Bisnis
APTEK Dorong Peluang Usaha Mekanikal dan Elektrikal 2026 ; Optimis Bersinergi dengan KADIN dan Bank BTN

Warta Penasatu, Jakarta, 7 November 2025 – Asosiasi Perusahaan Teknik Mekanikal dan Elektrikal (APTEK) semakin memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan sektor mekanikal dan elektrikal (M&E) dengan menggandeng Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Bank Tabungan Negara (BTN) dalam sebuah sinergi strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk memaksimalkan potensi peluang usaha di sektor M&E yang diprediksi akan semakin menjanjikan pada tahun 2026.Hal ini dijabarkan dalam seminar sharing session bertempat di Hotel Santika,Kelapa Gading (5/11/25)
Sektor M&E memegang peranan vital dalam pembangunan infrastruktur dan pengembangan industri di Indonesia. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat, permintaan akan tenaga ahli dan perusahaan yang kompeten di bidang M&E juga semakin tinggi. Hal ini membuka peluang bisnis yang sangat menarik bagi para pelaku usaha yang berinvestasi di sektor ini.
Wakil Ketum APTEK, Radian Azhar SE.ME, menyatakan bahwa sinergi dengan KADIN dan Bank BTN merupakan langkah strategis untuk menciptakan ekosistem bisnis yang kondusif bagi para pelaku usaha M&E. “Kami percaya bahwa dengan dukungan dari KADIN dan Bank BTN, para anggota kami akan memiliki akses yang lebih luas terhadap jaringan bisnis, sumber pendanaan, dan program pengembangan kapasitas yang relevan,” ujarnya.
Ketua Umum KADIN DKI, H.Diana Dewi, menyambut baik kolaborasi ini dan menyatakan bahwa KADIN siap mendukung pengembangan sektor M&E melalui berbagai program dan inisiatif. “Rekan-rekan pengusaha APTEK bisa adaptik terhadap perkembangan teknologi maupun perubahan regulasi,ini berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem bisnis yang sehat kompetitif dan bermanfaat bagi semua anggotanya dan membantu para pelaku usaha M&E dalam memperluas jangkauan pasar mereka,” katanya.
Kepala Cabang Jakut Bank BTN, Erik Alber, menegaskan komitmen Bank BTN untuk mendukung sektor M&E melalui penyediaan fasilitas kredit yang terjangkau dan program-program pengembangan kapasitas. “Kami percaya bahwa sektor M&E memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk memberikan dukungan yang berkelanjutan bagi para pelaku usaha di bidang ini,” ujarnya.
APTEK, KADIN, dan Bank BTN telah merancang serangkaian program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 untuk mendukung pertumbuhan sektor M&E. Program-program ini meliputi pelatihan teknis,menfasilitasi pertemuan bisnis, pendampingan hukum, penyediaan fasilitas kredit dengan suku bunga yang kompetitif, program inkubasi bisnis, serta promosi dan pemasaran bersama.
Dengan adanya sinergi yang kuat antara APTEK, KADIN, dan Bank BTN, diharapkan kedepannya sektor M&E dapat terus berkembang dan memiliki prospek bisnis yang baik. Para pelaku usaha di bidang ini optimis pada tahun 2026 kondisi perekonomian akan semakin baik sehingga akan terbuka peluang bagi pengusaha serta diharapkan dapat memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan bisnis mereka, sehingga dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan memberikan kontribusi secara signifikan bagi perekonomian nasional.
- Alutsista, Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Keamanan, Kesehatan, Nasional, Opini, Pendidikan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
“Ari Sumarni Pimpin GBNN Jakarta Barat, Targetkan Soliditas dan Integritas Jaga Stabilitas Negara”
Jawa Barat wartapenasatu.com
Jakarta Barat Miliki Garda Bela Negara Nasional Baru, Siap Jaga Kedaulatan NKRI
BOGOR – Garda Bela Negara Nasional (GBNN) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jakarta Barat resmi dilantik dan dikukuhkan pada 5-6 November 2025. Acara yang berlangsung di Hotel Palm Cisarua, Bogor, ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru periode 2025-2030.
Ketua Umum GBNN, Bapak Fahria Alfiano, Berharapan besar kepada seluruh anggota. Beliau menekankan pentingnya peran GBNN dalam membantu kepemimpinan Bapak Prabowo Subianto dan Mas Gibran, serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Saya berharap seluruh anggota GBNN dapat mengemban tugas dengan sebaik-baiknya. Kita harus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mendukung program-program pemerintah demi kemajuan Indonesia,” ujar Bapak Fahria Alfiano dengan penuh semangat.
