Berita Duka
- Artikel, Berita Duka, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Keamanan, Kepolisian, Kriminal, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik
Lembaga KPK Dirwaster DKI : Polisi Diduga Biarkan 6 Pelaku Tawuran Maut Anak di Cengkareng Berkeliaran, Padahal Sudah Tercantum dalam Dakwaan dan Putusan Pengadilan
Wartapena Satu, Jakarta, 15 Januari 2026—
Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Dirwaster Provinsi DKI Jakarta menyatakan keprihatinan serius sekaligus kecaman keras terhadap penanganan perkara tawuran yang terjadi pada 16 Juni 2025 di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengakibatkan satu orang anak di bawah umur meninggal dunia.Berdasarkan dokumen resmi penegak hukum, perkara tersebut melibatkan 9 (sembilan) orang pelaku. Namun hingga saat ini, baru 3 orang yang diproses dan diputus oleh pengadilan, sementara 6 orang lainnya masih bebas berkeliaran, meskipun telah tercantum secara sah dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, fakta persidangan, serta putusan pengadilan.
6 Nama Sudah Tercatat Resmi, Tapi Tak Ditangkap
Adapun keenam pelaku yang hingga kini belum ditangkap oleh Polsek Cengkareng, yaitu:
Afandi (DPO – Anak di bawah umur)
Razkafi (Dewasa)
Aji
Radit
Rifal
Akmal FauzanNama-nama tersebut secara eksplisit tercantum dalam Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum Nomor: PDM-869/JKTBRT/10/2025, serta terungkap dalam fakta persidangan dan replik Jaksa Penuntut Umum, bahkan diperkuat oleh alat bukti video kejadian.
“Ini bukan lagi persoalan kekurangan alat bukti. Semua sudah terang benderang di persidangan. Pertanyaannya: mengapa enam pelaku yang sudah berstatus terdakwa tidak ditangkap?” tegas perwakilan L-KPK.
Diduga Ada Pembiaran oleh Aparat Penegak Hukum.L-KPK menilai kondisi ini patut diduga sebagai pembiaran penegakan hukum. Terlebih, Jaksa Penuntut Umum telah memberikan arahan dan petunjuk resmi kepada penyidik kepolisian untuk melakukan penangkapan terhadap keenam pelaku tersebut.
Namun hingga kini, tidak ada langkah konkret dan terukur dari Polsek Cengkareng.
“Jika pelaku pembunuhan anak bisa bebas berkeliaran berbulan-bulan setelah namanya tercantum dalam dakwaan dan putusan, maka publik berhak bertanya: hukum ini tajam ke bawah dan tumpul ke atas?” lanjut L-KPK.
Berpotensi Langgar Pasal Pidana
L-KPK menegaskan bahwa pembiaran ini berpotensi melanggar ketentuan pidana, antara lain:
Pasal 421 KUHP (penyalahgunaan wewenang oleh pejabat);
Pasal 422 KUHP (penyalahgunaan kekuasaan);
Pasal 304 KUHP (pembiaran);UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak;
UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian RI.
Kasus ini dinilai bukan hanya soal pidana pelaku tawuran, tetapi juga menyangkut integritas dan akuntabilitas aparat penegak hukum.
Ultimatum Terbuka kepada Polsek Cengkareng
L-KPK telah melayangkan surat ultimatum hukum resmi kepada Kapolsek Cengkareng agar segera menangkap keenam pelaku dalam waktu 7 (tujuh) hari kalender.Apabila ultimatum tersebut tidak diindahkan, L-KPK memastikan akan:
Melaporkan perkara ini ke Divisi Propam Mabes Polri dan Polda Metro Jaya;
Mengadukan ke Kompolnas dan Ombudsman RI;
Membuka laporan dugaan tindak pidana terhadap pejabat yang bertanggung jawab;
Melakukan ekspos lanjutan secara nasional.
