Kepolisian
Tim DVI Polda Jatim Berhasil Identifikasi 17 Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah Jawa Timur kembali menyampaikan perkembangan identifikasi jenazah korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Selasa (7/10/2025).
Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast menyampaikan, sebelum memaparkan perkembangan terbaru, pihaknya terlebih dahulu mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa para santri di Pondok Pesantren Al-Khoziny.
“Izinkan kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap para korban. Polda Jawa Timur bersama seluruh jajaran terus berupaya maksimal dalam penanganan identifikasi jenazah, dengan tetap menjunjung tinggi kehormatan para korban,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, dihadapan awak media.
Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan, penanganan jenazah dilakukan melalui Operasi DVI yang melibatkan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur, Pusdokkes Polri, tim Inafis, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, serta para ahli dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).
Tim DVI bekerja tanpa henti selama 24 jam penuh sejak hari pertama kejadian, dengan mengutamakan ketelitian, kecepatan, dan rasa hormat terhadap para korban.
“Tim bekerja seakurat mungkin dan secepat mungkin, namun tetap dengan penuh kehati-hatian serta penghormatan terhadap jenazah,” tambahnya.
Kombes Pol Jules Abraham Abast juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar seluruh jenazah yang tersisa dapat segera teridentifikasi dan keluarga korban diberi ketabahan.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada keluarga korban, relawan, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan selama proses berlangsung, termasuk media yang terus menginformasikan perkembangan sejak hari pertama.
“Semoga seluruh korban segera dapat teridentifikasi dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta ketabahan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses kemanusiaan ini,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.
Pada kesempatan yang sama, Kabiddokkes Polda Jawa Timur Kombes Pol Dr. dr. M. Khusnan Marzuki, memaparkan hasil identifikasi terbaru yang dilakukan oleh tim DVI.
“Hari ini, Selasa tanggal 7 Oktober 2025, tim DVI Polda Jawa Timur telah berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 18 kantong jenazah, yang terdiri dari 17 jenazah dan 1 body part,” ungkap Kombes Pol Khusnan.
Dari 18 kantong jenazah tersebut, 17 di antaranya telah teridentifikasi dengan kecocokan data Ante Mortem melalui berbagai metode, termasuk pemeriksaan DNA, medis, gigi, sidik jari, dan properti atau barang milik korban.
Berikut beberapa nama korban yang telah berhasil teridentifikasi:
1. Mohammad Anas Fahmi (15), asal Bangkalan.
2. Muhammad Reza Syfai Akbar (14), asal Surabaya.
3. Afifuddin Zarkasi (13), asal Surabaya.
4. Moh. Rizki Maulana Saputra (16), asal Sidoarjo.
5. Moh. Ubaidillah (17), asal Bangkalan.
6. Virgiawan Narendra Sugiarto (16), asal Lamongan.
7. Moch Ali Sirojuddin (13), asal Surabaya.
8. Muhammad Azam Habibi (14), asal Surabaya.
9. M. Maulidy Hasany Kamil (16), asal Bangkalan.
10. Ach Fathoni Abil Falaf (17), asal Bangkalan.
11. M. Azam Alby Alfa Himam (17), asal Bangkalan.
12. Khoirul Mutaqin (18), asal Kediri.
13. Farhan (17), asal Surabaya.
14. Syafiuddin (15), asal Sampang.
15. Achmad Ghiffary Haekal Nur (17), asal Gresik.
16. Muhammad Ubay Dillah (15), asal Kalimantan Barat.
17. Achmad Alby Fahri (13), asal Surabaya.
Dengan identifikasi terbaru ini, total sebanyak 34 jenazah korban telah berhasil diidentifikasi dari 67 kantong jenazah yang diterima oleh tim DVI Polda Jatim.
“Proses operasi DVI masih terus berjalan dengan melakukan pendalaman data Ante Mortem (AM) dan Post Mortem (PM). Kami berkomitmen menyelesaikan proses ini hingga seluruh korban teridentifikasi,” tegas Kombes Pol Khusnan.*** (Bgn)
Polda Kalteng Gelar Tes CAT Psikologi Alih Golongan Bintara ke Perwira
Polda Kalteng Gelar Tes CAT Psikologi Alih Golongan Bintara ke Perwira

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Kapolda Kalteng), Irjen Pol Iwan Kurniawan, bersama Tim Biro Jianstra SSDM Mabes Polri meninjau pelaksanaan Tes Computer Assisted Test (CAT) psikologi bagi personel alih golongan dari Bintara (Ba) ke Perwira (Pa), Selasa (7/10/2025).
