jauh ke halaman. Angin sore sepoi menggoyang ranting seolah ikut menjaga percakapan kami saat itu. Di kursi karet sederhana, Hartany Soekarno, jurnalis yang telah mengabdi lebih dari empat puluh tahun mewakafkan dirinya untuk menulis tentang keadilan. Dia membuka kembali buku kehidupan yang tak pernah selesai ia tutup. Palangka Raya, Selasa 2 Desember 2025.
Hartany bukan seorang jurnalis yang tumbuh dari ruang redaksi ber-AC atau gemerlap acara peluncuran media. Ia tumbuh dari lapangan, dari debu jalan kampung, dari suara rakyat kecil yang sering tak terdengar oleh mereka yang memegang kekuasaan. perjalanan panjang pengabdian itu tidak selalu mulus dia lalui.
“Dulu saya juga pernah dipanggil wartawan bodrek,” dengan suara tenang tetapi menyimpan getir yang tak bisa ia sembunyikan. Ia tertawa kecil, bukan karena lucu, tetapi karena semua itu kini terasa jauh terlampaui oleh waktu dan karya. “Namun perlahan-lahan, sebutan itu hilang sendiri. Pembaca yang membelaku. Tulisan-tulisan saya yang menjawab.” ucapnya tenang.
Ia menatap pena tua yang tergeletak di atas meja, seolah di sanalah roh hidupnya bertumpu. Lalu ia berkata lirih namun penuh keyakinan, “Wartawan itu tidak dilihat dari usia. Mereka dinilai dari karyanya, apakah membuat publik lebih cerdas, lebih sadar, dan berani melihat kebenaran.” tegasnya.
Setiap katanya seperti palu kecil yang mengetuk kesadaran. Ada keteguhan yang hanya bisa dimiliki seseorang yang pernah jatuh, diremehkan, namun memilih bangkit tanpa dendam.
Dalam obrolan yang mengalir seperti cerita senja di kampung halaman, Hartany menyinggung satu hal yang sering menjadi ketakutan banyak jurnalis: berada di luar lingkaran kekuasaan.
“Jangan takut,” katanya sambil memandang lurus, seolah menatap seluruh jurnalis muda yang pernah ia temui. “Kita hidup bukan dari kontrak pemberitaan. Kita hidup dari karya. Dari kejujuran kita menulis.” tuturnya pelan tapi tegas.
“Kalau kita jujur, maka bekerjalah dengan hati, karena kekuasaan bukan hal yang menakutkan. Kita memang harus berdiri di luar lingkaran itu. Karena di sanalah seorang jurnalis dapat melihat semuanya dengan terang.” katanya tegas.Namun dibalik tutur yang tegas, ia tak menutup mata terhadap kondisi pers hari ini. Ia melihat jurnalis terkotak-kotak oleh kepentingan, terpecah oleh kelompok, terseret oleh arus yang membuat mereka saling menjauh.
“Padahal kita ini saudara,” ucapnya pelan. “Marwah pers itu runtuh kalau kita tidak bersatu.”tambahnya lagi.Hartany menegakkan tubuhnya, seperti ingin memastikan kalimat berikutnya tak akan disalah pahami.
“Jurnalis itu harus tetap pegang Kode Etik Jurnalistik. Itu benteng kita. Kita ini bukan sekadar penyampai kabar, kita ini pendidik, pengingat, pengontrol. Tanpa itu, pers hanyalah bayangan yang kehilangan bentuk.” tegasnya.Sore hampir berganti malam ketika percakapan itu berakhir. Cahaya jingga menembus sela-sela dedaunan rambutan di halaman, membingkai Hartany dalam siluet yang hampir puitis. Di tengah senja, ia tampak seperti seorang penjaga terakhir marwah pers, dengan suara yang tenang namun tegas, Hartany masih berusaha menjaga api integritas jurnalis agar tak padam.
