Daerah
Kodim 0829/Bangkalan Dukung Peresmian SPPG, Wujud Sinergi Forkopimda untuk Pemenuhan Gizi Masyarakat
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan — Kodim 0829/Bangkalan turut mendukung langkah pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG), dengan menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jl. Jaya Wijaya, Kelurahan Mlajah, Kamis (16/10/25).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd, bersama jajaran Forkopimda Bangkalan.
Acara yang berlangsung pukul 08.15 hingga 09.55 WIB tersebut dihadiri Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Novyan, Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, serta Ketua Bhayangkari Cabang Bangkalan Ibu Putri Hendro Sukmono.
Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pita, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan fasilitas SPPG oleh seluruh tamu undangan.
Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendirian SPPG merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap program pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan gizi anak di Kabupaten Bangkalan.
Ia juga menjelaskan, SPPG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Bangkalan telah menyalurkan 3.500 porsi makanan bergizi kepada penerima manfaat, sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal sebagai pemasok bahan baku.
Sementara itu, Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
“Program seperti ini sangat penting dalam membangun generasi muda yang sehat dan produktif. Kodim 0829 siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesejahteraan masyarakat Bangkalan,” ujarnya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan ini menjadi wujud nyata sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam mendukung program nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia. Selama acara berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar.*** (Bgn)
Wali Kota Mojokerto Perkuat Program DASHAT untuk Atasi Stunting, Targetkan Zero Stunting
WARTAPENASATUJATIM | Mojokerto, 16 Oktober 2025 – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memberikan penguatan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) kepada Kader Motivator Kesehatan dan orang tua balita stunting dan wasting di Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kamis (16/10).
“DASHAT ini memang sudah berjalan dari tahun 2022. Penyedia untuk dapur sehat ini UPPKA yang kita dampingi, kemudian dibagikan ke rumah–rumah ibu yang memiliki balita stunting atau wasting. Program ini tidak semua melaksanakan, hanya di kelurahan yang stunting dan wastingnya perlu perhatian khusus,” terang Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota.
Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia yang menargetkan angka stunting di setiap kabupaten/kota tidak boleh melebihi 12 persen, berdasarkan data EPPGBM tahun 2025, angka stunting di Kota Mojokerto kini hanya tersisa 1,24 persen.
“Meski hasilnya sudah bagus, kita tidak boleh lengah. Kita berupaya bukan hanya mengejar target yang ditetapkan pemerintah pusat, tapi juga menyiapkan SDM unggul. Kalau bisa, kita wujudkan zero stunting di Kota Mojokerto,” tegasnya.
Ning Ita menambahkan, upaya penanganan stunting bukan semata memenuhi target angka, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.
“Kita upayakan SDM Kota Mojokerto menjadi unggul untuk mewujudkan cita pertama dalam panca cita. Bayi baru lahir harus sehat sampai dewasa bahkan hingga lansia, untuk mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.
Pada kesempatan ini, Ning Ita juga berdialog langsung dengan para ibu yang memiliki balita stunting dan wasting di kelurahan setempat. Ia berpesan agar para orang tua lebih telaten dalam merawat anak, terutama bagi balita stunting tanpa penyakit bawaan.
“Kami akan terus mendampingi. Ini adalah bentuk kepedulian kami, karena anak-anak harus kita jaga dan rawat sebaik-baiknya. Mereka adalah penerus masa depan bangsa,” ungkapnya.
Selain itu, Ning Ita juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi risiko stunting. Ia menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari asupan gizi, pola asuh, hingga lingkungan yang sehat.
“Kita harus menyiapkan generasi ke depan menjadi generasi unggul, sehat, dan berkualitas. Kita eliminir stunting dan wasting di Kota Mojokerto agar semua anak tumbuh sehat dan cerdas, karena tumbuh kembangnya tidak terganggu,” pungkasnya.
Dengan penguatan program DASHAT ini, diharapkan Kota Mojokerto dapat mencapai target zero stunting dan mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas.*** (Bgn)
Latihan Gabungan Sispamkota, Kapolda Kalteng: Wujud Komitmen Jaga Harkamtibmas Bumi Tambun Bungai
Latihan Gabungan Sispamkota, Kapolda Kalteng: Wujud Komitmen Jaga Harkamtibmas Bumi Tambun Bungai

