SOSIAL
Bupati dan Wakil Bupati Toba bersama istri saat menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Toba tahun 2026.
Bupati dan Wakil Bupati Toba bersama istri saat menyampaikan sambutan pada puncak peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Toba tahun 2026.

TOBA: wartapenasatu.com,Bupati Toba, Effendi Sintong Panangian Napitupulu, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam mendukung terwujudnya pembangunan daerah di berbagai sektor.
Ajakan tersebut disampaikan Effendi Napitupulu saat memberikan sambutan pada puncak peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Toba tahun 2026 yang digelar di Lapangan Sisingamangaraja Balige, Sabtu (14/3/2026).Dalam kesempatan itu, Bupati Effendi Napitupulu didampingi sang istri, Ny. Astita Effendi Napitupulu, serta Wakil Bupati Audi Murphy Sitorus bersama istri.
“Atas nama masyarakat Toba, saya bersama Wakil Bupati menyampaikan terima kasih kepada segenap undangan yang saat ini dapat bersama-sama merayakan dan memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Toba yang kita cintai ini,” ujarnya.
Ia berharap momentum peringatan hari jadi tersebut menjadi refleksi bagi seluruh pihak untuk melihat kembali perjalanan pembangunan yang telah dicapai sekaligus menjadi pijakan untuk melangkah ke depan.
“Kita patut bersyukur atas berbagai capaian di berbagai bidang. Ke depan, mari kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan, merawat nilai-nilai budaya serta kearifan lokal, dan memperhatikan pembangunan saat ini dengan tetap menjaga keberlanjutannya bagi generasi mendatang,” sambungnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Effendi Napitupulu menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Kabupaten Toba.“Selamat Hari Jadi ke-27 Kabupaten Toba tahun 2026,” ucapnya.
Puncak peringatan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Toba diawali dengan ibadah syukuran, dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun serta pelepasan balon ke udara.Dalam rangkaian acara tersebut juga dilakukan penyerahan penghargaan Bulang-Bulang oleh Forum Komunikasi Lembaga Adat (Forkala) kepada mantan Bupati Toba Samosir ke-3, Pandapotan Kasmin Simanjuntak bersama istri. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas jasa dan dedikasinya selama menjabat sebagai Bupati Toba Samosir (sekarang Kabupaten Toba) periode 2010–2015.
Selanjutnya, sejumlah tokoh masyarakat, mantan bupati dan wakil bupati, mantan Ketua DPRD Toba, anggota DPR RI, kepala daerah dari kabupaten tetangga, perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah pusat hingga unsur Forkopimda turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun.Seluruh pihak menyampaikan doa yang sama, yakni agar Kabupaten Toba semakin sejahtera dan maju menuju Toba Mantap 2029 serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan itu juga dilakukan penyerahan bantuan ambulans dari Bank Sumut jenis Triton untuk Puskesmas Nassau serta ambulans bantuan Panitia Natal Nasional 2025 jenis Luxio untuk Puskesmas Parsoburan. Selain itu, Anggota DPR RI Martin Manurung menyerahkan bantuan alat pertanian kepada Pemerintah Kabupaten Toba untuk disalurkan kepada para petani.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan upaya Pemerintah Kabupaten Toba bersama Bank Sumut serta dukungan dari Martin Manurung sebagai anggota DPR RI.Acara juga dimeriahkan dengan penyerahan piala kepada para juara berbagai perlombaan, dilanjutkan dengan devile dari setiap kecamatan yang menampilkan hasil bumi, produk UMKM, serta berbagai potensi daerah.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan hiburan rakyat yang menampilkan artis lokal dan artis nasional, di antaranya TRIAD.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)HUT Toba ke-27: Pameran Hasil Bumi 16 Kecamatan dan Lomba Tradisional Batak
HUT Toba ke-27: Pameran Hasil Bumi 16 Kecamatan dan Lomba Tradisional Batak

TOBA: wartapenasatu.com,Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Toba berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat. Salah satu agenda utama adalah pameran hasil bumi dari 16 kecamatan yang menampilkan beragam produk pertanian unggulan daerah.
Selain pameran, acara ulang tahun juga diisi dengan berbagai perlombaan, seperti lomba solu (sampan) tradisional dan tari-tarian Batak Toba (tor-tor) untuk melestarikan budaya lokal.
“Dengan menyaksikan acara HUT Toba ke-27, kita dapat melihat keanekaragaman hasil pertanian di kabupaten ini.Tampilan solu tradisional dan tortor juga bertujuan mengajak generasi muda untuk tidak hanya melestarikan, tetapi juga mencintai budaya Batak,” ujar Kabag Pemerintahan sekaligus Sekretaris Panitia HUT Toba, Saut Sihombing pada Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini digelar untuk menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat di Kabupaten Toba menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Selain itu, pameran tersebut juga menjadi ajang promosi potensi pertanian yang dimiliki daerah tersebut.