Kegiatan yang diikuti sebanyak 162 peserta dari jajaran Polda Kalteng itu, berlangsung di SMK Negeri 1 Palangka Raya.Turut hadir dalam kegiatan itu Wakapolda, Karo SDM, Dirintelkam selaku Ketua Tim Tes Psikologi dan Mental, serta Kabag Psikologi Ro SDM.

Kabidhumas Polda Kalteng, Kombes Pol Erlan Munaji, menjelaskan bahwa tes ini terdiri atas tiga bagian, yakni tes kecerdasan, tes kepribadian, dan tes sikap kerja.
Ketiga komponen ini menjadi dasar dalam menilai kesiapan dan kelayakan peserta untuk menempati jabatan perwira di lingkungan kepolisian.
“Tes ini dilakukan untuk mengukur kemampuan dan karakter calon perwira, agar ke depan mereka dapat menjalankan tanggung jawab yang lebih besar dengan baik,” ujar Erlan mewakili Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan tes CAT ini Polda Kalteng menjunjung tinggi prinsip keterbukaan. Setiap peserta dapat langsung melihat hasil tes setelah menyelesaikannya, sehingga tidak ada ruang bagi kecurigaan atau manipulasi data hasil ujian.
“Transparansi ini merupakan bentuk komitmen kami untuk menciptakan sistem seleksi yang objektif, jujur, dan akuntabel,” tutup Erlan.
Korem 084/Bhaskara Jaya Gelar Komsos Dengan Appem, Perkuat Sinergitas Sukseskan Program Asta Cita Pemerintah
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Korem 084/Bhaskara Jaya menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Aparat Pemerintah Daerah (Appem) di Aula Makorem 084/BJ, Selasa (7/10/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Sinergitas TNI AD dengan Lembaga Kementerian (LK) dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dalam Mensukseskan Program Asta Cita Pemerintah RI di Daerah.”
Komandan Korem 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, yang diwakili oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, menyampaikan bahwa Komsos ini adalah bagian dari upaya TNI AD untuk mempererat sinergitas dan koordinasi dengan seluruh instansi pemerintah demi kesejahteraan dan ketahanan wilayah.
“Diharapkan melalui kegiatan ini, komunikasi dan kerja sama yang solid dapat terjalin antara TNI AD dengan seluruh instansi pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah. Sinergi ini sangat penting untuk mendukung pencapaian Program Asta Cita Pemerintah RI, khususnya dalam memperkuat pembangunan nasional dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kolonel Inf Nico Reza.
Kegiatan ini dihadiri oleh para Kasi Korem 084/BJ, perwakilan dari Kepolisian, Satpol PP, Kementerian Agama, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Suasana kegiatan berlangsung akrab dan interaktif. Seluruh peserta berkomitmen untuk terus meningkatkan kolaborasi dan koordinasi lintas sektor demi stabilitas keamanan, pembangunan berkelanjutan, serta kemajuan masyarakat di wilayah Korem 084/Bhaskara Jaya.***(Bgn)
Polda Jatim Pastikan Proses Identifikasi Korban Ponpes Al Khoziny Berjalan Maksimal, 17 Korban Telah Teridentifikasi
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Polda Jawa Timur menyampaikan perkembangan terbaru proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo di Posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Surabaya, Senin (6/10/2025).
Hingga saat ini, tim DVI Polda Jatim telah berhasil mengidentifikasi 17 korban dari total 59 kantong jenazah yang diterima.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam keterangan resminya menyampaikan duka cita mendalam atas musibah tersebut.
“Pertama-tama, izinkan kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo,” ungkap Kombes Pol Abast.
Kabid Humas Polda Jatim menjelaskan, proses identifikasi dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Biddokkes Polda Jatim, Pusdokkes Polri, Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Inafis, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan para ahli yang tergabung dalam Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).
