Kesehatan
Car Free Day Kalimantan Tengah : KORMI Tekankan Pentingnya Olahraga Masyarakat
Car Free Day Kalimantan Tengah : KORMI Tekankan Pentingnya Olahraga Masyarakat

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Tengah menggelar acara Car Free Day (CFD) yang meriah, dirangkaikan dengan senam bersama masyarakat. Acara ini bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga dan meningkatkan kesadaran akan gaya hidup sehat. Acara berlangsung di Bundaran Besar Palangka Raya, Sabtu (20/0/12/25) pada pagi hari.
Acara ini dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat dan perangkat daerah Provinsi Kalimantan Tengah. Sambutan dari Ketua KORMI Provinsi Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum, Sunarti, “Menekankan pentingnya olahraga masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Kalimantan Tengah.”
Dalam sambutannya, “Bahwa KORMI bertanggung jawab atas pembinaan, pengembangan, dan pelestarian olahraga masyarakat, tujuannya adalah untuk memassalkan olahraga kepada masyarakat agar gemar berolahraga dengan prinsip murah, meriah, manfaat, dan massal, ” ungkapnya.
Tujuan car free day ini adalah :
1. Meningkatkan Kesehatan dan Kebugaran Masyarakat: Melalui kegiatan olahraga rutin, diharapkan kesehatan fisik dan kebugaran masyarakat dapat terjaga dan meningkat.2. Meningkatkan Solidaritas dan Kebersamaan: Acara ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarwarga, meningkatkan rasa kebersamaan, dan membangun semangat gotong royong di dalam masyarakat.
Selanjutnya dikatakan, “Dengan dukungan dari berbagai pihak, KORMI berharap acara ini dapat menjadi agenda rutin dan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kebersamaan masyarakat Kalimantan Tengah, ” tutupnya.
Ditempat yang sama Ketua Harian Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Kalimantan Tengah, Rio Kriswana, menegaskan, “Pentingnya peran olahraga rekreasi dalam meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup masyarakat, ” tambahnya.
Hal tersebut disampaikan Rio Kriswana dalam sambutannya selaku Ketua Panitia pada kegiatan Senam Bersama Masyarakat yang digelar di Kota Palangka Raya, dihadiri jajaran pengurus KORMI, para pegiat olahraga, serta masyarakat umum.
Dalam sambutannya, Rio Kriswana menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, mulai dari pengurus KORMI, para instruktur senam, hingga masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan.
“Kegiatan senam bersama ini merupakan salah satu bentuk upaya KORMI dalam mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat dan aktif melalui olahraga rekreasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, olahraga rekreasi memiliki peran strategis karena dapat diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa batasan usia, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan.
Rio Kriswana juga menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada berbagai regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, serta peraturan terkait pengembangan olahraga masyarakat dan desain besar olahraga nasional.
Menurutnya, KORMI Kalimantan Tengah akan terus berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, bugar, dan produktif melalui pengembangan olahraga masyarakat yang berkelanjutan.
Harapannya, “Kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah,” pungkasnya.(ryt)
Kartini Purbaya Indonesia mengadakan senam bersama : Semarak Hari Ibu dan Kepedulian Bencana
Kartini Purbaya Indonesia mengadakan senam bersama : Semarak Hari Ibu dan Kepedulian Bencana

Jakarta, wartapenasatu.com – Acara senam bersama yang diadakan oleh Kartini Purbaya Indonesi untuk memperingati Hari Ibu, sekaligus menumbuhkan rasa kebersamaan di antara anggota organisasi dan kepedulian kepada bencana banjir Bandang di Sumatra.
Dalam agenda ini hadir pula antara lain Ketua Umum (Ketum) Kartini Purbaya Indonesia, Hj. Ratna Anita Lubis; Sekretaris Jenderal (Sekjen), Ani Sulistiyowati; Bendahara Umum (Bendum), Nyimas Hertati; Direktur Warta Pena, Mardian, SE.; Ketua Harian Purbaya Indonesia Dr. H. Desmy Indramjaya Noor, SE, MM. serta puluhan anggota yang hadir langsung di tempat.
Acara senam bersama berlangsung pada tanggal 21 Desember 2025, hari Minggu, yang bertepatan dengan acara CFD Jakarta (Cultural Festival Jakarta).Acara diadakan di Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, yang menjadi salah satu titik ikonik di ibukota.
