Seni dan Budaya

  • Artikel,  Hiburan,  Kuliner,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Pengajian Meriah di Rumah Aspirasi Habiburokhman : PPN Jakarta Timur Rayakan Milad Sang Tokoh


    Pengajian Meriah di Rumah Aspirasi Habiburokhman: PPN Jakarta Timur Rayakan Milad Sang Tokoh

    Jakarta wartapena satu.com

    Jakarta, 18 September 2025 – Suasana penuh berkah dan keakraban terasa di Rumah Aspirasi Habiburokhman, Jakarta Timur, saat Perempuan Peduli Nusantara (PPN) menggelar pengajian dalam rangka memperingati milad DR. H. Habiburokhman, S.H., M.H. Acara ini menjadi momentum bagi para pendukung dan simpatisan untuk mendoakan sang tokoh agar senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan dalam setiap langkahnya.

    Habiburokhman, yang dikenal sebagai Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Gerindra Dapil Jakarta Timur, Wakil Ketua MKD, serta Wakil Ketua DPP Gerindra departemen Advokasi, merupakan figur sentral bagi PPN Jakarta Timur. Organisasi ini, yang didirikan oleh Ibu Inge Mangundap, anggota DPP Gerindra, sejak Maret 2016, telah menjadi garda terdepan dalam mendukung Habiburokhman sejak beliau maju sebagai calon legislatif di Jakarta Timur.

    Ibu Inge Mangundap dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dedikasi serta kontribusi Habiburokhman bagi masyarakat Jakarta Timur. “Kami dari PPN Jakarta Timur merasa bangga memiliki sosok pemimpin seperti Bapak Habiburokhman. Beliau selalu hadir dan memberikan solusi bagi setiap permasalahan yang kami hadapi,” ujarnya dengan penuh haru.

    Dapil Jakarta Timur, yang meliputi Dapil 4, 5, dan 6, merupakan wilayah yang sangat penting bagi DPC Gerindra Jakarta Timur. Di bawah binaan Habiburokhman, struktur organisasi partai telah Solid dan kuat, dengan dukungan dari 2000 orang yang terdiri dari Ketua DPC, Penanggungjawab Dapil, PAC, Ranting, Korwe, dan Korte yang tersebar di 65 kelurahan.

    Pengajian yang dihadiri oleh anggota PPN dan simpatisan ini berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran menggema di seluruh ruangan, diikuti dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang tokoh agama setempat.

    Dalam doanya, PPN Jakarta Timur memohon kepada Allah SWT agar Habiburokhman senantiasa diberikan umur panjang yang penuh berkah, kesehatan yang prima, kebahagiaan yang abadi, serta kesuksesan dalam setiap langkah pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

    Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan doa bersama, tetapi juga sebagai wujud nyata dukungan dan apresiasi PPN Jakarta Timur terhadap Habiburokhman. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang terjalin diharapkan dapat terus memperkuat tali persaudaraan dan memotivasi untuk terus berkontribusi positif bagi kemajuan Jakarta Timur dan Indonesia.

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  hukum,  Internasional,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    Prabowo Sambung Semangat Robert Owen: Revolusi Pembangunan Dimulai dari Anak Bangs

    Jakarta wartapenasatu.com

    Prabowo dan Semangat Robert Owen: Membangun Peradaban dari Akar Rakyat

     

    Dalam sejarah industrialisasi Eropa, nama Robert Owen (1771–1858) tercatat sebagai tokoh yang berani melawan arus. Ia dikenal sebagai “sosialis utopis” karena di tengah kapitalisme awal abad ke-19, Owen memilih jalan berbeda: menuntut jam kerja manusiawi, pendidikan bagi anak buruh, serta perumahan dan koperasi yang menjadi fondasi kekuatan ekonomi. Gagasan itu menjadikannya simbol keberanian untuk menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

     

    Kini, semangat yang diwariskan Owen seolah menemukan relevansinya di Indonesia. Di tengah ketimpangan sosial, kemiskinan struktural, dan persoalan gizi anak bangsa, Presiden Prabowo Subianto hadir dengan jawaban sederhana namun fundamental: memastikan anak-anak mendapatkan hak gizi, pendidikan, dan akses ekonomi kerakyatan melalui sekolah rakyat dan koperasi desa.

