Nasional

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Keamanan,  Nasional,  Opini,  perkebunan,  Pertahanan,  pertanian,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL,  Tumbuhan

    Kolaborasi Kemensos dan PT Tresno Jamu Indonesia, Wujudkan Pemberdayaan Ekonomi di Magelang

    NUSANTARA wartapenasatu.com

    Kemensos Perluas Program Kampung Berdaya, Serahkan 25 Ekor Kambing di Magelang

    Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperluas jangkauan Program Kampung Berdaya sebagai langkah konkret dalam upaya pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa melalui optimalisasi potensi lokal.

    Penyerahan bantuan ternak menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut. Siang tadi, perwakilan Kemensos menyerahkan sebanyak 25 ekor kambing jenis saanen kepada 25 penerima manfaat di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial dan PT Tresno Jamu Indonesia.

    Direktur Pemberdayaan Sosial Kemensos, Agus Jabo Priyono, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan untuk mendorong kemandirian ekonomi warga desa. Ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis potensi lokal menjadi kunci dalam mengembangkan ekonomi masyarakat yang berdaya saing.

    Menurut Agus Jabo, kemitraan dengan dunia usaha seperti PT Tresno Jamu Indonesia menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya membantu penerima manfaat secara ekonomi, tetapi juga memperkuat ekosistem sosial di wilayah pedesaan.

    Jenis kambing yang diserahkan, yakni kambing saanen, dikenal sebagai salah satu varietas penghasil susu berkualitas tinggi. Dengan demikian, penerima manfaat dapat mengembangkan usaha peternakan sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor pengolahan susu kambing.

    Bantuan tersebut juga menjadi langkah awal pengembangan ekonomi berbasis potensi desa. Melalui pendampingan dan pelatihan berkelanjutan, Kemensos berharap warga dapat mengelola bantuan tersebut secara produktif dan berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan jangka panjang.

    Kemensos menegaskan, program Kampung Berdaya bukan hanya sekadar penyaluran bantuan, melainkan sebuah gerakan membangun kemandirian sosial dan ekonomi dari desa. Semangat “dari desa untuk kemajuan bangsa” menjadi fondasi utama dalam setiap langkah pemberdayaan masyarakat yang dilakukan.

    BY”NOK SRIE”

     

  • Nasional

    Rayakan Hari Sumpah Pemuda, PLN–BKPM Perkuat Kolaborasi di Sektor Ketenagalistrikan untuk Dorong Pertumbuhan Investasi

    WARTAPENASATUJATIM | Malang, 22 Oktober 2025 – PT PLN (Persero) dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkuat sinergi dalam mendorong peningkatan investasi nasional melalui penyediaan solusi kelistrikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

    Hal ini diwujudkan lewat penandatanganan Adendum Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penyediaan Tenaga Listrik dan Percepatan Investasi di Sektor Ketenagalistrikan.

    Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Tirta Nugraha Mursitama menyebut kolaborasi BKPM dan PLN menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem investasi nasional, dengan memberikan kemudahan bagi para investor potensial dalam mengakses layanan kelistrikan yang andal, efisien, dan terintegrasi guna mempercepat realisasi proyek.

    “Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan koordinasi dan sinergi dengan semua pihak, baik pemerintah daerah, dunia usaha, maupun akademisi,” ujar Tirta pada agenda Penyusunan Bahan Posisi Perjanjian Investasi Internasional bertajuk Diplomasi Investasi dalam Peningkatan Realisasi Investasi, di Malang, Kamis (16/10).

    Sementara itu, Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Prianto menyampaikan bahwa sebagai tulang punggung ketenagalistrikan, PLN siap mendukung iklim investasi yang kondusif dan mempercepat proyek strategis nasional melalui penyediaan pasokan listrik andal bagi seluruh sektor bisnis.

    “Sebagai wujud komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para investor, PLN memastikan ketersediaan daya dan dukungan kelistrikan yang andal untuk menunjang kebutuhan investasi di tanah air,” ujar Adi.

