• Keamanan,  Militer

    Apel Patroli Bersama TNI dan Banser di Sangkapura Wujudkan Harkamtibmas

    WARTAPENASATUJATIM | Gresik – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), Koramil 0817/17 Sangkapura bersama Banser menggelar apel patroli bersama yang berlangsung di Makoramil Sangkapura, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, pada Jumat (3/10/2025) malam.

    Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danramil Sangkapura Kapten Arh Eko Pristianto dan diikuti oleh jajaran anggota Koramil, Ketua Ansor Gus Nanang Kosim, Ketua Banser Pak Ali, serta anggota Banser.

    Apel dipimpin langsung oleh Danramil Sangkapura. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya sinergitas bersama, antara TNI dengan organisasi masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kecamatan Sangkapura.

    Kegiatan selanjutnya diberikan pengarahan dari Batuud Koramil Sangkapura mengenai rute patroli yang akan dilaksanakan, kemudian rombongan patroli gabungan bergerak menyusuri sejumlah titik rawan di wilayah Kecamatan Sangkapura.

    Danramil Sangkapura menyampaikan bahwa kegiatan patroli ini merupakan bentuk kebersamaan TNI bersama masyarakat, khususnya Ansor dan Banser, dalam menjaga keamanan lingkungan.

    “Kami berharap dengan adanya patroli bersama ini, masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam beraktivitas sehari-hari,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Ansor Gus Nanang Kosim dan Ketua Banser Pak Ali juga menyatakan komitmennya untuk terus bersinergi dengan TNI dalam mendukung terciptanya ketentraman di Pulau Bawean, khususnya Kecamatan Sangkapura.

    Kegiatan apel dan patroli bersama ini berjalan dengan lancar, aman, dan penuh kekompakan, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa sinergitas bersama sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas wilayah.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Militer,  SOSIAL

    Mayor Inf Hendhi Bagikan Bansos Sembako untuk Warga dalam Rangka HUT TNI ke-80

    WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-80 tahun 2025, Kodim 0829/Bangkalan menggelar kegiatan penyerahan bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako kepada masyarakat, Sabtu (4/10/25). Kegiatan berlangsung di Aula Manunggal Makodim 0829/Bangkalan dengan penuh khidmat dan kekeluargaan.

    Sebanyak 50 orang warga menerima bantuan yang diserahkan langsung oleh Kasdim 0829/Bangkalan, Mayor Inf Hendhi Meindrawarman. Adapun paket sembako yang dibagikan terdiri dari beras, minyak goreng, dan gula pasir sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

    Mayor Inf Hendhi Meindrawarman dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan bansos ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI, khususnya Kodim 0829/Bangkalan, dalam membantu meringankan beban masyarakat.

    “Momentum HUT TNI ini kami jadikan sebagai ajang mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.

    Masyarakat penerima bansos tampak antusias dan menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran TNI. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi tema HUT TNI ke-80, yakni “TNI PRIMA, TNI RAKYAT, INDONESIA MAJU”, yang menegaskan bahwa TNI selalu hadir bersama rakyat untuk kemajuan bangsa.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Kriminal

    Polres Jember Bongkar Jaringan Narkoba 15 Tersangka Diamankan, Modus “Ranjau” Terkuak

    WARTAPENASATUJATIM | JEMBER – Satuan Reserse Narkoba Polres Jember Polda Jatim berhasil mengungkap jaringan narkoba dengan modus yang lagi marak, yaitu sistem “ranjau”.

    Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menyebut hasil ini dilakukan dalam Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2025 dan perhatian bagi sindikat narkoba di wilayah Timur Pulau Jawa.

    “Total ada 15 tersangka yang kami amankan dari 14 kasus berbeda,” ungkap AKBP Bobby, Jumat (3/10).

    Dari jumlah tersebut, 12 tersangka untuk 12 Kasus Narkotika dan 3 tersangka untuk 2 Kasus Okerbaya.

    “Diantaranya ada 6 tersangka yang juga residivis kasus Narkoba,” tambah AKBP Bobby.

    Dari hasil pengungkapan, Polisi menyita barang bukti utama berupa 203,54 gram sabu-sabu, 3,69 gram ganja dan 32.036 butir obat keras jenis Trihexyphenidyl serta alat yang dipakai untuk transaksi haram.

    Modus operandi mereka terbilang licik. Para pelaku tidak pernah bertemu langsung dengan pembeli.

    Barang ditaruh di titik-titik tersembunyi, mulai dari semak-semak, got, sampai bangunan kosong.

