Bencana

  • Bencana,  Daerah,  Keamanan,  Kepolisian,  SOSIAL

    Polres Katingan Gelar Apel Gabungan Dalam Rangka Siaga Darurat Bencana

    Polres Katingan Gelar Apel Gabungan Dalam Rangka Siaga Darurat Bencana

    Katingan, wartapenasatu.com — Polres Katingan melaksanakan apel gabungan gelar pasukan dalam rangka siaga darurat bencana, bertempat di halaman Polres Katingan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Katingan, AKBP Chandra Ismawanto, S.I.K., dan diikuti oleh unsur TNI, Satpol PP, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Katingan, Rabu (05/11/2025).

    Apel gabungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan seluruh personel dan instansi terkait dalam menghadapi potensi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah Kabupaten Katingan, seperti banjir, tanah longsor, maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

    Dalam amanatnya, Kapolres Katingan AKBP Chandra Ismawanto, S.I.K. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergitas antara aparat keamanan dan instansi terkait dalam menghadapi kondisi darurat bencana.

    “Melalui apel gelar pasukan ini, kita ingin memastikan bahwa seluruh personel siap siaga dan memiliki kesiapan peralatan serta strategi penanganan yang terkoordinasi dengan baik. Penanganan bencana membutuhkan kerja sama semua pihak, baik TNI, Polri, maupun instansi pemerintah daerah,” Pungkasnya.

    Selain apel pasukan, kegiatan juga dilanjutkan dengan pemeriksaan sarana dan prasarana pendukung penanganan bencana, seperti kendaraan operasional, peralatan evakuasi, serta perlengkapan medis dan logistik.

    Dengan adanya apel gabungan ini, diharapkan sinergitas antarinstansi dapat semakin kuat dalam upaya menjaga keselamatan dan keamanan masyarakat dari ancaman bencana alam di wilayah Kabupaten Katingan.

  • Bencana,  Kepolisian

    Polda Jatim Bersama Pemprov Siagakan Personel Gabungan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

    WARTSPENASATUJATIM | SURABAYA – Mengantisipasi potensi terjadinya bencana hidrometeorologi di wilayah Jawa Timur, Polda Jatim menyiapkan lebih kurang 1.400 personel tanggap bencana.

    Sementara itu di seluruh Polres dan Polresta jajaran Polda Jawa Timur juga telah menyiagakan lebih kurang 6.000 personel.

    Seluruh personel gabungan dari berbagai instansi tersebut akan dikerahkan untuk penanganan bencana alam.

    Hal itu seperti disampaikan oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si usai memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan Tanggap Darurat Bencana di Lapangan Apel Mapolda Jatim, Rabu (5/11/2025).

    “Kami berkolaborasi dengan Pemda, TNI, BNPB, dan semua stakeholder terkait, termasuk masyarakat,” ujar Irjen Pol Nanang.

    Kapolda Jatim berharap dengan kesiapan dan kesigapan personel ini, dapat merespons dengan cepat dan tepat dalam penanganan bencana alam.

    “Diharapkan penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu demi keselamatan dan ketahanan masyarakat Jawa Timur, karena ini menyangkut pertolongan terhadap jiwa,” tegas Irjen Pol Nanang.

    Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah menyampaikan apresiasi atas kesiapan Polda Jatim dan jajaran dalam mendukung penanggulangan bencana di daerah.

    Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen memperkuat sinergitas lintas instansi untuk meminimalisir risiko dan dampak bencana terhadap masyarakat.