Acara senam bersama ini diadakan dalam ranka untuk menyambut Hari Ibu, sebagai wujud kepedulian Kartini Purbaya Indonesia terhadap peran ibu sebagai pondasi utama dalam pendidikan anak, kemudian juga kepedulian Kartini Purbaya Indonesia kepada korban bencana banjir bandang di Sumatra.
Suasana kekeluargaan dan semarak terasa saat Ketua Umum Kartini Purbaya Indonesia bersama Sekjen, Bendum, dan seluruh anggota berkumpul dan melakukan senam bersama. Semua peserta tampak antusias dan penuh semangat dalam mengikuti setiap gerakan dari pemandu.
Acara senam bersama ini memiliki makna mendalam sebagai bentuk perhatian kepada ibu yang diharapkan tetap kuat dan sehat, sehingga dapat mendidik generasi penerus yang berkualitas. Melalui acara ini Kartini Purbaya Indonesia juga ingin menanamkan nilai bahwa anak-anak Indonesia harus memiliki rasa hormat dan kasih sayang kepada para ibunya, sebagaimana bakti yang semestinya diberikan kepada orang tua.

Harapan besar kedepanya dari wanita yg hebat dan kuat serta mandiri, terlahir putra putri yg bagus,Budi pekertinya,agamanya dan akhlaknya.
Setelah agenda senam bersama selesai, Hj. Ratna Anita Lubis, sebagai Ketua Umum, juga menyinggung keprihatinannya terhadap kondisi di Sumatra yang terdampak bencana alam, Beliau menyatakan bahwa dalam waktu dekat akan menghimpun donasi untuk korban bencana, yang awalnya akan dimulai dari anggota Kartini Purbaya Indonesia sendiri.
Selanjutnya, masyarakat luas juga dipersilahkan untuk ikut berdonasi untuk kepedulian bersama kepada saudara-saudara kita di Sumatra, dengan tekad yang kuat, Ketua Umum memastikan bahwa bantuan tersebut akan didistribusikan tepat sasaran, terutama ke daerah-daerah terisolasi yang sulit mendapatkan akses bantuan.
Selain itu, beliau juga memohon kepada pemerintah agar segera membenahi infrastruktur di desa-desa yang terkena dampak bencana karena hal ini sangat vital, termasuk memperbaiki jembatan yang putus, memulihkan pasokan listrik, dan menjamin ketersediaan air bersih agar korban dapat segera menikmati fasilitas dasar hidup.
Sekretaris Jenderal Kartini Purbaya Indonesia Ibu Ani Sulistiyowati juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi bagi saudara kita yang terdampak bencana. Sementara itu, Bendahara Umum Kartini Purbaya Indonesia Ibu Nyimas Hertati meminta agar pemerintah mendahulukan evakuasi kepada anak-anak dan lansia sebagai kelompok yang paling rentan yang perlu sesegera mungkin untuk diutamakan dalam penanganan evakuasi.

Pada akhir acara, Ketua Umum Kartini Purbaya Indonesia mengucapkan selamat Hari Ibu kepada ibu-ibu Indonesia yang hebat Beliau menyampaikan harapan-harapan besar kemudian ucapan Hari ibu dilanjutkan oleh Ketua harian DPP Purbaya Indonesia, beliau berharap dalam kesempatan yang baik ini hadirnya Purbaya Indonesia bisa memberi kontribusi besar bagi Indonesia.
Beliau mengakhiri statmen dalam kesempatan luar biasa tersebut dengan mengatakan “Saya Ratna Anita Lubis sebagai Ketua Umum DPP Kartini Purbaya Indonesia, mengucapkan selamat hari ibu kpd seluruh ibu-ibu Indonesia, jadilah penerus RA Kartini dengan menjadi wanita hebat dan tangguh, sehingga akan melahirkan generasi bangsa yang cerdas, hebat, serta berakhlak dan santun kepada ortu nya.
Teruntuk ibu pejuang keluarga, perlu diingat bahwa Baik ibunya maka baiklah negaranya. Ibu pendidik utama, garda terdepan mendidik putra putri negeri ini agar menjadi putra putri bangsa yg beradab, berbangsa, beragama, dan berbudaya. Berbahagialah ibu ibu Indonesia, nilai luhur bangsa ada dalam genggaman tanganmu.
