Nasional
Kementerian Agama Republik Indonesia Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
WARTAPENASATUJATIM | JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia akhirnya menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Keputusan ini diumumkan usai sidang isbat yang digelar pada Kamis (19/3/2026), sekaligus menjawab penantian umat Islam di seluruh Indonesia.
Berbeda dari euforia penantian Lebaran, proses penetapan tahun ini justru menegaskan peran penting observasi ilmiah dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa keputusan diambil secara hati-hati dan berdasarkan data yang terverifikasi.
Dalam sidang tersebut, pemerintah tidak berjalan sendiri. Sejumlah unsur turut dilibatkan, mulai dari pakar falak, astronomi, hingga Majelis Ulama Indonesia dan perwakilan organisasi Islam.
Hal ini menjadi bukti bahwa penentuan hari besar keagamaan merupakan hasil sinergi lintas elemen bangsa.
Fokus utama sidang isbat tahun ini terletak pada hasil rukyat atau pemantauan hilal yang dilakukan secara serentak di 117 titik di seluruh Indonesia.
Tim yang diterjunkan telah bekerja sejak sore hari untuk memastikan keakuratan hasil pengamatan.
Namun hasilnya menunjukkan fakta yang sama di seluruh wilayah: hilal tidak terlihat. Kondisi ini dilaporkan dari berbagai titik pemantauan, baik di wilayah barat seperti Aceh hingga wilayah timur seperti Papua.
Ketiadaan hilal tersebut kemudian menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan.
Tim pusat Kementerian Agama memastikan seluruh laporan telah diverifikasi sebelum dibawa ke forum musyawarah.
Dengan tidak terpenuhinya kriteria visibilitas hilal, maka bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari. Maka Idul Fitri pun ditetapkan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
“Dengan demikian berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” tegas Menag Nasrudin
Keputusan ini sekaligus menggarisbawahi bahwa pendekatan ilmiah melalui hisab dan rukyat tetap menjadi rujukan utama pemerintah dalam menjaga keseragaman penetapan kalender Hijriah nasional.
Di tengah dinamika perbedaan metode penentuan, pemerintah berharap hasil sidang isbat ini dapat diterima sebagai pedoman bersama.
Lebaran pun diharapkan menjadi momentum memperkuat kebersamaan umat Islam di Indonesia dalam suasana penuh kedamaian dan persatuan. (Red)
Sinergi Teologis dan Demokrasi: Pesan Idul Fitri 1447 H dari Pimpinan Sahabat KDM
JAKARTA – Di ambang fajar kemenangan 1 Syawal 1447 H, Organisasi Koalisi Demokrasi Merdeka (Sahabat KDM) menyampaikan refleksi kebangsaan yang mendalam. Pembina Sahabat KDM, KGP Agung Budi Utomo, SP, bersama Ketua Umum, Anggi Tugino, SH, secara resmi merilis pesan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pesan ini melampaui sekadar tradisi lisan, melainkan sebuah manifestasi komitmen organisasi dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas ke dalam praksis demokrasi di tanah air.
KGP Agung Budi Utomo, SP dalam pandangan akademisnya menekankan bahwa Idul Fitri merupakan momentum recharging moral bagi setiap individu. Sebagai pembina, beliau melihat korelasi signifikan antara disiplin selama Ramadan dengan kualitas kedewasaan berdemokrasi. Beliau berargumen bahwa puasa adalah latihan kontrol diri (self-regulation) yang paling murni, di mana kemampuan mengendalikan impuls ego sangat dibutuhkan untuk membangun diskursus publik yang sehat dan jauh dari narasi kebencian.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum Sahabat KDM, Anggi Tugino, SH, menyoroti dimensi hukum dan etika yang melekat pada hari raya ini. Beliau menekankan bahwa Idul Fitri adalah simbol dari “Keadilan yang Menyejukkan”, di mana prinsip memaafkan menjadi supremasi tertinggi di atas segala perselisihan pendapat. Dalam perspektif hukum sosial, pemaafan kolektif saat lebaran dipandang sebagai mekanisme restorative justice alami yang mampu merekatkan kembali kohesi sosial yang mungkin sempat renggang akibat dinamika politik.
