pertanian

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Internasional,  Keamanan,  Kesehatan,  Kuliner,  Loker,  Nasional,  Opini,  perkebunan,  Pertahanan,  pertanian,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL,  Tumbuhan

    LUBKITA REVOLUSI HIJAU UNTUK KETAHANAN PANGAN

    ­Nusantara wartapenasatu.com

     

    Revolusi Hijau Jadi Titik Balik Pertanian Dunia Menuju Swasembada Pangan Berkelanjutan

    Jakarta, 27 Oktober 2025 — Revolusi Hijau menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pertanian dunia. Melalui penerapan teknologi modern, penggunaan benih unggul, pupuk, pestisida, serta mekanisasi alat pertanian, dunia berhasil meningkatkan produksi pangan secara signifikan sejak pertengahan abad ke-20.LUBKITA (Lumbung Artha  Kita) bercermin dari seorang visioner Norman Borlaug untuk bersinergi ketahanan pangan nasional ­

    Program Revolusi Hijau awalnya digagas untuk mengatasi krisis pangan global akibat pertumbuhan penduduk yang pesat. Penerapan inovasi seperti sistem irigasi modern dan teknik intensifikasi pertanian membuat hasil panen di berbagai negara melonjak drastis. Banyak negara berkembang yang sebelumnya bergantung pada impor pangan, berhasil keluar dari ancaman kelaparan dan menuju kemandirian pangan.

    Di Indonesia, Revolusi Hijau mulai diterapkan secara luas sejak era 1970-an. Pemerintah melalui berbagai program pertanian intensif memperkenalkan varietas padi unggul, pemupukan berimbang, serta perluasan jaringan irigasi teknis. Upaya tersebut berhasil menjadikan Indonesia sempat mencapai swasembada beras pada tahun 1984.

    Namun, keberhasilan Revolusi Hijau juga membawa dampak terhadap lingkungan. Ketergantungan pada bahan kimia seperti pupuk sintetis dan pestisida menimbulkan degradasi kesuburan tanah dan pencemaran air di sejumlah wilayah. Selain itu, sistem pertanian monokultur turut mengurangi keanekaragaman hayati dan meningkatkan risiko ketergantungan terhadap input industri.

    Para ahli menilai, evaluasi terhadap sistem pertanian intensif menjadi keharusan agar ketahanan pangan dapat berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. Konsep pertanian berkelanjutan kini menjadi arah baru yang mendorong keseimbangan antara produksi pangan dan perlindungan ekosistem.

    Berbagai negara, termasuk Indonesia, mulai mengembangkan model pertanian ramah lingkungan seperti organik, agroekologi, dan hidroponik. Teknologi digital pertanian dan kecerdasan buatan juga dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia.

    Dengan perubahan paradigma ini, semangat Revolusi Hijau diharapkan tetap hidup dalam bentuk yang lebih berkelanjutan. Pertanian masa depan dituntut tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil, tetapi juga menjaga keseimbangan alam, sehingga mampu menjamin ketersediaan pangan bagi generasi mendatang.

    “Nok Srie”Bernarasi

     

  • Daerah,  Militer,  pertanian

    Aktif Babinsa Koramil Kebomas Dampingi Warga Panen Padi di Desa Kedanyang

    WARTAPENASATUJATIM | Gresik — Dalam upaya mendukung program pemerintah di bidang Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil 0817/07 Kebomas Sertu Adi Suradi melaksanakan kegiatan pendampingan Hanpangan (Ketahanan Pangan) bersama warga masyarakat di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, pada Minggu (26/10/2025).

    Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Serapan Gabah (Sergab) yang bertujuan untuk membantu petani dalam proses panen serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik guna menjaga stabilitas pangan di wilayah.

    Dalam kegiatan di lahan persawahan warga tersebut, Sertu Adi Suradi terlihat ikut turun langsung membantu petani memanen padi.

