Berita Duka

  • Berita Duka,  hukum,  Kepolisian,  SOSIAL

    Tragedi di Sitoluama: Pelajar Meregang Nyawa dalam Tabrakan Maut Angkot vs. Truk Tangki

    Tragedi di Sitoluama: Pelajar Meregang Nyawa dalam Tabrakan Maut Angkot vs. Truk Tangki

    Toba, wartapenasatu.com – Kamis, 30 Oktober 2025, menjadi hari kelabu bagi Desa Sitoluama, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Sebuah kecelakaan tragis antara angkutan kota (angkot) dan truk tangki terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, merenggut nyawa seorang pelajar dan menyebabkan luka-luka bagi sejumlah penumpang lainnya.

    Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka) Polres Toba, Aiptu H. Siregar, mengonfirmasi kejadian nahas ini. Korban meninggal dunia adalah Risky Siregar, seorang pelajar berusia 16 tahun yang merupakan warga Sigumpar. Selain itu, sepuluh penumpang angkot mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis intensif.

    Tujuh dari sepuluh korban luka-luka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea untuk mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, tiga korban luka-luka lainnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) HKBP Balige untuk perawatan lebih lanjut. Pengemudi angkot juga mengalami luka-luka dan saat ini sedang menjalani perawatan di RSU HKBP Balige.

    Menurut Aiptu H. Siregar, kecelakaan ini melibatkan sebuah truk tangki dengan nomor polisi BK-8188-KT dan sebuah angkot dengan nomor polisi T-1767-R. Truk tangki tersebut dikemudikan oleh Tison Tarihoran, seorang petani/pekebun berusia 30 tahun yang berasal dari Dusun III Hutaginjang, Kecamatan Barus Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk tangki dan angkot melaju dari arah yang sama, yaitu dari Porsea menuju Balige. Setibanya di lokasi kejadian, truk tangki tersebut menabrak angkot yang berada di depannya. Diduga, kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengemudi truk tangki yang tidak menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya.

    Saat ini, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Polres Toba untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Sopir truk tangki juga telah diamankan di Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Toba untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait penyebab terjadinya kecelakaan.


    Kasus kecelakaan maut ini menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian dan pemerintah daerah setempat. Upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas akan terus diintensifkan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

  • Berita Duka,  Daerah,  SOSIAL

    Api di Balik Genset: Investigasi Kebakaran Lippo Plaza

    Api di Balik Genset: Investigasi Kebakaran Lippo Plaza

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kebakaran yang melanda gudang genset Mall Lippo Plaza Palangka Raya pada Rabu malam (29/10/2025) telah memicu respons cepat dari Polresta Palangka Raya. Penyelidikan awal tengah dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden yang berpotensi membahayakan keselamatan publik ini.

    Berdasarkan investigasi di tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi mata, dugaan sementara mengarah pada kebocoran bahan bakar solar pada radiator mesin genset merk Cummins. Kebocoran ini diduga kuat menjadi pemicu utama, dengan percikan api yang muncul di bagian exhaust sebagai konsekuensi dari kontak antara bahan bakar dan panas.

    Personel Polresta Palangka Raya dengan sigap tiba di lokasi kejadian, mengambil langkah-langkah pengamanan yang diperlukan untuk mencegah eskalasi situasi. Mereka juga turut serta dalam membantu petugas pemadam kebakaran (Damkar) dalam upaya memadamkan api, serta mengamankan barang bukti yang relevan, termasuk selang dan radiator genset yang terbakar.

    Ipda Oxana, dalam keterangannya pada Kamis (30/10/2025), menyatakan bahwa pihaknya masih terus mendalami keterangan saksi-saksi yang ada. Selain itu, koordinasi intensif juga dilakukan dengan pihak manajemen mall untuk memastikan penyebab pasti dari kebakaran ini dapat terungkap secara komprehensif.

    Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., turut memberikan imbauan kepada seluruh pengelola pusat perbelanjaan. Beliau menekankan pentingnya pemeriksaan berkala terhadap sistem kelistrikan dan keselamatan operasional. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang, serta memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung mall.

    Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak terkait akan pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat dan pemeliharaan rutin terhadap peralatan vital seperti genset. Investasi dalam sistem pencegahan kebakaran dan pelatihan personel yang memadai juga merupakan langkah krusial untuk mengurangi risiko dan dampak dari insiden serupa.

    Penyelidikan lebih lanjut akan terus dilakukan untuk mengungkap semua faktor yang berkontribusi terhadap kebakaran ini. Hasil investigasi ini diharapkan dapat memberikan pelajaran berharga bagi industri pusat perbelanjaan secara keseluruhan, serta mendorong peningkatan standar keselamatan demi melindungi masyarakat dari potensi bahaya kebakaran.

  • Artikel,  Berita Duka,  Daerah,  SOSIAL

    Angin Kencang Terjang Sitio-tio, Pemkab Tapteng Sigap Ulurkan Bantuan

    Angin Kencang Terjang Sitio-tio, Pemkab Tapteng Sigap Ulurkan Bantuan

    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com  -Pemerintah Kabupaten  Tapanuli Tengah bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga Desa Sitio-tio Hilir, Kecamatan Pandan, yang rumahnya terdampak angin kencang pada Jumat, 24 Oktober 2025. Bantuan awal diserahkan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril dari pemerintah daerah kepada masyarakat yang tertimpa musibah.

    Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah, Mariati Simanullang, SE., MM, menjelaskan bahwa bantuan diserahkan kepada tiga warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat terjangan angin puting beliung, yaitu Sarpan Nasution dan Juminem Sembiring dari Dusun II, serta Niatman Boeaya dari Dusun IV Desa Sitio-tio Hilir.

    Bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH., MH dan Mahmud Efendi, yang diwakili oleh Plh. Kadis Sosial Kabupaten Tapteng Mariati Simanullang, SE., MM, melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Kristina Tambunan, SKM beserta Analis Kebijakan dan Pekerja Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah menyampaikan rasa duka atas musibah yang menimpa warganya. Mereka berharap agar para korban diberikan ketabahan dan kesabaran, serta bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi keluarga yang terdampak.

    Bantuan awal yang diberikan oleh Pemkab Tapteng berupa kebutuhan pokok, seperti beras, mie instan, telur, tikar gulung, family kit, dan selimut. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari pasca-bencana.

    Kepala Desa Sitio-tio Hilir, Maryono Pasaribu, mewakili warga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Tapteng dan seluruh pihak yang telah memberikan bantuan awal serta membantu perbaikan atap rumah warganya. Dukungan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.

    Maryono Pasaribu menjelaskan kronologis kejadian, bahwa musibah angin puting beliung terjadi pada Jumat, 24 Oktober 2025, sekitar pukul 11.00 WIB. Akibat kejadian ini, atap rumah milik Sarpan Nasution, Juminem Sembiring, dan Niatman Boeaya mengalami kerusakan. Kerugian yang dialami oleh Sarpan Nasution diperkirakan sebesar Rp. 3.000.000, Juminem Sembiring sebesar Rp. 800.000, dan Niatman Boeaya sebesar Rp. 1.500.000.

    Turut hadir saat pemberian bantuan tersebut, BPBD Desa Sitio-tio Hilir Mhd Idrus Harahap, Sekretaris Desa dan Perangkat Desa Serta Kepala Dusun II dan IV Desa Sitio-tio Hilir, Analis Kebijakan, Pekerja Sosial, Dinas Sosial Tapteng, serta Petugas Tagana Kabupaten Tapteng.

  • Berita Duka,  hukum,  Kepolisian,  Kriminal

    Tentu, berikut adalah tulisan yang telah disempurnakan:

    Tentu, berikut adalah tulisan yang telah disempurnakan:

    Respons Cepat Polres Tapteng Tangani KDRT Melalui Call Center 110

    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.Com – Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Tengah (Tapteng) kembali menunjukkan kesigapannya dalam memberikan pelayanan yang cepat dan responsif kepada masyarakat. Kali ini, respons cepat ditunjukkan oleh jajaran Polres Tapteng dalam menindaklanjuti laporan dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang diterima melalui layanan darurat Call Center 110 pada hari Sabtu, 25 Oktober 2025.

