Bencana

  • AGAMA,  Artikel,  Bencana,  Berita Duka,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  SOSIAL

    Walikota Jakarta Utara Lepas Keberangkatan Tim Asesmen PMI Jakarta Utara ke Wilayah Bencana Aceh

     

    Wartapena Satu, Jakarta 19 Desember 2025,
    Walikota Jakarta Utara diwakili Wakil Walikota Jakarta Utara Fredy Setiawan melepas relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara ke wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah (Takengon), dan sebagian wilayah Aceh Timur. Pelepasan tim dilakukan di Markas PMI Jakarta Utara, Semper, Koja pada Kamis (18/12/2025).

    Tampak hadir undangan dalam acara, Sekretaris PMI Provinsi DK Jakarta Farullah, Bendahara PMI Provinsi DK Jakarta Abdul Haris, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DK Jakarta Budi, Wakil Ketua Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) Bidang Polhukam Mayjend (Purn) Jan Pieter Ate dan perwakilan UNITI Sustainable Redi Susanto.

    Pada kesempatan tersebut Fredy Setiawan, menyampaikan support serta apresiasi atas respons PMI Jakarta Utara dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

    “Tim Assesmen ini adalah tim pertama yang diberangkatkan. Nantinya, akan membantu saudara-saudara kita di wilayah bencana, terutama di Aceh,” ujar Fredy.
    Ia menambahkan bahwa pengerahan relawan ditentukan dalam waktu singkat sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. “Kami harapkan para relawan bekerja dengan semangat, ikhlas, serta tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan,” imbuhnya.

    Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, menjelaskan bahwa pengiriman relawan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) serta lembaga Uniti Sustainable. Kedua mitra tersebut telah menggalang donasi dari masyarakat yang selanjutnya akan disalurkan ke PMI Aceh.

    “Seluruh donasi dari masyarakat, termasuk bantuan yang diterima Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) PMI Jakarta Utara, akan kami salurkan kepada PMI Aceh untuk mendukung penanganan darurat di lapangan,” terang Rijal.
    Ia menekankan pentingnya kecepatan dalam operasi tanggap bencana, mengingat para penyintas membutuhkan bantuan segera. “Kami minta relawan tetap menjaga semangat, fokus dalam tugas, dan tidak lupa menjaga kesehatan diri,” pesannya.

    Dalam kesempatan ini dilakukan penyerahan simbolis bantuan hasil kolaborasi penggalangan dana dari IP-KI, Uniti For Sustainable serta warga Jakarta Utara, serta dukungan finansial dari PMI Provinsi DKI Jakarta memberikan uang tunai kepada PMI Jakarta Utara.

    Tim assesmen yang terdiri dari tujuh relawan terlatih ini akan melakukan pengkajian lapangan selama beberapa hari ke depan. Hasil assesmen tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana operasi Satuan Tanggap Darurat Bencana (Satgana) PMI se-Provinsi DKI Jakarta, yang dijadwalkan diberangkatkan pada Januari 2026. (Red)

  • Bencana,  Nasional

    DPP IP-KI Mengadakan MoU dengan PMI Jakarta Utara bersama UNITI Dalam Bantuan Sumatra

    Jakarta-wartapenasatu.com. Bencana alam yang mendera Pulau Sumatra 3 (tiga) minggu yang lalu memberikan luka yang mendalam bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah banjir yang menghanyutkan desa ataupun tempat tinggal yang mereka diami sebagai hunian dengan luapan air serta kayu gelondongan dengan diameter besar.

    Dengan keadaan yang terjadi ini, sebagian besar penduduk dan masyarakat Indonesia melakukan gerakan empati yang didorong dengan rasa kemanusiaan melihat sesama warga negara mendapatkan musibah yang begitu memilukan. Tak ayal dari beberapa komponen masyarakat melakukan gerakan aksi solidaritas yang begitu masif untuk membantu sesama dengan menggalang aksi donasi Pulau Sumatra.

