Daerah

  • Daerah

    Kodim 0829/Bangkalan Dukung Napak Tilas Isyaroh Pendiri NU

    WARTAPENASATUJATIM | BangkalanKodim 0829/Bangkalan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pada Minggu, (4/1/26), bertempat di Pondok Pesantren Syaichona Kholil, Kabupaten Bangkalan.

    Kegiatan bertema “Melangkah dengan Iman, Berjuang dengan Keikhlasan” ini diikuti sekitar 1.000 peserta dan dipimpin Ketua PCNU Bangkalan, KH. Makki Nasir, Lc.

    Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PBNU KH. Yahya Cholil Staquf, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Jakfar, Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd, Wakapolres Bangkalan Kompol Hj. Hosna Nurhidayah, SH, MH, serta para kiai dan ulama se-Kabupaten Bangkalan, sebagai wujud sinergi Forkopimda dalam mendukung kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.

    Rangkaian acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars NU, dilanjutkan sambutan Pengasuh Ponpes Syaichona Kholil Bangkalan R. KH. Nasih Aschall, pemutaran video sejarah berdirinya NU, serta penyerahan simbolis tongkat dan tasbih.

    Selanjutnya, peserta dilepas untuk melaksanakan napak tilas dari Bangkalan menuju Ponpes Tebuireng, Jombang, melalui sejumlah titik singgah di wilayah Kabupaten Bangkalan.

    Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan napak tilas memiliki makna strategis dalam menanamkan nilai perjuangan, keikhlasan, serta semangat kebangsaan.

    “TNI mendukung penuh kegiatan keagamaan yang memperkuat persatuan dan menjaga kondusivitas wilayah,” ujar Dandim.

    Seluruh rangkaian kegiatan Napak Tilas Isyaroh Pendiri NU di wilayah Kabupaten Bangkalan selesai pada pukul 12.10 WIB dan berlangsung dengan aman, tertib, serta lancar.

    Kodim 0829/Bangkalan terus berkomitmen bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas dan ketenteraman wilayah. (Azis)***

  • Daerah

    Babinsa Koramil Kota Monitoring Pemilihan Ketua RT di Kelurahan Kemayoran

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Anggota Koramil 0829-01/Kota melaksanakan kegiatan monitoring dan pemantauan pelaksanaan Pemilihan Ketua RT 01/06 di Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, Minggu (4/1/26).

    Kegiatan tersebut dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Kemayoran Koramil 0829-01/Kota, Serka Muh. Mastur, bersama Lurah Kemayoran serta Bhabinkamtibmas setempat.

    Monitoring dilakukan guna memastikan proses pemilihan Ketua RT yang baru berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Pemilihan Ketua RT dilaksanakan seiring telah berakhirnya masa bakti Ketua RT sebelumnya. Warga tampak antusias mengikuti proses demokrasi di tingkat lingkungan sebagai wujud partisipasi aktif dalam pembangunan dan penguatan tata kelola pemerintahan di wilayah kelurahan.

    Serka Muh. Mastur menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa bersama unsur kelurahan dan kepolisian bertujuan memberikan rasa aman serta menjaga kondusivitas wilayah.

    “Kami hadir untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, tertib, dan tetap menjaga persatuan serta kebersamaan warga,” ujarnya. (Azis)***

  • Daerah

    RS Anna Medika Tegaskan Tidak Ada Penolakan Pasien, Manajemen Akui Terjadi Miskomunikasi

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Pihak Rumah Sakit Anna Medika Bangkalan memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan bayi berusia 10 bulan yang sempat menjadi perhatian publik.

    Manajemen rumah sakit menegaskan bahwa tidak terjadi penolakan pasien, melainkan adanya miskomunikasi antara pihak medis dan keluarga pasien yang panik saat itu.

    Humas RS Anna Medika, Bachtiar Pradinata, menjelaskan bahwa saat bayi datang ke IGD dengan kondisi sakit, keluarga menginginkan perawatan intensif dan rawat inap.

    Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan dan diagnosis dokter yang menangani saat itu, kondisi bayi dinilai tidak memerlukan rawat inap dan masih dapat ditangani melalui rawat jalan dengan pemberian obat sesuai resep.

    Karena kondisi bayi belum menunjukkan perbaikan signifikan mengingat reaksi obat baru diberikan, keluarga kembali membawa pasien ke rumah sakit yang sama dan ditangani oleh dokter lain.

    Hasil pemeriksaan tetap menyatakan bahwa bayi tidak ada indikasi untuk rawat inap.

    Atas saran manajemen rumah sakit apabila masih kawatir, bayi kemudian dibawa kembali untuk langsung ditangani oleh dokter spesialis anak.

    “Alhamdulillah, setelah penanganan oleh dokter spesialis anak dan pemberian obat, dalam beberapa jam kondisi bayi membaik hingga saat ini,” ujar Bachtiar. Sabtu, (3/1)

    Ia menegaskan bahwa persoalan yang muncul bukan berkaitan dengan penolakan akibat administrasi, melainkan perbedaan persepsi di tengah kepanikan keluraga pasien.

    “Kami berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.

    Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Bachtiar Pradinata selaku Humas RS Anna Medika, didampingi manajeman rumah sakit yang kerap dipanggil Boy serta sejumlah perwakilan manajemen.

    Dalam pertemuan terbuka itu hadir pula keluarga pasien yang turut menyaksikan klarifikasi bersama awak media. (Azis)***

  • Daerah,  Politik,  SOSIAL

    Tak Ada Apel Pagi di Hari Pertama Kerja Tahun 2026, Gubsu Bobby: hanya 5 Persen yang Tak Hadir 

    Tak Ada Apel Pagi di Hari Pertama Kerja Tahun 2026, Gubsu Bobby: hanya 5 Persen yang Tak Hadir

    Medan,Sumatera Utara : wartapenasatu.com- Gubernur Sumut (Gubsu) Bobby Nasution mengatakan, hari pertama kerja di tahun 2026 Pemerintah Provinsi Sumut tidak mengadakan apel pagi hari ini, Jumat (2/2/2026).

    Bobby menjelaskan, meski tidak ada kegiatan apel pagi, seluruh pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Sumut sudah masuk dan bekerja seperti biasanya.

    Dijelaskan Bobby Nasution, berdasarkan laporan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sumut, sudah 95 persen ASN hadir di hari pertama kerja di Sumut.
    “Hari ini memang tidak ada kegiatan apel pagi di hari pertama kerja Tahun 2026. Tetapi 95 persen, pegawai dan ASN sudah hadir dan bekerja hari ini,” jelasnya dalam sambutan pelantikan 4 pejabat Pemprov Sumut di Kantor Gubernur, Jumat 2 Januari 2026

    Menurutnya, hanya ada 5 persen ASN yang tidak hadir. Namun itupun memiliki alasan seperti cuti dan izin.
    Sementara, kata Bobby untuk ASN yang tidak hadir tanpa alasan tidak ada. Jikapun nantinya ada laporan, maka akan ditindak lanjuti.

    “Hanya 5 persen yang tidak hadir. Alasannya beragam. Ada yang keluarganya terdampak bencana. Dulunya di awal bencana gak sempat berkunjung, kini akaes mulai terbuka maka ada yang izin,” jelasnya.
    Bobby pub berguyon, jika ada ASN yang tidak hadir tanpa alasan, maka ASN tersebut akan dihilangkan (dari jabatannya).

    “Gak ada yang gak izin atau hilang juga gak ada. Kalau ada (yang hilang) kita masukkan yang hilang ini menjadi hilang (dari jaatannya),” ucapnya sambil bercanda.

    Bobby juga mengucapkan selamat tahun baru untuk ASN yang memulai bekerja di awal tahun 2026.
    “Selamat tahun baru, semoga kolaborasi yang menjadi tagline kita selama ini tetap berjalan secara cepat dan tepat,” jelasnya.