    Ia menyampaikan bahwa pendampingan Babinsa kepada petani merupakan bentuk nyata dukungan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

    “Kami sebagai Babinsa akan terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan. Kehadiran kami di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan motivasi dan semangat kepada para petani agar terus produktif,” ujar Sertu Adi Suradi.

    Sementara itu, para petani binaan di Desa Kedanyang mengaku senang dan berterima kasih atas kehadiran Babinsa yang turut membantu dalam proses panen.

    Kehadiran Babinsa di lapangan dinilai memberikan dampak positif, baik dalam hal semangat kerja maupun koordinasi dalam upaya meningkatkan hasil pertanian.

    Melalui kegiatan seperti ini harapannya mampu mendukung tercapainya program swasembada pangan nasional yang berkelanjutan di wilayah binaan.*** (Bgn)

  • Militer,  pertanian

    Mayjen TNI Rudy Saladin Terima Audiensi Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian RI

    WARTAPENASATUJATIM | SurabayaPangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A, menerima audiensi Plt Dirjen Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat di Ruang Bung Tomo, Makodam V/Brawijaya, Surabaya, pada Jumat (24/10/2025).

    Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat sinergi antara TNI-AD, khususnya Kodam V/Brawijaya, dengan Kementerian Pertanian dalam mendukung program nasional di sektor perkebunan dan ketahanan pangan.

    Pada kesempatan itu, Pangdam menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang telah terjalin antara Kodam dan Kementerian Pertanian, terutama dalam program peningkatan produktivitas tanaman perkebunan dan pengembangan lahan pertanian di Jawa Timur.

    “Kodam V/Brawijaya siap mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor perkebunan,” ujar Mayjen TNI Rudy.

    Sementara itu, Plt Dirjen Perkebunan Kementan RI, Abdul Roni Angkat, mengatakan jika audiensi yang ia lakukan saat ini menjadi momentum untuk membahas strategi percepatan program revitalisasi perkebunan rakyat serta pemanfaatan lahan-lahan potensial di Jawa Timur.

    “Kami berharap dukungan TNI-AD melalui Kodam Brawijaya dapat mempercepat implementasi program-program perkebunan di daerah, terutama dalam pendampingan petani dan pengamanan aset negara,” ungkapnya.*** (Bgn)

  • Kepolisian,  Militer,  pertanian

    Babinsa Koramil 0829-17/Tanjungbumi Dampingi Petani Lakukan Pengobinan dan Penimbangan Jagung

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan — Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional, Babinsa Koramil 0829-17/Tanjungbumi Serma Muari melaksanakan kegiatan pendampingan pengobinan dan penimbangan hasil panen jagung milik Kelompok Tani (Poktan) Putra Mandiri di Desa Tanjungbumi, Jumat (24/10/25).

    Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kompol Sugiarto dari Polres Bangkalan bersama satu anggota, Mantri Tani Tanjungbumi Bapak Daryo beserta anggota PPL, serta Ketua Poktan Putra Mandiri Bapak Jono. Pendampingan ini menjadi bentuk sinergi antara TNI, Polri, dan unsur pertanian dalam mengawal produktivitas sektor pangan di wilayah Kabupaten Bangkalan.

    Dari hasil pengobinan dan penimbangan, diperoleh data bahwa pada lahan ukuran 2,5 x 2,5 meter persegi menghasilkan 15 kilogram jagung kering glondongan.

    Dari hasil perhitungan luas panen 3 hektare, diperkirakan total produksi mencapai 240.000 kilogram jagung kering glondongan, yang menunjukkan hasil panen cukup memuaskan bagi petani.

    Serma Muari menyampaikan bahwa pendampingan ini merupakan wujud nyata peran Babinsa dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah binaannya.

    “Kami berharap hasil panen yang baik ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan sektor pertanian,” ujarnya.*** (Bgn)

  • Militer,  pertanian

    Wujud Dukungan Ketahanan Pangan, Babinsa Sidayu Terjun Bantu Petani di Sawah

    WARTAPENASATUJATIM | Gresik — Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan Nasional, Babinsa Koramil Sidayu Kodim 0817/Gresik melaksanakan kegiatan pendampingan kepada petani dalam proses pembibitan tanaman padi di Desa Sukorejo, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jumat (24/10/2025).

