DKKI Menggelar Kejuaraan Soengging Cup XII Kyokushin Open Tournament National Championship 2025
WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Pimpinan Pusat Dai Kyokushin Karate Indonesia (DKKI) sukses menggelar Kejuaraan Nasional Kyokushin “Soengging Cup XII Kyokushin Open Tournament Nasional Championship 2025” pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Atrium Gressmall Gresik.
Kejuaraan ini menjadi salah satu agenda terbesar DKKI yang mempertemukan para karateka dari berbagai daerah untuk tampil dalam kompetisi bergengsi bertaraf nasional.
Ketua Umum DKKI, Tunggul Aryo Wibowo, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Soengging Cup tahun ini memiliki makna penting dalam sejarah penyelenggaraannya.

Pada tahun 2025 ini untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar dengan format Open Tournament, yang berarti terbuka bagi berbagai perguruan Kyokushin di Indonesia.
“Sejak pertama kali digelar, Soengging Cup hanya diikuti internal perguruan. Tahun ini menjadi tonggak baru karena kami membukanya untuk umum,” ujar Tunggul.
Ia menambahkan bahwa perubahan format ini dilakukan untuk memperluas jaringan pembinaan atlet serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi karateka di luar DKKI untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka.
Tunggul meyakini bahwa kompetisi yang terbuka dapat memberikan efek positif bagi perkembangan Kyokushin secara nasional.

Sementara itu, Founder dan Chairman Dai Kyokushin Karate Indonesia, Kancho Bambang Soengging Soerjasmoro, MBA, turut mengingatkan kembali sejarah panjang Soengging Cup.
Turnamen ini pertama kali ia selenggarakan pada tahun 2007. Ia menggunakan namanya sendiri lantaran kecintaannya yang besar terhadap Kyokushin serta keinginannya membangun ruang kompetisi yang berkelanjutan bagi generasi muda.
“Nama Soengging Cup adalah bentuk dedikasi dan cinta saya kepada dunia Kyokushin,” tegas Bambang.
Tahun ini yang mengikuti turnamen berdasarkan undangan. Harapan kedepan, turnamen ke-13 diadakan tanpa undangan. Artinya seluruh aliran Kyokushin bisa mengikuti turnamen
Dalam penyelenggaraan Soengging Cup XII tahun ini, DKKI mengundang 9 perguruan untuk mengikuti turnamen. Namun, satu perguruan tidak dapat berpartisipasi karena tidak memiliki atlet yang sesuai dengan kelas pertandingan.

Meski demikian, 8 perguruan lainnya hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kompetisi dengan penuh antusias.
Kedelapan perguruan yang turut berpartisipasi tersebut berasal dari berbagai daerah, mulai dari NTB, NTT, Kalimantan, Jogja serta Semarang hingga beberapa perguruan besar dari wilayah Jawa Timur.
Kebersamaan para peserta dari berbagai pulau tersebut menjadi nilai tambah tersendiri bagi penyelenggaraan Soengging Cup XII.
Tunggul Aryo Wibowo menyampaikan bahwa kehadiran perguruan-perguruan dari berbagai daerah membuktikan bahwa Kyokushin semakin dikenal dan berkembang pesat di Indonesia.
Ia berharap ke depan, semakin banyak daerah yang dapat berpartisipasi dalam ajang-ajang berikutnya.
“Ini menjadi awal yang baik. Ke depan kami ingin Soengging Cup menjadi turnamen besar yang mempertemukan seluruh perguruan Kyokushin di Indonesia,” tuturnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, Soengging Cup XII juga diharapkan dapat memperkuat tali silaturahmi dan persaudaraan yang erat antar perguruan.
Tunggul menegaskan bahwa tujuan penting dari turnamen ini bukan semata mencari atlet berprestasi, tetapi juga membangun persaudaraan yang erat di antara para pelatih, atlet, dan pengurus perguruan Kyokushin se-Indonesia.