SELAMAT HARI IBU UNTUK IBU-IBU HEBAT DI NEGERIKU YG TERCINTA, Imbuhnya dengan semangat.
Kualitas Kesehatan Hari Ini Menentukan Peradaban Bangsa Dihari Esok
Kualitas Kesehatan Hari Ini Menentukan Peradaban Bangsa Dihari Esok

Toba, wartapenasatu.com – Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61 tingkat Kabupaten Toba dimulai dengan senam bersama pada Selasa (2/12/2025) pagi di komplek kantor Bupati Toba. Usai senam, dilanjutkan dengan ibadah dan kemudian acara nasional, pembacaan pidato Menteri Kesehatan RI oleh Bupati Toba, pemberian hadiah, penandatanganan prasasti UPT Public Safety Center 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, penyerahan ambulans dan diakhiri dengan defile.
Dalam pidato Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin yang dibacakan oleh Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu, pemerintah menekankan bahwa kualitas kesehatan hari ini menentukan peradaban bangsa esok hari. Oleh karenanya dalam empat tahun terakhir, pemerintah telah menapaki transformasi Kesehatan Indonesia sebagai pondasi menuju masa depan tersebut. Saat ini pemerintah fokus bergeser dari mengobati orang sakit, menjadi menjaga orang sehat tetap sehat.
Transformasi Kesehatan harus terus digelorakan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan akses yang mudah, kualitas yang baik, dan biaya yang terjangkau.
Sejalan dengan upaya pencegahan tersebut, pembangunan dan peningkatan RS terus berjalan di berbagai pelosok negeri, demi mewujudkan kualitas layanan kesehatan yang merata. Di tahun 2025, 32 dari 66 lokus peningkatan RSUD berjalan sesuai
target. “Saya berharap, seluruh pegawai dan pejabat Pemerintah baik di pusat maupun daerah dapat melakukan gerakan perubahan budaya cara pikir, cara kerja, melayani, jujur, tidak korupsi menuju birokrasi yang kompeten, akuntabel, dan selaras dalam mengawal dan
menyukseskan transformasi kesehatan,” bunyi pidato Menteri Kesehatan yang dibacakan oleh Bupati Toba.Usai membacakan pidato Menteri Kesehatan, Bupati bersama jajaran Forkopimda melakukan tiup lilin dan pemotongan kue bersama sebagai simbol perayaan Hari Kesehatan Nasional ke-61. Selanjutnya Bupati juga menandatangani prasasti UPT Public Safety Center 119 Dinas Kesehatan Kabupaten Toba. Pada kesempatan itu, Bupati Toba dan Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan 1 unit ambulans 4X4 untuk Puskesmas Borbor.
Acara perayaan Hari Kesehatan Nasional juga diisi dengan penyerahkan hadiah kepada para juara untuk lomba berbagai kategori yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Toba. Acara kemudian diakhiri dengan defile seluruh Puskesmas se-Kabupaten Toba, Dinas Kesehatan Kabupaten Toba dan organisasi profesi di bidang kesehatan.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Kampanye Peringatan Hari AIDS Sedunia Ajak Warga Jangan Asingkan ODIV
Kampanye Peringatan Hari AIDS Sedunia Ajak Warga Jangan Asingkan ODIV

Toba, wartapenasatu.com – Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Sosial memperingati Hari AIDS Sedunia lewat ‘Kampanye Sosial Dalam Rangka Memperingati Hari AIDS Sedunia “Bersama Hadapi Perubahan: Jaga Keberlanjutan Layanan HIV’ yang digelar pada Rabu (3/12/2025).
Kampanye sosial ini dilakukan dengan pawai dari halaman kantor Dinas Sosial menuju Bundaran DI. Panjaitan, Balige. Pawai yang dilepas oleh Wakil Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus turut diikuti oleh Forkopimda dan sejumlah perwakilan masyarakat.
Wakil Bupati dalam sambutannya sebelum melepas rombongan pawai menyampaikan bahwa kampanye sosial tersebut bertujuan menyampaikan dua hal penting, yakni agar masyarakat tidak mengindari para pengidap HIV/AIDS atau ODIV (Orang Dengan HIV/AIDS) dan juga mengkampanyekan zore virus HIV/AIDS tahun 2030.
“Sebelum-sebelumnya AIDS adalah hal yang ditakuti. Pengidapnya seperti dikucilkan atau dihindari. Namun sekarang kita jangan lagi menghindari atau mengucilkan para ODIV,” ujar Wakil Bupati.