    Adi menjelaskan, adendum ini memperkuat PKS PLN-BKPM yang telah terjalin sejak 2024. Kedua pihak sepakat membentuk _Liaison Officer Desk_ PLN di kantor BKPM sebagai pusat _one-stop electricity solution_, yang memudahkan calon investor mengakses informasi ketenagalistrikan serta koordinasi terkait ketersediaan dan pembangunan infrastruktur listrik.

    “Melalui integrasi ini, PLN bersama BKPM berupaya menghadirkan layanan yang efisien, transparan, dan memberikan kepastian bagi investor strategis dalam mengambil keputusan bisnis,” lanjutnya.

    Kolaborasi ini juga membuka peluang investasi di sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 yang menargetkan penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW), dengan 76% atau 52,9 GW berasal dari EBT dan _storage_.

    RUPTL ini menjadi fondasi strategis untuk pengembangan energi bersih di Indonesia, sekaligus memperkuat kemandirian energi dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

    “RUPTL hijau ini menghadirkan kepastian dan kemudahan bagi investor, sekaligus mendorong pengembangan proyek energi bersih yang berkelanjutan di seluruh Indonesia,” tutup Adi.*** (Bgn)

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Keamanan,  Kesehatan,  Nasional,  Opini,  perkebunan,  Pertahanan,  pertanian,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL,  Tumbuhan

    Wamen Sos Agus Jabo: Pemberdayaan Masyarakat Harus Dimulai dari Desa dan Ketahanan Pangan Keluarga

    NUSANTARA WartaPenaSatu.com

     

    Wamen Sos Agus Jabo Ajak Tani Merdeka Indonesia Kolaborasi Program Pemberdayaan Masyarakat

    Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono mengajak Tani Merdeka Indonesia untuk berkolaborasi dalam program pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi rakyat, sekaligus mendukung visi besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun kesejahteraan yang berkeadilan.

    Pertemuan antara Kementerian Sosial dan Tani Merdeka Indonesia berlangsung di ruang pertemuan Kementerian Sosial, pada Senin, 13 Oktober 2025. Dalam suasana akrab dan penuh semangat, kedua pihak berdiskusi mengenai potensi sinergi dalam pengembangan program berbasis masyarakat, terutama di sektor ketahanan pangan dan kewirausahaan lokal.

    Dalam kesempatan itu, Agus Jabo Priyono menyampaikan bahwa Kementerian Sosial memiliki sejumlah program pendampingan yang dapat disinergikan dengan kegiatan Tani Merdeka Indonesia. “Kemensos memiliki program pelatihan keterampilan, pengembangan wirausaha, serta pemberdayaan UMKM yang bisa berjalan seiring dengan gerakan Tani Merdeka. Kita ingin masyarakat menjadi mandiri dan berdaya secara ekonomi,” ujar Agus Jabo.

    Ia menambahkan, fokus kolaborasi juga diarahkan pada penguatan ketahanan pangan keluarga dan pengelolaan potensi lokal agar bernilai ekonomi tinggi. “Potensi desa harus kita olah menjadi kekuatan ekonomi baru. Dengan pendampingan yang tepat, masyarakat bisa menciptakan produk unggulan yang tidak hanya menyejahterakan keluarga, tetapi juga daerahnya,” imbuhnya.

    Sementara itu, Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia Don Muzakir menyambut positif ajakan tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Kementerian Sosial akan membuka peluang besar bagi para petani dan pelaku UMKM untuk berkembang. “Kami siap bersinergi dengan pemerintah. Visi kami sejalan dengan semangat pemberdayaan rakyat agar petani tidak hanya bisa menanam, tapi juga mengelola hasilnya menjadi produk bernilai tinggi,” kata Don Muzakir.

