Kesehatan

  • Kesehatan

    PASMANBAYA, DPRD Jatim, dan FKG UHT Gelar Seminar Kesehatan Tingkatkan Kesadaran Sosial

    WARTAPENASATUJATIM | SurabayaPaguyuban SMA Negeri Surabaya (PASMANBAYA) bekerja sama dengan DPRD Provinsi Jawa Timur dan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hang Tuah Surabaya menggelar seminar kesehatan bertajuk “Meningkatkan Kesadaran Sosial dalam Menjaga Kesehatan Bersama” pada Jumat (17/10/2025).

    Kegiatan yang berlangsung di Ruang Serbaguna Algae FKG Lantai 3 Universitas Hang Tuah Surabaya ini dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk para alumni SMA Negeri se-Surabaya, civitas akademika, serta perwakilan DPRD Provinsi Jawa Timur.

    Seminar ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat secara kolektif.

    Ketua PASMANBAYA, Ir. H.R. Eddy Surohadi, SE, MH.Dipl Ki dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara tersebut.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada Dr. Freddy Poernomo, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur sekaligus alumni SMA Negeri 8 Surabaya, atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa sinergi antara alumni, lembaga pendidikan, dan legislatif dapat membentuk gerakan sosial yang kuat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutur Eddy.

    Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidangnya, antara lain DR. Ida Surohadi, SPDVE, FINSDV, SE, MM, seorang praktisi kesehatan kulit, serta Prof. DR. Dian Mulawarmanti, DRG, MS, PBO, MCE pakar nutrisi rongga mulut dan gigi.

    Moderator acara, Dr DRG Nora Lelyana, MHKes, FICD, menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi pendidikan tinggi untuk membentuk insan yang sehat secara fisik, mental, dan sosial.

    “Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa serta masyarakat luas,” ujarnya.

    Sementara itu, Dr. Freddy Poernomo, SH, MH, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai, kolaborasi seperti ini penting untuk memperkuat kesadaran publik terhadap pentingnya kesehatan sebagai investasi sosial jangka panjang.

    “Sinergi antara dunia pendidikan, masyarakat, dan pemerintah harus terus diperkuat. Kesadaran menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga gerakan bersama,” tegasnya.

    Seminar ini tidak hanya menambah wawasan peserta, tetapi juga mempererat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan kesehatan di era modern.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya lebih banyak inisiatif serupa yang mempertemukan dunia pendidikan, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam satu gerakan sosial menuju generasi yang sehat, sadar, dan peduli sesama.*** (Bgn)

  • Artikel,  Daerah,  Kesehatan,  Pendidikan,  Seni dan Budaya

    SMPN 1 Balige Apresiasi Prestasi Siswa Melalui Pemberian Hadiah

    SMPN 1 Balige Apresiasi Prestasi Siswa Melalui Pemberian Hadiah

    Balige, wartapenasatu.com – Pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, SMP Negeri 1 Balige, yang terletak di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, menyelenggarakan acara pemberian hadiah bagi siswa-siswi berprestasi. Acara ini merupakan bentuk apresiasi sekolah terhadap pencapaian siswa dalam berbagai ajang perlombaan serta hasil Ujian Tengah Semester (UTS) tahun 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik.

    Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Balige, Bapak Indra Saragih, S.Pd., menjelaskan bahwa acara ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam mendukung pengembangan potensi siswa secara holistik. Dalam wawancara dengan tim media setelah acara, Bapak Indra Saragih menyampaikan bahwa pemberian hadiah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.

    Bapak Indra Saragih menjelaskan bahwa pada tanggal 11 Oktober 2025, SMP Negeri 1 Balige telah menggelar kegiatan Liga OSIS antar kelas. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, sekolah mengundang orang tua siswa untuk menghadiri acara pemberian hadiah kepada siswa-siswi yang berhasil meraih juara dalam berbagai cabang perlombaan Liga OSIS. Selain itu, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa-siswi yang meraih prestasi gemilang dalam Ujian Tengah Semester (UTS) tahun 2025.