Beliau menambahkan bahwa tahun 2030 zero HIV/AIDS harus tercapai dengan cara menekan virus hingga nol dan menjaga agar virus tidak menular kepada siapapun.
“Bagaimana agar virus itu menjadi nol, dan tidak menular kepada siapapun. Jadi kampanye kita hari ini adalah bahwa kita tidak menghindari mereka dan juga mengkampanyekan bagaimana agar tidak ada lagi pengidap selanjutnya,” ujar Wakil Bupati dalam sambutannya.Usai menyampaikan sambutan, Wakil Bupati selanjutnya melepas rombongan pawai. Sepanjang pawai, orator menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan HIV/AIDS. Sementara para peserta pawai yang lain turut membawa spanduk dan poster sebagai bentuk peringatan HIV/AIDS sedunia.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)“Terapi Kedua, Hasil Berlipat: Dosen Pondok Wage Indah 1 Sidoarjo Kembali Jalani Totok Saraf Anatomi Homecare”
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – 4 Desember 2025 — Kabar terbaru datang dari dunia kesehatan alternatif Jawa Timur. Seorang dosen asal Taman Pondok Wage Indah 1, Sidoarjo, kembali menjalani sesi kedua terapi Totok Saraf Anatomi setelah sebelumnya merasakan perubahan signifikan pada kondisi saraf dan tubuhnya. Pasien tersebut adalah Dwikoranto, yang sebelumnya mengalami kebas, rasa berat pada tubuh, serta gangguan aliran saraf pasca cedera dan aktivitas berlebih.
Pada terapi pertama beberapa minggu lalu, Dwikoranto mengaku datang dalam kondisi was-was dan sedikit panik karena gejala yang muncul tiba-tiba dan semakin mengganggu keseharian. Namun setelah menjalani sesi pertama, ia merasakan perubahan drastis tubuh lebih ringan, tidur lebih nyenyak, dan rasa kebas berkurang drastis.
Karena hasil positif tersebut, sesi kedua dijalankan melalui layanan homecare oleh terapis Totok Saraf Anatomi DetokRapith. Langkah ini dilakukan untuk kenyamanan sekaligus melanjutkan pemulihan saraf yang masih dalam tahap penyetelan ulang.
Dalam proses terapi kedua ini, respons tubuh pasien menunjukkan perkembangan signifikan. Beberapa titik saraf yang pada sesi pertama masih keras dan sensitif kini mulai lebih lentur dan merespons stimulasi dengan lebih cepat. Itu menandakan jalur saraf mulai pulih dan sirkulasi darah membaik.
Selesai terapi, Dwikoranto memberikan komentar yang cukup jujur dan apa adanya:
“Kalau sesi pertama itu bikin kaget karena langsung terasa, sesi kedua ini malah bikin nagih. Rasanya tubuh kayak diperbaiki dari dalam, bukan cuma hilang sakit. Lebih enteng, lebih fokus, dan lebih nyaman.”
Totok Saraf Anatomi sendiri kini menjadi salah satu metode pemulihan non-operasi dan non-obat yang banyak diminati masyarakat Jawa Timur. Teknik ini menargetkan sistem saraf, aliran darah, dan titik kompresi tubuh yang sering jadi sumber rasa sakit dan gangguan mobilitas.
Melalui format layanan klinik dan homecare, DetokRapith Totok Saraf Anatomi Surabaya kini menjangkau berbagai wilayah termasuk Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Lamongan, hingga Jombang. Layanan ini sangat membantu pasien yang mengalami keterbatasan mobilitas seperti post-injury, stroke recovery, dan gangguan saraf kejepit.
Banyak pasien dengan keluhan kebas, kesemutan kronis, pinggang sakit, lutut tidak stabil, hingga susah bangun pagi karena otot kaku mulai memilih terapi ini sebagai solusi yang lebih masuk akal dan minim risiko dibandingkan tindakan invasif.