    Diketahui, awal bekerja pada tahun 2026, Bobby Nasution melantik empat pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Sumut. Dua diantara yang dilantik itu Eks Kadis Pemko Medan.

    Adapun empat pejabat tersebut yakni Ilyan Chandra Dalimunthe menjabat Kepala Dinas Sosial Rahmad Hidayat menjabat Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman, Nur Baeti Harahap menjabat Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu dan Suryani Purnamawati menjabat Direktur Rumah Sakit Jiwa Prof Dr M Ildrem Sumut.

    Sementara dua pejabat yang berasal dari Pemko Medan ini adalah Ilyan Chandra Dalimunthe yang dulunya pada kepemimpinan Bobby Nasution menjadi Wali Kota Medan menjabat sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Nur Baeti menjabat sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal Satu Pintu.
    Untuk Suryani Purnamawati dulunya menjabat Direktur Umum RSU Haji Medan.
    Sementara Rahmad Hidayat sebelumnya menjabat sebagai Kepala BKAD Asahan.
    (Reporter MWPS Sumut: t.rait)

  • Artikel,  Bencana,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Hiburan,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  SOSIAL,  Wisata

    Ancol Donasikan 10% Hasil Penjualan Tiket Malam Tahun Baru Untuk Korban Bencana di Sumatera

    Wartapena Satu, Jakarta, 2 Januari 2026-PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk PRESS RELEASE No : 001/CS-PR/PJA/I/2026 telah mendonasikan sebesar Rp. 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) dari hasil penjualan tiket masuk orang Pintu Gerbang Utama khusus kunjungan pada tanggal 31 Desember 2025 untuk Bantuan Pemulihan Masyarakat terdampak Bencana di Sumatera.

    Donasi terdiri dari hasil penjualan tiket online di www.ancol.com dan penjualan tiket offline (on the spot) di loket Pintu Gerbang Utama pada tanggal 31 Desember 2025 sebanyak 41.597 orang dengan omset/pendapatan Rp1.450.345.500 sehingga didonasikan 10% dari penjualan tiket tersebut sebesar Rp145.034.550 (Seratus Empat Puluh Lima Juta Tiga Puluh Empat Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) dan digenapkan donasinya menjadi Rp 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).

    Proses pengumpulan dan penghitungan dana dilakukan dengan prinsip transparansi untuk memastikan akuntabilitas. Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windri Atmoko, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pengelolaan dana didokumentasikan dengan baik dan dapat diakses secara terbuka sesuai dengan kebijakan perusahaan.

    Donasi tersebut telah disalurkan ke Baznas Bazis DKI Jakarta yang akan digunakan pada bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Bantuan kemanusiaan ini sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).

    Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya sekadar kontribusi finansial, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral kepada saudara-saudara di Sumatera. “Kami berharap donasi ini dapat memberikan harapan dan membantu masyarakat terdampak untuk bangkit kembali lebih cepat,” ujarnya.

    Selain donasi dana, Ancol juga menyertakan doa dan dukungan melalui berbagai kegiatan, termasuk drone light show bertema “Cahaya Langit Jakarta Mendoakan Sumatera” yang diselenggarakan pada malam pergantian tahun. Hal ini menjadi bukti bahwa Ancol tidak hanya berperan sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai bagian aktif dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi sesama.

  • Artikel,  Daerah,  Nasional,  Opini,  pertanian,  SOSIAL,  Tumbuhan

    Dinas Pertanian & Pengelola (Pihak ke-3) Jelaskan Progres Lahan Ketapang Di tigaraksa

    Wartapena Satu -TNG/Banten

    Informasi yang berkembang mengenai pengelolaan lahan ketahanan pangan di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, mendapat penjelasan dari berbagai pihak terkait. Di antaranya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang dan pihak pengelola lahan.

    Penjelasan ini disampaikan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi di lapangan sekaligus meluruskan persepsi negatif yang beredar di ruang publik.