Kedua tokoh pimpinan ini melihat bahwa Idul Fitri 1447 H harus dijadikan pijakan untuk memperkuat “Modal Sosial” (Social Capital) bangsa. Sahabat KDM meyakini bahwa demokrasi yang kuat tidak hanya dibangun di atas institusi yang kokoh, tetapi juga di atas fondasi kepercayaan antarwarga. Momentum silaturahmi saat Idul Fitri merupakan laboratorium sosial di mana sekat-sekat primordial dan afiliasi politik melebur dalam semangat persaudaraan universal (Ukhuwah Insaniyah).
Lebih jauh, KGP Agung Budi Utomo, SP menggarisbawahi pentingnya kesalehan sosial pasca-Ramadan. Beliau mengajak seluruh anggota Sahabat KDM untuk menerjemahkan nilai-nilai zakat fitrah ke dalam keberpihakan terhadap isu-isu kemanusiaan dan keadilan ekonomi. Demokrasi Merdeka, menurut beliau, adalah sistem yang harus menjamin setiap warga negara memiliki hak yang setara untuk sejahtera, selayaknya kebahagiaan Idul Fitri yang dirasakan merata oleh semua lapisan masyarakat.
Sementara itu, Anggi Tugino, SH mengingatkan bahwa tantangan demokrasi di masa depan membutuhkan kejernihan berpikir yang ditempa melalui pengendalian diri. Beliau berharap Idul Fitri kali ini melahirkan kader-kader yang memiliki integritas tinggi. “Kemenangan sejati adalah ketika kita mampu menundukkan kepentingan pribadi demi kepentingan bangsa yang lebih besar,” ujar beliau dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa nilai-nilai kejujuran adalah ruh utama dalam organisasi Sahabat KDM.
Narasi yang diusung oleh duet kepemimpinan ini juga menyentuh aspek moderasi beragama sebagai pilar stabilitas nasional. Sahabat KDM berkomitmen untuk terus mengawal agar iklim demokrasi di Indonesia tetap inklusif dan menghargai keragaman. Perayaan 1 Syawal 1447 H ini menjadi bukti empiris bahwa identitas keagamaan yang kuat justru dapat memperkokoh semangat nasionalisme, menciptakan harmoni yang harmonis antara kewajiban langit dan tanggung jawab bumi.
Sebagai penutup, KGP Agung Budi Utomo, SP dan Anggi Tugino, SH mengucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin kepada seluruh rakyat Indonesia. Mereka berharap cahaya Idul Fitri menyinari jalan menuju Indonesia yang lebih demokratis, adil, dan merdeka secara hakiki. Semoga spirit kemenangan ini menjadi energi baru bagi Sahabat KDM untuk terus berkontribusi dalam membangun peradaban bangsa yang lebih luhur dan bermartabat.
Sinergi APMISO Jatim, Pemprov Jatim, dan Universitas Dr. Soetomo: Halal Bi Halal dan Penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi Dihadiri Tokoh Nasional dan Daerah
Surabaya – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso (APMISO) Jawa Timur menggelar acara Halal Bi Halal di Aula Universitas Dr. Soetomo Surabaya 06 April 2026, sekaligus mengukuhkan kemitraan strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Program Studi Lanjut Pendidikan Tinggi dengan Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya. Acara ini semakin istimewa dengan kehadiran Ketua Umum APMISO, Drs. Lasiman, S.Pd, dan Pembina APMISO, Jenderal TNI (Purn). Prof. Dr. Dudung Abdurrachman, S.E., M.M., M.H. serta dukungan penuh dari jajaran Forkopimda Jawa Timur.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Elestianto Dardak, yang juga menjabat sebagai Pembina DPW APMISO Jawa Timur, menegaskan pentingnya acara ini. Beliau menyatakan kesiapannya untuk turut serta memeriahkan dan mendukung penuh sinergi antara APMISO, pemerintah provinsi, dan dunia akademis. Dukungan ini menjadi angin segar bagi pengembangan UMKM di Jawa Timur.
