Bencana
Penghentian KLH/BPLH Terhadap Operasional Boiler Biomassa PT Panca Kraft Pratama Nihil Hasil
Wartapena satu. Com – Banten
LSM GMBI Wilter Banten menyoroti aktivitas PT Panca Kraft Pratama yang berlangsung sejak 1 Maret 2025 hingga 12 Februari 2026, yang diduga telah menimbulkan dampak merugikan bagi masyarakat sekitar.

Berdasarkan pengaduan warga, aktivitas perusahaan tersebut disinyalir berdampak pada kondisi sosial, lingkungan hidup, serta kenyamanan masyarakat dan sampai saat ini masih mengeluarkan Asap sementara KLH/BPLH sudah menyegel ujar Pihak warga menyampaikan kepada awak media.

LSM GMBI Wilter Banten menilai belum terlihat adanya tanggung jawab nyata dari pihak perusahaan atas dampak yang telah terjadi.
Ketua/Wakil/Perwakilan LSM GMBI Wilter Banten menegaskan bahwa pihaknya meminta PT Panca Kraf Pratama segera memberikan klarifikasi serta menyelesaikan persoalan secara terbuka dan bertanggung jawab.

“Apabila tidak ada itikad baik dari perusahaan, kami akan menempuh langkah lanjutan berupa permohonan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan instansi terkait. Jika RDP tidak menghasilkan solusi yang adil, maka kami siap menempuh jalur hukum,” tegasnya.
LSM GMBI Wilter Banten menyatakan, gugatan perdata akan diajukan ke Pengadilan Negeri Tangerang apabila tidak terdapat penyelesaian yang transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Langkah ini merupakan bentuk komitmen LSM GMBI dalam menjalankan fungsi kontrol sosial serta membela hak-hak masyarakat yang dirugikan akibat dugaan aktivitas industri yang tidak bertanggung jawab Sementara itu, Kadiv Investigasi DPP LSM GMBI, Harry Utha, turut menyampaikan sikap kerasnya terkait penanganan kasus tersebut. Ia menyesalkan tindakan penyegelan yang diduga hanya bersifat formalitas.
“Kami menilai penyegelan yang dilakukan terkesan hanya formalitas. Setelah kami melakukan investigasi lapangan, baru kemudian pihak Kementerian Lingkungan Hidup turun tangan. Namun ironisnya, tidak melihat dan tidak menuntut pertanggungjawaban atas kerugian masyarakat akibat polusi dan limbah yang diduga telah terjadi selama bertahun-tahun,” ujar Harry Utha.
Ia menegaskan bahwa DPP LSM GMBI akan meminta Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian Lingkungan Hidup guna membuka persoalan ini secara menyeluruh dan memastikan hak masyarakat tidak diabaikan.
Dasar Hukum yang Digunakan
Tuntutan dan langkah hukum LSM GMBI Wilter Banten mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, antara lain:
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Pasal 65 ayat (1): Setiap orang berhak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat
Pasal 67: Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian lingkungan hidup
Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas
Pasal 74: Perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR)
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Pasal 4: Konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan
Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata)
Pasal 1365: Setiap perbuatan melawan hukum yang menimbulkan kerugian mewajibkan penggantian kerugian
LSM GMBI Wilter Banten berharap PT. Panca Kraf Pratama segera menunjukkan itikad baik demi terwujudnya keadilan, kepastian hukum, serta perlindungan hak masyarakat. Namun apabila upaya dialog dan penyelesaian administratif tidak membuahkan hasil, langkah hukum akan menjadi opsi terakhir yang siap ditempuh.
“Banjir Sumatera Akibat Deforestasi, Pelaku Perampokan Hutan Belum Diadili”
sumatera wartapenasatu.com
Banjir dan Kerusakan Ekologis di Sumatera: Jejak Tindakan Manusia yang Menimpa
Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatera akhir-akhir ini menjadi bukti nyata dampak kerusakan ekologis yang semakin parah. Berdasarkan laporan terkini, kawasan pedalaman dan pesisir di beberapa provinsi di pulau terbesar kedua di Indonesia tersebut terendam air, mengakibatkan kerusakan pada hunian warga, lahan pertanian, serta infrastruktur publik. Ilustrasi digital berbasis AI yang menggambarkan kondisi tersebut mencerminkan kesusahan masyarakat yang harus menghadapi kehilangan harta benda dan harapan akibat bencana yang tidak hanya disebabkan oleh hujan ekstrem, tetapi juga jejak deforestasi yang telah menggerus kesuburan alam.