“Nyawa anak yang melayang tidak boleh ditutup dengan pembiaran. Negara tidak boleh kalah oleh kelalaian aparatnya sendiri,” tutup L-KPK. Di Hari Natal Polsek Silaen Tunjukan Kepedulian dengan Bakti Sosial Untuk Korban Kebakaran
Di Hari Natal Polsek Silaen Tunjukan Kepedulian dengan Bakti Sosial Untuk Korban Kebakaran

Silaen,wartapenasatu.com-Dalam rangka hari natal 2025, Polsek Silaen Polres Toba menunjukkan kepeduliannya melalui aksi kemanusiaan. Jajaran kepolisian sektor Silaen menggelar kegiatan bakti sosial kepada korban kebakaran 2 bulan lalu di Dusun III Desa Huta Gurgur II Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara, pada Selasa (30/12/2025)
Kegiatan bakti sosial ini di pimpin langsung oleh Kapolsek Silaen AKP Pargaulan Manurung, SH, bersama anggota
Kehadiran Kapolsek bersama Personel Polsek Silaen ini disambut hangat oleh Korban Kebakaran
Dalam aksi sosial tersebut, Polsek Silaen menyalurkan bantuan berupa paket sembako berupa 2 Kg Gula putih, 1 Kg minyak goreng, 1 papan telor ayam dan 2 parsel berisi roti natal

Kapolres Toba, AKBP V.J Parapaga Apputua Napitupulu S.I.K, melalui Kapolsek Silaen AKP Pargaulan Manurung, SH, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud empati dan tanggung jawab sosial Polri terhadap masyarakat.
“Kami turut prihatin atas musibah kebakaran yang dialami warga. Melalui bantuan sosial ini, kami berharap dapat memberikan dukungan moril agar keluarga korban tetap tabah dalam menghadapi cobaan,” ujar Kapolsek
Yang menerima Bakti Sosial yaitu, Hengky Silitonga (40) dan Rasita Nababan (40)
Selain menyerahkan bantuan, Kapolsek juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya yang bersumber dari aktivitas penggunaan api di dapur rumah dan peralatan listrik di dalam rumah
Kami mengingatkan agar selalu memastikan api kompor di dapur dan peralatan listrik lainnya benar-benar padam, sebelum meninggalkan rumah. Kewaspadaan ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” ungkap Kapolsek.
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)Gerak Cepat Polisi Ungkap Pembunuhan Siswi SMP di Simalungun, Motif Uang Aborsi
Gerak Cepat Polisi Ungkap Pembunuhan Siswi SMP di Simalungun, Motif Uang Aborsi

Simalungun, wartapenasatu.com -Kolaborasi cepat Sat Reskrim Polres Simalungun bersama Polsek Serbelawan berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap siswi SMP berinisial ZR (15) hanya dalam waktu kurang dari lima jam sejak jasad korban ditemukan. Ironisnya, pelaku pembunuhan diketahui masih seusia korban, yakni AH (15), yang juga berstatus sebagai pelajar SMP. Motif pembunuhan pun terbilang memprihatinkan, berkaitan dengan permintaan uang untuk aborsi.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, saat dikonfirmasi Senin (29/12/2025) sekitar pukul 10.40 WIB, menyampaikan apresiasi atas kecepatan dan profesionalisme tim gabungan dalam menangani kasus yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.
“Dari penemuan mayat pada sore hari hingga penangkapan pelaku pada malam harinya hanya memakan waktu sekitar 4–5 jam. Ini menunjukkan respons cepat dan dedikasi tinggi jajaran Polsek Serbelawan dan Unit Jatanras Sat Reskrim,” ujar AKP Verry Purba.

Kanit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun IPTU Ivan Roni Purba, S.H., menjelaskan korban merupakan siswi kelas IX SMP Negeri 2 Tapian Dolok, warga Huta Pondok Pabrik, Nagori Dolok Ulu. Jasad korban ditemukan di area perkebunan PT Bridgestone, Jalan Besar Dolok Ulu Blok Z 24, Minggu (28/12/2025) sore.