Pertandingan yang berlangsung di Atrium Gressmall Gresik tersebut disambut meriah oleh penonton yang memadati area kegiatan.
Berbagai kategori dipertandingkan dengan sportivitas tinggi, menunjukkan kualitas para atlet serta keseriusan perguruan dalam mengembangkan seni bela diri Kyokushin.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Soengging Cup XII Kyokushin Open Tournament 2025, DKKI optimistis ajang ini akan terus menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet nasional.
Baik Tunggul Aryo Wibowo maupun Bambang Soengging Soerjasmoro sepakat bahwa turnamen ini harus terus digelar dan ditingkatkan, demi masa depan Kyokushin Indonesia yang lebih maju dan solid.*** (Red)
Sebagai Upaya Meningkatkan Produktifitas dan Efektivitas Kerja, Media Warta Pena Satu Jatim Raya Melakukan Terobosan Yang Berani Dengan Merestrukturisasi Kepengurusan Perusahaan

Di tengah dinamika perkembangan informasi yang semakin pesat, Media Warta Pena Satu Jatim Raya mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas Perusahaan. Melalui proses restrukturisasi kepengurusan yang komprehensif, media ini berupaya untuk menyelaraskan sumber daya manusia dengan tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat. Restrukturisasi ini diharapkan dapat membawa angin segar bagi Warta Pena Satu Jatim Raya, menjadikannya lebih responsif, inovatif, dan berdaya saing di era digital.

Keputusan restrukturisasi ini diambil setelah melalui evaluasi mendalam terhadap kinerja masing-masing pengurus. Manajemen Warta Pena Satu Jatim Raya menyadari bahwa untuk mencapai tujuan perusahaan, diperlukan tim yang solid, kompeten, dan memiliki komitmen tinggi. Oleh karena itu, pengurus yang dinilai kurang produktif atau tidak sejalan dengan visi dan misi media, dengan berat hati diberhentikan dari jabatannya. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan bahwa setiap posisi diisi oleh individu yang mampu memberikan kontribusi maksimal.
Dalam proses restrukturisasi ini, beberapa nama pengurus harus rela melepas jabatannya. Sdr. Sonny Wondal, yang sebelumnya menjabat sebagai Penasehat, serta Sdr. Giri Alriyanto, SAB dan Sdr. Francky Marlon Sanger dari jabatan Kabag Investigasi, termasuk di antara mereka yang terkena dampak restrukturisasi. Selain itu, Sdri. Lingkan Octaviana dari jabatan Kabag Pengembangan Bisnis dan Sdr.. Dhany Feby Nalasatria, SE., MM dari jabatan Jurnalis juga harus mengakhiri masa baktinya di Warta Pena Satu Jatim Raya.
Manajemen Warta Pena Satu Jatim Raya menyampaikan bahwa sejak berita ini diterbitkan, nama-nama yang tercantum diatas sudah bukan lagi menjadi Anggota Warta Pena Satu Jatim Raya. Jadi, apapun yang dilakukan oleh nama-nama diatas tidak lagi berhak mengatasnamakan Warta Pena Satu Jatim Raya. Manajemen berharap agar para pengurus yang diberhentikan dapat memahami dan menerima keputusan ini dengan lapang dada.
Restrukturisasi kepengurusan ini menjadi momentum bagi Warta Pena Satu Jatim Raya untuk menatap masa depan dengan lebih optimis. Dengan susunan pengurus yang baru, media ini berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan, memperluas jaringan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Jawa Timur. Warta Pena Satu Jatim Raya juga membuka pintu bagi talenta-talenta baru yang memiliki semangat dan visi yang sama untuk bergabung dan bersama-sama membangun media yang lebih baik.
Sekjen PRI Aditya Yusma Sorot Pentingnya Peranan Generasi Muda dalam Memperkuat Demokrasi Indonesia
WARTAPENASATUJATIM | Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Rakyat Indonesia (PRI) Aditya Yusma menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam memperkuat demokrasi Indonesia. Hal tersebut ia sampaikan dalam pidatonya saat Peresmian Gedung Baru PRI di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Sabtu, 8 November 2025.
Aditya Yusma menegaskan bahwa PRI berupaya membangun partisipasi politik kaum milenial melalui wadah pembelajaran politik bernama Sekolah Politik Rakyat.
Menurutnya, peningkatan kesadaran politik di kalangan muda akan menjadi fondasi bagi demokrasi yang lebih berkualitas.

