Berita Duka

  • Berita Duka,  Daerah,  SOSIAL

    Pemkab Tapteng Berupaya Carikan Solusi Terbaik Bagi TKS

    Pemkab Tapteng Berupaya Carikan Solusi Terbaik Bagi TKS

    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com – 25 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah terus berupaya mencari solusi terbaik bagi para Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang terdampak kebijakan nasional penataan pegawai non-ASN. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah, Lisnawati Panjaitan, SKep, Ns, MKes, AKK, dalam keterangan pers pada Jumat, 24 Oktober 2025.

    Lisnawati Panjaitan menegaskan bahwa Pemkab Tapanuli Tengah memahami kondisi dan perasaan para TKS yang telah mengabdi dengan tulus selama ini. Meskipun para TKS telah dirumahkan sejak Februari 2025, Pemkab Tapanuli Tengah memastikan bahwa upaya untuk memberikan perhatian dan peluang kerja bagi mereka tetap berjalan.

    Kebijakan pemberhentian atau penataan tenaga kerja sukarela ini bukan merupakan keputusan pemerintah daerah semata, melainkan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Regulasi tersebut mengamanatkan bahwa penataan pegawai non-ASN harus diselesaikan paling lambat Desember 2024, dan instansi pemerintah tidak lagi diperbolehkan mengangkat pegawai non-ASN di luar PNS dan PPPK.

    Sebagai tindak lanjut dari ketentuan itu, Bupati Tapanuli Tengah telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: 10.3.4.2/172/2025 tanggal 14 Januari 2024, tentang Perubahan atas Surat Edaran Nomor: 100.3.2.4./96/2025 mengenai penyelesaian penataan pegawai non-ASN di lingkungan Pemkab Tapanuli Tengah. Dalam surat edaran tersebut ditegaskan bahwa Pemkab tidak memperpanjang masa kerja dan tidak mengalokasikan anggaran bagi tenaga non-ASN yang tidak memenuhi kriteria sebagaimana ditetapkan pemerintah pusat.

    Pemkab Tapanuli Tengah telah mengajukan surat resmi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) pada 15 September 2025. Surat tersebut bertujuan untuk meminta pertimbangan dan saran terkait status TKS yang tidak terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Lisnawati Panjaitan bahkan menyebut dirinya telah datang langsung ke kantor Kementerian PANRB di Jakarta untuk memastikan kejelasan dan mencari solusi terbaik bagi para tenaga kerja sukarela di daerahnya.

    Pemkab Tapanuli Tengah juga menyiapkan strategi jangka menengah dengan mendorong percepatan penerapan status BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) di seluruh Puskesmas dan rumah sakit daerah. Dengan sistem BLUD, rekrutmen tenaga kerja dapat dilakukan lebih fleksibel, sesuai kebutuhan pelayanan, dan tetap dalam koridor transparansi. Selain itu, Pemkab juga membuka peluang bagi para TKS untuk mengikuti seleksi ASN, baik melalui jalur CPNS maupun PPPK dari formasi umum jika tersedia.

    Lisnawati Panjaitan juga menambahkan, pembangunan Rumah Sakit Sipeapea dan penguatan layanan di RSUD Pandan merupakan bagian dari strategi Pemkab Tapanuli Tengah untuk memperluas akses kesehatan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja baru. Ia mengimbau agar para TKS tetap bersabar dan tidak kehilangan semangat, karena pemerintah daerah terus berupaya memperjuangkan masa depan yang lebih baik bagi mereka. Seluruh kebijakan yang diambil Pemkab Tapanuli Tengah berlandaskan keseimbangan antara ketaatan hukum, efektivitas pemerintahan, dan keadilan sosial bagi masyarakat.