    “Diharapkan koordinasi dan respons penanganan bencana dapat berjalan semakin cepat, tepat, dan terukur, sehingga keamanan dan keselamatan masyarakat Jawa Timur tetap terjaga,” ujar Gubernur Khofifah.*** (Bgn)

  • Bencana,  Kepolisian,  SOSIAL

    Toba Siaga: Sinergi Hadapi Bencana Hidrometeorologi

    Toba Siaga: Sinergi Hadapi Bencana Hidrometeorologi

    Toba, wartapenasatu.com – Polres Toba menggelar apel kesiapsiagaan tanggap darurat bencana hidrometeorologi tahun 2025 sebagai langkah proaktif dalam menghadapi potensi ancaman bencana alam di wilayah Kabupaten Toba. Apel yang dilaksanakan di halaman Mapolres Toba pada Rabu, 5 November 2025, ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

    Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, S.I.K., dan dihadiri oleh sejumlah pejabat Forkopimda dan instansi terkait. Kehadiran Ketua DPRD Toba Franshendrik Tambunan, perwakilan Dandim 0210/TU, Wakapolres Toba Kompol Marludin, S.Ag, Kadis Satpol PP Kabupaten Toba Harianto Butarbutar, Kadis Dishub Kabupaten Toba S. Sitompul, Komandan Basarnas Kabupaten Toba Erikson Gultom, Kabid Damkar Toba Hendry Sibarani, PJU Polres Toba, personel Polres Toba, serta perwakilan dari berbagai instansi terkait, menunjukkan komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana.

    Dalam apel tersebut, dilakukan pengecekan kesiapan personel, kendaraan operasional, serta berbagai peralatan SAR seperti perahu karet, genset, lampu penerangan, mesin chainsaw, dan ambulans. Pengecekan ini bertujuan untuk memastikan seluruh sumber daya yang ada siap digunakan dalam penanganan bencana.

    Kegiatan ini merupakan wujud pengecekan terhadap kesiapan personel maupun sarana prasarana dalam pencegahan dan penanggulangan bencana alam. Diharapkan seluruh personel dan stakeholder yang terlibat dapat bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat dalam menghadapi berbagai potensi bencana ke depan demi menjamin terlindunginya keamanan dan keselamatan masyarakat.

    Dalam amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang dibacakan oleh Kapolres Toba, ditekankan pentingnya sinergitas lintas sektoral dalam upaya penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Toba. Kapolri mengingatkan agar koordinasi antarinstansi terus diperkuat, baik pada tahap pra-bencana, tanggap darurat, maupun pasca-bencana. Selain itu, juga ditekankan perlunya peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana untuk meminimalisir dampak kerugian.

    Fenomena hidrometeorologi bukan sekadar ancaman alam, tetapi menjadi ujian nyata terhadap kesiapan, kecepatan, dan sinergitas seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Polri bersama TNI dan seluruh stakeholder memiliki tanggung jawab moral dan kemanusiaan untuk memastikan masyarakat aman, terlindungi, dan tertangani dengan cepat apabila bencana terjadi.

    Kapolres Toba mengajak seluruh peserta apel untuk menjadikan kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai wujud kesiapan nyata dan komitmen dalam melindungi masyarakat. Dengan sinergi dan kesiapsiagaan yang tinggi, diharapkan Kabupaten Toba dapat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dengan lebih baik dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan.

  • Artikel,  Bencana,  Keamanan,  SOSIAL

    Taput Siaga: JTP Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

    Taput Siaga: JTP Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

    Bupati Tapanuli, wartapenasatu.com – Dr. Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat, S.Si., M.Si., menunjukkan keseriusan dalam memperkuat ketangguhan daerahnya menghadapi bencana. Kunjungan kerjanya ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta pada Senin, 3 November 2025, menjadi bukti nyata komitmen tersebut. JTP diterima langsung oleh Deputi Logistik dan Peralatan BNPB, Dra. Andi Eviana, M.Si., dalam pertemuan yang membahas strategi peningkatan kesiapsiagaan daerah.

    Dalam pertemuan tersebut, JTP menyampaikan bahwa Kabupaten Tapanuli Utara memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, meliputi tanah longsor, banjir bandang, hingga gempa bumi. Kondisi geografis dan kontur wilayah Taput yang didominasi perbukitan menuntut kesiapan ekstra dari pemerintah daerah dalam menghadapi situasi darurat. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat potensi dampak yang dapat ditimbulkan oleh bencana alam terhadap masyarakat dan infrastruktur.

