Kepolisian

  • Kepolisian

    Kapolda Jatim Anugerahkan Tanda Kehormatan Kepada Ribuan Personel

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAKapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Nanang Avianto,M.Si memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional yang dirangkaikan dengan Penganugerahan Tanda Kehormatan Pengabdian kepada personel Polri, di Lapangan Mapolda Jawa Timur, Senin (19/1/2026).

    Upacara yang diikuti oleh Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolres jajaran, serta seluruh personel dan ASN Polri itu berlangsung khidmat.

    Kegiatan itu menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pengabdian Polri di awal tahun 2026.

    Dalam amanatnya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan bahwa Upacara Hari Kesadaran Nasional sekaligus penganugerahan tanda kehormatan harus dimaknai sebagai momentum membangun semangat baru, harapan baru, serta komitmen yang lebih kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

    “Jangan jadikan pergantian tahun hanya sekadar pergantian kalender, namun jadikan sebagai titik tolak untuk meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat,”tutur Irjen Nanang.

    Pada kesempatan tersebut, Kapolda Jatim juga menekankan bahwa tanda kehormatan Satyalancana Pengabdian merupakan bentuk pengakuan dan apresiasi tertinggi dari negara yang dianugerahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia kepada anggota Polri yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tanpa cacat selama masa dinas.

    Ia menjelaskan, untuk memperoleh tanda kehormatan tersebut, seorang anggota Polri harus memenuhi persyaratan yang ketat, yakni telah bertugas secara terus-menerus selama 8, 16, 24 hingga 32 tahun.

    Bukan hanya itu, selama bertugas anggota Polri harus tanpa cela, serta memiliki integritas moral, keteladanan sikap, dan jasa nyata bagi organisasi serta negara.

    Pada upacara tersebut, Polda Jawa Timur menganugerahkan tanda kehormatan kepada 2.684 personel, yang terdiri dari 542 personel Satker Polda Jatim dan 2.142 personel Polres yang ada di jajaran.

    “Penganugerahan ini jangan dimaknai sekadar sebagai pemenuhan hak administratif, tetapi sebagai simbol apresiasi tertinggi dari negara atas konsistensi dalam menjaga marwah Kepolisian,”tegas Kapolda Jatim.

    Lebih lanjut, Irjen Pol Nanang Avianto mengajak seluruh personel untuk terus memperkuat sinergi dan semangat gotong royong dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Jawa Timur, dengan menggelorakan kembali semangat Jogo Jatim.

    Ia juga menyampaikan pentingnya reformasi birokrasi Polri yang berorientasi pada pelayanan masyarakat, sejalan dengan slogan Polri Untuk Masyarakat, sehingga Polri benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, pelayan, sekaligus problem solver bagi masyarakat.

    “Semoga penghargaan yang diterima hari ini menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi seluruh personel Polda Jatim untuk terus meningkatkan kinerja, menjadi SDM Polri yang unggul, kreatif, dan inovatif demi kemajuan bangsa dan negara,” pungkasnya. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Gratis! Polrestabes Surabaya Siap Kembalikan Ratusan Motor Curian ke Pemiliknya di Bazar Ranmor

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Sebuah inisiatif humanis dan tegas dilakukan Polrestabes Surabaya Polda Jawa Timur (Jatim) dalam upaya mengembalikan hak warga korban pencurian kendaraan bermotor.

    Sedikitnya sekitar 800 unit motor hasil pengungkapan kasus curanmor akan dikembalikan kepada para pemilik melalui program bertajuk “Bazar Ranmor”.

    Kegiatan ini menjadi bentuk pelayanan publik sekaligus langkah transparan dalam memulihkan kerugian masyarakat.

    Agenda bazar tersebut dijadwalkan berlangsung dalam dua sesi di Mapolrestabes Surabaya.

    Sesi pertama dimulai 21 hingga 23 Januari 2026, setelah itu dilanjutkan sesi kedua pada 26 hingga 30 Januari 2026 mendatang.

    Seluruh kendaraan telah diamankan sebagai barang bukti dari berbagai operasi penindakan yang dilakukan sepanjang beberapa waktu terakhir.

    Kapolrestabes Surabaya Kombes, Pol Luthfie Sulistiawan menerangkan bahwa bazar ini menjadi ruang bagi masyarakat yang merasa kehilangan kendaraannya agar dapat mengambil kembali tanpa dipungut biaya sepeser pun.