    Kabid Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian DPKP Kabupaten Tangerang Bambang Purnama menyebut, kondisi lahan jagung di lokasi itu tidak gagal panen dan masih on progres Kata Bambang, namun faktor cuaca ekstrem serta karakteristik tanah menjadi beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman itu merupakan hal yg alami dalam proses pertanian.

    “Setiap tahapan penanaman harus selektif. Namun perlu kami sampaikan, pengolahan lahan sudah dilakukan secara maksimal dan sistematis dengan memperhatikan karakteristik unsur dari tanah nya sendiri,” ujar Bambang, Rabu (31/12/2025).

    Penilaian senada disampaikan Staf Bidang Sarana Pertanian DPKP Kabupaten Tangerang, Sjahrir. Dia menegaskan

    “Dalam praktik pertanian, untuk mencapai hasil panen 100 persen tanpa kendala itu sangat jarang. Faktor cuaca ekstrem seperti sekarang ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman,” ucapnya.

    Sedangkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Riswan Nurjaman menilai, pemberitaan yang menyebut lahan itu terbengkalai tidak menggambarkan kondisi faktual di lapangan. Dia menyebut, dalam dunia pertanian.

    “Terlebih pada lahan dengan kondisi cuaca ekstrem. Tetapi apa yang terjadi di sini jauh dari gambaran gagal panen bahkan lahan tersebut diurus dengan baik oleh pihak ke 3 yg berpengalaman di bidang pertanian,” kata Riswan.

    Sementara dari sisi pengelola, Direktur Utama PT MSD Corpora Made Suardika Dwipayana menjelaskan, kondisi lahan yang masih ditumbuhi rumput liar bukan merupakan bentuk pembiaran. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari strategi pengelolaan tanah agar dapat menjaga struktur lahan, saat musim hujan.

    “Rumput sengaja kami pertahankan untuk menahan struktur tanah agar tidak mudah tergerus air hujan. Setelah panen, vegetasi itu akan diolah kembali menggunakan dekomposer untuk dijadikan pupuk alami,” ujar Made.

    Made menambahkan, rumput di sekitar tanaman juga nanti nya dimanfaatkan sebagai pakan ternak oleh peternak binaan di sekitar lokasi. Dia menegaskan, seluruh tahapan, mulai dari land clearing, penanaman bibit pada Oktober, hingga pemeliharaan rutin, telah dilakukan secara terencana. Baik sistem pemupukan, yg menyesuaikan dengan karakteristik tanah dan cuaca

    “Dengan pola tanam bertahap, panen diharapkan dapat berlangsung secara berkala,” kata dia.

    Kemudian dijelaskan dalam semua aktifitas proses kegiatan dari awal penanaman. Pemupukan. Sampai dengan pemeliharaan semua nya di biayai oleh kita selaku pihak ke 3 yg telah bekerjsama dengan polri dan melibatkan masyarakat desa tersebut.

    Di bagian terpisah, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyampaikan, sebagian lahan jagung di lokasi itu telah memasuki fase panen. Direncanakan dipanen akan dilakukan pada Januari mendatang. Ia menegaskan, penanaman dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari skema jangka pendek, menengah, dan panjang.

    Dengan adanya penjelasan dari berbagai pihak ini, informasi yang beredar terkait kondisi lahan ketahanan pangan di Desa Bantar Panjang dinilai tidak menggambarkan realitas dan proses yang sedang berjalan.

    Meski demikian, seluruh pihak mengapresiasi kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan program. Ini juga menjadi momentum untuk bersama membangun kolaborasi demi mewujudkan program sesuai dengan harapan.

    Setiap masukan dan perhatian publik akan dijadikan bahan evaluasi agar program ketahanan pangan dapat berjalan lebih baik, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

  • Daerah,  hukum

    Dugaan RS Anna Medika Tolak Pasien Bayi Usia 10 Bulan Jadi Sorotan Publik

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Penolakan pasien bayi usia 10 bulan yang hendak mendapatkan pelayanan medis di RS Anna Medika Bangkalan hanya karena tidak memiliki dokumen administrasi menuai sorotan dan kecaman keras dari publik.