    “Akibat tingginya tingkat kejadian bencana alam di Tapanuli Utara, diperlukan sinergi yang kuat antara Pemkab dan BNPB, baik dalam perencanaan, penanganan darurat, maupun dukungan logistik peralatan kebencanaan. Kami berharap dukungan penuh dari BNPB agar Taput semakin siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana,” ujar Bupati JTP, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan bencana.

    Menanggapi hal tersebut, Dra. Andi Eviana menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang telah menjadikan penanggulangan bencana sebagai prioritas pembangunan daerah. Ia menegaskan bahwa BNPB siap mendukung berbagai program dan kebutuhan Taput, baik dari sisi penyediaan logistik maupun pendampingan teknis lintas deputi. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat implementasi program-program penanggulangan bencana di Taput.

    “Kami siap membantu dan memfasilitasi Pemkab Tapanuli Utara, baik dalam penyediaan logistik maupun percepatan program penanggulangan bencana yang melibatkan deputi lainnya. Koordinasi harus terus dijaga agar setiap langkah memiliki skala prioritas yang jelas dan efektif di lapangan,” ujar Deputi Logistik dan Peralatan BNPB, menekankan pentingnya koordinasi yang efektif dalam setiap langkah penanggulangan bencana.

    Dra. Andi Eviana juga mendorong Pemkab Taput untuk memperkuat tata kelola kebencanaan melalui penyusunan kajian risiko bencana, rencana penanggulangan bencana (RPB), serta rencana kontinjensi yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan daerah. Dengan demikian, kebijakan penanggulangan bencana dapat bersifat preventif, bukan hanya responsif, sehingga dapat mengurangi dampak yang ditimbulkan oleh bencana.

    Kunjungan Bupati JTP ke BNPB turut didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Taput, Bonggas Pasaribu, dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR). Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Taput untuk memperkuat sinergi lintas lembaga dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tanggap, terpadu, dan berkelanjutan. Melalui kerja sama strategis ini, Pemkab Taput berupaya mewujudkan visi “Taput Tangguh Bencana”, yaitu daerah yang tidak hanya siap menghadapi potensi bencana, tetapi juga mampu meminimalkan risiko dan dampak terhadap masyarakat.

    (Reporter MWPS Sumut: t.rait)

  • Bencana,  Daerah,  Kepolisian

    Kapolres Nganjuk Apresiasi Langkah Cepat Polsek Rejoso Tangani Jalan Ambles Penghubung Dua Desa

    WARTAPENASATUJATIM | Nganjuk – Akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, jalan penghubung antara Desa Jintel dan Desa Kedungpadang ambles pada Sabtu malam (25/10/2025).

    Menyikapi hal tersebut, Polsek Rejoso bersama BPBD, perangkat desa, dan pihak kontraktor bergerak cepat melakukan peninjauan dan penanganan darurat di lokasi pada Senin (27/10/2025).

    Pemantauan dilakukan untuk memastikan keamanan jalur alternatif sekaligus membahas solusi teknis terkait perbaikan jalan dan jembatan yang menjadi akses utama masyarakat dua desa tersebut.

    Upaya awal dilakukan dengan pemasangan bronjong penahan aliran air serta rencana pembuatan gorong-gorong berstandar agar tidak merugikan lahan warga sekitar.

    Kapolres Nganjuk AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., memberikan apresiasi atas langkah cepat jajaran Polsek Rejoso dalam menangani kejadian tersebut.

    “Respons cepat di lapangan sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas warga. Kami berterima kasih atas koordinasi baik antara Polsek, BPBD, dan pemerintah desa dalam menanggulangi bencana ini,” ungkap AKBP Henri.

    Sementara itu, Kapolsek Rejoso AKP Totok Harianto menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan dan memastikan masyarakat tetap mendapat akses transportasi yang aman.