Hujan yang turun dengan intensitas tinggi pada bulan Januari lalu disebut-sebut sebagai pemicu langsung terjadinya banjir. Namun, analisis menyatakan bahwa faktor alamiah tersebut diperparah oleh perubahan lingkungan yang tidak terkendali. Lumpur dan genangan air yang meluap tak hanya datang dari curah hujan yang melimpah, tetapi juga karena hilangnya peran hutan sebagai penyangga alam. Pepohonan yang seharusnya menahan aliran air dan mengikat tanah kini semakin berkurang, membuat kawasan permukiman dan lahan pertanian menjadi lebih rentan terhadap bahaya banjir.
Perampokan hutan yang terjadi di Sumatera dan beberapa wilayah lain di Indonesia menjadi akar masalah utama kerusakan ekosistem. Aktivitas penebangan liar, konversi lahan hutan menjadi perkebunan atau lahan pertanian yang tidak sesuai dengan aturan, telah mengurangi luas tutupan hutan secara signifikan. Data menunjukkan bahwa laju deforestasi di beberapa kawasan Sumatera masih berada pada angka yang mengkhawatirkan, meskipun telah ada upaya pemerintah untuk mengendalikan praktik tersebut. Pelaku yang melakukan perampokan hutan masih banyak yang belum dapat ditemukan dan diadili secara hukum.
Dampak banjir tidak hanya terasa pada kerusakan fisik, tetapi juga pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Air yang tumpah ruah menyapu segala sesuatu yang ada di jalurnya, membuat ribuan warga harus mengungsi ke tempat penampungan sementara. Lahan pertanian yang tergenang menyebabkan gagal panen, sementara akses jalan dan transportasi terputus sehingga memperlambat distribusi bantuan serta aktivitas ekonomi sehari-hari. Kondisi ini semakin memperparah beban hidup masyarakat yang sudah berjuang menghadapi tantangan ekonomi.
Kondisi yang diabadikan dalam puisi karya Putu Oka Sukanta berjudul “Januari hujan curah air mata” menjadi cerminan dari kesedihan dan kekecewaan masyarakat terhadap situasi yang terjadi. Puisi tersebut menyatakan bahwa perampokan hutan belum mendapatkan konsekuensi yang tepat, sementara kemiskinan di kalangan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan semakin meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa masalah ekologis tidak dapat dipisahkan dari masalah sosial dan ekonomi yang saling terkait.
Pemerintah daerah dan pusat telah mengambil beberapa langkah untuk menangani dampak bencana serta mencegah terjadinya kejadian serupa di masa depan. Langkah-langkah tersebut antara lain penyediaan bantuan darurat bagi korban banjir, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir seperti bendungan dan saluran drainase, serta peningkatan pengawasan terhadap aktivitas yang merusak hutan. Selain itu, juga dilakukan program penghijauan dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian alam.
Perubahan yang nyata dalam menjaga ekosistem Sumatera membutuhkan kerja sama dari semua pihak, mulai dari pemerintah, perusahaan, hingga masyarakat luas. Pentingnya kesadaran akan pentingnya hutan sebagai paru-paru dunia dan penyangga kehidupan harus terus ditingkatkan. Tanpa tindakan yang tegas dan komitmen bersama untuk melindungi alam, risiko bencana alam dan kerusakan ekologis akan terus mengancam keberlangsungan hidup generasi mendatang di pulau Sumatera dan seluruh Indonesia.
Maraknya Tambang Masyarakat Dipagintungan & LSM NIL Mempertanyakan APH Setempat & Desak Bupati Kabupaten Serang
Wartapena Satu. Com-Banten
Satu Komando!” Kolaborasi RW, Tokoh Masyarakat, dan LSM NIL Lawan Arogansi Pengusaha di Pagintungan
JAWILAN – Aliansi kuat terbentuk di Desa Pagintungan. Kecewa karena wilayahnya “diinjak-injak” oleh oknum pengusaha galian yang bertindak layaknya koboi, Ketua RW 05 Benisial “U”, tokoh masyarakat berinisial “R”.
Bersama Ketua Umum LSM NIL Michael, resmi menyatakan satu suara: Hentikan aktivitas galian atau hadapi perlawanan hukum dan massa!