“Kegiatan ini melibatkan banyak unsur dan para ahli yang bekerja selama 24 jam penuh dengan semangat kemanusiaan,”kata Kombes Pol Abast.
Disebutkan oleh Kombes Pol Abast, Operasi DVI ini bertujuan untuk mengidentifikasi para korban dengan sebaik-baiknya dan secepat mungkin.
“Kami ingin seluruh jenazah dapat dikenali dan diserahkan kepada keluarganya dengan penuh kehati-hatian,”ujar Kombes Pol Abast.
Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jatim juga menjelaskan bahwa kegiatan identifikasi dilakukan di Dua lokasi yaitu di Posko Antemortem yang berada di Ponpes Al Khoziny, Buduran dan Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
Sedangkan Posko Postmortem, lanjut Kombes Pol Abast tetap dipusatkan di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya.
“Kami berterima kasih kepada keluarga korban, relawan, dan seluruh tim yang bekerja dengan sabar dan empati. Semoga kerja keras ini menjadi bentuk tanggung jawab dan solidaritas kita dalam menjaga nilai kemanusiaan di tengah duka yang mendalam,” pungkas Kombes Pol Abast.
Dikesempatan yang sama, Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol. Dr. dr. M. Khusnan Marzuki menjabarkan hasil identifikasi terbaru.
Dari 8 kantong jenazah yang diperiksa, 7 telah berhasil teridentifikasi sebagai berikut :
1. Mohamad Rohihan Mustafa (17), warga Jalan KH Shazili, Makiti, Kamal, Bangkalan – teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.
2. Abdul Fattah (18), warga Asem Manunggal – teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti.
3. Wasiyur Rohit (17), warga Jalan Gayungan 8, Gang Mawar 14-B, Surabaya – teridentifikasi melalui sidik jari dan medis.
4. Mohamad Aziz Pratama Yudhistira (16), warga Kampung Pulo, Kapuk Mekar Mukti, Cikarang Utara, Bekasi Barat – teridentifikasi melalui gigi, medis, dan properti.
5. Mohamad Davin (13), warga Jalan Bonowati Selatan, Bulu Lor, Semarang, Jawa Tengah – teridentifikasi melalui medis dan properti (dua kantong jenazah milik satu orang).
6. Mohammad Ali Rahbini (19), warga Dusun Plasah Birem, Tambelang, Sampang, Jawa Timur – teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, dan medis.
7. Suleyman Hadi (15), warga Morleke, Kola, Modung, Bangkalan, Jawa Timur – teridentifikasi melalui sidik jari, medis, dan properti.
Selain Tujuh jenazah tersebut, terdapat satu body part yang telah dikonfirmasi sebagai bagian dari korban atas nama Mohamad Davin.
Untuk menghindari kesimpangsiuran data, Kabid Dokkes Polda Jatim menegaskan bahwa total keseluruhan kantong jenazah yang diterima tim DVI berjumlah 59 kantong.
“Dari lokasi Sidoarjo, kami menerima 5 kantong, dan dari RS Bhayangkara Surabaya ada 54 kantong,” tegasnya.
Sebelumnya sempat ada perbedaan perhitungan karena Satu korban memiliki Dua nomor kantong.
“Kini kami pastikan total tetap 59 kantong,” jelasnya.
Kombes Pol Khusnan menambahkan, proses identifikasi masih terus berlangsung dengan pendalaman terhadap data Antemortem dan Postmortem.
“Dari hasil identifikasi dan properti yang ditemukan, seluruh korban yang kami identifikasi sejauh ini merupakan para santri,” pungkasnya.
Sementara itu Kabid DVI Pusdokkes Mabes Polri, Kombes Pol Wahyu Hidayati, menjelaskan bahwa beberapa kantong jenazah memang tidak berisi tubuh yang utuh.
“Dari hasil rekonsiliasi, ditemukan bahwa ada tubuh yang terpisah antara badan dan kaki,” ujarnya.