Penemuan mayat bermula sekitar pukul 15.45 WIB, ketika dua saksi, S (51) dan MB (20), karyawan dan petugas keamanan PT Bridgestone, melihat banyak lalat hijau berkerumun di salah satu lokasi perkebunan. Saat didekati, keduanya menemukan sesosok mayat perempuan dalam posisi telungkup.
Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Pangulu Dolok Ulu.Petugas Polsek Serbelawan bersama Tim Inafis Polres Simalungun segera turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari TKP diamankan barang bukti berupa satu unit handphone merek ZTE, uang tunai Rp11.000, serta dua batang kayu ubi yang diduga digunakan pelaku.

Suasana haru pecah ketika seorang warga yang datang ke lokasi memastikan bahwa korban adalah anak kandungnya sendiri. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk dilakukan visum luar dan dalam.
Berkat penyelidikan intensif, sekitar pukul 19.30 WIB di hari yang sama, petugas berhasil mengamankan pelaku AH (15) di rumah kakak kandungnya di Huta Pondok Burian, Nagori Nagur Usang, Kecamatan Tapian Dolok.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mencekik korban dari belakang, memukul kepala korban dengan batu, memukul tubuh korban menggunakan kayu, serta menusuk tubuh korban dengan pisau secara berulang hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Motif pembunuhan terungkap karena korban meminta uang kepada pelaku untuk membeli obat penggugur kandungan akibat kehamilan yang dialaminya.
“Motif ini sangat memprihatinkan dan menjadi peringatan serius bagi semua pihak, khususnya orang tua, agar lebih mengawasi pergaulan anak-anak,” kata AKP Verry Purba.Polres Simalungun menegaskan akan menangani perkara ini secara profesional sesuai (Ril)
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)Ephorus HKBP Rayakan Natal Bersama Korban Terdampak Bencana Kota Sibolga dan Tap Teng
Ephorus HKBP Rayakan Natal Bersama Korban Terdampak Bencana Kota Sibolga dan Tap Teng

Tap Teng, wartapenasatu.com – Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, memimpin Ibadah perayaan kelahiran Tuhan Yesus Kristus bersama para pengungsi dan Jemaat HKBP Sibolga Julu Kota Sibolga Provinsi Sumatra Utara (Sumut) pada malam Natal.
Ibadah ini dihadiri 100 orang perwakilan dari total 2.547 keluarga yang rumahnya mengalami kerusakan di wilayah HKBP Distrik IX Sibolga–Tapteng–Nias, Selasa (24/12/2025).
Ribuan warga Jemaat memadati Gereja hingga ke tenda-tenda yang disiapkan di luar area Gereja. Suasana Ibadah berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, di tengah kondisi duka dan pemulihan yang masih dialami para pengungsi.
Pimpinan tertinggi Gereja HKBP, ini menekankan makna Natal sebagai kehadiran Allah yang nyata di tengah pergumulan umat. “Dalam perayaan ini kami menghayati makna Imanuel Allah beserta kita, bukan sekadar peristiwa masa lalu, melainkan kenyataan yang hidup di sini dan saat ini, bahkan di tengah penderitaan dan luka,” ujarnya.
Ephorus, juga menegaskan bahwa Imanuel berarti Allah hadir bersama seluruh ciptaan-Nya. Karena itu, umat dipanggil untuk berjalan seirama dengan Tuhan dalam merawat alam yang diciptakan dan dikasihi-Nya. ucapannya.
Pada kesempatan tersebut, dilaksanakan pula penyampaian Boras Sipir Ni Tondi, yang mengandung Doa agar para saudara yang terdampak dipulihkan dari trauma serta diteguhkan dalam penyertaan Tuhan ke depan.
Selain itu, Ephorus HKBP menyerahkan bantuan tunai sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban para pengungsi.