    Pertemuan tersebut juga menegaskan komitmen bersama dalam mendukung program-program strategis Presiden Prabowo Subianto, terutama di bidang pemberdayaan masyarakat, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga. “Kami ingin memastikan setiap program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat di akar rumput,” ujar Agus Jabo menutup pertemuan.

    Dengan adanya sinergi antara Kementerian Sosial dan Tani Merdeka Indonesia, diharapkan lahir model pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berdampak luas. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret menuju Indonesia yang kuat, mandiri, dan berdaulat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

    By “Nok Srie”

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Internasional,  Keamanan,  Kesehatan,  Kuliner,  Loker,  Nasional,  Opini,  perkebunan,  Pertahanan,  pertanian,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL,  Tumbuhan

    LUBKITA REVOLUSI HIJAU UNTUK KETAHANAN PANGAN

    ­Nusantara wartapenasatu.com

     

    Revolusi Hijau Jadi Titik Balik Pertanian Dunia Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan

    Jakarta, 27 Oktober 2025 — Revolusi Hijau menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pertanian dunia. Melalui penerapan teknologi modern, penggunaan benih unggul, pupuk, pestisida, serta mekanisasi alat pertanian, dunia berhasil meningkatkan produksi pangan secara signifikan sejak pertengahan abad ke-20.LUBKITA (Lumbung Artha  Kita) bercermin dari seorang visioner Norman Borlaug untuk bersinergi ketahanan pangan nasional ­

    Program Revolusi Hijau awalnya digagas untuk mengatasi krisis pangan global akibat pertumbuhan penduduk yang pesat. Penerapan inovasi seperti sistem irigasi modern dan teknik intensifikasi pertanian membuat hasil panen di berbagai negara melonjak drastis. Banyak negara berkembang yang sebelumnya bergantung pada impor pangan, berhasil keluar dari ancaman kelaparan dan menuju kemandirian pangan.

    Di Indonesia, Revolusi Hijau mulai diterapkan secara luas sejak era 1970-an. Pemerintah melalui berbagai program pertanian intensif memperkenalkan varietas padi unggul, pemupukan berimbang, serta perluasan jaringan irigasi teknis. Upaya tersebut berhasil menjadikan Indonesia sempat mencapai swasembada beras pada tahun 1984.

    Namun, keberhasilan Revolusi Hijau juga membawa dampak terhadap lingkungan. Ketergantungan pada bahan kimia seperti pupuk sintetis dan pestisida menimbulkan degradasi kesuburan tanah dan pencemaran air di sejumlah wilayah. Selain itu, sistem pertanian monokultur turut mengurangi keanekaragaman hayati dan meningkatkan risiko ketergantungan terhadap input industri.

    Para ahli menilai, evaluasi terhadap sistem pertanian intensif menjadi keharusan agar ketahanan pangan dapat berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. Konsep pertanian berkelanjutan kini menjadi arah baru yang mendorong keseimbangan antara produksi pangan dan perlindungan ekosistem.

    Berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai mengembangkan model pertanian ramah lingkungan seperti organik, agroekologi, dan hidroponik. Teknologi digital pertanian dan kecerdasan buatan juga dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.

    Dengan perubahan paradigma ini, semangat Revolusi Hijau diharapkan tetap hidup dalam bentuk yang lebih berkelanjutan. Pertanian masa depan dituntut tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil, tetapi juga menjaga keseimbangan alam, sehingga mampu menjamin ketersediaan pangan bagi generasi mendatang.

    “Nok Srie”Bernarasi

     

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Keamanan,  MBG,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Pertahanan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Prabowo Subianto Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat

    Surakarta wartapenasatu.com

    Sekolah Rakyat, Bukti Negara Hadir untuk Anak Kurang Mampu

    Surakarta, Jawa Tengah — Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak bangsa, terutama dari keluarga kurang mampu. Melalui program ini, Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan bahwa tidak ada lagi anak Indonesia yang tertinggal hanya karena persoalan biaya.