Ernita Hutagaol Apresiasi Bupati Toba, Janji Lebih Giat Kembangkan Sanggar Tolu Sadalanan
Ernita Hutagaol Apresiasi Bupati Toba, Janji Lebih Giat Kembangkan Sanggar Tolu Sadalanan

TOBA: wartapenasatu.com,Sanggar Tolu Sadalanan adalah sanggar seni di Toba yang melestarikan dan mengembangkan tarian tradisional Batak: mengajarkan Tor-tor dan tari penyambutan kepada generasi muda, meramu kreasi baru berbasis gerak Batak, tampil di acara adat, sekolah, festival budaya, hingga perayaan HUT Kabupaten Toba, sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan seniman dan komunitas lain untuk menjaga warisan sekaligus memberi nafas segar bagi identitas budaya Batak.
Ernita Hutagaol, pendiri Sanggar Tolu Sadalanan, menegaskan komitmennya melestarikan tarian tradisional Batak Toba. Ditemui di warung kopi Partukoan Balige, Jumat (13/3/26).Ernita mengaku optimistis dapat terus menggerakkan budaya Batak Toba lewat sanggarnya”, mengajarkan Tor-tor kepada generasi muda, meramu kreasi baru, dan membuka ruang kolaborasi agar warisan leluhur tetap hidup di tengah masyarakat.
Ernita Hutagaol, pendiri Sanggar Tolu Sadalanan, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Toba Effendi Sintong P. Napitupulu atas sikap humanisnya ketika menghampiri anak-anak sanggar di perayaan HUT ke-27 Kabupaten Toba; momen sederhana saat Bupati menyapa, merangkul, dan mengajak foto bersama itu, kata Ernita, memberi rasa diakui dan semangat baru bagi anak-anak untuk terus belajar Tor-tor dan mencintai budayanya, sekaligus menjadi tanda dukungan penuh pemerintah bagi generasi muda Toba untuk tumbuh percaya diri dan bangga pada identitasnya, selaras dengan visi “Toba Mantap” yang merangkul kebersamaan, gotong royong, dan keberlanjutan budaya Batak di tanah kelahirannya.
Di akhir penyampaiannya, Ernita melihat semangat anak-anak sanggarnya dan berjanji akan lebih giat lagi ke depan memajukan seni lewat ” Sanggar Tolu Sadalanan ” memperluas latihan Tor-tor, membuka ruang kolaborasi dengan komunitas budaya, dan membawa tarian tradisional Batak tampil di lebih banyak panggung agar warisan leluhur tetap hidup dan membanggakan Toba.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)MAKI Jatim Merajut dan Jalin 1000 Paket Tajil di Hari Ke – 24, Raih Keberkahan dan Kemenangan Menuju Idul Fitri 1447 H
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo, 14 Maret 2026 — Ramadan tidak pernah datang sekadar sebagai pergantian bulan dalam hitungan kalender. Ia hadir sebagai cahaya yang lembut, mengetuk hati manusia yang kerap terjebak dalam hiruk pikuk kehidupan dunia.
Bulan suci ini seperti undangan Ilahi yang mengajak manusia berhenti sejenak dari perjalanan panjang mengejar ambisi, harta, dan kepentingan pribadi.
Ramadan mengingatkan kembali bahwa hidup bukan hanya tentang apa yang berhasil dikumpulkan, tetapi tentang seberapa besar manusia mampu menghadirkan manfaat bagi sesamanya.
Puasa mengajarkan makna kesederhanaan yang sering kali terlupakan. Ketika lapar dan dahaga ditahan sepanjang hari, manusia belajar merasakan apa yang mungkin setiap hari dirasakan oleh mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Dari sanalah empati lahir. Dari sanalah hati menjadi lebih peka terhadap penderitaan sesama.
Sore itu, kehidupan berjalan seperti biasanya di kawasan Jalan Kolonel Sugiono, Kepuh Kiriman, Waru. Deru kendaraan silih berganti melintas di tengah kepadatan lalu lintas. Para pekerja bergegas pulang, sementara pengendara terus melaju mengejar waktu berbuka puasa.
Namun di tengah arus kehidupan kota yang sibuk itu, hadir sebuah pemandangan sederhana yang memancarkan makna kemanusiaan yang begitu dalam.
Masyarakat Anti Korupsi7 Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Para relawan berdiri di tepi jalan dengan senyum hangat dan tangan terbuka. Satu per satu paket ta’jil diberikan kepada pengendara motor, pekerja jalanan, hingga warga yang kebetulan melintas sambil menanti waktu berbuka puasa.
Isi paketnya mungkin terlihat sederhana, namun sarat dengan ketulusan:
– 250 paket nasi telur bali dan tahu bali
– 250 paket kurma
– 250 botol es melon sirup dengan irisan blewah segar
– 250 paket gorengan berisi donat coklat, dadar jagung, ote-ote, dan tahu isi.Bagi sebagian orang, mungkin itu hanyalah makanan untuk mengawali berbuka puasa.
Namun bagi mereka yang memahami nilai kemanusiaan, setiap paket yang dibagikan bukan sekadar hidangan pelepas dahaga. Ia adalah simbol kepedulian, tanda bahwa di tengah kesibukan dunia yang sering terasa keras, masih ada hati yang memilih untuk berbagi.