Acara ini tidak hanya dihadiri oleh pimpinan APMISO dan perwakilan universitas, tetapi juga mendapat kehormatan dengan komitmen kehadiran pejabat tinggi dari unsur kepolisian Jawa Timur, pejabat Kodam V Brawijaya, serta pimpinan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur. Hal ini menunjukkan sinyal positif dan dukungan luas dari berbagai elemen strategis di Jawa Timur terhadap upaya penguatan UMKM dan kolaborasi pendidikan.
Penandatanganan MOU antara DPW APMISO Jawa Timur dan Universitas Dr. Soetomo Surabaya menjadi puncak acara, yang mencakup komitmen bersama dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kerjasama ini akan difokuskan pada pengembangan program studi lanjut pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan UMKM, serta penelitian dan pengabdian masyarakat yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Drs. Lasiman, S.Pd, Ketua Umum APMISO, mengapresiasi inisiatif DPW APMISO Jawa Timur dan sambutan hangat dari berbagai pihak. “Kolaborasi ini adalah kunci. Dengan dukungan dari pemerintah provinsi, TNI, Polri, dan institusi pendidikan, kami optimis APMISO dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional, khususnya di Jawa Timur,” ujarnya.
Jenderal Dudung Abdurrachman, Pembina APMISO, turut memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya sinergi antara UMKM, pemerintah, dan akademisi. Beliau menekankan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan adalah fondasi utama dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Di balik layar, Dewi Shinta, SS, dan Agung Budi Utomo, SP, selaku panitia pelaksana, bekerja keras untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses. Upaya mereka dalam mengoordinasikan berbagai pihak dan memastikan kenyamanan seluruh tamu undangan patut mendapatkan apresiasi tertinggi.
Acara Halal Bi Halal dan penandatanganan MOU ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah langkah strategis yang membuka peluang kolaborasi lebih luas. Dengan dukungan dari Wakil Gubernur Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta komitmen dari APMISO dan Universitas Dr. Soetomo, diharapkan Jawa Timur akan semakin maju dalam memberdayakan UMKM dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
GEP Ucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H: Semangat Kebersamaan dan Perubahan untuk Negeri
Jakarta, 1 Syawal 1447 H – Organisasi Gerakan Emansipasi Perubahan (GEP) menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Islam di Indonesia, khususnya para anggota dan simpatisan yang tersebar di berbagai wilayah. Momen suci ini menjadi momen yang penuh makna, bukan hanya sebagai puncak dari ibadah puasa selama sebulan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk mempererat tali persaudaraan dan memohon maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan, baik sengaja maupun tidak sengaja.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh kepengurusan pusat GEP, ucapan selamat ini disampaikan secara langsung oleh Ketua Umum GEP, Drs. H. Teguh Wiyono, MPI, didampingi oleh Sekretaris Jenderal Agung Budi Utomo, SIP, dan Bendahara Umum Hj. Sri Redjeki. Mereka berharap momen Idul Fitri ini dapat membawa kebahagiaan, kedamaian, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar GEP dan masyarakat luas.
Ketua Umum GEP, Drs. H. Teguh Wiyono, MPI, dalam sambutannya menekankan bahwa Hari Raya Idul Fitri adalah momen untuk kembali ke fitrah, membersihkan hati dari segala noda, dan memperkuat ikatan persaudaraan antar sesama. Ia juga mengajak seluruh anggota GEP untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas diri, baik dalam hal ibadah maupun dalam kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
“Idul Fitri bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga merupakan panggilan untuk kita semua menjadi pribadi yang lebih baik, lebih peduli, dan lebih berdedikasi dalam mewujudkan perubahan yang positif bagi negeri ini. Semoga semangat Idul Fitri ini dapat menginspirasi kita semua untuk terus bergerak maju, bersatu, dan bekerja keras demi mencapai tujuan bersama yang telah kita tetapkan,” ujar Teguh Wiyono.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal GEP, Agung Budi Utomo, SIP, menambahkan bahwa momen Hari Raya Idul Fitri juga menjadi kesempatan yang baik untuk mengevaluasi kinerja organisasi dan merencanakan langkah-langkah selanjutnya dalam upaya mewujudkan emansipasi dan perubahan yang berkelanjutan. Ia berharap seluruh anggota GEP dapat tetap solid, kompak, dan bersemangat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing.