Untuk masyarakat yang ingin merasakan layanan terapi Totok Saraf Anatomi, sesi dapat dilakukan di klinik atau melalui homecare dengan sistem booking terlebih dahulu. Jam layanan tersedia setiap hari pukul 10.00–19.00 WIB.Reservasi dapat dilakukan melalui WhatsApp: wa.me//6285180980474 (Dodo)
Ada Apakah ini…!?! KPM Merasa kecewa dengan Kualitas Beras Bulog, Kisaran Harga Dan Perbedaan secara Fisik Beras Medium Bulog dengan Beras Medium Dipasar
Warta Pena Satu. Com-Banten KPM Kecewa Kualitas Beras Bantuan Perum Bulog Jelek, Ini Kisaran Harga dan Perbedaan Secara Fisik Beras Medium Bulog dengan Beras Medium di Pasar.

Diduga Daerah Lebak pada tanggal 3 Desember 2025,Mendapatkan temuan Kualitas beras Program Bantuan Pangan yang disalurkan oleh Perum Bulog di Wilayah Lebak Selatan ditemukan kurang berkualitas. Dibeberapa desa, selain ditemukan bulir beras kuning, terdapat batu-batu kecil, dan aromanya apek, juga disinyalir mengandung dedak.
Atas kondisi beras seperti ini, banyak penerima manfaat yang merasa kecewa atas kondisi beras yang disalurkan oleh Perum Bulog Lebak.
Penerima bantuan bukan tidak bersyukur atas bantuan yang telah diberikan pemerintah, namun penerima berharap kualitas berasnya yang disalurkan adalah beras yang bagus, yang enak enak dikonsumsi.
Penelusuran wartawan di beberapa desa, beras yang disalurkan tersebut merupakan beras dengan kualitas medium. Hal ini dibuktikan dengan tulisan pada karung kemasan yang berlogo Perum Bulog, tertulis Beras Medium dengan berat 10 kg.
Pantauan wartawan dipasar Bayah, Selasa, 2/12/2025, dengan membawa sampel beras Bantuan Pangan yang disalurkan oleh Perum Bulog kemudian dibandingkan dengan beras medium yang beredar di pasar, nampak terlihat perbedaan yang menonjol.
Beras medium yang dijual pedagang beras, secara fisik nampak berwarna bersih. Warnanya putih, tidak terdapat bulir beras kuning, tidak terdapat batu kecil dan tidak tercium aroma apek.
Dari sisi harga, nampak perbedaan yang mencolok, antara beras medium yang dijual dipasar dengan beras medium yang disalurkan Perum Bulog untuk program Bantuan Pangan.
Tatang, seorang penjual beras di Pasar Bayah mengatakan, beras medium yang ia jual berkisar antara Rp 12.000,- sampai Rp 14.000,- per kg.
“Kalau beras yang seperti Bulog ini, paling Rp 8.000,- per kg nya. Tapi saya gak jual. Karena gak laku”, ucapnya.
Sama halnya dengan Ratna, yang juga penjual beras di Pasar Bayah mengungkapkan, jika beras seperti yang Bulog salurkan dirinya tidak menyediakan. Karena tidak laku.
Kalau beras Bulog ini terang Ratna banyak bulir kuning dan gabah, banyak bulir patah, aromanya juga sudah bau.
“Sepertinya ini mah beras stok lama, berasnya juga udah rusak. Aromanya sudah apek. Kita pegang juga banyak kotoran yang nempel ditelapak tangan seperti dedak,’ ujarnya Ratna.
Wujud Kepedulian, Polda Kalteng Kirim 3 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera
Wujud Kepedulian, Polda Kalteng Kirim 3 Truk Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) mengirimkan tiga truk bantuan logistik dalam misi kemanusiaan di wilayah Sumatera yang terkena bencana, yakni di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Pengiriman bantuan tersebut, dilepas langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.IK., M.Si. didampingi Wakapolda Brigjen Pol Dr. Rakhmad Setyadi, S.IK., S.H., M.H. dan sejumlah pejabat utama serta personel Polda, bertempat di Terminal Cargo Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Selasa (2/12/2025).
“Hari ini Polda Kalteng bersama Bhayangkari menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana alam di wilayah Aceh, Sumbar dan Sumut,” kata Kapolda Kalteng, usai kegiatan pelepasan.
Irjen Iwan mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan yakni dua ton beras, 300 karton mie instan dan peralatan mandi serta 26 koli pakaian baru untuk dewasa, bayi dan anak, untuk setiap Provinsi.
“Bantuan ini adalah hasil sumbangan dari personel Polda Kalteng, sebagai bentuk kepedulian dengan harapan bisa meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” terang Kapolda.