    Agus Jabo Priyono menyampaikan hal tersebut saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 2 Surakarta, Jawa Tengah. Ia menegaskan bahwa jika masyarakat mampu bisa menyekolahkan anaknya dengan biaya sendiri, maka negara memiliki kewajiban untuk membiayai pendidikan bagi mereka yang kurang beruntung. “Dengan Sekolah Rakyat, negara hadir menjemput masa depan anak-anak bangsa,” ujar Agus Jabo.

    Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan implementasi dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul, adil, dan berdaya saing. “Presiden ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bisa bermimpi besar dan mewujudkan cita-citanya,” tambahnya.

    Dalam beberapa kesempatan, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa pendidikan adalah jalan utama menuju kemerdekaan sejati. “Kita tidak boleh membiarkan anak-anak Indonesia kehilangan masa depannya karena kemiskinan. Tugas negara adalah menjamin mereka bisa bersekolah dan belajar dengan layak,” ujar Prabowo dalam pidatonya yang dikutip dari Sekretariat Presiden.

    Sementara itu, pakar pendidikan nasional, Prof. Anwar Sanusi, menilai bahwa Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis dalam pemerataan akses pendidikan. “Model seperti ini menghidupkan kembali semangat gotong royong pendidikan. Negara menjadi pelindung utama, sementara masyarakat ikut berpartisipasi dalam pengawasan dan dukungan sosial,” jelasnya.

    Selain menekankan akses gratis, Sekolah Rakyat juga mengusung kurikulum berbasis karakter, nasionalisme, dan kemandirian. Para siswa tidak hanya dibekali ilmu akademik, tetapi juga nilai moral, keterampilan hidup, dan kecintaan terhadap tanah air. Tujuannya agar generasi muda tumbuh menjadi insan cerdas sekaligus berjiwa sosial.

    Dengan hadirnya Sekolah Rakyat, pemerintah berharap kesenjangan pendidikan antarwilayah dapat semakin berkurang. Program ini menjadi simbol nyata dari komitmen Presiden Prabowo Subianto bahwa negara tidak boleh kalah oleh kemiskinan, dan setiap anak Indonesia berhak mendapatkan masa depan yang lebih cerah

    “Nok Srie”Melporkan ­

  • Artis,  Daerah,  Hiburan,  Musik,  Nasional,  Seni dan Budaya

    KOLABORASI KOMUNITAS KPM DAN PETIK SUKSES GELAR MILAD KE -8 APRESIASI KARYA KOES PLUS

    Milad Ke-8 KPM, Momentum Silaturahmi Pecinta Koes Plus dan Tembang Kenangan – Komunitas Koes Plus Mania (KPM) merayakan milad ke-8 dengan acara temu kangen yang meriah, Sabtu (25/10/2025). Acara yang dihelat mulai pukul 10.00 WIB ini, berkolaborasi dengan Komunitas Pecinta Tembang Indah Kenangan (PETIK) dan dimeriahkan oleh penampilan The Guilties Band yang membawakan lagu-lagu Koes Plus dan tembang kenangan.

    Acara yang dihadiri oleh anggota KPM dari berbagai wilayah di Indonesia, terutama Jabodetabek, ini menjadi ajang silaturahmi bagi para pecinta musik Koes Plus. Ketua KPM, Adrian Masuri, bersama jajaran pengurus lainnya seperti Bunda Marni (Wakil Ketua), Bagus Mulyono (Penasehat), Asmi (Sekretaris), dan Supriyono (Bendahara) tampak hadir menyambut para anggota dengan hangat.

    Kehadiran keluarga Koes Plus, Mas Gerry beserta istri, menjadi daya tarik tersendiri. Mas Gerry berbagi cerita tentang perjalanan grup Koes Plus Bersaudara yang telah berkiprah di dunia musik sejak tahun 1969-an. Ia juga menuturkan bahwa semangat bermusik terus dilanjutkan oleh generasi penerus, seperti David Koeswoyo dan Damon Koeswoyo.