Dalam kehidupan sosial, tindakan memberi sering kali tampak kecil dan sederhana. Padahal justru di sanalah kemanusiaan menemukan maknanya.
Memberi bukan hanya tentang jumlah yang diserahkan, melainkan tentang kelapangan hati untuk peduli terhadap orang lain.
Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui kata-kata. Syukur sejati harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
“Ketika kita memiliki kemampuan untuk berbagi, di situlah kesempatan untuk menunjukkan rasa syukur itu hadir. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.
Bagi MAKI, kegiatan ini juga memiliki makna yang lebih luas. Sebagai organisasi yang selama ini dikenal aktif dalam gerakan melawan korupsi, mereka meyakini bahwa perubahan sosial tidak hanya lahir dari penegakan hukum semata.
Perubahan juga tumbuh dari kesadaran moral masyarakat.
Nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari. Dari nilai-nilai itulah akan lahir masyarakat yang lebih adil, jujur, dan bermartabat.
Menjelang waktu berbuka puasa, langit Surabaya perlahan berubah warna. Semburat jingga senja menyelimuti kota dengan nuansa yang tenang dan damai.
Di bawah langit senja itu, para relawan masih terus membagikan ta’jil kepada pengendara yang melintas.
Senyum-senyum kecil terlihat di wajah para penerima. Tidak ada panggung megah. Tidak ada perayaan besar.
Namun ada kebahagiaan yang tulus.
Sebab sering kali, kebahagiaan yang paling jujur justru lahir dari perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang ikhlas.Ta’jil yang dibagikan di persimpangan jalan itu seakan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat. Bahwa di balik kerasnya dinamika kota, selalu ada ruang bagi kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan.
Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang ibadah pribadi antara manusia dan Tuhannya. Ramadan juga tentang bagaimana manusia memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia.
Karena kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari apa yang dimilikinya, tetapi dari seberapa besar ia mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Dan di tengah lalu lintas yang terus bergerak di Jalan Kolonel Sugiono Kepuh Kiriman Waru, sebuah pelajaran sederhana kembali terasa nyata:
bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu memiliki kekuatan untuk menghadirkan harapan.
Sebab ketika manusia saling peduli,
di situlah nilai kemanusiaan menemukan makna yang paling sejati. (Bgn)***MAKI Jatim Undang 500 Anak Yatim dan Dhuafa, Jalin dan Memuliakan Yatim, Memuliakan Kemanusiaan: Upaya Raih di Kemenangan Idul Fitri 1447 H
WARTAPENASATUJATIM | Sidoarjo – Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, melainkan musim turunnya rahmat yang melimpah dari langit ke bumi. Dalam setiap detik yang berlalu, Allah membuka pintu kasih-Nya bagi hamba-hamba yang mau menyucikan hati melalui amal kebaikan.
Di momentum suci inilah keluarga besar MAKI Jawa Timur menghadirkan sebuah majelis kemuliaan: santunan dan buka puasa bersama anak yatim piatu yang penuh makna spiritual.
Pada Jumat penuh berkah, 13 Maret 2026, di kawasan Permata Juanda, Sidoarjo, suasana Ramadhan terasa begitu hidup. Bukan sekadar pertemuan sosial, tetapi sebuah perjumpaan hati yang dipenuhi keikhlasan. 500 lebih anak yatim hadir membawa kesederhanaan dan ketulusan yang dalam pandangan makrifat justru menjadi cahaya yang menerangi jiwa orang-orang yang memuliakan mereka.
Dalam khazanah spiritual Islam, memuliakan anak yatim bukan hanya amal kebaikan, melainkan jalan untuk mendekat kepada Allah. Anak yatim adalah amanah Ilahi yang menghadirkan ujian sekaligus kesempatan bagi manusia untuk membuktikan kasih sayangnya kepada sesama.

Kehadiran para pengurus, relawan, serta tokoh masyarakat dalam kegiatan ini menjadi gambaran indah tentang persaudaraan yang dilandasi iman. Mereka berkumpul bukan karena kepentingan dunia, tetapi karena panggilan hati yang ingin berbagi kebahagiaan di bulan yang penuh keberkahan.
Koordinator MAKI Jawa Timur dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah menjadi tradisi yang terus dijaga setiap Ramadhan. Baginya, Ramadhan adalah madrasah ruhani yang mengajarkan manusia tentang empati, kasih sayang, dan keikhlasan.
“Ketika kita membahagiakan anak yatim, sesungguhnya kita sedang membuka pintu keberkahan bagi diri kita sendiri,” tuturnya dengan penuh harap.
Majelis pun semakin khusyuk ketika tausiyah keagamaan disampaikan. Pesan-pesan spiritual mengalir lembut, mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah perjalanan singkat menuju keabadian. Dalam perjalanan itu, amal kebaikanlah yang akan menjadi cahaya penuntun di hadapan Allah.
Lantunan hadrah yang menggema menambah kekhidmatan suasana. Irama shalawat yang mengalun seakan menyatukan hati para hadirin dalam cinta kepada Rasulullah. Pada saat itu, batas antara yang memberi dan yang menerima seolah lenyap yang tersisa hanyalah kebersamaan dalam rasa syukur.