    Laporan tersebut disampaikan oleh seorang warga berinisial MN, yang mengaku menjadi korban KDRT dan dikurung di dalam kamar di Komplek Perumahan Jamal, Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapteng. Informasi ini segera direspon oleh operator Call Center 110 yang dengan sigap meneruskan laporan prioritas tersebut kepada Piket SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Tapteng.

    Piket SPKT kemudian meneruskan laporan tersebut kepada Perwira Pengendali (Padal) dan satuan fungsi terkait. Dengan koordinasi yang efisien, tim yang dipimpin oleh IPDA Junior Hutabarat segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan verifikasi dan memberikan pertolongan yang dibutuhkan.

    Kasubsi PID Humas Polres Tapteng, IPDA Dariaman Saragih, menyampaikan bahwa Polres Tapteng berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan respons cepat terhadap setiap pengaduan masyarakat, terutama yang bersifat darurat seperti kasus KDRT, melalui layanan Call Center 110. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya Polres Tapteng untuk hadir sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

    Setibanya di lokasi, tim menemukan indikasi kekerasan sebagaimana yang dilaporkan. Polisi dengan sigap melakukan upaya mediasi dan mengarahkan kedua belah pihak untuk datang ke Polres Tapteng agar penanganan dapat dilakukan secara profesional dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap kasus KDRT ditangani dengan serius dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Namun, setelah mendapatkan pendampingan dan arahan dari pihak kepolisian, kedua belah pihak akhirnya memilih untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan di rumah korban. Proses penanganan berjalan dengan tertib dan situasi di sekitar lokasi kembali aman dan kondusif. Keberhasilan mediasi ini menunjukkan bahwa pendekatan yang humanis dan profesional dapat membantu menyelesaikan konflik tanpa harus melalui proses hukum yang panjang.

    Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Call Center 110 merupakan saluran cepat dan gratis bagi masyarakat untuk melaporkan kejadian darurat kapan pun dibutuhkan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu menghubungi 110 jika membutuhkan bantuan polisi. Selain itu, Polres Tapteng juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melapor jika mengalami atau mengetahui adanya tindak kekerasan, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, karena kekerasan dalam rumah tangga bukanlah persoalan pribadi semata, melainkan pelanggaran hukum yang dapat merusak keutuhan keluarga dan masa depan anak-anak.

    Edukasi Masyarakat: Gunakan Call Center 110 dengan Bijak

    Layanan Call Center 110 merupakan fasilitas resmi Polri untuk menerima laporan masyarakat secara cepat, gratis, dan aktif 24 jam. Masyarakat dapat menghubungi nomor ini untuk berbagai keadaan darurat, seperti:

    – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
    – Tindak pidana (pencurian, perampokan, penipuan, dll.)
    – Kecelakaan lalu lintas
    – Gangguan keamanan dan ketertiban umum

    Namun, masyarakat juga diingatkan untuk tidak menggunakan layanan ini secara main-main atau memberikan laporan palsu, karena dapat mengganggu pelayanan terhadap warga yang benar-benar membutuhkan bantuan cepat. Dengan memanfaatkan layanan Call Center 110 secara bijak, masyarakat turut membantu Polri menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan humanis di Kabupaten Tapanuli Tengah.

    Dilaporkan oleh T. Rait

  • Berita Duka,  Daerah,  SOSIAL

    Pemkab Tapteng Berupaya Carikan Solusi Terbaik Bagi TKS

    Pemkab Tapteng Berupaya Carikan Solusi Terbaik Bagi TKS

    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com – 25 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah terus berupaya mencari solusi terbaik bagi para Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang terdampak kebijakan nasional penataan pegawai non-ASN. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, SKep, Ns, MKes, AKK, dalam keterangan pers pada Jumat, 24 Oktober 2025.

    Lisnawati Panjaitan menegaskan bahwa Pemkab Tapanuli Tengah memahami kondisi dan perasaan para TKS yang telah mengabdi dengan tulus selama ini. Meskipun para TKS telah dirumahkan sejak Februari 2025, Pemkab Tapanuli Tengah memastikan bahwa upaya untuk memberikan perhatian dan peluang kerja bagi mereka tetap berjalan.