    Hal yang sama dilakukan oleh DPP IP-KI (Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia) yang dipimpin oleh Ketua Umum Baskara H. Sukarya, pada hari ini (Rabu, 10/12/25) bertempat di Markas PMI Jakarta Utara melakukan MoU bersama PMI Jakarta Utara dan UNITI. Acara yang diinisiasi oleh DPP IP-KI mendapatkan respon positif oleh PMI Jakarta Utara dan UNITI, Ketua Umum DPP IP-KI mengatakan, “DPP IP-KI senantiasa menjaga nilai-nilai Pancasila selalu hidup ditengah-tengah gempuran nilai-nilai luar yang masuk dari manapun, ini bukan tanpa alasan karena sejatinya nilai-nilai Pancasila sejatinya adalah nilai-nilai luhur yang perlu dijaga serta ditingkatkan dalam praktek kehidupan sehari-hari”.

    Pada acara yang diselenggarakan di Markas PMI Jakarta Utara dihadiri oleh Perwakilan PMI Jakarta Utara oleh Sekretaris PMI Jakarta Utara Ramdansyah Bakir menjelaskan bahwa kerjasama ini difokuskan pada penggalangan dana untuk membantu korban bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara dan Aceh. “Kami percaya dengan bergandengan tangan bersama DPP IP-KI dan Uniti For Sustainable, distribusi logistik dapat dipercepat dan bantuan bisa tersalurkan tepat sasaran,” ujar Ramdan Bakir.

    Ketua Umum IP-KI Baskara Harimukti Sukarya mengatakan bahwa, “Perjanjian Bersama ini merupakan wujud nyata solidaritas kemanusiaan, kolaborasi ini bertujuan menggalang dana sekaligus menyalurkan bantuan langsung kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Semoga bantuan yang kita salurkan dapat meringankan beban para penyintas, tandas Baskara Sukarya.

    Managing Director Uniti for Sustainable, Ditya Afsari Ningrum Purba, menjelaskan peran komunitasnya sebagai pihak ketiga yang dipercaya IP-KI untuk mengelola penggalangan dana. “Kami bertugas menghimpun donasi dari masyarakat untuk mendukung penanganan bencana banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut,” jelasnya.

    Ditya menambahkan, periode panggalangan dana akan berlangsung selama 3 (tiga) bulan, mulai dari November 2025 hingga Januari 2026, “Jenis dan skema bantuan yang diberikan akan disesuaikan dengan jumlah dana yang terkumpul serta kebutuhan lapangan,” tegasnya.

    Kolaborasi ini diharapkan menjadi model kemitraan lintas sektor – pemerintah, organisasi veteran, dan komunitas sosial – yang efektif dalam merespons tantangan kemanusiaan di Indonesia, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Sumatra.

    PMI Jakarta Utara membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat umum, lembaga, maupun perusahaan untuk turut berpartisipasi melalui donasi. Penyaluran bantuan dapat langsung ke Pusdatin PMI Jakarta Utara di Markas PMI Jakarta Utara di Markas PMI Jalan Semper Koja, Jakarta Utara atau no posko 089 8866 9000. (Red)

  • Bencana,  Berita Duka,  Daerah,  hukum,  Keamanan,  Politik,  SOSIAL

    Dorong Penetapan Bencana Aceh, Sumatera sebagai Bencana Nasional, Dr Gea: Jangan Jadikan Nyawa Manusia Sebagai Tolak Ukur

    Dorong Penetapan Bencana Aceh, Sumatera sebagai Bencana Nasional, Dr Gea: Jangan Jadikan Nyawa Manusia Sebagai Tolak Ukur

    Jakarta, wartapenasatu.com – Mardian (Ketua Komunikasi Purbaya & Wakil Sekjen Kongres partai Kongres Indonesia): Tanggung Jawab Seluruh Elemen Anak Bangsa.”Ketua Umum DPP Perubahan untuk Indonesia Raya (Purbaya) Indonesia, DR. Ali Yusran Gea, SH., MKn,.MH. meminta Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan bencana di Sumatera sebagai bencana nasional dengan penanganan terintegrasi.

    Pendapat ini diperkuat oleh Mardian., SE, selaku Ketua Komunikasi dan Informasi Purbaya Indonesia sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kongres Indonesia, yang menegaskan bencana ini tidak lagi berskala daerah melainkan nasional dan merupakan tanggung jawab seluruh elemen anak bangsa yang berkompeten untuk membantu mengatasi masalahnya.

