Pendidikan
Katingan Berjaya: Ulang Tahun ke-23
Katingan Berjaya: Ulang Tahun ke-23


Kalimantan Tengah, merayakan hari jadinya yang ke-23 pada Senin, 21 Juli 2025. Perayaan tersebut diwarnai dengan upacara peringatan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, dan Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan. Upacara khidmat tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Katingan, menandai tonggak sejarah penting bagi daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Penyang Hinje Simpei ini.
Kehadiran Gubernur dan Kapolda dalam upacara tersebut menandakan komitmen kuat pemerintah provinsi dan kepolisian dalam mendukung pembangunan dan keamanan di Kabupaten Katingan. Hal ini menunjukkan sinergi yang solid antara pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam menjaga stabilitas dan kemajuan daerah. Kerja sama yang erat ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi masyarakat Katingan.
Irjen Pol Iwan Kurniawan, dalam sambutannya, menekankan pentingnya sinergi antara Polri dan pemerintah daerah. Ia berharap kerja sama yang erat ini akan menghasilkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang terjaga dengan baik di wilayah hukum Polres Katingan. Dengan demikian, pembangunan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan lancar tanpa hambatan.
Gubernur H. Agustiar Sabran turut memberikan sambutan yang penuh semangat, mengucapkan selamat atas hari jadi Kabupaten Katingan. Ia menyampaikan harapannya agar Kabupaten Katingan terus berkembang dan maju, menciptakan peluang-peluang baru bagi masyarakatnya. Komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung pembangunan di Katingan diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang pro-rakyat.
Upacara peringatan hari jadi ke-23 Kabupaten Katingan tidak hanya dihadiri oleh Gubernur dan Kapolda, tetapi juga oleh Wakil Gubernur Edy Pratowo, jajaran Forkopimda Provinsi Kalteng, Bupati Katingan, dan perangkat pemerintah daerah lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap pembangunan dan kemajuan Kabupaten Katingan.
Selain upacara resmi, rangkaian perayaan hari jadi juga diisi dengan berbagai kegiatan lain yang melibatkan masyarakat. Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antar warga dan mempromosikan potensi daerah. Hal ini menunjukkan semangat kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam membangun Katingan.
Dalam sambutannya, Bupati Katingan menyampaikan capaian-capaian pembangunan yang telah diraih selama setahun terakhir. Ia juga memaparkan rencana-rencana pembangunan untuk masa mendatang, berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Visi Katingan yang maju, mandiri, dan sejahtera menjadi pedoman dalam setiap langkah pembangunan.
Kapolda Kalimantan Tengah, dalam pesan penutupnya, menyampaikan ucapan selamat dan harapannya agar Kabupaten Katingan semakin maju dan berdaya saing. Ia berharap sinergi yang baik antara Polri dan pemerintah daerah akan terus terjalin, menciptakan Kabupaten Katingan yang aman, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya.
Perayaan hari jadi ke-23 Kabupaten Katingan menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pembangunan dan menatap masa depan yang lebih cerah. Dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, Kabupaten Katingan diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya. Semoga Bumi Penyang Hinje Simpei semakin jaya dan berjaya di masa mendatang.
Polda Kalteng Ajak Masyarakat Memperhatikan Kesehatan
Buka Layanan Kesehatan di Car Free Day, Rumkit Bhayangkara Polda Kalteng Ajak Masyarakat Memperhatikan Kesehatan