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar latihan simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) gabungan TNI, Polri dan unsur terkait, di Lapangan Barigas, Mapolda setempat, Jl. Tjilik Riwut Km. 1, Kota Palangka Raya, Kamis (16/10/2025).
Dalam latihan yang diikuti, sebanyak ratusan personel tersebut ditinjau langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. ,didampingi Karoops dan sejumlah pejabat utama Polda serta unsur forkopimda.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Kalteng menyampaikan apresiasi atas latihan sispamkota yang dilaksanakan dari semua tahapan dengan baik.
“Latihan ini tentunya juga merupakan wujud komitmen kita untuk saling bekerjasama dan melengkapi dalam menciptakan harkamtibmas di wilayah Bumi Tambun Bungai yang aman dan kondusif,” ucap Kapolda.

Irjen Iwan juga menyebut bahwa latihan ini merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menguji kesiapan personel dan sistem pertahanan internal Polri dalam menghadapi potensi ancaman gangguan nyata.
“Saya harapkan latihan ini dapat bermanfaat untuk kita memberikan perlindungan dan keamanan bagi masyarakat terhadap ancaman nyata yang dapat mengganggu kamtibmas, khususnya di wilayah Kota Palangka Raya,” tutup Kapolda.
Untuk diketahui, pelaksanaan sispamkota gabungan ini, personel secara profesional mempraktikkan taktik dan strategi dalam mengatasi potensi kerawanan melalui skenario yang sudah ditentukan mulai dari tahapan pengamanan aksi unras, penyekatan jalan, hingga pengamanan objek vital.@ Herry Kalteng
Masinton Pasaribu: Bantuan untuk Masyarakat Tidak Boleh “Ecek-ecek”
Masinton Pasaribu: Bantuan untuk Masyarakat Tidak Boleh “Ecek-ecek”
Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com -15 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sibolga menggelar acara penanaman perdana padi di Desa Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Rabu (15/10/2025).

Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Tapteng H. Mahmud Efendi Lubis, para Asisten, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tapteng, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapteng, Camat Sorkam Barat, Kapolsek Sorkam, Kepala Desa Sorkam Kanan, Penyuluh Pertanian, Brigade Pangan, serta para petani.
Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Tapteng H. Mahmud Efendy Lubis dan Kepala Perwakilan BI Sibolga Riza Putera, secara simbolis melakukan penanaman perdana padi varietas Gamagora 7.
Dalam sambutannya, Masinton Pasaribu menegaskan bahwa bantuan kepada masyarakat tidak boleh setengah-setengah atau “ecek-ecek”. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan program yang serius dan terintegrasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
“Aktivitas ini dilaksanakan dalam mendukung Astacita untuk mewujudkan swasembada pangan yang diprogramkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Masinton.
Masinton juga menyampaikan bahwa masa depan ekonomi masyarakat Tapteng terletak pada sektor pertanian. Oleh karena itu, pembangunan program pertanian harus terintegrasi, sehingga hasil pertanian meningkat dan petani sejahtera. Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pertanian yang berkualitas dan tata kelola hasil pertanian yang baik.
“Saya tidak mau bangunan itu asal jadi, harus bisa dipergunakan dengan baik. Pembangunan harus terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari irigasi hingga ke tata kelola hasil pertaniannya harus bermanfaat, karena membantu masyarakat tidak boleh tanggung-tanggung,” tegasnya. Masinton menambahkan bahwa pemerintah juga akan berupaya memfasilitasi kebutuhan petani, termasuk menindak tegas praktik mafia pupuk.
Riza Putera dari BI Sibolga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BI Sibolga dan Pemkab Tapteng. Varietas Gamagora 7 dipilih karena cocok untuk sawah yang kesulitan air dan telah berhasil meningkatkan hasil panen di daerah Lombok. Diharapkan, varietas ini juga dapat meningkatkan hasil panen petani di Tapteng.
Dengan adanya program ini, diharapkan sektor pertanian di Tapanuli Tengah semakin maju dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.
Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam
Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam

