Nasional

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Internasional,  Keamanan,  Nasional,  Opini,  Pertahanan,  Politik,  SOSIAL

    Stigma Oplosan Bikin SPBU Pertamina Ditinggal Konsumen

    jakarta wartapenasatu.com

    Kuota Impor BBM SPBU Swasta Naik 110%, Tapi Tetap Habis – Pertamina Justru Kelebihan Stok

     

    Kuota impor BBM untuk SPBU swasta tahun ini sudah dinaikkan 10 persen dibanding tahun lalu. Namun, hanya dalam waktu delapan bulan sejak Agustus 2025, jatah tersebut sudah habis dipakai bahkan hingga menembus 110 persen. Permintaan tambahan diperkirakan mencapai 1,4 juta kiloliter. Kondisi ini kontras dengan Pertamina Patra Niaga yang justru masih menyimpan cadangan kuota impor mencapai 7,52 juta kiloliter.

     

    Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar. Mengapa BBM dari SPBU swasta begitu cepat ludes, sementara SPBU Pertamina justru kurang diminati? Jawaban sederhana yang muncul di lapangan adalah soal kepercayaan konsumen. Publik lebih memilih membeli BBM di SPBU swasta karena merasa lebih aman dan yakin dengan kualitas bahan bakar yang mereka dapatkan.

     

    Kasus dugaan oplosan yang pernah mencuat disebut menjadi salah satu penyebab. Meski LEMIGAS sudah menguji 75 sampel dari TBBM Plumpang hingga puluhan SPBU Jabodetabek dengan hasil sesuai spesifikasi—RON 90 berada di 90,3–90,7, RON 92 di 92,0–92,6, RON 95 di 95,3–97,2, dan RON 98 di 98,4–98,6—namun stigma oplosan terlanjur melekat di benak masyarakat. Hasil laboratorium yang bagus tidak serta-merta mampu menghapus cerita bensin oplosan yang sudah viral.

     

    Bagi konsumen, faktor psikologis jauh lebih menentukan. Sekali kepercayaan hilang, publik rela antre di SPBU swasta meski fasilitas terbatas. SPBU swasta dinilai lebih bersih, layanan lebih ramah, dan bahan bakar dianggap membuat mesin lebih awet. Sementara Pertamina masih mengandalkan regulasi untuk menjaga pasar, bukan kualitas pelayanan yang bisa langsung dirasakan konsumen.

     

    Ironinya, kuota besar yang dimiliki Pertamina justru longgar dan tidak terpakai karena permintaan tipis. Sebaliknya, kompetitor dengan kuota terbatas justru kewalahan melayani lonjakan konsumen. Kondisi ini memperlihatkan adanya masalah serius dalam strategi Pertamina untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.

     

    Pakar menilai, introspeksi seharusnya menjadi kunci. Pertamina perlu membuka data mutu secara transparan, menempelkan QR COA di dispenser SPBU, mengawasi distribusi hilir hingga ke tangki, serta memperbaiki layanan konsumen. Masyarakat tidak butuh teori panjang, mereka hanya ingin mengisi bensin tanpa rasa khawatir.

     

    Jika solusi yang ditempuh hanya sebatas membatasi kuota impor SPBU swasta, hal itu ibarat menutup cermin agar tidak melihat wajah sendiri. Pada akhirnya, publik yang dirugikan karena pilihan semakin sempit. Pertamina perlu mengembalikan kepercayaan pasar bila tidak ingin terus ditinggalkan konsumen, karena dalam bisnis energi, kepercayaan jauh lebih mahal daripada sekadar kuota.

    “Nok Srie”Melaporkan ­

  • Nasional

    Momentum Hari Pelanggan Nasional, PLN Icon Plus dan PLN UP3 Jember Perkuat Sinergi Bersama IMASCO

    WARTAPENASATUJATIM | Jember, 11 September 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan, PLN Icon Plus bersama PLN UP3 Jember menjalin kolaborasi strategis Pemasaran Bersama (SARMA) dengan PT Semen Imasco Asiatic (IMASCO) yang berlangsung di Jember pada (11/09). Kegiatan ini menjadi wujud sinergi nyata antara penyedia layanan energi dengan pelaku industri, yang berfokus pada keandalan pasokan listrik serta penguatan ekosistem layanan pelanggan.