Acara peresmian gedung baru PRI dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Agama Dr. H. Nazarudin Umar, dan Ketua Umum PRI M. Nazarudin. Pada kesempatan tersebut, Aditya Yusma menjelaskan, PRI resmi berdiri pada 8 Agustus 2025.
PRI memilih tanggal pendiriannya dengan simbolisme khusus, angka 08, merujuk pada Presiden Prabowo Subianto sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.
Aditya Yusma juga menegaskan komitmen PRI untuk mendukung penuh seluruh program pemerintahan.
Salah satu program yang menjadi fokus dukungan adalah Hasta Cipta, yang menitikberatkan pada Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat.
Dalam kata sambutannya, Ketua Umum M. Nazarudin menyampaikan bahwa PRI ingin menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan nasional.

Ia menegaskan dukungan partai terhadap kebijakan Presiden Prabowo di berbagai sektor, seperti Kesehatan, Pendidikan Pesantren, hingga Penghapusan Utang Nelayan.
“Kami ingin rakyat merasakan hasil pembangunan secara nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Agama Dr. H. Nazarudin Umar memberikan pandangan positif terhadap semangat PRI yang dinilai membawa gagasan politik santun dan berorientasi rakyat.
Ia menekankan bahwa meskipun tidak dapat terlibat langsung dalam kegiatan politik praktis, Kementerian Agama tetap mendukung segala upaya yang membawa kebaikan bagi bangsa.
Peresmian gedung baru PRI ini menandai langkah awal partai dalam mengokohkan posisinya di kancah politik nasional.
Dengan menonjolkan nilai kolaborasi dan pendidikan politik, PRI diharapkan dapat menarik simpati generasi muda serta memperkaya dinamika demokrasi Indonesia.
(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)
Jembatan Baru di Desa Lajing Ambrol, Warga Pertanyakan Kualitas Pembangunan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Warga Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan, dikejutkan oleh ambruknya jembatan penghubung antara Kampung Pocokan 1 dengan Pocokan 2 yang baru dibangun pada akhir tahun 2023 lalu.
Jembatan yang digagas oleh salah satu anggota DPRD Bangkalan itu kini rusak parah dan tidak bisa lagi dilalui warga.

Padahal, jembatan tersebut semula diharapkan menjadi akses utama bagi masyarakat untuk memperlancar mobilitas dan kegiatan ekonomi antar kampung.Namun, baru beberapa bulan digunakan, konstruksinya ambruk tanpa sebab alam yang signifikan.
Menurut keterangan warga setempat, penyebab ambruknya jembatan diduga karena kualitas bahan dan pengerjaan yang tidak sesuai standar.

Dari hasil pengamatan Saiful salah satu warga, struktur jembatan tersebut tidak memiliki tulangan besi (besi penyangga) seperti seharusnya.
“Kami sangat kecewa. Jembatan ini baru dibangun, tapi sudah ambrol. Waktu pengerjaan dulu kami sudah curiga karena tidak terlihat besi penopangnya,” ujar Saiful, salah satu warga Lajing.
Warga yang lainnya dari Desa Lajing, Abdul Latif, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa jembatan tersebut merupakan inisiatif dari salah satu anggota DPRD Bangkalan dan bukan dari anggaran desa, namun menggunakan dana aspirasi dewan.