Laguboti, wartapenasatu.com – 16 Oktober 2025 – Suasana haru dan kekhawatiran meliputi SMP Negeri 1 Laguboti, Toba, Sumatera Utara, pasca-insiden keracunan Makanan Bergizi (MBG) gratis yang menimpa puluhan siswa. Rapat darurat antara pihak sekolah, orang tua murid, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba, Puskesmas Laguboti, dan Kapolsek Laguboti digelar pada Kamis pagi (16/10/2025) untuk membahas penanganan dan solusi atas kejadian ini.Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Laguboti, Pahala Hutapea, membuka rapat dengan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menjelaskan kronologi kejadian, di mana 51 siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG gratis pada Rabu (15/10/2025). Pihak sekolah dengan sigap membawa para siswa ke Puskesmas Laguboti untuk mendapatkan pertolongan pertama.
“Kami sangat terkejut dan prihatin atas kejadian ini. Prioritas utama kami adalah memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh siswa,” ujar Pahala Hutapea dengan nada penuh kepedulian. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi siswa yang terdampak.

Pahala Hutapea juga menegaskan bahwa insiden ini bukan merupakan kesalahan pihak sekolah, melainkan kelalaian dari pengelola dapur MBG gratis. Ia mengungkapkan bahwa pada hari pertama pembagian MBG, dirinya turut mencicipi makanan tersebut dan tidak mengalami masalah. Namun, pada Rabu (15/10/2025), sejumlah siswa mulai merasakan mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi MBG.
“Atas nama sekolah, saya memohon maaf kepada seluruh orang tua siswa. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutur Pahala Hutapea dengan nada menyesal.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Kabupaten Toba, Lamhot Sitorus, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba akan bertanggung jawab penuh dan telah berkoordinasi dengan pihak pengelola MBG untuk memastikan pertanggungjawaban atas insiden keracunan ini.

“Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Program MBG seharusnya memberikan makanan sehat dan bergizi bagi siswa, bukan malah menjadi sumber masalah,” tegas Lamhot Sitorus. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, mulai dari pemilihan bahan hingga proses penyajian makanan, untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.
Insiden keracunan MBG di SMP Negeri 1 Laguboti menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan стандартизацияproses produksi dan distribusi makanan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh siswa. Kesehatan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pendidikan.
Polda Kalteng Gelar Gerakan Pangan Murah: Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat
Polda Kalteng Gelar Gerakan Pangan Murah: Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) menunjukkan komitmennya dalam melayani masyarakat dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM), sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menyediakan beras berkualitas dengan harga terjangkau. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi erat antara Polda Kalteng dan Perum Bulog Kalteng, yang bersama-sama berupaya meringankan beban ekonomi masyarakat.
Pelaksanaan GPM ini dipusatkan di depan Pos Lalu Lintas Bundaran Besar, Kota Palangka Raya, pada hari Rabu, 15 Oktober 2025. Lokasi strategis ini dipilih untuk memastikan aksesibilitas yang optimal bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., melalui Kabidhumas Kombes Pol Erlan Munaji, S.IK., M.Si., menjelaskan bahwa penyaluran beras murah ini merupakan bagian dari upaya cooling system dalam rangka memperingati satu tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka. Inisiatif ini mencerminkan sinergi antara Polri dan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui program GPM.