    Kombes Luthfi menegaskan, pemilik kendaraan cukup membawa bukti kepemilikan resmi, seperti BPKB, STNK, atau dokumen tilang, masyarakat bisa mengecek langsung motor yang telah teridentifikasi oleh penyidik.

    “Silakan pemilik datang sendiri, bawa dokumennya. Kendaraan akan kami kembalikan tanpa biaya (gratis) dan tanpa melalui perantara,” tutur Kombes Luthfi, pada Sabtu (17/01).

    Dalam pelaksanaannya nanti, kendaraan akan dikelompokkan sesuai jenis dan hasil pengecekan nomor rangka serta nomor mesin.

    Polisi juga memastikan bahwa motor disusun berdasarkan blok untuk memudahkan proses pencarian.

    Kombes Luthfie menyebutkan bahwa sebagian besar kendaraan hasil curian sudah tidak lagi menggunakan nomor polisi asli akibat manipulasi para pelaku.

    “Banyak plat yang sudah diganti. Jadi identifikasi kami lakukan lewat nomor mesin dan nomor rangka hingga akhirnya diketahui siapa pemiliknya,” ungkapnya.

    Menariknya, proses penelusuran menemukan bahwa sejumlah pemilik kendaraan bukan hanya berasal dari Surabaya, melainkan dari daerah lain.

    Salah satu unit bahkan terdeteksi berasal dari Banten. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa jaringan curanmor yang ditindak memiliki pola distribusi lintas wilayah.

    Di tengah pelaksanaan bazar, Polisi menyadari bahwa tidak semua korban mampu mengingat nomor kendaraan mereka.

    Situasi inilah yang membuat sistem bazar dianggap lebih efektif. Selain menampilkan fisik kendaraan, nantinya Polrestabes Surabaya Polda Jatim juga akan mengumumkan nama pemilik sesuai hasil identifikasi.

    “Tidak semua orang hafal nomor Polisinya. Jadi kami umumkan juga sesuai pemiliknya agar mudah dicocokkan,” imbuh Kombes Luthfie.

    Untuk masyarakat yang ingin memastikan unit motornya terdaftar dalam bazar, Polrestabes Surabaya Polda Jatim juga menyediakan tautan pengecekan data barang bukti motor curian yang dapat diakses sebelum datang ke lokasi.

    Kapolrestabes Surabaya menegaskan bahwa penindakan terhadap pelaku curanmor tidak akan berhenti.

    Ia menegaskan, jaringan pelaku masih terus diburu dan akan berhadapan dengan hukum tanpa kompromi.

    “Pelaku curanmor melawan, ya siap-siap berhadapan dengan kami,” tegas Kombes Luthfi.

    Program ini diharapkan tidak hanya memulihkan kerugian warga, tetapi juga mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat yang selama ini dihantui aksi curanmor di berbagai titik Kota Pahlawan. (*)

  • Artikel,  Berita Duka,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Keamanan,  Kepolisian,  Kriminal,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik

    Lembaga KPK Dirwaster DKI : Polisi Diduga Biarkan 6 Pelaku Tawuran Maut Anak di Cengkareng Berkeliaran, Padahal Sudah Tercantum dalam Dakwaan dan Putusan Pengadilan


    Wartapena Satu, Jakarta, 15 Januari 2026—
    Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Dirwaster Provinsi DKI Jakarta menyatakan keprihatinan serius sekaligus kecaman keras terhadap penanganan perkara tawuran yang terjadi pada 16 Juni 2025 di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengakibatkan satu orang anak di bawah umur meninggal dunia.

    Berdasarkan dokumen resmi penegak hukum, perkara tersebut melibatkan 9 (sembilan) orang pelaku. Namun hingga saat ini, baru 3 orang yang diproses dan diputus oleh pengadilan, sementara 6 orang lainnya masih bebas berkeliaran, meskipun telah tercantum secara sah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, fakta persidangan, serta putusan pengadilan.
    6 Nama Sudah Tercatat Resmi, Tapi Tak Ditangkap
    Adapun keenam pelaku yang hingga kini belum ditangkap oleh Polsek Cengkareng, yaitu:
    Afandi (DPO – Anak di bawah umur)
    Razkafi (Dewasa)
    Aji
    Radit
    Rifal
    Akmal Fauzan

    Nama-nama tersebut secara eksplisit tercantum dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Nomor: PDM-869/JKTBRT/10/2025, serta terungkap dalam fakta persidangan dan replik Jaksa Penuntut Umum, bahkan diperkuat oleh alat bukti video kejadian.
    “Ini bukan lagi persoalan kekurangan alat bukti. Semua sudah terang benderang di persidangan. Pertanyaannya: mengapa enam pelaku yang sudah berstatus terdakwa tidak ditangkap?” tegas perwakilan L-KPK.
    Diduga Ada Pembiaran oleh Aparat Penegak Hukum.