“Pembangunan jembatan itu memang bukan dari dana desa, tetapi dari program pribadi salah satu anggota DPRD. Sedangkan dari pihak desa hanya memfasilitasi lokasi. Kami sangat menyayangkan hasilnya seperti ini,” jelas Abdul Latif.
Sementara itu, anggota DPRD Bangkalan yang tidak bersedia disebut namanya, saat dikonfirmasi awak media, mengatakan bahwa dirinya akan meninjau langsung kondisi jembatan tersebut dan memastikan ada langkah perbaikan.
“Kami akan segera turun ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan. Kalau memang ada kekurangan dalam pelaksanaan, tentu akan kami tindaklanjuti agar tidak merugikan masyarakat,” ujarnya singkat.
Warga berharap pemerintah kabupaten dan pihak terkait melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Mereka menilai pembangunan infrastruktur publik harus mengutamakan kualitas, bukan sekadar formalitas proyek.
Hingga kini, warga hanya bisa menggunakan jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh untuk beraktifitas.*** (Red)
E- Voting Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Osis UPTD SMPN 2 Kwanyar Periode 2025 – 2026
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS), termasuk salah satu kegiatan wajib di setiap sekolah. Pergantian periode OSIS yang dilaksanakan di setiap akhir tahun, kali ini UPTD SMPN 2 Kwanyar menggelar pemilihan menggunakan system aplikasi E-Voting berbasis digital.
E- Voting adalah sistem pemilihan yang dilakukan secara elektronik, di mana siswa sebagai pemilih dapat menggunakan perangkat digital seperti komputer dan Android dan juga sejenisnya. Hal itu disampaikan langsung oleh Rakhmad Adhi Hartyanto, M.Pd, Selaku kepala sekolah SMPN 2 Kwanyar.

“Kegiatan ini kami laksanakan pada tanggal 30 Oktober 2025. Dengan tujuan Untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas proses pemilihan, di SMPN 2 Kwanyar,” ujarnya.
Selain itu, Rakhmad Adhi menegaskan, E – Voting ini merupakan pembelajaran demokrasi yang terintegrasi terhadap nilai-nilai pemanfaatan teknologi secara jujur, bebas dan rahasia,

“Dengan kegiatan ini kami harap dapat berdampak baik kepada siswa SMPN 2 Kwanyar ketika suatu saat nanti terjun ke dunia pemilu yang sebenarnya,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, E-Voting selain lebih simpel sisi pelaksanaan nya juga mendorong partisipasi siswa dalam mengikuti pesta demokrasi dilingkungan sekolah.