Kapolda menerangkan bahwa penyaluran bantuan ini akan dibagi menjadi dua tahap, pertama dari Polda dan kedua dari Polres jajaran.
Untuk pendistribusiannya sendiri akan melalui jalur udara, dengan tujuan mempercepatan tersalurkannya logistik ke wilayah terdampak.
“Selain bantuan logistik, kami juga telah berkoodinasi dengan Mabes Polri untuk mengirimkan personel dan peralatan bantuan, termasuk Helikopter untuk digunakan di Aceh,” bebernya.
Irjen Iwan menegaskan komitmen mewujudkan kepedulian terhadap sesama sebagai bentuk hadirnya Polri untuk masyarakat, sekaligus menyiapkan langkah antisipasi untuk situasi darurat bencana khususnya di Prov. Kalteng.
“Langkah antisipasi untuk menghadapi potensi bencana di wilayah Kalteng sendiri telah kita optimalkan. Termasuk menyiapkan posko bantuan sosial dan memetakan daerah banjir di setiap titik rawan bencana,” terang Kapolda.
Diakhir kesempatan, Kapolda berharap semoga melalui kegiatan ini dapat mengurangi beban penderitaan korban bencana, sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan sebagai wujud kepedulian dan kemanusiaan untuk persatuan bangsa.@ Herry Kalteng
“Dosen Fisika Unesa Pulih Lewat DetokRapith Homecare: Saat Sains, Energi, dan Totok Saraf Bertemu di Pondok Wage Indah 1”
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 1 Desember 2025 — Dwikoranto, dosen fisika dari Universitas Negeri Surabaya, menerima layanan DetokRapith Homecare langsung di rumahnya di Pondok Wage Indah 1. Kondisinya sebelum terapi memang sedang menurun—nyeri punggung, tegang leher, mudah lelah, dan fokus yang makin mengabur ketika mengajar.
Saat pemeriksaan awal dilakukan, terlihat jelas adanya ketegangan kronis di jalur saraf leher, punggung bawah, hingga panggul. Pola tegang ini sering muncul pada akademisi yang bekerja berjam-jam di depan laptop, mengajar sambil berdiri lama, dan kurang peregangan.
Dwikoranto memilih paket kombinasi totok saraf anatomi dan konsultasi Life DETOX and Luck Hacks. Pendekatan ganda ini menyelidiki kondisi tubuhnya dari dua sisi: anatomi fisik dan energi hidup berbasis frekuensi nama.
Saat perhitungan energi nama dilakukan, hasilnya sangat mencolok dan membuat Dwikoranto terdiam sesaat. Analisis menunjukkan masalah pada sirkulasi darah, potensi gangguan ginjal ringan, kelelahan adrenal, serta inflamasi kronis di area lumbal. Ia tersenyum kecil ketika melihat grafiknya karena itu persis dengan hasil laboratorium yang ia simpan di mejanya.
“Dalam fisika, frekuensi itu fakta, bukan mitos. Nama membawa resonansi. Kalau resonansinya tidak sinkron, tubuh ikut bermasalah,” ujar Dwikoranto ketika membandingkan data perhitungan nama dengan hasil cek lab-nya. Sebagai dosen fisika, ia merasa temuan ini justru masuk akal secara ilmiah.
Ia melanjutkan, “Bahkan dalam fisika kuantum, energi kecil bisa memengaruhi sistem besar. Jadi tidak heran kalau energi nama ikut memengaruhi tubuh.” Komentarnya memberi warna baru pada sesi konsultasi, karena ia mengaitkan hasil numerologi dengan teori resonansi dan gelombang.
Totok saraf anatomi kemudian diterapkan. Saat tekanan pertama mengenai titik saraf servikalnya, tubuhnya langsung memberikan respons. Ada aliran hangat yang merambat turun ke punggung—pertanda jalur saraf mulai terbuka kembali setelah lama tersumbat.
Beberapa titik yang semula keras seperti batu akhirnya melunak setelah beberapa teknik pelepasan diterapkan. Nafasnya lebih dalam, pandangannya lebih jernih, dan rasa tegang yang ia bawa bertahun-tahun mulai terurai.
Sesi Life DETOX melengkapi proses pemulihan. Energi tubuh yang semula berat dan penuh residu stres dibersihkan secara bertahap. Dengan energi yang lebih stabil, terapi totok saraf berikutnya menjadi jauh lebih efektif.