    “Kami dari keluarga Koes Plus sangat berterima kasih karena lagu-lagu Koes Plus Bersaudara dan Koes Plus masih banyak disukai, didengarkan, dicintai, serta dinyanyikan oleh masyarakat, seperti komunitas Koes Plus Mania (KPM),” ujar Mas Gerry.

    Mas Gerry juga berpesan agar para pecinta musik Koes Plus tetap menjaga tali silaturahmi. “Dengan mencintai musik dan seni musik, kita harus tetap bersatu, jangan malah berpecah belah. Jaga silaturahmi, ingat Koes Plus lagu Nusantara,” pesannya.

    Kesuksesan acara milad ke-8 KPM ini tak lepas dari peran serta Bunda Marni, yang juga aktif di Komunitas Pecinta Tembang Indah Kenangan (PETIK) sebagai ketua. Bunda Marni mendapatkan banyak ucapan terima kasih dari pengurus dan anggota KPM atas kerja kerasnya dalam menyelenggarakan acara ini.

    Acara milad ini menjadi bukti bahwa musik Koes Plus tetap hidup dan dicintai oleh berbagai generasi. Semangat persaudaraan dan kecintaan terhadap musik Indonesia terus berkobar di kalangan komunitas seperti KPM dan PETIK.

  • Nasional

    BSSN dan Diskominfo Jatim Perkuat Sinergi Keamanan Informasi dan Literasi Siber

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYADinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur menerima kunjungan kerja dari Biro Hukum dan Komunikasi Publik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Jumat (24/10/2025).

    Pertemuan yang berlangsung di Kantor Diskominfo Jatim ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah di bidang komunikasi publik, keamanan informasi, dan literasi siber.

    Rombongan BSSN dipimpin oleh Brigjen TNI Berty Beatus Willem Sumakud, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BSSN, didampingi oleh Ferry Indrawan, Wenny Presdiany, Gustiyarini, Jeremy Julian Mangapul Hutapea, dan Chrisheryanda.

    Kedatangan mereka disambut langsung oleh Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, bersama jajaran pejabat struktural.

    Dalam kesempatan tersebut, Brigjen Berty menekankan pentingnya membangun sistem komunikasi publik yang aman dan berdaulat melalui kolaborasi lintas lembaga.

    “Kami berkomitmen memperluas kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk Diskominfo Jatim, agar pengelolaan informasi dan keamanan siber semakin solid dan terintegrasi,” ujar Brigjen Berty.

    Sebagai tindak lanjut, BSSN berencana menyelenggarakan pelatihan literasi keamanan siber bagi kalangan pesantren di Jawa Timur.

    Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran digital, memperkuat kapasitas santri dan pengelola lembaga dalam menjaga keamanan data, serta mendorong pesantren menjadi pelopor literasi siber di tingkat lokal.

    “Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh. Melalui literasi siber, kami ingin membekali mereka kemampuan menjaga keamanan informasi di dunia digital,” tambahnya.

    Kepala Diskominfo Jatim, Sherlita Ratna Dewi Agustin, menyambut baik rencana kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci untuk menjaga ruang digital Indonesia agar tetap kondusif dan produktif.

    “Kunjungan BSSN ini menjadi momentum penting dalam membangun komunikasi publik yang aman dan terpercaya. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang untuk memperkuat literasi dan ketahanan siber di Jawa Timur,” ungkap Sherlita.

    Selama ini, Diskominfo Jatim telah aktif melaksanakan berbagai program edukasi digital seperti Cerdig(Cerdas Digital) di Ruang Siber, Jaga Ruang Siber (Jaguar), dan Bedah Ruang Siber (Beruang).

    Program-program tersebut rutin menghadirkan diskusi daring yang melibatkan ratusan peserta dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur, dengan fokus pada keamanan data pribadi, etika digital, serta deteksi dan pelaporan ancaman siber.