Luka Hati Sang Ketua RW: “Hormati Kami Sebagai Tuan Rumah!”
Ketua RW 05, Unara, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Baginya, persoalan ini bukan sekadar urusan tanah, tapi soal harga diri dan etika bertetangga yang dilanggar secara kasar oleh pihak perusahaan.
“Harapan kami sederhana, datanglah dengan adab. Sampaikan salam, minimal ‘Assalamu’alaikum’. Jangan tiba-tiba alat berat masuk tanpa kabar, seolah kami ini tidak ada,” ujar Unara dengan nada getir. Baginya, aksi perusahaan yang “tak beri salam” namun justru “beri ancaman sajam” adalah luka mendalam bagi warga Cikasantren.
Tokoh R: “Camat Saja Dilecehkan, Apalagi Warga Kecil?”
Senada dengan Unara, tokoh masyarakat berinisial R menyoroti mangkirnya pihak PT. AUM dan PT. Halal Tayib dari undangan mediasi Camat Jawilan sebagai bentuk pelecehan terhadap institusi negara.
“Camat adalah simbol pemerintah di sini. Jika undangan beliau saja dianggap angin lalu, itu adalah puncak kesombongan pengusaha. Mereka lebih memilih mengayunkan golok ke portal warga daripada duduk bersama di meja musyawarah. Inilah yang memicu bentrok!” tegas “R” dengan geram.
Michael (LSM NIL): “Lampu Merah” Untuk Pengusaha, Seret ke Bupati
Melihat kondisi yang semakin memanas, Ketua Umum LSM NIL, Michael, langsung mengambil langkah “skakmat”. Ia memastikan bahwa air mata dan keresahan warga tidak akan sia-sia karena kini kasus tersebut telah mendarat di meja Bupati Serang.
“RW Unara bicara soal adab, Tokoh Berinial “R” bicara soal harga diri wilayah, dan saya bicara soal hukum. Kami sudah bersurat resmi ke Bupati dan mendesak Satpol PP selaku penegak Perda untuk segera bertindak. Tidak ada tempat bagi pengusaha yang memelihara premanisme di Kabupaten Serang!” terangnya.
Michael menambahkan bahwa bukti video perusakan portal oleh oknum berpedang kini menjadi senjata utama mereka di kepolisian. “Kami tidak main-main. Ini adalah ‘Lampu Merah’ bagi pengusaha tersebut. Berhenti sekarang, atau hukum yang akan menghentikan kalian secara paksa,” tutup Michael dalam orasi singkatnya di hadapan warga.
Satu Suara, Satu Tujuan
Kini, warga Pagintungan berada dalam satu komando. Mereka menuntut penghentian permanen aktivitas galian hingga seluruh proses perizinan transparan dan sengketa lahan diselesaikan tanpa intimidasi. Suasana di lapangan masih siaga, menunggu taji pemerintah daerah untuk segera melakukan penyegelan.BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Hingga 14 Januari 2026
Sejumlah Wilayah Berstatus Waspada dan Siaga Cuaca Ekstrem, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Meluas hingga 14 Januari 2026
Wartapenasatu.com — Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca nasional yang berlaku pada 12 hingga 14 Januari 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi Senin (12/01/26).
Berdasarkan infografik peringatan dini hujan tanggal 14 Januari 2026, BMKG menetapkan status Waspada untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat, Papua, dan Papua Selatan. Status ini menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Sementara itu, status Siaga yang mengindikasikan hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta Papua Pegunungan. Untuk kategori Awas atau hujan sangat lebat hingga ekstrem, BMKG menyatakan tidak ada wilayah yang masuk dalam tingkat tersebut.
Selain potensi hujan, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
BMKG juga memperkirakan sejumlah kabupaten dan kota yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat selama periode tersebut. Wilayah yang terdampak meliputi wilayah di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Pegunungan, dengan sebaran yang berbeda pada 12, 13, dan 14 Januari 2026.
Cuaca ekstrem ini berpotensi menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta pohon tumbang akibat terpaan angin kencang.
“Kesiapan merupakan kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui situs resmi cuaca bmkg.go.id dan aplikasi InfoBMKG, serta segera melaporkan kejadian bencana di lingkungan sekitar melalui kanal pelaporan yang tersedia.