    Kegiatan pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian dan peran aktif Babinsa dalam membantu masyarakat khususnya para petani guna meningkatkan hasil produksi pertanian di wilayah binaannya.

    Dalam kegiatan tersebut, Babinsa memberikan motivasi dan arahan kepada para petani agar tetap semangat dalam mengolah lahan serta menjaga kualitas bibit yang digunakan.

    “Kami selalu siap hadir di tengah masyarakat, terutama untuk membantu para petani dalam mendukung program ketahanan pangan. Harapannya, bibit yang ditanam dapat tumbuh dengan baik sehingga hasil panen nantinya bisa maksimal,” ujar Babinsa.

    Sementara itu, salah satu petani Desa Sukorejo, Bapak Kusnan, menyampaikan rasa terima kasih atas pendampingan yang dilakukan oleh Babinsa.

    “Dengan adanya Bapak Babinsa Sidayu, kami para petani di Desa Sukorejo sangat senang dikunjungi dan dibantu. Kami diberikan motivasi, himbauan, serta semangat untuk terus bekerja. Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Pak Babinsa di desa kami,” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara TNI dan rakyat, serta menjadi langkah nyata dalam mendukung tercapainya ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Gresik. (Bgn)

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Kepolisian,  perkebunan,  pertanian,  SOSIAL

    Stabilkan Harga Beras, Satgas Pangan Polda Kalteng Gelar Rakor

    Stabilkan Harga Beras, Satgas Pangan Polda Kalteng Gelar Rakor

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Sebagai upaya menjaga stabilitas harga beras di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), Satuan Tugas (Satgas) pangan Polda Kalteng menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama instansi terkait, Rabu (22/10/2025).

    Dalam rakor yang bertempat di Aula Ditreskrimsus Mapolda setempat tersebut, dihadiri langsung Dirreskrimsus Polda Kalteng Kombes Pol Dr. Rimsyahtono, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Rawa Mineral, Dr. Ir. Pamuji Lestari, MSc dan sejumlah perangkat daerah Kalteng serta pengelola badan usaha di Kota Palangka Raya.

    Dirreskrimsus Polda Kalteng mewakili Kapolda Irjen Pol Iwan Kurniawan menyampaikan, rakor ini digelar dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden terkait stabilisasi harga beras dipasaran.

    “Terkait hal tersebut, Polda Kalteng siap mendukung kebijakan pemerintah dalam menjaga kestabilan harga beras, baik melalui langkah koordinatif maupun penegakan hukum,” ungkap Dirreskrimsus.

    Rimsyahtono menegaskan bahwa pihaknya juga tak segan memberikan sanksi tegas kepada oknum-oknum yang kedapatan menjual beras melebihi HET yang telah ditetapkan.

    Selama seminggu ke depan kita akan melakukan pemantauan intensif. Jika masih ditemukan harga beras melebihi HET tanpa alasan logis, kami akan merekomendasikan pencabutan izin usaha melalui instansi terkait.

    “Selain itu, bilamana terdapat unsur pidana seperti penimbunan beras atau pemalsuan kualitas produk, maka kami juga akan tindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

    Sebagai informasi, harga beras di Kalimantan Tengah saat ini berada di kisaran Rp15.400 per kilogram untuk jenis premium dan Rp14.000 per kilogram untuk jenis medium, dengan variasi harga tergantung kondisi pasar di masing-masing wilayah.

    Sementara itu, ditempat yang sama Dr. Pamuji Lestari menjelaskan bahwa untuk saat ini cadangan beras nasional diperkirakan mencapai lebih dari 4 juta ton pada akhir tahun.

    Namun, harga beras di pasaran masih mengalami kenaikan, sehingga pemerintah pusat melalui Presiden meminta adanya langkah stabilisasi harga agar tidak terjadi ketidakseimbangan antara ketersediaan dan harga jual di tingkat konsumen.

