• Uncategorized

    72 Tahun Menjadi Figur Keteladanan: Abah H. Muhammad Hariyanto Menyatu dengan Jejak Peradaban Masjid Ar-Rahman

    WARTAPENASATUJATIM | Blitar, 25 Desember 2025 — Dalam suasana yang khidmat, sarat rasa syukur, dan penuh limpahan keberkahan, segenap Keluarga Besar Abah H. Muhammad Hariyanto, Mayangkara Group, serta seluruh karyawan menyampaikan ucapan Selamat Ulang Tahun ke-72 kepada Abah H. Muhammad Hariyanto, sosok panutan yang telah menorehkan jejak pengabdian panjang dalam penguatan nilai-nilai keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan.

    Usia ke-72 bukan sekadar bilangan kronologis, melainkan momentum reflektif atas perjalanan hidup yanga ditempa oleh keikhlasan, kebijaksanaan, dan keteguhan prinsip.

    Sepanjang kiprahnya, Abah H. Muhammad Hariyanto hadir sebagai figur yang menyalakan teladan menyatukan kata dan laku, meneguhkan nilai melalui perbuatan, serta menebar kebaikan dengan kesahajaan yang mengakar kuat di tengah masyarakat.

    Beliau dikenal sebagai sosok pemersatu, penyejuk, dan inspirasi lintas generasi. Keteladanan yang dihadirkan bukan sekadar wacana, melainkan praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan kehadirannya rujukan moral dan spiritual bagi banyak kalangan.

    Doa terbaik senantiasa dipanjatkan, semoga Abah H. Muhammad Hariyanto selalu dianugerahi kesehatan lahir dan batin, umur panjang yang dipenuhi keberkahan, kelapangan rezeki, serta kekuatan dan keteguhan dalam mengemban setiap amanah dan tanggung jawab demi kemaslahatan umat dan masyarakat luas.

    Momentum bersejarah ini kian bermakna dengan diperingatinya Hari Lahir (Harlah) ke-6 Masjid Ar-Rahman Blitar.

    Dalam rentang enam tahun perjalanannya, Masjid Ar-Rahman telah menjelma menjadi salah satu simpul penting peradaban lokal sebagai pusat peribadatan, pembinaan umat, sekaligus ruang penguatan nilai-nilai Islam yang moderat, sejuk, dan menenteramkan.

    Rangkaian Harlah ke-6 tersebut diisi dengan Pengajian Akbar yang menghadirkan KH. Muhammad Imam Chambali, pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya.

    Tausiyah yang disampaikan meneguhkan makna ketakwaan seorang hamba, sekaligus mengingatkan pentingnya peran masjid sebagai poros pembentukan akhlak dan kesadaran sosial umat.

    Masjid Ar-Rahman tidak hanya berdiri sebagai bangunan fisik, melainkan tumbuh sebagai pusat pencerahan spiritual, rumah persaudaraan, dan wadah pengabdian sosial yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat Blitar dan sekitarnya.

    Dari masjid inilah nilai-nilai kebajikan, keilmuan, dan kepedulian sosial terus disemai, dirawat, dan diwariskan dari generasi ke generasi.

    Harapannya, Masjid Ar-Rahman senantiasa dimakmurkan oleh jamaah, diramaikan dengan kegiatan ibadah dan dakwah yang mencerahkan, serta menjadi kawah candradimuka lahirnya generasi berakhlakul karimah, berwawasan luas, dan berkontribusi positif bagi bangsa dan negara.

    Akhir kata, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat, rida, dan keberkahan-Nya kepada Abah H. Muhammad Hariyanto, keluarga besar Masjid Ar-Rahman Blitar, serta seluruh umat yang mengambil manfaat dari keteladanan dan perjuangan beliau.

    Semoga setiap amal kebaikan dicatat sebagai ladang pahala dan menjadi cahaya penerang dalam perjalanan kehidupan, di dunia hingga akhirat kelak. (Bgn)***

  • Uncategorized

    BRIN Paparkan Riset Strategis pada Gubernur Sumbar Mahyeldi untuk Dukung Pembangunan Daerah

    WARTAPENASATUJATIM | Padang – Tim periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, di Istana Gubernur Sumatera Barat pada Selasa (23/12/2025).

    Pertemuan ini bertujuan menyampaikan berbagai hasil riset strategis BRIN yang berpotensi diadopsi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mendukung pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan.

    Salah satu poin utama yang dipaparkan oleh perwakilan Tim BRIN, Drs. Musfebtial, M.Hum., adalah hasil riset terkait mitigasi bencana melalui kajian penamaan rupa bumi atau toponimi.

    Kajian ini diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana yang berlandaskan kearifan lokal, khususnya di wilayah Sumatera Barat yang rawan bencana.

    Audiensi tersebut diprakarsai oleh Dra. Zusneli Zubir, M.Hum., dan dihadiri oleh sejumlah periset BRIN, antara lain PR KKP ARBASTRA Musfebrial, M.Hum., PR MLTL Rita Novita, M.Hum., PR Preservasi Bahasa Yulino, M.Hum., Syamsurijal dari ARBASTRA, Sharli Asmairicen dari PR Peternakan, serta Kepala Balibangda/BRIDA Sumatera Barat Rina Anisa.

    Kehadiran para periset dari berbagai bidang ini mencerminkan komitmen BRIN dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin dengan pemerintah daerah.

    Dalam suasana diskusi yang hangat, para periset BRIN yang berdomisili di Sumatera Barat berasal dari berbagai pusat riset, seperti Pusat Riset Hortikultura (PRH) di bawah Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih (TLTB), Pusat Riset Teknologi Proses (PRTP) di bawah Organisasi Riset Energi dan Manufaktur, serta Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (ARBASTRA).

    Gagasan kolaborasi ini disambut positif oleh Gubernur Mahyeldi, yang menegaskan bahwa Pemda Sumatera Barat telah merancang program riset kolaboratif dengan melibatkan BRIN sebagai mitra strategis utama.

    Menurut Gubernur Mahyeldi, sinergi antara Pemda dan BRIN sangat penting agar setiap kebijakan publik yang diambil didasarkan pada analisis data yang akurat dan metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Pendekatan tersebut diyakini mampu meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

    Sebagai bentuk apresiasi nyata, Gubernur Mahyeldi juga menjanjikan penyediaan fasilitas ruang kerja yang layak dan nyaman bagi para periset BRIN di Sumatera Barat.