Saat angin kembali berhembus, sebagai penulis saya menyadari satu hal: kadang, nasihat paling keras tidak datang dari gedung megah, tetapi dari pendopo sederhana di bawah pohon rambutan, dari seorang jurnalis yang tetap tegar berdiri meski badai berkali-kali menerjang diri dan nyawanya.(ryt)
Peringati HGN, Bupati Toba Targetkan Peningkatan Jumlah Siswa Masuk SMA Unggul
Peringati HGN, Bupati Toba Targetkan Peningkatan Jumlah Siswa Masuk SMA Unggul

Toba, wartapenasatu.com – Pemerintah Kabupaten Toba memperingati Hari Guru Nasional ke-80 di halaman Gereja HKBP Nommensen, Sigumpar, Kabupaten Toba pada Senin (1/12/2025). Dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional tersebut, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu yang bertindak sebagai pembina upacara membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Usai upacara, acara kemudian dilanjutkan dengan seremoni tiup lilin dan pemotongan kue oleh Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu bersama Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Dr. Joko Ahmad Julifan, M.Si didampingi oleh Forkopimda, Pj. Sekda Toba Paber Napitupulu, Ketua TP. PKK Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu dan sejumlah pejabat lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu menyampaikan ucapan selamat ulang tahun untuk seluruh guru. Khusus kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Toba, Bupati meminta agar ditahun mendatang jumlah siswa yang masuk SMA Unggul dapat meningkat dari tahun ini.
“Tahun depan jumlah anak didik yang masuk SMA Unggul harus meningkat dari tahun ini. Nanti kita lihat apa yang menjadi stimulus yang akan kita sampaikan kepada para Kepala Sekolah dan guru,” kata Bupati dalam sambutannya.Sementara Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Dr. Joko Ahmad Julifan, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema Hari Guru Nasional tahun ini adalah Guru Hebat Indonesia Kuat, yang mengingatkan masyarakat bahwa guru adalah ujung tombak dalam membangun generasi muda. Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban.
Beliau menambahkan bahwa untuk mendukung para guru, pemerintah saat ini telah melakukan langkah konkrit meningkatkan kualifikasi, kompetensi dan kesejahteraan guru, salah satunya pemberian beasiswa dan pelatihan serta hal lainnya. “Sementara untuk meningkatkan kesejahteraan, pemerintah telah memberikan dana sertifikasi dan dana insentif per tahun bagi para guru honorer,” ujar beliau.
Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Dr. Joko Ahmad Julifan, M.Si bersama Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu didampingi oleh Forkopimda, Pj. Sekda Toba Paber Napitupulu, Ketua TP. PKK Toba Ny. Astita Effendi Napitupulu dan sejumlah pejabat lainnya membuka gondang sebagai pertanda dibukanya pentas seni yang menjadi bagian dari perayaan Hari Guru Nasional. Sebelum meninggalkan panggung, Bupati bersama istri juga memberikan cenderamata berupa ulos kepada Dr. Joko Ahmad Julifan, M.Si.
Acara pentas seni tersebut diisi dengan tortor, paduan suara, konser gitar, mangandung dan berbagai kegiatan seni lainnya.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Kualitas Kesehatan Hari Ini Menentukan Peradaban Bangsa Dihari Esok
Kualitas Kesehatan Hari Ini Menentukan Peradaban Bangsa Dihari Esok

Toba, wartapenasatu.com – Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 tingkat Kabupaten Toba dimulai dengan senam bersama pada Selasa (2/12/2025) pagi di komplek kantor Bupati Toba. Usai senam, dilanjutkan dengan ibadah dan kemudian acara nasional, pembacaan pidato Menteri Kesehatan RI oleh Bupati Toba, pemberian hadiah, penandatanganan prasasti UPT Public Safety Center 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, penyerahan ambulans dan diakhiri dengan defile.
Dalam pidato Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin yang dibacakan oleh Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu, pemerintah menekankan bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa esok hari. Oleh karenanya dalam empat tahun terakhir, pemerintah telah menapaki transformasi Kesehatan Indonesia sebagai pondasi menuju masa depan tersebut. Saat ini pemerintah fokus bergeser dari mengobati orang sakit, menjadi menjaga orang sehat tetap sehat.
