Kepolisian

  • Kepolisian

    Baharkam Polri Kerahkan K-9 Jaga Keamanan Perayaan Tahun Baru di HI

    WARTAPENASATUJATIM | JakartaKorps Sabhara mengerahkan Satuan K-9 untuk memperkuat pengamanan malam pergantian Tahun Baru di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Rabu (31/12/2025) malam. Pengamanan dilakukan guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif di tengah tingginya aktivitas masyarakat.

    Kanit K-9 Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri IPTU M. Yunus mengatakan, pihaknya menurunkan 10 ekor K-9 dengan total 40 personel dalam pengamanan tersebut.

    “Untuk malam ini, K-9 melaksanakan pengamanan malam Tahun Baru di Bundaran HI. Kami menyiapkan 10 K-9 dengan total 40 personel,” kata IPTU M. Yunus di lokasi.

    Menurutnya, penempatan K-9 dilakukan secara tersegmentasi di sejumlah titik yang diperkirakan rawan, seiring banyaknya hiburan dan keramaian masyarakat.

    Setiap satu ekor K-9 didampingi dua personel handler untuk memastikan pengamanan berjalan optimal.

    “Pengamanan kami bagi per tim dan disesuaikan dengan kondisi lapangan. Fokusnya di titik-titik ramai yang berpotensi rawan,” ujarnya.

    IPTU M. Yunus menegaskan, seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. Selain patroli, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada, khususnya terhadap potensi kejahatan seperti copet di tengah keramaian.

    “Hingga patroli berlangsung, belum ada laporan kejadian kriminal yang menonjol. Situasi masih aman dan terkendali,” tutupnya. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Kapolri Turun Langsung ke HI, Cek Pengamanan Tahun Baru hingga Sapa Masyarakat

    WARTAPENASATUJATIM | JAKARTAKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun langsung ke Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk mengecek langsung pengamanan personel kepolisian terkait dengan perayaan malam Tahun Baru 2026.

    Sigit langsung turun ke Bundaran HI yang merupakan salah satu titik pusat perayaan Tahun Baru 2026 yang dihadiri banyak masyarakat, khususnya Jakarta dan sekitarnya.

    Di lokasi tersebut, diselenggarakan doa bersama lintas agama, panggung hiburan, dan rangkaian kegiatan lainnya. Personel kepolisian sudah dikerahkan untuk menjamin rasa aman dan nyaman dari warga yang hendak merayakan pergantian tahun.

    Sigit mengecek pos pengamanan yang ada di sekitar HI. Ia juga melakukan pemeriksaan langsung kepada seluruh personel yang bertugas melakukan pengamanan serta pelayanan terhadap masyarakat.

    Tak hanya memastikan keamanan, Sigit juga menyapa dan menyalami langsung masyarakat yang sedang menanti detik-detik pergantian tahun dari 2025 ke 2026.

    Kehadiran Kapolri turun langsung di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen Polri yang humanis dan tak berjarak dengan seluruh lapisan elemen masyarakat.

    Kemudian, Sigit pun membagikan sejumlah goodie bag untuk masyarakat. Masyarakat antusias menyambut kehadiran dari Sigit di Bundaran HI. Mereka berebut bersalaman hingga foto bersama.

    Sebelumnya, Sigit melakukan monitoring kegiatan pergantian malam Tahun Baru 2026 se-Indonesia secara virtual di Polda Metro Jaya.

    Ia ingin memastikan masyarakat mendapatkan pengamanan dan pelayanan optimal sebagaimana instruksi dari Presiden Prabowo Subianto.

    “Sesuai arahan Bapak Presiden, beliau ingin memastikan rangkaian kegiatan pengamanan dan pelayanan untuk pergantian tahun terlaksana dengan baik,” kata Sigit di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (31/12/2025), malam.

    Sigit memaparkan, terkait pergantian tahun, ada beberapa kegiatan yang memang harus mendapatkan pengamanan dari kepolisian. Polri sejak awal berkomitmen menciptakan rasa aman dan memberikan pelayanan optimal untuk seluruh lapisan masyarakat.