    Saat ini, Pemda menunggu surat permohonan resmi dari BRIN sebagai dasar administratif dan legalitas penyediaan fasilitas tersebut, yang diharapkan dapat menjadi pusat inovasi bersama antara periset pusat dan daerah.

    Di sela-sela audiensi, Gubernur Mahyeldi secara khusus meminta dukungan Tim Ahli BRIN untuk membantu penanganan bencana alam yang baru-baru ini melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat.

    Ia berharap keterlibatan BRIN dapat menghadirkan solusi teknis yang cepat dan tepat, baik dalam upaya pemulihan maupun mitigasi bencana di masa mendatang, sehingga keselamatan dan ketahanan masyarakat dapat terus ditingkatkan.***

    (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

  • Hiburan,  Kepolisian,  Uncategorized

    Viral Berkat Konten Edukasi, Bripda Ananda Rafi Kini Bernaung di Jwara Creative

    WARTAPENASATUJATIM | JakartaBripda Ananda Rafi, sosok polisi yang sempat viral di media sosial pada tahun 2023 karena pernah berjualan ikan cupang dan sempat dipandang sebelah mata oleh keluarga kekasihnya.

    Ananda Rafi mengatakan kepada awak media pada Rabu (24/12/2025), kini ia resmi bergabung dalam jajaran artis Jwara Creative di Jakarta.

    Ananda Rafi mengungkapkan bahwa keputusannya bergabung dengan Jwara Creative bermula dari ajakan seorang teman dalam acara temu kangen bersama Fajar Sadboy, yang merupakan alumni sebuah travel umrah.

    Dari pertemuan tersebut, ia kemudian diperkenalkan kepada pihak Jwara Creative sebagai seorang anggota kepolisian sekaligus konten kreator yang aktif memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat secara humanis, unik, dan lucu.

    “Akhirnya pihak Jwara Creative merekrut saya untuk bergabung dalam manajemen agar mendapatkan bimbingan dan arahan dalam mengelola media sosial dengan lebih baik, tanpa mengesampingkan prioritas utama saya sebagai anggota kepolisian,” ujar Ananda Rafi.

    Ia juga menyampaikan bahwa dirinya kerap menerima undangan sebagai narasumber, baik untuk podcast, acara televisi, maupun kegiatan di sekolah-sekolah.

    Menurutnya, pendampingan dari Jwara Creative sangat membantu, terutama dalam hal komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak yang mengundangnya, mengingat kesibukannya dalam menjalankan tugas kedinasan.

    Ananda Rafi lahir pada 6 Mei 2000 dan berasal dari Rantauprapat, Sumatera Utara. Ia merupakan anak dari orang tua yang berprofesi sebagai guru.

    Ananda Rafi juga dikenal sebagai qori Al-Qur’an berbakat. Selain unggul dalam bidang keagamaan, ia juga menorehkan prestasi gemilang di cabang pencak silat dengan meraih gelar juara nasional mewakili Mabes Polri.

    Keahlian Ananda Rafi dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an membuatnya kerap dipercaya menjadi qori dalam berbagai kegiatan dan acara resmi.

    Perpaduan antara kemampuan spiritual dan ketangguhan fisik yang dimilikinya menjadikan sosok Bripda Rafi inspiratif, sebagaimana diberitakan oleh POLRI TV RADIO serta sejumlah media lainnya yang menyoroti capaian prestasinya.

    Lebih lanjut, Ananda Rafi menjelaskan bahwa Jwara Creative tetap mendukungnya untuk berada dalam koridor kedinasan.

    Ia selalu mengutamakan tugas kepolisian serta memastikan adanya izin administratif dari pimpinan di kesatuannya sebelum menghadiri kegiatan bersama masyarakat.

    “Dengan begitu, korelasi antara kedinasan dan hobi mengedukasi masyarakat bisa berjalan seimbang tanpa meninggalkan kewajiban sebagai anggota Polri,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan bahwa konten edukasi tertib berlalu lintas biasanya dibuat saat hari libur atau setelah lepas dinas.

    Di bawah bimbingan Kakorlantas dan Dirgakkum, ia merasa terbantu dalam mengelola media sosial agar tetap terarah, kreatif, dan bermanfaat bagi masyarakat bersama Jwara Creative.

    “Saya sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan,” tutup Ananda Rafi.

    (Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

  • Olah Raga

    152 Pegolf Jawa Timur Menandai Lahirnya Era Baru Paguyuban Golf Ceria

    WARTAPENASATUJATIM | PandaanTaman Dayu Golf & Resort, Pandaan, Senin (22/12/2025), tak sekadar menjadi arena kompetisi. Di lapangan bergengsi inilah sebuah tradisi baru golf komunitas resmi dimulai.

    Paguyuban Golf Ceria (PGC) melakoni debut turnamennya dengan cara yang impresif, penuh warna, dan berkelas nasional menghadirkan 152 pegolf dari lintas daerah dalam satu semangat yang sama: kompetisi sehat yang dibungkus kebersamaan.

    Sejak tee off pukul 06.30 WIB, denyut turnamen terasa hidup. Pegolf dari Blitar, Surabaya, Kediri, Jember, Gresik, hingga Semarang memadati Fairway dan Green Taman Dayu.

    Atmosfernya berbeda dari turnamen pada umumnya. Tidak ada sekat senioritas, tidak ada jarak antara pemain lama dan pendatang baru.

    Yang ada hanyalah tawa, canda, dan adrenalin kompetisi yang mengalir seiring ayunan stik sebuah manifestasi nyata dari filosofi “Golf Ceria”.

    Ketua Panitia Turnamen PGC, Yani Budi Sarwono, menyebut membludaknya peserta sebagai bukti bahwa konsep yang diusung PGC menjawab kebutuhan pegolf komunitas saat ini.

    “Ini turnamen pertama setelah kepengurusan terbentuk, tapi langsung diikuti 152 peserta. Pendaftaran hanya dibuka satu minggu dan langsung penuh. Antusiasme ini sungguh luar biasa dan menjadi dorongan besar bagi kami,” kata Yani.

    Lebih jauh, Yani menegaskan bahwa PGC tidak hadir sekadar untuk menambah kalender turnamen golf.

    PGC membawa pendekatan yang lebih membumi biaya terjangkau, fasilitas maksimal, hadiah berlimpah, namun tetap menjaga ruh kompetisi.

    “Kami tidak mengejar keuntungan besar. Yang terpenting semua pegolf pulang dengan hati senang. Biaya murah, fasilitas lengkap, hadiah banyak, bahkan di car pun tersedia konsumsi. Intinya, turnamen ini harus ceria dari awal sampai akhir,” tegasnya.