    Pembeli cukup menerima koordinat lewat aplikasi pesan, lalu mengambil barang sendiri.

    “Cara ini sengaja dipakai supaya tidak ada jejak fisik. Tapi tim kami berhasil membongkar melalui jejak digital dan informasi dari masyarakat,” jelas AKBP Bobby.

    Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, para tersangka terancam hukuman berat, mulai dari minimal 5–6 tahun penjara hingga 20 tahun, plus denda yang bisa mencapai 1 – 10 miliar rupiah.

    Sedangkan untuk pelaku Okerbaya dikenakan UU. 17/2023 tentang Kesehatan dan terancam hukuman Maksimal 5 &12 tahun penjara plus denda mencapai 500 Juta & 5 Miliar rupiah.

    Sementara itu Kasat Resnarkoba Polres Jember Iptu Noval Muttaqin menegaskan bahwa sistem ranjau ini kini makin sering digunakan, terutama di kalangan anak muda dan pekerja migran.

    “Ini bukan cuma soal penangkapan, tapi juga pencegahan jangka panjang. Generasi muda harus sadar bahwa narkoba hanya akan merusak masa depan,” tegasnya.

    Saat ini, seluruh tersangka masih ditahan di Polres Jember untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    Polisi juga memburu kurir dan pemasok utama demi memutus rantai distribusi narkoba sampai ke akar-akarnya. (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • SOSIAL

    Ratusan Personel Polresta Sidoarjo Berjibaku Bersihkan Puing Bangunan Ponpes Al Khoziny

    WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJO – Proses pencarian korban hari kelima di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dilakukan dengan alat berat,Jumat (3/10).

    Ratusan personel Polresta Sidoarjo dan Brimob Polda Jatim membersihkan puing-puing material bangunan pada proses evakuasi korban.

    Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing mengatakan Polresta Sidoarjo menerjunkan 208 personel untuk penanganan peristiwa robohnya bangunan di Ponpes Al Khoziny.

    “Anggota sudah kita plotting untuk membantu mempercepat evakuasi,” ujar Kombes Tobing.

    Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing berharap dengan upaya bersama semua pihak dalam proses evakuasi, tahap pengangkatan puing material dapat mudah terangkut.

    “Dalam pelaksanaannya, kami tetap mengutamakan langkah hati-hati karena tetap prioritasnya adalah kemanusiaan dan keselamatan lainnya,” pungkasnya.

    Proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo terus dilakukan secara intensif oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

    Pada Jumat (3/10) malam, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast bersama Kabiddokkes Polda Jatim, Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki didampingi oleh Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, AKBP dr. Adam Bimantoro merilis hasil proses evakuasi.

    Dikatakan pihaknya mrnerima 8 kantong jenazah pada Jumat (3/10) untuk dilakukan proses identifikasi.

    Dari jumlah tersebut, Lima jenazah telah melalui tahap identifikasi, meski masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Uncategorized

    Polda Jatim Sampaikan Perkembangan Identifikasi Korban Robohnya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYA – Proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo terus dilakukan secara intensif oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

    Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan bahwa sejak Jumat (3/10) pagi hingga malam, Polda Jatim telah mempersiapkan langkah identifikasi terhadap jenazah korban.

    “Mulai pagi tim DVI sudah menerima dan memproses jenazah yang masuk ke Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya,” kata Kombes Pol Abast di Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya, Jumat (3/10/2025).

    Kabid Humas Polda Jatim juga menerangkan, Tim DVI ini terdiri dari Biddokkes Polda Jatim, Pusdokkes Polri dan Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI).

    Di lokasi yang sama Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki didampingi oleh Kasubbid Dokpol Biddokkes Polda Jatim, AKBP dr. Adam Bimantoro memaparkan bahwa pada Jumat (3/10) sebanyak 8 kantong jenazah telah diterima untuk dilakukan proses identifikasi.

    Dari jumlah tersebut, Lima jenazah telah melalui tahap identifikasi, meski masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.

    “Dari Lima jenazah yang sudah kami identifikasi, masih diperlukan data tambahan dari pihak keluarga,” ungkap Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan.

    Untuk membantu proses pencocokan kata Kabid Dokkes Polda Jatim ini, Tim DVI berharap keluarga korban bisa menyerahkan data sebanyak mungkin, seperti foto terakhir, ciri-ciri pakaian, hingga barang berharga yang terakhir dipakai korban.

    Selain itu, tim DVI juga telah menyiapkan pemeriksaan DNA untuk memperkuat hasil identifikasi.