Kabidhumas menambahkan bahwa GPM kali ini menyediakan beras SPHP kemasan 5 kg dengan harga Rp60.000, yang akan dijual selama tiga hari berturut-turut, mulai dari hari Rabu hingga Jumat. Harga ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga beras di pasar atau toko, sehingga memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat.
Erlan menekankan bahwa kegiatan GPM ini diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok akan beras. Dengan tersedianya pasokan beras murah, diharapkan masyarakat dapat mengalokasikan sumber daya mereka untuk kebutuhan lain yang mendesak.
Inisiatif ini merupakan wujud nyata dari komitmen Polda Kalteng dalam mendukung program-program pemerintah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah dapat terus ditingkatkan.

GPM ini bukan hanya sekadar penyediaan beras murah, tetapi juga simbol kepedulian dan kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan inisiatif ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah.
Sinergi Kesbangpol Sumut: Edukasi Pelajar untuk Perangi Narkoba
Sinergi Kesbangpol Sumut: Edukasi Pelajar untuk Perangi Narkoba
Medan, wartapenasatu.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Utara (Sumut) terus menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba kepada para pelajar sebagai langkah preventif dalam memerangi penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi remaja dari ancaman narkoba yang semakin meresahkan.

Kepala Kesbangpol Sumut, Mulyono, menyatakan bahwa pihaknya secara rutin memberikan pembekalan dan edukasi kepada siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) melalui platform daring. Program ini dirancang untuk memberikan wawasan kebangsaan serta pemahaman mendalam tentang bahaya narkotika, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan ketahanan diri para pelajar terhadap godaan narkoba. Pembekalan daring ini dilaksanakan setiap dua pekan sekali, memastikan siswa mendapatkan informasi yang relevan dan terkini.
Mulyono menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam upaya pemberantasan narkoba. “Peran koordinasi kita lakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Karena itu, kita terus bekerja sama dengan BNN dan Kepolisian, termasuk dalam rencana aksi pemberantasan narkoba,” ujarnya saat Temu Pers di kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/10/2025). Sinergi antarinstansi ini diharapkan dapat menciptakan strategi yang komprehensif dan efektif dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara terus berupaya untuk mengeluarkan provinsi ini dari daftar teratas pengguna narkoba di Indonesia. Penguatan basis relawan dan penerapan proteksi dini menjadi strategi utama dalam mendukung langkah-langkah yang diambil oleh berbagai pihak. Upaya ini bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba dengan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.
Selain BNN, Kepolisian, TNI, dan Satpol PP, berbagai instansi lain juga terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Pembekalan wawasan kebangsaan kini menjadi bagian integral dari materi ajar di sekolah-sekolah, yang juga mencakup penyadaran tentang bahaya judi online (judol) dan aksi geng motor yang semakin marak di kalangan remaja. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada siswa tentang berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.
Berdasarkan data terbaru dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, terdapat 23 desa/kelurahan di Sumatera Utara yang berstatus zona merah narkoba. Meskipun angka ini masih mengkhawatirkan, terdapat penurunan signifikan dari sebelumnya yang mencapai 300 desa/kelurahan. Penurunan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah tersebut, meskipun tantangan yang dihadapi masih besar.
Mulyono menambahkan bahwa upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Utara memiliki blueprint yang jelas, termasuk pelibatan relawan anti narkoba sebagai sumber deteksi dan pencegahan dini. “Ini merupakan blueprint upaya pemberantasan narkoba di Sumut, termasuk pelibatan relawan anti narkoba sebagai sumber deteksi dan pencegahan dini,” jelasnya. Dengan adanya blueprint ini, diharapkan upaya pemberantasan narkoba dapat dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Sumatera Utara.
Kapolda Kalteng Hadiri Peresmian Jalan Salib Catholic Center Palangka Raya, Ajak Perkuat dan Jaga Toleransi Beragama*

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kapolda Kalimantan Tengah, (Kalteng) Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. menghadiri peresmian Jalan Salib Catholic Center di Jl. D.A. Tawa No.X, Kota Palangka Raya, Selasa (14/10/2025).
Kegiatan peresmian yang dirangkaikan dengan rapat kerja tahunan Keuskupan Palangka Raya tersebut, dibuka langsung oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, dan dihadiri sejumlah forkopimda serta masyarakat.
Kapolda Kalteng menyampaikan bahwa kehadirannya dalam kegiatan ini dimaksutkan sebagai bentuk dukungan dan toleransi terhadap umat Katolik di wilayah Kalimantan Tengah.