“Kita semua tahu bahwa perjalanan menuju perubahan tidaklah mudah, tetapi dengan semangat persaudaraan dan kerja sama yang kuat, kita pasti dapat mengatasi segala tantangan yang ada. Mari kita jadikan Idul Fitri ini sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kesatuan di dalam organisasi, serta meningkatkan kualitas layanan kita kepada masyarakat,” kata Agung Budi Utomo.
Bendahara Umum GEP, Hj. Sri Redjeki, juga turut menyampaikan ucapan selamat dan harapannya agar momen Idul Fitri ini dapat membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar GEP. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keuangan organisasi dengan baik dan transparan, agar setiap kegiatan yang dilakukan dapat berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
“Semoga di hari yang suci ini, Allah SWT memberikan keberkahan dan kekuatan kepada kita semua untuk terus berjuang demi kepentingan masyarakat dan bangsa. Mari kita jaga kebersamaan, saling mendukung, dan bekerja sama dengan sebaik-baiknya untuk memajukan organisasi GEP dan mewujudkan perubahan yang nyata bagi negeri ini,” ucap Hj. Sri Redjeki.
Di akhir pernyataannya, seluruh kepengurusan pusat GEP kembali mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, mohon maaf lahir dan batin, dan berharap semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik bagi seluruh umat Islam dan bangsa Indonesia.
Merajut Fitrah, Membumikan Pancasila: Ucapan Hangat Idul Fitri 1447 H dari GPP Jawa Timur
SURABAYA – Di tengah gema takbir yang mulai berkumandang di seluruh pelosok Jawa Timur, Organisasi Gerakan Pembumian Pancasila (GPP) Provinsi Jawa Timur secara resmi menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H. Pesan ini mengusung semangat rekonsiliasi dan penguatan nilai-nilai luhur bangsa dalam bingkai keberagaman yang harmonis.
Ketua GPP Jawa Timur, Dewi Shinta, SS, menyampaikan bahwa Idul Fitri bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan momentum krusial untuk kembali ke fitrah kemanusiaan yang beradab. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan dalam Pancasila sangat sejalan dengan semangat Idul Fitri yang menekankan pada pengampunan, pembersihan diri, dan kepedulian antar sesama manusia tanpa memandang latar belakang.
“Idul Fitri 1447 H ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk melakukan kontemplasi nasional. Mari kita jadikan hari kemenangan ini sebagai titik balik untuk semakin memperkokoh persaudaraan di bumi Jawa Timur, sekaligus memastikan bahwa nilai Pancasila hadir dalam setiap tarikan napas kehidupan sosial kita,” ujar Dewi Shinta dalam keterangannya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris GPP Jawa Timur, KGP Agung Budi Utomo SP, menegaskan bahwa semangat Idul Fitri harus menjadi fondasi dalam memperkuat ketahanan sosial. Ia melihat bahwa momen saling memaafkan merupakan manifestasi nyata dari sila ketiga Pancasila, yakni Persatuan Indonesia, yang harus terus dirawat di tengah dinamika zaman yang semakin kompleks.
“Kemenangan melawan hawa nafsu selama bulan suci Ramadan adalah modal besar bagi bangsa kita. Kami di kesekretariatan GPP Jawa Timur mengajak seluruh kader dan masyarakat untuk mengonversi energi spiritual ini menjadi kerja-kerja nyata dalam menjaga kerukunan dan semangat gotong royong di lingkungan masing-masing,” tambah Agung Budi Utomo.
Sementara itu, Bendahara GPP Jawa Timur, Ir. Hari Cahyono, SE, menyoroti aspek keadilan sosial yang tercermin dalam tradisi berbagi di hari lebaran. Ia menekankan bahwa keberkahan Idul Fitri akan semakin sempurna apabila mampu memicu empati ekonomi dan kepedulian terhadap warga yang kurang beruntung, demi terwujudnya kesejahteraan bersama.