Transformasi Kesehatan harus terus digelorakan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan akses yang mudah, kualitas yang baik, dan biaya yang terjangkau.
Sejalan dengan upaya pencegahan tersebut, pembangunan dan peningkatan RS terus berjalan di berbagai pelosok negeri, demi mewujudkan kualitas layanan kesehatan yang merata. Di tahun 2025, 32 dari 66 lokus peningkatan RSUD berjalan sesuai
target. “Saya berharap, seluruh pegawai dan pejabat Pemerintah baik di pusat maupun daerah dapat melakukan gerakan perubahan budaya cara pikir, cara kerja, melayani, jujur, tidak korupsi menuju birokrasi yang kompeten, akuntabel, dan selaras dalam mengawal dan
menyukseskan transformasi kesehatan,” bunyi pidato Menteri Kesehatan yang dibacakan oleh Bupati Toba.Usai membacakan pidato Menteri Kesehatan, Bupati bersama jajaran Forkopimda melakukan tiup lilin dan pemotongan kue bersama sebagai simbol perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-61. Selanjutnya Bupati juga menandatangani prasasti UPT Public Safety Center 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Toba. Pada kesempatan itu, Bupati Toba dan Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan 1 unit ambulans 4X4 untuk Puskesmas Borbor.
Acara perayaan Hari Kesehatan Nasional juga diisi dengan penyerahkan hadiah kepada para juara untuk lomba berbagai kategori yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Toba. Acara kemudian diakhiri dengan defile seluruh Puskesmas se-Kabupaten Toba, Dinas Kesehatan Kabupaten Toba dan organisasi profesi di bidang kesehatan.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Kampanye Peringatan Hari AIDS Sedunia Ajak Warga Jangan Asingkan ODIV
Kampanye Peringatan Hari AIDS Sedunia Ajak Warga Jangan Asingkan ODIV

Toba, wartapenasatu.com – Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Sosial memperingati Hari AIDS Sedunia lewat ‘Kampanye Sosial Dalam Rangka Memperingati Hari AIDS Sedunia “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV’ yang digelar pada Rabu (3/12/2025).
Kampanye sosial ini dilakukan dengan pawai dari halaman kantor Dinas Sosial menuju Bundaran DI. Panjaitan, Balige. Pawai yang dilepas oleh Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus turut diikuti oleh Forkopimda dan sejumlah perwakilan masyarakat.
Wakil Bupati dalam sambutannya sebelum melepas rombongan pawai menyampaikan bahwa kampanye sosial tersebut bertujuan menyampaikan dua hal penting, yakni agar masyarakat tidak mengindari para pengidap HIV/AIDS atau ODIV (Orang Dengan HIV/AIDS) dan juga mengkampanyekan zore virus HIV/AIDS tahun 2030.
“Sebelum-sebelumnya AIDS adalah hal yang ditakuti. Pengidapnya seperti dikucilkan atau dihindari. Namun sekarang kita jangan lagi menghindari atau mengucilkan para ODIV,” ujar Wakil Bupati.
Beliau menambahkan bahwa tahun 2030 zero HIV/AIDS harus tercapai dengan cara menekan virus hingga nol dan menjaga agar virus tidak menular kepada siapapun.
“Bagaimana agar virus itu menjadi nol, dan tidak menular kepada siapapun. Jadi kampanye kita hari ini adalah bahwa kita tidak menghindari mereka dan juga mengkampanyekan bagaimana agar tidak ada lagi pengidap selanjutnya,” ujar Wakil Bupati dalam sambutannya.Usai menyampaikan sambutan, Wakil Bupati selanjutnya melepas rombongan pawai. Sepanjang pawai, orator menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan HIV/AIDS. Sementara para peserta pawai yang lain turut membawa spanduk dan poster sebagai bentuk peringatan HIV/AIDS sedunia.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Wakil Bupati Lantik Kepengurusan Forkala Kabupaten Toba Periode 2025-2029
Wakil Bupati Lantik Kepengurusan Forkala Kabupaten Toba Periode 2025-2029

Toba, wartapenasatu.com -Kepengurusan Forkala (Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat) Kabupaten Toba periode tahun 2025-2029 dilantik oleh Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus pada Rabu (3/12/2025) di Taman Raja Bona Nionan, Balige.