Sumber Berita: BMKG
Koramil Kamal Kawal Napak Tilas Isyaroh Pendiri NU
WARTAPENASATUJATIM | Bangkalan – Pelabuhan ASDP Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, menjadi titik awal pelaksanaan Napak Tilas Isyaroh Pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (4/1/26).
Sejak pagi, sekitar 1.000 jamaah mengikuti kegiatan bertema “Melangkah dengan Iman, Berjuang dengan Keikhlasan” yang dipimpin Ketua PCNU Bangkalan, KH. Makki Nasir, Lc.

Dalam kegiatan tersebut, Koramil 0829-03/Kamal melaksanakan pengamanan secara terpadu bersama unsur Polri, pihak ASDP, dan instansi terkait lainnya.
Sejumlah tokoh ulama dan pejabat turut hadir, di antaranya Pengasuh Ponpes Sukorejo Situbondo KH. R. Achmad Azaim Ibrahim, Kapolres Bangkalan beserta rombongan, Kepala Pos Polairud Kamal, Kepala ASDP Pelabuhan Kamal, serta para kiai dan ulama Bangkalan dan Kecamatan Kamal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tibanya peserta di Dermaga Pelabuhan Barat Kamal sekitar pukul 10.30 WIB.
Selanjutnya, pada pukul 12.00 WIB, rombongan Napak Tilas diberangkatkan menuju Pelabuhan Perak menggunakan kapal feri dan perahu dengan total 34 unit kapal.

Sebelumnya, sejak pukul 05.50 WIB hingga 12.10 WIB, rangkaian Napak Tilas juga telah dilaksanakan di Pondok Pesantren Syaichona Kholil Bangkalan.
Danramil 0829-03/Kamal, Kapten Arm Muasari, menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Koramil Kamal berupaya maksimal memastikan seluruh rangkaian Napak Tilas Isyaroh Pendiri NU berjalan tertib, aman, dan lancar. Kami juga mengedepankan pendekatan humanis serta sinergi dengan seluruh unsur terkait demi kenyamanan para jamaah,” tegasnya.
Ancol Donasikan 10% Hasil Penjualan Tiket Malam Tahun Baru Untuk Korban Bencana di Sumatera
Wartapena Satu, Jakarta, 2 Januari 2026-PT. Pembangunan Jaya Ancol Tbk PRESS RELEASE No : 001/CS-PR/PJA/I/2026 telah mendonasikan sebesar Rp. 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) dari hasil penjualan tiket masuk orang Pintu Gerbang Utama khusus kunjungan pada tanggal 31 Desember 2025 untuk Bantuan Pemulihan Masyarakat terdampak Bencana di Sumatera.Donasi terdiri dari hasil penjualan tiket online di www.ancol.com dan penjualan tiket offline (on the spot) di loket Pintu Gerbang Utama pada tanggal 31 Desember 2025 sebanyak 41.597 orang dengan omset/pendapatan Rp1.450.345.500 sehingga didonasikan 10% dari penjualan tiket tersebut sebesar Rp145.034.550 (Seratus Empat Puluh Lima Juta Tiga Puluh Empat Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) dan digenapkan donasinya menjadi Rp 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).
Proses pengumpulan dan penghitungan dana dilakukan dengan prinsip transparansi untuk memastikan akuntabilitas. Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Daniel Windri Atmoko, menjelaskan bahwa seluruh tahapan pengelolaan dana didokumentasikan dengan baik dan dapat diakses secara terbuka sesuai dengan kebijakan perusahaan.
Donasi tersebut telah disalurkan ke Baznas Bazis DKI Jakarta yang akan digunakan pada bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Bantuan kemanusiaan ini sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan hanya sekadar kontribusi finansial, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moral kepada saudara-saudara di Sumatera. “Kami berharap donasi ini dapat memberikan harapan dan membantu masyarakat terdampak untuk bangkit kembali lebih cepat,” ujarnya.
Selain donasi dana, Ancol juga menyertakan doa dan dukungan melalui berbagai kegiatan, termasuk drone light show bertema “Cahaya Langit Jakarta Mendoakan Sumatera” yang diselenggarakan pada malam pergantian tahun. Hal ini menjadi bukti bahwa Ancol tidak hanya berperan sebagai destinasi rekreasi, tetapi juga sebagai bagian aktif dari masyarakat yang peduli terhadap kondisi sesama.