Selanjutnya Ephorus mengajak seluruh pihak untuk terus bergandengan tangan dalam solidaritas dan Doa, agar proses pemulihan bagi para keluarga terdampak dapat berjalan dengan baik.
Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah bahan makanan dan dukungan dana. Sementara itu, bantuan pakaian yang cukup banyak diterima belum seluruhnya tersalurkan karena bukan merupakan kebutuhan pokok utama bagi para pengungsi saat ini, ”
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Gubsu dan Bupati Tapteng Berikan Kado Natal di Pengungsian Hutanabolon
Gubsu dan Bupati Tapteng Berikan Kado Natal di Pengungsian Hutanabolon

Tukka, wartapenasatu.com – Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu, SH, MH mendampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution mengunjungi Posko Pengungsian Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jumat (26/12/2025).
Tidak sekedar berkunjung, Gubernur Sumut juga membawa kado natal untuk korban bencana alam. Gubernur Sumut dan Bupati Tapteng memberikan Kado Natal khususnya kepada anak-anak korban bencana alam.
Pilu yang tersirat di wajah polos ratusan anak pengungsi sedikit memudar berubah kegembiraan saat menyambut hadiah Kado Natal dari Gubernur Sumut.Ratusan anak tampak berbaris penuh antusias, tak sabar meraih Kado Natal, meskipun tahun ini menerima Kado Natal bukan di Gereja namun di tempat berbeda di tempat pengungsian.
Gubernur Sumut menjelaskan, kehadirannya tidak sendiri namun juga ditemani Ketua TP. PKK Sumut Kahiyang Ayu.
“Salam dari Ketua PKK karena harus ke Posko Pengungsi lain, kami berbagi tugas,” ujarnya.Salah seorang anak bernama Abel (11) didampingi dua temannya yang telah sebulan berada di Posko Pengungsian mengaku bahagia mendapat kejutan kecil dari Gubernur Sumut Bobby Nasution. Bagi mereka, hadiah itu bukan cuma barang, tapi bukti bahwa mereka tidak terlupakan meskipun tinggal di Posko Pengungsian.
“Pak Gubernur dan Pak Bupati terima kasih sudah datang,” ucap Abel dengan wajah bahagia.Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Utara dan Bupati Tapanuli Tengah menyalami, menyapa, mengucapkan Selamat Natal, memberikan semangat, serta menyerahkan bingkisan Natal kepada warga korban bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Posko Pengungsian Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka-Kabupaten Tap Teng.
Usai menghadiri Natal dan menyerahkan kado natal di pengungsian, Bupati Tapteng dan Gubernur Sumut meninjau lokasi jalan putus yang diakibatkan banjir bandang dan tanah longsor, yang menghubungkan Kelurahan Hutanabolon dengan Desa Sigiring-giring Kecamatan Tukka.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)Bus TNI AL Bawa 12 Prajurit Kecelakaan di Tol Belmera
Bus TNI AL Bawa 12 Prajurit Kecelakaan di Tol Belmera

Belawan, wartapenasatu.com -Kecelakaan lalu lintas terjadi antara sebuah bus TNI Angkatan Laut (AL) nomor Polisi 7219 dengan Truk BK 8729 DL, di Jalan Tol Belmera, KM 8.800 Jalur Ambon, arah ke Tanjung Morawa, Selasa (23/12/2025).
Dari foto yang beredar, bus TNI AL tampak ringsek parah mulai dari bagian depan hingga belakang.Sedangkan truk tampak baik-baik saja, tak ada rusak sedikitpun.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Firman Darmansyah mengatakan, akibat kecelakaan ini sebanyak 1 orang meninggal dunia.
Sedangkan 11 penumpang lainnya mengalami luka-luka.
“Sebanyak 11 orang mengalami luka-luka dan 1 orang meninggal dunia,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumut Kombes Firman Darmansyah, Selasa 23 Desember 2025.Kombes Firman mengatakan, kecelakaan lalu lintas ini terjadi sekira pukul 11:45 WIB.