    Ketua Lembaga Informasi Publik Independen (LIPI) Bangkalan, Rido’i Nababan, menyebut peristiwa tersebut sebagai cermin buruknya orientasi pelayanan kesehatan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

    “Ini sangat memprihatinkan. Yang menjadi pertanyaan besar, apakah dokumen lebih penting daripada nyawa manusia? Atau memang sistem pelayanan rumah sakit tersebut sedang tidak baik-baik saja?” tegas Rido’i, Jum’at, 02/01/2026

    Menurutnya, rumah sakit tidak boleh menjadikan administrasi sebagai alasan utama untuk menunda atau menolak pelayanan medis, terlebih dalam kondisi pasien membutuhkan pertolongan.

    Ia menilai, kejadian ini harus menjadi alarm serius bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan serta DPRD Bangkalan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan RS Anna Medika.

    “Ini bukan sekadar kesalahan teknis, tapi persoalan moral, etika, dan tanggung jawab negara dalam menjamin hak keselamatan dan kesehatan warganya,” tambahnya.

    Senada dengan itu, Rasul Muchtar selaku Praktisi Hukum, menegaskan bahwa tindakan penolakan pasien bertentangan dengan sejumlah aturan perundang-undangan dan etika kedokteran. Ia menyebutkan, Pasal 32 ayat (2) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan secara tegas menyatakan bahwa dalam keadaan darurat, fasilitas pelayanan kesehatan dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka.

    Selain itu, Pasal 190 ayat (1) UU Kesehatan juga mengatur sanksi pidana bagi pimpinan fasilitas kesehatan atau tenaga kesehatan yang dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama kepada pasien dalam kondisi gawat darurat.

    “Dari sisi etika kedokteran, tindakan tersebut jelas melanggar Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), khususnya prinsip primum non nocere dan kewajiban dokter untuk memberikan pertolongan medis tanpa diskriminasi,” jelas Rasul.

    Ia juga menyinggung Permenkes Nomor 4 Tahun 2018 tentang Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien, yang mewajibkan rumah sakit memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan nondiskriminatif, termasuk kepada pasien yang memiliki keterbatasan administratif.

    Rasul menilai, jika praktik semacam ini dibiarkan, maka akan mencederai hak konstitusional warga negara sebagaimana diatur dalam Pasal 28H ayat (1) UUD 1945, yang menjamin hak setiap orang untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

    Baik LIPI Bangkalan maupun praktisi hukum mendesak agar kasus ini tidak berhenti sebagai isu viral semata, melainkan ditindaklanjuti secara serius melalui audit pelayanan, klarifikasi terbuka, serta sanksi tegas apabila ditemukan pelanggaran.

    “Pelayanan kesehatan tidak boleh kehilangan nurani. Rumah sakit adalah tempat menyelamatkan nyawa, bukan meja seleksi administrasi,” pungkas Rido’i Nababan. (Azis)***

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  SOSIAL

    Bupati Samosir Menyerahkan Alsintan Kepada 26 Komtan

    Bupati Samosir Menyerahkan Alsintan Kepada 26 Komtan

    Samosir,Sumatera Utara, wartapenasatu.com -Bupati Samosir Vandiko Gultom menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) di Sopo Rumah Bupati Samosir,pada Selasa 30/12/2025.

    Vandiko Gultom menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada 26 kelompok tani. Bantuan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), APBD Provinsi Sumatera Utara, serta APBD Kabupaten Samosir.

    Adapun bantuan yang disalurkan melalui APBN meliputi satu unit combine harvester besar, dua unit traktor roda dua rotary, serta empat unit pompa air berukuran 3 inci.
    Dari APBD Provinsi Sumut diserahkan dua unit traktor roda dua, tiga unit cultivator, dan empat unit pompa air ukuran 3 inci. Sementara itu, APBD Kabupaten Samosir mengalokasikan satu unit corn sheller mobile, dua unit cultivator, serta tujuh unit mesin chopper.