Palangka Raya, Wartapenasatu.com Car Free Day atau CFD merupakan budaya dikalangan masyarakat sebagai ajang bersosialisasi dengan keluarga, teman maupun masyarakat secara umum. Car Free Day juga cocok menjadi sarana kesehatan jasmani yang bebas dari polusi udara.
Dalam hal ini, Rumah Sakit (Rumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya Polda Kalteng rutin mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui kegiatan Pelayanan Kesehatan Keliling (Yankesling) melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis, Minggu (20/7/2025) pagi.
Adapun jenis pemeriksaan kesehatan yang diberikan diantaranya pemeriksaan laboratorium sederhana seperti gula darah, kolesterol dan asam urat oleh dokter untuk pasien-pasien yang memiliki keluhan pada kesehatannya.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat III Palangka Raya AKBP dr. Anton Sudarto, M.A.R.S., M.H., mewakili Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., mengatakan, pelayanan kesehatan rutin dilaksanakan Polda Kalteng sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan layanan yang baik promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.
“Kegiatan ini menyediakan konsultasi langsung dengan dokter bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi dan saran lebih lanjut terkait kondisi kesehatannya,” ujar Karumkit.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya promosi kesehatan dan deteksi dini terhadap risiko penyakit yang sering kali tidak disadari masyakarat.
“Semakin dini diketahui, maka penanganan bisa lebih cepat dilakukan. Ini penting untuk mencegah penyakit kronis yang bisa berdampak pada kualitas hidup,” jelasnya.
Sementara itu, banyak masyarakat yang memberikan apresiasi kepada Polda Kalteng yang telah memberikan pelayanan kesehatan secara gratis kepada masyarakat.@ Herry Kalteng
Pertobatan Sejati, Hidup yang Berkualitas di Mata Tuhan
Pertobatan Sejati, Hidup yang Berkualitas di Mata Tuhan”
Ibadah Minggu tanggal 20 Juli diadakan dengan penuh sukacita dan semangat di GKDI Bekasi. Ibadah ini dibagi menjadi dua sesi, yakni ibadah khusus untuk pasangan suami istri (married ministry) yang dimulai pukul 08.00 WIB dan ibadah untuk kaum single, mahasiswa (campus), dan remaja (teens) pada pukul 10.30 WIB. Hari yang spesial ini juga dimeriahkan dengan kedatangan tamu dari jemaat Ceko, yaitu Zedanko dan Iveta beserta ketiga anak mereka, yang disambut hangat oleh seluruh jemaat.

Firman Tuhan hari itu disampaikan oleh Pdt. Guntur Simbolon dengan pengajaran yang dalam. Ibadah dibuka dengan lagu yang menyentuh hati, “Ajar Kami Tuhan Menghitung Hari-Hari Kami, Agar Kami Beroleh Hati yang Bijaksana”, yang membawa jemaat masuk dalam suasana penyembahan yang khidmat. Firman Tuhan diambil dari kitab Yehezkiel, dan berisi pesan kuat mengenai pertobatan sejati serta kewaspadaan terhadap cara kerja iblis yang licik dan penuh tipu daya.

Pdt. Guntur menyampaikan bahwa iblis akan berusaha membuat hidup kita begitu sibuk hingga kita jauh dari Tuhan, kehilangan waktu untuk disiplin rohani, dan pada akhirnya secara perlahan mulai berkompromi dengan dosa. Ia mengingatkan jemaat bahwa kita harus menjadi orang-orang yang mengerti hati Tuhan, sebagaimana nabi Yehezkiel mengingatkan bangsa Israel. Pesan dari Yehezkiel adalah teguran agar umat tidak hanya menjadi pendengar firman tetapi pelaku kebenaran yang sejati.

Beliau juga mengangkat pertanyaan penting bagi setiap jemaat dalam pelayanan married ministry, yaitu tentang kualitas pernikahan, bagaimana pola asuh terhadap anak (parenting), serta kesaksian dalam pekerjaan sehari-hari. Ia menekankan bahwa hidup rohani tidak diukur dari penampilan luar saja, melainkan dari integritas ketika kita sendirian di kamar, saat tidak ada seorang pun yang melihat. Tuhan melihat hati dan perbuatan kita, bukan sekadar aktivitas rohani di depan umum.

Pesan dari kitab Yehezkiel juga menyinggung tentang bangsa Israel yang tetap datang beribadah namun hatinya menjauh dari Tuhan. Mereka menikmati kasih Tuhan, namun tidak bertobat dan tidak menghormati Tuhan. Pdt. Guntur menegaskan bahwa Tuhan menolak ibadah yang manis di luar tapi kosong di dalam. Kita dipanggil untuk hidup dalam kekudusan, bukan sekadar terlihat rohani di gereja atau di rumah, namun benar-benar hidup takut akan Tuhan dalam keseharian