    Lebih lanjut, Bapak Indra Saragih menjelaskan bahwa dalam kegiatan Liga OSIS, berbagai macam perlombaan telah diadakan, seperti lomba senam, lomba vokal, lomba lari, lomba lompat jauh, lomba tolak peluru, dan berbagai perlombaan lainnya. Kegiatan lomba ini merupakan agenda rutin tahunan sekolah. Tujuan utama dari perlombaan ini adalah untuk memberikan wadah bagi siswa-siswi dalam menunjukkan bakat dan kemampuan mereka, serta menjalin kebersamaan dalam suasana kompetisi yang sehat.

    Liga OSIS ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Bapak Indra Saragih selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Balige mengucapkan selamat kepada seluruh siswa-siswi yang telah meraih prestasi, baik dalam perlombaan Liga OSIS antar kelas maupun dalam Ujian Tengah Semester (UTS) tahun 2025.

    Sekolah memberikan penghargaan kepada 10 siswa terbaik dari masing-masing tingkatan kelas (kelas 7, 8, dan 9). Bapak Indra Saragih memberikan motivasi kepada siswa-siswi yang belum berhasil meraih juara untuk tidak berkecil hati dan terus berusaha meningkatkan prestasi di masa mendatang. Beliau juga mengingatkan kepada siswa-siswi yang telah meraih juara untuk tidak berpuas diri dan terus mempertahankan serta meningkatkan nilai rapor mereka.

    Acara pemberian hadiah ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi seluruh siswa SMP Negeri 1 Balige untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah. Dengan dukungan dari seluruh pihak, baik guru, orang tua, maupun masyarakat, diharapkan SMP Negeri 1 Balige dapat terus menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan berprestasi di Kabupaten Toba.

  • Daerah,  Kesehatan

    Wali Kota Mojokerto Perkuat Program DASHAT untuk Atasi Stunting, Targetkan Zero Stunting

    WARTAPENASATUJATIM | Mojokerto, 16 Oktober 2025 – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, memberikan penguatan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) kepada Kader Motivator Kesehatan dan orang tua balita stunting dan wasting di Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kamis (16/10).

    “DASHAT ini memang sudah berjalan dari tahun 2022. Penyedia untuk dapur sehat ini UPPKA yang kita dampingi, kemudian dibagikan ke rumah–rumah ibu yang memiliki balita stunting atau wasting. Program ini tidak semua melaksanakan, hanya di kelurahan yang stunting dan wastingnya perlu perhatian khusus,” terang Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota.

    Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia yang menargetkan angka stunting di setiap kabupaten/kota tidak boleh melebihi 12 persen, berdasarkan data EPPGBM tahun 2025, angka stunting di Kota Mojokerto kini hanya tersisa 1,24 persen.

    “Meski hasilnya sudah bagus, kita tidak boleh lengah. Kita berupaya bukan hanya mengejar target yang ditetapkan pemerintah pusat, tapi juga menyiapkan SDM unggul. Kalau bisa, kita wujudkan zero stunting di Kota Mojokerto,” tegasnya.

    Ning Ita menambahkan, upaya penanganan stunting bukan semata memenuhi target angka, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia.

    “Kita upayakan SDM Kota Mojokerto menjadi unggul untuk mewujudkan cita pertama dalam panca cita. Bayi baru lahir harus sehat sampai dewasa bahkan hingga lansia, untuk mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

    Pada kesempatan ini, Ning Ita juga berdialog langsung dengan para ibu yang memiliki balita stunting dan wasting di kelurahan setempat. Ia berpesan agar para orang tua lebih telaten dalam merawat anak, terutama bagi balita stunting tanpa penyakit bawaan.

    “Kami akan terus mendampingi. Ini adalah bentuk kepedulian kami, karena anak-anak harus kita jaga dan rawat sebaik-baiknya. Mereka adalah penerus masa depan bangsa,” ungkapnya.

    Selain itu, Ning Ita juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai salah satu faktor yang memengaruhi risiko stunting. Ia menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh mulai dari asupan gizi, pola asuh, hingga lingkungan yang sehat.