Menjelang waktu berbuka puasa, seluruh peserta duduk bersama dalam satu majelis penuh kehangatan. Hidangan sederhana yang tersaji bukan hanya makanan bagi tubuh, tetapi juga simbol persaudaraan dan kasih sayang yang tulus.
Di balik kebersamaan itu tersimpan pesan spiritual yang mendalam: bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada apa yang kita kumpulkan, melainkan pada apa yang kita bagikan kepada sesama.
Melalui kegiatan ini, MAKI Jawa Timur berharap semangat berbagi terus tumbuh di tengah masyarakat. Sebab Ramadhan adalah waktu ketika manusia diajak kembali mengenal hakikat dirinya sebagai makhluk yang hidup untuk menebarkan rahmat.
Dalam pandangan makrifat, setiap tangan yang memberi kepada anak yatim sesungguhnya sedang mengetuk pintu langit. Setiap senyum yang mereka rasakan menjadi doa yang melambung menuju Arsy.
Dan di sanalah rahasia Ramadhan terungkap:
bahwa jalan menuju Allah sering kali dimulai dari langkah kecil membahagiakan hati mereka yang membutuhkan. (Bgn)***Acara Lebaran Ancol Seru Penuh Kejutan; Festival Raya Kemenangan Rangkai Liburanmu Berkesan Tak Terlupakan

Wartapena Satu.com, Jakarta, 12 Maret 2026
– PRESS RELEASE No : 006/CS-PR/PJA/III/2026 Ancol Taman Impian menghadirkan rangkaian pekan libur Lebaran bertajuk Festival Raya Kemenangan 19 Maret sd 05 April 2026, sebuah perayaan kebersamaan yang menghadirkan beragam hiburan dan aktivitas rekreasi untuk seluruh keluarga.
Melalui tema ini, Ancol mengajak masyarakat menikmati momen silaturahmi dan kebahagiaan di hari kemenangan dalam suasana wisata yang penuh keceriaan dan kehangatan, mulai dari pantai Ancol, Dufan, Sea World Ancol, Samudra, Jakarta Bird Land, Atlantis hingga Putri Duyung Ancol. Berbagai event tematik telah disiapkan untuk memberikan hiburan pengunjung dalam merayakan hari kemenangan ini, diantaranya :
Di Kawasan Pantai :
– Sholat Idul Fitri berjamaah di tepi pantai Lagoon, tanggal 21 Maret 2026
– Pertunjukkan Kembang Api (Fireworks Show) di pantai Lagoon pada tanggal 22 dan 23 Maret 2026
– Konser musik bersama Hindia, Feast dan OM Sera di Panggung Pantai Festival pada tanggal 28 Maret 2026Di Dunia Fantasi (Dufan) :
– Drama Musikal “Khayala” – The Festival Fireworks and Fantasy. Sebuah pertunjukkan di mana fantasi, budaya, dan spektakuler visual bersatu dalam satu pengalaman tak terlupakan yang ditutup dengan pertunjukkan kembang api spektakuler di Dufan. Berlangsung dari tanggal 22 Maret sd 05 April 2026.Di Sea World Ancol :
– Pertunjukkan Arabian Divers di Akuarium Raksasa (21 sd 29 Maret 2026)
– Games Berburu THR (21 sd 29 Maret 2026)
– Meet n Greet Twirly & Sharky (21 sd 29 Maret 2026)
– Rampak Beduk & Tari Sufi (21 & 22 Maret 2026)
– Midnight Glow – Explore the Light behind the Depths (21 Maret sd 05 April 2026)
Di Samudra & Jakarta Bird Land Ancol :
– Animal Parade tematik Lebaran (21-29 Maret & 4-5 April 2026)
– Treasure Hunter – Sealion Adventure (21-29 Maret & 4-5 April 2026)
– The Jungle Heroes part 2 (21 Maret sd 05 April 2026)Di Atlantis Ancol :
– Raya Splash Carnival (22-23 & 28-29 Maret 2026)
– King Dragon Race (22-23 & 28-29 Maret 2026)
– Fun Atlantis – Water Games seru (21 Maret sd 05 April 2026)
– Life Guard & Fly Board Show (22-23 & 28-29 Maret 2026)
– Fun Zumba (22-23 & 28-29 Maret 2026)Di Putri Duyung Ancol :
– The Majestic Raya Stay (18-26 Maret 2026)
– Staycation di Putri Duyung dengan tema Escape to The Lost World (27-29 Maret 2026).Berbagai event tematik telah disiapkan untuk memberikan hiburan pengunjung dalam merayakan hari kemenangan ini.Merayakan Lebaran bukan hanya soal berkumpul dengan keluarga, tetapi juga tentang menciptakan momen yang tak terlupakan. Ancol Taman Impian di Jakarta menawarkan beragam acara Lebaran seru di Ancol pada Maret 2026 yang siap membuat liburan Anda lebih meriah. Mulai dari pertunjukan musik, festival kuliner, parade, hingga kegiatan edukatif dan olahraga, semua dapat dinikmati bersama keluarga dan sahabat.