Setelah dicocokkan dengan data keluarga, lanjut Kombes Pol Wahyu Hidayati dipastikan bahwa dua kantong tersebut merupakan bagian dari Satu orang.*** (Bgn)
Polda Jatim Berhasil Ungkap 1.757 Kasus Narkoba dan Sita Aset Rp 30,1 Miliar dari Jaringan TPPU
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jawa Timur (Jatim) kembali mencatat prestasi besar dalam upaya pemberantasan narkoba.
Dalam kurun waktu Tiga bulan, mulai Juli hingga September 2025, jajaran Ditresnarkoba bersama Polres jajaran di seluruh wilayah hukum Polda Jatim berhasil mengungkap 1.757 kasus dengan mengamankan total 2.248 tersangka.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa capaian ini merupakan wujud transparansi dan akuntabilitas publik atas kinerja Ditresnarkoba Polda Jatim dalam menegakkan hukum terhadap tindak pidana narkotika dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang terkait jaringan narkoba.
“Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang terus mengancam masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Timur,” ujar Kombes Pol Abast saat konferensi pers di Polda Jatim, Senin (6/10/2025).
Dari pengungkapan tersebut, Polisi mengamankan barang bukti dalam jumlah besar, antara lain 199,5 kilogram sabu, 46,8 kilogram ganja, 306 gram tembakau gorilla, 48.402 butir ekstasi, dan 2,9 juta butir obat keras berbahaya (okerbaya).
Selain itu, 6 kasus TPPU yang berkaitan dengan jaringan narkoba juga berhasil diungkap, dengan total nilai aset sitaan mencapai Rp30,1 miliar.
Aset tersebut berupa tanah, rumah, kendaraan mewah, perhiasan, hingga usaha yang digunakan untuk mencuci uang hasil kejahatan narkoba.
Pada kesempatan tersebut Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Jatim, Kombes Pol Robert Da Costa memaparkan sejumlah pengungkapan besar di jajaran antara lain Polres Malang yang menyita 4 kg sabu dan 15 kg ganja dengan tersangka AM dan FN.
Sementara itu Polrestabes Surabaya menyita 43,8 kg sabu dan 40.000 butir ekstasi dengan tersangka ASO, ER, SH, dan D, yang diketahui bagian dari jaringan Kalimantan–Jawa Timur.
Sedangkan Polresta Malang Kota berhasil 4,3 gram sabu, ganja, dan 300.000 butir obat keras berbahaya.
Selain itu Ditresnarkoba Polda Jatim juga mengembangkan kasus tersebut hingga terungkap adanya TPPU yang dilakukan oleh bandar narkoba.
“Total nilai aset hasil pengungkapan TPPU ini mencapai Rp.30,1 miliar, terdiri atas Rp24,6 miliar di tingkat Polda dan Rp5,5 miliar di jajaran Polres,” terang Kombes Pol Robert Da Costa.
Kasus-Kasus TPPU yang Diungkap diantaranya adalah Tersangka TK berperan sebagai pengendali jaringan narkoba di dalam Lapas Jatim sejak 2017–2024.
“Perputaran uang diperkirakan mencapai Rp.44 miliar, aset yang disita Rp10 miliar berupa tanah, rumah, mobil HRV, Jazz, Daihatsu Rocky, serta motor Scoopy dan RX King,” kata Kombes Pol Robert.
Tersangka lain yaitu HS berperan membantu suami mengendalikan peredaran narkoba dari Lapas, perputaran uang Rp 5 miliar, aset yang berhasil disita Rp1 miliar berupa mobil Brio, motor Vario, CBR, Ninja, dan 25 perhiasan.
Untuk tersangka MFM dan FM yang merupakan 2 saudara kandung memiliki perputaran uang Rp.15 miliar dari bisnis barang haram tersebut.
Aset yang berhasil disita Rp.13 miliar berupa tanah, kendaraan, rekening, dan perhiasan.
Sedangka tersangka DAS yang berperan Operator pengendali keuangan jaringan narkoba di Bangkalan, Polisi berhasil menyita tanah, bangunan, kendaraan, usaha kafe, rumah kos, dan laundry di Bangkalan.
Disamping itu, Polres Mojokerto Kota jajaran Polda Jatim juga berhasil menangkap tersangka MM yang berperan sebagai pengendali dengan aset senilai Rp 2 miliar.