    “Selanjutnya sampel DNA akan segera kami kirim ke Pusdokkes Polri,” tambah Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan.

    Masih kata Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan, saat ini sudah ada 57 sampel yang siap diperiksa, setelah sebelumnya diverifikasi dari 58.

    “Jumlah ini bisa saja bertambah seiring laporan keluarga yang masuk,” ujar Kombes Pol. Dr. dr. Mohammad Khusnan.

    Kabid Dokkes Polda Jatim menambahkan, identifikasi paling akurat biasanya melalui catatan gigi, terutama bagi korban yang memiliki rekam medis panoramik gigi.

    Ia mengaku metode sidik jari dinilai sulit dilakukan karena kondisi jenazah sudah lebih dari Tiga hari.

    “Tes DNA merupakan metode yang diakui internasional dan tidak terbantahkan. Prosesnya bisa cepat, sekitar Tiga hari, namun juga bisa lebih lama tergantung kondisi sampel,” jelasnya.

    Kabid Dokkes Polda Jatim juga menekankan pentingnya kelengkapan data antemortem dari keluarga korban.

    Tim Polda Jatim bahkan telah menurunkan petugas ke lokasi pesantren untuk membantu pengumpulan data tersebut.

    “Kami memahami betapa beratnya keluarga menunggu hasil identifikasi, karena itu seluruh prosedur dipercepat agar kepastian dapat segera diberikan,” pungkas Kabiddokkes Polda Jatim.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Bencana,  Daerah

    Kapolda Jatim Tinjau Evakuasi Korban Robohnya Bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo

    WARTAPENASATUJATIM | SIDOARJOKapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs.Nanang Avianto M.Si bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim meninjau langsung proses evakuasi korban yang masih tertimbun reruntuhan bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Jumat (3/10/2025).

    Dalam keterangannya, Kapolda Jatim menyebutkan bahwa hingga saat ini di posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Surabaya, sudah ada Lima jenazah yang berhasil diidentifikasi.

    Namun, proses pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan identitas korban.

    “Sudah ada lima jenazah yang dilaksanakan identifikasi, tinggal menunggu hasilnya supaya jelas identitasnya,” ujar Irjen Pol Nanang.

    Kapolda Jatim menegaskan, proses pencarian dilakukan tanpa henti selama 24 jam dengan dukungan penuh personel, peralatan, hingga tenaga ahli konstruksi.

    “Kami bagi dalam tiga klaster, yakni santri, pengurus pesantren, serta pegawai yang terlibat dalam renovasi pembangunan gedung. Dari data awal, ada 58 orang yang belum diketahui keberadaannya. Tadi lima di antaranya sudah ditemukan,” jelas Irjen Nanang.

    Untuk memastikan keamanan, Polda Jatim juga melibatkan ahli konstruksi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) serta Kementerian PUPR.

    Hal ini diperlukan agar evakuasi dilakukan secara hati-hati, mengingat kondisi bangunan yang rawan runtuh.

    “Pemindahan puing tidak bisa sembarangan, karena ada jenazah yang sudah kami profiling di dalamnya,” tambah Irjen Pol Nanang.

    Kapolda Jatim menjelaskan bahwa saat ini fokus utama adalah pencarian korban dan penanganan kemanusiaan, bukan pada aspek hukum.

    “Dari waktu kejadian hingga sekarang memang sudah melewati fase golden time, namun kami tetap melanjutkan evakuasi hingga semua korban ditemukan,”ujar Kapolda Jatim.

    Untuk penyelidikan penyebab runtuhnya bangunan, lanjut Kapolda Jatim akan dilakukan setelah proses kemanusiaan selesai.

    Terkait dugaan adanya kelalaian konstruksi, Irjen Pol Nanang menegaskan bahwa hal itu masih perlu diteliti oleh para ahli.

    “Indikasi awal penyebab runtuh nanti akan dijelaskan oleh tenaga ahli agar valid secara ilmiah. Jadi, sabar dulu, kita selesaikan evakuasi korban,” pungkas Kapolda Jatim.

    Saat ini, Polda Jatim telah menyiapkan posko data identitas korban untuk memudahkan proses pendataan, baik yang sudah kembali, diamankan di lokasi, maupun yang masih dalam pencarian.

    Proses evakuasi pun terus berlangsung dengan mengedepankan koordinasi pihak yang terlibat dalam penanganan.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Bencana,  hukum

    Kapolda Jatim Tegaskan Proses Identifikasi Korban Robohnya Bangunan Pesantren Al-Khoziny Berjalan Intensif

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAKapolda Jawa Timur, Irjen Pol Drs. Nanang Avianto, M.Si bersama Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim meninjau proses identifikasi korban robohnya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jumat (3/10/2025).