    Laporan oleh: T. Sirait

  • Berita Duka,  Daerah,  hukum,  Kepolisian,  SOSIAL

    Ironi di Tapteng: TKS Menuntut Kejelasan, Bupati Asyik dengan Durian

    Ironi di Tapteng: TKS Menuntut Kejelasan, Bupati Asyik dengan Durian


    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com –  25 Oktober 2025 – Gelombang aspirasi menggema di depan Kantor Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatra Utara, pada Kamis (23/10/2025). Sejumlah Tenaga Kesehatan Sukarela (TKS) dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapteng menggelar aksi unjuk rasa damai, menuntut kejelasan status kepegawaian mereka. Namun, ironi mencuat ketika Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, justru dikabarkan menikmati buah durian di sebuah tempat wisata, memicu kekecewaan mendalam di kalangan para TKS.

    Aksi unjuk rasa ini diawali dengan upacara sederhana, di mana para TKS menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan penuh semangat. Lantunan lagu ciptaan Wage Rudolf Supratman itu seolah membangkitkan kembali semangat kemerdekaan yang berkobar pada 17 Agustus 1945. Tak sedikit dari para TKS yang meneteskan air mata, terharu dengan makna mendalam dari lagu tersebut.

    Usai menyanyikan lagu kebangsaan, para TKS melanjutkan aksi mereka dengan menyampaikan orasi-orasi yang berisi tuntutan kejelasan status kepegawaian. Mereka berharap dapat bertemu langsung dengan Bupati Masinton Pasaribu untuk menyampaikan aspirasi mereka. Namun, harapan itu pupus ketika hanya disambut oleh jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tapteng.

    Kekecewaan para TKS semakin memuncak ketika beredar kabar bahwa Bupati Masinton Pasaribu tengah menikmati buah durian di Kacamata Tukka, sebuah tempat wisata yang cukup populer di Tapteng. Kabar ini tersebar melalui siaran langsung (real-time) yang membuat para TKS merasa diabaikan dan tidak dihargai. Histeris dan tangisan pun tak terhindarkan.

    Di tengah situasi yang memanas, dua mobil melintas di depan Kantor Bupati. Para TKS mencoba menghentikan mobil tersebut dan ternyata di dalamnya terdapat Ketua DPRD Tapteng, Ahmad Rivai Sibarani, beserta Ketua Fraksi Gerindra, Deni Herman Hulu, dan Willy Saputra Silitonga. Mereka turun dari mobil dan menemui para TKS untuk mendengarkan aspirasi mereka.

    Ahmad Rivai Sibarani kemudian meminta kepada Satpol PP untuk menghadirkan perwakilan dari Dinas Kesehatan yang dapat memberikan keterangan yang jelas kepada para TKS. Ia juga mengingatkan bahwa DPRD Tapteng telah memberikan rekomendasi kepada Bupati terkait status TKS sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Dalam kesempatan itu, Willy Saputra Silitonga mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan memiliki dana rutin sebesar 85 miliar rupiah. Namun, para TKS justru mengaku hanya menerima honor sebesar Rp. 150 ribu, Rp. 100 ribu, atau bahkan hanya Rp. 50 ribu per bulan, yang bersumber dari Jasa Pelayanan Kesehatan (Jaspel).

    Aksi unjuk rasa ini berlangsung hingga malam hari. Para TKS tetap bertahan di depan Kantor Bupati, berharap dapat bertemu dengan Bupati Masinton Pasaribu. Namun, harapan itu kembali pupus ketika mereka mendapat informasi bahwa Bupati telah keluar dari rumah dinasnya. Dengan rasa kecewa yang mendalam, para TKS menyanyikan lagu “Bagimu Negeri” ciptaan Kusbini sebelum akhirnya membubarkan diri.

    Laporan oleh: Torang Sirait

  • Artikel,  Berita Duka,  hukum,  Kepolisian

    Kesigapan Unit Turjawali Satlantas Polresta Palangka Raya Tangani Kecelakaan di Jalan Ir. Soekarno

    Kesigapan Unit Turjawali Satlantas Polresta Palangka Raya Tangani Kecelakaan di Jalan Ir. Soekarno

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Personel Unut Turjawali Pos Bundaran Besar Satuan Lalu Lintas Polresta Palangka Raya bergerak cepat menindaklanjuti laporan adanya kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Ir. Soekarno, Jumat (24/10/2025) pagi sekitar pukul 05.20 WIB.