    Acara tersebut dihadiri langsung oleh Manajer PLN UP3 Jember, Sendy Rudianto, beserta tim, kemudian dari PLN Icon Plus diwakili oleh jajaran Kantor Perwakilan Jember, serta pihak PT IMASCO yang dihadiri oleh General Manager Mr. Lou bersama jajarannya. Pertemuan ini menekankan komitmen bersama untuk menjaga keberlangsungan industri vital yang membutuhkan pasokan listrik stabil dan layanan responsif.

    General Manager PT IMASCO, Mr. Lou, menyampaikan apresiasi atas kualitas layanan yang diberikan PLN. “PLN adalah mitra utama kami yang selalu andal 24 jam,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa keberlangsungan produksi pabrik sangat ditentukan oleh kontinuitas energi listrik. “Setiap detik adalah nyawa bagi kami,” ungkapnya.

    Menanggapi hal tersebut, Manajer PLN UP3 Jember, Sendy Rudianto, menekankan pentingnya transformasi PLN sebagai mitra strategis industri.

    “Sinergi ini bukti nyata bahwa kami bukan hanya penyedia listrik. Kami adalah konsultan energi yang proaktif bagi pelanggan,” jelasnya.

    Ia menambahkan bahwa kepercayaan pelanggan seperti IMASCO menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi layanan.

    “Kami ingin memastikan setiap pelanggan, terutama sektor industri, mendapat solusi energi dan pelayanan terbaik,” lanjutnya.

    Sejalan dengan itu, General Manager PLN Icon Plus SBU Regional Jawa Bagian Timur, Rizky Ardiana Bayuwerty, menuturkan bahwa kolaborasi ini memperlihatkan arah baru dalam penguatan layanan.

    “PLN Icon Plus berkomitmen menghadirkan solusi digital dan infrastruktur telekomunikasi yang terintegrasi bagi sektor industri. Sinergi bersama PLN UP3 Jember dan IMASCO adalah langkah nyata dalam memastikan kebutuhan pelanggan industri dapat terlayani dengan lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan,” jelasnya.

    Kolaborasi ini menjadi bukti konkret peran PLN dan PLN Icon Plus dalam mendukung keberlangsungan industri vital, khususnya di wilayah Jawa Timur. Dengan penguatan layanan yang berorientasi pada kebutuhan pelanggan, diharapkan sinergi ini dapat menjadi model kemitraan yang memperkuat daya saing industri sekaligus menjaga keandalan pasokan energi di masa depan.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Nasional

    Lahan di Desa Kebonsari dan Gondosari Pacitan yang menunggu Bantuan Pengairan

    Warta Pena Satu Jawa Timur- Masyarakat Desa Kebonsari dan Gondosari, Kecamatan Punung, Kabupaten Pacitan, menggantungkan hidup sepenuhnya pada pertanian. Sayangnya, kondisi geografis desa ini yang berada di daerah pegunungan kering membuat mereka hanya bisa mengandalkan tadah hujan. Ketergantungan ini menciptakan ketidakpastian besar. Saat musim kemarau tiba, tanah retak dan tanaman layu, yang berdampak langsung pada hasil panen yang menurun drastis. Akibatnya, penghasilan para petani tak menentu, seringkali tak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, apalagi untuk meningkatkan taraf hidup atau menabung untuk masa depan.

    ​Di tengah kesulitan ini, muncul harapan dari Organisasi Masyarakat (Ormas) bernama Gerakan Emansipasi Perubahan (GEP). Mereka menyadari bahwa pembangunan irigasi adalah kunci untuk mengatasi masalah ini. Dengan inisiatif tersebut, GEP melakukan survei mendalam dan mengkalkulasi kebutuhan dana secara rinci. Mereka kemudian menyusun proposal pembangunan irigasi yang komprehensif, bahkan sampai meminta rekomendasi dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) dan Kementerian Pertanian (Kementan). Proposal tersebut lalu diajukan kepada berbagai program Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN. Namun, hingga kini, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

    ​Pembangunan irigasi yang diusulkan oleh GEP sejatinya bukan hanya untuk mengairi sawah. Lebih dari itu, sistem pengairan ini juga dirancang untuk menjadi sumber air bersih bagi masyarakat saat musim kemarau. Di musim kering, air menjadi komoditas langka. Warga harus berjalan jauh atau membeli air dengan harga mahal untuk kebutuhan sehari-hari seperti minum, memasak, dan mandi. Oleh karena itu, irigasi ini diharapkan dapat menjadi solusi ganda yang mengatasi masalah ketahanan pangan dan krisis air bersih secara bersamaan.