     

    Di pabrik tekstil New Lanark, Owen memperkenalkan kebijakan progresif: buruh hanya bekerja 8 jam, sementara anak-anak bisa bersekolah. Semboyannya yang legendaris—“Eight hours labour, eight hours recreation, eight hours rest”—menjadi tonggak perjuangan hak-hak pekerja. Semangat itu kini diterjemahkan Prabowo dalam bentuk nyata: revolusi pembangunan tidak boleh berhenti pada angka pertumbuhan, tetapi harus menyentuh sendi-sendi kehidupan rakyat kecil.

     

    Indonesia memang berbeda konteks dengan Eropa abad ke-19. Namun, persoalan mendasarnya tetap serupa: ketidakadilan, kesenjangan, dan kebutuhan mendesak untuk membangun peradaban yang berkeadilan. Di sinilah gagasan Prabowo menjadi relevan—negara hadir di meja makan anak-anak, di ruang kelas sekolah rakyat, dan di koperasi desa.

     

    Program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah, misalnya, bukan sekadar kebijakan teknis. Ia merupakan jawaban radikal atas kondisi anak bangsa yang sering kehilangan fokus belajar akibat perut kosong. Dengan gizi yang cukup, jutaan anak Indonesia memiliki kesempatan tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.

     

    Sejarah telah membuktikan, peradaban besar hanya lahir dari rakyat yang sehat dan berpendidikan. Friedrich Engels, sahabat Karl Marx, pernah menulis bahwa kondisi kelas pekerja adalah ukuran sesungguhnya dari sebuah peradaban. Jika ditarik ke konteks Indonesia, kondisi anak-anak sekolah adalah cermin arah bangsa.

     

    Dengan demikian, semangat Robert Owen dan kebijakan Prabowo saling berkelindan: menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Di tengah arus kapitalisme global yang kian rakus, Indonesia memilih jalan berbeda—membangun kekuatan dari desa, dari piring anak sekolah, dan dari koperasi rakyat. Inilah revolusi yang sesungguhnya: dimulai dari akar, untuk tumbuh menjadi pohon peradaban yang kokoh.

    “Nok Srie”

  • AGAMA,  Daerah,  Internasional,  Nasional,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    YAYASAN DAARUR RAHMAT ASSULAEMANIAH RAYAKAN MAULID NABI DENGAN CERAMAH DAN MARAWIS

    JAKARTA,WARTA PENASATU.com – Yayasan Daarur Rahmat Assulaemaniah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H pada tanggal 6 September 2025. Acara yang dipimpin oleh Bapak Mohamad Andri Ansyah ini berlangsung mulai pukul 20.00 WIB (Ba’da Isya) hingga selesai, bertempat di lokasi yayasan di Jalan Sirsak No. 10, RT 005 RW 007, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan 12620, tepat di depan KUA Jagakarsa.

    Acara ini dihadiri oleh masyarakat umum, tokoh agama, serta para guru, termasuk Ustadz Rhenal Ghozali, Ustadz Riyadh Roy Husein, dan Ustadz Muhklis Purnomo. Peringatan Maulid Nabi kali ini menghadirkan Al Habib Abdullah bin Umar Al Kaff dan Al Habib Umar Al Athos sebagai penceramah. Lantunan marawis turut memeriahkan suasana peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.


    Selain peringatan Maulid Nabi, Yayasan Daarur Rahmat Assulaemaniah juga memiliki kegiatan rutin seperti pengajian setiap Jumat yang meliputi pembacaan Yasin, Ratib Al Haddad, serta kajian kitab tafsir Jalalain dan fiqih Taqrirot Sadidah. Pada malam minggu, diadakan pembacaan Ratib Al Athos, Burdah, serta kajian kitab Nasoihud Diniyah dan Bidayatul Hidayah

    Yayasan ini juga aktif dalam kegiatan sosial, yaitu menyantuni yatim dan dhuafa. Dana untuk kegiatan ini diperoleh dari berbagai usaha, seperti penjualan nasi kebuli, ketupat sayur, soto Betawi, penjualan dan servis alat-alat hadroh, rebana, beduk, serta jasa pengiriman domestik dan internasional melalui Hadjar Express (HS Cargo).