    Kegiatan penanganan Tempat Kejadian Perkara Kecelakaan Lalu Lintas (TPTKP Laka Lantas) tersebut dipimpin oleh Aiptu Solihin, S.H., bersama Bripka Jhon Heri, Bripka Yudi Ristianto, dan Bripda M. Zaki P.

    Kasat Lantas Polresta Palangka Raya Kompol Egidio Sumilat, S.I.K. melalui Kanit Turjawali Ipda Dedi Hendra Kurniawan, S.H., M.M. menjelaskan bahwa personel langsung mendatangi lokasi kejadian setelah menerima laporan masyarakat.

    “Begitu mendapat laporan, anggota kami segera menuju lokasi untuk mengamankan TKP, mengevakuasi korban ke rumah sakit, serta mencatat keterangan saksi-saksi di lapangan,” terang Ipda Dedi.

    Dari hasil penanganan, diketahui kecelakaan melibatkan mobil Toyota Avanza bernomor polisi B 2421 PKO dengan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi KH 4607 LT. Petugas juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi agar situasi tetap aman dan tidak menimbulkan kemacetan.

    Selain melakukan penanganan teknis, personel Satlantas turut memberikan edukasi kepada pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut agar senantiasa berhati-hati dan patuh terhadap peraturan lalu lintas.

    “Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu waspada saat berkendara, memperhatikan kecepatan, dan menjaga konsentrasi di jalan. Kedisiplinan berlalu lintas adalah kunci utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan,” tambahnya.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di sekitar lokasi terpantau aman dan kondusif. Respon cepat anggota Satlantas diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keselamatan berlalu lintas di Kota Palangka Raya.

  • Artikel,  Berita Duka,  Daerah,  Kepolisian,  Kriminal,  SOSIAL

    Polsek Sabangau Tangani Laporan Dugaan Tindak Pidana Pencabulan Anak di Bawah Umur

    Polsek Sabangau Tangani Laporan Dugaan Tindak Pidana Pencabulan Anak di Bawah Umur

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) II Polsek Sabangau Polresta Palangka Raya menerima laporan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kelurahan Sabaru, Kecamatan Sabangau, Selasa (21/10/2025) malam.

    Laporan tersebut diterima sekitar pukul 23.00 WIB di Mapolsek Sabangau, Jalan Mahir Mahar.Berdasarkan keterangan awal, peristiwa itu dilaporkan oleh seorang wanita berinisial E.F.Y. (48), yang melaporkan dugaan pencabulan terhadap anaknya, T.P.P. (11), oleh seorang pria berinisial A.T. (44).

    Kapolsek Sabangau Iptu Ahmad Taufiq menjelaskan, dari hasil pemeriksaan awal, pelapor mendapati anaknya bersama terlapor di dalam kamar.

    Berdasarkan pengakuan korban, perbuatan tersebut telah dilakukan terlapor sebanyak empat kali, tiga kali di Mess perusahaan sawit di Kecamatan Tumbang Samba, Kabupaten Katingan, dan satu kali di rumah korban di Kelurahan Sabaru.

    “Korban juga mengaku sempat mendapat ancaman dari terlapor agar tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya,” terang Kapolsek.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, KA SPKT II bersama anggota piket langsung membawa terlapor ke Mapolresta Palangka Raya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palangka Raya.

    Kapolsek Sabangau memastikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Unit PPA guna penanganan lanjutan terhadap korban, termasuk pendampingan psikologis dan medis sesuai prosedur perlindungan anak.

    “Polsek Sabangau bersama Unit PPA Polresta Palangka Raya berkomitmen menangani kasus ini dengan profesional, cepat, dan berkeadilan. Perlindungan terhadap anak adalah prioritas utama kami,” tegasnya, Rabu (22/10/2025).

    Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi kejadian maupun di Polsek Sabangau terpantau aman dan kondusif.

    Menyikapi itu, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H. pun mengapresiasi respon cepat personel di lapangan dan menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam melindungi anak-anak dari kejahatan seksual.