Dwikoranto mengibaratkan proses ini seperti membersihkan noise pada gelombang. “Begitu noise dihapus, sinyal kembali jernih. Tubuh manusia sama: kalau energinya bersih, saraf lebih cepat pulih,” katanya.
Dalam beberapa hari saja, perubahannya terlihat jelas. Tidurnya lebih pulas, tubuhnya lebih bertenaga, dan ia kembali mengajar tanpa merasa cepat lelah. Mahasiswanya di Unesa bahkan mengaku melihat ia tampak lebih segar dan lebih fokus selama kuliah fisika kuantum.
Layanan DetokRapith Homecare yang datang langsung ke Pondok Wage Indah 1 membuktikan bahwa terapi tidak harus dilakukan di klinik. Di rumah pun, proses pemulihan bisa berjalan maksimal asal dilakukan dengan pendekatan yang tepat.
Kasus Dwikoranto menjadi bukti bahwa perpaduan totok saraf anatomi, analisis energi nama, dan Life DETOX and Luck Hacks mampu memberikan hasil yang menyeluruh. Bukan hanya memulihkan tubuh, tetapi juga menata ulang energi dasarnya agar hidup lebih panjang, kuat, dan stabil.(Dodo)
“Enam Bulan Menahan Kebas, Wiknyo Akhirnya Menemukan Jalan Pulang ke Kesehatannya di DetokRapit”
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 1 Desember 2025 —Wiknyo, seorang driver Gojek asal Menganti, akhirnya mengambil langkah yang selama ini ia tunda: mencari pertolongan profesional. Setelah enam bulan menahan kebas tangan kanan dan nyeri pinggang yang makin menjadi, ia memutuskan datang ke DetokRapit Totok Saraf Anatomi untuk mencari jawaban.
Ketika kecelakaan motor terjadi setengah tahun lalu, Wiknyo sama sekali tidak merasakan sakit. Semuanya terasa normal. Namun setelah kerja bakti di kampung, tubuhnya “membalas” dengan rasa sakit luar biasa yang muncul mendadak seperti dihantam gelombang besar setelah diam terlalu lama.
Yang membuatnya bingung, rasa sakit itu sempat hilang ketika ia memasang lampu rumah. Kondisi yang naik-turun ini membuat pikirannya kacau. Apalagi pekerjaannya sebagai driver menuntut gerakan konstan mengendalikan motor, mengerem, memutar badan, dan membawa beban perjalanan tiap hari.
Khawatir kondisi makin parah dan berdampak pada pekerjaannya, Wiknyo akhirnya memberanikan diri datang ke DetokRapit. Di sinilah ia berharap menemukan jawaban dan perawatan yang lebih pasti.
Hasil pemeriksaan menunjukkan keluhannya bukan sekadar kebas biasa. Diagnosa medis mengarah pada radikulopati servikal dan lumbal, yaitu gangguan akar saraf di leher dan pinggang akibat benturan lama yang dibiarkan. Saraf yang teriritasi selama berbulan-bulan ini memicu kebas, nyeri tertarik, sensasi panas, dan rasa tidak nyaman yang terus berulang.
Selain itu, terapis menemukan trigger point aktif pada otot levator scapula, trapezius, quadratus lumborum, dan gluteus medius ketegangan otot khas pengendara motor yang mengalami trauma dan tetap bekerja tanpa masa pemulihan.
Pada sesi terapi pertama, totokan saraf dan pijatan presisi pada titik pemicunya langsung membuat Wiknyo merasakan kelegaan yang sudah lama ia rindukan. Tubuhnya terasa lebih ringan, napas lebih lapang, dan rasa sesak di area pinggang mulai mereda. “Rasanya lepas banget, Mas… kayak beban ilang,” ujarnya dengan lega.
Perubahan itu bukan hanya di permukaan. Otot yang semula mengeras mulai melunak, aliran darah membaik, dan sinyal saraf yang kacau kembali tertata. Ini menjadi titik balik penting bagi seorang pekerja lapangan seperti Wiknyo, yang bergantung penuh pada fisik untuk mencari nafkah.
Terapi lanjutan sangat disarankan agar pemulihan menyeluruh tercapai. Cedera saraf yang sudah berlangsung lama tidak bisa dipulihkan sekali sesi, tapi progres awal menunjukkan tubuh Wiknyo masih sangat responsif terhadap perawatan.