    Turnamen ini juga sarat nuansa emosional. Pelaksanaannya berdekatan dengan hari ulang tahun Abah Hariyanto, Pembina Paguyuban Golf Ceria (PGC), sosok yang dikenal luas dan dihormati di kalangan pegolf Jawa Timur.

    Momentum tersebut pun diangkat sebagai tema, memberi sentuhan personal yang memperkuat rasa kebersamaan.

    “Ini kebetulan yang sangat indah. Hampir semua peserta mengenal Abah Hariyanto. Turnamen ini akhirnya menjadi ajang kebersamaan untuk menyambut ulang tahun beliau,” tambah Yani.

    Sementara itu, Abah Hariyanto menilai turnamen akhir tahun ini sebagai penutup ideal perjalanan PGC sepanjang 2025.

    Ia menyebut ajang ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang silaturahmi yang selama ini dirindukan para pegolf.

    “Sepanjang 2025 kami sudah menggelar tiga turnamen dan selalu full, tapi belum sempat berkumpul untuk silaturahmi yang benar-benar gayeng. Di akhir tahun ini semuanya kami satukan, sekaligus menggelar Paguyuban Golf Ceria Jawa Timur Cup yang pertama,” ungkapnya.

    Ia berharap, PGC terus tumbuh sebagai rumah besar bagi pegolf komunitas bukan hanya di Jawa Timur, tetapi juga di level nasional.

    “Mudah-mudahan tahun depan ada silaturahmi kedua dan PGC Cup kedua. Semoga seluruh pengurus, anggota, dan para pegolf selalu sehat, dan kebersamaan ini membawa keberkahan,” ucapnya.

    Turnamen Paguyuban Golf Ceria di Taman Dayu menegaskan satu pesan kuat: golf tidak melulu soal skor dan trofi.

    Di Pandaan, golf menemukan wajahnya yang lain kompetitif namun bersahabat, serius namun tetap penuh tawa.

    Dari Fairway inilah, Paguyuban Golf Ceria mengirim sinyal tegas bahwa masa depan golf komunitas Indonesia tengah memasuki babak baru. (Bgn)***

  • SOSIAL

    Di Usia 84, Yuli Puspa Memilih Berbagi: Dari Perayaan Pribadi Menjadi Gerakan Kemanusiaan di Surabaya

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya — Tidak semua ulang tahun dirayakan dengan tiupan lilin dan pesta meriah. Bagi Yuli Puspa, memasuki usia ke-84 justru menjadi momentum untuk kembali meneguhkan makna hidup: berbagi dan melayani sesama. Minggu (21/12/2025), peringatan hari lahir Ketua Yayasan Sosial Budi Mulia Abadi itu menjelma menjadi rangkaian aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga kurang mampu di Kota Surabaya.

    Alih-alih seremoni, perayaan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kepedulian. Dari kegiatan senam kebugaran bersama warga hingga aksi nyata bedah rumah, seluruh rangkaian acara dirancang sebagai wujud rasa syukur yang diaktualisasikan melalui tindakan konkret.

    Momentum tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara Yayasan Sosial Budi Mulia Abadi dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dalam program Bebenah Kampung Tzu Chi, sebuah gerakan sosial yang berfokus pada penyediaan hunian layak bagi masyarakat prasejahtera.

    Kolaborasi ini menegaskan bahwa kerja kemanusiaan membutuhkan sinergi lintas lembaga demi menghadirkan dampak yang berkelanjutan.

    Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Kantor Perwakilan Surabaya, Vivian, yang mewakili Yuli Puspa, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang yayasan dalam mendampingi masyarakat.

    “Kami tidak datang sesaat. Kegiatan sosial ini sudah menjadi bagian dari komitmen kami di Surabaya. Kebetulan hari ini bertepatan dengan ulang tahun Ibu Yuli Puspa yang ke-84, sehingga kami isi dengan kegiatan yang memberi manfaat langsung bagi warga,” ujar Vivian.

    Dalam peringatan ini, dua agenda utama dijalankan secara paralel. Pertama, kegiatan sosial yang diinisiasi Yayasan Sosial Budi Mulia Abadi sebagai bentuk kepedulian internal dan eksternal.

    Kedua, kerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang selama ini dikenal konsisten menjalankan program perbaikan rumah warga melalui Bebenah Kampung Tzu Chi.

    Yuli Puspa sendiri dikenal sebagai figur perempuan dengan kepedulian sosial yang kuat. Karakter pribadinya yang sederhana, hangat, dan murah senyum menjadikannya sosok yang dihormati sekaligus dicintai di lingkungan sosial dan kemanusiaan.

    “Ibu Yuli memang memiliki hati yang besar. Beliau senang berbagi dan selalu mendorong kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Karena itu, ulang tahunnya menjadi momentum yang tepat untuk berbagi bersama,” tambah Vivian.

    Program bedah rumah yang dijalankan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat yang menargetkan pembangunan dan perbaikan jutaan unit rumah di seluruh Indonesia. Di Surabaya, implementasi program tersebut telah mencatat capaian signifikan.

    “Di Surabaya, sekitar 500 unit rumah sudah direnovasi atau dibangun. Ini hasil kolaborasi banyak pihak, dan kami sangat berterima kasih atas dukungan Ibu Yuli Puspa,” kata Vivian.

    Secara khusus, Yuli Puspa memberikan dukungan terhadap perbaikan 17 unit rumah yang tersebar di sejumlah wilayah Surabaya.

    Proses pengerjaan telah berlangsung di kawasan Jati Wonokromo dan Ngagel, serta dijadwalkan berlanjut di wilayah Kenjeran pada awal pekan mendatang.

    Melalui rangkaian kegiatan tersebut, warga tidak hanya memperoleh rumah yang lebih layak, tetapi juga merasakan kehadiran empati dan kepedulian yang nyata.

    Bagi mereka, bantuan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan pemulihan martabat dan harapan.

    Menjelang akhir acara, ungkapan terima kasih dan doa tulus mengalir dari para pengurus dan anggota Yayasan Sosial Budi Mulia Abadi.

    “Terima kasih kepada Ibu Yuli atas keteladanan dan kebaikannya. Semoga panjang umur, sehat selalu, dan terus menjadi inspirasi,” ucap mereka.