  • Artikel,  Berita Duka,  Daerah,  Keamanan,  Kepolisian,  SOSIAL

    Brimob Kalteng Sigap Bantu Korban Kecelakaan di Jalan Tjilik Riwut Km.14

    Brimob Kalteng Sigap Bantu Korban Kecelakaan di Jalan Tjilik Riwut Km.14

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah. Pada Selasa (21/10/2025) pagi, anggota Brimob yang tengah melintas di Jalan Tjilik Riwut Km.14 sigap menolong korban kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor Jupiter Z1 berwarna hijau dengan mobil Avanza putih.

    Akibat peristiwa tersebut, pengendara sepeda motor mengalami luka-luka dan segera mendapatkan pertolongan pertama dari anggota Brimob yang kebetulan melintas di lokasi kejadian. Dengan menggunakan kendaraan dinas Ransus Hi-Ace, korban langsung dievakuasi menuju puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

    Aipda Syukur, personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kalteng yang berada di lokasi kejadian menjelaskan bahwa kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba saat dirinya bersama rekan-rekan sedang dalam perjalanan menuju Mako Satbrimob Polda Kalteng.

    “Kami melihat korban tergeletak di jalan dengan kondisi luka. Tanpa pikir panjang, kami langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke puskesmas agar segera mendapat penanganan medis. Sudah menjadi kewajiban kami sebagai anggota Polri untuk selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Aipda Syukur.

    Sementara itu, Komandan Satuan Brimob Polda Kalimantan Tengah, Kombes Pol. Irwan Jaya, S.I.K., memberikan apresiasi atas kesigapan dan empati yang ditunjukkan oleh anggotanya di lapangan.

    “Apa yang dilakukan oleh personel Brimob tersebut merupakan wujud nyata dari semangat Brimob Untuk Indonesia. Kami tidak hanya hadir dalam penanganan gangguan keamanan, tetapi juga senantiasa siap membantu masyarakat dalam situasi apa pun. Sikap tanggap, cepat, dan peduli seperti inilah yang harus terus dijaga oleh setiap personel Brimob,” tegas Dansatbrimob.

  • Artikel,  Berita Duka,  Kesehatan,  MBG,  SOSIAL

    Tragedi Makanan Bergizi: Puluhan Siswa di Toba Keracunan Massal

    Tragedi Makanan Bergizi: Puluhan Siswa di Toba Keracunan Massal

    Kabupaten Toba, wartapenasatu.com – Sumatera Utara, digegerkan oleh insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dari dua sekolah berbeda. Pada hari Rabu, 15 Oktober 2025, SMP Negeri 1 Laguboti dan SD Negeri 173557 Tanding Sigumpar menjadi pusat perhatian setelah sejumlah besar siswa mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh pihak sekolah. Kejadian ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk dinas kesehatan dan pemerintah daerah, dalam upaya menangani krisis kesehatan yang mendadak ini.

    Akibat insiden ini, puluhan siswa SMP Negeri 1 Laguboti dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan berbeda di Kabupaten Toba, yaitu RSU HKBP Balige, RSUD Porsea, dan Puskesmas Laguboti. Kondisi beberapa siswa dilaporkan cukup serius hingga memerlukan perawatan intensif, termasuk penggunaan ventilator oksigen untuk membantu pernapasan. Situasi ini menggambarkan betapa seriusnya dampak keracunan tersebut terhadap kesehatan para siswa.

    Di Unit Gawat Darurat (UGD) RSU HKBP Balige, terlihat para siswa yang mengalami keracunan MBG tengah menjalani perawatan intensif. Beberapa di antaranya tampak lemah dan membutuhkan infus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare. Pemandangan ini mencerminkan betapa mengerikannya pengalaman yang dialami oleh para siswa akibat keracunan makanan tersebut.

    Menurut penuturan beberapa korban yang dirawat di UGD RSU HKBP Balige, makan siang MBG dilaksanakan sekitar pukul 10.30 WIB. Gejala keracunan baru dirasakan beberapa jam kemudian, tepatnya setelah para siswa pulang sekolah sekitar pukul 13.30 WIB. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa, serta bagaimana makanan tersebut dapat menyebabkan keracunan massal.