Salah satu penekanan penting dari khotbah ini adalah agar setiap pasangan suami istri memeriksa kembali kualitas hubungan mereka—apakah pernikahan mereka mencerminkan kekudusan Tuhan atau hanya sekadar rutinitas. Firman Tuhan mengingatkan bahwa kekudusan tidak bisa ditawar, dan bahwa kehidupan pernikahan, pengasuhan anak, serta pekerjaan adalah ladang nyata untuk memuliakan Tuhan.
³Setelah ibadah selesai, seluruh jemaat melanjutkan dengan waktu fellowship yang penuh kehangatan. Mereka saling berbagi tentang apa yang mereka pelajari dari firman Tuhan, memperkuat satu sama lain, dan menikmati kebersamaan dengan makan bersama. Momen ini mempererat hubungan di antara jemaat dan menciptakan suasana keluarga yang saling mendukung dalam pertumbuhan rohani. Hari Minggu itu menjadi pengingat yang kuat bahwa hidup rohani yang sejati adalah ketika hati kita sungguh-sungguh mengerti dan taat kepada kehendak Tuhan.
SINERGI LUBKITA ,KLSN DAN KPPI LUNCURKAN PROGRAM KETAHANAN PANGAN DI MAJALENGKA
Jakarta wartapenasatu.com
Kolaborasi Strategis untuk Ketahanan Pangan Nasional
PT Lumbung Artha Kita (LUBKITA) yang dipimpin oleh Ibu Indriyani Wolf bersama suami, Koperasi Lumbung Sejahtera Nasional (KLSN), dan Yayasan Lumbung Sejahtera Kita (YLSK), resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Kongres Pejuang Perempuan Indonesia (KPPI) yang diketuai oleh Ibu Sinda Sutadisastra. Kolaborasi ini menandai komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya melalui penguatan peran perempuan.
Langkah nyata dari kerja sama ini ditunjukkan melalui pelaksanaan penanaman perdana seluas 5 hektar di Desa Majasuka, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada 17 Juli 2025. Acara ini menjadi tonggak penting bagi KLSN dalam mewujudkan visi besar pertanian terpadu dan berkelanjutan yang mampu menopang kebutuhan pangan nasional.
Dalam sambutannya, Ibu Indriyani Wolf menegaskan bahwa isu ketahanan pangan tidak dapat diatasi secara individu. Dibutuhkan sinergi antara masyarakat, koperasi, organisasi perempuan, dan pemerintah. Ia menekankan pentingnya membentuk tim yang solid serta merangkul dukungan dari semua pihak agar program ini berjalan sukses dan memberikan dampak jangka panjang bagi rakyat.
Kehadiran berbagai tokoh penting dalam penanaman perdana ini, seperti Kepala Dinas Pertanian, Kapolsek, dan Danramil setempat, menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor sangat mungkin diwujudkan. Keterlibatan mereka menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung program-program strategis yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Ibu Sinda Sutadisastra, Ketua Umum KPPI, menyambut baik inisiatif ini dengan penuh semangat. Ia menilai bahwa gerakan pertanian ini sejalan dengan misi KPPI dalam meningkatkan peran perempuan sebagai pelaku utama pembangunan. Menurutnya, perempuan memiliki potensi besar dalam menjaga stabilitas pangan dan ekonomi keluarga jika diberdayakan secara tepat.
Lebih lanjut, Ibu Sinda berharap agar KLSN di bawah kepemimpinan Indriyani Wolf dan suami dapat terus menjalankan program ini secara berkelanjutan. Ia menilai bahwa kesinambungan sangat penting untuk membangun kemandirian pangan serta menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan. KPPI siap menjadi mitra strategis dalam penguatan jaringan perempuan tani di seluruh Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana sektor swasta, koperasi, dan organisasi perempuan dapat bersatu untuk menjawab tantangan bangsa. Melalui gerakan penanaman ini, diharapkan semangat gotong royong dapat kembali menjadi budaya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan keadilan sosial.
Dengan penanam perdana ini menjadi salah satu bukti gebrakan baru untuk menuju Indonesia Emas melalui pertahanan pangan melalui perempuan – perempuan hebat
“Nok Srie” Melaporkan

Harmoni Haru dan Semangat: Menyambut Generasi Baru Di SMA Negeri 11 Jakarta
Harmoni Haru dan Semangat: Menyambut Generasi Baru di SMA Negeri 11 Jakarta