Ibu Ari Sumarni, yang terpilih sebagai Ketua DPW GBNN Jakarta Barat, juga menyampaikan komitmennya untuk memimpin organisasi ini dengan amanah, beradap, konsisten, dan berintegritas. Beliau berharap seluruh jajaran yang berada di bawah komandonya dapat tetap solid dan bersatu, meskipun menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu stabilitas negara.
“Kita harus tetap solid dan bersatu, meskipun ada banyak ‘preming’ atau gangguan yang mencoba memecah belah kita. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kita pasti bisa mengatasi semua rintangan,” tegas Ibu Ari Sumarni.
GBNN sebagai organisasi yang memiliki visi untuk menanamkan nilai-nilai bela negara kepada seluruh masyarakat, diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, maju, dan berdaulat. Dengan kepengurusan baru di Jakarta Barat, GBNN siap berkontribusi secara nyata dalam menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, serta meningkatkan kesadaran bela negara di kalangan masyarakat.
Acara pelantikan dan pengukuhan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, yang semakin mempererat tali silaturahmi antara pengurus dan anggota GBNN. Semangat baru dan harapan besar terpancar dari wajah seluruh peserta, siap mengemban amanah dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.
BY:NokSrie
- Bisnis, Daerah, Ekonomi, Internasional, Keamanan, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
Menata Ulang Sejarah Lokal, AJ Susmana Dorong Dekolonisasi Narasi Bangsa
JAKARTA wartapenasatu.com
Jakarta — Dalam upaya memperkuat identitas nasional dan membebaskan diri dari warisan kolonialisme, AJ Susmana menekankan pentingnya dekolonisasi narasi sejarah lokal. Gagasan tersebut ia sampaikan dalam tulisan berjudul “Konstruksi Naratif: Menata Ulang Sejarah Lokal Menjadi Cerita yang Bermakna” yang mengajak masyarakat untuk meninjau kembali sejarah dari sudut pandang bangsa sendiri, bukan dari kacamata kolonial.
Menurut AJ Susmana, bangsa Indonesia sebagai bekas negara kolonial perlu membangun narasi positif agar mampu melepaskan diri dari mentalitas terjajah. “Kita perlu kisah yang menumbuhkan kebanggaan dan keberanian, agar bangsa ini tidak terus-menerus merasa inferior akibat penjajahan yang panjang,” ujarnya dalam tulisannya.
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks perjuangan kebangsaan, kisah kadang dapat mendahului fakta. Artinya, narasi yang kuat mampu membangkitkan semangat dan rasa percaya diri, meski fakta sejarah belum sepenuhnya sempurna. Pendekatan ini dianggap perlu untuk menyalakan kembali keberanian melawan penjajahan dan menumbuhkan optimisme nasional.
Dalam tulisannya, AJ Susmana mencontohkan bagaimana sejarah kejayaan kerajaan-kerajaan besar Nusantara seperti Majapahit dan Sriwijaya menjadi sumber inspirasi penting. Walaupun belum seluruh fakta tentang dua kerajaan itu terungkap sempurna, semangat dan kisah kejayaan mereka tetap menjadi api penyemangat bahwa bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang lemah, melainkan bangsa yang mampu berdaulat.
Ia menilai, masa lalu yang baik seperti kisah Majapahit dan Sriwijaya seharusnya dijadikan bahan narasi yang membangun. “Narasi sejarah yang kuat akan membuat kita tidak kehilangan akar dan tradisi, sekaligus menjadi pondasi kemajuan manusia,” tulisnya. Pandangan ini menegaskan bahwa sejarah lokal bukan sekadar catatan masa lampau, tetapi sumber nilai untuk membangun masa depan.
AJ Susmana juga menyinggung pentingnya kisah perjuangan kemerdekaan sebagai bagian dari proses dekolonisasi. Cerita-cerita perjuangan nasional yang penuh keberanian dan pengorbanan dapat menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bangsa ini lahir dari semangat perlawanan, bukan pemberian.