    “Kami bersama pihak terkait telah berkoordinasi untuk membuat saluran air dan gorong-gorong baru agar kerusakan tidak meluas. Kami juga terus melaporkan setiap perkembangan kepada pimpinan,” ujar AKP Totok.

    Langkah kolaboratif tersebut diharapkan mampu memulihkan kembali akses utama warga Desa Jintel dan Kedungpadang serta mencegah terjadinya kerusakan serupa di kemudian hari. (Bgn)

  • Bencana,  Militer,  SOSIAL

    Koramil Kwanyar Dampingi Penyerahan Bantuan Sosial untuk Warga Korban Kebakaran

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan — Wujud kepedulian sosial terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan melalui sinergi lintas instansi di Kecamatan Kwanyar. Pada Senin (27/10/25), Danramil 0829-05/Kwanyar Kapten Cba Zainul Abidin bersama Babinsa melaksanakan pendampingan dalam kegiatan penyerahan bantuan sosial dari Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan kepada Bapak Hosri (41), warga Desa Duwek Buter, yang rumahnya mengalami kebakaran beberapa waktu lalu.

    Penyaluran bantuan tersebut berlangsung di lokasi kediaman korban di Dusun Duwek Buter, Kecamatan Kwanyar. Bantuan diberikan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Bapak Wibagyo Suharto, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap warga yang terdampak bencana.

    Turut hadir dalam kegiatan itu perwakilan BPBD Bangkalan Bapak Arif Surya Atmaja, Camat Kwanyar, Danramil 0829-05/Kwanyar Kapten Cba Zainul Abidin, Kapolsek Kwanyar, Kepala Puskesmas Kwanyar, serta Kepala Desa Duwek Buter. Suasana penyerahan berlangsung penuh keakraban dan kepedulian, diiringi doa bersama agar keluarga korban diberikan ketabahan serta bantuan dapat meringankan beban pascakebakaran.

    Danramil Kapten Cba Zainul Abidin dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran TNI melalui Babinsa merupakan bentuk dukungan moral dan sosial bagi masyarakat yang terkena musibah.

    “Kami selalu berupaya hadir di tengah masyarakat, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membantu warga yang membutuhkan. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban Pak Hosri dan keluarganya,” ujarnya.*** (Bgn)

  • Bencana,  Daerah,  Kepolisian,  Militer

    Korem 081/DSJ Tingkatkan Kesiapsiagaan Lewat Latihan Penangulangan Bencana Alam

    WARTAPENASATUJATIM | TulungagungLatihan Penanggulangan Bencana Alam Tingkat Korem 081/DSJ TA 2025 resmi dimulai hari ini di Pantai Sidem Komplek, Kabupaten Tulungagung, Senin (27/10/2025).

    Latihan yang direncanakan berlangsung selama lima hari tersebut mengusung tema “Melaksanakan Operasi Penanggulangan Bencana Alam yang Terintegrasi bersama Pemerintah Daerah dalam rangka Mendukung Tugas Pokok Kodam V/Brawijaya.”

    Danrindam V/Brawijaya Brigjen TNI Hari Rahardjanto selaku Wakil Komandan Latihan menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan satuan, serta memperkuat sinergi antara unsur komandan dan staf dalam menghadapi situasi bencana alam.

    “Tujuan latihan ini adalah untuk membina kemampuan satuan tingkat Korem dalam penanggulangan bencana alam. Di dalamnya juga melatih kemampuan pengambilan keputusan militer, termasuk mekanisme hubungan kerja antara staf dan komandan,” ujar Brigjen Hari kepada awak media usai membuka latihan tersebut.

    “Selain itu, latihan ini juga bertujuan untuk melatih peran Komandan Korem (Kolonel Arm Untoro Hariyanto) selaku Komandan Satgas dalam proses pengambilan keputusan, pelaksanaan komando, serta pengendalian operasi di lapangan,” tambahnya.