    DR. Gea menyampaikan permintaan tersebut kepada awak media di kawasan Jakarta Timur, Kamis (11/12/2025). Ia menekankan bahwa bencana yang melanda Sumatera telah sangat menyakiti masyarakat, sehingga penetapan status nasional tidak boleh hanya ditentukan oleh jumlah korban jiwa.

    “Semua pihak harus memahami bahwa ini adalah kejadian yang sudah sangat menyakiti masyarakat Indonesia, Oleh karena itu jangan lah menjadikan nyawa manusia sebagai tolak ukur penetapan bencana nasional. Ini kaitannya dengan kemanusiaan dan norma-norma,” ujarnya.

    Sebagai informasi, penetapan status darurat bencana nasional secara regulasi membutuhkan indikator seperti dampak luas, korban jiwa, kerugian materi signifikan, gangguan pelayanan publik, dan penurunan kemampuan daerah dalam penanganan.

    Sebagai negara hukum (rechtsstaat), DR. Gea menegaskan pemerintah harus menghormati hak asasi manusia dan nilai kemanusiaan, sehingga perlu dalam konteks bencana di Aceh di naikan setatus menjadi bencana nasional untuk kepentingan Hak Asasi Manusia.

    Ia juga meminta Gubernur dan DPRD Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk membahas dan menyempurnakan masalah ini melalui proses legislatif guna mendorong penetapan status nasional. Selain itu, Dr. Gea memperingatkan agar bencana tidak dijadikan “test the water” menuju Pemilu 2029, dan meminta pejabat serta wakil rakyat tidak hanya datang untuk pencitraan melainkan memberikan bantuan yang tepat – mulai dari sandang, makanan, obat-obatan, hingga perbaikan infrastruktur.

    Senada dengan Dr. Gea, Sekretaris Jenderal Purbaya Indonesia, Rafriandi Nasution, menyatakan semua pihak harus menunjukkan empati dengan menyusun langkah-langkah terukur dalam penanganan, agar masyarakat merasakan dukungan dari pejabat yang dipilih mereka.

    Menambahkan pandangan terkait skala dan tanggung jawab bencana, Mardian., SE – yang menjabat dua posisi penting di Purbaya dan Partai Kongres Indonesia – menyatakan bahwa dampak yang terjadi telah melampaui batas wilayah lokal. “Bencana di Sumatera ini bukan lagi bencana daerah semata, tetapi sudah menjadi bencana nasional,” ujarnya.

    Selain itu, Mardian menekankan bahwa penanganan bencana ini merupakan tanggung jawab seluruh elemen anak bangsa yang berkompeten. “Ini adalah tanggung jawab kita semua, mulai dari lembaga negara, lembaga swasta, organisasi masyarakat, hingga para ahli di bidang penanggulangan bencana dengan memberikan kontribusi keahlian serta sumber daya untuk membantu mengatasi bencana ini,” tambahnya.

    Menurut Mardian, kerja sama antar elemen yang berkompeten akan mempercepat proses penanggulangan, rehabilitasi, dan mitigasi. “Bencana adalah ujian kebersamaan bangsa, kita harus bersatu dalam keahlian dan niat baik, bukan saling menyalahkan, untuk melindungi warga dan mencegah kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya.

  • Bencana,  Berita Duka,  Militer,  SOSIAL

    Kodim 1016 Palangka Raya Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Sumatra dan Aceh

    Kodim 1016 Palangka Raya Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Sumatra dan Aceh

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 1016 /Palangka Raya menunjukkan solidaritas kemanusiaan dengan mengirimkan sejumlah besar bantuan logistik untuk korban bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatra dan Aceh.

    Bantuan ini merupakan hasil pengumpulan dari seluruh anggota Kodim baik TNI beserta keluarga maupun PNS serta masyarakat binaan Kodim 1016/ Palangka Raya sebagai bagian dari upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

    Dandim 1016/ Palangka Raya, Letnan Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E.,M.Han. menyampaikan, sebelum diberangkatkan ke lokasi bencana, bantuan logistik yang dikumpulkan dari Anggota Kodim beserta Masyarakat Binaan dipusatkan di Makodim 1016/Palangka Raya.

    “Pemusatan ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan, keamanan, dan efisiensi dalam proses pendistribusian menuju daerah-daerah yang membutuhkan, ” imbuhnya. Senin (7/12/2025).