    “Kemudian juga ada kegiatan ibadah di beberapa wilayah yang harus kita amankan pada saat acara pergantian akhir tahun. Di sisi lain juga ada kegiatan kunjungan ke tempat wisata termasuk pengumpulan masyarakat di beberapa wilayah terkait pelaksanaaan pergantian tahun, ini semua menjadi bagian kita jaga dan amankan,” ujar Sigit.

    Dari hasil monitoringnya, Sigit menegaskan, sebagian besar masyarakat mematuhi imbauan dari Pemda setempat soal tidak merayakan dengan kembang api.

    Menurut Sigit, di beberapa titik dilaksanakan dengan kegiatan doa bersama, sebagai wujud empati kepada masyarakat yang menjadi korban bencana alam di Sumatera.

    “Secara umum sebagian besar masyarakat mematuhi tidak melaksanakan kegiatan, khususnya Pemda terkait dengan penggunaan kembang api pada saat pergantian tahun. Dan banyak yang merayakan doa bersama. Tentunya ini bagian dari empati kita terhadap saudara kita yang ada di Sumatera,” tegas Sigit. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Kapolda Jatim Pastikan Malam Pergantian Tahun Aman dan Kondusif

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Menjelang pergantian Tahun Baru 2026, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jawa Timur melakukan pemantauan langsung di sejumlah titik pengamanan di Kota Surabaya, Rabu (31/12/2025) malam.

    Pemantauan dilakukan di Pos Pengamanan Bundaran Cito dan Pos Taman Bungkul untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang detik-detik pergantian tahun.

    Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto mengatakan, kegiatan peninjauan yang dilakukan di wilayah Surabaya dan sekitarnya untuk memastikan kegiatan pergantian tahun berjalan dengan lancar.

    Dari hasil peninjauan di dua titik tersebut, Kapolda Jatim memastikan seluruh aktivitas masyarakat berjalan tertib dan lancar.

    Pemantauan juga dilakukan melalui CCTV di titik-titik yang sebelumnya diantisipasi rawan kepadatan.

    “Alhamdulillah, dua titik yang kami tinjau berjalan lancar. Begitu juga dari monitor CCTV, seluruh aktivitas terpantau lancar termasuk penyebrangan Ketapang dan jalur tol yang semuanya berjalan kondusif,” kata Irjen Pol Nanang.

    Kapolda Jatim menambahkan, dalam pengamanan malam pergantian tahun ini pihaknya melibatkan sekitar 12 ribu personel gabungan dari Polri, TNI, dan berbagai stakeholder terkait.

    “Kami telah melakukan ploting pengamanan yang melibatkan kurang lebih 12 ribu personel sehingga seluruh rangkaian kegiatan bisa berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Irjen Pol Nanang.

    Dalam kesempatan ini, Kapolda Jatim juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan maupun menggelar pesta kembang api secara berlebihan, mengingat adanya tiga provinsi di Indonesia yang sedang berduka.

    “Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan petasan. Keputusan untuk tidak mengadakan pesta kembang api ini diambil sebagai bentuk empati, karena ada tiga provinsi di negara kita yang sedang berduka. Tentunya tidak elok jika kita tidak ikut prihatin,” tuturnya.

    Ia juga mengajak masyarakat mengisi pergantian tahun dengan kegiatan yang sederhana, khidmat, dan penuh makna sebagai bentuk refleksi diri.

    “Silakan melaksanakan kegiatan menjelang akhir tahun 2025 ini dengan sederhana dan khidmat. Maknanya adalah intropeksi, sehingga pada tahun 2026 kita bisa menyongsong hal-hal baru yang lebih baik dalam seluruh progres dan kegiatan ke depan,” pungkas Kapolda Jatim. (Bgn)***

  • hukum,  Kepolisian,  Kriminal

    Sertifikat Warisan Digadai 500 Juta Rupiah, Anak Seret Ayah Tiri ke Polda Jatim

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 31 Desember 2025 – Dugaan kejahatan penggelapan aset bernilai ratusan juta rupiah kembali mencuat di Jawa Timur. Kali ini, perkara pidana tersebut menyeruak dari lingkaran keluarga sendiri dan berujung pada konflik hukum serius yang kini ditangani aparat penegak hukum.