    Ia berharap, latihan yang melibatkan berbagai unsur terkait ini dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan apabila terjadi bencana alam sesungguhnya.

    “Walaupun yang dilatih utamanya adalah unsur militer, namun kami juga melibatkan berbagai instansi dan lembaga-lembaga di pemerintahan daerah yang tergabung dalam organisasi penanggulangan bencana. Dengan demikian, apabila terjadi bencana yang sebenarnya, seluruh unsur sudah memiliki kesiapan dan pemahaman bersama dalam mengambil langkah secara cepat dan tepat,” jelasnya.

    Sebagai informasi, selain personel TNI dari jajaran Korem 081/DSJ, latihan ini juga melibatkan personel dari Polres Tulungagung, Polairud, Tagana, PMI, Damkar, SAR, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. (Bgn)

  • Bencana,  Kepolisian

    Respon Cepat Polisi dan BPBD Evakuasi Pohon Tumbang, Jalur Magetan Bendo Kembali Lancar

    WARTAPENASATUJATIM | MAGETAN – Hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Magetan Jawa Timur mengakibatkan pohon besar di Jalur Magetan – Bendo roboh dan menutupi seluruh badan jalan, Minggu (26/10/2025).

    Arus lalu lintas di Jalan Bupati Sudibyo, tepatnya di wilayah Desa Tambakrejo, Kecamatan Magetan sempat terhambat.

    Setelah menerima laporan dari masyarakat, Polres Magetan melalui personel Polsek Magetan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan bergerak cepat mengevakuasi pohon tumbang tersebut.

    Dengan sigap, petugas gabungan dari Polsek Magetan dan BPBD melakukan pemotongan dan pembersihan batang pohon menggunakan alat manual dan gergaji mesin.

    Dalam waktu singkat, material pohon berhasil disingkirkan dan jalur utama Magetan–Bendo kembali bisa dilalui kendaraan dengan normal.

    “Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil akibat kejadian tersebut,” kata Kapolsek Magetan AKP Ika Wardani, S.H.

    Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan pohon tumbang atau bencana lainnya.

    “Kami selalu berkomitmen untuk merespons cepat setiap laporan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan keselamatan dan kelancaran aktivitas warga,” tegasnya.

    Upaya cepat yang dilakukan petugas menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas warga di wilayah hukum Polres Magetan Polda Jatim. (Bgn)

  • Bencana,  Daerah,  Militer

    Sigap di Tengah Longsor, Babinsa Trenggalek Turun Tangan Bantu Warga

    WARTAPENASATUJATIM | Trenggalek – Hujan deras yang mengguyur sejak dini hari kembali membawa kabar duka bagi warga Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Cuaca ekstrem yang tak kunjung reda memicu tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kamis pagi (23/10/2025).

    Material longsoran setinggi 15 meter dan lebar sekitar 15 meter menutup total akses jalan utama warga, membuat aktivitas masyarakat lumpuh seketika.

    Bagi warga pegunungan seperti Bendungan, risiko longsor sudah bukan hal baru. Namun intensitas hujan kali ini jauh lebih tinggi dari biasanya. Beberapa pelajar yang hendak berangkat sekolah terpaksa berhenti di tengah jalan, menatap cemas tumpukan tanah yang menutup jalan desa mereka.

    Di saat genting itu, Babinsa Desa Depok, Sertu Hariyanto dari Koramil 0806-04/Bendungan, datang sebagai sosok pertama yang menembus lokasi bencana.

    Tanpa menunggu perintah atau bantuan alat berat, ia langsung turun tangan. Sertu Hariyanto memimpin warga melakukan aksi darurat dengan peralatan seadanya, cangkul, sekop, dan tenaga gotong royong.

    Ia bahkan terlihat membantu mendorong sepeda motor pelajar yang terjebak lumpur agar bisa melanjutkan perjalanan ke sekolah.