    Kebijakan pemberhentian atau penataan tenaga kerja sukarela ini bukan merupakan keputusan pemerintah daerah semata, melainkan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa penataan pegawai non-ASN harus diselesaikan paling lambat Desember 2024, dan instansi pemerintah tidak lagi diperbolehkan mengangkat pegawai non-ASN di luar PNS dan PPPK.

    Sebagai tindak lanjut dari ketentuan itu, Bupati Tapanuli Tengah telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: 10.3.4.2/172/2025 tanggal 14 Januari 2024, tentang Perubahan atas Surat Edaran Nomor: 100.3.2.4./96/2025 mengenai penyelesaian penataan pegawai non-ASN di lingkungan Pemkab Tapanuli Tengah. Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa Pemkab tidak memperpanjang masa kerja dan tidak mengalokasikan anggaran bagi tenaga non-ASN yang tidak memenuhi kriteria sebagaimana ditetapkan pemerintah pusat.

    Pemkab Tapanuli Tengah telah mengajukan surat resmi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada 15 September 2025. Surat tersebut bertujuan untuk meminta pertimbangan dan saran terkait status TKS yang tidak terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Lisnawati Panjaitan bahkan menyebut dirinya telah datang langsung ke kantor Kementerian PANRB di Jakarta untuk memastikan kejelasan dan mencari solusi terbaik bagi para tenaga kerja sukarela di daerahnya.

    Pemkab Tapanuli Tengah juga menyiapkan strategi jangka menengah dengan mendorong percepatan penerapan status BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) di seluruh Puskesmas dan rumah sakit daerah. Dengan sistem BLUD, rekrutmen tenaga kerja dapat dilakukan lebih fleksibel, sesuai kebutuhan pelayanan, dan tetap dalam koridor transparansi. Selain itu, Pemkab juga membuka peluang bagi para TKS untuk mengikuti seleksi ASN, baik melalui jalur CPNS maupun PPPK dari formasi umum jika tersedia.

    Lisnawati Panjaitan juga menambahkan, pembangunan Rumah Sakit Sipeapea dan penguatan layanan di RSUD Pandan merupakan bagian dari strategi Pemkab Tapanuli Tengah untuk memperluas akses kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja baru. Ia mengimbau agar para TKS tetap bersabar dan tidak kehilangan semangat, karena pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkan masa depan yang lebih baik bagi mereka. Seluruh kebijakan yang diambil Pemkab Tapanuli Tengah berlandaskan keseimbangan antara ketaatan hukum, efektivitas pemerintahan, dan keadilan sosial bagi masyarakat.

    Laporan oleh: T. Sirait

  • Berita Duka,  Daerah,  hukum,  Kepolisian,  SOSIAL

    Ironi di Tapteng: TKS Menuntut Kejelasan, Bupati Asyik dengan Durian

    Ironi di Tapteng: TKS Menuntut Kejelasan, Bupati Asyik dengan Durian


    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com –  25 Oktober 2025 – Gelombang aspirasi menggema di depan Kantor Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, pada Kamis (23/10/2025). Sejumlah Tenaga Kesehatan Sukarela (TKS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapteng menggelar aksi unjuk rasa damai, menuntut kejelasan status kepegawaian mereka. Namun, ironi mencuat ketika Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, justru dikabarkan menikmati buah durian di sebuah tempat wisata, memicu kekecewaan mendalam di kalangan para TKS.

    Aksi unjuk rasa ini diawali dengan upacara sederhana, di mana para TKS menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan penuh semangat. Lantunan lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman itu seolah membangkitkan kembali semangat kemerdekaan yang berkobar pada 17 Agustus 1945. Tak sedikit dari para TKS yang meneteskan air mata, terharu dengan makna mendalam dari lagu tersebut.

    Usai menyanyikan lagu kebangsaan, para TKS melanjutkan aksi mereka dengan menyampaikan orasi-orasi yang berisi tuntutan kejelasan status kepegawaian. Mereka berharap dapat bertemu langsung dengan Bupati Masinton Pasaribu untuk menyampaikan aspirasi mereka. Namun, harapan itu pupus ketika hanya disambut oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tapteng.