    Seorang pemuda asal Kabupaten Pasuruan, Erlan Ladzina Kamarudin, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan ke Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).

    Laporan itu diajukan menyusul dugaan penguasaan dan penggadaian sertifikat tanah warisan tanpa hak, yang diduga dilakukan oleh ayah tirinya sendiri.

    Dalam laporan yang diterima Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, Erlan menuding seorang pria berinisial SB yang diketahui bernama Ir. Syamsul Bachri telah menggadaikan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 192 Desa Winong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan pemilik sah.

    Berdasarkan keterangan Pelapor, sertifikat tanah tersebut diduga digadaikan kepada pihak ketiga dengan nilai pinjaman mencapai Rp500 juta.

    Nilai tersebut dinilai signifikan, mengingat objek tanah merupakan harta warisan yang secara hukum sepenuhnya melekat pada hak Pelapor.

    Ironisnya, tanah yang dijadikan jaminan utang itu bukan milik Terlapor. SHM Nomor 192 Desa Winong merupakan harta warisan dari almarhum ayah kandung Pelapor.

    Dalam laporan resminya ke Polda Jatim, Erlan karyawan swasta kelahiran Bandung, 6 Januari 1998 menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin, kuasa, maupun persetujuan dalam bentuk apa pun kepada Terlapor untuk menggadaikan tanah tersebut.

    Peristiwa yang menjadi pangkal perkara ini diduga terjadi pada Selasa, 1 Maret 2022, di wilayah Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

    Pelapor bahkan mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya transaksi penggadaian tersebut. Fakta itu baru terungkap setelah rumah tangga ibunya, Anik Wilujeng Astuti, dengan Terlapor berakhir di meja perceraian.

    Perceraian tersebut justru membuka tabir persoalan keuangan yang selama ini tersembunyi. Pasca perpisahan, diketahui bahwa Anik Wilujeng Astuti sempat diyakinkan oleh Terlapor bahwa sertifikat tanah akan digadaikan untuk kepentingan modal usaha jual beli mobil.

    Namun, janji tersebut tidak pernah terealisasi. Dana pinjaman diketahui telah cair, sementara usaha yang dijanjikan tidak pernah dijalankan.

    Lebih jauh, meskipun dana hasil gadai ditransfer ke rekening atas nama Anik Wilujeng Astuti, Pelapor menyebut seluruh dana tersebut justru dikuasai dan digunakan oleh Terlapor.

    Anik Wilujeng Astuti disebut tidak menikmati uang tersebut sepeser pun. Sebaliknya, ia justru menanggung beban cicilan pinjaman setiap bulan, meski tidak memperoleh manfaat ekonomi apa pun.

    Fakta ini memperkuat dugaan bahwa nama dan rekening Anik Wilujeng Astuti hanya dijadikan kedok administratif untuk melancarkan dugaan perbuatan melawan hukum.

    Tekanan ekonomi yang berkepanjangan, ditambah beban psikologis akibat konflik rumah tangga, disebut menjadi salah satu faktor yang mempercepat keretakan keluarga hingga berujung perceraian.

    Akibat rangkaian peristiwa tersebut, Pelapor kehilangan hak penguasaan atas tanah warisan bernilai tinggi miliknya. Di sisi lain, Anik Wilujeng Astuti terjerat kewajiban utang yang tidak pernah ia kehendaki.

    Pelapor menegaskan bahwa ibunya tidak memiliki niat jahat, tidak menguasai dana, serta tidak memperoleh keuntungan apa pun, sehingga kedudukannya murni sebagai korban dalam perkara ini.

    Atas dasar tersebut, Pelapor menduga Terlapor telah memenuhi unsur tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 486 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana terkait Penggelapan, Juncto Pasal 488 KUHP mengenai penggelapan benda tidak bergerak, serta Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.