Ia pulang hari itu dengan wajah lebih tenang dan harapan baru. Perjalanannya menuju pemulihan mungkin panjang, tetapi langkah awal sudah ia tempuh di DetokRapit Totok Saraf Anatomi—tempat banyak orang menemukan kembali kesehatan, kendali tubuh, dan ketenangan setelah sekian lama berjuang dalam diam.(Dodo)
“Jein Pulih dari Nyeri Menahun: Terapi Totok Saraf Surabaya Jadi Jawaban Setelah Bertahun Mencari Kesembuhan”
WARTAPENASATUJATIM | 1 Desember 2025 –Surabaya Zein, warga Sumput Driyorejo, Gresik, akhirnya menemukan ruang bernapas setelah lama terjebak dalam lingkaran sakit yang tidak kunjung selesai. Sebagai sopir kantor yang rutin mendampingi pegawai Dinas Telekomunikasi dalam perjalanan keluar kota, ia memikul beban kerja fisik yang tidak ringan—dan tubuhnya pelan-pelan memberi sinyal kelelahan.
Keluhan awal Zein sebenarnya tampak sederhana: bahu kiri sering nyeri, mata tiba-tiba kabur, dan pinggang kiri terasa seperti ditarik dari dalam. Namun lama-kelamaan keluhan itu berubah menjadi hambatan serius, terutama ketika ia harus menempuh perjalanan jauh dengan fokus tinggi.
Dari pemeriksaan dan penilaian awal oleh terapis Rijendanel, kondisi Zein menunjukkan tanda-tanda Upper Cross Syndrome, Trigger Point aktif di trapezius dan levator scapula, iritasi saraf oksipital, serta ketegangan lumbal kiri akibat posisi duduk statis berjam-jam. Kombinasi itu memicu penglihatan kabur, ketegangan bahu kronis, dan nyeri pinggang kiri yang tak kunjung reda.
Zein mengaku sudah mencari pengobatan di berbagai tempat, baik medis maupun alternatif. Namun hasilnya tidak pernah bertahan lama. Rasa nyeri kembali muncul setiap kali ia kembali ke jalanan untuk perjalanan dinas.
Titik terang muncul ketika ia memutuskan menjalani terapi di DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya, layanan totok saraf yang dikenal dengan presisi tekniknya dalam menangani kasus-kasus pekerja berat seperti sopir, teknisi lapangan, hingga pekerja operasional.
Pada terapi pertama, efeknya langsung terasa. Bahu kiri yang biasanya mengeras seperti batu mulai lunak dan bergerak lebih bebas. Pandangan yang sebelumnya mudah buram mulai stabil, dan pinggang kirinya tidak cepat kram meski harus duduk lama.
Memasuki terapi kedua, Zein menggambarkan tubuhnya sebagai “lebih enteng dan lebih siap kerja.” Terapi pembebasan saraf yang dilakukan oleh Rijendanel, dikombinasikan dengan teknik detoks jaringan dan koreksi titik tegang, membuat aliran saraf di area bahu–leher–pinggang kembali terbuka.
Rijendanel menjelaskan bahwa pekerja seperti Zein memang rentan mengalami gangguan pada jalur saraf cervico-thoracal hingga lumbal akibat posisi duduk monoton, getaran kendaraan, dan beban mental perjalanan jauh. Ketika ketegangan menumpuk dan tidak dilepas, gejalanya menyebar hingga menyebabkan sakit kepala, mata kabur, dan pinggang terkunci.
Bagi Zein, perubahan yang ia rasakan bukan sekadar perbaikan sementara, tetapi langkah besar menuju kondisi tubuh yang kembali normal. Dalam testimoninya, ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya karena berhasil memberikan hasil nyata setelah sekian lama mencari jalan keluar.
DetokRapit Totok Saraf Anatomi Surabaya, yang berlokasi di Jl. Bangkingan IX Blok XI No. 38, Surabaya, Jawa Timur, terus menjadi pilihan masyarakat yang membutuhkan pemulihan saraf, otot, dan mobilitas tubuh. Kisah Zein menjadi bukti bahwa dengan teknik yang tepat, pasien nyeri kronis sekalipun masih punya harapan untuk kembali pulih dan bekerja tanpa rasa takut akan rasa sakit yang menghantui.(Dodo)