    Dandim menyampaikan rasa bangga dan harunya melihat antusias anggota Kodim beserta masyarakat binaan dalam membantu sesama. Menurutnya, sikap sosial yang ditunjukkan mencerminkan nilai kemanusiaan yang tinggi di tengah situasi bencana.

    Lebih lanjut, Letkol Inf Kurniawan Agung Sancoyo mengatakan, bantuan ini berupa paket sembako, pakaian, dan peralatan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh korban bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian serta gotong royong TNI Bersama masyarakat Kota Palangka Raya terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana.

    “Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Sumatera dan Aceh yang terkena dampak bencana. Kami juga berharap agar masyarakat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa, ” tutup Dandim.(ryt)

  • Bencana,  Berita Duka,  hukum,  Kriminal,  Nature,  perkebunan,  SOSIAL

    “Menhut Harus Dievaluasi”: Hasil Rapat Harian DPP Purbaya Indonesia”

    “Menhut Harus Dievaluasi”: Hasil Rapat Harian DPP Purbaya Indonesia

    Jakarta, wartapenasatu.com – Rapat harian DPP Purbaya Indonesia telah dilaksanakan di Bassura Mall, Jakarta Timur, pada tanggal 6 Desember 2025. Salah satu poin yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan tersebut adalah permintaan yang disampaikan oleh Ketua Umum  Purbaya Dr. H. Ali Yusran Gea, SH, MH, M.Kn. sagar pemerintah Prabowo Subianto  segera mengevaluasi menhut melihat bencana yang terjadi di sumatra.

    Hadir dalam rapat tersebut adalah Ketua Umum DPP Ormas Purbaya Dr. H. Ali Yusran Gea, SH, MH, M.Kn., Sekjen DPP H. Rafiandi Nasution, SE, MT, Ketua Umum DPP Kartini Purbaya Indonesia Hj. Ratna Anita Lubis, SE, Ketua Harian Dr. H. Desmy Indra Jaya Noor, SE, MM, MBA, serta Bapak Mardian, Direktur Media Wartapenasatu.com sebagai mitra media, Juga hadir seluruh peserta rapat harian, undangan, dan simpatisan  Purbaya Indonesia.

    Alasan mendasar mengapa harus segera ada evaluasi terhadap Menteri Kehutanan (Menhut) dan hal ini menjadi penting adalah karena adanya kebutuhan mendesak akan gerakan perubahan yang lebih baik untuk kepentingan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam hal ini yang berkaitan langsung dengan kementrian kehutanan. adanya permintaan ini karena Purbaya sebagai ormas berkomitmen untuk mengawal kepentingan masyarakat Indonesia melalui berbagai gerakan yang diaktualisasikan langsung, cepat dan tepat dengan kepentingan bersama.

    Suasana rapat berjalan dengan kekeluargaan, santai, namun tetap serius dalam membahas berbagai langkah perubahan untuk melindungi kepentingan masyarakat. Semua peserta berusaha memberikan pandangan yang konstruktif terkait urgensi evaluasi kebijakan kehutanan yang berlaku saat ini.

    Perlunya evaluasi terhadap Menhut muncul dari urgensi tindakan cepat yang diharapkan berdampak positif bagi masyarakat. Melalui evaluasi ini, diharapkan setiap kebijakan menteri terkait kelestarian hutan sejalan dengan kepentingan masyarakat serta kelestarian hutan. Saat ini, banyak hutan di Indonesia telah berubah menjadi lahan terbuka yang tidak menguntungkan rakyat, pengundulan melalui ilegal loging dan pembukaan lahan yang tidak sesui regulasi yang seharusnya membuat dampak buruk kepada masyarakat.

    Indonesia tercatat sebagai negara dengan kehilangan hutan hujan tropis terbesar kedua di dunia dan kehilangan hutan hujan tropis saat ini semakin mengkhawatirkan. halini menjadi landasan penting mengapa kebijakan mentri kehutanan perlu dievaluasi atau bahkan memberi tindakn tegas kepada oknum terkait.