“Zakat dan sedekah yang kita tunaikan adalah bentuk pengamalan nilai keadilan sosial. Kami berharap semangat berbagi ini tidak berhenti di hari raya saja, namun menjadi perilaku ekonomi yang berkelanjutan guna memperkecil kesenjangan sosial di wilayah Jawa Timur,” tutur Hari Cahyono dengan penuh optimisme.
Menutup rangkaian ucapan tersebut, jajaran pimpinan GPP Jawa Timur berharap agar perayaan 1 Syawal 1447 H ini membawa kedamaian yang abadi bagi seluruh rakyat Indonesia. Organisasi berkomitmen untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI melalui pendekatan budaya dan nilai-nilai Pancasila yang inklusif dan menyejukkan.
Refleksi Kemenangan dan Persatuan: Pijar Nusa Bangsa Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H
SURABAYA – Menyongsong fajar kemenangan 1 Syawal 1447 H, Organisasi Pijar Nusa Bangsa (PNB) secara resmi menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Indonesia. Pesan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan sebuah seruan untuk mempererat tali persaudaraan kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Ketua Umum PNB, KGP Agung Budi Utomo SP, menyampaikan bahwa Idul Fitri tahun ini harus dijadikan momentum bagi setiap elemen bangsa untuk melakukan transformasi diri. Menurutnya, esensi dari ibadah puasa yang telah dijalani selama satu bulan penuh adalah melatih disiplin dan empati sosial yang harus diimplementasikan dalam kehidupan bernegara.
“Idul Fitri adalah simbol dari kembalinya kita kepada fitrah, yaitu kesucian hati dan pikiran. Kami di Pijar Nusa Bangsa berharap semangat ini mampu meleburkan segala perbedaan dan memperkokoh fondasi persatuan demi kemajuan Nusantara,” ujar Agung Budi Utomo dalam pesan tertulisnya.
Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Jenderal PNB, Dewi Shinta, SS, menekankan pentingnya komunikasi yang harmonis antarwarga. Ia menyoroti bahwa di era informasi ini, menjaga lisan dan jemari dari hal-hal yang memecah belah adalah bentuk nyata dari keberhasilan ibadah di bulan Ramadan.
“Kemenangan yang sejati adalah saat kita mampu merajut kembali silaturahmi yang mungkin sempat renggang. Kami mengajak seluruh anggota PNB dan masyarakat luas untuk menjadikan momen lebaran ini sebagai ajang saling memaafkan dengan tulus dan penuh suka cita,” tambah Dewi Shinta.
Dari sisi penguatan organisasi, Bendahara Umum PNB, Ir. Hari Cahyono, SE, melihat Idul Fitri sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas ekonomi dan kepedulian terhadap sesama. Ia mengingatkan bahwa keberkahan hari raya akan semakin terasa ketika semangat berbagi tetap terjaga melampaui bulan suci.
“Pijar Nusa Bangsa berkomitmen untuk terus menjadi wadah yang inklusif. Melalui semangat Idul Fitri, kita perkuat gotong royong dan kepedulian sosial guna memastikan tidak ada saudara kita yang tertinggal dalam merayakan kebahagiaan ini,” ungkap Hari Cahyono.
Sebagai penutup, seluruh jajaran pengurus pusat PNB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal nilai-nilai kebangsaan. Perayaan 1 Syawal 1447 H ini diharapkan menjadi titik tolak baru bagi bangsa Indonesia untuk melangkah lebih mantap menuju masa depan yang lebih cerah, damai, dan sejahtera di bawah naungan kerukunan.