Dalam naskah pelantikan yang dibacakan oleh Wakil Bupati Toba, Forkala dibentuk untuk menjadi wadah diskusi dan komunikasi lintas etnis dan lembaga adat, mempererat persatuan dan kerukunan masyarakat sebagai identitas masyarakat Kabupaten Toba, melestarikan nilai-nilai budaya dan adat istiadat, membantu pemerintah dalam pelaksanaan pembangunan dan kemasyarakatan khususnya yang berkaitan dengan bidang budaya dan kebudayaan serta sebagai mediator dalam menyelesaikan berbagai masalah di tengah-tengah masyarakat melalui restorative justice.
“Kehadiran saudara-saudara dalam kepengurusan Forkala adalah untuk siap memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Toba, bukan sekadar mencari kedudukan dan kehormatan tetapi harus dapat dipertanggungjawabkan,” kata Wakil Bupati dalam naskah pelantikan.

Adapun pengurus Forkala yang dilantik adalah Ketua Umum Drs. Vespasianus Panjaitan beserta Wakil Ketua Umum, Sekretaris Umum Drs. Manarnap Simanjuntak beserta Wakil Sekretaris Umum, Bendahara Umum Marsarasi Simanjuntak serta Wakil Bendahara Umum. Selanjutnya Kordinator Bidang Adat Istiadat Pangondian Napitupulu bersama para anggota.
Kordinator Bidang Organisasi/Kaderisasi Charles Napitupulu bersama para anggota, Kordinator Bidang Hubungan Masyarakat Walsa Tampubolon bersama para anggota, Kordinator Bidang Budaya Drs. Tansiswo Siagian bersama para anggota dan Kordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan St. Charles Pangaribuan bersama para anggota.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Gedung GPI Mosa Palang Sangat Memprihatikan Longsor Usai Hujan Deras, Jemaat Sangat Kekhawatirkan
Gedung GPI Mosa Palang Sangat Memprihatikan Longsor Usai Hujan Deras, Jemaat Sangat Kekhawatirkan

Tapsel, wartapenasatu.com – Kamis 04 Desember 2025 Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Selatan pada Selasa, 25 November 2025, mengakibatkan kondisi memprihatinkan di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola. Salah satu bangunan yang terdampak adalah Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Mosa Palang, yang kini terancam longsor akibat pergeseran tanah di sekitar lokasi.
“Laporan masyarakat, hujan dengan intensitas tinggi membuat struktur tanah di area perbukitan tempat gereja berdiri menjadi tidak stabil. Warga mendapati bahwa sebagian dinding dan fondasi gereja mulai mengalami keretakan, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi runtuhnya bangunan jika situasi tidak segera ditangani” Ucapnya.
Kondisi gereja yang berada di daerah terpencil semakin memperburuk keadaan. Akses menuju lokasi yang sulit dilalui pascabanjir dan tanah longsor membuat warga setempat harus bergerak cepat untuk memastikan keselamatan jemaat, terutama karena gereja tersebut menjadi pusat kegiatan rohani masyarakat setempat.
Warga Desa Gunung Baringin juga melaporkan bahwa beberapa bagian bangunan gereja sudah tampak rusak dan membutuhkan penanganan darurat. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera turun tangan melakukan peninjauan serta mengambil langkah mitigasi untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.
Jemaat GPI sidang Mosa Palang penuh harap jika ada yang tergerak hatinya untuk mengulurkan tangan seberapapun bisa menghubungi no hp/wa 081271238136 Gr Injil S.Gulo S.Th pimpinan sidang kami, ujarnya.
Masyarakat Mengatakan pentingnya bantuan berupa perbaikan darurat, pengamanan lokasi, dan dukungan logistik.
Mereka khawatir apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi, kondisi gereja dapat memburuk dan membahayakan warga yang tinggal di sekitar area.