    Indentifikasi dilakukan secara intensif di posko Disaster Victim Identification (DVI) RS Bhayangkara Surabaya.

    Menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, pendataan korban dibagi ke dalam Tiga kluster, yakni santri, pengurus pesantren, serta pekerja bangunan.

    “Data santri dan pengurus sudah mulai terkumpul, namun untuk pekerja bangunan kita masih menelusuri siapa yang bertanggung jawab, termasuk mencari pimpinan proyeknya,” ungkap Irjen Pol Nanang.

    Kapolda Jatim menjelaskan, sejak hari pertama pascakejadian, prioritas utama aparat gabungan adalah melakukan penyelamatan korban.

    “Selama Tiga hari masa golden time, kita berhasil menyelamatkan Satu korban dalam kondisi hidup, sementara Enam lainnya ditemukan meninggal dunia,” ujar Irjen Nanang.

    Setelah masa kritis itu lewat, lanjut Kapolda Jatim sesuai SOP Basarnas, fokus beralih pada pembersihan material agar alat berat bisa masuk.

    Dalam proses evakuasi, tim SAR gabungan dari Kepolisian dan relawan menghadapi kendala karena struktur bangunan yang roboh mencapai Empat lantai dan menimpa banyak penghuni di waktu bersamaan.

    “Kemarin terdata masih ada 58 orang yang belum diketahui keberadaannya. Hari ini ada tambahan Lima jenazah yang ditemukan, dan saat ini sedang dalam proses identifikasi di RS Bhayangkara,” terang Kapolda Jatim.

    Untuk mempercepat penanganan, Polda Jatim bekerja sama dengan ahli konstruksi dari ITS dan Kementerian PUPR.

    Tim ahli membantu memberikan masukan terkait teknis pemindahan bongkahan bangunan agar proses evakuasi berjalan aman dan efektif.

    Irjen Pol Nanang juga menekankan pentingnya pembelajaran dari tragedi ini.

    “Ini menjadi pelajaran berharga bahwa pembangunan apapun harus sesuai spesifikasi teknis dan memiliki izin yang lengkap. Jangan sampai peristiwa seperti ini terulang kembali,” tegas Kapolda Jatim.

    Sementara itu, tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim telah menyiapkan seluruh peralatan medis dan forensik di RS Bhayangkara Surabaya untuk memastikan identitas para korban.

    Identifikasi dilakukan melalui sidik jari, pemeriksaan retina, tes DNA, hingga kecocokan properti dan pakaian yang dikenakan korban.

    “Kami sedang menangani Lima jenazah baru yang ditemukan. Proses identifikasi ini penting agar keluarga yang menunggu kepastian bisa segera mendapatkan kejelasan,” kata Kapolda Jatim.

    Irjen Pol Nanang juga memastikan, setiap perkembangan data korban akan terus diperbarui dan disampaikan melalui posko maupun media.

    “Kami bekerja maksimal, dan teman-teman media juga bisa membantu menyampaikan informasi agar keluarga korban tidak terus diliputi ketidakpastian,” pungkas Irjen Pol Nanang.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Militer,  SOSIAL

    HUT ke-80 TNI: Babinminvetcaddam V/ Brawijaya Bagikan Paket Sembako

    WARTAPENASATUJATIM | Surabaya – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Babinminvetcaddam V/Brawijaya menggelar rangkaian kegiatan bakti teritorial dengan membagikan paket sembako kepada masyarakat. Kegiatan sosial ini berlangsung sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian TNI kepada rakyat. (Jumat, 3 Oktober 2025).

    Kegiatan pembagian sembako ini dipimpin langsung oleh W.S  Kababinminvetcaddam V/Brawijaya, Letkol Kav Akhmat Sukron S.I.P., M.H.I. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan warga di wilayah binaan Babinminvetcaddam V/Brawijaya.

    Melalui bakti sosial ini, W.S Kababinminvetcaddam V/Brawijaya berharap dapat meningkatkan solidaritas dan sinergi masyarakat dengan TNI dalam menjaga keutuhan dan ketahanan wilayah NKRI.