Akses Lalu Lintas dan Fasilitas Libur Lebaran
Selama Pekan Libur Lebaran, Ancol Taman Impian telah menyiapkan penambahan area parkir, memperlancar lalu lintas dan menyiapkan berbagai fasilitas guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengunjung. Kantong parkir telah disediakan dengan kapasitas 10.000 mobil dan 13.100 motor.Mobilitas di dalam kawasan Ancol, Manajemen telah menyiapkan 25 unit/hari bus Wara Wiri yang bisa digunakan pengunjung secara gratis serta 20 unit/hari Kendaraan Transcare khusus untuk
lansia, ibu hamil dan pengunjung dengan kebutuhan khusus. Manajemen juga menyiapkan fasilitas penunjang yang dapat digunakan oleh seluruh pengunjung antara lain 1 masjid, 9 mushola, 26 toilet dan akan menambah 9 unit toilet ekstra tersebar di seluruh kawasan taman & pantai.Demi memberikan rasa aman bagi pengunjung, Ancol juga akan menambah tenaga pengamanan gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, Satuan Polisi pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kebakaran dan Petugas Operasional.
Selama liburan Lebaran dilengkapi dengan 8 Pos Lifeguard, 1 Pos Pelayanan, 5 Pos Pengamanan, 8 unit Ambulance, 1 unit damkar dan 5 mobil derek.
Promo Lebaran
Selain event-event tematik, untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang akan merayakan kemenangan bersama keluarga, Ancol memberikan promo-promo menarik, diantaranya:
1. Promo Tiket Reguler Dufan : Beli 4 Gratis 1 Bonus Minuman Tomoro Coffee
2. Promo Beli 4 Gratis 1 utk tiket regular Sea World, Samudra, Atlantis dan Jakarta Bird Land.Ketentuan Promo :
– Pembelian hanya di online ancol.com
– Pembelian H-1 sebelum kunjungan
– Periode Promo tanggal 21 sd 29 Maret 2026.“Kami berharap Festival Raya Kemenangan dapat menjadi momen kebersamaan yang berkesan dan tak terlupakan bagi seluruh pengunjung Ancol Taman Impian,” ucap Eddy Prastiyo, Direktur PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk.
Ancol Taman Impian menjadi destinasi acara Lebaran seru di Ancol yang paling lengkap di Jakarta. Pastikan Anda mengatur jadwal agar tidak ketinggalan setiap momen seru selama bulan Maret 2026. Manfaatkan kemudahan-kemudahan dalam berekreasi dengan promo-promo menarik
Jangan lewatkan kesempatan untuk merayakan Lebaran bersama keluarga dan sahabat di Ancol Taman Impian.
MAKI Jatim Hari Ke – 22 Rajut Kebersamaan Dalam Ke-Istiqomahan di Persimpangan Senja: Mengetuk Kesadaran Hati Dalam Meraih Hari Kemenangan
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Ramadan adalah bulan ketika langit seakan lebih dekat dengan bumi, dan hati manusia lebih mudah disentuh oleh cahaya Ilahi. Di bulan suci ini, setiap amal kebaikan seakan menemukan maknanya yang paling dalam, sebab ia lahir dari kesadaran bahwa hidup bukan sekadar perjalanan dunia, melainkan juga perjalanan ruh menuju Tuhan.
Di tengah kesibukan kota dan hiruk pikuk kehidupan modern, masih ada orang-orang yang memilih berjalan di jalan sunyi kebaikan. Mereka tidak mencari sorotan, tidak mengejar pujian, tetapi menjalankan sebuah keyakinan sederhana: bahwa memberi adalah bentuk syukur yang paling nyata.
Semangat itu terlihat dalam kegiatan sosial yang dilakukan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur. Pada Kamis (12/3/2026), di kawasan Jalan By Pass Juanda, tepatnya di depan Klinik Sheila Medika Sidoarjo, para relawan MAKI membagikan sekitar 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat yang melintas menjelang waktu berbuka puasa.
Di bawah langit senja yang perlahan berubah jingga, para relawan berdiri di tepi jalan. Mereka menyapa para pengendara, pekerja jalanan, hingga masyarakat yang tengah dalam perjalanan pulang. Satu per satu paket ta’jil diberikan dengan senyum tulus, seolah menjadi pengingat bahwa kepedulian masih hidup di tengah kehidupan kota yang serba cepat.
Bagi sebagian orang, paket ta’jil itu mungkin hanyalah makanan untuk berbuka. Namun dalam pandangan makrifat, setiap pemberian yang lahir dari hati yang ikhlas adalah sedekah yang membawa cahaya bagi jiwa manusia.
Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Menurutnya, syukur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberi manfaat bagi sesama.
“Ramadan adalah momen untuk memperkuat kepedulian sosial. Ketika kita mampu berbagi, maka di situlah kesempatan untuk menunjukkan rasa syukur itu hadir,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kegiatan sosial, aksi berbagi ini juga menjadi refleksi nilai yang selama ini dijunjung oleh MAKI. Sebagai organisasi yang dikenal konsisten menyuarakan semangat melawan korupsi, mereka percaya bahwa perubahan masyarakat tidak hanya lahir dari penegakan hukum, tetapi juga dari kesadaran moral manusia.
Nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab dari hati yang bersih dan niat yang tuluslah lahir masyarakat yang adil dan bermartabat.
Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di persimpangan jalan itu terasa berbeda. Tidak ada kemewahan, tidak ada perayaan besar. Namun ada sesuatu yang jauh lebih berharga: kebahagiaan yang lahir dari perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang tulus.
Ramadan pada akhirnya mengajarkan satu hal yang sering dilupakan manusia bahwa setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas adalah jalan menuju kedekatan dengan Tuhan.
Dan di persimpangan jalan By Pass Juanda sore itu, ta’jil yang dibagikan menjadi lebih dari sekadar hidangan berbuka. Ia menjadi simbol bahwa ketika manusia memilih untuk peduli, di situlah cahaya kemanusiaan kembali menyala. (Bgn)***
Persatuan Masyarakat Sipil Adalah Kunci Asta Cita
Visi Persatuan Sufmi Dasco Ahmad: Membangun Kekuatan Kolektif Masyarakat Sipil Demi Indonesia Maju
BANDUNG – Di tengah dinamika politik yang kerap memanas, Wakil Ketua DPR RI, Prof. DR. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H., melontarkan pesan kuat mengenai fundamental kebangsaan. Dalam acara peluncuran buku di Institut Teknologi Bandung (ITB) baru-baru ini, beliau menekankan bahwa masyarakat sipil bukan sekadar penonton dalam proses bernegara, melainkan aktor utama yang memegang kunci persatuan nasional. Pesan ini menjadi alarm bagi seluruh elemen bangsa untuk kembali menoleh pada nilai-nilai luhur kebersamaan.
Dasco menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik atau ideologi merupakan keniscayaan dalam demokrasi, namun hal tersebut tidak boleh menjadi celah bagi perpecahan. Baginya, keberagaman pendapat di tengah masyarakat seharusnya tidak memicu fragmentasi yang melemahkan sendi-sendi negara. Sebaliknya, perbedaan tersebut harus dikelola menjadi energi kolektif yang dahsyat untuk mendorong perbaikan besar bagi republik tercinta.
Lebih lanjut, tokoh sentral Partai Gerindra ini mengingatkan bahwa kedaulatan sebuah bangsa sangat bergantung pada daya tahan masyarakat sipilnya. Jika rakyat mudah terprovokasi dan terpecah, maka fondasi stabilitas nasional akan goyah. Oleh karena itu, kesadaran untuk saling menghormati dan menjunjung tinggi kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok menjadi mandat yang tidak bisa ditawar lagi bagi seluruh warga negara Indonesia.
Pernyataan ini mengandung makna filosofis yang dalam: masa depan Indonesia tidak hanya terletak di tangan para elit politik di Jakarta atau di dalam gedung parlemen. Masa depan bangsa ini justru ditentukan oleh denyut nadi kesadaran masyarakat di akar rumput. Tanpa partisipasi aktif dan kedewasaan masyarakat sipil dalam menjaga kerukunan, transformasi menuju Indonesia Maju akan sulit untuk diakselerasi secara optimal.
Semangat yang diusung oleh Dasco sejalan dengan konsep patriotisme gotong royong yang menjadi napas perjuangan bangsa. Beliau memandang bahwa setiap kritik, masukan, bahkan perbedaan tajam sekalipun, merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan. Tugas negara adalah merajut seluruh aspirasi tersebut menjadi satu kesatuan visi yang solid demi mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur.
Dalam konteks akademik di ITB, pesan ini juga menjadi ajakan bagi kaum intelektual dan mahasiswa untuk berperan sebagai jembatan persatuan. Masyarakat sipil yang tercerahkan harus mampu menjadi penengah di tengah polarisasi, sekaligus motor penggerak inovasi yang inklusif. Transformasi republik memerlukan sinergi antara kebijakan negara yang tepat sasaran dengan dukungan masyarakat sipil yang solid dan bersatu.
Sebagai penutup, gagasan Sufmi Dasco Ahmad ini menjadi refleksi penting bagi kita semua untuk kembali ke jati diri bangsa yang gemar bermusyawarah. Dengan menjadikan perbedaan sebagai modal sosial, Indonesia dipastikan akan memiliki ketahanan nasional yang tak tergoyahkan. Persatuan bukanlah tujuan akhir, melainkan prasyarat mutlak untuk memastikan kejayaan Nusantara tetap tegak berdiri hingga generasi mendatang.