“Dengan kehadiran dalam acara ini, diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dan kerja sama antara Kepolisian dan umat beragama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalteng,” ungkapnya.
Irjen Iwan juga menyebut, peresmian Jalan Salib Catholic Center ini merupakan simbol penting dalam memperkuat toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Palangka Raya.

“Harapannya kegiatan ini bisa menjadi inspirasi dalam memperkuat semangat toleransi dengan menjunjung falsafah huma betang untuk bumi Tambun Bungai yang damai, rukun dan sejahtera,” tandasnya.
Gubernur Khofifah Apresiasi 604 Pendonor Darah Sukarela di Jatim, Ajak Pelajar Aktif di PMR
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan penghargaan dan lencana kepada 604 warga Jawa Timur yang telah melakukan Donor Darah sebanyak 75 kali. Acara penghargaan ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa (14/10/2025).
Dalam acara tersebut, Gubernur Khofifah didampingi oleh Ketua PMI Jatim, Imam Utomo, dan Ketua Dewan Kehormatan PMI Jatim, Emil Elestianto Dardak. Sebagai simbolis, penghargaan dan penyematan lencana dilakukan kepada sepuluh orang perwakilan.
Gubernur Khofifah secara khusus mengajak para pelajar SMA/SMK dan MA untuk aktif mendonorkan darah melalui Palang Merah Remaja (PMR). Hal ini dipandang sebagai upaya penting untuk meningkatkan jumlah donor darah sukarela sekaligus membangkitkan rasa kemanusiaan dan kesetiakawanan di kalangan generasi muda.
Menurut Gubernur Khofifah, jumlah donor darah sukarela di Jawa Timur saat ini baru mencapai 2–3% dari total penduduk potensial. Angka ini masih jauh dari ideal, di mana seharusnya minimal mencapai 4%.
“Insyaallah setelah ini kita akan melakukan pemetaan bagaimana memaksimalkan SMA/SMK dan Aliyah untuk Palang Merah Remaja supaya target 4 persen terpenuhi,” ujarnya.
PMI Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki program untuk menambah Unit Donor Darah (UDD) berstandar melalui Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Program ini bertujuan untuk memastikan mutu dan keamanan layanan transfusi darah.
Di sisi lain, Jawa Timur memiliki modal besar dalam penyediaan darah dengan dukungan 42 Unit Pengelolah Darah (UPD). UPD tersebut terdiri atas 37 UPD PMI dan 5 UPD Rumah Sakit, yang tersebar di 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
“Ini akan menjaga kekuatan penting dalam menjaga ketersediaan darah di seluruh wilayah,” kata Khofifah.
Gubernur Khofifah berharap para pendonor darah sukarela dapat menjadi pemacu semangat untuk berkorban terhadap sesama yang membutuhkan. Beliau juga berharap, setetes darah yang diberikan dapat menyelamatkan nyawa serta menjadikan para pendonor sebagai pejuang kesehatan yang mampu berkontribusi untuk program kesehatan Provinsi Jawa Timur.
“Saya berharap kegiatan ini bisa menginspirasi masyarakat luas untuk turut serta dalam gerakan kemanusiaan ini. Mari kita jadikan semangat Setetes Darah, Sejuta Harapan,” ungkap Khofifah.
Ketua PMI Jatim, Imam Utomo, menyampaikan bahwa jumlah donor darah sukarela harus terus ditingkatkan, mengingat saat ini jumlahnya baru mencapai 1.035 ribu. Jumlah ini dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan 700 pack darah dalam satu tahun.
“PMI terus mensosialisasikan kepada mereka yang tingkat SMA/SMK untuk menambah jumlah donor darah sukarela,” ujarnya.
Sementara itu, Perdana Seryawan (32), perwakilan dari UDD Tulungagung yang merupakan pendonor darah sukarela termuda, menceritakan awal mula dirinya mendonorkan darah pada tahun 2010 di SMA Kedungwaru Tulungagung.