Ramadhan Berkah 2,500 Warga Tiga Kabupaten Terima Bantuan Sembako Dari PT Silva Inhutani
PT Silva Inhutani Lampung memberikan bantuan berupa sembako kepada 2,500 orang kurang lebih yang tinggal di Register 45 Mesuji Tulang Bawang Dan Tulang Bawang Barat.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pimpinan PT Silva inhutani bersama Uspika dan Kepolisian, KPH, serta Perwakilan Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang bawang Tulang Bawang Barat setempat. Hal itu terpantau oleh awak media saat pembagian bantuan tersebut pada Senin 15/3/2026.
Bantuan yang sudah dikemas oleh panitia lalu diserahkan kepada Karyawan dan Masyarakat, yang dinilai selama ini menjadi pekerja dari perusahaan PT. Silva Inhutani serta panitia juga menyerahkan sembako kepada Masyarakat di lingkungan Register 45.
Saat di konfirmasi, Pimpinan PT Silva Inhutani Lampung yaitu Guntur Sinaga Humas mengatakan, “bantuan itu telah di serahkan, banyak dari petani, Karyawan, Warga Register 45 yang jalin kemitraan, Tiga Penyangga Kabupaten Mesuji, Tulang Bawang Tulang Bawang Barat sembako itu saya harapkan tepat sasaran dan serta dapat meringankan masyarakat linkungan setempat,” harapnya.
”Kami berharap bantuan ini dapat meringankan sebagian masyarakat Register 45 yang bantuan itu kami serahkan pada 2,500 Orang petani masyarakat Mesuji Lampung, Kabupaten Tulang bawang dan Kemitraan di Register 45 Mesuji Lampung. Bantuan sembako itu saya serahakan, saya sebagai Pimpinan PT Silva inhutani dan saya bersama Uspika serta Kepolisian setempat, KPH bahkan Perwakilan dari Kabupaten Mesuji dan Kabupaten Tulang bawang,”
Bantuan yang sudah dikemas oleh panitia diserahkan kepada Karyawan dan Masyarakat, yang di nilai selama ini menjadi Pekerja dari perusahaan PT. Silva Inhutani serta panitia juga ikut menyerahkan sembako tersebut kepada warga Register 45, ujar Guntur.
Salah satu penerima bantuan sembako dari PT Silva Inhutani bernama Sopan, ia mengatakan, “saya merasa berterimakasih banyak pada pihak PT serta para panitia atas bantuan ini, saya sangat terbantu atas bantuan sembako dari perusahaan inhuttani,” jelasnya.
Penampakan Warga Mars Pertama di Bumi! Gala Premiere Pelangi di Mars Jadi Bukti Kekuatan Mimpi Anak Indonesia
Wartapena Satu,Jakarta, 14 Maret 2026
Suasana Epicentrum XXI Sabtu ini mendadak berubah menjadi lanskap ala planet merah yang futuristik, lengkap dengan robot-robit penghuni Mars. Film Pelangi di Mars secara resmi telah “mendarat” di Bumi untuk pertama kalinya melalui acara Gala Premiere yang digelar megah nan magis. Acara ini menandai puncak penantian panjang selama lima tahun bagi salah satu karya sinema paling ambisius di Indonesia.
Dihadiri Filmmaker dan Pemain Film Pelangi di Mars.
Momen spesial malam ini dihadiri oleh dua “kapten” utama di balik layar, produser Dendi Reynando dan sutradara Upie Guava. Turut hadir juga komposer musik Eunike Tanzil dan jajaran bintang utama: Messi Gusti, Lutesha, Rio Dewanto, dan Livy Renata.
Tak ketinggalan, para pengisi suara (voice actor) karakter robot seperti Bimo Kusumo (Bimoky), Kristo Immanuel, Gilang Dirga, Vanya Rivani, serta Dimitri Arditya, hingga para body actor di balik gerakan ikonik robot; Almanzo Konoralma, Rika Kenja, dan Satria Towel.
Perayaan Sebelum Mulainya Petualangan Pelangi di Mars.
Membawa Atmosfer Mars ke Jantung Jakarta Melalui dekorasi ala Planet Mars yang megah, Mahakarya Pictures berhasil menyulap area Epicentrum XXI menjadi ruang imajinasi tanpa batas.
Para undangan diajak merasakan langsung kekuatan mimpi anak Indonesia melalui visual dan atmosfer yang belum pernah ada sebelumnya dalam Gala Premiere film tanah air.