Dimana Bus membawa 12 prajurit TNI AL KRI Suharso yang akan pesiar ke Kota Medan.Saat ini seluruh korban dibawa ke RS Mitra Medika Jalan Yos Sudarso Medan.
Kemudian Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan saksi dan sebagainya.“Bus TNI AL berpenumpang 12 orang personil TNI KRI Suharso hendak pesiar ke Medan.”
Untuk soal korban tewas kecelakaan bus rombongan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL) yang terjadi di Jalan Tol Belmera, KM 8.800 Jalur Ambon, arah ke Tanjung Morawa.Plh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman mengatakan, berdasarkan laporan anggota di lapangan kepadanya yang terbaru, tidak ada korban jiwa.
Sebelumnya dikabarkan, dari peristiwa kecelakaan ini terdapat satu orang korban tewas dan 11 luka-luka.
Seorang saksi mata, Defi, warga Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, menceritakan bahwa kecelakaan bermula saat truk bermuatan semen melaju dari arah Belawan menuju Medan melalui jalur kanan.
Menurut keterangan saksi, truk tersebut kehilangan tenaga saat melintasi medan jalan yang sedikit menanjak di area tol Belmera.
Akibat beban muatan yang berat, truk tidak kuat menanjak dan mulai bergerak mundur di jalur kanan.
Di saat bersamaan, bus TNI AL yang melaju dari arah yang sama (Belawan menuju Medan) berada tepat di belakang truk di jalur kanan. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan dengan bagian belakang truk tidak terhindarkan.
Setelah menabrak bus, truk semen tersebut terus melaju mundur hingga akhirnya berhenti setelah menghantam pembatas jalan tol.
“Posisinya di jalur kanan. Truk itu mundur karena tidak kuat nanjak, sementara bus AL melaju kencang dari arah yang sama dan langsung menabrak bagian belakang truk,” ujar Defi di lokasi kejadia.
Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Utara menyampaikan data terbaru mengenai jumlah korban akibat kecelakaan bus rombongan TNI Angkatan Laut di Jalan Tol Belmera KM 8.800, Selasa siang.
Insiden yang melibatkan bus bernomor polisi 7219 dengan sebuah truk tersebut terjadi saat rombongan prajurit TNI AL sedang dalam perjalanan menuju Kota Medan.
Dirlantas Polda Sumut, Kombes Firman Darmansyah, mengonfirmasi bahwa bus tersebut membawa 24 personel yang merupakan awak Kapal Republik Indonesia (KRI) Suharso.
Rincian Kondisi dan Lokasi Perawatan Korban
Berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian, dari total 24 penumpang yang berada di dalam bus, tercatat empat orang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.Sebanyak tiga personel yang mengalami luka kategori sedang telah dibawa ke Rumah Sakit Setia Budi, sementara satu korban lainnya dirawat di RS Mitra Medika Yos Sudarso.
Pihak kepolisian terus memantau perkembangan kondisi kesehatan para prajurit tersebut berkoordinasi dengan tim medis di masing-masing rumah sakit.
Sebagian Personel Telah Kembali ke Satuan
Kombes Firman Darmansyah menjelaskan bahwa enam personel lainnya yang mengalami luka ringan telah mendapatkan penanganan medis pertama di lokasi.Keenam prajurit tersebut kini dilaporkan sudah diperbolehkan kembali ke kapal bersama 14 personel lainnya yang berada dalam kondisi selamat atau tidak mengalami luka serius.
Secara keseluruhan, mayoritas rombongan KRI Suharso yang terlibat dalam kecelakaan sekitar pukul 11.45 WIB tersebut kini sudah dapat berkumpul kembali dengan kesatuannya.