    ​Kondisi ekonomi yang sulit dan ketidakpastian ini memicu pergeseran sosial yang signifikan di Desa Kebonsari. Banyak anak muda memilih untuk merantau, mencari pekerjaan di luar daerah, baik di kota-kota besar maupun di luar negeri. Mereka melihat masa depan yang lebih stabil di sektor lain, di luar pertanian yang penuh tantangan. Fenomena ini menyebabkan desa kehilangan banyak tenaga produktif. Hanya tersisa orang-orang tua dan anak-anak, sementara keahlian dan semangat untuk mengelola lahan pertanian kian berkurang.

    ​Meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, semangat untuk bangkit tidak pernah padam di hati warga Kebonsari. Mereka terus berjuang, berharap suatu saat nanti proposal GEP dapat diterima atau ada pihak lain yang bersedia membantu. Kisah Desa Kebonsari adalah cerminan dari banyak desa di Indonesia yang menghadapi keterbatasan alam dan ekonomi. Ini adalah seruan bagi kita semua untuk melihat lebih dekat bagaimana inisiatif akar rumput dapat didukung untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

  • Daerah,  Nasional,  SOSIAL

    Partai Amanat Demokrasi Indonesia ( PADI ) sosialisasi di Kp.Ranca Iyuh Kec.Panongan

    TANGERANG, September – Partai PADI menggelar acara sosialisasi sekaligus pembagian sembako di Kampung Ranca Iyuh, Desa Ranca Sadang, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, pada hari Sabtu (20/09/2025). Acara ini bertujuan untuk mendekatkan diri dengan masyarakat serta membantu meringankan beban ekonomi warga di tengah situasi yang penuh tantangan ini.

    Acara yang dimulai pukul 10:00 WIB ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari Partai PADI, termasuk Ketua DPW Banten, A. Basir Karomi, S.Pd.I., Ketua DPD, A. Suja’i, serta Ketua PAC Panongan, Endang. Kehadiran para pemimpin partai ini menunjukkan komitmen kuat PADI dalam memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat di tingkat akar rumput.

    Dalam sambutannya, A. Basir Karomi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan Partai PADI untuk terus hadir di tengah masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa Partai PADI tidak hanya hadir saat kampanye, tetapi juga hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, terutama saat-saat sulit seperti sekarang ini,” ujarnya.

    Selain sosialisasi mengenai program-program partai, acara ini juga diisi dengan pembagian sembako. Warga Kampung Ranca Iyuh tampak antusias dan menyambut baik kegiatan ini.

    Ketua DPD , A. Suja’i, menambahkan mudah-mudahan kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan di berbagai wilayah lainnya di Kabupaten Tangerang. “Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat. Kami juga akan terus berupaya untuk memperjuangkan kebijakan-kebijakan yang pro rakyat,” katanya.

    Acara ini berjalan dengan lancar dan sukses, diakhiri dengan sesi foto bersama antara pengurus partai dan warga setempat. Partai PADI berharap kegiatan ini dapat mempererat tali silaturahmi antara partai dan masyarakat, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga Kampung Ranca Iyuh dan sekitarnya.

  • Alutsista,  hukum,  Militer,  Nasional,  Pendidikan,  Pertahanan,  Politik,  SOSIAL

    TNI Fair 2025: Manifestasi Kapabilitas Pertahanan dan Edukasi Kebangsaan

    TNI Fair 2025: Manifestasi Kapabilitas Pertahanan dan Edukasi Kebangsaan

    Jakarta, wartapenasatu. Com, TNI Fair 2025, yang diselenggarakan di kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Sabtu, 20 September 2025, telah mengukuhkan posisinya sebagai forum strategis untuk mendiseminasikan informasi mengenai kapabilitas dan inovasi teknologi pertahanan dari ketiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI): Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara. Lebih dari sekadar pameran alutsista canggih, acara ini berfungsi sebagai platform multifaset yang merefleksikan komitmen TNI terhadap kedaulatan negara dan semangat Bela Negara.