Dalam sesi konferensi pers, produser Dendi Reynando tak kuasa menyembunyikan rasa
bangganya atas pencapaian ini.“Setelah perjalanan panjang lebih dari lima tahun yang penuh tantangan, Mahakarya Pictures dengan sangat bangga akhirnya dapat mempersembahkan Pelangi di Mars untuk seluruh masyarakat Indonesia. Ini adalah kado untuk mimpi anak-anak kita,” ungkap Dendi.
Sutradara Upie Guava juga menyampaikan rasa harunya melihat visi yang ia bangun bersama ratusan kru akhirnya terwujud nyata di layar lebar.
“Saya merasa terharu sekaligus lega. Kerja keras ratusan kru yang memiliki satu visi untuk membangkitkan mimpi anak Indonesia akhirnya siap dikonsumsi masyarakat. Saya berharap film ini menjadi pelajaran bahwa kerja keras untuk menggapai mimpi, setinggi apa pun itu, tidak
akan pernah sia-sia,” tutur Upie.Apresiasi dari Penonton Gala Premiere
Decak Kagum dan Air Mata Haru Penonton Pasca pemutaran perdana, gelombang apresiasi mengalir deras dari para undangan dan tokoh perfilman yang hadir. Banyak yang tak menyangka sinema Indonesia telah mencapai level teknis dan penceritaan sekelas ini.
“Jujur saya terharu dan sangat bangga. Ternyata film Indonesia sudah bisa di tahap ini, di skala ini. Titik bersejarah ini ditandai oleh sebuah film anak yang bisa dinikmati seluruh anggota keluarga. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Mas Upie dan tim,” ungkap salah satu penonton yang hadir.
Segera Tayang untuk Semua Keluarga
Momen magis di Gala Premiere ini hanyalah awal. Persahabatan Pelangi dan teman-teman robotnya siap menyapa seluruh penonton di bioskop-bioskop Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran.
Jangan lewatkan petualangan lintas planet pertama dari Indonesia!
Untuk informasi lebih lanjut, ikuti akun media sosial resmi kami di@pelangidimars dan@mahakaryapictures.
Memaknai Ramadhan Penuh Berkah
“Memaknai Radhan penuh berkah, Tradisi Keluarga Alm Enin-Maya Berbuah Kehangatan – Bukber Terakhir Ramadhan 2026 bertempat di kediaman ktua Jhuno”

Wartapenasatu. Com-Tangerang, Minggu (15/3/2026) – Bulan suci Ramadhan kembali menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi dalam keluarga besar Alm Enin bin Saman dan Alm Maya binti Sakim. Keluarga ini telah memiliki tradisi rutin berkumpul setiap malam Jumat untuk silaturahmi, membaca Yasin, serta menggelar acara buka bersama (bukber) setiap tahunnya di bulan Ramadhan.

Almarhum Enin dan Almarhumah Maya diketahui memiliki tujuh anak, yaitu Kasni, Asinah, Marhan, Tholib, Hj. Suhaeni, Umah, dan Mamat sembara. Tradisi berkumpul yang penuh berkah ini telah berjalan selama 4 tahun dengan sistem bergilir lokasi di rumah-rumah anggota keluarga, menjadi bukti kekompakan yang terjaga erat antar generasi.

Perhelatan bukber tahun ini dilakukan secara berurutan di tujuh lokasi berbeda. Dimulai dari rumah Bpk. Mamat, kemudian berlanjut ke rumah Ma Ikas (Bu Ayu), rumah Bpk. Dori (cucu), rumah Bpk. Tholib, rumah Bu Umah, rumah Bu Saiti (cucu), dan diakhiri pada tanggal 15 Maret 2026 di kediaman Ketua yang biasa di sapa Bg. Jhuno yaitu di Kampung Ciatuy, Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang.

Dalam sambutannya, Bg. Jhuno mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kekompakan dan kehadiran seluruh anggota keluarga yang hadir pada acara terakhir ini. Ia juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga tradisi ini agar tetap berkelanjutan dan tidak pernah memutus tali silaturahmi antar sesama keluarga.