    “Kalau harga di atas batas yang ditetapkan, pemerintah meminta distributor dan pengusaha untuk menurunkannya. Jika tetap tidak mengikuti aturan, akan ada peringatan bahkan sanksi tegas sesuai ketentuan,” jelas.

    Dirinya menambahkan bahwa saat ini untuk wilayah Kalteng harga beras premium dan medium bervariasi, bahkan masih ada sebagian dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) karena dipengaruhi oleh faktor logistik, terutama biaya transportasi dari daerah penghasil beras ke wilayah Kalimantan.

    “Kami pastikan kedepan akan melakukan pemantauan secara signifikan melalui sinergi antara pemerintah bersama satgas pangan dari Polri, sehingga diharapkan pengendalian harga beras dapat berjalan maksimal khususnya menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” tutupnya.

  • Militer,  pertanian

    Babinsa Manyar Dampingi Petani Dalam Kegiatan Serapan Gabah di Desa Gumeno

    WARTAPENASATUJATIM | GresikBabinsa Koramil  Manyar, Serda Vian, melaksanakan kegiatan pendampingan Ketahanan Pangan (Hanpangan) bersama warga masyarakat dalam rangka program Serapan Gabah Petani (Sergab), bertempat di Desa Gumeno, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Selasa (21/10/2025).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya TNI AD melalui Babinsa untuk mendukung program pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan nasional serta mendorong kesejahteraan petani.

    Dalam kesempatan tersebut, Serda Vian turut membantu dan memberikan motivasi kepada para petani agar semangat dalam mengelola hasil panen serta mendukung peningkatan produksi gabah di wilayah binaannya.

    “Babinsa siap mendampingi petani mulai dari masa tanam hingga penyerapan hasil panen, agar kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan tetap terjaga,” ujar Serda Vian.

    Melalui kegiatan pendampingan ini, diharapkan hubungan antara Babinsa dan masyarakat semakin erat serta terwujud sinergi yang kuat dalam mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Gresik.*** (Bgn)

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Pertahanan,  pertanian

    Panen Jagung Polresta: Kontribusi Nyata Swasembada Pangan

    Panen Jagung Polresta: Kontribusi Nyata Swasembada Pangan

    Palangka Raya, wartapenasatu.com – Dalam upaya mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah, Polresta Palangka Raya melalui Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan kegiatan panen jagung pada penanaman kuartal IV. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan milik Kelompok Tani Bolo Dewe, yang terletak di Jalan Merdeka, Kelurahan Bukit Tunggal, pada hari Senin, 20 Oktober 2025.

    Kegiatan panen ini merupakan realisasi dari program pertanian yang diinisiasi oleh Polda Kalimantan Tengah. Program ini merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan ketahanan pangan Polri di wilayah hukumnya. Dengan memanfaatkan lahan yang ada, diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tingkat lokal.

    Kapolresta Palangka Raya, Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kepala Bagian SDM, Kompol Suyatno, menjelaskan bahwa kegiatan panen jagung ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya kelompok tani yang menjadi mitra strategis dalam program ini.

    Lebih lanjut, Kompol Suyatno menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Polri menyadari bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional.

    Adapun luas lahan yang dipanen pada kegiatan ini mencapai satu hektar. Dari lahan tersebut, diperoleh hasil panen sekitar 0,5 ton jagung. Hasil panen ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kelompok tani Bolo Dewe dan masyarakat sekitar.

    Kegiatan panen jagung ini berlangsung dengan lancar, aman, dan kondusif. Hal ini berkat kerja sama yang baik antara personel Bag SDM Polresta Palangka Raya dan kelompok tani setempat. Ke depan, diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

    Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pihak lain untuk turut berpartisipasi dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama, dan setiap elemen masyarakat dapat memberikan kontribusi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

  • Militer,  pertanian

    Turun Sawah, Babinsa Kedamean Aktif Dampingi Petani Binaan

    WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Sebagai wujud kepedulian terhadap ketahanan pangan di wilayah, Babinsa Koramil 0817/03 Kedamean, Sertu Chamid melaksanakan kegiatan pendampingan Hanpangan (Ketahanan Pangan) bersama petani binaan di Desa Banyu Urip, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik. Kamis (16/10/2025).