Emak-Emak Militan 08 Harapkan Silaturahmi Lebaran dengan Presiden Prabowo
Jakarta wartapenasatu.com
Sinergi Srikandi Nusantara: PPN dan Emak-Emak Militan 08 Kawal Asta Cita hingga 2029JAKARTA – Gelora semangat perjuangan perempuan Indonesia kembali membuncah di tengah suasana suci Ramadan. Bertempat di Rumah Aspirasi Habiburokhman, Utan Kayu, Selasa (10/3), organisasi Perempuan Peduli Nusantara (PPN) bersama jajaran Ketua Umum Emak-Emak Militan 08 menggelar acara buka puasa bersama yang penuh khidmat sekaligus membakar semangat persatuan. Momen ini bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan manifestasi kesetiaan tanpa batas dari para pejuang perempuan yang selama ini menjadi garda terdepan pendukung Presiden Prabowo Subianto.Inge Mangundap, S.H., sosok sentral di balik PPN sekaligus kader senior DPP Gerindra sejak 2009, menegaskan bahwa kekuatan mereka bergerak dalam satu komando yang terstruktur. Beliau mengungkapkan bahwa gerak langkah para Ketua Umum Emak-Emak 08 senantiasa dimonitor langsung oleh tokoh kunci nasional, Prof. DR. Ir. H. Sufmi Dasco Ahmad, S.H., M.H. Ketua Harian DPP Gerindra dan Wakil Ketua DPR RI Hal ini menegaskan bahwa peran perempuan dalam stabilitas politik nasional bukanlah sekadar pelengkap, melainkan pilar utama yang diperhitungkan secara strategis oleh pimpinan pusat Gerindra.Kedekatan Inge Mangundap dengan jajaran elit partai juga tercermin dari kepercayaan besar yang diberikan oleh DR. H. Habiburokhman, S.H., M.H., untuk melibatkan beliau dalam Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) sejak 2016. Dengan posisi strategis tersebut, Inge bukan hanya sekadar pendukung, tetapi juga petarung di lapangan yang membidani kemenangan di Dapil Jakarta Timur. Maka tak heran, jika Rumah Aspirasi Habiburokhman kini berdiri tegak sebagai “Posko Perjuangan” PPN yang menjadi pusat komando aspirasi perempuan di ibu kota.Di tengah kehangatan berbuka puasa, sebuah asa besar diapungkan oleh para Ketua Umum Emak-Emak Militan 08. Dengan penuh rasa hormat, mereka menitipkan harapan agar dapat bersilaturahmi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto pada momentum Halal Bil Halal Idul Fitri mendatang. Keinginan ini lahir dari kerinduan yang mendalam untuk menyapa pemimpin yang mereka perjuangkan, sekaligus mempererat ikatan batin antara rakyat dan pemimpinnya di hari kemenangan yang fitri.Tak lupa, seruan doa dan ucapan “Bapak Presiden kita Di beri keberkahan selalu Dan kesehatan
” bergema dari bibir para srikandi ini untuk Presiden Prabowo serta seluruh jajaran pengurus Partai Gerindra. Ucapan ini bukan sekadar basa-basi Idul Fitri, melainkan simbol pembersihan jiwa demi menyongsong perjuangan yang lebih besar di masa depan. Semangat saling memaafkan ini menjadi bahan bakar baru bagi mereka untuk tetap solid dalam satu barisan yang tak tergoyahkan.Menyala dengan tekad yang bulat, PPN dan Emak-Emak Militan 08 secara tegas menyatakan janji setia untuk mengawal tuntas seluruh program kerja Asta Cita. Mereka menyadari bahwa tugas mengawal pemerintahan bukan hanya saat kampanye, melainkan memastikan setiap kebijakan Presiden Prabowo berdampak nyata bagi kesejahteraan Nusantara. Bagi mereka, keberhasilan Asta Cita adalah harga mati yang harus dijaga demi martabat bangsa di mata dunia.Menutup rangkaian acara dengan penuh optimisme, para emak-emak hebat ini memancangkan target tinggi untuk tahun 2029. Dengan pekik semangat yang menggetarkan ruangan, mereka berkomitmen untuk bersatu padu memastikan kemenangan Prabowo Subianto kembali pada Pemilihan Presiden mendatang. “Aamiin,” menjadi penutup doa yang mengiringi langkah mereka untuk terus bergerak, bekerja, dan berjuang demi Indonesia Raya yang berdaulat.MAKI Jatim Bagi 1.000 Ta’jil di Bulan Suci: Ketika Kepedulian Menjadi Bahasa Kemanusiaan
WARTAPENASATUJATIM | Surabaya, 11 Maret 2026 — Ramadan tidak pernah datang sekadar sebagai pergantian bulan dalam hitungan kalender. Ia hadir membawa cahaya yang lembut, mengetuk hati manusia yang sering kali terlena oleh hiruk pikuk kehidupan dunia.
Bulan suci ini adalah undangan Ilahi untuk berhenti sejenak dari perjalanan panjang mengejar ambisi, harta, dan kepentingan pribadi. Ramadan mengajak manusia kembali menatap dirinya sendiri dengan jujur, merenungi hakikat kehidupan yang sesungguhnya.
Sebab pada akhirnya, hidup bukan hanya tentang apa yang berhasil dikumpulkan, melainkan tentang seberapa besar manusia mampu menghadirkan manfaat bagi sesamanya.