    Sebagai bukti awal, Pelapor melampirkan fotokopi Sertifikat Hak Milik Nomor 192 Desa Winong dan Surat Keterangan Waris.

    Pelapor meminta agar Polda Jawa Timur segera melakukan penyelidikan secara menyeluruh, memeriksa seluruh pihak terkait, serta mengambil langkah hukum tegas apabila unsur pidana dinyatakan terpenuhi.

    Kuasa hukum Pelapor, Dany Tri Handianto, S.H., yang didampingi Umar Al Khotob dari YBH Batara Sunda sekaligus Ketua Puskominfo Indonesia DPD Jawa Timur, menegaskan bahwa pihaknya hanya menuntut keadilan dan pengembalian hak kliennya sesuai ketentuan hukum.

    “Kami percaya aparat penegak hukum akan memproses perkara ini secara objektif, profesional, dan berlandaskan hukum yang berlaku. Harapan klien kami sederhana: hak atas sertifikat tanah warisan itu dikembalikan sebagaimana mestinya,” tegas Dany.

    Kasus ini menjadi sorotan publik karena memperlihatkan dugaan penyalahgunaan relasi keluarga dalam penguasaan aset warisan, yang berujung pada kerugian ekonomi, tekanan psikologis, serta kehancuran rumah tangga.

    Polda Jawa Timur diharapkan segera membuka tabir perkara ini secara terang, adil, dan tuntas. (Bgn)***

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  Kepolisian,  SOSIAL

    21 Pejabat Dilantik, Bupati Taput Tekankan Kehadiran Dalam Pelayanan, Loyalitas Dan Kerjasama Tim

    21 Pejabat Dilantik, Bupati Taput Tekankan Kehadiran Dalam Pelayanan, Loyalitas Dan Kerjasama Tim

    Tapanuli Utara, Sumatera Utara,wartapenasatu.com,- Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si melantik 19 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama serta 2 Direktur Perseroan Daerah (Perseroda) Pertanian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara bertempat Aula Martua, Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung. (Selasa, 30 Desember 2025).

    Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Tapanuli Utara Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, S.T., M.Eng, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bahal Simanjuntak, Asisten Administrasi Umum Binhot Aritonang, pimpinan OPD, para Kepala Bagian Sekretariat Daerah, rohaniawan, Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara Ny. Neny Angelia JTP Hutabarat, Dharma Wanita Persatuan, serta tamu undangan lainnya.

    Pengurus Koperasi Osseda Faolala Perempuan Nias Di Tapteng dan Sibolga Berikan Bantuan Kepada Anggota Terdampak Bencana

    Bupati Tapanuli Utara Perjuangkan Dukungan Pemerintah Pusat Untuk Pembangunan 224 Rumah Korban Terdampak Bencana

    Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur karena di penghujung tahun seluruh jajaran masih diberikan kesehatan, terlebih setelah hampir satu bulan Kabupaten Tapanuli Utara menetapkan status tanggap darurat bencana. Status tersebut menuntut seluruh ASN bekerja secara maksimal dalam membantu dan melayani masyarakat yang terdampak bencana. Bupati menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh ASN selama masa tanggap darurat.

    Bupati menjelaskan bahwa status tanggap darurat bencana telah ditutup dan dilanjutkan dengan masa transisi selama tiga bulan ke depan. Pada masa ini, pemerintah daerah akan lebih memfokuskan pada penyelesaian administrasi dan tindak lanjut yang belum rampung, termasuk pemulihan akses jalan, penerangan, pendataan masyarakat terdampak, serta memastikan posko bencana tetap beroperasi.

    Kepada para pejabat yang baru dilantik, Bupati menegaskan pentingnya tanggung jawab dan loyalitas dalam mengemban amanah.
    “Ketika sudah diberi amanah, harus ada rasa memiliki dan loyalitas, karena jabatan ini adalah tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat,” tegas Bupati Tapanuli Utara.

    Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya kecepatan dan kualitas pelayanan publik. “Jika Bupati bergerak cepat, maka seluruh pejabat juga harus bergerak cepat. Saya tidak ingin pelayanan, terutama perizinan, berjalan lambat karena kepercayaan masyarakat harus dijaga. Pimpinan OPD merupakan leading sector yang harus mampu menggerakkan organisasi. Saya tau anda mampu dan saya akan evaluasi kinerjanya setelah enam bulan berjalan.
    Secara khusus kepada Direktur Perseroda Pertanian yang baru dilantik, Bupati menyampaikan harapan besar terhadap pengelolaan potensi pertanian daerah.

    “Potensi pertanian Tapanuli Utara sangat besar, namun kita belum mampu menyuplai kebutuhan pangan ke luar daerah. Ini menjadi tantangan yang harus dijawab dengan kerja, kolaborasi, dan inovasi,” tutup Bupati, sembari mengucapkan selamat kepada para pejabat yang dilantik.
    Kegiatan dilanjutkan dengan penandatangan naskah pelantikan dan pengambilan sumpah janji serta pembacaan Fakta Integritas.
    (Reporter MWPS Sumut: t.rait)

  • Bencana,  Berita Duka,  Kepolisian,  Kriminal

    Gerak Cepat Polisi Ungkap Pembunuhan Siswi SMP di Simalungun, Motif Uang Aborsi

    Gerak Cepat Polisi Ungkap Pembunuhan Siswi SMP di Simalungun, Motif Uang Aborsi

    Simalungun, wartapenasatu.com -Kolaborasi cepat Sat Reskrim Polres Simalungun bersama Polsek Serbelawan berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap siswi SMP berinisial ZR (15) hanya dalam waktu kurang dari lima jam sejak jasad korban ditemukan. Ironisnya, pelaku pembunuhan diketahui masih seusia korban, yakni AH (15), yang juga berstatus sebagai pelajar SMP. Motif pembunuhan pun terbilang memprihatinkan, berkaitan dengan permintaan uang untuk aborsi.

    Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Senin (29/12/2025) sekitar pukul 10.40 WIB, menyampaikan apresiasi atas kecepatan dan profesionalisme tim gabungan dalam menangani kasus yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.

    “Dari penemuan mayat pada sore hari hingga penangkapan pelaku pada malam harinya hanya memakan waktu sekitar 4–5 jam. Ini menunjukkan respons cepat dan dedikasi tinggi jajaran Polsek Serbelawan dan Unit Jatanras Sat Reskrim,” ujar AKP Verry Purba.

    Kanit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun IPTU Ivan Roni Purba, S.H., menjelaskan korban merupakan siswi kelas IX SMP Negeri 2 Tapian Dolok, warga Huta Pondok Pabrik, Nagori Dolok Ulu. Jasad korban ditemukan di area perkebunan PT Bridgestone, Jalan Besar Dolok Ulu Blok Z 24, Minggu (28/12/2025) sore.

    Penemuan mayat bermula sekitar pukul 15.45 WIB, ketika dua saksi, S (51) dan MB (20), karyawan dan petugas keamanan PT Bridgestone, melihat banyak lalat hijau berkerumun di salah satu lokasi perkebunan. Saat didekati, keduanya menemukan sesosok mayat perempuan dalam posisi telungkup.
    Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Pangulu Dolok Ulu.

    Petugas Polsek Serbelawan bersama Tim Inafis Polres Simalungun segera turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari TKP diamankan barang bukti berupa satu unit handphone merek ZTE, uang tunai Rp11.000, serta dua batang kayu ubi yang diduga digunakan pelaku.

    Suasana haru pecah ketika seorang warga yang datang ke lokasi memastikan bahwa korban adalah anak kandungnya sendiri. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk dilakukan visum luar dan dalam.

    Berkat penyelidikan intensif, sekitar pukul 19.30 WIB di hari yang sama, petugas berhasil mengamankan pelaku AH (15) di rumah kakak kandungnya di Huta Pondok Burian, Nagori Nagur Usang, Kecamatan Tapian Dolok.

    Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mencekik korban dari belakang, memukul kepala korban dengan batu, memukul tubuh korban menggunakan kayu, serta menusuk tubuh korban dengan pisau secara berulang hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

    Motif pembunuhan terungkap karena korban meminta uang kepada pelaku untuk membeli obat penggugur kandungan akibat kehamilan yang dialaminya.
    “Motif ini sangat memprihatinkan dan menjadi peringatan serius bagi semua pihak, khususnya orang tua, agar lebih mengawasi pergaulan anak-anak,” kata AKP Verry Purba.

    Polres Simalungun menegaskan akan menangani perkara ini secara profesional sesuai (Ril)
    (Reporter MWPS Sumut: t.rait)

  • Kepolisian

    Polres Pelabuhan Tanjung Perak Berhasil Tekan Angka Kriminalitas Hingga 13 Persen di 2025

    WARTAPENASATUJATIM | TANJUNG PERAK – Komitmen Polres Pelabuhan Tanjung Perak dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah gerbang maritim Jawa Timur membuahkan hasil nyata.

    Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) akhir tahun 2025, angka kriminalitas di kawasan pelabuhan dan sekitarnya tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

    Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Wahyu Hidayat memaparkan, sepanjang Januari hingga Desember 2025, tercatat ada 1.731 laporan tindak pidana yang masuk.

    Angka ini turun drastis jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024 yang mencapai 1.990 kasus.

    “Artinya, ada penurunan sebanyak 259 kasus atau setara dengan 13 persen. Ini merupakan indikator bahwa strategi pencegahan di lapangan berjalan efektif,” ujar AKBP Wahyu saat memimpin rilis Anev di Mapolres, Senin (29/12/2025).

    Menariknya, meski jumlah laporan menurun, kualitas penyelesaian perkara justru menunjukkan grafik peningkatan.

    Dari 1.731 laporan yang masuk di tahun 2025, jajaran Satreskrim dan Polsek jajaran berhasil menuntaskan 1.664 perkara.

    Jika dikomparasikan dengan tahun 2024, di mana polisi menyelesaikan 1.517 perkara, maka terjadi kenaikan produktivitas kerja sebesar 10 persen atau sebanyak 147 perkara tambahan yang berhasil diselesaikan tahun ini.

    “Capaian ini merefleksikan dedikasi personel di lapangan. Kami tidak hanya fokus menekan jumlah kejahatan, tapi juga memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara tuntas dan profesional,” tegasnya.

    Keberhasilan menekan angka kriminalitas di kawasan yang dikenal memiliki kompleksitas tinggi ini tidak lepas dari kombinasi strategi preventif dan represif. Patroli intensif di titik-titik rawan serta penguatan sinergi dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) di wilayah pelabuhan menjadi kunci utama.

    Wahyu menambahkan bahwa pendekatan humanis dalam merangkul masyarakat juga berperan penting.

    “Penurunan ini bukan hanya hasil penindakan, tapi buah dari kolaborasi aktif antara polisi dan warga dalam menjaga stabilitas keamanan,” imbuhnya.

    Menyongsong tahun 2026, Polres Pelabuhan Tanjung Perak berkomitmen untuk mempertahankan tren positif ini. Peningkatan respons cepat terhadap laporan masyarakat dan transparansi penyidikan akan terus diperkuat demi menjaga kepercayaan publik di wilayah pelabuhan dan sekitarnya. (Bagas)***

  • Kepolisian,  Militer

    Refleksi Akhir Tahun 2025: Polda Jatim Pastikan Jawa Timur Aman, Solid dan Siap Stabilitas Terjaga

     

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 29 Desember 2025 — Kepolisian Daerah Jawa Timur menutup tahun 2025 dengan satu pesan tegas: keamanan dan ketertiban masyarakat di Bumi Majapahit berada dalam kondisi kondusif.

    Penegasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers refleksi akhir tahun 2025 Polda Jatim, yang menjadi momentum evaluasi sekaligus peneguhan komitmen Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di tengah meningkatnya mobilitas dan dinamika sosial masyarakat.