Dari tersangka MM ini Polisi menyita aset Rp1,5 miliar berupa mobil Xpander, Brio, motor Ninja dan KLX.
Sedangkan Polres Pasuruan berhasil menyita aset senilai Rp2 miliar disita Rp1,5 miliar, termasuk 3 unit dump truck, mobil Terios, pick-up Grand Max, serta sound system dari tersangka K.
“Kami akan terus menindak tegas para pelaku kejahatan narkoba, memperkuat kerja sama lintas instansi, dan memastikan upaya penegakan hukum ini memberi efek jera,” tegas Kombes Robert.
Ia juga mengapresiasi dukungan masyarakat dan media yang terus aktif membantu kepolisian dalam memberikan informasi yang positif serta mendorong kesadaran publik terhadap bahaya narkoba. (Bgn)
Kepedulian Koramil 0829-08/Tragah di Pemakaman Santri Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Minggu malam (5/10/25) menjadi malam penuh haru bagi warga Desa Alang-alang, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Di bawah temaram cahaya lampu dan lantunan doa yang mengalun lirih, ratusan warga mengantarkan kepergian Ahmad Rizal Haq (16), santri Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo yang menjadi korban dalam musibah robohnya bangunan pondok beberapa hari lalu.
Di tengah kerumunan warga yang larut dalam kesedihan, tampak personel Koramil 0829-08/Tragah hadir dengan seragam lorengnya. Mereka tidak sekadar datang untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga turut membantu proses pemakaman dari mengatur jalannya prosesi, hingga memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman dan tertib.
Kehadiran mereka menjadi penguat moral bagi keluarga yang berduka, sekaligus menegaskan bahwa TNI selalu hadir di setiap situasi masyarakat, tanpa memandang waktu dan keadaan.
Danramil 0829-08/Tragah, Kapten Inf Badrud Mutammam, mengungkapkan rasa duka mendalam atas musibah tersebut.
“Kami semua turut berbelasungkawa atas kepergian almarhum. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ucapnya penuh empati.
Ia menambahkan, keberadaan TNI di tengah masyarakat bukan hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam wujud kepedulian dan kebersamaan di saat-saat sulit.
Malam itu, suasana duka memang tak bisa disembunyikan, namun ada rasa hangat yang tumbuh dari kebersamaan. TNI, aparat Kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat bergandeng tangan dalam kepedulian.
Dari peristiwa ini, tampak bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong masih hidup kuat di tengah masyarakat — dan TNI menjadi bagian nyata dari denyut kepedulian itu. (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan
Korem 084/Bhaskara Jaya Terima Kunjungan Polsek Waru dalam Rangka HUT ke-80 TNI
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Korem 084/Bhaskara Jaya menerima kunjungan dari jajaran Polsek Waru yang dipimpin oleh Kapolsek Kompol M. Amin pada Senin (6/10/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Acara berlangsung di Makorem 084/BJ, Jalan Ahmad Yani No. 1, Kelurahan Siwalankerto, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
Kunjungan ini menjadi wujud apresiasi dan ucapan selamat dari Polri kepada TNI dalam rangka HUT ke-80 TNI. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat sinergitas antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta ketertiban masyarakat.
Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Danny Alkadrie, yang diwakili oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, S.H., M.M., M.Han., bersama para Kepala Seksi (Kasi) Korem, menyambut hangat kedatangan rombongan Polsek Waru.
Dalam sambutannya, Kasrem menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian, dukungan, serta kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik antara TNI dan Polri. Ia menekankan pentingnya sinergi yang solid antara kedua institusi dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Jawa Timur, khususnya Surabaya dan sekitarnya.
“Kami bangga dan berterima kasih atas kunjungan serta ucapan yang diberikan. Momentum HUT ke-80 TNI ini menjadi pengingat bahwa kebersamaan antara TNI dan Polri merupakan kekuatan utama dalam membangun keamanan serta kesejahteraan masyarakat,” ujar Kolonel Inf Nico Reza.
Kunjungan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan, yang mencerminkan eratnya hubungan antara TNI dan Polri sebagai mitra strategis dalam menjaga keutuhan serta stabilitas nasional.*** (Bgn)
Jurnalis: Bambang Gunawan