Ancol Donasikan 10% Penjualan Tiket Untuk Bencana di Sumatera
Ancol Telah Donasikan 10% Penjualan Tiket untuk Korban Bencana di Sumatra
Jakarta, 2 Januari 2026 |wartapenasatu.com — PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk telah mendonasikan sebesar Rp. 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) dari hasil penjualan tiket masuk orang Pintu Gerbang Utama khusus kunjungan pada tanggal 31 Desember 2025 untuk Bantuan Pemulihan Masyarakat terdampak Bencana di Sumatra.
Donasi terdiri dari hasil penjualan tiket online di www.ancol.com dan penjualan tiket offline (on the spot) di loket Pintu Gerbang Utama pada tanggal 31 Desember 2025 sebanyak 41.597 orang dengan omset/pendapatan Rp1.450.345.500 sehingga didonasikan 10% dari penjualan tiket tersebut sebesar Rp145.034.550 (Seratus Empat Puluh Lima Juta Tiga Puluh Empat Ribu Lima Ratus Lima Puluh Rupiah) dan digenapkan donasinya menjadi Rp 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah).
Donasi tersebut telah disalurkan ke Baznas Bazis DKI Jakarta yang akan digunakan pada bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Bantuan kemanusiaan ini sebagai wujud komitmen dan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility).
Kami percaya, dengan semangat kebersamaan dan kepedulian, masyarakat yang terdampak bencana di Sumatra akan mampu bangkit kembali. Kami berdiri bersama para korban, menyatukan doa dan harapan, serta berkomitmen untuk terus mendukung upaya kemanusiaan demi meringankan beban saudara-saudara kita.
Di Hari Natal Polsek Silaen Tunjukan Kepedulian dengan Bakti Sosial Untuk Korban Kebakaran
Di Hari Natal Polsek Silaen Tunjukan Kepedulian dengan Bakti Sosial Untuk Korban Kebakaran

Silaen,wartapenasatu.com-Dalam rangka hari natal 2025, Polsek Silaen Polres Toba menunjukkan kepeduliannya melalui aksi kemanusiaan. Jajaran kepolisian sektor Silaen menggelar kegiatan bakti sosial kepada korban kebakaran 2 bulan lalu di Dusun III Desa Huta Gurgur II Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (30/12/2025)
Kegiatan bakti sosial ini di pimpin langsung oleh Kapolsek Silaen AKP Pargaulan Manurung, SH, bersama anggota
Kehadiran Kapolsek bersama Personel Polsek Silaen ini disambut hangat oleh Korban Kebakaran
Dalam aksi sosial tersebut, Polsek Silaen menyalurkan bantuan berupa paket sembako berupa 2 Kg Gula putih, 1 Kg minyak goreng, 1 papan telor ayam dan 2 parsel berisi roti natal

Kapolres Toba, AKBP V.J Parapaga Apputua Napitupulu S.I.K, melalui Kapolsek Silaen AKP Pargaulan Manurung, SH, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud empati dan tanggung jawab sosial Polri terhadap masyarakat.
“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang dialami warga. Melalui bantuan sosial ini, kami berharap dapat memberikan dukungan moril agar keluarga korban tetap tabah dalam menghadapi cobaan,” ujar Kapolsek
Yang menerima Bakti Sosial yaitu, Hengky Silitonga (40) dan Rasita Nababan (40)
Selain menyerahkan bantuan, Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari aktivitas penggunaan api di dapur rumah dan peralatan listrik di dalam rumah
Kami mengingatkan agar selalu memastikan api kompor di dapur dan peralatan listrik lainnya benar-benar padam, sebelum meninggalkan rumah. Kewaspadaan ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” ungkap Kapolsek.
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)Gerak Cepat Polisi Ungkap Pembunuhan Siswi SMP di Simalungun, Motif Uang Aborsi
Gerak Cepat Polisi Ungkap Pembunuhan Siswi SMP di Simalungun, Motif Uang Aborsi

Simalungun, wartapenasatu.com -Kolaborasi cepat Sat Reskrim Polres Simalungun bersama Polsek Serbelawan berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap siswi SMP berinisial ZR (15) hanya dalam waktu kurang dari lima jam sejak jasad korban ditemukan. Ironisnya, pelaku pembunuhan diketahui masih seusia korban, yakni AH (15), yang juga berstatus sebagai pelajar SMP. Motif pembunuhan pun terbilang memprihatinkan, berkaitan dengan permintaan uang untuk aborsi.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Senin (29/12/2025) sekitar pukul 10.40 WIB, menyampaikan apresiasi atas kecepatan dan profesionalisme tim gabungan dalam menangani kasus yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.