“Dengan E-voting ini anak – anak akan belajar cara berdemokrasi secara jujur dan adil,serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas hasil dari pada pemilu,” tutupnya. (Azis).
Jurnalis: Abdul Azis
Satreskoba Polres Bangkalan Amankan 3 Pegawai RSUD Syamrabu saat Konsumsi Pesta Sabu
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Satresnarkoba Polres Bangkalan mengamankan tiga orang yang bekerja di RSUD Syamrabu Bangkalan usai kedapatan menggunakan narkotika jenis sabu.
Tersangka tersebut terdiri dari dua sopir ambulans dan satu petugas keamanan (satpam).
Ketiganya ditangkap saat tengah mengonsumsi sabu di sebuah rumah kosong di Kelurahan Pejagan, Kabupaten Bangkalan.
Kasus tersebut dijelaskan langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Bangkalan Iptu Kiswoyo Supriyanto, S.H., didampingi Kasi Humas Polres Bangkalan Ipda Agung Intama dihadapan awak media.
“Kami menerima laporan masyarakat bahwa ada rumah kosong di wilayah Pejagan yang sering digunakan untuk pesta sabu. Setelah kami lakukan penyelidikan dan memastikan kebenarannya, petugas segera melakukan penggerebekan dan menemukan tiga orang sedang menggunakan narkoba,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Rabu (5/11/2025) di Mapolres Bangkalan.
Ketiga pelaku diketahui berinisial MZ (33), YN (25), dan NRG (24).
Dari hasil pemeriksaan awal, mereka mengaku sepakat untuk iuran sebesar Rp50.000 per orang untuk membeli sabu yang kemudian mereka konsumsi bersama.
“Sebelum menggunakan, mereka iuran masing-masing Rp50.000. Jadi total Rp150.000 digunakan untuk membeli sabu yang mereka pakai bersama di rumah kosong tersebut,” jelas Kasat Narkoba.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 1 set alat hisap sabu (bong) lengkap dengan pipet kaca berisi sisa sabu seberat 1,98 gram, 1 plastik klip kosong, dan 1 korek api gas.
Ketiga tersangka dan barang bukti kini diamankan di Mapolres Bangkalan untuk proses hukum lebih lanjut.
“Ketiganya dijerat dengan Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” ungkap kasatnarkoba.
Lebih lanjut, pihak Satresnarkoba akan mengirim barang bukti ke Laboratorium Forensik Cabang Surabaya serta melakukan pengembangan guna mencari pemasok sabu tersebut.
Mewakili Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K., dirinya menegaskan bahwa Polres Bangkalan berkomitmen untuk terus memberantas penyalahgunaan narkoba dan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
“Ini juga menjadi peringatan keras agar semua pihak menjauhi narkoba. Begitu pula kami dari Polres Bangkalan mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika mengetahui aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan narkoba di lingkungannya,” tutupnya.*** (Azis)
Jurnalis: Abdul Azis
Lembaga Kesultanan Bangkalan Menilai Penganugerahan Gelar untuk Bupati Bangkalan dan Wakilnya Hanya Sebuah Lelucon: “Darah Leluhur Tak Bisa Dibeli”
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Penganugerahan Gelar Kehormatan kepada Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan wakilnya Moh. Fauzan Ja’far beberapa pekan lalu, muncul kritikan pedas dari lembaga resmi pemangku Kesultanan Kraton Bangkalan. Pemberian gelar tersebut dinilai mencederai pranata adat dan nilai sejarah leluhur.
Salah satu tokoh Keturunan dan Pemangku Kesultanan di Bangkalan menyebut bahwa gelar yang diberikan itu tidak memiliki dasar silsilah dan diduga menyalahi tatanan dinasti Keraton Madura.
“Darah leluhur tidak bisa dibeli. Gelar kebangsawanan itu hanya untuk mereka yang memiliki trah kerajaan. Ini hanya con-locon (lelucon),” tegasnya saat ditemui di kediamannya. Selasa (28/10)
Sebagai lembaga resmi pemangku Kesultanan ia menjelaskan bahwa Keraton Bangkalan resmi dibubarkan oleh pemerintah Belanda pada 22 Agustus 1885. Sehingga, sistem monarki atau kerajaan dan pemberian gelar kebangsawanan tidak lagi berlaku.
“Kalau sudah bubar, lalu atas dasar apa gelar kebangsawanan bisa muncul lagi? Siapa yang berwenang? Ini jelas sudah menabrak pranata adat dan trah kebangsawanan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyebut adanya dugaan bahwa gelar tersebut diperoleh melalui transaksi.
“Saya mendapat informasi gelar itu beli. Entah siapa makelarnya,” ujarnya.
Sementara itu Bupati Lukman menyebut gelar tersebut adalah sebagai bentuk komitmen menjaga Adat dan Budaya.
“Alhamdulillah, gelar kehormatan ini saya terima bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi sebagai bentuk komitmen kita bersama menjaga adat-budaya, persaudaraan, dan kemajuan Bangkalan,” ujar Lukman.
Namun pernyataan itu justru dianggap kontradiktif oleh para pemangku Kesultanan karena dinilai mengabaikan akar sejarah.
“Bangkalan bukan panggung sandiwara adat. Kalau bicara budaya, pahami sejarahnya. Darah leluhur tak bisa dibeli,” pungkasnya.
Keprihatinan mendalam juga disuarakan oleh kalangan keluarga Dinasti Cakraningrat Sembilangan terkait proses penganugerahan itu. Pemberian gelar tersebut dianggap sinyal darurat yang harus ditanggapi sangat serius.
Sebagai Pengurus Hukum Adat Dinasti Madura, menegaskan bahwa sorotan ini muncul bukan tanpa alasan, melainkan karena proses tersebut dinilai sudah melabrak sejumlah pranata adat Keraton Madura Barat yang kokoh.
“Saya harus menekankan, gelar dalam pandangan tradisi Madura sejati bukanlah sekadar tempelan atau pelengkap nama yang bisa diberikan sembarangan. Ia adalah lambang sakral, cerminan dari tanggung jawab moral dan sosial yang seyogianya diwariskan atau diberikan berdasarkan kaidah leluhur yang tidak boleh diganggu gugat,” ujar beliau dengan nada tegas. (Kamis, 7/11)
Atas kejadian tersebut, amat disayangkan adanya pihak yang terlalu terburu-buru dalam memberikan penilaian dan mengusulkan penganugerahan gelar.
Ini menunjukkan adanya kerentanan dalam memahami makna historis dan nilai spiritual dari gelar tersebut.
“Keprihatinan utama kami adalah, apakah proses ini sudah benar-benar berfokus pada penelusuran silsilah yang akurat serta penilaian terhadap kontribusi nyata yang telah diberikan kepada adat dan budaya Madura? Atau, jangan-jangan, kita justru terlalu menonjolkan aspek seremonial dan publikasi semata?” ucapnya tegas.
Pihak keluarga Dinasti Madura khawatir, tanpa dasar adat yang kuat dan legitimasi silsilah yang jelas, gelar-gelar semacam itu berisiko besar untuk kehilangan makna dan martabatnya di mata masyarakat.
“Kami sangat mengkhawatirkan masyarakat akan menganggap gelar-gelar ini sebagai simbol yang kurang bernilai, yang pada akhirnya hanya akan mengindikasikan kurangnya pemahaman mendalam terhadap sejarah dan tata nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur Dinasti Cakraningrat,” lanjut beliau.
Mereka juga menjelaskan penting untuk diingat, bahwa kehormatan sejati tidak dapat dicari dengan mudah, pun tidak dapat diberikan tanpa landasan yang kuat.
“Kehormatan sejati itu hanya bersemi dari pemahaman yang tulus terhadap adat, ketulusan hati, dan keterikatan yang sah dengan akar budaya leluhur kita,” pungkasnya.
Oleh karena itu, mereka berharap agar penegakan pranata adat terus dijaga dengan ketat. Apabila kaidah-kaidah leluhur terus-menerus diabaikan, mereka khawatir hal ini tidak hanya akan mengurangi nilai warisan Dinasti Cakraningrat, tetapi juga secara keseluruhan dapat merusak martabat Darah Biru Madura, dan pada akhirnya, gelar kehormatan yang diberikan akan kehilangan seluruh makna historisnya.
“Kami mengajak semua pihak untuk kembali merenungkan dan menghormati tradisi ini.” tutupnya.*** (Azis).
Jurnalis: Abdul Azis
Dugaan Pelanggaran ITE, Oknum Guru SDN Tanah Merah Dajah 1 Terancam Dilaporkan
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Seorang oknum guru di SDN Tanah Merah Dajah 1, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, berinisial AG, menjadi sorotan publik setelah diduga membuat unggahan bernada provokatif di media sosial WhatsApp.
Unggahan tersebut muncul pasca ramai pemberitaan mengenai proyek pembangunan pagar sekolah yang disorot karena para pekerjanya tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja.
Dalam unggahan status WhatsApp-nya, AG menuliskan pernyataan yang dinilai menyinggung pihak tertentu dan tidak pantas diucapkan oleh seorang pendidik.
Isi unggahan tersebut berbunyi:
“Sudah tidak memberikan bantuan cuma taunya mencari kesalahan. Kerja kalau mau uang jangan cuma mencari kesalahan orang. Makan uang haram itu biar jadi daging busuk. Kalau kerjaannya lebih parah dari orang ngemis. Mungkin enak dimakan sampai ke anaknya biar jadi daging busuk.”Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah pihak, termasuk kalangan media. Supriaadi, salah satu pimpinan redaksi media online di Jawa Timur, mengecam tindakan oknum guru tersebut.
Menurut Supriadi, sikap yang ditunjukkan inisial AG tidak mencerminkan etika seorang pendidik, melainkan sikap yang tidak terdidik.
“Sebagai tenaga pendidik, seharusnya memberikan contoh yang baik, bukan justru membuat unggahan yang berpotensi menimbulkan konflik di ruang publik. Kami menilai pernyataan itu dapat masuk dalam kategori pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” ujarnya.
Lebih lanjut, Supriadi menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan langkah hukum terkait unggahan tersebut.
“Kami sedang berkoordinasi dengan tim hukum. Jika terbukti mengandung unsur pencemaran nama baik atau ujaran kebencian, kami tidak segan untuk melaporkannya,” tegasnya.
Namu, hingga berita ini diterbitkan, Kepala Sekolah SDN Tanah Merah Dajah 1, Mutmainah, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pribadinya, belum memberikan tanggapan resmi dan terkesan membiarkan tindakan yang dilakukan oleh oknum guru berinisial AG tersebut.
Dalam pesannya, Mutmainah menyampaikan alasan belum bisa memberikan keterangan karena sedang ada urusan keluarga.
“Mohon maaf bapak, saya belum bisa konfirmasi. Pona’an saya mau akad nikah besok,” tulisnya singkat melalui pesan WhatsApp.*** (Tim)
Jurnalis: Abdul Azis
UPTD SMPN 2 Blega Sukses Gelar OSS Daring, Pacu Siswa Kuasai Soal HOTS dan Jaring Delegasi OSN 2026
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – 6 November 2025, UPTD SMP Negeri 2 Blega baru saja menuntaskan gelaran Akbar Olimpiade Sains Sekolah (OSS) tahun 2025, Kompetisi Sains Internal yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 3 hingga 6 November 2025,
Kegiatan ini menjadi ajang strategis bagi sekolah dalam mengukur sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan sains di tengah tantangan global.
Secara inovatif, OSS dilaksanakan sepenuhnya secara Daring (online) dengan memanfaatkan optimal fasilitas Teknologi Informasi (IT) yang dimiliki sekolah, seluruh siswa dari kelas 7 dan kelas 8 turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.
Bscs Juga: Siswa Diktukba SPN Polda Jatim Beri Manfaat Nyata, Bantu Pembangunan Akses Jalan Petani di Kediri
Kepala UPTD SMPN 2 Blega, Ahmad Hasan Rusdi, S.Pd, M.M, menjelaskan bahwa tujuan utama OSS tidak hanya sekedar mencari pemenang, tetapi juga sebagai platform persiapan dini yang lebih panjang bagi siswa untuk menghadapi kompetisi sains di tingkat yang lebih tinggi.