    Di usia ke-84, Yuli Puspa kembali menegaskan bahwa makna hidup tidak diukur dari seberapa banyak yang dimiliki, melainkan seberapa luas manfaat yang dapat dibagikan.

    Sebuah perayaan sederhana, namun sarat makna yang menjadikan ulang tahun sebagai gerakan kemanusiaan dan harapan bagi banyak orang. (Bgn)***

  • Olah Raga

    Siswa SMPN 39 Surabaya Kembali Menyala: Artheta Daffa Almer Raziq Menebas Kejurnas Anggar 2025

    WARTAPENASATUJATIM | BANYUWANGI — Dari ujung timur Pulau Jawa, kilau prestasi kembali menyambar panggung olahraga nasional. Di arena Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Anggar 2025 Banyuwangi, nama Artheta Daffa Almer Raziq menjelma sorotan.

    Siswa SMP Negeri 39 Surabaya itu tampil menyala, menorehkan capaian langka: medali emas kategori SMP dan perak kategori SMA/SMK, dalam kejuaraan yang berlangsung pada 18–20 Desember 2025.
    Prestasi ganda tersebut bukan sekadar angka di papan klasemen.

    Ia menjadi penegasan atas kualitas teknik, konsistensi latihan, dan ketangguhan mental Artheta seorang atlet muda yang berani melampaui batas usia dan levelnya sendiri. Di bawah arahan Coach Ilham, Artheta menunjukkan kedewasaan bertanding yang tak lazim bagi seusianya: tenang membaca ritme duel, presisi menusuk, dan berani mengambil risiko pada momen krusial.

    Kejurnas Anggar Banyuwangi tahun ini bukan ajang biasa. Sekitar 150 atlet terbaik dari berbagai daerah turun gelanggang, menjadikan kompetisi berlangsung ketat, penuh gengsi, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.

    Setiap laga adalah ujian, setiap sentuhan pedang adalah pembuktian. Dalam atmosfer seperti itulah Artheta berdiri tegak dan menang.

    Integritas pertandingan dijaga ketat oleh jajaran wasit nasional berpengalaman, di antaranya Ibu Diana (Jakarta) dan Ibu Maria (SMANOR Jawa Timur). Keputusan-keputusan mereka memastikan setiap duel berjalan adil, objektif, dan profesional, memperkuat reputasi Kejurnas Banyuwangi sebagai ajang nasional berstandar tinggi. Perhatian pimpinan olahraga pun tertuju ke arena.

    Ketua Umum IKASI Jawa Timur, Roy Siregar, bersama Ketua IKASI Banyuwangi, Kombes Pol Rachmat, hadir langsung menyaksikan jalannya pertandingan. Keduanya mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan yang dinilai bukan hanya kompetisi, melainkan juga wahana seleksi dan pembinaan atlet anggar masa depan.

    “Anggar merupakan cabang olahraga yang berada di bawah federasi resmi. Dengan sistem pembinaan yang jelas, atlet memiliki jalur berjenjang untuk bertanding, dari nasional hingga internasional,” ujar Kombes Pol Rachmat di sela-sela kejuaraan.

    Memasuki 2026, harapan besar mengarah pada KONI sebagai induk pembinaan olahraga. Para pemangku kepentingan mendorong penguatan sistem pembinaan serta penegasan legalitas seluruh cabang olahraga agar atlet memiliki kepastian jalur kompetisi hingga level dunia.

    Dukungan konkret termasuk akses pendanaan melalui APBD/APBN yang disalurkan lewat Kemenpora, Dispora, dan KONI dipandang sebagai fondasi utama mencetak atlet berkelas internasional.

    Dari tribun penonton, suara para wali atlet turut menggaung. Harapan mereka sederhana namun tegas: agar putra-putri terbaik, termasuk Artheta Daffa Almer Raziq, memperoleh kesempatan bertanding di panggung global dengan dukungan negara.

    Dari Banyuwangi, Artheta telah menegaskan satu hal penting: usia muda bukan penghalang prestasi besar. Dua medali yang ia raih bukan sekadar kemenangan personal, melainkan tanda bahwa masa depan anggar Indonesia sedang ditempa tajam, disiplin, dan penuh harapan. (Bgn)***

  • Olah Raga

    Dari Ayunan Stik ke Nurani Keadilan: Golf, Budaya Papua, dan Ikhtiar Yuliyanto Membuka Akses Hukum Lewat LBH Surabaya Justice

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA — Di tengah hamparan hijau fairway dan suasana persahabatan yang mengalir tanpa sekat, sebuah pesan besar tentang keadilan sosial disuarakan dengan cara yang tak lazim. Bukan dari podium seminar hukum atau ruang sidang pengadilan, melainkan dari lapangan golf. Jumat (19/12/2025), turnamen golf persahabatan bernuansa Budaya Papua menjadi medium bagi Yuliyanto, SH, MH, untuk memperkenalkan Perkumpulan Bantuan Hukum (PBH) Surabaya Justice lembaga bantuan hukum yang baru berdiri dengan satu tekad utama: memperluas akses keadilan bagi masyarakat miskin, tidak mampu, dan kelompok rentan.

    Turnamen yang dikemas sederhana, hangat, dan kekeluargaan itu mempertemukan Komunitas Golf Surabaya dalam suasana silaturahmi.

    Namun di balik ayunan stik dan canda ringan antarpeserta, terselip pesan sosial yang kuat.

    Bagi Yuliyanto, kegiatan ini bukan soal siapa yang menang atau kalah, apalagi soal prestise.

    Ia memanfaatkan ruang perjumpaan itu untuk menanamkan kesadaran bahwa keadilan adalah tanggung jawab bersama, lintas profesi dan latar belakang.

    “Ini bukan turnamen besar dan bukan pula ajang mencari keuntungan. Kami ingin bersilaturahmi, berbagi semangat, sekaligus memperkenalkan Surabaya Justice sebagai lembaga yang hadir untuk masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum,” ujar Yuliyanto dengan nada tenang namun tegas.

    PBH Surabaya Justice sendiri resmi berdiri pada 10 November 2025 di Surabaya. Momentum kelahirannya bukan tanpa alasan.

    Yuliyanto melihat secara langsung masih lebarnya jurang antara hukum dan masyarakat kecil.

    Banyak warga yang berhadapan dengan persoalan hukum, namun tak memiliki pengetahuan, akses, maupun kemampuan finansial untuk mendapatkan pendampingan yang layak.

    Dari kegelisahan itulah Surabaya Justice lahir sebagai ikhtiar konkret menjadikan hukum lebih membumi dan berpihak.