    Beberapa waktu lalu kita sudah membagikan bantuan bibit dan sekarang memberikan bantuan Alsintan. Semuanya berkat sinergitas dengan pemerintah atasan.
    Saya menegaskan agar seluruh alsintan yang diterima dimanfaatkan sesuai kebutuhan di lapangan.

    Pemerintah pusat maupun provinsi turut melakukan pemantauan terhadap penggunaan bantuan yang disalurkan. Bantuan ini harus benar-benar dimanfaatkan optimal, kabupaten/kota se-Indonesia berebut untuk mendapatkannya.

    Vandiko Gultom menekankan kepada 26 Kelompok Tani (Komtan) yang telah mendapatkan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) di sini tolong betul-betul dimanfaatkan, jangan sampai nanti ketika di rumah barangnya dianggurkan, jadi apabila tidak digunakan sesuai peruntukan, tidak menutup kemungkinan akan kita alihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan,ujarnya.

    Pengusulan bantuan pusat maupun provinsi hanya bisa dilakukan jika kelompok tani terdaftar resmi. Maka saya mengimbau agar masyarakat memperbarui data, mendaftarkan kelompok, dan berkomunikasi dengan penyuluh di lapangan. Pemerintah daerah siap mendampingi dari awal sampai selesai.

    Vandiko Gultom menucapkan banyak terima kasih atas bantuan Bapak Presiden RI Prabowo Subianto dan Bapak Gubernur Sumut Bobby Nasution.Walaupun mereka tidak hadir di sini, tetapi bantuannya tetap ada dan dapat dirasakan masyarakat. Ini mungkin juga sebagai kado Natal buat kita semua.
    (Reporter MWPS Sumut: t.rait)

  • Daerah

    Gegara Belum Memiliki Identitas, RS Anna Medika Bangkalan Diduga Tolak Pasien Bayi 10 Bulan

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Bayi berusia 10 bulan dilaporkan sempat tidak mendapatkan perawatan maksimal di Rumah Sakit (RS) Anna Medika Bangkalan, lantaran kendala belum memiliki identitas atau ketiadaan akta kelahiran dan belum tercantum dalam Kartu Keluarga (KK).

    Peristiwa ini dialami oleh keluarga Sakinah (samaran), warga Bangkalan paska bayinya yang sedang dalam kondisi lemas ditolak pihak rumah sakit untuk dilakukan pengobatan secara intensif.

    Sakinah menjelaskan, bayinya mengalami muntah-muntah dan diare sejak malam hari hingga memutuskan untuk dirawat di rumah sakit.

    Pagi itu setibanya di IGD RS Anna Medika, Sakinah selaku orang tua sempat kaget dan kecewa setelah ditangani seorang dokter jaga dan menyatakan bahwa anaknya tidak bisa dirawat disana karena tidak memenuhi administrasi dan prosedur yang ada.

    “Anak saya ditolak karena tidak punya akta kelahiran dan belum tercantum di KK,” ujar Sakinah dengan raut wajah sedih, Kamis pagi (1/1).

    Tidak banyak tanya keluarga Sakinah langsung meninggalkan RS dan hanya bisa membeli obat sesuai resep yang diberikan dokter tersebut.

    Di kediamannya keluarga Sakinah tampak cemas dan kelihatan bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukannya untuk mengobati bayinya yang terlihat lemas. Hanya upaya seadanya dan memberikan obat yang baru saja di belinya.

    Klarifikasi dilakukan ke pihak RS Anna Medika. Beberapa petugas di bagian IGD mengaku tidak ada pasien bayi yang ditanganinya dan menolaknya. Mereka mengaku baru saja menggantikan petugas malam.

    “Kayaknya dari tadi tidak ada pasien bayi dan ditolak, mungkin itu yang jaga malam, dan kami rasa kalau hanya itu bisa ditangani” kata seorang petugas.