    “Kita harus menyiapkan generasi ke depan menjadi generasi unggul, sehat, dan berkualitas. Kita eliminir stunting dan wasting di Kota Mojokerto agar semua anak tumbuh sehat dan cerdas, karena tumbuh kembangnya tidak terganggu,” pungkasnya.

    Dengan penguatan program DASHAT ini, diharapkan Kota Mojokerto dapat mencapai target zero stunting dan mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas.*** (Bgn)

  • Artikel,  Berita Duka,  Kesehatan,  MBG,  SOSIAL

    Tragedi Makanan Bergizi: Puluhan Siswa di Toba Keracunan Massal

    Tragedi Makanan Bergizi: Puluhan Siswa di Toba Keracunan Massal

    Kabupaten Toba, wartapenasatu.com – Sumatera Utara, digegerkan oleh insiden keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dari dua sekolah berbeda. Pada hari Rabu, 15 Oktober 2025, SMP Negeri 1 Laguboti dan SD Negeri 173557 Tanding Sigumpar menjadi pusat perhatian setelah sejumlah besar siswa mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan oleh pihak sekolah. Kejadian ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk dinas kesehatan dan pemerintah daerah, dalam upaya menangani krisis kesehatan yang mendadak ini.

    Akibat insiden ini, puluhan siswa SMP Negeri 1 Laguboti dilarikan ke tiga fasilitas kesehatan berbeda di Kabupaten Toba, yaitu RSU HKBP Balige, RSUD Porsea, dan Puskesmas Laguboti. Kondisi beberapa siswa dilaporkan cukup serius hingga memerlukan perawatan intensif, termasuk penggunaan ventilator oksigen untuk membantu pernapasan. Situasi ini menggambarkan betapa seriusnya dampak keracunan tersebut terhadap kesehatan para siswa.

    Di Unit Gawat Darurat (UGD) RSU HKBP Balige, terlihat para siswa yang mengalami keracunan MBG tengah menjalani perawatan intensif. Beberapa di antaranya tampak lemah dan membutuhkan infus untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat muntah dan diare. Pemandangan ini mencerminkan betapa mengerikannya pengalaman yang dialami oleh para siswa akibat keracunan makanan tersebut.

    Menurut penuturan beberapa korban yang dirawat di UGD RSU HKBP Balige, makan siang MBG dilaksanakan sekitar pukul 10.30 WIB. Gejala keracunan baru dirasakan beberapa jam kemudian, tepatnya setelah para siswa pulang sekolah sekitar pukul 13.30 WIB. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh para siswa, serta bagaimana makanan tersebut dapat menyebabkan keracunan massal.

    Ironisnya, sebelum makan siang, guru-guru berpesan agar seluruh makanan MBG yang disajikan harus dihabiskan agar tidak mubazir. Pesan ini, yang seharusnya bertujuan baik untuk mengajarkan siswa menghargai makanan, justru menjadi bumerang ketika makanan yang dikonsumsi ternyata mengandung zat berbahaya yang menyebabkan keracunan.

    Salah seorang korban menuturkan bahwa pada hari ketiga, aroma MBG yang diterimanya sudah tidak sedap, terutama pada sayuran. Rasanya pun tidak seperti sayuran yang baru dimasak, melainkan seperti masakan kemarin. Ikan mujair asam manis yang disajikan juga terasa kurang berkualitas, begitu pula dengan rasa dan aroma tempe yang tidak mengenakkan. Bahkan, buah semangka yang disajikan tidak lagi segar, seolah-olah sudah dipotong sejak hari sebelumnya.

    Pada hari kedua, siswa juga mengeluhkan bahwa sayuran lalapan yang disajikan sudah tampak seperti busuk, dengan ruas sayur yang berwarna kuning kecoklatan dan aroma yang kurang sedap atau basi. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas makanan MBG yang disajikan semakin menurun dari hari ke hari, hingga akhirnya mencapai puncaknya pada hari ketiga dengan terjadinya keracunan massal.