    “Tebing setinggi 15 meter amblas akibat hujan deras semalam. Beruntung tidak ada korban jiwa, tapi jalan benar-benar tertutup total,” ujarnya di tengah proses pembersihan.

    Di lokasi, suara komando Babinsa berpadu dengan semangat warga yang bahu-membahu membersihkan lumpur dan batuan kecil agar jalur pejalan kaki bisa dibuka sementara.

    Pemandangan ini menggambarkan kuatnya solidaritas antara aparat TNI dan masyarakat di tengah situasi darurat.

    “Pak Babinsa selalu hadir di setiap bencana. Beliau tidak hanya mengawasi, tapi benar-benar ikut bekerja bersama kami,” tutur Suwandi, warga Desa Depok yang ikut membantu di lapangan.

    Selain turun langsung, Sertu Hariyanto juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. Ia menjelaskan bahwa wilayah Bendungan memiliki tingkat kerawanan tinggi karena kondisi tanahnya gembur dan banyak lereng curam.

    “Kami minta warga menjauh dari area tebing, apalagi kalau terlihat tanda-tanda tanah mulai retak atau bergerak. Laporkan segera ke aparat,” pesannya penuh ketegasan.

    Menurutnya, intensitas hujan tinggi beberapa hari terakhir merupakan dampak nyata dari perubahan iklim ekstrem yang tengah melanda wilayah selatan Jawa Timur.

    Data pemantauan Kodim 0806/Trenggalek menunjukkan peningkatan curah hujan signifikan di beberapa kecamatan seperti Bendungan, Pule, dan Dongko.

    “Kami, para Babinsa, terus berpatroli untuk memastikan kondisi warga aman, terutama di titik rawan longsor,” ujarnya.

    Sementara itu, Pemerintah Desa Depok bersama BPBD Kabupaten Trenggalek bergerak cepat menurunkan tim survei untuk meninjau kerusakan dan merencanakan pembersihan material longsor dengan alat berat.

    Meski cuaca kembali mendung, proses evakuasi sebagian material sudah dimulai. Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek menyebutkan, kejadian ini merupakan longsor keempat di Kecamatan Bendungan sejak awal Oktober.

    “Struktur tanah di kawasan ini memang mudah jenuh air. Kami terus bersinergi dengan TNI, Polri, dan perangkat desa untuk mempercepat penanganan,” terangnya.

    Menanggapi situasi tersebut, Dandim 0806/Trenggalek Letkol Inf Isnanto Roy Saputro, S.H., M.Si., memberikan apresiasi tinggi kepada jajarannya, khususnya Babinsa yang bergerak cepat di lapangan.

    Ia menegaskan bahwa Babinsa tidak hanya menjadi mata dan telinga TNI di wilayah, tetapi juga pelindung dan penopang masyarakat saat menghadapi bencana.

    “Kehadiran Babinsa di tengah warga adalah bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Mereka adalah garda terdepan dalam setiap situasi, terutama saat rakyat membutuhkan,” tegasnya.

    Letkol Roy juga memastikan seluruh jajaran Kodim 0806/Trenggalek siaga penuh menghadapi potensi bencana selama musim hujan.

    “Kami sudah menyiapkan personel tanggap bencana lengkap dengan peralatan komunikasi lapangan, kendaraan operasional, dan tim kesehatan. Musim hujan tahun ini diprediksi ekstrem, sehingga kesiapsiagaan adalah hal utama,” ujarnya.

    Ia pun mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, namun selalu sigap menghadapi tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah atau suara gemuruh dari lereng.

    Bagi Letkol Roy, gotong royong antara TNI, BPBD, dan masyarakat adalah kunci kekuatan Trenggalek dalam menghadapi tantangan alam.

    “Semangat kebersamaan kita luar biasa. Jika semua pihak bersatu, tidak ada bencana yang tak bisa kita hadapi bersama,” tandasnya.