    “Sebagian dari hasil usaha ini kami gunakan untuk membiayai kegiatan yayasan dan majelis taklim,” ujar Bapak Mohamad Andri Ansyah, pimpinan yayasan.
    Masyarakat yang ingin berpartisipasi atau membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor telepon 08568955764.

  • Seni dan Budaya

    Partangiangan bolon & Pelantikan Pengurus Baru Ompu Raja Marbulang

    Pesta Meriah Pesta Batak Toba Raja Marbulang Gemparkan Padepokan Pencak Silat TMII. Jakarta timur.

    Jakarta Timur , warta pena satu  Gedung Padepokan Pencak Silat  TMII menjadi saksi kemeriahan pesta Batak Toba Raja Marbulang yang berlangsung meriah pada Minggu 24 Agustus 2025. Acara ini dihadiri oleh ribuan anggota keluarga besar Raja Marbulang dari seluruh wilayah Jabodetabek, yang datang untuk mempererat tali persaudaraan dan melestarikan budaya Batak Toba serta mendoakan agar Pembangunan Tugu Marbulang bulan november bisa terlaksana dengan baik.

    Acara ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan adat dan hiburan, termasuk musik dan lagu batak, tarian tor tor dan solois perempuan cilik. Para hadirin tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, menunjukkan kecintaan mereka pada warisan leluhur.Ada juga  hadiah menarik untuk door prize tiap anggota keluarga yang sudah mendata di buku registrasi. Sebuah motor sebagai hadiah utama yang dimenangkan Tohom Simamora/ br hutajulu mengakhiri rangkaian acara pesta Bonataon Ompu Marbulang.

    Ketua panitia, Samudur Simamora, dalam sambutannya mengajak seluruh keluarga besar Ompu Raja Marbulang untuk bersatu padu mendukung pembangunan tugu di Tano Paaogit. “Tugu ini akan menjadi simbol persatuan dan kebanggaan kita sebagai keturunan Raja Marbulang. Mari kita bersama-sama mewujudkan impian ini,” ujarnya dengan semangat.

    Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi generasi muda Raja Marbulang, yang diharapkan dapat terus menjaga dan mengembangkan tradisi Batak Toba di tengah современный dunia. Dengan semangat kebersamaan, Pesta Batak Toba Raja Marbulang sukses menjadi momentum penting untuk memperkokoh identitas dan solidaritas keluarga.

    Diakhir acara semua diakhiri dengan menyanyikan lagu ” O tano batak” yang bermakna untuk saling mengenal dan mencintai kebudayaan batak dimanapun berada terlebih mencintai Bona pasogit sebagai tanah leluhur yang beradab.

  • Artikel,  Bisnis,  Daerah,  Ekonomi,  Hiburan,  hukum,  Internasional,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Politik,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    PANGELARAN WAYANG KULIT “KEMBANG DEWA RETNO” MEREFLEKSIKAN BUDAYA DAN PERADABAN BANGSA”

    Jawa Tengah wartapenasatu.com

    Pagelaran Wayang Kulit “Kembang Dewo Retno”*

    Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) Boyolali bekerjasama dengan Sanggar Gondangrawe Manunggal akan menyelenggarakan pagelaran wayang kulit dengan lakon “Kembang Dewo Retno” pada hari Selasa, 26 Agustus 2025, jam 20.00 WIB, di Gondangrawe, RT 09, RW. 20, Andong, Boyolali.

    Latar Belakang

    Wayang kulit adalah salah satu kekayaan budaya Indonesia yang mengandung pesan moral dan filosofi kehidupan. Masyarakat dapat belajar tentang kebajikan, keadilan, dan aneka kearifan melalui pertunjukan wayang. Namun, keberadaan wayang kulit mulai memudar seiring dengan perkembangan teknologi digital yang serba instan.

    Tujuan Pagelaran

    Pagelaran wayang kulit ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT JAKER ke-32 dan HUT RI yang ke-80. Tujuan pagelaran ini adalah sebagai media untuk merefleksikan capaian dari JAKER selama 32 tahun dan sebagai refleksi budaya dan peradaban bangsa Indonesia selama 80 tahun.