    Ironisnya, sebelum makan siang, guru-guru berpesan agar seluruh makanan MBG yang disajikan harus dihabiskan agar tidak mubazir. Pesan ini, yang seharusnya bertujuan baik untuk mengajarkan siswa menghargai makanan, justru menjadi bumerang ketika makanan yang dikonsumsi ternyata mengandung zat berbahaya yang menyebabkan keracunan.

    Salah seorang korban menuturkan bahwa pada hari ketiga, aroma MBG yang diterimanya sudah tidak sedap, terutama pada sayuran. Rasanya pun tidak seperti sayuran yang baru dimasak, melainkan seperti masakan kemarin. Ikan mujair asam manis yang disajikan juga terasa kurang berkualitas, begitu pula dengan rasa dan aroma tempe yang tidak mengenakkan. Bahkan, buah semangka yang disajikan tidak lagi segar, seolah-olah sudah dipotong sejak hari sebelumnya.

    Pada hari kedua, siswa juga mengeluhkan bahwa sayuran lalapan yang disajikan sudah tampak seperti busuk, dengan ruas sayur yang berwarna kuning kecoklatan dan aroma yang kurang sedap atau basi. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas makanan MBG yang disajikan semakin menurun dari hari ke hari, hingga akhirnya mencapai puncaknya pada hari ketiga dengan terjadinya keracunan massal.

    Padahal, pada hari pertama, Senin (13/10/2025), makanan MBG yang disajikan masih terasa enak dan beraroma sedap, dengan lauk daging dan buah jeruk. Namun, dagingnya terasa keras. Perubahan kualitas makanan yang drastis ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan proses pengadaan dan penyajian makanan MBG tersebut.

    Insiden keracunan massal ini menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan di Kabupaten Toba. Selain menimbulkan trauma bagi para siswa dan orang tua, kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pengendalian kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Pemerintah daerah dan dinas pendidikan harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, serta memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada siswa benar-benar bergizi dan aman untuk dikonsumsi.

  • Artikel,  Berita Duka,  Daerah,  Kesehatan,  MBG

    Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam

    Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam


    Laguboti, wartapenasatu.com –  16 Oktober 2025 – Suasana haru dan kekhawatiran meliputi SMP Negeri 1 Laguboti, Toba, Sumatera Utara, pasca-insiden keracunan Makanan Bergizi (MBG) gratis yang menimpa puluhan siswa. Rapat darurat antara pihak sekolah, orang tua murid, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba, Puskesmas Laguboti, dan Kapolsek Laguboti digelar pada Kamis pagi (16/10/2025) untuk membahas penanganan dan solusi atas kejadian ini.

    Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Laguboti, Pahala Hutapea, membuka rapat dengan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menjelaskan kronologi kejadian, di mana 51 siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG gratis pada Rabu (15/10/2025). Pihak sekolah dengan sigap membawa para siswa ke Puskesmas Laguboti untuk mendapatkan pertolongan pertama.

    “Kami sangat terkejut dan prihatin atas kejadian ini. Prioritas utama kami adalah memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh siswa,” ujar Pahala Hutapea dengan nada penuh kepedulian. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi siswa yang terdampak.

    Pahala Hutapea juga menegaskan bahwa insiden ini bukan merupakan kesalahan pihak sekolah, melainkan kelalaian dari pengelola dapur MBG gratis. Ia mengungkapkan bahwa pada hari pertama pembagian MBG, dirinya turut mencicipi makanan tersebut dan tidak mengalami masalah. Namun, pada Rabu (15/10/2025), sejumlah siswa mulai merasakan mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi MBG.

    “Atas nama sekolah, saya memohon maaf kepada seluruh orang tua siswa. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutur Pahala Hutapea dengan nada menyesal.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Kabupaten Toba, Lamhot Sitorus, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba akan bertanggung jawab penuh dan telah berkoordinasi dengan pihak pengelola MBG untuk memastikan pertanggungjawaban atas insiden keracunan ini.