    L-KPK menilai kondisi ini patut diduga sebagai pembiaran penegakan hukum. Terlebih, Jaksa Penuntut Umum telah memberikan arahan dan petunjuk resmi kepada penyidik kepolisian untuk melakukan penangkapan terhadap keenam pelaku tersebut.
    Namun hingga kini, tidak ada langkah konkret dan terukur dari Polsek Cengkareng.
    “Jika pelaku pembunuhan anak bisa bebas berkeliaran berbulan-bulan setelah namanya tercantum dalam dakwaan dan putusan, maka publik berhak bertanya: hukum ini tajam ke bawah dan tumpul ke atas?” lanjut L-KPK.
    Berpotensi Langgar Pasal Pidana
    L-KPK menegaskan bahwa pembiaran ini berpotensi melanggar ketentuan pidana, antara lain:
    Pasal 421 KUHP (penyalahgunaan wewenang oleh pejabat);
    Pasal 422 KUHP (penyalahgunaan kekuasaan);
    Pasal 304 KUHP (pembiaran);

    UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak;
    UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI.
    Kasus ini dinilai bukan hanya soal pidana pelaku tawuran, tetapi juga menyangkut integritas dan akuntabilitas aparat penegak hukum.
    Ultimatum Terbuka kepada Polsek Cengkareng
    L-KPK telah melayangkan surat ultimatum hukum resmi kepada Kapolsek Cengkareng agar segera menangkap keenam pelaku dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender.

    Apabila ultimatum tersebut tidak diindahkan, L-KPK memastikan akan:
    Melaporkan perkara ini ke Divisi Propam Mabes Polri dan Polda Metro Jaya;
    Mengadukan ke Kompolnas dan Ombudsman RI;
    Membuka laporan dugaan tindak pidana terhadap pejabat yang bertanggung jawab;
    Melakukan ekspos lanjutan secara nasional.
    “Nyawa anak yang melayang tidak boleh ditutup dengan pembiaran. Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian aparatnya sendiri,” tutup L-KPK.

  • Keamanan,  Kepolisian

    Polres Ngawi Gaungkan Perang Melawan Hoaks Sinergi Total Demi Keamanan Daerah

    Polres Ngawi Gaungkan Perang Melawan Hoaks Sinergi Total Demi Keamanan Daerah

    WARTAPENASATUJATIM | Ngawi – Gelombang informasi digital yang bergerak cepat dan masif di era modern kerap membawa dua wajah sekaligus: kemudahan akses pengetahuan dan ancaman penyebaran kabar bohong.

    Menyikapi kondisi tersebut, Kepolisian Resor (Polres) Ngawi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum terverifikasi kebenarannya.

    Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya preventif menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Ngawi, Rabu (14/1/2026).

    Kapolres Ngawi, AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa stabilitas keamanan daerah tidak dapat terwujud tanpa partisipasi aktif masyarakat.

    Ia menilai, derasnya arus informasi di media sosial dan aplikasi pesan instan berpotensi menjadi pemicu keresahan apabila tidak disikapi secara bijak dan kritis.

    Menurutnya, informasi yang tidak jelas sumber dan validitasnya dapat memantik kesalahpahaman di tengah masyarakat, memecah persatuan, bahkan berujung pada gangguan ketertiban umum.

    “Jangan mudah percaya apalagi ikut menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya. Saring sebelum sharing. Keamanan dan kedamaian Ngawi adalah tanggung jawab kolektif kita semua,” tegas Kapolres.

    Sebagai wujud komitmen memberikan perlindungan dan rasa aman secara maksimal, Polres Ngawi menghadirkan layanan pengaduan publik yang beroperasi 24 jam penuh tanpa henti.

    Masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait gangguan kamtibmas maupun informasi mencurigakan melalui Call Center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis, layanan WhatsApp di nomor 0822 30 110 110, serta Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ngawi di nomor 0351-749510.

    Seluruh laporan yang masuk akan ditangani melalui sistem quick response, sehingga setiap aduan masyarakat dapat direspons secara cepat, tepat, dan profesional oleh petugas di lapangan.

    AKBP Prayoga menambahkan, keterbukaan komunikasi antara kepolisian dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

    Dengan tersedianya kanal pelaporan yang mudah dijangkau dan responsif, masyarakat diharapkan tidak ragu untuk berkoordinasi serta melaporkan potensi gangguan keamanan sejak dini.

    Polres Ngawi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan prima sesuai standar kepolisian, serta menjaga stabilitas keamanan wilayah selama 24 jam penuh.

    Sinergi yang erat antara aparat penegak hukum dan seluruh elemen masyarakat diyakini menjadi kunci utama terwujudnya Kabupaten Ngawi yang aman, tertib, dan harmonis.

    Dengan semangat kebersamaan, Polres Ngawi mengajak seluruh warga untuk aktif menjaga lingkungan masing-masing, menolak hoaks, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi menyesatkan, demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif dan berkelanjutan serta mendukung kemajuan daerah. (Bgn)***

  • Kepolisian,  Militer,  Nasional

    Presiden Prabowo Resmikan SMA Taruna Nusantara Malang, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Pemimpin Unggul

    WARTAPENASATUJATIM |MALANGPresiden Republik Indonesia Jenderal TNI (HOR) (Purn) H. Prabowo Subiyanto Djojohadikusumo melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Malang Raya dalam rangka meresmikan *SMA Taruna Nusantara Kampus Malang*, Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/01/2026).

    Kunjungan kerja Presiden RI menggunakan pesawat Boeing 737-73Q BBJ/PK-GRD dan dilanjutkan dengan Helikopter EC-725/H225M menuju lokasi peresmian.

    Kehadiran Presiden Prabowo beserta rombongan mendapat sambutan hangat dari Forkopimda Jawa Timur dan jajaran TNI-Polri di Malang Raya.

    Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa SMA Taruna Nusantara didirikan untuk mencetak generasi unggul berkarakter kepemimpinan dan nasionalisme tinggi.

    “Melalui lembaga ini, kita menyiapkan kader bangsa yang berakhlak, tidak korup, dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi,” ujarnya.

    Presiden juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai pilar kesejahteraan, demokrasi, dan kemajuan bangsa.

    Ia berkomitmen untuk menambah kampus Taruna Nusantara di berbagai wilayah Indonesia serta membentuk SMA Garuda di setiap kabupaten sebagai pusat pembinaan karakter.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta sejumlah pejabat kementerian dan lembaga negara. Rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat.

    Selain peresmian, Presiden Prabowo meninjau fasilitas laboratorium aeronautika, pameran prestasi siswa, dan menyaksikan penampilan *Genderang Suling Canka Lokananta* SMA Taruna Nusantara Malang.

    Kegiatan tersebut memperlihatkan potensi dan disiplin tinggi para pelajar ketarunaan.

    Kegiatan kunjungan kerja ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperkuat pendidikan berbasis ketarunaan sebagai fondasi pembentukan calon pemimpin bangsa yang tangguh, cerdas, dan berintegritas.

    Diharapkan ke depan lembaga seperti Taruna Nusantara terus menjadi simbol keunggulan pendidikan nasional. (Bgn)***

  • Keamanan,  Kepolisian,  Militer,  Nasional,  Pertahanan

    Pangdam V/Brawijaya Pimpin Operasi Pengamanan VVIP Kunjungan Presiden RI di Wilayah Malang Raya

    WARTAPENASATUJATIM | MALANG – Dalam rangka kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke wilayah Kabupaten Malang, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. selaku Pangkogasgabpad PAM VVIP memimpin langsung Pelaksanaan Operasi Pengamanan VVIP yang berlangsung pada Selasa, 13 Januari 2026. Operasi ini melibatkan ribuan personel gabungan.

    Pelaksanaan operasi tersebut berlandaskan Keputusan Panglima TNI Nomor KEP/1287/XII/2018 tentang Penyelenggaraan Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta keluarga.