Selain acara bukber, dalam kegiatan tersebut juga menyertakan santunan keluarga. Jr. Mamat, salah satu anggota keluarga, memberikan pesan penting kepada semua hadirin agar selalu mendukung setiap acara bukber dan santunan yang diadakan, serta menjaga silaturahmi sebagai bagian dari warisan leluhur yang tak ternilai harganya.

Ma Ikas juga menyampaikan doa dalam kesempatan tersebut, memohon limpahan berkah dari Allah SWT bagi seluruh keluarga Alm Enin-Maya, semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kekompakan yang tidak pernah pudar seiring berjalannya waktu.Pada akhir acara, Bg. Jhuno menyerahkan santunan berupa kurang lebih 70 paket sembako beserta kain sarung kepada anggota keluarga yang membutuhkan. Santunan ini menjadi wujud nyata kepedulian antar sesama keluarga dalam menghargai nilai-nilai kasih sayang yang diajarkan oleh leluhur mereka. (Wps_Shella)
PEMUDA PANCASILA RANTING JAGAKARSA GELAR BUKA PUASA BERSAMA DAN SANTUNAN ANAK YATIM-PIATU DI AKHIR RAMADHAN 1447 H
WARTA PENASATU.COM. JAKARTA SELATAN- 15 MARET 2026 – Mendekati penghujung bulan suci Ramadhan 1447 H, organisasi kemasyarakatan Pemuda Pancasila Ranting Jagakarsa menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim-piatu di Musholla Nurul Amin, Jalan Gandaria Ujung, RT. 009 RW. 002, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Acara yang dimulai pada pukul 16.00 WIB berjalan lancar hingga selesai dengan penuh kehangatan.

Adi Supandi selaku Ketua Ranting Jagakarsa membuka acara dengan kata sambutan yang singkat namun penuh makna. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk wujud kepedulian Pemuda Pancasila terhadap sesama, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan dukungan pada bulan yang penuh berkah ini. “Kita berharap dengan kegiatan seperti ini, dapat memberikan semangat dan kebahagiaan bagi anak-anak penerima santunan. Semoga di tahun akan datang lebih banyak lagi yang dapat kita bantu,” ucap Adi Supandi.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak yang menunjukkan dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan tersebut. Selain puluhan anak-anak yang menjadi penerima santunan, juga hadir tokoh ulama, sesepuh masyarakat setempat, perwakilan Polsek Jagakarsa yang diwakili oleh Agus Duwi selaku Bhabinkamtibmas Wilayah Jagakarsa, serta Koramil 08 Jagakarsa yang diwakili oleh Mustofa selaku Babinsa Wilayah Jagakarsa. Kedua perwakilan dari institusi keamanan tersebut juga memberikan kata sambutan singkat, mengapresiasi upaya Pemuda Pancasila dalam menjaga keharmonisan dan memberikan bantuan kepada masyarakat.
Selain buka puasa bersama, acara juga diisi dengan sesi tausiyah yang disampaikan oleh Abdul Khoir Al Hasani. Materi tausiyah yang disampaikan fokus pada pentingnya berbagi rezeki dan menjaga hubungan baik antar sesama dalam ajaran Islam, yang sangat sesuai dengan semangat bulan Ramadhan.

Pada bagian akhir acara, Adi Supandi mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur yang telah memberikan kontribusi dan berbagi rezeki, sehingga kegiatan buka puasa bersama dan santunan ini dapat terlaksana dengan baik. Ia berharap kerjasama dan kepedulian dari berbagai pihak dapat terus berlanjut untuk mendukung kegiatan kemasyarakatan di masa mendatang.

Para penerima santunan yang terdiri dari anak-anak yatim-piatu dari wilayah Kelurahan Jagakarsa dan sekitarnya tampak sangat senang menerima bantuan yang diberikan, baik berupa paket sembako maupun uang tunai yang dapat membantu kebutuhan mereka selama bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.