    “Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Program MBG seharusnya memberikan makanan sehat dan bergizi bagi siswa, bukan malah menjadi sumber masalah,” tegas Lamhot Sitorus. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, mulai dari pemilihan bahan hingga proses penyajian makanan, untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.

    Insiden keracunan MBG di SMP Negeri 1 Laguboti menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan стандартизацияproses produksi dan distribusi makanan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh siswa. Kesehatan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pendidikan.

  • Artikel,  Berita Duka,  Internasional,  Keamanan,  mancanegara

    Kembalinya warga Gaza ke Negerinya setelah kesepakatan gencatan senjata.

    Kembalinya warga Gaza ke Negerinya setelah kesepakatan gencatan senjata.

    Mancanegara, wartapenasatu.com –  Ribuan warga Palestina mulai kembali ke kota Gaza setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku. Mereka kembali ke rumah-rumah yang hancur setelah mengungsi akibat serangan Israel selama dua tahun.

    Diperkirakan sekitar 300.000 warga Palestina yang sebelumnya mengungsi ke wilayah selatan Gaza atas perintah Israel. Data menunjukkan sekitar 10% dari pengungsi yang kembali adalah anak-anak yatim piatu akibat konflik. Banyak dari mereka adalah keluarga dengan anak-anak, wanita, dan orang tua. Selain itu, lebih dari 15.000 warga sipil dilaporkan meninggal dunia selama konflik ini.

    Setelah gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada Jumat, 8 Oktober 2025. Gencatan senjata ini terjadi setelah perang selama dua tahun antara Israel dan Hamas. Warga Palestina kembali ke kota Gaza dan wilayah utara Gaza. Mereka berjalan di sepanjang jalan pantai Rashid dan jalan Salah al-Din, dua jalur utama yang menghubungkan utara dan selatan Jalur Gaza.

    Warga Palestina kembali ke rumah mereka karena mereka ingin kembali ke kehidupan normal setelah perang. Mereka juga ingin membangun kembali rumah mereka dan komunitas mereka. Keinginan untuk menguburkan anggota keluarga yang meninggal di tanah kelahiran juga menjadi faktor penting.

    Mereka kembali dengan berjalan kaki, menggunakan keledai, atau menaiki truk. Banyak dari mereka membawa barang-barang mereka yang tersisa dari serangan udara Israel.

    Hamas menyambut baik gencatan senjata ini sebagai kemenangan bagi perlawanan Palestina. Mereka menyatakan akan terus berjuang untuk kemerdekaan Palestina. Negara-negara Arab seperti Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab telah menyatakan dukungan mereka terhadap gencatan senjata ini dan menjanjikan bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi untuk Gaza. Mesir telah membuka perbatasan Rafah untuk memungkinkan masuknya bantuan dan evakuasi medis. Qatar telah menjanjikan dana sebesar $500 juta untuk rekonstruksi Gaza, sementara Uni Emirat Arab juga telah mengumumkan paket bantuan serupa. Selain itu, negara-negara seperti Turki dan Indonesia juga memberikan dukungan kemanusiaan yang signifikan.

    Kembalinya warga Gaza ini merupakan momen penting dalam konflik Israel-Palestina. Ini menunjukkan bahwa warga Palestina tidak menyerah pada harapan untuk kembali ke rumah mereka dan membangun kembali kehidupan mereka, meskipun menghadapi tantangan besar. Dukungan internasional akan sangat penting untuk membantu mereka membangun kembali Gaza.

  • Berita Duka,  Daerah,  Kepolisian,  SOSIAL

    Tragedi di DAS Katingan: Upaya SAR Intensif oleh Tim Gabungan

    Tragedi di DAS Katingan: Upaya SAR Intensif oleh Tim Gabungan

    Pegatan, Kalimantan Tengah, wartapenasatu.com —Sebuah operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) intensif memasuki hari kelima di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, melibatkan sinergi antara Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Kalimantan Tengah, TNI Angkatan Laut (AL) Pegatan, dan Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) Sampit. Fokus utama adalah pencarian kapal TB. Dantine 138 yang mengalami insiden tragis di perairan tersebut.