Untuk membiasakan siswa dengan soal HOTS ( Higher Order Thinking Skills) yang dirancang untuk menguji kemampuan berpikir tingkat tinggi.
“Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan sains di sekolah kami melalui kompetisi yang sehat di bidang Matematika, IPA dan IPS. Melalui OSS, siswa akan menjadi lebih familiar dan terbiasa dengan pola-pola soal OSN yang bersifat Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan menantang yang memerlukan kemampuan analisis, evaluasi dan pemecahan masalah yang mendalam,” jelasnya
Ahmad Hasan Rusdi juga menegaskan, OSS juga diarahkan untuk menumbuhkan semangat persaingan yang positif dan aplikatif di kalangan siswa, Diharapkan kompetisi yang sehat ini memicu motivasi belajar yang berkelanjutan dan memunculkan kreativitas baru bagi para guru terkait.
Baca Juga: Polda Jatim Berhasil Ungkap 1.443 Kasus dan Amankan 1.135 Tersangka Selama Operasi Sikat Semeru 2025
“Kami berharap guru-guru Matematika, IPA dan IPS menjadi lebih intens dan termotivasi dalam mempersiapkan siswanya, baik melalui peningkatan kualitas pembelajaran di kelas maupun pelatihan khusus, agar anak-anak didik kita siap berprestasi di tingkat selanjutnya,” tegas beliau guna mendorong persaingan positif dan motivasi guru.