    Padahal, pada hari pertama, Senin (13/10/2025), makanan MBG yang disajikan masih terasa enak dan beraroma sedap, dengan lauk daging dan buah jeruk. Namun, dagingnya terasa keras. Perubahan kualitas makanan yang drastis ini menimbulkan kecurigaan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan proses pengadaan dan penyajian makanan MBG tersebut.

    Insiden keracunan massal ini menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan di Kabupaten Toba. Selain menimbulkan trauma bagi para siswa dan orang tua, kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan pengendalian kualitas makanan yang disajikan kepada siswa. Pemerintah daerah dan dinas pendidikan harus segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan, serta memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada siswa benar-benar bergizi dan aman untuk dikonsumsi.

  • Artikel,  Berita Duka,  Daerah,  Kesehatan,  MBG

    Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam

    Tragedi Keracunan Makanan Bergizi di SMP Negeri 1 Laguboti: Tinjauan Mendalam


    Laguboti, wartapenasatu.com –  16 Oktober 2025 – Suasana haru dan kekhawatiran meliputi SMP Negeri 1 Laguboti, Toba, Sumatera Utara, pasca-insiden keracunan Makanan Bergizi (MBG) gratis yang menimpa puluhan siswa. Rapat darurat antara pihak sekolah, orang tua murid, Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba, Puskesmas Laguboti, dan Kapolsek Laguboti digelar pada Kamis pagi (16/10/2025) untuk membahas penanganan dan solusi atas kejadian ini.

    Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Laguboti, Pahala Hutapea, membuka rapat dengan menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi. Ia menjelaskan kronologi kejadian, di mana 51 siswa mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi MBG gratis pada Rabu (15/10/2025). Pihak sekolah dengan sigap membawa para siswa ke Puskesmas Laguboti untuk mendapatkan pertolongan pertama.

    “Kami sangat terkejut dan prihatin atas kejadian ini. Prioritas utama kami adalah memastikan kesehatan dan keselamatan seluruh siswa,” ujar Pahala Hutapea dengan nada penuh kepedulian. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah terus memantau perkembangan kondisi siswa yang terdampak.

    Pahala Hutapea juga menegaskan bahwa insiden ini bukan merupakan kesalahan pihak sekolah, melainkan kelalaian dari pengelola dapur MBG gratis. Ia mengungkapkan bahwa pada hari pertama pembagian MBG, dirinya turut mencicipi makanan tersebut dan tidak mengalami masalah. Namun, pada Rabu (15/10/2025), sejumlah siswa mulai merasakan mual, muntah, dan pusing setelah mengonsumsi MBG.

    “Atas nama sekolah, saya memohon maaf kepada seluruh orang tua siswa. Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tutur Pahala Hutapea dengan nada menyesal.

    Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Kabupaten Toba, Lamhot Sitorus, menyampaikan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Toba akan bertanggung jawab penuh dan telah berkoordinasi dengan pihak pengelola MBG untuk memastikan pertanggungjawaban atas insiden keracunan ini.

    “Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Program MBG seharusnya memberikan makanan sehat dan bergizi bagi siswa, bukan malah menjadi sumber masalah,” tegas Lamhot Sitorus. Ia menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG, mulai dari pemilihan bahan hingga proses penyajian makanan, untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada siswa.

    Insiden keracunan MBG di SMP Negeri 1 Laguboti menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait. Diperlukan pengawasan yang lebih ketat dan стандартизацияproses produksi dan distribusi makanan untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi oleh siswa. Kesehatan dan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pendidikan.

  • Artikel,  Daerah,  hukum,  Keamanan,  Kepolisian,  Kesehatan,  Pendidikan

    Sinergi Kesbangpol Sumut: Edukasi Pelajar untuk Perangi Narkoba

    Sinergi Kesbangpol Sumut: Edukasi Pelajar untuk Perangi Narkoba

    Medan, wartapenasatu.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Utara (Sumut) terus menggencarkan sosialisasi bahaya narkoba kepada para pelajar sebagai langkah preventif dalam memerangi penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk melindungi remaja dari ancaman narkoba yang semakin meresahkan.