    Sinergi antara BSSN dan Diskominfo Jatim diharapkan semakin memperkuat peran pemerintah daerah dalam membangun ekosistem digital yang aman, cerdas, dan inklusif.

    Kolaborasi ini juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendukung transformasi digital nasional yang berlandaskan pada keamanan informasi dan kepercayaan publik.*** (Bgn)

  • Keamanan,  Militer,  Nasional,  Pertahanan

    Kasdam Brawijaya Sambut Kedatangan Satgas Yonif 512/QY

    WARTAPENASATUJATIM | SurabayaKasdam V/Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H, M.Si, menyambut kedatangan personel Satgas Yonif 512/QY yang tiba di Koarmada II, Ujung, Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu (25/10/2025).

    Rombongan prajurit itu tiba usai melakukan tugas pengamanan perbatasan antara Indonesia dengan Papua Nugini.

    Acara penyambutan berlangsung secara militer, lengkap dengan penghormatan, laporan kesiapan satuan, dan sambutan dari Kasdam V/Brawijaya.

    Pada kesempatan itu, Kasdam menegaskan kehadiran Satgas di garis depan bukan hanya tugas operasional, namun juga wujud nyata kehadiran negara bagi masyarakat perbatasan.

    Keberhasilan Satgas Yonif 512/QY selama menjaga perbatasan, kata Kasdam, patut diapresiasi. Pasalnya, tak hanya sekedar menjaga perbatasan antar negara saja.

    Namun, keberadaan Satgas juga harus bisa menciptakan Kemanunggalan TNI dan rakyat. “Mereka telah berhasil menjalankan tugas dengan baik,” jelas Kasdam. (Bgn)

  • Nasional

    Jawa Timur Raih Penghargaan Terbaik I Nasional Penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan 2025

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA, 24 Oktober 2025 – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali menorehkan prestasi nasional dengan meraih Penghargaan Terbaik I Nasional dalam Penyelenggaraan Penyuluhan Kehutanan Tahun 2025.

    Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, S.Hut., kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, yang mewakili Pemprov Jatim dalam Musyawarah Nasional (Munas) Penyuluh Kehutanan 2025 di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta, pada Selasa (21/10/2025).

    Apresiasi dari Gubernur Khofifah

    Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kerja keras seluruh jajaran Dinas Kehutanan serta para penyuluh kehutanan di Jawa Timur.

    “Prestasi ini semakin memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan kehutanan sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar hutan,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat (24/10/2025).

    Khofifah menegaskan, penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan Jawa Timur dalam mengimplementasikan program penyuluhan kehutanan yang berdampak langsung pada pelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat.

    “Keberhasilan ini juga menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam menyelenggarakan penyuluhan kehutanan yang berkualitas dan berkelanjutan,” tambahnya.

    Kontribusi Ekonomi dan Data Nasional

    Menurut Gubernur Khofifah, capaian Jawa Timur diukur melalui aplikasi SIMLUH milik Kementerian Kehutanan, yang mencatat Nilai Transaksi Ekonomi (NTE) Kelompok Tani Hutan (KTH) secara nasional sebesar Rp3,015 triliun.

    Dari jumlah tersebut, KTH Jawa Timur berkontribusi sebesar Rp1,26 triliun atau sekitar 42% dari total NTE nasional.

    Capaian ini merepresentasikan 75% dari target NTE Provinsi Jawa Timur yang ditetapkan sebesar Rp1,59 triliun, menempatkan Jatim di posisi pertama nasional.

    Kekuatan SDM Penyuluh Kehutanan Jatim

    Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa saat ini Pemprov Jawa Timur memiliki 256 tenaga penyuluh kehutanan, yang terdiri dari:

    212 orang PNS dan CPNS, serta 44 orang PPPK, yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

    Selain itu, Dinas Kehutanan Jatim juga membina 564 Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM) yang turut berperan dalam kegiatan penyuluhan di lapangan.