SMA Negeri 11 Jakarta, Senin, 14 Juli 2025, pagi itu terasa istimewa. Halaman sekolah yang biasanya ramai dengan aktivitas siswa, kini dipenuhi suasana khidmat dan haru. Sebuah babak baru dalam perjalanan pendidikan dimulai: serah terima peserta didik baru kelas X Tahun Ajaran 2025/2026. Tepat pukul 07.30 WIB, acara resmi dibuka, dihadiri oleh kepala sekolah, Bapak/Ibu guru, komite sekolah, orang tua siswa, serta seluruh siswa baru dan lama. Suasana penuh kebersamaan dan optimisme menyambut 214 siswa baru yang akan bergabung dalam keluarga besar SMA Negeri 11 Jakarta.

Upacara bendera menjadi pembuka acara. Suara lantang “Garuda Pancasila” dan Mars SMA Negeri 11 Jakarta berkumandang, menggemakan semangat nasionalisme dan cinta tanah air di hati setiap peserta. Keteguhan sikap para siswa saat upacara menjadi bukti nyata komitmen mereka untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan selama menimba ilmu di sekolah ini. Upacara sederhana namun sarat makna ini menjadi pengingat pentingnya kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.
Momen haru pun tiba. Prosesi serah terima siswa baru secara simbolis dari orang tua kepada pihak sekolah berlangsung penuh hikmat,sebagai perwakilan orang tua dari 2 siswa dengan nilai tertinggi yaitu Ibu Mariana Silaban (orang tua Jerusalem Kinder Prudenson Siregar) dan Ibu Siti Rohma (orang tua Olivia Jahrah), mewakili para orang tua, menyerahkan putra-putri mereka kepada Kepala Sekolah, Ibu Dra. Penina Sinambela. Air mata haru bercampur bangga terlihat jelas di wajah para orang tua, menyaksikan buah hati mereka melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Tepuk tangan meriah mengiringi penandatanganan dokumen serah terima, menandai dimulainya perjalanan baru bagi para siswa.

Suasana penuh kehangatan dan semangat membalut seluruh rangkaian acara. Para siswa baru tampak antusias dan bersemangat, siap untuk memulai petualangan belajar mereka di SMA Negeri 11 Jakarta. Mereka disambut dengan hangat oleh kakak kelas dan guru-guru, menciptakan ikatan kekeluargaan yang erat sejak awal. Nyanyian bersama semakin memperkuat rasa kebersamaan dan optimisme dalam menyambut tahun ajaran baru.

Sambutan dari Ketua Komite Sekolah, Bapak Amin, memberikan pesan berharga bagi para siswa. Beliau menekankan pentingnya menjaga kesehatan, istirahat yang cukup, dan membangun solidaritas antarsiswa. Pesan tersebut menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam menjalani kehidupan sekolah yang seimbang dan bertanggung jawab, mengingatkan mereka akan pentingnya keseimbangan antara belajar dan menjaga kesehatan fisik dan mental.
Pengenalan lingkungan sekolah dan perkenalan guru-guru wali kelas serta guru mata pelajaran menjadi rangkaian acara selanjutnya. Satu per satu guru diperkenalkan, disambut dengan antusiasme dan tepuk tangan meriah dari para siswa. Wajah-wajah sumringah mencerminkan harapan dan semangat untuk belajar dan berkembang di bawah bimbingan para pendidik yang berpengalaman. Momen ini memperkuat ikatan antara siswa dan guru, membangun fondasi yang kuat untuk proses pembelajaran yang efektif.
Dengan berakhirnya acara, 214 siswa baru kelas X resmi diterima sebagai bagian dari keluarga besar SMA Negeri 11 Jakarta. Serah terima ini bukan hanya sekadar proses administrasi, tetapi juga penanaman nilai-nilai penting: kedisiplinan, semangat kebangsaan, dan rasa kekeluargaan. Semoga tahun ajaran 2025/2026 ini menjadi awal yang gemilang, penuh prestasi, dan kenangan indah bagi seluruh siswa dan civitas akademika SMA Negeri 11 Jakarta. Selamat datang, generasi penerus!
Ibadah GKDI Bekasi: Ketika Hati Menyatu dalam Pelayanan dan Iman
Ibadah GKDI Bekasi: Ketika Hati Menyatu dalam Pelayanan dan Iman
Minggu, 13 Juli 2025, menjadi hari yang istimewa bagi Gereja Kristus di Indonesia (GKDI) Bekasi. Di Mega Office Park (MOP), sebuah ibadah yang hikmat dan penuh semangat menyatukan hati jemaat dalam pelayanan dan iman. Sejak pagi pukul 6: 30 para pelayan telah hadir, mempersiapkan segala sesuatu dengan baik, dari urusan teknis hingga kebutuhan rohani, demi kelancaran ibadah yang akan di mulai tepat jam 8:00