    Petugas lain juga menambahkan, jika bayi tidak memiliki akte kelahiran dan bahkan belum tercantum di KK, menurutnya bisa ditulis di KK beserta tanggal lahirnya dan bisa langsung ke bagian pendaftaran.

    “Mungkin disana mereka lebih paham,” imbuhnya.

    Sementara itu saat dikonfirmasi, FN dokter yang disebut dan diduga menolak pasien bayi untuk dirawat disana, ia membantahnya dan mengaku hanya ada kendala teknis mengenai data pasien saat melakukan entri ke dalam sistem rumah sakit.

    “Saya tidak menolaknya. Tapi ketika mau entry data, dan data pasien tidak ada di KK dan tidak punya akte kelahiran, terus mau ditulis apa di sistem?” ujarnya.

    Dr. FN juga menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi bayi tidak masuk kategori gawat dan masih bisa ditangani rawat jalan.

    Namun demikian, perbedaan keterangan antara keluarga pasien dan pihak rumah sakit justru mempertegas adanya celah serius dalam penerapan prosedur pelayanan, khususnya dalam situasi darurat.

    Kasus ini menyoroti adanya sistem pelayanan kesehatan yang masih menempatkan administrasi sebagai syarat utama sebelum keselamatan jiwa.

    Dalam prinsip pelayanan medis terutama penanganan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), terlebih bayi sebagai kelompok paling rentan, seharusnya dilakukan tanpa diskriminasi dokumen.

    Karena regulasi kesehatan secara tegas mengamanatkan bahwa tindakan penyelamatan nyawa wajib diprioritaskan. (Azis)***

  • AGAMA,  Bencana,  Berita Duka,  Daerah,  SOSIAL

    Di Hari Natal Polsek Silaen Tunjukan Kepedulian dengan Bakti Sosial Untuk Korban Kebakaran

    Di Hari Natal Polsek Silaen Tunjukan Kepedulian dengan Bakti Sosial Untuk Korban Kebakaran

    Silaen,wartapenasatu.com-Dalam rangka hari natal 2025, Polsek Silaen Polres Toba menunjukkan kepeduliannya melalui aksi kemanusiaan. Jajaran kepolisian sektor Silaen menggelar kegiatan bakti sosial kepada korban kebakaran 2 bulan lalu di Dusun III Desa Huta Gurgur II Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (30/12/2025)

    Kegiatan bakti sosial ini di pimpin langsung oleh Kapolsek Silaen AKP Pargaulan Manurung, SH, bersama anggota

    Kehadiran Kapolsek bersama Personel Polsek Silaen ini disambut hangat oleh Korban Kebakaran

    Dalam aksi sosial tersebut, Polsek Silaen menyalurkan bantuan berupa paket sembako berupa 2 Kg Gula putih, 1 Kg minyak goreng, 1 papan telor ayam dan 2 parsel berisi roti natal

    Kapolres Toba, AKBP V.J Parapaga Apputua Napitupulu S.I.K, melalui Kapolsek Silaen AKP Pargaulan Manurung, SH, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud empati dan tanggung jawab sosial Polri terhadap masyarakat.

    “Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang dialami warga. Melalui bantuan sosial ini, kami berharap dapat memberikan dukungan moril agar keluarga korban tetap tabah dalam menghadapi cobaan,” ujar Kapolsek

    Yang menerima Bakti Sosial yaitu, Hengky Silitonga (40) dan Rasita Nababan (40)

    Selain menyerahkan bantuan, Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari aktivitas penggunaan api di dapur rumah dan peralatan listrik di dalam rumah

    Kami mengingatkan agar selalu memastikan api kompor di dapur dan peralatan listrik lainnya benar-benar padam, sebelum meninggalkan rumah. Kewaspadaan ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” ungkap Kapolsek.
    (Reporter MWPS Sumut: t.rait)

Wartapenasatu.com @2025