    Kekecewaan para TKS semakin memuncak ketika beredar kabar bahwa Bupati Masinton Pasaribu tengah menikmati buah durian di Kacamata Tukka, sebuah tempat wisata yang cukup populer di Tapteng. Kabar ini tersebar melalui siaran langsung (real-time) yang membuat para TKS merasa diabaikan dan tidak dihargai. Histeris dan tangisan pun tak terhindarkan.

    Di tengah situasi yang memanas, dua mobil melintas di depan Kantor Bupati. Para TKS mencoba menghentikan mobil tersebut dan ternyata di dalamnya terdapat Ketua DPRD Tapteng, Ahmad Rivai Sibarani, beserta Ketua Fraksi Gerindra, Deni Herman Hulu, dan Willy Saputra Silitonga. Mereka turun dari mobil dan menemui para TKS untuk mendengarkan aspirasi mereka.

    Ahmad Rivai Sibarani kemudian meminta kepada Satpol PP untuk menghadirkan perwakilan dari Dinas Kesehatan yang dapat memberikan keterangan yang jelas kepada para TKS. Ia juga mengingatkan bahwa DPRD Tapteng telah memberikan rekomendasi kepada Bupati terkait status TKS sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Dalam kesempatan itu, Willy Saputra Silitonga mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan memiliki dana rutin sebesar 85 miliar rupiah. Namun, para TKS justru mengaku hanya menerima honor sebesar Rp. 150 ribu, Rp. 100 ribu, atau bahkan hanya Rp. 50 ribu per bulan, yang bersumber dari Jasa Pelayanan Kesehatan (Jaspel).

    Aksi unjuk rasa ini berlangsung hingga malam hari. Para TKS tetap bertahan di depan Kantor Bupati, berharap dapat bertemu dengan Bupati Masinton Pasaribu. Namun, harapan itu kembali pupus ketika mereka mendapat informasi bahwa Bupati telah keluar dari rumah dinasnya. Dengan rasa kecewa yang mendalam, para TKS menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” ciptaan Kusbini sebelum akhirnya membubarkan diri.

    Laporan oleh: Torang Sirait

  • Artikel,  Berita Duka,  hukum,  Kepolisian

    Kesigapan Unit Turjawali Satlantas Polresta Palangka Raya Tangani Kecelakaan di Jalan Ir. Soekarno

    Kesigapan Unit Turjawali Satlantas Polresta Palangka Raya Tangani Kecelakaan di Jalan Ir. Soekarno

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Personel Unut Turjawali Pos Bundaran Besar Satuan Lalu Lintas Polresta Palangka Raya bergerak cepat menindaklanjuti laporan adanya kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Ir. Soekarno, Jumat (24/10/2025) pagi sekitar pukul 05.20 WIB.

    Kegiatan penanganan Tempat Kejadian Perkara Kecelakaan Lalu Lintas (TPTKP Laka Lantas) tersebut dipimpin oleh Aiptu Solihin, S.H., bersama Bripka Jhon Heri, Bripka Yudi Ristianto, dan Bripda M. Zaki P.

    Kasat Lantas Polresta Palangka Raya Kompol Egidio Sumilat, S.I.K. melalui Kanit Turjawali Ipda Dedi Hendra Kurniawan, S.H., M.M. menjelaskan bahwa personel langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan masyarakat.

    “Begitu mendapat laporan, anggota kami segera menuju lokasi untuk mengamankan TKP, mengevakuasi korban ke rumah sakit, serta mencatat keterangan saksi-saksi di lapangan,” terang Ipda Dedi.

    Dari hasil penanganan, diketahui kecelakaan melibatkan mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 2421 PKO dengan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi KH 4607 LT. Petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi agar situasi tetap aman dan tidak menimbulkan kemacetan.

    Selain melakukan penanganan teknis, personel Satlantas turut memberikan edukasi kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut agar senantiasa berhati-hati dan patuh terhadap peraturan lalu lintas.

    “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada saat berkendara, memperhatikan kecepatan, dan menjaga konsentrasi di jalan. Kedisiplinan berlalu lintas adalah kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan,” tambahnya.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi terpantau aman dan kondusif. Respon cepat anggota Satlantas diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di Kota Palangka Raya.