    Penyelenggaraan acara ini secara fundamental bertujuan untuk meningkatkan literasi publik mengenai esensi pertahanan negara dan peran vital TNI dalam menjaga integritas teritorial serta stabilitas nasional. Melalui demonstrasi dan pameran sistem persenjataan modern, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengobservasi secara langsung kapasitas operasional TNI, sehingga dapat membentuk pemahaman yang lebih komprehensif tentang kompleksitas dan urgensi sektor pertahanan dalam lanskap geopolitik kontemporer.

    Selain itu, TNI Fair 2025 juga berperan krusial dalam memperkuat kemanunggalan TNI-Rakyat, sebuah doktrin fundamental dalam strategi pertahanan semesta Indonesia. Interaksi langsung antara prajurit TNI dan masyarakat sipil di ajang ini memfasilitasi dialog, memecah sekat-sekat persepsi, dan membangun jembatan kepercayaan. Fenomena ini esensial untuk menumbuhkan rasa kepemilikan kolektif terhadap institusi pertahanan dan memastikan dukungan publik yang berkelanjutan terhadap agenda keamanan nasional.

    Dari perspektif teknologis, pameran ini menyoroti kemajuan signifikan dalam modernisasi alutsista TNI. Berbagai sistem pertahanan terbaru, mulai dari kendaraan tempur darat, kapal perang, hingga pesawat udara dan sistem radar, ditampilkan untuk menunjukkan adaptasi TNI terhadap dinamika ancaman global dan regional. Hal ini menggarisbawahi imperatif modernisasi sebagai prasyaratan untuk menjaga keunggulan komparatif dan responsif terhadap tantangan keamanan yang semakin kompleks dan asimetris.

    Secara konseptual, TNI Fair 2025 merupakan manifestasi konkret dari semangat Bela Negara yang dianut oleh setiap elemen TNI. Acara ini secara eksplisit mengkomunikasikan komitmen teguh TNI dalam mempertahankan kedaulatan dan stabilitas negara, sekaligus menginspirasi kesadaran kolektif di kalangan masyarakat tentang tanggung jawab konstitusional untuk turut serta dalam upaya pertahanan nasional, bukan hanya dalam konteks militeristik, tetapi juga melalui kontribusi sipil.

    Lebih jauh, pameran ini juga berfungsi sebagai sarana diplomasi pertahanan internal, di mana TNI dapat mengkomunikasikan capaian dan visinya kepada pemangku kepentingan domestik, termasuk pemerintah, industri pertahanan, dan akademisi. Diskusi dan pertukaran informasi yang terjadi di ajang ini berpotensi memicu inovasi, kolaborasi riset, dan pengembangan kebijakan yang lebih adaptif untuk memperkuat ekosistem pertahanan nasional secara holistik.

    Dengan demikian, TNI Fair 2025 melampaui fungsi pameran konvensional; ia bertransformasi menjadi sebuah forum edukasi strategis, penguatan hubungan sipil-militer, dan diseminasi kapabilitas pertahanan yang progresif. Keberhasilannya tidak hanya diukur dari jumlah pengunjung, melainkan dari sejauh mana acara ini mampu menumbuhkan kesadaran kolektif, memperkuat identitas nasional, dan memposisikan TNI sebagai pilar utama dalam menjaga eksistensi dan kemajuan bangsa di tengah arus globalisasi.

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Internasional,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Sonny Lenden dan GERASI Mantapkan Komitmen Menuju Indonesia Emas

    Jakarta wartapenasatu.com

    Gerakan Simpatisan Prabowo Gibran Hadiri Apel Kemenangan

     

    Gerakan Simpatisan Prabowo Gibran (GERASI) yang dipimpin oleh Sonny Lenden turut hadir dalam Apel Kemenangan Prabowo yang digelar dengan penuh semangat dan kebersamaan. Kehadiran GERASI menjadi bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menuju cita-cita Indonesia Emas.

     

    Dalam apel tersebut, Sonny Lenden menegaskan bahwa GERASI akan terus berada di garda depan untuk mengawal setiap langkah kepemimpinan Prabowo-Gibran. Ia menyampaikan bahwa semangat perjuangan dan solidaritas dari seluruh simpatisan menjadi energi penting dalam menggapai visi besar bangsa Indonesia.