    Lakon “Kembang Dewo Retno”

    Lakon “Kembang Dewo Retno” adalah sebuah cerita wayang yang bersumber dari kisah Ramayana versi Jawa. Cerita ini mengandung pesan bahwa kekuatan sejati berpihak pada kebenaran dan keadilan, bukan keserakahan dan kekuasaan.

    Diskusi Wayang

    Sebelum pagelaran wayang, akan diadakan diskusi wayang pada 23 Agustus 2025, jam yang 19.30 WIB. Diskusi ini akan menghadirkan dalang Ki Aryo Pranowo, budayawan AJ Susmana, Ki Jumar, dan Muhammad Ma’ruf.

    Pagelaran Wayang

    Pagelaran wayang kulit ini akan dimeriahkan oleh dalang Ki Aryo Pranowo. Pagelaran ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya dan warisan leluhur.

    Kesimpulan

    Dengan diadakannya pagelaran wayang kulit “Kembang Dewo Retno”, JAKER Boyolali berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian budaya dan warisan leluhur. Pagelaran ini merupakan sebuah langkah penting dalam mempromosikan budaya dan warisan Indonesia.

    Partisipasi Masyarakat

    Masyarakat Boyolali dan sekitarnya dapat menghadiri pagelaran wayang kulit ini untuk memperluas pengetahuan dan pemahaman tentang budaya dan warisan leluhur. Pagelaran ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi dan mempererat hubungan antara masyarakat dan JAKER Boyolali.

    Pesan Moral

    Pagelaran wayang kulit “Kembang Dewo Retno” mengandung pesan moral yang sangat penting bagi masyarakat. Cerita ini mengajarkan kita tentang pentingnya kebenaran, keadilan, dan kesabaran dalam menghadapi tantangan hidup.

    “Nok Srie”Melaporkan”

  • Artikel,  Daerah,  Ekonomi,  Nasional,  Opini,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    LESTARIKAN WARISAN NUSANTARA JAKER GELAR WAYANG KULIT “KEMBANG DEWO RETNO”

    Jawa Tengah   wartapenasatu.com

    Pagelaran Wayang Kulit “Kembang Dewo Retno” Meriahkan HUT JAKER ke-32 dan HUT RI ke-80

    Boyolali – Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat (JAKER) Boyolali bekerja sama dengan Sanggar Gondowangso Manunggal menggelar pagelaran wayang kulit dengan lakon “Kembang Dewo Retno”, Selasa (26/8/2025) malam. Pagelaran ini digelar di Gondowangso, RT 09, RW 20, Andong, Boyolali mulai pukul 20.00 WIB hingga selesai, dengan menghadirkan dalang Ki Aryo Pranowo.

    Wayang kulit dipilih bukan sekadar hiburan, melainkan sarana refleksi budaya, moral, dan filosofi kehidupan. Kisah dalam pertunjukan wayang sarat dengan nilai kebajikan, keadilan, dan kearifan lokal, sekaligus menjadi simbol ketahanan budaya Indonesia. Melalui lakon “Kembang Dewo Retno”, masyarakat diajak untuk merenungi pesan bahwa kekuatan sejati berpihak pada kebenaran dan keadilan, bukan pada keserakahan serta ambisi kekuasaan.

    Acara tersebut juga menghadirkan diskusi budaya pada Sabtu, 23 Agustus 2025 pukul 19.30 WIB. Diskusi melibatkan sejumlah pembicara, di antaranya Ki Aryo Pranowo, budayawan dan sastrawan AJ Susmana, sesepuh sanggar Gondowangso Ki Jumar, serta Ketua JAKER Boyolali Muhammad Ma’ruf. Diskusi ini diharapkan memperdalam makna filosofi wayang sekaligus memperkuat narasi kebudayaan rakyat.

    Lakon “Kembang Dewo Retno” sendiri bersumber dari kisah Ramayana versi Jawa, yang mengisahkan perebutan bunga pusaka sebagai simbol kemenangan perang Sari Kudup Palwangsagara. Bunga pusaka tersebut awalnya dijaga oleh Batara Danapati, namun dicuri Rahwana demi ambisi kekuasaan. Atas restu Batara Guru, seekor kumbang kemudian diubah menjadi kera sakti bernama Kapi Pramuja untuk membantu Sri Rama merebut kembali bunga itu.