    Mengusung pendekatan humanis dan profesional, Surabaya Justice menegaskan diri sebagai lembaga yang menjunjung tinggi martabat manusia.

    Pendampingan hukum tidak semata-mata dilihat sebagai kerja teknis, melainkan sebagai amanah moral dan sosial.

    Yang membuat turnamen golf ini berbeda dari kegiatan sejenis adalah sentuhan budaya Papua yang kental dan penuh makna.

    Alih-alih trofi mengilap, piala turnamen diwujudkan dalam bentuk Patung Asmat ikon Budaya Nusantara yang sarat filosofi.

    Patung tersebut bukan barang pabrikan, melainkan karya autentik mahasiswa Asmat yang dibuat dengan teknik tradisional.

    “Patung ini bukan produk industri. Ini karya anak-anak Papua sendiri. Prosesnya tradisional, termasuk pewarnaan hitam yang diperoleh melalui penguburan kayu. Ada nilai budaya, ada filosofi, dan ada penghormatan terhadap kearifan lokal,” tutur Yuliyanto.

    Pemilihan Patung Asmat bukan tanpa alasan. Bagi Yuliyanto, budaya Papua memiliki kedekatan emosional dengan perjalanan hidup dan pengabdiannya.

    Ia ingin memperkenalkan kekayaan budaya tersebut kepada komunitas yang lebih luas, sekaligus menyampaikan pesan tentang keberagaman, penghormatan, dan keadilan nilai-nilai yang sejalan dengan spirit bantuan hukum.

    Ke depan, Yuliyanto bahkan berencana mendokumentasikan seluruh proses pembuatan patung Asmat, mulai dari pemilihan kayu, teknik ukir, hingga proses pewarnaan alami.

    Dokumentasi ini diharapkan menjadi media edukasi budaya dan arsip penting tentang tradisi Papua yang autentik.

    Meski bertajuk Turnamen Golf, Yuliyanto menegaskan kegiatan ini sama sekali bukan ajang penggalangan dana.

    Tidak ada permintaan donasi, tidak ada pungutan tersembunyi. Fokus utama adalah sosialisasi visi dan misi PBH Surabaya Justice.

    “Saya tidak meminta sumbangan. Tujuan saya sederhana: memperkenalkan Surabaya Justice dan menyampaikan bahwa ada lembaga yang siap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum,” tegasnya.

    PBH Surabaya Justice mengusung prinsip layanan hukum yang murni dan berkeadilan. Bagi masyarakat tidak mampu, pendampingan hukum diberikan secara cuma-cuma dengan menunjukkan surat keterangan tidak mampu.

    Prinsip ini, menurut Yuliyanto, adalah bentuk nyata pengabdian profesi advokat, bukan sekadar slogan.

    “Kami hadir untuk membantu yang benar-benar membutuhkan. Kalau tidak mampu, tidak ada bayaran. Ini bukan bisnis, ini pengabdian,” ujarnya lugas.

    Saat ini, Surabaya Justice Advokat & Konsultan Hukum berkantor di Kompleks Ruko Surya Inti Permata E27–E27A, Jalan Jemur Andayani No. 50, Surabaya.

    Lembaga ini menangani konsultasi hukum, pendampingan perkara litigasi dan nonlitigasi, serta mediasi, dengan moto Ex Lege Est Claritas dari hukum muncul kejernihan.

    Sejak berdiri, Surabaya Justice telah mulai menangani sejumlah perkara dan membuka layanan konsultasi hukum bagi masyarakat.
    Untuk konsultasi gratis, masyarakat dapat menghubungi Yuliyanto, SH, MH, di nomor 0811 48 2345.

    Dalam proses pengembangan, Yuliyanto mengakui Surabaya Justice masih dibangun secara bertahap dan realistis. Untuk perkara tertentu yang membutuhkan dukungan besar, tim advokat dari Jakarta akan dilibatkan, sembari memperkuat kapasitas sumber daya lokal di Surabaya.

    Tantangan terbesarnya, menurut dia, bukan pada banyaknya perkara, melainkan pada pencarian advokat yang memiliki visi dan panggilan hati yang sama.

    “Mencari advokat itu mudah. Tapi mencari advokat yang mau mengabdi dengan hati, itu yang tidak gampang,” katanya.

    Ke depan, PBH Surabaya Justice menargetkan mengikuti proses akreditasi lembaga bantuan hukum dari pemerintah.

    Berbekal pengalaman Yuliyanto membangun dan mengelola LBH di Papua dan Jakarta yang telah menangani ratusan perkara dan meraih akreditasi Surabaya Justice optimistis menapaki jalur yang sama.

    Namun bagi Yuliyanto, pengakuan administratif bukanlah tujuan utama.

    “Tidak ada perkara kecil atau besar. Setiap perkara adalah amanah. Semua harus ditangani dengan serius dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

    Melalui momentum turnamen golf ini pula, Yuliyanto mengajak para advokat baik advokat muda, advokat baru, maupun advokat senior yang belum memiliki naungan untuk bergabung dan mengabdi bersama Surabaya Justice.

    Ia berharap lembaga ini menjadi rumah bersama bagi para pencari keadilan dan para penegak hukum yang masih memelihara nurani.

    Turnamen golf persahabatan bernuansa budaya Papua ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan. Bukan semata untuk mempererat jejaring komunitas, melainkan sebagai ruang menyemai kepedulian sosial, penghormatan terhadap budaya, dan komitmen terhadap keadilan hukum.

    Dari fairway lapangan golf, Surabaya Justice menapaki langkah awalnya menuju ruang pengabdian yang lebih luas, demi hukum yang benar-benar berpihak dan berkeadilan bagi semua. (Bgn)***

  • MBG

    Dari Dapur Sederhana, Menjaga Masa Depan Bangsa: Transparansi Program Makan Bergizi di Sidoarjo Jadi Cermin Tata Kelola Nasional

    WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJOProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjelma menjadi isu strategis nasional. Ia tidak lagi semata berbicara tentang makanan di piring anak-anak sekolah, melainkan menyangkut kesehatan generasi penerus, akuntabilitas pengelolaan anggaran publik, hingga tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan negara.

    Di tengah sorotan tersebut, praktik yang dijalankan Yayasan Berkah Mukti Raharjo di Sidoarjo membuka gambaran bagaimana program makan bergizi dapat dikelola secara profesional, transparan, dan berorientasi pada mutu.