     

    Menurut Sonny, dukungan yang diberikan GERASI bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah komitmen jangka panjang. GERASI bertekad untuk berkontribusi nyata dalam mendukung program-program pemerintah, khususnya dalam membangun generasi emas Indonesia yang maju, sejahtera, dan berdaya saing tinggi.

     

    Apel Kemenangan Prabowo ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi relawan, hingga perwakilan generasi muda. Suasana apel dipenuhi semangat nasionalisme dan rasa persatuan, mencerminkan harapan besar rakyat terhadap arah kepemimpinan baru.

     

    Sonny Lenden juga mengajak seluruh simpatisan dan relawan untuk menjaga kekompakan serta terus bekerja sama dalam mengawal pembangunan bangsa. Ia menekankan pentingnya gotong royong dan kerja nyata agar cita-cita Indonesia Emas bukan hanya slogan, tetapi dapat benar-benar terwujud.

     

    GERASI percaya bahwa kepemimpinan Prabowo-Gibran adalah jawaban atas tantangan zaman. Dengan kombinasi pengalaman, ketegasan, serta semangat muda, pasangan ini diyakini mampu membawa Indonesia menuju era kejayaan baru.

     

    Apel Kemenangan yang dihadiri GERASI ini bukan hanya menjadi ajang konsolidasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat perjuangan bersama. GERASI berkomitmen akan terus mendukung penuh Prabowo dan Gibran dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

    “Nok Srie”Melaporkan

  • Nasional

    Menhan RI Tinjau Yonif TP 837/Kesatria Trunojoyo di Bangkalan

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Dr. Sjafrie Sjamsoeddin, M.B.A., melakukan kunjungan kerja ke Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 837/Kesatria Trunojoyo di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jumat (19/9/25). Kunjungan tersebut diikuti sekitar 200 peserta.

    Dalam sambutannya, Menhan RI menegaskan bahwa pembentukan Batalyon Pertanian di setiap kabupaten merupakan program strategis Presiden RI guna mempercepat swasembada pangan nasional. Meski fokus pada pertanian, Sjafrie menekankan agar batalyon tetap menjaga jati diri sebagai satuan infanteri dengan mempertahankan kemampuan taktis serta latihan tempur.

    Ia juga berpesan agar setiap batalyon memiliki lahan produksi untuk mendukung kebutuhan logistik satuan, dan apabila terdapat hasil berlebih dapat disalurkan kepada masyarakat. Kehadiran batalyon, lanjutnya, tidak hanya untuk pertahanan tetapi juga memberi rasa aman dan manfaat langsung bagi warga sekitar.

    Sementara itu, Dandim 0829/Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd., menyampaikan bahwa kunjungan Menhan RI menjadi dorongan semangat bagi prajurit di wilayah Bangkalan.

    “Kami siap mendukung penuh program Batalyon Pertanian ini demi kepentingan bangsa, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Madura,” ujarnya. Kunjungan diakhiri dengan peninjauan pembangunan Mako Yonif TP 837/KT dan berjalan aman serta lancar.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Nasional

    Danrem 084/Bhaskara Jaya Sambut Kunjungan Kerja Menhan RIT

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAMenteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoedin, melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur pada Jumat, 19 September 2025. Kedatangan Menhan beserta rombongan disambut langsung oleh Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Danny Alkadrie, di Bandara Internasional Juanda.

    Brigjen TNI Danny Alkadrie menegaskan bahwa agenda kunjungan kerja Menteri Pertahanan kali ini berfokus pada peninjauan kesiapan satuan tempur TNI.

    “Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda strategis Kementerian Pertahanan dalam memastikan kesiapan operasional satuan tempur TNI,” ujar Brigjen TNI Danny Alkadrie.

    Salah satu lokasi yang ditinjau adalah kesiapan satuan tempur Yonif TP yang berada di Bangkalan, Madura. Selain itu, Menhan juga dijadwalkan mengunjungi PT Jangkar, sebuah perusahaan yang dipercaya sebagai salah satu penyedia logistik utama ransum bagi personel TNI. PT Jangkar Nusantara Megah berlokasi di Jalan Semeru II No. 6, Bambe, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

    Pada kesempatan kunjungan ke PT Jangkar, Menteri Pertahanan secara simbolis melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan Masjid Baithur Rohman Yusuf. Brigjen TNI Danny Alkadrie menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menunjukkan perhatian Kementerian Pertahanan terhadap kesiapan pasukan, tetapi juga mempertegas komitmen dalam membina sinergi antara TNI dan industri swasta dalam mendukung pertahanan nasional.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Nasional

    Pangdam V/Brawijaya Dampingi Kunjungan Kerja Menhan RI ke PT Jangkar Surabaya

    WARTAPENASATUJATIM | SurabayaPangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, mendampingi kunjungan kerja yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin di PT Jangkar Nusantara Megah pada Jumat (19/09/2025).