    Dalam alur cerita, Kapi Pramuja berhasil menyusup ke Alengka dan mencuri bunga pusaka. Namun Rahwana murka dan memerintahkan Patih Prahasta mengejar sang kera. Pertarungan sengit pun terjadi, hingga akhirnya Prahasta tewas di tangan Anila, salah satu pasukan Rama. Setelah berhasil, Kapi Pramuja menyerahkan bunga pusaka kepada Sri Rama, yang sekaligus menegaskan pesan moral tentang kemenangan keadilan atas keserakahan.

    Ketua JAKER Boyolali, Muhammad Ma’ruf, menegaskan bahwa pagelaran wayang kulit ini merupakan bagian dari komitmen JAKER dalam melestarikan budaya nusantara. “Wayang kulit bukan hanya seni pertunjukan, tapi juga cermin perjalanan bangsa. Melalui acara ini, kami ingin memperkuat kesadaran budaya masyarakat di tengah tantangan era digital,” ujarnya.

    Pagelaran wayang ini juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT JAKER ke-32 dan HUT RI ke-80. Dalam dua momentum penting tersebut, JAKER ingin menegaskan perannya sebagai garda kebudayaan rakyat, sekaligus menjadikan wayang kulit sebagai media refleksi perjalanan bangsa Indonesia selama delapan dekade merdeka.

    Dengan penuh semangat kebersamaan, acara ini diharapkan mampu menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat terhadap wayang kulit. Lebih dari sekadar hiburan, pagelaran ini menjadi ruang edukasi, pelestarian, dan penguatan jati diri bangsa, sehingga wayang tetap hidup sebagai warisan budaya adiluhung Indonesia di tengah perubahan zaman.

  • Seni dan Budaya

    Didik Nini Thowok: Dari Penjaga Tradisi Hingga Teror dalam Perempuan Pembawa Sial

    Jakarta WARTA PENA SATU Maestro tari legendaris Indonesia, Didik Nini Thowok, kembali mencuri perhatian lewat
    keterlibatannya dalam film horor terbaru garapan Fajar Nugros, Perempuan Pembawa Sial.
    Kehadirannya bukan hanya sekadar cameo, melainkan menghadirkan aura mistis yang
    mempertegas nuansa horor kental dalam cerita. Berikut 5 hal menarik tentang Didik Nini
    Thowok hingga akhirnya ikut ambil bagian dalam film ini:

    1. Penjaga Tradisi Tari Lengger & Kesenian Jawa
      Sejak awal kariernya, Didik Nini Thowok dikenal sebagai pelestari seni tari tradisional
      Jawa, khususnya tari Lengger. Dengan karakteristik khasnya yang menari menggunakan
      dua wajah (double mask), ia menghadirkan pengalaman artistik yang unik sekaligus
      mistis.
    2. Eksperimen Artistik dengan Gender dan Identitas
      Salah satu ciri khas Didik adalah kemampuannya menembus batas gender dalam seni
      pertunjukan. Ia kerap menari dengan karakter perempuan, menampilkan keanggunan
      sekaligus menghadirkan ambiguitas yang memikat, sebuah ciri khas yang kini memberi
      dimensi baru dalam film horor.
    3. Kehadiran Mistis yang Mengakar di Budaya
      Bukan hanya soal tari, aura yang dibawa Didik kerap dikaitkan dengan nuansa spiritual
      Jawa. Dari kostum, musik, hingga gerakan, setiap penampilannya sering kali
      meninggalkan kesan magis, sebuah kualitas yang menjadikannya pilihan tepat untuk
      hadir di dunia horor layar lebar.
    4. Sosok yang Melegenda dengan Bekal Ilmu dari Berbagai Negara
      Dedikasi Didik Nini Thowok terhadap seni tari membawanya belajar ke berbagai
      maestro. Dari maestro tari Bali I Gusti Gde Raka di Gianyar, mendalami Tari Topeng
      Cirebon dari Ibu Suji, hingga Tari Klasik Sunda dari Endo Suanda. Ia juga mempelajari tari
      klasik Noh (Hagoromo) di Jepang dan tari Flamenco di Spanyol. Semua pengalamannya
      menjadikannya sosok yang dihormati hingga mancanegara.
    5. Menghidupkan Teror dalam Perempuan Pembawa Sial Dalam film ini, Didik Nini Thowok bukan hanya sekadar tampil sebagai seniman, tetapi sebagai sosok yang menyatu dengan horor itu sendiri. Kehadirannya menambah kedalaman atmosfer mistis, terutama dalam cerita yang menggali mitos Bahu Laweyan dan perempuan yang “dihantui masa lalu.”