    Kronologi kejadian mencatat bahwa dari awak kapal, satu orang berhasil diselamatkan, sementara dua korban ditemukan oleh nelayan Hujung Pandara dalam kondisi tidak bernyawa. Namun, satu orang lainnya masih dinyatakan hilang di laut, memicu respons cepat dari tim gabungan untuk memperluas area pencarian.

    Pada hari Sabtu, 11 Oktober 2025, sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari personel Ditpolairud Polda Kalteng Perwakilan Pegatan, Satpolairud Polres Katingan, TNI AL Pegatan, dan Tim Basarnas, terus berupaya menemukan korban yang belum ditemukan. Pencarian difokuskan di perairan laut Pegatan dengan koordinat 02° 24′ 820″ T / 113° 22′ 650″ S.

    “Meskipun telah dilakukan upaya maksimal, hingga hari kelima pencarian, korban maupun tanda-tanda kapal yang tenggelam belum berhasil ditemukan,” ujar salah satu koordinator lapangan. Kondisi cuaca dan arus yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam memperluas area pencarian.

    Kapolda Kalteng, Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., melalui Dirpolairud Kombes Pol. Dony Eka Putra, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen penuh untuk terus melakukan pencarian dengan sumber daya yang ada. “Kami akan melaksanakan pencarian dengan maksimal, dengan harapan dapat menemukan dan menyelamatkan korban secepat mungkin,” tegasnya.

    Operasi SAR ini tidak hanya melibatkan sumber daya manusia yang terlatih, tetapi juga teknologi canggih seperti sonar dan drone bawah air untuk memetakan dasar laut dan mengidentifikasi potensi lokasi keberadaan korban atau bangkai kapal. Selain itu, koordinasi yang erat dengan komunitas nelayan lokal terus dilakukan untuk mendapatkan informasi tambahan yang mungkin berguna dalam pencarian.

    Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan maritim dan perlunya peningkatan kesadaran akan risiko di perairan. Upaya pencarian akan terus dilakukan dengan harapan dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban dan mengungkap penyebab pasti dari insiden ini.

  • Berita Duka,  Kepolisian

    Personel Polresta Palangka Raya Ipda Omar Rustafa Meninggal Dunia karena Sakit

    Personel Polresta Palangka Raya Ipda Omar Rustafa Meninggal Dunia karena Sakit

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kabar duka datang dari jajaran Polresta Palangka Raya. Salah satu personel terbaiknya, IPDA Omar Rustafa, berpulang ke Rahmatullah pada Minggu (12/10/2025) sekitar pukul 10.15 WIB di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.

    Kasidokkes Polresta Palangka Raya IPDA Irawan Rezky Iswara menjelaskan, almarhum diketahui memiliki riwayat penyakit sejak tahun 2024 dan secara rutin menjalani kontrol medis di RS Bhayangkara serta RS Doris Sylvanus Palangka Raya.

    “Almarhum menjalani operasi Hemicolectomy dan perawatan intensif akibat komplikasi penyakit, dengan diagnosa AKI Superimposed CKD dan Tumor Colon Ascenden yang telah bermetastasis,” terang Irawan.

    Sebelum dinyatakan meninggal dunia, pemeriksaan terakhir menunjukkan tekanan darah 108/56 mmHg, denyut nadi 149 kali per menit, dan napas 34 kali per menit.

    Sekitar pukul 10.15 WIB, tim medis menyatakan almarhum wafat di ruang ICU RS Doris Sylvanus.

    Suasana di rumah sakit terpantau kondusif, dan jajaran Polresta Palangka Raya turut berduka cita mendalam atas kepergian almarhum yang dikenal berdedikasi tinggi selama bertugas.

    Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., menyampaikan rasa belasungkawa dan penghargaan atas pengabdian almarhum selama bertugas di Kepolisian.

    “Atas nama keluarga besar Polresta Palangka Raya, kami menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ucap Kapolresta.

Wartapenasatu.com @2025