    Melalui perannya sebagai pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Makarya Binangun, yayasan ini telah menyalurkan ribuan porsi makanan bergizi ke berbagai satuan pendidikan, mulai dari TK Roudlotus Sa’adah, TK DWP Janti, TK Persada, TK Anak Ceria, SLB Putra Harapan, SDN Kureksari, MINU Waru 1, hingga MTs Darul Ulum di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.

    Baca Juga: Ayunan Nurani dari Bukit Darmo Golf: Gobar Aku Cinta Papua Menyatukan Golf, Solidaritas, dan Perjuangan Keadilan Sosial

    Program tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan asupan gizi anak-anak, tetapi juga menunjukkan bagaimana tata kelola yang tertib mampu menjaga kualitas layanan publik secara berkelanjutan.

    Di balik dapur produksi, aspek gizi menjadi perhatian utama. Ahli Gizi SPPG Makarya Binangun, Jihan Imtiyas, menegaskan bahwa tantangan terbesar program makan bergizi bukan terletak pada ketersediaan bahan pangan, melainkan pada proses pengolahan.

    Berdasarkan evaluasi internal, penurunan zat gizi khususnya pada bahan pangan hewani seperti ayam dan daging lebih banyak terjadi saat proses memasak dibandingkan saat bahan diterima.

    Baca Juga: MAKI Jatim Bongkar Skandal Dana Pendidikan di Jember: Dugaan Pungli PIP, Oknum Kepala SMAN 1 Arjasa Terancam Dilaporkan ke Kejati

    “Karena itu, dapur pelaksana terus melakukan evaluasi teknik pengolahan. Tujuannya agar makanan yang sampai ke anak-anak tetap memiliki nilai gizi optimal,” ujar Jihan.

    Penyesuaian metode memasak, pengaturan waktu pemanasan, hingga teknik penyajian menjadi fokus utama agar kandungan gizi tidak hilang sebelum dikonsumsi.

    Dari sisi pengadaan bahan baku, yayasan menegaskan tidak ada ketentuan kaku mengenai lokasi pembelian.

    Seluruh proses dikoordinasikan bersama mitra, dengan prinsip utama memprioritaskan bahan pangan dari lingkungan sekitar dapur.

    Kebijakan ini dinilai lebih efisien, mudah dikontrol, serta berdampak langsung pada penguatan ekonomi lokal.

    Baca Juga: Dalam Peringatan Hakordia, MAKI NTB Siap Gelar Aksi Demo Akbar di Bumi Gora NTB

    “Mengambil bahan dari sekitar dapur lebih terkontrol dan segar. Selain itu, roda ekonomi warga juga ikut bergerak,” kata Jihan.

    Program ini dijalankan melalui alur kerja yang sistematis dan terdokumentasi dengan rapi.

    Penyusunan menu dilakukan secara kolaboratif antara tim dapur dan pengelola yayasan, dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi serta harga pasar.

    Setelah menu dan harga disepakati, pengelola menyusun Purchase Order (PO) bahan pangan, mulai dari beras, ikan, sayuran, hingga bahan pendukung lainnya.

    PO tersebut kemudian diverifikasi oleh tim akuntansi untuk memastikan kesesuaian dengan anggaran.

    Baca Juga: Pangdam V/Brawijaya Periksa Kesiapan Satgas Gulbencal Yonzipur 5/ABW untuk Aceh Tengah

    Setelah mendapat persetujuan bagian accounting dan kepala SPPG, dokumen pengadaan diajukan kepada mitra dan yayasan untuk proses pembelian.

    Meski pembelian dilakukan oleh mitra, seluruh tahapan berada dalam pengawasan ketat sistem administrasi dan keuangan yayasan.

    Pendiri Yayasan Berkah Mukti Raharjo, Bambang Kusumarijadi, mengungkapkan bahwa dapur produksi yang digunakan bukanlah bangunan baru.

    Dapur tersebut merupakan bangunan lama yang ditata ulang pada bagian interior agar memenuhi standar produksi makanan sehat.

    Proses persiapan dimulai sejak September 2025 dan rampung pada pertengahan November 2025, setelah seluruh perizinan dan persetujuan dari BKN diperoleh.

    “Secara operasional dapur sebenarnya sudah siap di akhir November, tetapi pencairan dana baru terealisasi di awal Desember. Distribusi makanan perdana resmi dimulai pada 8 Desember 2025,” ujar Bambang.

    Selama program berjalan, yayasan secara aktif memantau respons sekolah penerima manfaat. Hingga kini, tidak ditemukan keluhan berarti.

    Baca Juga: PRCONNECT 2025: Himpunan Humas Hotel (H3) Surabaya Sebuah Wadah Kolaborasi dan Solidaritas Bagi Para Profesional Humas Perhotelan

    Bahkan, kondisi wadah makanan atau ompreng yang dikembalikan sebagian besar dalam keadaan bersih indikator sederhana namun bermakna bahwa makanan diterima dan dikonsumsi dengan baik oleh para siswa.

    Ada pula kisah kecil yang mencerminkan dampak emosional dari program ini. Suatu hari, petugas menemukan uang Rp10.000 di dalam ompreng titipan seorang siswa, yang diduga sebagai ungkapan terima kasih kepada petugas pencuci.

    “Kami langsung berkoordinasi dengan guru agar hal seperti itu tidak perlu dilakukan. Semua biaya sudah ditanggung program,” tutur Bambang.

    Dari sisi cakupan, program Makan Bergizi Gratis ini menunjukkan perkembangan pesat. Pada tahap awal, distribusi mencakup tujuh sekolah dengan sekitar 1.118 porsi per hari.

    Dalam waktu singkat, meningkat menjadi delapan sekolah dengan 1.338 porsi. Yayasan menargetkan 2.000 porsi pada 5 Januari 2026, dan dalam satu hingga dua minggu berikutnya kapasitas diproyeksikan meningkat hingga 3.000 porsi per hari.

    Untuk menopang peningkatan skala tersebut, pengelola tengah mempersiapkan berbagai sertifikasi keamanan pangan, termasuk sertifikasi chef dan sertifikasi sel melalui dinas terkait.

    Kepercayaan pemerintah kepada Yayasan Berkah Mukti Raharjo menjadi penguat langkah mereka dalam memperluas jangkauan layanan.

    Baca Juga: UPTD SMPN 1 Arosbaya Gelar Gebyar Pentas Seni Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2025/2026

    “Bagi kami, ini bukan sekadar program, tapi amanah,” kata Bambang.