    Kepala Kesbangpol Sumut, Mulyono, menyatakan bahwa pihaknya secara rutin memberikan pembekalan dan edukasi kepada siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) melalui platform daring. Program ini dirancang untuk memberikan wawasan kebangsaan serta pemahaman mendalam tentang bahaya narkotika, yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan ketahanan diri para pelajar terhadap godaan narkoba. Pembekalan daring ini dilaksanakan setiap dua pekan sekali, memastikan siswa mendapatkan informasi yang relevan dan terkini.

    Mulyono menekankan pentingnya koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait dalam upaya pemberantasan narkoba. “Peran koordinasi kita lakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak terkait. Karena itu, kita terus bekerja sama dengan BNN dan Kepolisian, termasuk dalam rencana aksi pemberantasan narkoba,” ujarnya saat Temu Pers di kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa (14/10/2025). Sinergi antarinstansi ini diharapkan dapat menciptakan strategi yang komprehensif dan efektif dalam memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara terus berupaya untuk mengeluarkan provinsi ini dari daftar teratas pengguna narkoba di Indonesia. Penguatan basis relawan dan penerapan proteksi dini menjadi strategi utama dalam mendukung langkah-langkah yang diambil oleh berbagai pihak. Upaya ini bertujuan untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba dengan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif.

    Selain BNN, Kepolisian, TNI, dan Satpol PP, berbagai instansi lain juga terlibat aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Pembekalan wawasan kebangsaan kini menjadi bagian integral dari materi ajar di sekolah-sekolah, yang juga mencakup penyadaran tentang bahaya judi online (judol) dan aksi geng motor yang semakin marak di kalangan remaja. Pendekatan holistik ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada siswa tentang berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan mereka.

    Berdasarkan data terbaru dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, terdapat 23 desa/kelurahan di Sumatera Utara yang berstatus zona merah narkoba. Meskipun angka ini masih mengkhawatirkan, terdapat penurunan signifikan dari sebelumnya yang mencapai 300 desa/kelurahan. Penurunan ini menunjukkan adanya kemajuan dalam upaya pemberantasan narkoba di wilayah tersebut, meskipun tantangan yang dihadapi masih besar.

    Mulyono menambahkan bahwa upaya pemberantasan narkoba di Sumatera Utara memiliki blueprint yang jelas, termasuk pelibatan relawan anti narkoba sebagai sumber deteksi dan pencegahan dini. “Ini merupakan blueprint upaya pemberantasan narkoba di Sumut, termasuk pelibatan relawan anti narkoba sebagai sumber deteksi dan pencegahan dini,” jelasnya. Dengan adanya blueprint ini, diharapkan upaya pemberantasan narkoba dapat dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Sumatera Utara.

  • Daerah,  Kesehatan,  SOSIAL

    Gubernur Khofifah Apresiasi 604 Pendonor Darah Sukarela di Jatim, Ajak Pelajar Aktif di PMR

    WARTAPENASATUJATIM | SurabayaGubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan penghargaan dan lencana kepada 604 warga Jawa Timur yang telah melakukan Donor Darah sebanyak 75 kali. Acara penghargaan ini berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa (14/10/2025).

    Dalam acara tersebut, Gubernur Khofifah didampingi oleh Ketua PMI Jatim, Imam Utomo, dan Ketua Dewan Kehormatan PMI Jatim, Emil Elestianto Dardak. Sebagai simbolis, penghargaan dan penyematan lencana dilakukan kepada sepuluh orang perwakilan.

    Gubernur Khofifah secara khusus mengajak para pelajar SMA/SMK dan MA untuk aktif mendonorkan darah melalui Palang Merah Remaja (PMR). Hal ini dipandang sebagai upaya penting untuk meningkatkan jumlah donor darah sukarela sekaligus membangkitkan rasa kemanusiaan dan kesetiakawanan di kalangan generasi muda.