    Kini, suasana di Desa Depok perlahan pulih. Jalan utama memang belum sepenuhnya terbuka, tapi rasa aman mulai kembali, berkat tangan-tangan tangguh yang tak kenal Lelah, dari rakyat, untuk rakyat, bersama TNI yang selalu hadir di garis depan kemanusiaan.*** (Bgn)

  • Bencana,  Kepolisian,  Militer

    Sinergi TNI-Polri-Damkar Trenggalek Padamkan Kebakaran Ruko Sembako di Ngantru

    WARTAPENASATUJATIM | Trenggalek – Kolaborasi cepat antara TNI, Polri, dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) kembali menuai apresiasi masyarakat. Kamis malam (16/10/2025) sekitar pukul 21.30 WIB, sinergi lintas instansi ini berhasil memadamkan kebakaran hebat yang melanda sebuah ruko grosir sembako di Kelurahan Ngantru, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek. Berkat kerja sama solid dan gerak cepat di lapangan, api berhasil dijinakkan dalam waktu kurang dari satu jam.

    Ruko yang terbakar diketahui milik Wulan, warga setempat, dengan nama usaha Grosir Sembako Sri Lestari. Api pertama kali muncul dari lantai satu dan dengan cepat menjalar ke gudang serta lantai dua yang berisi bahan mudah terbakar. Kobaran api yang membumbung tinggi sempat menimbulkan kepanikan karena lokasi ruko berada di kawasan padat permukiman.

    Begitu menerima laporan, Babinsa Kelurahan Ngantru Serka Supriyanto dari Koramil 0806-01/Trenggalek bersama Bhabinkamtibmas dan tim Damkar Trenggalek langsung menuju lokasi. Tanpa menunggu lama, mereka terjun memadamkan api dan membantu warga mengevakuasi barang-barang dari dalam toko.

    “Kami bersama Damkar dan warga berusaha sekuat tenaga memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain,” ujar Serka Supriyanto di lokasi kejadian.

    Ia tampak turut mengangkat karung sembako dan barang dagangan yang masih bisa diselamatkan di tengah asap pekat dan suhu panas.

    Warga sekitar pun ikut bahu-membahu membantu. Kardus sembako, beras, dan minyak goreng dikeluarkan dari dalam ruko sebelum api sempat menjilat semuanya. Upaya gotong royong itu terbukti efektif meminimalkan kerugian yang lebih besar.

    Menurut hasil identifikasi awal, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik pada komputer kasir di lantai satu.

    “Dari titik itu api menjalar cepat ke bagian gudang dan menyambar bahan mudah terbakar di lantai dua,” jelas Serka Supriyanto.

    Sementara itu, Agus, salah satu petugas Damkar Trenggalek yang terlibat langsung dalam pemadaman, mengapresiasi kekompakan seluruh unsur di lapangan.

    “Kolaborasi malam ini luar biasa. TNI, Polri, Damkar, dan warga benar-benar menyatu tanpa sekat. Ini contoh nyata bagaimana kerja sama bisa mengatasi situasi darurat,” katanya.

    Bhabinkamtibmas yang turut berada di lokasi juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran rumah dan tempat usaha.

    “Kami imbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak menumpuk stop kontak di satu titik. Kesadaran pencegahan harus dimulai dari diri sendiri,” ujarnya.

    Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 22.15 WIB. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai Rp900 juta. Sebagian besar stok sembako dan bahan grosir ludes terbakar, sementara bangunan dua lantai itu mengalami kerusakan cukup parah di bagian dalam.

    Peristiwa ini menjadi bukti nyata kuatnya sinergitas antarinstansi di Trenggalek dalam menghadapi situasi darurat.

    “Inilah wujud nyata semangat gotong royong yang selalu dijaga TNI-Polri bersama masyarakat,” pungkas Serka Supriyanto.

    Kebersamaan mereka malam itu menjadi cerminan bahwa solidaritas dan kepedulian sosial tetap menjadi benteng pertama menghadapi bencana di tengah masyarakat. (Bgn)

Wartapenasatu.com @2025