    Operasi dimulai pukul 07.00 hingga 16.00 WIB, mencakup pengamanan di Lanud Abd Saleh, Stadion Kanjuruhan, dan SMA Taruna Nusantara.

    Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa pengamanan VVIP merupakan bentuk tanggung jawab TNI dalam menjaga kehormatan, keselamatan, dan kewibawaan negara.

    “Pengamanan harus dilakukan secara menyeluruh, terkoordinasi, dan profesional demi kelancaran tugas kenegaraan Presiden,” ujarnya Pangdam V/Brawijaya menegaskan dalam apel gelar pasukan.

    Operasi ini melibatkan unsur TNI, Polri, dan instansi pemerintah daerah yang dibagi dalam tiga lapisan pengamanan: Ring I oleh Paspampres, Ring II oleh unsur TNI dan Polri, serta Ring III oleh satuan teritorial. Sistem pengamanan diterapkan terbuka dan tertutup untuk mengantisipasi potensi ancaman.

    Selain itu, berbagai Subsatgas turut dikerahkan, seperti Subsatgas Intelijen, Kesehatan, Komunikasi Elektronik, dan Peralatan.

    Semua elemen bergerak berdasarkan analisa potensi kerawanan dengan tujuan utama menjamin keselamatan Presiden RI dan rombongan selama kunjungan berlangsung di wilayah Malang Raya.

    Rangkaian kegiatan Presiden RI meliputi peninjauan fasilitas pendidikan di SMA Taruna Nusantara serta agenda kenegaraan di Stadion Kanjuruhan.

    Personel gabungan melaksanakan patroli rutin dan pengamanan rute secara ketat untuk memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan Presiden serta rombongan resmi.

    Pangdam V/Brawijaya menyampaikan apresiasi atas sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

    Beliau berharap profesionalisme dan soliditas yang ditunjukkan dalam Operasi PAM VVIP Malang dapat menjadi teladan bagi pelaksanaan tugas-tugas pengamanan serupa di masa mendatang. (Bgn)***

  • Kepolisian

    110, Satu Nomor Penyelamat Negeri: Hotline Darurat Polri Siaga 24 Jam untuk Seluruh Rakyat Indonesia

    WARTAPENASATUJATIM | Jakarta — Negara tidak boleh absen ketika warganya berada dalam situasi genting. Atas prinsip itulah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menghadirkan Call Center 110 sebagai layanan hotline darurat nasional yang beroperasi tanpa henti, siap diakses masyarakat kapan pun dan di mana pun.

    Layanan Call Center 110 menjadi ujung tombak Polri dalam memberikan respons cepat terhadap berbagai peristiwa kritis yang membutuhkan kehadiran aparat negara.

    Mulai dari tindak kriminal, kecelakaan lalu lintas, bencana alam, kebakaran, hingga permintaan informasi layanan kepolisian, seluruhnya terintegrasi dalam satu saluran komunikasi yang mudah, cepat, dan andal.

    Melalui satu nomor tunggal, masyarakat kini memiliki akses langsung untuk melaporkan kejadian darurat sekaligus memperoleh perlindungan dan penanganan awal secara profesional.

    Call Center 110 beroperasi 24 jam penuh dan bebas pulsa, menjangkau seluruh pelosok Indonesia dari kawasan perkotaan hingga wilayah terluar, terdepan, dan terpencil.

    Keberadaan layanan ini mencerminkan komitmen Polri dalam membangun sistem pelayanan publik yang responsif, presisi, dan humanis, sejalan dengan tuntutan masyarakat akan kehadiran negara yang sigap dan bertanggung jawab.

    Didukung oleh petugas terlatih serta sistem terpadu, setiap laporan yang masuk akan diverifikasi dan ditindaklanjuti secara cepat sesuai dengan tingkat urgensi dan karakter peristiwa.

    Polri menegaskan bahwa Call Center 110 tidak sekadar menjadi saluran pengaduan, melainkan juga simbol nyata kehadiran negara dalam menjaga rasa aman, melindungi nyawa, serta menegakkan ketertiban di tengah masyarakat.

    Melalui layanan ini, Polri mengimbau seluruh warga untuk memanfaatkannya secara bijak dan bertanggung jawab, demi efektivitas penanganan dan kepentingan bersama.