Sebelum ibadah , Seluruh pelayan berkumpul dalam doa pagi, memohon berkat dan penyertaan Tuhan. Siraman rohani singkat dari pemimpin pelayanan menjadi bekal berharga, menyelaraskan hati dan memfokuskan diri pada pelayanan yang tulus. Dengan hati yang tertuju pada Tuhan, mereka memulai tugas masing-masing, melayani dengan sukacita dan kerendahan hati. Di pintu masuk, para usher menyambut setiap jemaat dengan senyum hangat, menciptakan suasana yang ramah dan penuh kasih.
dibuka dengan doa dan pujian penyembahan yang membangkitkan semangat. Hati setiap jemaat terangkat, merasakan kehadiran Tuhan yang memenuhi ruangan. Firman Tuhan yang disampaikan oleh Pendeta Enrico Sitompul menjadi pusat perhatian. Dengan tema “Nabi yang Tertukar”, yang diambil dari Yehezkiel 2:3-7, Pendeta Enrico mengajak jemaat untuk merenungkan panggilan Tuhan dalam hidup mereka.

Dalam khotbahnya, Pendeta Enrico menekankan pentingnya menginjil sebagai wujud nyata dari perubahan hidup yang diubahkan oleh Firman Tuhan. Ia mengajak setiap jemaat untuk menjadi penjaga iman, memiliki hati yang baru dalam menjalankan tugas penginjilan. Pesan ini diterima dengan penuh antusias oleh jemaat, yang merasakan dorongan kuat untuk hidup lebih berdampak dan semakin dekat dengan Tuhan.

Kehadiran komunitas Wanita Allah dari pusat, yang dipimpin oleh Tante Riri, menambah keistimewaan ibadah kali ini. Kesaksian Tante Riri, seorang wanita yang telah berumur namun tetap setia dan semangat dalam melayani Tuhan, menyentuh hati banyak orang. Oma Beril, dengan suara merdunya, mempersembahkan lagu pujian “Seperti Wanita Menurapi-Mu”, menggambarkan kerinduan untuk terus dipakai oleh Tuhan.

Usai ibadah, suasana kehangatan dan kasih memenuhi ruangan. Jemaat saling bersalaman, berfellowship, dan berbagi pengalaman rohani. Mereka membentuk kelompok-kelompok kecil, saling mendoakan, menguatkan, dan mendiskusikan bagaimana menerapkan Firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa jemaat bahkan menikmati waktu makan bersama, mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan.
Momen yang paling berkesan adalah ketika jemaat berbagi iman dan pengalaman hidup kepada jemaat baru. Ini menjadi wadah yang memperkaya kehidupan rohani, memperkuat relasi antarsesama, dan menunjukkan nilai-nilai kehidupan dalam Kristus. Ibadah ini bukan hanya tentang mendengarkan Firman, tetapi juga tentang membangun komunitas rohani yang saling melayani dan menghidupi kasih Tuhan. Semangat melayani dan kesatuan iman benar-benar mewarnai ibadah GKDI Bekasi pada hari itu, meninggalkan kesan mendalam di hati setiap jemaat.
Mulai Langkah Baru : PRA-MPLS Sukses Membangun Semangat Generasi Muda SMA Negeri 11 Jakarta
Mulai Langkah Baru: Pra-MPLS SMA Negeri 11 Jakarta Sukses Membangun Semangat Generasi Muda