“Dari penemuan mayat pada sore hari hingga penangkapan pelaku pada malam harinya hanya memakan waktu sekitar 4–5 jam. Ini menunjukkan respons cepat dan dedikasi tinggi jajaran Polsek Serbelawan dan Unit Jatanras Sat Reskrim,” ujar AKP Verry Purba.

Kanit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun IPTU Ivan Roni Purba, S.H., menjelaskan korban merupakan siswi kelas IX SMP Negeri 2 Tapian Dolok, warga Huta Pondok Pabrik, Nagori Dolok Ulu. Jasad korban ditemukan di area perkebunan PT Bridgestone, Jalan Besar Dolok Ulu Blok Z 24, Minggu (28/12/2025) sore.
Penemuan mayat bermula sekitar pukul 15.45 WIB, ketika dua saksi, S (51) dan MB (20), karyawan dan petugas keamanan PT Bridgestone, melihat banyak lalat hijau berkerumun di salah satu lokasi perkebunan. Saat didekati, keduanya menemukan sesosok mayat perempuan dalam posisi telungkup.
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Pangulu Dolok Ulu.Petugas Polsek Serbelawan bersama Tim Inafis Polres Simalungun segera turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari TKP diamankan barang bukti berupa satu unit handphone merek ZTE, uang tunai Rp11.000, serta dua batang kayu ubi yang diduga digunakan pelaku.

Suasana haru pecah ketika seorang warga yang datang ke lokasi memastikan bahwa korban adalah anak kandungnya sendiri. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk dilakukan visum luar dan dalam.
Berkat penyelidikan intensif, sekitar pukul 19.30 WIB di hari yang sama, petugas berhasil mengamankan pelaku AH (15) di rumah kakak kandungnya di Huta Pondok Burian, Nagori Nagur Usang, Kecamatan Tapian Dolok.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mencekik korban dari belakang, memukul kepala korban dengan batu, memukul tubuh korban menggunakan kayu, serta menusuk tubuh korban dengan pisau secara berulang hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Motif pembunuhan terungkap karena korban meminta uang kepada pelaku untuk membeli obat penggugur kandungan akibat kehamilan yang dialaminya.
“Motif ini sangat memprihatinkan dan menjadi peringatan serius bagi semua pihak, khususnya orang tua, agar lebih mengawasi pergaulan anak-anak,” kata AKP Verry Purba.Polres Simalungun menegaskan akan menangani perkara ini secara profesional sesuai (Ril)
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)Ancol Mendonasikan Hasil Penjualan Tiket Tahun Baru 2026
Rayakan Tahun Baru, Ancol Donasikan 10% Penjualan Tiket untuk Korban Bencana di Sumatra.
wartapenasatu.com | Jakarta, 29 Desember 2025. Untuk membantu pemulihan korban bencana di Sumatra, Ancol akan mendonasikan 10% dari hasil penjualan tiket masuk orang Pintu Gerbang Utama di loket tiket dan www.ancol.com, khusus kunjungan pada tanggal 31 Desember 2025.
Komitmen ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Sebagai salah BUMD milik Pemprov DKI Jakarta, Ancol ingin hadir bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan saling membantu.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Winarto menyampaikan bahwa kepedulian sosial merupakan nilai yang melekat dalam setiap langkah perusahaan.
“Kami percaya bahwa kebahagiaan yang dihadirkan melalui Ancol dapat berjalan seiring dengan kepedulian terhadap sesama. Melalui program ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama berbagi dan menghadirkan harapan bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatra,” ujarnya.
Dana donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui lembaga kemanusiaan terpercaya, dengan fokus pada bantuan kemanusiaan dan pemulihan kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Ancol berkomitmen untuk menyampaikan informasi penyaluran donasi secara terbuka dan bertanggung jawab kepada publik.
Melalui inisiatif ini, setiap tiket yang dibeli pada tanggal 31 Desember 2025 tidak hanya untuk menikmati Konser Gempita SCTV bersama Dewa 19, Drone Light Show di Pantai Lagoon dan Konser Dangdut di pantai Festival, tetapi juga menjadi wujud nyata kepedulian dan harapan bagi mereka yang terdampak bencana.
Mari rayakan malam pergantian tahun sambil berbagi dan peduli untuk sesama!