Warga dan jemaat GPI Mosa Palang berharap agar situasi ini segera mendapatkan perhatian serius. Mereka meminta pemerintah kabupaten, relawan, dan lembaga terkait untuk memberikan respon cepat demi menjaga keselamatan bangunan gereja serta memastikan aktivitas keagamaan tetap dapat berlangsung dengan aman.
(Kaperwil MWPS Sumut; t.rait)Penyabarluasan Ideologi Pancasila Dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Tahun 2025
Penyabarluasan Ideologi Pancasila Dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Tahun 2025

Toba, wartapenasatu.com – Acara rapat kerja reses Anggota DPRD Dapil IX Provinsi Sumatera Utara Viktor Silaen ini dihadiri 200 masyarakat Desa Sinar Sabungan,Kepala Desa Sinar Sabungan,Kapolsek Lumban Julu,Danrim Lumban Julu,pada Kamis 4/12/2025.
Kepala Desa Sinar Sabungan Bernat Tambun,mengucapkan banyak terima kasih kepada Anggota DPRD Dapil IX Provinsi Sumatera Utara Bapak Viktor Silaen SE.MM dari Fraksi Partai Golkar beserta tim rombongan Provinsi Sumatera Utara,Budayawan Tansiswo M.Siagian,Kapolsek Lumban Julu,Danrim Lumban Julu yang telah bersedia menghadiri kunjungan kerja reses Anggota DPRD Dapil IX Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar, meliputi:Samosir,Toba,Taput,Humbahas,Tap Teng,Sibolga dan semonga apa yang di sampaikan arahan dan manfaatnya kepada masyarakat di Desa Sinar Sabungan Kecamatan Bonatua Lunasi Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara tentang “Penyebarluasan Ideologi Pancasila” dalam sambutannya,tuturnya.
Kapolsek Lumban Julu AKP Rudy,E.Sitohang turut juga menyampaikan dan mengucap banyak terima telah bersedia menghadiri di acara kunjungan kerja reses Anggota DPRD Dapil IX Provinsi Sumatera Utara dari Fraksi Partai Golkar di Desa Sinar Sabungan Kecamatan Bonatua Lunasi Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara,dalam sambutannya,tuturnya.
Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, Dapil IX Viktor Silaean SE.MM
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan ideologi Pancasila di kalangan masyarakat, khususnya di Desa Sinar Sabunga Kecamatan Bonatua Lunasi Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara.
Materi sosialisasi wawasan kebangsaan dengan 4 pilar utama: Pancasila, UUD 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kegiatan ini berlangsung pada hari Kamis 04 Desember 2025 mulai pukul 13:00 Wib hingga selesai, bertempat di Desa Sinar Sabungan Kecamatan Bonatua Lunasi Kabuaten Toba Provinsi Sumatera Utara.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air, mencegah terorisme, dan meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan perlu diperkuat di kalangan masyarakat, terutama generasi muda, untuk menghadapi tantangan zaman dan globalisasi.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan penyampaian materi oleh narasumber, termasuk Viktor Silaen SE.MM dan Tim serta Budayawan Tansiswo M. Siagian. Materi yang disampaikan meliputi nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan sosialisasi budaya oleh Tansiswo yang memberikan pemaparan terkait budaya Batak, yakni Penyebarluasan Ideologi Pancasila, Etika, Moral, dan Etika Habatahon, Filosofi Habatahon.Viktor Silaen SE.MM menyampaikan bahwa Pancasila adalah ideologi dasar bangsa Indonesia yang perlu dipahami dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Pancasila dapat membentengi masyarakat dari rongrongan perubahan zaman di era globalisasi,tuturnya.
Sementara itu, Budayawan Tansiswo M. Siagian menyampaikan bahwa nilai-nilai Pancasila dan budaya Batak memiliki persamaan yang kuat. Semangat Habatahon dan Pancasila harus dipelihara dengan slogan “Saya Batak, Saya Indonesia, dan Saya Pancasila”.
Dengan kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan dapat semakin mengakar di kalangan masyarakat khususnya di Desa Sinar Sabungan ini,tuturnya