  • Artikel,  Berita Duka,  Daerah,  Kepolisian,  Kriminal,  SOSIAL

    Polsek Sabangau Tangani Laporan Dugaan Tindak Pidana Pencabulan Anak di Bawah Umur

    Polsek Sabangau Tangani Laporan Dugaan Tindak Pidana Pencabulan Anak di Bawah Umur

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) II Polsek Sabangau Polresta Palangka Raya menerima laporan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Selasa (21/10/2025) malam.

    Laporan tersebut diterima sekitar pukul 23.00 WIB di Mapolsek Sabangau, Jalan Mahir Mahar.Berdasarkan keterangan awal, peristiwa itu dilaporkan oleh seorang wanita berinisial E.F.Y. (48), yang melaporkan dugaan pencabulan terhadap anaknya, T.P.P. (11), oleh seorang pria berinisial A.T. (44).

    Kapolsek Sabangau Iptu Ahmad Taufiq menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, pelapor mendapati anaknya bersama terlapor di dalam kamar.

    Berdasarkan pengakuan korban, perbuatan tersebut telah dilakukan terlapor sebanyak empat kali, tiga kali di Mess perusahaan sawit di Kecamatan Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, dan satu kali di rumah korban di Kelurahan Sabaru.

    “Korban juga mengaku sempat mendapat ancaman dari terlapor agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya,” terang Kapolsek.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, KA SPKT II bersama anggota piket langsung membawa terlapor ke Mapolresta Palangka Raya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palangka Raya.

    Kapolsek Sabangau memastikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Unit PPA guna penanganan lanjutan terhadap korban, termasuk pendampingan psikologis dan medis sesuai prosedur perlindungan anak.

    “Polsek Sabangau bersama Unit PPA Polresta Palangka Raya berkomitmen menangani kasus ini dengan profesional, cepat, dan berkeadilan. Perlindungan terhadap anak adalah prioritas utama kami,” tegasnya, Rabu (22/10/2025).

    Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi kejadian maupun di Polsek Sabangau terpantau aman dan kondusif.

    Menyikapi itu, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H. pun mengapresiasi respon cepat personel di lapangan dan menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam melindungi anak-anak dari kejahatan seksual.

  • Artikel,  Berita Duka,  Daerah,  Keamanan,  Kepolisian,  SOSIAL

    Brimob Kalteng Sigap Bantu Korban Kecelakaan di Jalan Tjilik Riwut Km.14

    Brimob Kalteng Sigap Bantu Korban Kecelakaan di Jalan Tjilik Riwut Km.14

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah. Pada Selasa (21/10/2025) pagi, anggota Brimob yang tengah melintas di Jalan Tjilik Riwut Km.14 sigap menolong korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Jupiter Z1 berwarna hijau dengan mobil Avanza putih.

    Akibat peristiwa tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan segera mendapatkan pertolongan pertama dari anggota Brimob yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Dengan menggunakan kendaraan dinas Ransus Hi-Ace, korban langsung dievakuasi menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

    Aipda Syukur, personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalteng yang berada di lokasi kejadian menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba saat dirinya bersama rekan-rekan sedang dalam perjalanan menuju Mako Satbrimob Polda Kalteng.

    “Kami melihat korban tergeletak di jalan dengan kondisi luka. Tanpa pikir panjang, kami langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke puskesmas agar segera mendapat penanganan medis. Sudah menjadi kewajiban kami sebagai anggota Polri untuk selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Aipda Syukur.

    Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol. Irwan Jaya, S.I.K., memberikan apresiasi atas kesigapan dan empati yang ditunjukkan oleh anggotanya di lapangan.

    “Apa yang dilakukan oleh personel Brimob tersebut merupakan wujud nyata dari semangat Brimob Untuk Indonesia. Kami tidak hanya hadir dalam penanganan gangguan keamanan, tetapi juga senantiasa siap membantu masyarakat dalam situasi apa pun. Sikap tanggap, cepat, dan peduli seperti inilah yang harus terus dijaga oleh setiap personel Brimob,” tegas Dansatbrimob.