    Motivasinya sederhana namun fundamental: berkontribusi nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia. “Tujuan akhirnya anak-anak Indonesia sehat. Kita ingin kualitas anak-anak kita setara, paling tidak di level Asia.”

    Ia mencontohkan kondisi atlet muda Indonesia yang kerap kehabisan stamina akibat asupan gizi yang kurang memadai, berbeda dengan anak-anak di Eropa yang sejak dini terbiasa mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Menurutnya, pembenahan gizi harus dimulai sejak usia sekolah.

    Dari aspek keuangan, yayasan menegaskan komitmen penuh terhadap transparansi. Seluruh pengeluaran dicatat berdasarkan nota asli, dengan verifikasi langsung atas keaslian bukti transaksi.

    Hingga kini, tidak ditemukan indikasi mark up harga. Mitra pelaksana disebut sangat kooperatif, bahkan aktif membantu ketika terjadi kendala administrasi.

    Pencatatan keuangan dilakukan setiap hari oleh tim akuntansi, dengan pengeluaran dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama: bahan baku, operasional, serta insentif atau fasilitas mitra.

    Dari ketiganya, bahan baku dan operasional menjadi komponen terbesar. Melalui pengecekan rutin harian, dua harian, hingga mingguan yayasan memastikan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

    Baca Juga: Anggaran Acara Bakesbangpol Jatim Dipersoalkan, MAKI Nilai Kinerja Menyimpang dari Tupoksi

    Dengan tata kelola yang transparan, pengawasan berlapis, dan komitmen kuat menjaga mutu gizi, Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo ini diharapkan tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga menjadi model nasional.

    Sebuah bukti bahwa dari dapur sederhana, masa depan generasi bangsa dapat dibangun dengan integritas, kepedulian, dan tanggung jawab. (Bgn)***

  • Olah Raga

    Ayunan Nurani dari Bukit Darmo Golf: Gobar Aku Cinta Papua Menyatukan Golf, Solidaritas, dan Perjuangan Keadilan Sosial

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Perhelatan Golf Bareng (Gobar) Golf Basodara di Bukit Darmo Golf Surabaya, kembali menemukan maknanya yang lebih hakiki. Bukan semata soal skor, birdie, atau gengsi, melainkan tentang kepedulian dan keberpihakan. Jumat, 19 Desember 2025, ajang Golf Bareng (Gobar) Aku Cinta Papua akan kembali digelar sebagai agenda golf tahunan, menghadirkan perpaduan elegan antara silaturahmi, olahraga, dan aksi nyata membela kaum yang kerap tak terdengar suaranya.

    Gobar Aku Cinta Papua tahun ini tampil dengan misi yang lebih kuat dan relevan. Turnamen ini bukan sekadar pertemuan komunitas golfer, melainkan charity for legal aid, sebuah gerakan kemanusiaan untuk mendukung LBH Surabaya Justice. Di tengah citra golf yang identik dengan kalangan elite dan eksklusivitas, Gobar hadir membalik stigma: fairway tak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga jalan menuju keadilan sosial.

    Sejak pagi hari, denyut turnamen akan langsung terasa. Tee off dan shotgun dijadwalkan tepat pukul 06.30 WIB, saat embun masih setia menempel di rumput lapangan. Panitia menyiapkan rangkaian kompetisi yang profesional sekaligus atraktif. Hadiah Hole in One menjadi sorotan utama 1 unit mobil Toyota Agya dan uang tunai Rp200 juta insentif bergengsi yang diyakini akan menyedot partisipasi golfer dari Surabaya, Jawa Timur, hingga berbagai daerah di Pulau Jawa.

    Namun di balik kemilau hadiah, ruh utama Gobar Aku Cinta Papua justru terletak pada tujuannya. Yuliyanto, SH, MH, Ketua Panitia Golf Basodara, menegaskan bahwa turnamen ini lahir dari kegelisahan panjangnya sebagai praktisi hukum. Selama bertahun-tahun berkecimpung di dunia advokasi, ia menyaksikan langsung bagaimana akses terhadap keadilan masih menjadi barang mahal bagi masyarakat kecil.

    “Dua tahun lalu kami menggelar golf di Bukit Darmo Golf Surabaya. Kini kami kembali, masih di BDG, dengan misi charity untuk Perkumpulan Bantuan Hukum Surabaya Justice,” ujar Yuliyanto. Ia menuturkan, semakin banyak masyarakat miskin yang tak mampu berkonsultasi hukum, bahkan sekadar untuk memahami hak-hak dasarnya. Dari realitas itulah, gagasan mendirikan LBH tumbuh dan akhirnya diwujudkan.

    LBH Surabaya Justice resmi berdiri pada 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan sebuah momentum simbolik yang sarat makna. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing, maka hari ini perjuangan berlanjut melalui pena, argumentasi hukum, dan keberanian berdiri di sisi mereka yang lemah di hadapan sistem.

    “Kami bersyukur, ada rekan-rekan golfer yang memiliki kepedulian. Mereka menyediakan tempat kantor untuk kami gunakan. Dari situ, sembari berjalan, LBH ini kami bangun,” kata Yuliyanto. Menurutnya, Gobar menjadi jembatan untuk memperkenalkan gerakan ini kepada komunitas golfer yang secara ekonomi lebih mapan, agar turut berkontribusi dalam misi kemanusiaan tersebut.

    Bagi Yuliyanto, golf dan kepedulian sosial bukan dua dunia yang bertolak belakang. Justru sebaliknya. “Karena saya hobi golf, maka dari golf pula saya mencurahkan energi dan jejaring saya. Olahraga ini kami arahkan agar memberi manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

    Model LBH berbasis jejaring ini bukanlah hal baru baginya. Di sejumlah kota tempat ia memiliki kantor seperti Jakarta dan Bali pola serupa pernah diterapkan. Namun seiring dinamika dan kebutuhan, Surabaya dipilih sebagai pusat gerakan baru, dengan Jawa Timur sebagai wilayah pengabdian yang luas, kompleks, dan membutuhkan perhatian serius.

    Harapan besar pun disematkan pada Gobar Aku Cinta Papua 2025. Yuliyanto mengajak para golfer, khususnya dari Jawa dan Jawa Timur, untuk turut ambil bagian. “Mari kita meriahkan Golf Bareng (Gobar) pada 19 Desember 2025 di Bukit Darmo Golf Surabaya. Ini bukan sekadar turnamen, ini adalah panggilan nurani,” ucapnya.