    Dalam situasi darurat, ingat satu nomor: 110. Negara siap mendengar. Negara siap bertindak. (Bgn)***

  • Daerah,  Keamanan,  Kepolisian,  SOSIAL

    Polsek Balige Sigap Tindaklanjuti Laporan Warga Soal Kebisingan di Sebuah Cafe

    Polsek Balige Sigap Tindaklanjuti Laporan Warga Soal Kebisingan di Sebuah Cafe

    Balige,Sumatera Utara: wartapenasatu.com – Personel Polsek Balige Polres Toba menunjukkan kesigapannya dalam menjaga ketertiban dan ketenangan masyarakat, dengan merespons sejumlah pengaduan warga pada Selasa malam (6/1/2026).

    Aduan tersebut terkait gangguan kebisingan yang mengganggu ketenangan warga dari sebuah Cafe Zior di Desa. Lumban Silintong, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, berhasil ditangani dengan cepat dan tepat.

    Masyarakat mengeluhkan suara musik yang dinilai terlalu keras pada waktu istirahat. Kondisi tersebut dianggap mengganggu kenyamanan karena waktunya sudah larut.

    Usai mendapati informasi tersebut, Personel Polsek Balige yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim Polsek Balige Ipda Walperik w. Sianipar, S.E, bersama 4 anggota segera menuju lokasi setelah menerima laporan. Petugas menertibkan operasional kafe dan menyampaikan imbauan kepada pemilik cafe

    Petugas meminta kepada pemilik cafe, untuk mengkondisikan suara yang berasal dari Cafe Miliknya dan tidak akan sampai mengganggu istirahat malam masyakat yang dekat lokasi Cafe Zior. Mereka juga mengingatkan agar memperhatikan waktu buka dan tutup cafe sesuai dengan aturan yang berlaku demi keamanan dan ketertiban masyarakat setempat .

    Teguran disampaikan secara humanis namun tetap tegas. Petugas menilai cara itu penting untuk menjaga kenyamanan warga sekitar.

    Pemilik Cafe Zior, Bapak Willy Silalahi mengatakan akan mengkondisikan suara yang berasal dari cafe miliknya dan tidak akan sampai mengganggu istirahat malam masyakat yang dekat lokasi Cafe Zior.

    Kapolsek Balige AKP Libertius Siahaan membenarkan bahwa laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti. Ia menyebut personel bergerak cepat karena laporan tersebut terkait ketertiban malam hari.

    “Personel kita langsung ke lokasi untuk mengimbau pemilik kafe agar menjaga keamanan dan ketertiban, terutama pada waktu sudah larut malam. Kami juga mengingatkan agar jam operasional dibatasi demi keamanan bersama,” ujarnya.

    Kapolsek menegaskan bahwa pihaknya akan merespons setiap laporan masyarakat. Ia berharap warga tetap proaktif melapor jika menemukan potensi gangguan kamtibmas. ( Reporter MWPS Sumut: t.rait)

  • Kepolisian,  Nasional

    Polda Metro Jaya Menggelar Upacara Serah Terima Jabatan

    Jakarta, 6 Desember 2026 | wartapenasatu.com – Upacara berlangsung khidmat di Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya dan dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Salah satu momen penting dalam rangkaian sertijab tersebut adalah pergantian kepemimpinan di Polres Metro Bekasi, di mana Kombes Pol Mustofa secara resmi menyerahkan tongkat komando kepada Kombes Pol Sumarni. Pergantian ini menandai berakhirnya masa tugas Kombes Pol Mustofa sebagai Kapolres Metro Bekasi, sekaligus awal kepemimpinan baru di bawah Kombes Pol Sumarni. Senin (5/1/26).

    Selama menjabat Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa dikenal sebagai pemimpin yang tegas, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

    Berbagai langkah strategis dan program inovatif telah dijalankan untuk menjaga stabilitas kamtibmas, meningkatkan kepercayaan publik, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat.

    Dalam keterangannya usai sertijab, Kombes Pol Mustofa menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh jajaran serta masyarakat Kabupaten dan Kota Bekasi selama masa kepemimpinannya.

    “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel Polres Metro Bekasi dan masyarakat atas dukungan, kerja sama, serta kebersamaan yang terjalin selama saya menjabat. Apa yang telah kita bangun bersama merupakan hasil kerja kolektif. Saya berharap kepemimpinan selanjutnya dapat melanjutkan dan menyempurnakan program-program yang telah berjalan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Kombes Pol Mustofa.

    Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Polres Metro Bekasi akan semakin maju di bawah kepemimpinan Kombes Pol Sumarni, serta memohon doa restu untuk menjalankan amanah baru sebagai Dirpolair Polda Metro Jaya.

    Sementara itu, Kombes Pol Sumarni yang resmi menjabat sebagai Kapolres Metro Bekasi menyatakan komitmennya untuk melanjutkan program-program positif yang telah dirintis oleh pendahulunya, sekaligus menghadirkan inovasi baru dalam pelayanan kepolisian.

    “Saya siap melanjutkan dan memperkuat capaian yang telah ditorehkan oleh Bapak Kombes Pol Mustofa. Kami akan terus mengedepankan pelayanan yang profesional, humanis, dan responsif, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Metro Bekasi,” tegas Kombes Pol Sumarni.

    Ia juga menekankan pentingnya soliditas internal dan pendekatan persuasif kepada masyarakat sebagai kunci keberhasilan tugas kepolisian ke depan.

    Dalam amanatnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan bahwa mutasi jabatan merupakan hal yang wajar dalam tubuh Polri sebagai bentuk pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta peningkatan kinerja satuan.

    “Serah terima jabatan ini diharapkan membawa semangat baru, inovasi, dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah hukum Polda Metro Jaya,” ujar Irjen Pol Asep Edi Suheri.

    Kapolda juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para pejabat lama, termasuk Kombes Pol Mustofa, atas dedikasi dan pengabdian selama bertugas, serta mengucapkan selamat kepada pejabat baru, salah satunya Kombes Pol Sumarni, yang kini mengemban amanah sebagai Kapolres Metro Bekasi.

    Upacara sertijab tersebut dihadiri Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Dekananto, para Pejabat Utama Polda Metro Jaya, serta seluruh Kapolres jajaran.

    Dengan kepemimpinan yang baru, diharapkan jajaran Polda Metro Jaya semakin solid dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

  • Keamanan,  Kepolisian,  Pendidikan,  SOSIAL

    44 Personel Polres Toba Naik Pangkat, Ini Pesan Tegas Kapolres

    44 Personel Polres Toba Naik Pangkat, Ini Pesan Tegas Kapolres

    Toba,Sumatera Utara: wartapenasatu.com-Kapolres Toba, AKBP V.J Parapaga Apputua Napitupulu S.I.K, memimpin langsung Upacara Kenaikan Pangkat Anggota Polri Polres Toba periode 1 Januari 2026 sebanyak 44 Personil

    Acara tersebut berlangsung di Lapangan Apel Mapolres Toba pada Jumat (2/1/2026)

    Turut hadir, Wakapolres Toba, Kompol Marluddin S.Ag.,M.H, Para PJU Polres Toba, Para Perwira Polres Toba dan Personil Polres Toba, Ketua Bhayangkari Cabang Toba Ny Mira V.J Parapaga, Bhayangkari Cabang Toba

    Kenaikan pangkat periode 1 Januari 2026 ini terdiri dari AKP Ke Kompol sebanyak 2 Personel, Iptu ke AKP sebanyak 4 Personel, Ipda ke Iptu sebanyak 2 Personel, Aipda ke Aiptu sebanyak 1 personel, Bripka ke Aipda sebanyak 7 personel, Briptu ke Brigpol sebanyak 10 personel, dan Bripda ke Briptu sebanyak 18 personel

    Kapolres Toba, AKBP V.J Parapaga Apputua Napitupulu S.I.K, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat. Ia menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan sekadar perubahan tanda kepangkatan, melainkan amanah, kepercayaan, dan kehormatan yang diberikan oleh negara.

    Kapolres menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hadiah semata, melainkan hasil dari kerja keras, dedikasi, loyalitas, serta perilaku yang tidak tercela selama berdinas. “Kenaikan pangkat ini adalah hasil jerih payah saudara-saudara dalam melaksanakan tugas. Semakin tinggi pangkat yang diraih, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus diemban,” tandasnya

    “Kepada personel yang memperoleh kenaikan pangkat, saya ucapkan selamat atas amanah yang diberikan. Saya berharap kenaikan pangkat ini dapat semakin memotivasi saudara untuk bekerja lebih profesional, humanis, dan bertanggung jawab, serta senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya,” ujar Kapolres.
    (Reporter MWPS Sumut: t.rait)

Wartapenasatu.com @2025