  • Artikel,  Berita Duka,  Kesehatan,  MBG,  SOSIAL

    Tragedi Makanan Bergizi: Puluhan Siswa di Toba Keracunan Massal

    Tragedi Makanan Bergizi: Puluhan Siswa di Toba Keracunan Massal

    Kabupaten Toba, wartapenasatu.com – Sumatera Utara, digegerkan oleh insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dari dua sekolah berbeda. Pada hari Rabu, 15 Oktober 2025, SMP Negeri 1 Laguboti dan SD Negeri 173557 Tanding Sigumpar menjadi pusat perhatian setelah sejumlah besar siswa mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh pihak sekolah. Kejadian ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk dinas kesehatan dan pemerintah daerah, dalam upaya menangani krisis kesehatan yang mendadak ini.

    Akibat insiden ini, puluhan siswa SMP Negeri 1 Laguboti dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan berbeda di Kabupaten Toba, yaitu RSU HKBP Balige, RSUD Porsea, dan Puskesmas Laguboti. Kondisi beberapa siswa dilaporkan cukup serius hingga memerlukan perawatan intensif, termasuk penggunaan ventilator oksigen untuk membantu pernapasan. Situasi ini menggambarkan betapa seriusnya dampak keracunan tersebut terhadap kesehatan para siswa.

    Di Unit Gawat Darurat (UGD) RSU HKBP Balige, terlihat para siswa yang mengalami keracunan MBG tengah menjalani perawatan intensif. Beberapa di antaranya tampak lemah dan membutuhkan infus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare. Pemandangan ini mencerminkan betapa mengerikannya pengalaman yang dialami oleh para siswa akibat keracunan makanan tersebut.

    Menurut penuturan beberapa korban yang dirawat di UGD RSU HKBP Balige, makan siang MBG dilaksanakan sekitar pukul 10.30 WIB. Gejala keracunan baru dirasakan beberapa jam kemudian, tepatnya setelah para siswa pulang sekolah sekitar pukul 13.30 WIB. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa, serta bagaimana makanan tersebut dapat menyebabkan keracunan massal.

    Ironisnya, sebelum makan siang, guru-guru berpesan agar seluruh makanan MBG yang disajikan harus dihabiskan agar tidak mubazir. Pesan ini, yang seharusnya bertujuan baik untuk mengajarkan siswa menghargai makanan, justru menjadi bumerang ketika makanan yang dikonsumsi ternyata mengandung zat berbahaya yang menyebabkan keracunan.

    Salah seorang korban menuturkan bahwa pada hari ketiga, aroma MBG yang diterimanya sudah tidak sedap, terutama pada sayuran. Rasanya pun tidak seperti sayuran yang baru dimasak, melainkan seperti masakan kemarin. Ikan mujair asam manis yang disajikan juga terasa kurang berkualitas, begitu pula dengan rasa dan aroma tempe yang tidak mengenakkan. Bahkan, buah semangka yang disajikan tidak lagi segar, seolah-olah sudah dipotong sejak hari sebelumnya.

    Pada hari kedua, siswa juga mengeluhkan bahwa sayuran lalapan yang disajikan sudah tampak seperti busuk, dengan ruas sayur yang berwarna kuning kecoklatan dan aroma yang kurang sedap atau basi. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas makanan MBG yang disajikan semakin menurun dari hari ke hari, hingga akhirnya mencapai puncaknya pada hari ketiga dengan terjadinya keracunan massal.

    Padahal, pada hari pertama, Senin (13/10/2025), makanan MBG yang disajikan masih terasa enak dan beraroma sedap, dengan lauk daging dan buah jeruk. Namun, dagingnya terasa keras. Perubahan kualitas makanan yang drastis ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan proses pengadaan dan penyajian makanan MBG tersebut.

    Insiden keracunan massal ini menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan di Kabupaten Toba. Selain menimbulkan trauma bagi para siswa dan orang tua, kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pengendalian kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Pemerintah daerah dan dinas pendidikan harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, serta memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada siswa benar-benar bergizi dan aman untuk dikonsumsi.

Wartapenasatu.com @2025