    Menurut Gubernur Khofifah, jumlah donor darah sukarela di Jawa Timur saat ini baru mencapai 2–3% dari total penduduk potensial. Angka ini masih jauh dari ideal, di mana seharusnya minimal mencapai 4%.

    “Insyaallah setelah ini kita akan melakukan pemetaan bagaimana memaksimalkan SMA/SMK dan Aliyah untuk Palang Merah Remaja supaya target 4 persen terpenuhi,” ujarnya.

    PMI Provinsi Jawa Timur saat ini memiliki program untuk menambah Unit Donor Darah (UDD) berstandar melalui Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) oleh Palang Merah Indonesia (PMI). Program ini bertujuan untuk memastikan mutu dan keamanan layanan transfusi darah.

    Di sisi lain, Jawa Timur memiliki modal besar dalam penyediaan darah dengan dukungan 42 Unit Pengelolah Darah (UPD). UPD tersebut terdiri atas 37 UPD PMI dan 5 UPD Rumah Sakit, yang tersebar di 37 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

    “Ini akan menjaga kekuatan penting dalam menjaga ketersediaan darah di seluruh wilayah,” kata Khofifah.

    Gubernur Khofifah berharap para pendonor darah sukarela dapat menjadi pemacu semangat untuk berkorban terhadap sesama yang membutuhkan. Beliau juga berharap, setetes darah yang diberikan dapat menyelamatkan nyawa serta menjadikan para pendonor sebagai pejuang kesehatan yang mampu berkontribusi untuk program kesehatan Provinsi Jawa Timur.

    “Saya berharap kegiatan ini bisa menginspirasi masyarakat luas untuk turut serta dalam gerakan kemanusiaan ini. Mari kita jadikan semangat Setetes Darah, Sejuta Harapan,” ungkap Khofifah.

    Ketua PMI Jatim, Imam Utomo, menyampaikan bahwa jumlah donor darah sukarela harus terus ditingkatkan, mengingat saat ini jumlahnya baru mencapai 1.035 ribu. Jumlah ini dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan 700 pack darah dalam satu tahun.

    “PMI terus mensosialisasikan kepada mereka yang tingkat SMA/SMK untuk menambah jumlah donor darah sukarela,” ujarnya.

    Sementara itu, Perdana Seryawan (32), perwakilan dari UDD Tulungagung yang merupakan pendonor darah sukarela termuda, menceritakan awal mula dirinya mendonorkan darah pada tahun 2010 di SMA Kedungwaru Tulungagung.

    “Dipaksa sama guru-guru dan teman namun berlanjut sampai hari ini karena setetes darah sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan,” ungkapnya.

    Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Khofifah atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, penghargaan ini akan mendorong generasi muda untuk terus mendonorkan darah.

    “Terima kasih penghargaan yang diberikan serta memberi motivasi kami khususnya generasi z agar berperan aktif membangun negeri ini melalui aksi donor darah,” pungkasnya. (Bgn)

  • Artikel,  Daerah,  Kesehatan,  MBG,  SOSIAL

    SPPG Kemala Presisi Polda Kalteng Terima Inspeksi Dinkes Kota Palangka Raya, Pastikan MBG Aman dan Higenis

    SPPG Kemala Presisi Polda Kalteng Terima Inspeksi Dinkes Kota Palangka Raya, Pastikan MBG Aman dan Higenis

    Palangka Raya, wartapenasatu.com  – SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Kemala Presisi Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) menerima inspeksi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya, sebagai bagian dari upaya memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dan berkualitas.

    Dalam inspeksi kali ini, Karoops Polda Kalteng yang juga sebagai ketua pelaksana SPPG Kemala Presisi Polda Kalteng Kombes Pol Dr. Sugeng Riyadi, turut mendampingi tim yang dipimpin oleh Magdalena Danisia, selaku pemeriksa sanitasi Dinkes Kota Palangka Raya, bersama sejumlah staffnya.