“Dipaksa sama guru-guru dan teman namun berlanjut sampai hari ini karena setetes darah sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan ini akan mendorong generasi muda untuk terus mendonorkan darah.
“Terima kasih penghargaan yang diberikan serta memberi motivasi kami khususnya generasi z agar berperan aktif membangun negeri ini melalui aksi donor darah,” pungkasnya. (Bgn)
Laksda TNI I G. P. Alit Jaya, Pangkoarmada II, Dianugerahi Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya oleh Gubernur Jawa Timur
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Dalam sebuah momen bersejarah yang menandai peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Timur, Panglima Komando Armada II (Pangkoarmada II), Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., menerima Tanda Kehormatan Lencana “Jer Basuki Mawa Beya”.
Acara penganugerahan ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada hari Minggu, 12 Oktober 2025, di mana Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah Indar Parawansa, secara langsung menyematkan lencana tersebut. Turut mendampingi beliau dalam acara tersebut adalah Ketua Gabungan II Gabungan Jalasenastri Koarmada RI, Ny. Yully Alit Jaya.
Lencana Penghargaan “Jer Basuki Mawa Beya” merupakan sebuah penghargaan prestisius yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada tokoh-tokoh yang dinilai telah memberikan kontribusi luar biasa dalam memajukan dan mengharumkan nama provinsi tersebut.
Penghargaan ini diberikan kepada individu-individu yang telah menunjukkan prestasi gemilang dan memberikan kontribusi nyata di bidangnya masing-masing, memberikan manfaat signifikan bagi kemajuan masyarakat dan daerah Jawa Timur.
Penganugerahan tanda kehormatan ini didasarkan pada Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 100.3.3.1/751/KPTS/013/2025, yang mengakui kontribusi Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya dalam mengawal keamanan wilayah laut strategis Jawa Timur dan kawasan sekitarnya, sebagai garda maritim bangsa.
Peran beliau dalam menjaga stabilitas dan keamanan maritim di wilayah tersebut telah memberikan dampak positif bagi kelancaran aktivitas ekonomi, perlindungan sumber daya laut, serta keamanan masyarakat pesisir.
Penghargaan ini memiliki makna dan nilai yang sangat tinggi, mengingat tidak semua Perwira Tinggi TNI Angkatan Laut berkesempatan untuk menerima Lencana Emas “Jer Basuki Mawa Beya”.
Lencana ini hanya diberikan kepada individu-individu yang terbukti telah memberikan dedikasi dan kontribusi yang signifikan kepada masyarakat serta Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Timur.
Dalam kesempatan tersebut, Pangkoarmada II, Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepadanya untuk turut berpartisipasi dalam membantu Pemerintah Daerah Jawa Timur.
Beliau menyatakan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi bagi dirinya dan seluruh prajurit Koarmada II untuk terus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Sebagai putra terbaik Bali, beliau juga merasa terhormat dapat berkontribusi bagi kemajuan Jawa Timur, yang memiliki hubungan historis dan budaya yang erat dengan Bali.
Penganugerahan Lencana Emas Jer Basuki Mawa Beya kepada Laksamana Muda TNI I G. P. Alit Jaya merupakan pengakuan atas dedikasi dan pengabdian beliau dalam menjaga keamanan maritim dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan Jawa Timur.
Semoga penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi para pemimpin dan tokoh masyarakat lainnya untuk terus berkarya dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.*** (Bgn)