(Reporter MWPS Sumut: t.rait)PDIP Taput akan Transfer Uang kepada Korban Longsor
PDIP Taput akan Transfer Uang kepada Korban Longsor

Taput, wartapenasatu.com – Ketua DPC PDIP Kabupaten Tapanuli Utara, Jimmi Tambunan , Ketua DPD PDIP Sumut, Rapidin Simbolon, Ketua DPRD Taput Rudi Arifin Nababan dan Sabungan Parapat menyerahkan bantuan bencana alam kepada masyarakat kecamatan Parmonangan, Rabu (17/12/2025).
Desa pertama penyerahan paket sembako sebanyak 200 paket berupa beras, minyak goreng dan indomie di Desa Hutajulu. Total penduduk 310 kepala keluarga dan kekurangan bantuan sembako akan diserahkan secepatnya .
Jimmi Tambunan dan Rapidin Simbolon saat menyerahkan bantuan mengatakan, sudah menjadi tugasnya menyerahkan bantuan bagi warga yang terdampak bencana alam. PDI Perjuangan selalu hadir ditengah rakyat.
Mereka juga sampaikan, kepada para warga yang rumahnya rusak parah terdampak longsor, akan ada uang langsung ditransfer ke rekening yang bersangkutan. Tim kita akan datang untuk melakukan photo rumah yang terdampak dan berkas pendukung lainnya agar bisa segera bantuan disalurkan oleh PDI Perjuangan, ungkap mereka kepada warga desa Hutajulu.
Saya selaku Ketua DPC PDIP Tapanuli Utara yang baru diberikan mandat dan kepercayaan bersama dengan Rapidin Simbolon yang juga anggota DPR-RI, menyampaikan turut merasakan duka mendalam pasca bencana alam yang terjadi. Kiita serahkan kepada Tuhan, agar kembali membuat hidup yang baru dengan tetap penuh pengharapan, ujar mereka.
R.Manalu yang merupakan masyarakat desa Hutajulu selaku penerima bantuan dampak bencana alam dari partai PDIP, mengatakan terima kasih. Kiranya Tuhan segera memulihkan hati agar tetap tabah dan kuat dalam menghadapi kejadian, ucapnya.
Selanjutnya bantuan mereka serahkan kepada masyarakat yang juga mengalami dampak bencana alam di Desa Pertengahan dan Desa Hutabatu Kecamatan Parmonangan.
(Kaperwil MWPS Sumut: t.rait)- AGAMA, Artikel, Bencana, Berita Duka, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik, SOSIAL
Walikota Jakarta Utara Lepas Keberangkatan Tim Asesmen PMI Jakarta Utara ke Wilayah Bencana Aceh

Wartapena Satu, Jakarta 19 Desember 2025,
Walikota Jakarta Utara diwakili Wakil Walikota Jakarta Utara Fredy Setiawan melepas relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Utara ke wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Bener Meriah (Takengon), dan sebagian wilayah Aceh Timur. Pelepasan tim dilakukan di Markas PMI Jakarta Utara, Semper, Koja pada Kamis (18/12/2025).Tampak hadir undangan dalam acara, Sekretaris PMI Provinsi DK Jakarta Farullah, Bendahara PMI Provinsi DK Jakarta Abdul Haris, Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Provinsi DK Jakarta Budi, Wakil Ketua Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) Bidang Polhukam Mayjend (Purn) Jan Pieter Ate dan perwakilan UNITI Sustainable Redi Susanto.
Pada kesempatan tersebut Fredy Setiawan, menyampaikan support serta apresiasi atas respons PMI Jakarta Utara dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
“Tim Assesmen ini adalah tim pertama yang diberangkatkan. Nantinya, akan membantu saudara-saudara kita di wilayah bencana, terutama di Aceh,” ujar Fredy.
Ia menambahkan bahwa pengerahan relawan ditentukan dalam waktu singkat sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap sesama. “Kami harapkan para relawan bekerja dengan semangat, ikhlas, serta tetap mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan,” imbuhnya.Ketua PMI Jakarta Utara, Rijal, menjelaskan bahwa pengiriman relawan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IP-KI) serta lembaga Uniti Sustainable. Kedua mitra tersebut telah menggalang donasi dari masyarakat yang selanjutnya akan disalurkan ke PMI Aceh.