    Pada pelaksanaan inspeksi tersebut, tim melakukan pengambilan sampel makanan pada ke lima jenis bahan yang disediakan di dapur atau ompreng SPPG, seperti nasi, sayuran, tempe, dan ayam serta buah.

    “Sampel-sampel ini akan kami bawa ke laboratorium yang telah terakreditasi dan ditunjuk oleh pemerintah. Kami akan mengirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Latusda) Provinsi Kalimantan Tengah di Jalan Suprapto,” jelas Magdalena, usai melakukan inspeksi.

    Magdalena mengatakan bahwa untuk proses pengujian sampel sendiri nantinya akan dibagi menjadi dua bagian, yaitu mikrobiologi dengan lama waktu diperkirakan selesai dalam tiga sampai empat hari, dan uji kimia dengan perkiraan selesai selama hingga dua minggu.

    Pengambilan sampel ini yang jadi syarat utama, untuk memastikan kelayakan higienis dan sanitasi SPPG sebelum diterbitkannya SLHS.

    “Jadi kami tidak mungkin mengeluarkan sertifikat SLHS tanpa mengetahui kualitas makanan yang disajikan. Jika hasil uji menunjukkan bahwa makanan aman dan layak, maka SPPG akan menerima sertifikat tersebut dan dapat beroperasi secara penuh,” tandasnya.

    Sementara itu, ditempat yang sama Karoops Polda Kalteng mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Kalteng dengan berkolaborasi bersama Dinkes dalam menjaga standar kesehatan lingkungan, terutama di instansi pelayanan publik seperti SPPG.

    “Kami apresiasi atas inspeksi ini, sebagai langkah untuk mempercepat perolehan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi SPPG, sehingga program MBG dapat terus berjalan dengan aman dan lancar tanpa adanya kendala kedepannya,” tutupnya.

  • Artikel,  Daerah,  Kesehatan,  Kuliner,  MBG,  Pendidikan,  SOSIAL

    Tinjauan MBG di Toba: Sinergi Pemerintah dan DPR RI untuk Generasi Emas

    Tinjauan MBG di Toba: Sinergi Pemerintah dan DPR RI untuk Generasi Emas

    Kabupaten Toba, Sumatera Utara, wartapenasatu.com – menjadi fokus perhatian dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional. Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, mendampingi Anggota Komisi I DPR RI, Sabam Rajagukguk, melakukan tinjauan langsung terhadap pelaksanaan program MBG pada Senin, 13 Oktober 2025. Kunjungan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan keberhasilan program yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya generasi muda.

    Kehadiran Sabam Rajagukguk tidak hanya terbatas pada inspeksi fasilitas dapur, tetapi juga melibatkan interaksi langsung dengan para penerima manfaat program MBG di SMA Negeri 1 Balige. Langkah ini menunjukkan pendekatan holistik dalam evaluasi program, yang tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis dan administratif, tetapi juga dampak sosial dan penerimaan masyarakat terhadap program tersebut.

    Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian dan kepedulian Sabam Rajagukguk yang bersedia turun langsung meninjau pelaksanaan program MBG di Kabupaten Toba. Menurutnya, kunjungan ini memberikan kesempatan untuk mengidentifikasi potensi perbaikan dan penyempurnaan program di masa mendatang. “Beliau ingin melihat plus-minus program ini, untuk selanjutnya menjadi masukan bagi pemerintah sehingga ada perbaikan-perbaikan ke depan,” ujarnya di hadapan ratusan siswa SMA Negeri 1 Balige.

    Program MBG merupakan salah satu pilar dari Astacita Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang bertujuan untuk mewujudkan generasi emas Indonesia pada tahun 2045. Selain memberikan asupan gizi yang memadai bagi para pelajar, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal melalui pemberdayaan usaha kecil dan menengah di sektor pangan.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Toba memberikan motivasi kepada para pelajar dengan menyampaikan perbandingan kondisi pendidikan dan ekonomi antara generasi saat ini dan masa lalu. “Sekarang kalian sulit memilih sekolah, buku, makanan, dan yang lain. Sementara di masa kami, kami kesulitan mencari, sedangkan kalian sekarang sudah sulit memilih,” ujarnya, menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan yang ada untuk meraih prestasi setinggi mungkin.