    Bencana yang terjadi di Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh salah satu penyebabnya adalah ketidakmampuan menhut dalam menjaga, melindungi, dan meregulasi hutan negara dengan baik. Dalam rapat tersebut Purbaya Indonesia mendesak pemerintah segera menentukan sikap dan mengevaluasi Menhut secara cepat dan tepat, Purbaya Indonesia sebagai orams akan mengawal dan memperjuangkan hal ini demi kepentingan masyarakat.

    Ketua Umum  Purbaya Indonesia  menyatakan bahwa sikap ini merupakan bentuk keprihatinan dan loyalitas kepada masyarakat. Beliau memandang bahwa bencana alam yang terjadi di Sumatra disebabkan oleh ulah manusia yang rakus, sehingga berharap adanya sanksi kepada oknum terkait dan evaluasi kembali kebijakan yang selama ini diterapkan. Kepedulian  Purbaya Indonesia merupakan aksi nyata membela kepentingan rakyat, dengan komitmen besar untuk selalu memprioritaskan kepentingan bersama.

  • Bencana,  Daerah,  Nasional

    TNI AD Kirimkan Bantuan Logistik Beskala Besar ke Aceh, Sumut, dan Sumbar atas Instruksi Presiden

    Jakarta  wartapenasatu.com

    Jakarta — Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kembali mengerahkan dukungan logistik berskala besar untuk membantu percepatan penanganan bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pengiriman bantuan ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden RI Prabowo Subianto agar proses pemulihan di daerah terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.
    Bantuan kemanusiaan tersebut diangkut menggunakan Kapal ADRI XCII-BM yang diberangkatkan dengan muatan beragam kebutuhan pokok. Kapal itu membawa total 8.690 koli bantuan dengan berat keseluruhan mencapai 88.457 kilogram. Seluruh bantuan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang saat ini masih dalam kondisi memerlukan dukungan logistik.
    Adapun jenis bantuan yang dikirim meliputi makanan siap saji, mie instan, perlengkapan mandi dan sanitasi, air mineral, beras, serta selimut. Selain itu, turut dikirim pakaian dewasa dan anak-anak, perlengkapan bayi, perangkat komunikasi, hingga kendaraan roda empat untuk mendukung mobilitas operasi kemanusiaan di lapangan.
    Pengiriman logistik skala besar ini menunjukkan komitmen TNI AD dalam memastikan percepatan distribusi bantuan ke daerah-daerah yang terdampak parah. Selain menggunakan jalur laut, prajurit TNI AD juga terlibat langsung dalam proses bongkar muat dan penataan logistik di sejumlah titik distribusi.
    Kegiatan tersebut dilakukan secara terpadu oleh personel TNI AD, mulai dari tahap persiapan, pengepakan, hingga pemuatan bantuan ke dalam kapal. Sejumlah dokumentasi menunjukkan para prajurit bekerja intensif untuk memastikan seluruh bantuan tertata dengan aman dan siap untuk dikirim menuju wilayah sasaran.
    Menurut laporan resmi, bantuan ini akan didistribusikan secara bertahap begitu kapal tiba di pelabuhan tujuan. Pemerintah daerah serta unsur TNI di wilayah masing-masing telah disiagakan untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan cepat, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
    Dengan pengiriman logistik berskala besar ini, pemerintah berharap masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dapat segera mendapatkan bantuan yang memadai. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen negara dalam hadir di tengah rakyat pada saat masa-masa sulit akibat bencana.

  • Bencana,  Nasional,  Wisata

    Banjir Rob Terjadi di Wilayah Jakarta Utara , Ancol Pastikan Penanganan Tepat dan Operasional Berjalan Lancar

    Jakarta, wartapenasatu.com, 5 Desember 2025 – Beberapa hari ini terjadi banjir rob di wilayah Jakarta Utara, salah satu kawasan yang terdampak adalah Pantai Marina Ancol. Tingginya air laut mengakibatkan meluap ke area daratan khususnya jalur lalu lintas untuk kendaraan. Ancol sebagai pengelola kawasan ini telah mengantisipasi kemungkinan banjir rob dengan berbagai langkah mitigasi sejak awal musim pasang air laut, dan memastikan penanganan dilakukan dengan tepat.

    Meskipun banjir rob terjadi, dampaknya terbatas hanya di area Marina saja. Ancol terus memaksimalkan pengoperasian pompa air yang tersebar di sekitar kawasan Marina guna mempercepat proses pengeluaran air dan mengurangi genangan. Tim teknis juga terus memantau situasi secara real-time untuk memastikan penanganan efektif.