    Dalam kegiatan tersebut, Sertu Chamid tampak berbaur dengan petani setempat melakukan pengecekan tanaman padi serta membantu membersihkan gulma di area persawahan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan padi berjalan optimal dan bebas dari gangguan hama maupun penyakit tanaman.

    Sertu Chamid mengatakan, pendampingan ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan nasional.

    “Kami para Babinsa akan terus mendorong semangat para petani agar tetap produktif. Dengan turun langsung ke lapangan, kami bisa mengetahui kondisi riil di sawah sekaligus memberikan dukungan moral bagi petani binaan,”tutur Sertu Chamid.

    Ia juga menambahkan bahwa ketersediaan pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional, sehingga seluruh elemen masyarakat perlu berperan aktif dalam mendukung sektor pertanian.

    Kegiatan ini disambut positif oleh para petani yang merasa terbantu dengan pendampingan Babinsa. Harapannya dengan kegiatan tersebut ketahanan pangan di wilayah dapat terjaga dengan baik. (Bgn)

  • Artikel,  Daerah,  perkebunan,  pertanian,  SOSIAL

    Masinton Pasaribu: Bantuan untuk Masyarakat Tidak Boleh “Ecek-ecek”

    Masinton Pasaribu: Bantuan untuk Masyarakat Tidak Boleh “Ecek-ecek”

    Tapanuli Tengah, wartapenasatu.com -15 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sibolga menggelar acara penanaman perdana padi di Desa Sorkam Kanan, Kecamatan Sorkam Barat, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Rabu (15/10/2025).

    Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Tapteng H. Mahmud Efendi Lubis, para Asisten, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Tapteng, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tapteng, Camat Sorkam Barat, Kapolsek Sorkam, Kepala Desa Sorkam Kanan, Penyuluh Pertanian, Brigade Pangan, serta para petani.

    Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, S.H., M.H., bersama Wakil Bupati Tapteng H. Mahmud Efendy Lubis dan Kepala Perwakilan BI Sibolga Riza Putera, secara simbolis melakukan penanaman perdana padi varietas Gamagora 7.

    Dalam sambutannya, Masinton Pasaribu menegaskan bahwa bantuan kepada masyarakat tidak boleh setengah-setengah atau “ecek-ecek”. Ia menekankan pentingnya pelaksanaan program yang serius dan terintegrasi untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

    “Aktivitas ini dilaksanakan dalam mendukung Astacita untuk mewujudkan swasembada pangan yang diprogramkan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Visi Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045,” jelas Masinton.

    Masinton juga menyampaikan bahwa masa depan ekonomi masyarakat Tapteng terletak pada sektor pertanian. Oleh karena itu, pembangunan program pertanian harus terintegrasi, sehingga hasil pertanian meningkat dan petani sejahtera. Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pertanian yang berkualitas dan tata kelola hasil pertanian yang baik.

    “Saya tidak mau bangunan itu asal jadi, harus bisa dipergunakan dengan baik. Pembangunan harus terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari irigasi hingga ke tata kelola hasil pertaniannya harus bermanfaat, karena membantu masyarakat tidak boleh tanggung-tanggung,” tegasnya. Masinton menambahkan bahwa pemerintah juga akan berupaya memfasilitasi kebutuhan petani, termasuk menindak tegas praktik mafia pupuk.

    Riza Putera dari BI Sibolga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BI Sibolga dan Pemkab Tapteng. Varietas Gamagora 7 dipilih karena cocok untuk sawah yang kesulitan air dan telah berhasil meningkatkan hasil panen di daerah Lombok. Diharapkan, varietas ini juga dapat meningkatkan hasil panen petani di Tapteng.

    Dengan adanya program ini, diharapkan sektor pertanian di Tapanuli Tengah semakin maju dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani.

Wartapenasatu.com @2025