    Pada akhirnya, Gobar Aku Cinta Papua bukan hanya tentang siapa yang keluar sebagai juara. Ia adalah pernyataan sikap. Bahwa di balik setiap ayunan stik, ada komitmen untuk berbagi. Bahwa dari lapangan golf, solidaritas bisa bergulir jauh, menembus batas sosial, dan menjangkau mereka yang selama ini tersisih dari keadilan.

    Di Bukit Darmo Golf Surabaya, 19 Desember 2025, fairway tak hanya mencatat birdie dan eagle. Ia akan merekam jejak solidaritas sebuah ayunan kecil yang diharapkan mampu mengubah hidup banyak orang.

    Bagi yang berminat melakukan reservasi turnamen, dapat menghubungi panitia di nomor 0811 482 345. (Bgn)

  • Uncategorized

    MAKI Jatim Bongkar Skandal Dana Pendidikan di Jember: Dugaan Pungli PIP, Oknum Kepala SMAN 1 Arjasa Terancam Dilaporkan ke Kejati

    WARTAPENASATUJATIM | Jember — Dunia pendidikan Jawa Timur kembali diguncang. Dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) yang menyasar siswa tidak mampu di SMAN 1 Arjasa, Kabupaten Jember, mencuat ke permukaan dan memicu reaksi keras Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur. Kasus ini dinilai bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan berpotensi menjadi skandal serius yang mencederai hak dasar siswa miskin dan mencoreng integritas institusi pendidikan negeri.

    Selama lebih dari sepekan, tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) secara intensif di lapangan. Tim mendatangi langsung para wali murid penerima bantuan PIP yang seharusnya menerima dana sebesar Rp1,8 juta. Namun, dari keterangan yang dihimpun, bantuan tersebut diduga dipotong hingga Rp500 ribu per siswa.

    Pengakuan para wali murid menyebutkan, praktik pemotongan dana PIP tersebut telah berlangsung sejak tahun 2022 dan bahkan diduga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Kepada wali murid, pemotongan itu disebut-sebut untuk kepentingan perbaikan sekolah. Namun, hasil pendalaman MAKI Jatim justru mengungkap indikasi penyalahgunaan yang jauh lebih serius.

    Berdasarkan temuan investigasi, dana potongan sebesar Rp500 ribu per siswa tersebut diduga mengalir ke kantong pribadi oknum kepala sekolah SMAN 1 Arjasa secara rutin setiap bulan. Dugaan ini diperkuat oleh pengakuan masyarakat yang kemudian diverifikasi dan divalidasi oleh tim Litbang MAKI Jatim.

    “Kami pastikan tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim telah mengantongi bukti dan fakta hukum. Potongan dana PIP sebesar Rp500 ribu untuk siswa tidak mampu itu diduga kuat masuk ke kantong pribadi oknum kepala sekolah. Seluruh keterangan saksi telah kami validasi,” tegas Heru MAKI, Ketua MAKI Koorwil Jawa Timur.

    Kasus ini menjadi perhatian serius MAKI Jatim karena menyangkut dana negara yang secara khusus diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Menurut MAKI, dugaan praktik pungli ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga kejahatan moral yang merampas hak anak-anak untuk mengakses pendidikan secara layak.

    Lebih jauh, hasil penelusuran MAKI Jatim mengungkap dugaan lain yang tak kalah menghebohkan. Oknum kepala sekolah tersebut disinyalir juga berperan sebagai makelar jabatan di lingkungan pendidikan Jawa Timur. Ia diduga menawarkan jasa “pengaturan” mutasi kepala sekolah ke sekolah-sekolah favorit, serta memfasilitasi guru yang ingin menduduki jabatan kepala sekolah, dengan imbalan setoran uang.

    Dalam praktiknya, oknum tersebut disebut aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah guru dan kepala sekolah, menawarkan perpindahan ke sekolah yang lebih besar dan strategis. Dugaan ini semakin menguat dengan indikasi adanya relasi lama antara oknum kepala sekolah tersebut dengan sejumlah petinggi di Dinas Pendidikan Jawa Timur.

    Indikasi praktik makelar jabatan tersebut tercermin dari pola mutasi pasca-rotasi di lingkungan Dinas Pendidikan Jawa Timur. Sejumlah kepala sekolah dari SMA negeri di wilayah pinggiran atau jauh dari pusat kota disebut berhasil dimutasi menjadi kepala sekolah di SMA negeri yang berada di jantung Kota Jember. Ironisnya, sebagian mutasi tersebut diduga dilakukan tanpa melalui mekanisme usulan resmi dari Kantor Cabang Dinas (Kacabdin) setempat.

    “Atas seluruh temuan ini, MAKI Jatim memastikan dalam waktu dekat akan melaporkan oknum kepala sekolah tersebut ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Berkas laporan hukum sedang kami siapkan dan akan segera kami serahkan. Catat itu,” ujar Heru dengan nada tegas.

    Heru menegaskan, langkah hukum yang akan ditempuh MAKI Jatim bersifat final. Pihaknya mengklaim telah mengantongi sedikitnya dua alat bukti yang cukup kuat untuk menjerat oknum tersebut dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

    Tak hanya berhenti pada dugaan pungli dana PIP, MAKI Jatim juga tengah memperdalam temuan lain yang tak kalah serius. Tim Litbang dan Investigasi MAKI Jatim masih berada di Kabupaten Jember untuk menajamkan validasi dugaan pemotongan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp100 ribu per siswa, yang dikalikan dengan jumlah siswa SMA dan SMK negeri se-Kabupaten Jember.

    Dana BOS tersebut diduga dikumpulkan untuk menutup isu adanya dugaan kasus hukum yang disebut-sebut menjerat para kepala sekolah SMA dan SMK negeri di Jember. Namun, MAKI Jatim menilai isu tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan cenderung direkayasa.

    “Kami menemukan indikasi adanya oknum aparat penegak hukum yang diduga meminta potongan dana BOS sebesar Rp100 ribu per siswa, dikalikan jumlah siswa SMA dan SMK negeri se-Kabupaten Jember. Permintaan itu diduga dikabulkan para kepala sekolah. Fakta ini sedang kami dalami dan validasi secara serius,” pungkas Heru.

    MAKI Jatim menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh temuan ini hingga tuntas. Organisasi tersebut menilai, pembiaran terhadap praktik semacam ini hanya akan memperparah krisis integritas di dunia pendidikan dan mengorbankan masa depan siswa tidak mampu yang seharusnya dilindungi oleh negara. (Bgn)

  • Wartapenasatu.com @2025