Untuk target lolos tingkat provinsi Ahmad Hasan Rusdi menambahkan, dari hasil seleksi objektif OSS tersebut, pihak sekolah akan menyeleksi 10 peserta dengan nilai terbaik dari masing-masing mata pelajaran (Matematika, IPA dan IPS).
Para siswa terpilih selanjutnya akan dibina secara intensif untuk diikutsertakan dalam kegiatan Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat kabupaten pada tahun 2026 mendatang.
“Target kami pada tahun ketiga pelaksanaan OSS ini adalah bisa menghasilkan siswa-siswa yang berprestasi di OSN tingkat kabupaten, dan menjadi wakil selanjutnya di tingkat provinsi. Dengan persiapan yang matang dan seleksi yang objektif, kamu yakin bibit-bibit unggul ini dapat mengharumkan nama sekolah,” pungkas Ahmad Hasan Rusdi, menandaskan komitmen sekolah terhadap peningkatan prestasi akademik
Selain itu Ahmad Hasan menuturkan, pada tahun 2025, Adanya penambahan fasilitas Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan toilet modern secara swakekola serta penambahan buku perpustakaan, alat peraga IPA, dan pavingisasi halaman sekolah yang dikerjakan secara kontraktual.
Baca Juga: Pangdam Brawijaya Pimpin Sidang Pemilihan Subpanpus Caba PK TNI-AD Gelombang II
Merupakan salah satu bentuk komitmen sekolah dan dukungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah Kabupaten Bangkalan.
“Semua tu menunjukkan bukti nyata komitmen sekolah dan pemerintah untuk menjadikan UPTD SMPN 2 Blega sebagai sekolah yang representatif, ramah anak, dan berpotensi lebih berkembang di masa yang akan datang dalam mempersiapkan generasi muda yg lebih baik dan berdaya saing global.” tutupnya.*** (Azis)
Jurnalis: Abdul Azis
Priyo Effendi Pada Acara Istighosah dan Doa Jelang Hari Pahlawan di Masjid Rahmat Kembang Kuning
WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan 10 Nopember 2025, Pondok Pesantren Salafiyah Hamidiyah Kembang Kuning bekerjasama dengan Yayasan Masjid Rahmat Surabaya, dan Pengurus Daerah 13 FKPPI Jawa Timur mengadakan istighosah dan doa bersama untuk para Pahlawan/Syuhada.
Acara istighosah dan doa diselenggarakan di Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya, pada Sabtu (1/11/25) pukul 20.00 WIB.