    Irjen Pol. Drs. Nanang Avianto, M.Si, Kapolda Jatim menegaskan, situasi kamtibmas yang relatif aman hingga penghujung tahun bukanlah hasil kebetulan. Kondisi tersebut merupakan buah dari kerja keras berkelanjutan aparat kepolisian yang bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam semangat Jogo Jawa Timur sebuah ikhtiar kolektif menjaga keamanan sebagai fondasi pembangunan daerah dan nasional.

    Dalam refleksi tersebut, Polda Jatim menegaskan komitmennya untuk terus menjaga supremasi hukum dan stabilitas keamanan sebagai bagian integral dari dukungan terhadap program strategis nasional menuju Indonesia Emas 2045.

    Stabilitas keamanan, ditegaskan, menjadi prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi, kelancaran aktivitas sosial, serta terpeliharanya kepercayaan publik.

    Sebagai bentuk nyata pengawasan langsung di lapangan, jajaran Polda Jatim bersama Gubernur Jawa Timur melakukan pengecekan ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, salah satu simpul transportasi vital yang menghubungkan Jawa Timur dengan Pulau Bali.

    Dari hasil pantauan tersebut, aktivitas masyarakat terpantau berjalan aman, tertib, dan lancar, meski terjadi peningkatan volume penumpang dan kendaraan menjelang libur akhir tahun.

    Polda Jatim juga menyoroti tingginya mobilitas masyarakat dalam beberapa pekan terakhir, baik untuk keperluan ibadah, liburan, maupun silaturahmi.

    Kepadatan arus lalu lintas sempat terjadi di sejumlah titik, namun dinilai masih dapat dikendalikan berkat langkah-langkah antisipatif, pengaturan lalu lintas terpadu, serta kehadiran personel di lapangan.

    Tak hanya fokus pada aspek keamanan, Polda Jatim turut menyampaikan empati mendalam kepada para korban bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia, seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

    Bantuan kemanusiaan yang dihimpun dari Jawa Timur telah disalurkan dan dilaporkan memberi manfaat nyata bagi masyarakat terdampak, sebagai wujud solidaritas dan kepedulian antardaerah.

    Terkait potensi bencana di wilayah Jawa Timur, termasuk aktivitas Gunung Semeru, Polda Jatim memastikan kesiapsiagaan penuh.

    Personel gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, dan instansi terkait terus disiagakan untuk merespons cepat setiap kemungkinan, dengan prioritas utama pada keselamatan masyarakat.

    Menjelang perayaan Tahun Baru, Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk merayakannya secara sederhana, bijak, dan penuh empati.

    Warga diminta menghindari konvoi kendaraan, pesta kembang api, maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban, terutama sebagai bentuk solidaritas terhadap saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi musibah.

    Polda Jatim juga mengingatkan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, termasuk ancaman kejahatan konvensional maupun penyebaran informasi bohong atau hoaks yang dapat memecah persatuan.

    Di akhir konferensi pers, Polda Jawa Timur menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta insan pers atas sinergi dan kolaborasi yang terjalin sepanjang tahun 2025.

    Sinergi tersebut dinilai menjadi kunci utama terjaganya stabilitas keamanan di Jawa Timur.

    Kapolda Jatim juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan.

    Ke depan, Polri berkomitmen untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin presisi, humanis, dan berkeadilan demi Jawa Timur yang aman, damai, dan bermartabat. (Bgn)***

  • Kepolisian

    Polda Jatim Imbau Masyarakat Tidak Konvoi pada Malam Pergantian Tahun

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAKepolisian Daerah Jawa Timur memberikan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tidak melakukan konvoi kendaraan saat merayakan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026.

    Larangan ini dikeluarkan sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama periode perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

    Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengimbau agar perayaan tahun baru dilaksanakan dengan sederhana untuk menghindari gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

    Kombes Pol Abast menegaskan, masyarakat yang ingin merayakan pergantian tahun dapat melakukannya di wilayah setempat, tanpa harus konvoi apa lagi menggunakan kendaraan yang tidak memenuhi spesifikasi teknis.