Puasa mengajarkan manusia makna kesederhanaan yang kerap terlupakan. Ketika lapar dan dahaga ditahan sepanjang hari, manusia belajar merasakan apa yang mungkin setiap hari dirasakan oleh mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Di sanalah empati lahir.
Di sanalah hati menjadi lebih peka terhadap penderitaan sesama.Ramadan seakan mengingatkan bahwa manusia tidak pernah benar-benar hidup sendirian. Setiap jiwa terhubung oleh benang kemanusiaan yang sama, oleh nilai kasih sayang yang menjadi inti dari ajaran Ilahi.
Apa yang dimiliki manusia hari ini pada hakikatnya hanyalah titipan. Rezeki, kesehatan, kesempatan, bahkan waktu semuanya adalah amanah dari Allah SWT yang suatu hari kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Bagaimana manusia menggunakannya.
Untuk dirinya sendiri, atau juga untuk kebaikan orang lain.Sore itu, kehidupan berjalan seperti biasanya di Jalan Ahmad Yani, tepat di sebelah CITO Mall Bundaran Waru, Surabaya. Kendaraan melintas tanpa henti. Deru mesin bersahutan. Para pengendara bergegas pulang setelah seharian beraktivitas.
Kota bergerak dalam ritmenya yang sibuk.
Namun di tengah arus lalu lintas yang padat itu, hadir sebuah pemandangan sederhana yang memancarkan makna yang jauh lebih besar daripada sekadar aktivitas biasa.Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur menggelar kegiatan sosial dengan membagikan 1.000 paket ta’jil kepada masyarakat yang tengah menanti waktu berbuka puasa.
Para relawan berdiri di tepi jalan, dengan senyum ramah dan tangan terbuka. Paket-paket itu diberikan kepada pengendara, pekerja jalanan, hingga masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.
Isi paketnya sederhana, namun penuh kehangatan:
– 250 pack bihun goreng bakso dengan irisan telur dadar
– 250 pack kurma
– 250 mangkuk mika kolak kacang hijau dan kolang-kaling
– 250 pack paket gorengan berupa lumpia dan tahu bakso Mbak( Pipin Waru).Bagi sebagian orang, mungkin itu hanyalah makanan untuk berbuka.
Namun bagi mereka yang memahami nilai kemanusiaan, setiap paket yang dibagikan bukan sekadar hidangan pelepas dahaga. Ia adalah simbol kepedulian, bukti bahwa di tengah kesibukan dunia yang sering terasa keras, masih ada hati yang memilih untuk berbagi.
Dalam kehidupan sosial, tindakan memberi sering kali terlihat kecil dan sederhana.
Namun justru di sanalah kemanusiaan menemukan maknanya.
Memberi bukan hanya tentang jumlah yang diserahkan. Memberi adalah tentang kelapangan hati untuk peduli terhadap orang lain.
Ketua MAKI Koordinator Wilayah Jawa Timur, Heru Satriyo, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ta’jil ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Menurutnya, rasa syukur tidak cukup hanya diucapkan melalui kata-kata. Syukur sejati harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
“Ketika kita memiliki kemampuan untuk berbagi, di situlah kesempatan untuk menunjukkan rasa syukur itu hadir. Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial,” ujarnya.
Bagi MAKI, kegiatan ini juga memiliki makna yang lebih luas. Sebagai organisasi yang bergerak dalam semangat melawan korupsi, mereka meyakini bahwa perubahan sosial tidak hanya bergantung pada penegakan hukum semata.
Perubahan juga lahir dari kesadaran moral masyarakat.
Nilai kejujuran, integritas, dan kepedulian harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari, sebab dari situlah lahir masyarakat yang adil dan bermartabat.
Menjelang waktu berbuka puasa, langit Surabaya perlahan berubah warna. Semburat jingga senja menyelimuti kota dengan nuansa yang tenang dan damai.
Di bawah langit itu, para relawan masih terus membagikan ta’jil kepada pengendara yang melintas.
Senyum-senyum kecil terlihat di wajah para penerima. Tidak ada panggung megah.
Tidak ada perayaan besar.Namun ada kebahagiaan yang tulus.
Sebab sering kali, kebahagiaan yang paling jujur justru lahir dari perhatian kecil yang diberikan dengan hati yang ikhlas.Ta’jil yang dibagikan di persimpangan jalan itu seakan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan masih hidup di tengah masyarakat.
Bahwa di balik kerasnya dinamika kota, masih ada ruang bagi kasih sayang, kepedulian, dan kebersamaan.
Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang ibadah pribadi antara manusia dan Tuhannya.
Ramadan juga tentang bagaimana manusia memperbaiki hubungannya dengan sesama manusia.
Karena kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari apa yang dimilikinya, tetapi dari seberapa besar ia mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain.
Dan di tengah lalu lintas yang terus bergerak di Jalan Ahmad Yani sore itu, sebuah pelajaran sederhana kembali terasa nyata:
bahwa kebaikan, sekecil apa pun, selalu memiliki kekuatan untuk menghadirkan harapan.
Sebab ketika manusia saling peduli,
di situlah nilai kemanusiaan menemukan makna yang paling sejati. (Bgn)***