    “Kegiatan pembagian sembako sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-80 TNI ini menunjukkan komitmen TNI   melalui kegiatan nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.” Pungkas WS Kababinminvetcaddam V/ Brawijaya.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Militer

    Bersama Veteran, Kodim 0807/Tulungagung Beri Penghormatan kepada Para Pahlawan

    WARTAPENASATUJATIM | Tulungagung – Dalam rangka menyambut HUT ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 0807/Tulungagung menggelar upacara Ziarah Nasional yang penuh makna di Taman Makam Pahlawan (TMP) Rejoagung, Jl. Pahlawan No. 202, Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (03/10/2025).

    Upacara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan peringatan HUT TNI ke-80 tahun 2025, yang tidak hanya mengusung semangat nasionalisme, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas pengorbanan para pahlawan bangsa.

    Dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim 0807/Tulungagung, Mayor Arh Untung Wiyono, S.T., upacara berlangsung dengan khidmat. Prosesi diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu pahlawan sebagai simbol penghargaan atas jasa-jasa mereka, dan diakhiri dengan tabur bunga di pusara para pahlawan oleh seluruh peserta upacara.

    Yang membuat upacara ini semakin istimewa adalah kehadiran para veteran pejuang yang dengan penuh hormat dan semangat ikut dalam seluruh rangkaian acara. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata kesinambungan semangat perjuangan dari generasi ke generasi, sekaligus pengingat akan arti penting menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan.

    “Ziarah ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah bentuk penghormatan kami kepada para pahlawan yang telah mengorbankan segalanya demi bangsa dan negara,” ujar Mayor Arh Untung Wiyono, S.T. dalam keterangannya.

    “Semangat juang mereka akan terus kami warisi dan menjadi inspirasi bagi setiap prajurit TNI dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” tambahnya.

    Ia juga menambahkan, kehadiran para veteran memberikan pesan mendalam bagi generasi muda, bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan panjang yang harus terus dijaga dan dihargai.

    Upacara Ziarah Nasional ini diikuti oleh jajaran perwira, bintara, tamtama, para veteran, serta anggota Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXI Kodim 0807/Tulungagung. Seluruh peserta menunjukkan sikap hormat dan penuh kesadaran akan arti penting mengenang jasa para pahlawan.

    Dengan semangat HUT ke-80 TNI, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa nilai-nilai kepahlawanan tak lekang oleh waktu, dan akan terus menyala di dada setiap anak bangsa.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

  • Militer,  SOSIAL

    Korem 084/Bhaskara Jaya Gerakan Bersih Sungai Afvoer Kemambang, Sinergi Lintas Sektor Antisipasi Banjir

    WARTAPENASATUJATIM | SURABAYAKomando Resor Militer (Korem) 084/Bhaskara Jaya memimpin apel dan gerakan gotong royong bersih-bersih Sungai Afvoer Kemambang pada Jumat (3/10/2025). Kegiatan yang berlokasi di Sungai Kemambang, Kelurahan Menanggal, Kecamatan Gayungan, Surabaya ini merupakan bagian dari aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan dan mengantisipasi potensi banjir di wilayah perkotaan, dengan fokus penyisiran bantaran dan aliran sungai.

    Gerakan gotong royong ini menunjukkan sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, berbagai instansi terkait, hingga pihak swasta. Kolaborasi ini bertujuan untuk melestarikan lingkungan dan memastikan fungsi sungai sebagai saluran pengendali banjir tetap optimal.

    Sejumlah pejabat penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain:

    – Kepala Bidang Wilayah III Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa
    – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas
    – Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur
    – Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur
    – Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur
    – Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur
    – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur
    – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur
    – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur
    – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur
    – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya
    – Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya
    – Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Sidoarjo
    – Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo
    – Camat Gayungan, Camat Wonocolo, dan Camat Waru
    – Lurah Dukuh Menanggal, Lurah Siwalankerto, dan Kepala Desa Waru
    – Rektor Universitas STIE Mahardhika dan Rektor Universitas Sunan Giri
    – Ketua Forum CSR Jawa Timur
    – Direktur PT Wings Surya, PT Garuda Food Putra Putri Jaya Tbk, PT Tirta Fresindo Jaya, dan PT Green Environmental Indonesia.

    Selain para pejabat dan perwakilan instansi, kegiatan ini juga melibatkan personel TNI dari Korem 084/Bhaskara Jaya, Kodim 0830/Surabaya, dan Kodim 0816 Sidoarjo.

    Kegiatan bersih-bersih Sungai Kemambang ini diharapkan dapat menjadi contoh nyata kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga kebersihan sungai yang memiliki peran krusial sebagai saluran pengendali banjir di wilayah Surabaya dan sekitarnya.*** (Bgn)

    Jurnalis: Bambang Gunawan

Wartapenasatu.com @2025