“Seluruh donasi dari masyarakat, termasuk bantuan yang diterima Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) PMI Jakarta Utara, akan kami salurkan kepada PMI Aceh untuk mendukung penanganan darurat di lapangan,” terang Rijal.
Ia menekankan pentingnya kecepatan dalam operasi tanggap bencana, mengingat para penyintas membutuhkan bantuan segera. “Kami minta relawan tetap menjaga semangat, fokus dalam tugas, dan tidak lupa menjaga kesehatan diri,” pesannya.Dalam kesempatan ini dilakukan penyerahan simbolis bantuan hasil kolaborasi penggalangan dana dari IP-KI, Uniti For Sustainable serta warga Jakarta Utara, serta dukungan finansial dari PMI Provinsi DKI Jakarta memberikan uang tunai kepada PMI Jakarta Utara.
Tim assesmen yang terdiri dari tujuh relawan terlatih ini akan melakukan pengkajian lapangan selama beberapa hari ke depan. Hasil assesmen tersebut akan menjadi dasar penyusunan rencana operasi Satuan Tanggap Darurat Bencana (Satgana) PMI se-Provinsi DKI Jakarta, yang dijadwalkan diberangkatkan pada Januari 2026. (Red)
Dorong Penetapan Bencana Aceh, Sumatera sebagai Bencana Nasional, Dr Gea: Jangan Jadikan Nyawa Manusia Sebagai Tolak Ukur

Jakarta, wartapenasatu.com – Mardian (Ketua Komunikasi Purbaya & Wakil Sekjen Kongres partai Kongres Indonesia): Tanggung Jawab Seluruh Elemen Anak Bangsa.”Ketua Umum DPP Perubahan untuk Indonesia Raya (Purbaya) Indonesia, DR. Ali Yusran Gea, SH., MKn,.MH. meminta Presiden Prabowo Subianto segera menetapkan bencana di Sumatera sebagai bencana nasional dengan penanganan terintegrasi.
Pendapat ini diperkuat oleh Mardian., SE, selaku Ketua Komunikasi dan Informasi Purbaya Indonesia sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kongres Indonesia, yang menegaskan bencana ini tidak lagi berskala daerah melainkan nasional dan merupakan tanggung jawab seluruh elemen anak bangsa yang berkompeten untuk membantu mengatasi masalahnya.
DR. Gea menyampaikan permintaan tersebut kepada awak media di kawasan Jakarta Timur, Kamis (11/12/2025). Ia menekankan bahwa bencana yang melanda Sumatera telah sangat menyakiti masyarakat, sehingga penetapan status nasional tidak boleh hanya ditentukan oleh jumlah korban jiwa.
“Semua pihak harus memahami bahwa ini adalah kejadian yang sudah sangat menyakiti masyarakat Indonesia, Oleh karena itu jangan lah menjadikan nyawa manusia sebagai tolak ukur penetapan bencana nasional. Ini kaitannya dengan kemanusiaan dan norma-norma,” ujarnya.
Sebagai informasi, penetapan status darurat bencana nasional secara regulasi membutuhkan indikator seperti dampak luas, korban jiwa, kerugian materi signifikan, gangguan pelayanan publik, dan penurunan kemampuan daerah dalam penanganan.
Sebagai negara hukum (rechtsstaat), DR. Gea menegaskan pemerintah harus menghormati hak asasi manusia dan nilai kemanusiaan, sehingga perlu dalam konteks bencana di Aceh di naikan setatus menjadi bencana nasional untuk kepentingan Hak Asasi Manusia.