SMA Negeri 11 Jakarta mengawali tahun ajaran baru dengan penuh semangat dan optimisme. Pada tanggal 12 Juli 2025, sekolah menyelenggarakan Pra-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (Pra-MPLS) bagi seluruh siswa baru kelas X. Kegiatan yang berlangsung selama dua jam di halaman sekolah ini menjadi momen berharga bagi para siswa untuk mengenal lingkungan sekolah baru mereka serta membangun ikatan awal dengan teman sebaya dan guru.
Suasana penuh antusiasme terpancar dari para siswa baru yang mengenakan seragam SMP masing-masing. Kehadiran Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Bapak Heru, dan Kepala Sekolah, Ibu Dra. Penina Senambela, semakin menambah hikmat dan makna acara ini. Para orang tua pun turut hadir, memberikan dukungan penuh kepada putra-putri mereka di awal perjalanan pendidikan di SMA Negeri 11 Jakarta. Mereka menunggu dengan sabar di ruang tunggu sambil mendengarkan sambutan dari Bapak Heru.

Dalam sambutannya,yang bertema “Ramah” Bapak Heru menyampaikan pesan-pesan penting yang membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai positif. Beliau menekankan pentingnya menghindari perilaku negatif seperti bullying dan merokok, serta mengingatkan para siswa tentang peraturan sekolah, termasuk larangan membawa sepeda motor bagi mereka yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Lebih jauh, beliau juga menyampaikan pentingnya disiplin dan semangat belajar tinggi sebagai kunci utama untuk meraih cita-cita dan kesuksesan di masa depan
Tidak hanya siswa, orang tua pun menunjukkan partisipasi aktif. Banyak di antara mereka yang mendatangi ruang administrasi untuk menanyakan kelengkapan seragam dan membeli perlengkapan sekolah. Antrian yang sabar dan tertib menunjukkan komitmen dan dukungan penuh orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka. Hal ini menjadi bukti nyata sinergi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk generasi muda yang berkualitas.

- Selain itu, sekolah juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan berbagai pilihan ekstrakurikuler yang dapat diikuti siswa baru. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka di luar kegiatan akademik. Dengan beragam pilihan ekstrakurikuler, SMA Negeri 11 Jakarta berkomitmen untuk memfasilitasi pengembangan diri siswa secara holistik.Keberhasilan Pra-MPLS ini juga tidak lepas dari peran aktif para anggota OSIS. Mereka dengan ramah dan tertib menyambut dan membimbing para siswa baru, menciptakan suasana yang kondusif dan menyenangkan. Dedikasi dan semangat mereka menjadi contoh teladan bagi siswa baru dalam membangun lingkungan sekolah yang positif dan produktif.Secara keseluruhan, Pra-MPLS SMA Negeri 11 Jakarta tahun 2025 menjadi awal yang positif dan menjanjikan bagi para siswa baru dan orang tua mereka. Kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai penting, membangun semangat belajar, dan menciptakan ikatan awal yang kuat antara siswa, guru, dan orang tua. Semoga semangat dan optimisme ini terus terjaga
Langkah Nyata Perdamaian di Papua
Langkah Nyata Perdamaian di Papuahttp://Langkah Nyata Perdamaian di Papua


Empat mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dari Kodap III Sinak telah mengambil langkah berani menuju perdamaian. Pada Rabu (9/7/2025), di halaman Kantor Koramil 1717-02/Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Yopi Tabuni, Erenus Tabuni, Kilistus Murib, dan Endan Tabuni, secara resmi menyatakan kesetiaan mereka kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Momen bersejarah ini menandai sebuah babak baru dalam upaya membangun perdamaian di Tanah Papua.