    Dalam film ini, Didik Nini Thowok berperan sebagai Mbah Warso, seorang dukun manten yang
    menjadi sosok penting dalam hidup Mirah (Raihaanun), tokoh utama film ini. Kehadiran Mbah
    Warso membawa nuansa mistis yang kental, menghubungkan dunia nyata dengan
    bayang-bayang masa lalu yang penuh karma, legenda seni, dan misteri yang berakar kuat pada
    budaya Jawa.
    Dengan kehadiran Didik Nini Thowok, Perempuan Pembawa Sial tidak hanya menjadi film horor,
    tetapi juga sebuah perayaan seni dan budaya Indonesia yang otentik. Jangan lewatkan kisah
    Mirah, Mbah Warso, dan misteri yang menyelimuti Perempuan Pembawa Sial mulai 18
    September 2025 di seluruh bioskop Indonesia.

    TENTANG IDN PICTURES
    IDN Pictures adalah perusahaan film berbasis teknologi yang berfokus pada storytelling dan
    pemanfaatan data untuk menciptakan film serta konten video yang relevan dan menarik bagi
    generasi Milenial dan Gen Z di Indonesia. Dengan pendekatan yang menggabungkan kreativitas
    dan wawasan berbasis data, IDN Pictures berkomitmen menghadirkan cerita-cerita yang dekat
    dengan realitas masyarakat Indonesia saat ini. Beberapa karya IDN Pictures yang telah
    mendapat perhatian luas antara lain Qorin, Sleep Call, Srimulat, Seni Memahami Kekasih, Inang,
    dan Balada Si Roy.

    PRODUCTION NOTES PEREMPUAN PEMBAWA SIAL
    Original Title
    English Title
    Production Year

    Duration (Minutes)                                         : 97 Minutes

    Director Producer                                           : Fajar Nugros

    Scriptwriters                                                   : Susanti Dewi

    Executive Producers                                       : Fajar Nugros, Husein M. Atmodjo

    Casting Directors                                           : Winston Utomo, William Utomo

    Director Of Photography                              : Wendi Agga

    Art Director                                                    : Angela Halim

    Costume Supervisor                                       : Fadillah Putri Yunidar

    Key Makeup Effect & Hair                            : Cherry Wirawan

    Post-Production Manager                             : Luqman Thalib

    Editor                                                                : Wawan Idati Wibowo

    Colorist Sound Recordist                               : Sorawich Khunpinij

    Vfx                                                                      : Aftertake Post Production, Skybox Digital, The Organism

    Sound Recordist                                             : Hasanudin Bugo

    Sound Design & Mixing                                 : Andre Harihandoyo

    Music  Composer                                             : Ricky Lionardi

  • Daerah,  Hiburan,  Nasional,  Pendidikan,  Seni dan Budaya,  SOSIAL

    I.K.M.C.I.S 25 TAHUN MENJAGA SILAHTURAHMI DAN KEBERSAMAAN WARGA MINANG DI PERANTAUAN

    WARTA PENASATU.COM – Jakarta, Ikatan Keluarga Minang Cinere dan Sekitar (IKMCIS) menggelar acara Milad ke-25 sekaligus merayakan HUT ke-80 Repupblik Indonesia pada tanggal 23 Agustus 2025. Acara tersebut bertempat di Gedung Aula Serbaguna Masjid Al Azkar, Karang Tengah, Jakarta Selatan, dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai.


    IKMCIS, yang berdiri sejak tahun 2000, kini genap berusia 25 tahun. Organisasi ini bermula dari ide kreatif tujuh orang pendiri asal Minang yang dengan gigih mengembangkan IKMCIS hingga menjadi besar seperti sekarang. Saat ini, IKMCIS diketuai oleh H. Amiruddin Sebagai ketua umum, Wakil ketua oleh Akhiruman ( Man Shago ), Sekretaris oleh Yerniwati.S.Pd. dan wakil sekretaris oleh Ricky Firdaus.Dalam rangka memeriahkan Milad, Ketua IKMCIS mengimbau seluruh anggota, baik yang aktif maupun tidak, untuk hadir. Selain itu, sekitar 40 organisasi Minang dari berbagai suku di Jabodetabek turut diundang.