    Ancol Tetap Beroperasi seperti Biasa.

    Penting untuk diketahui bahwa kejadian banjir rob ini tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di Ancol maupun akses menuju unit rekreasi lainnya. Pengunjung dan masyarakat yang akan berekreasi dapat tetap beraktivitas dengan aman dan nyaman.

    Ancol berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan terbaik agar dampak dari banjir rob dapat diminimalisir dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga.

    Dihimbau kepada masyarakat yang berkreasi di Ancol Taman Impian untuk menggunakan akses masuk dari Pintu Gerbang Barat (Pkl 06.00 – 18.00 wib) dan Pintu Gerbang Timur (Pkl 05.00 – 23.00 wib).

  • Artikel,  Bencana,  Berita Duka,  Tumbuhan

    Gedung GPI Mosa Palang Sangat Memprihatikan Longsor Usai Hujan Deras, Jemaat Sangat Kekhawatirkan

    Gedung GPI Mosa Palang Sangat Memprihatikan Longsor Usai Hujan Deras, Jemaat Sangat Kekhawatirkan

    Tapsel, wartapenasatu.com – Kamis 04 Desember 2025 Hujan deras yang mengguyur wilayah Tapanuli Selatan pada Selasa, 25 November 2025, mengakibatkan kondisi memprihatinkan di Desa Gunung Baringin, Kecamatan Angkola. Salah satu bangunan yang terdampak adalah Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Sidang Mosa Palang, yang kini terancam longsor akibat pergeseran tanah di sekitar lokasi.

    “Laporan masyarakat, hujan dengan intensitas tinggi membuat struktur tanah di area perbukitan tempat gereja berdiri menjadi tidak stabil. Warga mendapati bahwa sebagian dinding dan fondasi gereja mulai mengalami keretakan, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan potensi runtuhnya bangunan jika situasi tidak segera ditangani” Ucapnya.

    Kondisi gereja yang berada di daerah terpencil semakin memperburuk keadaan. Akses menuju lokasi yang sulit dilalui pascabanjir dan tanah longsor membuat warga setempat harus bergerak cepat untuk memastikan keselamatan jemaat, terutama karena gereja tersebut menjadi pusat kegiatan rohani masyarakat setempat.

    Warga Desa Gunung Baringin juga melaporkan bahwa beberapa bagian bangunan gereja sudah tampak rusak dan membutuhkan penanganan darurat. Mereka berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat segera turun tangan melakukan peninjauan serta mengambil langkah mitigasi untuk mencegah kerusakan yang lebih parah.

    Jemaat GPI sidang Mosa Palang penuh harap jika ada yang tergerak hatinya untuk mengulurkan tangan seberapapun bisa menghubungi no hp/wa 081271238136 Gr Injil S.Gulo S.Th pimpinan sidang kami, ujarnya.

    Masyarakat Mengatakan pentingnya bantuan berupa perbaikan darurat, pengamanan lokasi, dan dukungan logistik.

    Mereka khawatir apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi, kondisi gereja dapat memburuk dan membahayakan warga yang tinggal di sekitar area.
    Warga dan jemaat GPI Mosa Palang berharap agar situasi ini segera mendapatkan perhatian serius. Mereka meminta pemerintah kabupaten, relawan, dan lembaga terkait untuk memberikan respon cepat demi menjaga keselamatan bangunan gereja serta memastikan aktivitas keagamaan tetap dapat berlangsung dengan aman.
    (Kaperwil MWPS Sumut; t.rait)

  • Bencana,  Berita Duka,  SOSIAL

    Sembilan Hari Terjadinya Bencana Longsor, Likungan 3 Badiri Tanpa Bantuan

    Sembilan Hari Terjadinya Bencana Longsor, Likungan 3 Badiri Tanpa Bantuan

    Tapteng, wartapenasatu.com – Kamis 4 Desember 2025, Warga di Lingkungan 3, Kelurahan Lopian, semakin terpukul setelah sembilan hari berlalu tanpa adanya bantuan pangan yang seharusnya mereka terima. Kondisi ini membuat masyarakat merasa terabaikan, terlebih setelah bencana longsor yang meninggalkan dampak serius di wilayah mereka.