Ikrar kesetiaan tersebut dibacakan dan ditandatangani di hadapan para pejabat TNI dan masyarakat setempat. Aksi simbolis penghormatan terhadap Bendera Merah Putih semakin mengukuhkan komitmen mereka untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. Keempat mantan anggota OPM tersebut kini siap berkontribusi dalam pembangunan dan kemajuan Papua.
Keberhasilan ini merupakan buah dari pendekatan humanis yang selama ini diterapkan oleh TNI. Bukan hanya menjalankan tugas pertahanan, TNI juga aktif membangun hubungan baik dan kepercayaan dengan masyarakat Papua. Strategi ini terbukti efektif dalam merangkul mereka yang terjerat dalam konflik dan ingin kembali ke jalan yang benar. Pendekatan yang mengedepankan dialog, empati, dan pemahaman budaya lokal menjadi kunci keberhasilan ini.
Kapuspen TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan komitmen TNI dalam proses rekonsiliasi. TNI, menurutnya, selalu menjunjung tinggi prinsip legalitas, kehati-hatian, dan perlindungan warga sipil. Pintu rekonsiliasi selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali ke NKRI. Hal ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada upaya membangun perdamaian yang berkelanjutan.
Keputusan keempat mantan anggota OPM ini menjadi contoh nyata bagi yang lain. Mereka telah memilih jalan damai dan bersedia berkontribusi untuk membangun masa depan Papua yang lebih baik. TNI pun menyambut mereka dengan tangan terbuka dan siap mendukung penuh proses reintegrasi mereka ke dalam masyarakat. Dukungan ini meliputi pelatihan vokasi, pembinaan mental, dan bantuan sosial ekonomi agar mereka dapat hidup normal kembali.
Langkah ini menunjukkan bahwa perdamaian di Papua dapat dicapai melalui pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Kerja sama antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perdamaian. Program-program pembangunan yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat juga menjadi kunci untuk mencegah terjadinya konflik di masa depan.
Keberhasilan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pendekatan keamanan semata tidak cukup untuk menyelesaikan konflik di Papua. Dibutuhkan pendekatan yang lebih holistik yang mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Dengan demikian, pembangunan di Papua tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Keempat mantan anggota OPM ini kini telah menjadi bagian dari solusi, bukan lagi bagian dari masalah. Mereka menjadi contoh inspiratif bagi generasi muda Papua untuk memilih jalan damai dan membangun masa depan yang lebih cerah. Kisah mereka menjadi bukti bahwa perdamaian adalah proses yang berkelanjutan dan membutuhkan komitmen dari semua pihak.
Melalui peristiwa ini, harapan untuk perdamaian di Papua semakin besar. Komitmen TNI yang nyata dan pendekatan humanis yang diterapkan menjadi contoh bagi upaya perdamaian di berbagai wilayah konflik lainnya. Semoga langkah nyata ini dapat menginspirasi dan mendorong terciptanya perdamaian yang lestari di Tanah Papua., by: Eny. K
Fly Over Cawang & Cililitan: Keindahan Ternodai Kumuh dan Kriminalitas
Fly Over Cawang & Cililitan: Keindahan Ternodai Kumuh dan Kriminalitas

Jakarta 10 Juli 2025 – Pembangunan fly over Cawang & Cililitan bertujuan untuk memperlancar akses lalu lintas antara Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Namun, di balik kemudahan akses yang diberikan, muncul permasalahan baru yang meresahkan warga sekitar. Lingkungan di sekitar fly over kini kumuh dan rawan banjir, menjadi sarang berbagai aksi kriminalitas.

Kondisi kumuh tersebut diduga akibat rawannya wilayah tersebut terhadap banjir. Genangan air yang sering terjadi menyebabkan sampah menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Selain itu, putusnya jembatan penghubung sebelum pembangunan fly over juga ikut andil dalam memperparah kondisi lingkungan.

Akses menuju fly over yang kurang diperhatikan pemerintah juga menjadi masalah. Warga setempat yang ingin menuju Jakarta Selatan awalnya masih bisa melewati jembatan khusus pejalan kaki. Namun, jembatan tersebut kini telah ditutup, memaksa warga mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan berbahaya.

Penutupan jembatan tersebut, ditambah dengan minimnya pengawasan, membuat wilayah di sekitar fly over menjadi tempat favorit bagi para pelaku kriminalitas. Aksi tawuran, mabuk-mabukan, dan nongkrong hingga larut malam kerap terjadi, membuat warga merasa resah dan tidak aman.
Dodi, salah satu warga sekitar, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kumuhnya lingkungan dan maraknya kriminalitas telah membuat warga merasa terganggu. Kehidupan mereka terdampak buruk oleh kondisi yang tidak terawat ini.
Warga berharap pemerintah dapat segera turun tangan mengatasi permasalahan ini. Sinergi antara pemerintah dan warga setempat sangat diperlukan untuk menata kembali lingkungan di sekitar fly over. Harapannya, wilayah tersebut dapat disulap menjadi taman yang indah dan asri, sekaligus mengurangi angka kriminalitas.
Pembangunan infrastruktur memang penting, namun kesejahteraan dan keamanan warga juga tak boleh diabaikan. Pemerintah perlu memperhatikan dampak sosial dari pembangunan infrastruktur agar tidak menimbulkan masalah baru bagi masyarakat. Semoga pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi permasalahan di sekitar fly over Cawang & Cililitan.
Pahlawan Perdamaian Pulang
Pahlawan Perdamaian Pulang