    Kunjungan itu merupakan bagian dari agenda Menhan RI dalam memperkuat kerjasama antara Kementerian Pertahanan dengan industri pertahanan dalam negeri, khususnya sektor logistik dan maritim.

    PT Jangkar diketahui bergerak di bidang logistik pertahanan yang memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan nasional.

    Setibanya di lokasi, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin langsung meninjau fasilitas produksi dan berdialog dengan jajaran direksi serta teknisi perusahaan.

    “Kita harus mandiri dalam hal industri pertahanan. PT Jangkar merupakan bukti bahwa anak bangsa mampu berkontribusi besar dalam membangun kekuatan nasional, terutama di sektor maritim,” ujar Menhan.

    Selain Pangdam, pada kesempatan kunjungan tersebut, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, turut didampingi oleh Wakil Panglima TNI, Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, serta sejumlah pejabat militer lainnya.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Internasional,  Kesehatan,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL,  Wisata

    Pemerintah Matangkan Rencana Giant Sea Wall dan Program Energi Desa di Bawah Arahan Presiden Prabowo

    Jawabarat  wartapenasatu.com

     

    Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Pertanian, Energi, dan Infrastruktur Strategis

     

    Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada hari ini memimpin rapat terbatas (ratas) bersama jajaran menteri bidang perekonomian dan sejumlah instansi terkait di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Ratas ini menjadi forum penting untuk membahas berbagai isu strategis di sektor pertanian, energi, dan infrastruktur yang memiliki dampak langsung pada masyarakat luas.

     

    Dalam rapat tersebut, sektor pertanian menjadi salah satu sorotan utama. Presiden menekankan perlunya kebijakan yang segera diambil untuk menyelesaikan berbagai persoalan terkait produksi dan distribusi ubi kayu, singkong, serta tapioka. Pemerintah daerah bersama para pelaku industri juga akan dilibatkan secara aktif, dengan tetap memperhatikan kesejahteraan petani sebagai prioritas utama.

     

    Selain pertanian, sektor energi juga mendapat perhatian serius. Pembahasan difokuskan pada mekanisme impor etanol, pengelolaan produksi tetes tebu atau molase, serta program penyediaan listrik pedesaan berbasis tenaga surya. Presiden Prabowo memerintahkan Danantara untuk segera menyiapkan prototipe listrik pedesaan yang ramah lingkungan. Prototipe tersebut akan mulai dibangun di sejumlah wilayah dengan target dapat berjalan dalam 3 hingga 5 bulan ke depan.

     

    Presiden menegaskan bahwa program penyediaan listrik pedesaan ini bukan hanya untuk meningkatkan akses energi, tetapi juga untuk mendukung pembangunan ekonomi lokal di desa-desa. Dengan adanya listrik berbasis tenaga surya, masyarakat diharapkan lebih mandiri dan memiliki peluang lebih besar dalam mengembangkan usaha produktif.

     

    Isu infrastruktur strategis juga turut dibahas, salah satunya pembangunan giant sea wall di sepanjang pesisir Pantura Jawa. Proyek raksasa ini diharapkan dapat melindungi sekitar 50 juta masyarakat dari ancaman rob dan banjir akibat perubahan iklim serta kenaikan permukaan air laut.

     

    Pembangunan giant sea wall dinilai sebagai langkah krusial dalam menjaga ketahanan wilayah pesisir dan mendukung kelangsungan ekonomi masyarakat setempat. Presiden juga menekankan pentingnya pendanaan yang terencana serta koordinasi lintas sektor untuk memastikan proyek ini berjalan efektif dan tepat sasaran.

     

    Rapat terbatas ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam mengambil langkah konkret menghadapi tantangan nasional di sektor pangan, energi, dan infrastruktur. Dengan arah kebijakan yang terukur, Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemandirian bangsa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

    “Nok Srie”Melaporkan

Wartapenasatu.com @2025