Sebagai penceramah KH. Dr. Khozin Mustafid, S.Ag. M.Pd.I, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah AN NAJAH Sidoarjo, Gus E’eng, Pengasuh Istigotsah Ainurochman, juga turut mengundang H. Priyo Effendi selaku Ketua PD 13 FKPPI Jawa Timur.
Baca Juga: Kasdam Brawijaya Tutup Pelaksanaan KKRI 2025
Menurut Priyo Effendi bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan sejati, yang telah mengajarkan arti perjuangan, pengorbanan dan keiklasan dalam berjuang.
Dalam peringatan Hari Pahlawan tidak hanya untuk mengenang jasa-jasa pejuang yang telah gugur dengan gagah berani di medan perang untuk membela negara, namun yang harus diteladani adalah semangat para pejuang.
Baca Juga: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Tinjau Kesiapan SPPG, Dukung Program Pemenuhan Gizi Nasional
“Yang diteladani adalah semangat mereka, semangat yang bagaimana? Yakni semangan Cinta Tanah Air, semangat Juang untuk memcapai cita-cita bangsa, semangat berkorban dan bermanfaat bagi orang lain,” ujar Priyo

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam bersabda bahwa seorang mukmin itu bisa menerima dan diterima orang lain dan tidak ada kebaikan yang tidak bisa menerima dan yang tidak bisa diterima orang lain.
Masih menurut Priyo Effendi, semua orang bisa menjadi pahlawan yang tidak selalu angkat senjata, jadi yang dikatakan pahlawan adalah menjadi orang yang dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara seminimalnya bagi keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Baca Juga: H.Syafiuddin Menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Gedung Merdeka Kabupaten Bangkalan
“Guru bahkan Kyai yang tulus mendidik di pondok pesantren, petani yang bekerja memberi makan bagsa, pejabat yang amanah dan tidak korupsi, yang penting jujur, menebar kebaikan sesama itu bisa dikatakan pahlawan,” tutur Priyo Effendi

“Melalui kegiatan istighotsa ini, marilah kita memohon kepada Allah SWT, agar senantiasa bangsa Indonesia diberikan kedamaian, kekuatan serta perlindungan dari segala perpecahan, semoga semangat para pahlawan bisa terus hidup di hati kita dan semoga Allah SWT meridhoi setiap niat dan langkah baik kita,” pungkas Priyo Efeendi.*** (Red)