Ia juga meminta Gubernur dan DPRD Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk membahas dan menyempurnakan masalah ini melalui proses legislatif guna mendorong penetapan status nasional. Selain itu, Dr. Gea memperingatkan agar bencana tidak dijadikan “test the water” menuju Pemilu 2029, dan meminta pejabat serta wakil rakyat tidak hanya datang untuk pencitraan melainkan memberikan bantuan yang tepat – mulai dari sandang, makanan, obat-obatan, hingga perbaikan infrastruktur.
Senada dengan Dr. Gea, Sekretaris Jenderal Purbaya Indonesia, Rafriandi Nasution, menyatakan semua pihak harus menunjukkan empati dengan menyusun langkah-langkah terukur dalam penanganan, agar masyarakat merasakan dukungan dari pejabat yang dipilih mereka.
Menambahkan pandangan terkait skala dan tanggung jawab bencana, Mardian., SE – yang menjabat dua posisi penting di Purbaya dan Partai Kongres Indonesia – menyatakan bahwa dampak yang terjadi telah melampaui batas wilayah lokal. “Bencana di Sumatera ini bukan lagi bencana daerah semata, tetapi sudah menjadi bencana nasional,” ujarnya.
Selain itu, Mardian menekankan bahwa penanganan bencana ini merupakan tanggung jawab seluruh elemen anak bangsa yang berkompeten. “Ini adalah tanggung jawab kita semua, mulai dari lembaga negara, lembaga swasta, organisasi masyarakat, hingga para ahli di bidang penanggulangan bencana dengan memberikan kontribusi keahlian serta sumber daya untuk membantu mengatasi bencana ini,” tambahnya.
Menurut Mardian, kerja sama antar elemen yang berkompeten akan mempercepat proses penanggulangan, rehabilitasi, dan mitigasi. “Bencana adalah ujian kebersamaan bangsa, kita harus bersatu dalam keahlian dan niat baik, bukan saling menyalahkan, untuk melindungi warga dan mencegah kejadian serupa di masa depan,” pungkasnya.
Kodim 1016 Palangka Raya Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Sumatra dan Aceh
Kodim 1016 Palangka Raya Kirim Bantuan Logistik Untuk Korban Bencana Sumatra dan Aceh

Palangka Raya, wartapenasatu.com – Komando Distrik Militer (Kodim) 1016 /Palangka Raya menunjukkan solidaritas kemanusiaan dengan mengirimkan sejumlah besar bantuan logistik untuk korban bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatra dan Aceh.
Bantuan ini merupakan hasil pengumpulan dari seluruh anggota Kodim baik TNI beserta keluarga maupun PNS serta masyarakat binaan Kodim 1016/ Palangka Raya sebagai bagian dari upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Dandim 1016/ Palangka Raya, Letnan Kolonel Inf Kurniawan Agung Sancoyo, S.E.,M.Han. menyampaikan, sebelum diberangkatkan ke lokasi bencana, bantuan logistik yang dikumpulkan dari Anggota Kodim beserta Masyarakat Binaan dipusatkan di Makodim 1016/Palangka Raya.
“Pemusatan ini bertujuan untuk memastikan kelengkapan, keamanan, dan efisiensi dalam proses pendistribusian menuju daerah-daerah yang membutuhkan, ” imbuhnya. Senin (7/12/2025).
Dandim menyampaikan rasa bangga dan harunya melihat antusias anggota Kodim beserta masyarakat binaan dalam membantu sesama. Menurutnya, sikap sosial yang ditunjukkan mencerminkan nilai kemanusiaan yang tinggi di tengah situasi bencana.
Lebih lanjut, Letkol Inf Kurniawan Agung Sancoyo mengatakan, bantuan ini berupa paket sembako, pakaian, dan peralatan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh korban bencana. Ini merupakan bentuk kepedulian serta gotong royong TNI Bersama masyarakat Kota Palangka Raya terhadap masyarakat yang terkena dampak bencana.
“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat Sumatera dan Aceh yang terkena dampak bencana. Kami juga berharap agar masyarakat dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa, ” tutup Dandim.(ryt)