    Sabam Rajagukguk dalam sambutannya menjelaskan bahwa kehadirannya di Kabupaten Toba adalah untuk memastikan program MBG berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Mengingat anggaran yang dialokasikan untuk program ini cukup besar, pengawasan dan evaluasi yang ketat sangat diperlukan untuk menghindari penyimpangan dan memastikan efektivitas program. “Program ini menggunakan anggaran yang cukup besar, jadi harus benar-benar dipantau. Di beberapa sekolah ada yang sampai keracunan, jadi harus benar-benar dipantau untuk bisa terus diperbaiki,” tegasnya.

    Secara khusus, Sabam Rajagukguk memberikan pesan kepada para pengelola dapur agar tidak hanya berorientasi pada keuntungan pribadi, tetapi juga mengutamakan keamanan dan kenyamanan para penerima manfaat. “Kepada para pemilik dapur ini memang ada keuntungan rupiah. Tetapi jangan karena keuntungan rupiah kalian tidak memikirkan perut generasi muda. Jangan korbankan generasi muda demi keuntungan rupiah,” pungkasnya, mengingatkan akan tanggung jawab moral dan sosial dalam menjalankan program MBG.

  • Kesehatan,  Militer,  Pendidikan

    Penyuluhan Bahaya Miras, Narkoba, HIV/AIDS, dan LGBT Untuk Keluarga Besar Korem 084/Bhaskara Jaya

    WARTAPENASATUJATIM | SurabayaKorem 084/Bhaskara Jaya menggelar penyuluhan tentang bahaya minuman keras (miras), narkoba, HIV/AIDS, dan perilaku menyimpang LGBT di Aula Makorem 084/BJ, Surabaya, Senin (13/10/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman anggota TNI, PNS, Persit, serta generasi muda tentang dampak negatif penyalahgunaan zat berbahaya dan perilaku menyimpang yang merusak moral bangsa.

    Kasrem 084/Bhaskara Jaya, Kolonel Inf Nico Reza H. Dipura, saat membacakan amanat Danrem 084/Bhaskara Jaya Brigjen TNI Danny Alkdrie, menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sosial dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif miras, narkoba, HIV/AIDS, serta perilaku menyimpang yang bertentangan dengan nilai moral dan budaya bangsa.

    “Penyuluhan ini sangat penting untuk menambah wawasan serta memperkuat benteng moral, baik bagi prajurit maupun keluarga besar TNI AD. Keluarga adalah garda terdepan dalam menjaga anggota keluarga dari ancaman penyimpangan dan pergaulan bebas,” ujar Kasrem.

    Kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan perubahan di lingkungan masing-masing, menyebarkan nilai-nilai positif, serta berperan aktif dalam menciptakan kehidupan yang sehat, bermoral, dan bebas dari pengaruh destruktif yang mengancam keutuhan bangsa dan negara.

    Dr. Thoms Danantosa, Kepala Puskesmas Siwalankerto, menyampaikan materi tentang bahaya miras, narkoba, dan HIV/AIDS. Mayor Chk Joko Mulyono, S.H., Kakumrem 084/BJ, memberikan materi tentang bahaya pornografi dan perilaku LGBT dalam konteks pembinaan moral di lingkungan keluarga dan masyarakat.

    Diharapkan keluarga besar TNI khususnya Korem 084/Bhaskara Jaya lebih bijak dalam menghadapi tantangan moral di era digital serta mampu menanamkan nilai-nilai positif di tengah kemajuan teknologi dan arus informasi yang cepat.

    Acara ini dihadiri oleh para Kasi Korem 084/Bhaskara Jaya, Bintara, Tamtama, PNS, Wakil Ketua Persit Ny.Riza Nico Dipura, pengurus dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 084 PD V/Brawijaya, Keluarga Besar TNI (KBT), serta siswa-siswi SMA dan SMP Kartika.*** (Bgn)

Wartapenasatu.com @2025