    Kekecewaan warga semakin memuncak karena hingga kini bantuan berupa obat-obatan maupun langkah pembersihan sisa material longsor belum kunjung dilakukan. Mereka menilai lurah tidak merespons kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak, sehingga kondisi lingkungan makin memprihatinkan.
    Situasi memanas pada Rabu, 3 Desember 2025, saat warga melihat mobil dinas membawa sembako menuju Desa Jago-jago. Melihat bantuan itu justru dialihkan ke wilayah lain, sejumlah warga yang merasa dianaktirikan akhirnya melakukan aksi penjarahan karena tekanan kebutuhan yang tidak tertahankan.

    Menurut warga, mereka hanya mendengar kabar tentang bantuan yang akan disalurkan, namun kenyataannya tidak pernah ada satu pun paket bantuan yang mereka terima. Keadaan ini membuat masyarakat merasa diperlakukan tidak adil dan diabaikan dalam situasi darurat.
    Warga mengungkapkan bahwa mereka terpaksa bertindak karena kebutuhan hidup tidak bisa lagi ditunda. Mereka berharap pemerintah dapat memahami kondisi psikologis serta tekanan ekonomi yang mereka alami setelah bencana.

    Harapan terbesar masyarakat Lingkungan 3 Badiri adalah agar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah segera turun langsung meninjau lokasi yang terdampak. Mereka meminta pembersihan material longsor segera dilakukan karena kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas harian dan membahayakan keselamatan warga.

    Dengan situasi yang terus terkatung-katung, warga berharap tidak ada lagi diskriminasi dalam pendistribusian bantuan, dan penanganan pascabencana dapat dilakukan secara adil serta merata. Pemerintah diimbau untuk memastikan seluruh wilayah terdampak mendapatkan perhatian yang sama tanpa pengecualian.
    (Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)

     

  • Bencana,  Nasional,  SOSIAL

    TNI Salurkan Logistik ke Wilayah Terisolasi dengan Metode Airdrop

    Jakarta – wartapenasatu.com. Untuk menjangkau wilayah yang terputus akibat banjir dan tanah longsor di Tapanuli Tengah serta sejumlah titik di Medan, TNI mengerahkan pesawat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, untuk melaksanakan pengiriman bantuan dengan Metode Airdrop.

    Kapuspen TNI Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menjelaskan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar distribusi bantuan dilakukan secepat mungkin dan menjangkau seluruh korban. “Menindaklanjuti itu, TNI hari ini melaksanakan droping bantuan dengan menggunakan teknis distribusi menggunakan Helibox. Helibox ini upaya teknik distribusi bantuan ke daerah yang terisolir dan tidak terjangkau oleh jalur darat,” ujar Kapuspen.

    TNI mengerahkan pesawat Cassa 212, CN-295, serta C-130 Hercules untuk melaksanakan penyaluran logistik udara. Selain Helibox, operasi akan dilanjutkan dengan teknik Airdrop seperti yang pernah dilakukan dalam misi kemanusiaan di Gaza. “Kita menggunakan pesawat Hercules kemudian melaksanakan distribusi kurang lebih 200 parasut utama dan 200 parasut cadangan, membawa bekal-bekal bantuan yang dibutuhkan oleh para penduduk,” kata Kapuspen TNI.

    Secara keseluruhan, TNI telah mengerahkan 16.068 personel dalam operasi penanganan bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Selain itu, TNI juga mengerahkan 8 pesawat, terdiri dari Hercules, A400M, dan Boeing 737 yang telah beroperasi di wilayah terdampak. Sebanyak 19 helikopter (Caracal, Bell, Dauphin, Panther, dan Super Puma) serta 6 KRI turut diperbantukan untuk mendukung percepatan distribusi dan evakuasi.

    Dimana TNI mengirimkan 4,2 ton bantuan, terdiri atas paket sembako, obat-obatan dari Puskes TNI, mi instan, dan berbagai perlengkapan kebutuhan pengungsi. Seluruh kekuatan TNI dikerahkan untuk memastikan bantuan tiba tepat waktu. Prioritas TNI adalah keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar mereka di lokasi terdampak.

Wartapenasatu.com @2025