    “Polda Jatim meminta warga Jawa Timur merayakan pergantian tahun baru di lingkungan masing-masing tanpa perlu melakukan konvoi lintas kabupaten atau kota,” tegas Kombes Abast, Senin (29/12).

    Kabid Humas Polda Jatim menyatakan kebijakan tersebut bertujuan menghindari kepadatan lalu lintas dan meminimalisir potensi kecelakaan serta gangguan keamanan.

    “Petugas akan melakukan pemeriksaan di jalan-jalan yang telah dipetakan memiliki tingkat kerawanan tinggi, ” tambah Kombes Pol Abast.

    Mantan Kabid Humas Polda Jabar itu juga meminta seluruh masyarakat Jawa Timur untuk mematuhi himbauan larangan konvoi demi keselamatan dan keamanan bersama.

    “Masyarakat yang menemukan gangguan keamanan, tindakan mencurigakan, atau membutuhkan kehadiran anggota Polri dapat segera menghubungi call center 110, tanpa biaya (bebas pulsa) dan beroperasi aktif 24 jam,” pungkas Kombes Pol Abast. (Bgn)***

  • hukum,  Keamanan,  Kepolisian,  Nature

    Polhut Garda Terdepan Dalam Menjaga Kelestarian Hutan

    Polhut Garda Terdepan Dalam Menjaga Kelestarian Hutan


    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Hari Peringatan HUT Polisi Kehutanan ke 59 berlangsung di lokasi persemaian Nyaro Menteng Palangka Raya, Senin (29/12/2025) pagi.
    Acara berlangsung hikmat yang di hadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan, personil Polhut serta jajaran ASN Pemprov Kalimantan Tengah.

    Dalam sambutannya Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah Dr. H M Agustan Saining, S.Hut. M.Si mengatakan, pada hari ini kita melaksanakan apel peringatan HUT Kehutanan yang ke 59 bersama Polisi Kehutanan Provinsi Kalteng dan UPT Kementrian Kehutanan sesuai dengan arahan Kementerian Kehutanan secara hikmat dan sederhana.

    “Harapan kita Polhut Kalimantan Tengah bisa berjalan sesuai harapan Pemerintah Pusat khususnya Presiden Prabowo dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni agar Polhut menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan hutan khususnya di Provinsi Kalimantan Tengah ini juga sejalan dengan arahan Gubernur Kalteng agar supaya Dinas Kehutanan bersinergi menjaga hutan Kalimantan Tengah, “ujar Agustan.

    Lebih lanjut dikatakan juga, sesuai arahan Gubernur supaya kita menjaga hutan dari pembalakan liar agar tidak terjadi banjir seperti di Provinsi Aceh, Sumut dan Sumbar. Untuk itu kami bersama UPT Kementerian Kehutanan melaksanakan patroli pengamanan hutan dan juga melakukan penindakan bersama.

    Agustan juga mengatakan, “Saat ini personil kami sangat sedikit yaitu 32 personel sementara hutan di Kalimantan Tengah sangat luas untuk itu kami berharap ada rekrutmen dari Pusat maupun dari Pemerintah Daerah untuk tambahan personel, “ungkapnya.

    Luas hutan kita 11,9 juta hektar atau 77,6 Persen dari luas Kalimantan Tengah untuk itu kita harus menyesuaikan dengan tata ruang hutan. Saat ini hutan kita juga sudah dikelola oleh PPH, HTI, Restorasi Hutan diluar itu juga ada Perhutanan sosial, Hutan Desa, Hutan Pemasyrakatan, Hutan Adat dan Kemitraan Kehutanan.

    “Dengan personel yang sedikit ini kami tetap bersinergi, berkolaborasi dengan Dinas terkait untuk tetap menjaga dan melestarikan hutan supaya bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat Kalimantan Tengah, ” tutupnya. (ryt)

Wartapenasatu.com @2025