Jakarta, waratapenasatu.com, Sebanyak 173 prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam Satgas Kompi Zeni (Kizi) Kontingen Garuda XX-U/MONUSCO 2024 telah kembali ke Tanah Air. Setelah satu tahun menjalankan misi perdamaian di luar negeri, mereka disambut dengan upacara militer yang khidmat di Lapangan PRIMA, Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Inspektur Jenderal (Irjen) TNI Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, menandai berakhirnya tugas mulia para pahlawan bangsa ini.
Para prajurit disambut dengan penuh hormat dan bangga oleh seluruh jajaran TNI. Suasana haru dan bangga menyelimuti lapangan upacara, mencerminkan rasa syukur atas kembalinya para prajurit dengan selamat dan membawa prestasi membanggakan. Kehadiran keluarga dan kerabat menambah kehangatan suasana, menjadi penyemangat bagi para prajurit yang telah berjuang jauh dari rumah.
Dalam sambutan Panglima TNI yang dibacakan oleh Irjen TNI, disampaikan apresiasi yang tinggi atas dedikasi, disiplin, dan loyalitas yang ditunjukkan para prajurit selama bertugas. Mereka telah berhasil menyelesaikan lebih dari 45 proyek utama dan 40 pekerjaan tambahan dalam misi perdamaian di bawah naungan MONUSCO. Prestasi gemilang ini menjadi bukti nyata profesionalisme dan kemampuan TNI dalam menjalankan tugas di luar negeri.
Tidak hanya berhasil menyelesaikan proyek-proyek infrastruktur yang krusial, Satgas Kizi juga berhasil meningkatkan citra positif MONUSCO di masyarakat setempat. Melalui berbagai kegiatan sosial, mereka berhasil menurunkan sentimen anti-MONUSCO, menunjukkan bahwa TNI tidak hanya handal dalam bidang militer, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa misi perdamaian tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga pada aspek kemanusiaan dan pembangunan.
Keberhasilan Satgas Kizi dalam menjalankan misi perdamaian menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung perdamaian dunia, sejalan dengan kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Mereka telah menjadi duta perdamaian Indonesia, menunjukkan wajah Indonesia yang damai dan peduli kepada dunia internasional. Pengalaman berharga yang didapatkan selama bertugas akan menjadi bekal berharga bagi para prajurit dalam menjalankan tugas selanjutnya.
Kembalinya para prajurit ini bukan hanya menandai berakhirnya misi perdamaian, tetapi juga menjadi inspirasi bagi prajurit TNI lainnya. Semangat dan dedikasi yang mereka tunjukkan selama bertugas akan terus dikenang dan menjadi contoh bagi generasi penerus. Mereka telah membuktikan bahwa prajurit TNI mampu berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia dan menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.
Para prajurit Satgas Kizi Kontingen Garuda XX-U/MONUSCO 2024 telah pulang dengan membawa segudang pengalaman dan prestasi yang membanggakan. Mereka telah mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia internasional. Keberhasilan mereka menjadi bukti nyata bahwa TNI adalah kekuatan yang handal dan dapat diandalkan dalam menjaga perdamaian dunia.
Kedatangan mereka disambut dengan upacara militer yang penuh penghormatan, menunjukkan rasa syukur dan apresiasi atas pengabdian mereka. Para prajurit ini telah membuktikan bahwa mereka bukan hanya prajurit yang tangguh, tetapi juga duta perdamaian yang membawa nama baik Indonesia di kancah internasional. Semoga keberhasilan mereka menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus mengabdi dan mengharumkan nama bangsa.
Dengan bangga, 173 prajurit TNI ini kembali ke Tanah Air. Mereka bukan hanya membawa pulang kenangan, tetapi juga membawa pulang prestasi gemilang yang telah mengharumkan nama bangsa Indonesia. Selamat datang kembali para pahlawan perdamaian! By: Eny, k