    Acara diawali dengan iring-iringan Bajamba dari Bundo Kanduang yang diiringi musik tradisional Tambua khas Minang saat memasuki aula gedung. Kemudian, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, sambutan dari Ketua IKMCIS, serta berbagai pertunjukan tari tradisional dan musik Minang yang menambah semarak suasana.

    “Semoga dengan semangat kebersamaan, kita bisa saling mengenal, saling menjaga, saling kompak, dan saling bergotong royong menolong sesama perantau. Sekaligus, ini bisa mempererat tali silaturahmi dan menyatukan sesama orang Minang, apalagi yang berada di perantauan,” ujar Ketua IKMCIS.


    Salah satu anggota IKMCIS berharap agar IKMCIS tetap berdiri kokoh dan anggotanya terus bertambah dari generasi ke generasi.

  • Nasional,  Seni dan Budaya

    Press conference “Perempuan Pembawa Sial” film horor yang sangay menegangkan

    Jumpa Pers Film “Perempuan Pembawa Sial” Gemparkan XXI Plaza Senayan.

    Jakarta, 20 Agustus 2025  warta pena satu – Suasana tegang namun antusias meliputi XXI Plaza Senayan kemarin, saat konferensi pers film “Perempuan Pembawa Sial” digelar. Film horor terbaru karya yang disutradarai oleh Fajar Nugros ini menjanjikan sebuah pengalaman sinematik yang mendebarkan sekaligus menggugah pikiran. Judul yang memberi arti dan makna yang mendalam menurut Fajar Nugros sehingga saya dicap sebagai sutradara misoginis dimana film.ini mengangkat cerita kutukan yang menimpa seorang perempuan yang berjuang melawan takdirnya karena budaya kita yang penuh dengan mitos.

    Acara tersebut dihadiri oleh para pemain utama, kru film, serta sejumlah tokoh penting dari industri perfilman Indonesia. Fajar Nugros, sang sutradara, mengungkapkan bahwa film ini adalah sebuah karya yang sangat personal dan sarat akan makna tersembunyi. Beberapa nama aktor dan aktris terkenal turut pula membintangi film “Perempuan Pembawa Sial”

    -Raihaanun sebagai Mirah

    – Morgan Oey sebagai Bana

    -Clara Bernadeth sebagai Puti

    -Didik Nini Thowok sebagai Warso

    -Aura Kharisma sebagai Lasmi

    -Benedictivity sebagai Yanto

    “Judulnya mungkin terdengar menyeramkan, tetapi sebenarnya film ini berbicara tentang kekuatan perempuan dalam menghadapi stigma dan prasangka,” ujar Fajar dalam konferensi pers tersebut. Ia menambahkan bahwa film ini diharapkan dapat membuka diskusi yang lebih luas tentang isu-isu sosial yang relevan di masyarakat.

    Para pemain pun turut berbagi pengalaman mereka selama proses syuting. Mereka sepakat bahwa film ini adalah sebuah tantangan yang sangat berarti, karena mengharuskan mereka untuk mendalami karakter yang kompleks dan penuh dengan konflik internal.

    “Perempuan Pembawa Sial” bercerita tentang seorang wanita muda yang harus berjuang melawan takdirnya, setelah dituduh membawa kesialan bagi orang-orang di sekitarnya. Dengan alur cerita yang penuh dengan kejutan dan ketegangan, film ini diharapkan dapat memikat hati penonton dari berbagai kalangan.

    Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 18 September 2025. Dengan dukungan dari tim produksi yang solid dan jajaran pemain yang bertalenta, “Perempuan Pembawa Sial” siap menjadi salah satu film yang paling diperbincangkan tahun ini.

    Para penonton yang hadir dalam jumpa pers tersebut tampak antusias dan tidak sabar untuk menyaksikan film ini. Mereka berharap bahwa “Perempuan Pembawa Sial” dapat memberikan warna baru bagi perfilman Indonesia dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Wartapenasatu.com @2025