    “Kolaborasi para penyuluh pemerintah dan masyarakat inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar hutan,” tutur Khofifah.

    Harapan untuk Peningkatan SDM dan Inovasi

    Khofifah berharap Munas Penyuluhan Kehutanan 2025, yang mengusung tema “Transformasi Penyuluhan Kehutanan dalam Penguatan Ekonomi Masyarakat untuk Mendukung Pembangunan Kehutanan”, dapat menghasilkan rekomendasi strategis dalam peningkatan kapasitas SDM penyuluh kehutanan di seluruh Indonesia.

    “Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi agar penyelenggaraan penyuluhan kehutanan semakin berdampak pada kelestarian hutan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

    10 Provinsi Penerima Penghargaan

    Selain Jawa Timur sebagai Terbaik I Nasional, penghargaan juga diberikan kepada sembilan provinsi lainnya:
    2️⃣ Provinsi Lampung (Terbaik II)
    3️⃣ Provinsi Jawa Barat (Terbaik III)
    4️⃣ Provinsi Jawa Tengah (Terbaik IV)
    5️⃣ Provinsi Kalimantan Selatan (Terbaik V)
    6️⃣ Daerah Istimewa Yogyakarta (Terbaik VI)
    7️⃣ Provinsi Sulawesi Selatan (Terbaik VII)
    8️⃣ Provinsi Kalimantan Tengah (Terbaik VIII)
    9️⃣ Provinsi Banten (Terbaik IX)
    🔟 Provinsi Kalimantan Timur (Terbaik X). (Bgn)

  • Nasional

    Ketua Umum Persit Ny. Uli Simanjuntak Tinjau Lokasi Penemuan Fosil Gajah Purba di Nganjuk

    WARTAPENASATUJATIM | NganjukKetua Umum Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Ny. Uli Simanjuntak didampingi para pengurus pusat dan Ketua Persit KCK Koorcab Rem 081 Ny. Frieda Untoro meninjau lokasi penemuan Fosil Gajah Purba jenis Stegodon Trigonocephalus Jawa di Kawasan Hutan Tritik, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (23/10/2025). Fosil tersebut diperkirakan berusia sekitar 800.000 tahun.

    Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Selain berjarak 25 kilometer dari pusat kota Nganjuk, rombongan Ketua Umum Persit juga harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Kondisi jalan yang becek dan berlumpur menjadi tantangan tersendiri selama perjalanan.

    Setibanya di lokasi, Ny. Uli Simanjuntak berdialog dengan tim Ekskavasi dari Museum Geologi Bandung yang dibantu oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Nganjuk, serta komunitas Kota Sejuk Nganjuk.

    Kepada tim Ekskavasi, Ny. Uli menyampaikan apresiasinya atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mengungkap jejak sejarah masa lampau.

    “Terima kasih kepada bapak-bapak sekalian yang telah bekerja keras melakukan ekskavasi,” ujarnya di lokasi penemuan fosil.

    Ia juga berharap agar penelitian dan eksplorasi semacam itu dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak peninggalan purbakala yang dapat ditemukan dan dilestarikan.

    “Semoga ke depannya akan ada lagi penemuan-penemuan fosil yang lebih lengkap dan sempurna,” ujarnya.

    Sebagai informasi, penemuan fosil gajah purba di kawasan tersebut bermula dari laporan Pemerintah Kabupaten Nganjuk kepada Museum Geologi pada tahun 2023. Setahun kemudian, tim dari Museum Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM melakukan survei ke lokasi dan menemukan satu titik yang berpotensi mengandung fosil utuh.

    Namun, proses penggalian tidak langsung dilakukan saat itu. Baru pada tahun 2025, tim melakukan ekskavasi di titik tersebut dan berhasil menemukan fosil kerangka gajah purba jenis Stegodon Trigonocephalus Jawa yang relatif utuh dan terawat baik.*** (Bgn)

Wartapenasatu.com @2025