Ia menutup pandangannya dengan menyoroti keberadaan berbagai monumen perjuangan nasional yang berdiri di seluruh penjuru negeri — dari kota besar hingga tingkat kecamatan. Monumen tersebut, katanya, bukan hanya simbol sejarah, tetapi juga penanda bahwa semangat melawan penjajahan masih hidup dalam setiap jiwa anak bangsa. “Dari sejarah, kita belajar untuk terus berdiri tegak sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat,” pungkas AJ Susmana
Sumber:Kebudayaan Rakyat - Artikel, Bisnis, hukum, Keamanan, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
Sekjen Laskar Gibran Dafit Fitria Bangun Saduk Hadiri Kongres Projo ke-3, Tegaskan Komitmen Kawal Program Prabowo–Gibran
Jakarta Wartapenasatu.com
Sekretaris Jenderal Laskar Gibran Hadiri Kongres Projo, Janjikan Dukungan untuk Agenda Prabowo-Gibran
JAKARTA – Dafit Fitria Bangun Saduk S.E., M.M., Sekretaris Jenderal Laskar Gibran, menghadiri Kongres Projo ke-3, menandakan keselarasan yang kuat antara kedua organisasi. Kongre
s yang diadakan di Jakarta ini mempertemukan anggota Projo dari seluruh Indonesia untuk membahas strategi dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap pembangunan nasional.Dafit Fitria Bangun Saduk menekankan dukungan Laskar Gibran yang tak tergoyahkan kepada rakyat dan dedikasi mereka untuk bekerja selaras dengan Projo. “Kami berdiri teguh bersama rakyat, dan kongres ini adalah bukti komitmen bersama kami,” katanya. “Laskar Gibran siap mendukung dan menjadi garda terdepan untuk program-program Prabowo dan Gibran.”
Kongres Projo menjadi platform bagi berbagai organisasi afiliasi untuk menyampaikan solidaritas dan membahas upaya kolaborasi. Pidato utama dan diskusi panel menyoroti pentingnya persatuan dan tindakan strategis dalam mencapai tujuan bersama. Kehadiran Dafit Fitria Bangun Saduk menggarisbawahi pentingnya keterlibatan pemuda dalam membentuk masa depan bangsa.
Selama acara tersebut, Dafit Fitria Bangun Saduk berinteraksi dengan para pemimpin dan anggota Projo, bertukar ide dan menjajaki potensi sinergi antara kedua kelompok. Diskusi difokuskan pada bagaimana Laskar Gibran dapat berkontribusi pada inisiatif Projo, terutama di bidang-bidang yang berkaitan dengan pemberdayaan pemuda dan pengembangan masyarakat.
Komitmen Laskar Gibran untuk menjadi “garda terdepan” bagi program Prabowo dan Gibran mencerminkan pendekatan proaktif mereka terhadap kemajuan nasional. Dengan bekerja sama dengan Projo, mereka bertujuan untuk memperkuat dampak mereka dan memastikan bahwa kebijakan pemerintah dilaksanakan secara efektif dan sesuai dengan harapan masyarakat.
Kongres diakhiri dengan semangat baru dan peta jalan yang jelas untuk kolaborasi di masa depan. Partisipasi Dafit Fitria Bangun Saduk dipandang sebagai langkah penting dalam mempererat hubungan antara Laskar Gibran dan Projo, membuka jalan bagi upaya bersama dalam memajukan agenda nasional.
Dengan keberhasilan Kongres Projo ke-3, Laskar Gibran, di bawah kepemimpinan Dafit Fitria Bangun Saduk, siap memainkan peran penting dalam mendukung visi Prabowo dan Gibran untuk Indonesia, bekerja sama dengan Projo untuk mewujudkan aspirasi bersama mereka bagi bangsa.
BY:NOK SRIE
Kongres III Projo Jadi Ajang Konsolidasi Relawan, Laskar Gibran Tegaskan Dukungan untuk Prabowo–Gibran
Jakarta wartapenasatu.com
- Artikel, Bisnis, Ekonomi, hukum, Internasional, Keamanan, mancanegara, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
Pemuda Bersatu, Budaya Maju: JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan di HB Jassin
Jakarta wartapenasatu.com
Pemuda adalah Kunci! JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan untuk Gali Potensi Generasi Muda dalam Memajukan Budaya Nasional
Jakarta – Di tengah semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97, Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) mengambil langkah nyata dengan menggelar Diskusi Kebangsaan pada 3 November 2025. Bertempat di Ruang Aula PDS HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, acara ini mengusung tema krusial “Peran Pemuda dalam Mendorong Kebudayaan Nasional yang Maju Adil dan Makmur.”
Annisa, Ketua Umum JAKER, menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi fondasi penting untuk menggali kembali akar persatuan bangsa. Semangat yang dulu diinisiasi oleh para pemuda 97 tahun silam, diharapkan dapat kembali membara dalam diri generasi muda saat ini.
“Diskusi ini adalah upaya kita untuk mengembalikan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan utama persatuan. Kita akan menggali kembali nilai-nilai luhur budaya Nusantara, terutama gotong royong, yang menjadi kunci untuk mewujudkan keadilan sosial,” ujar Annisa.
Diskusi Kebangsaan ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting sebagai pembicara, antara lain Nasruddin Djoko Surjono (Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta), Assoc.Prof. Dr. Tuti Widyaningrum.,SH.,MH (Akademisi), Sonny Laurentius (JAKER), dan M. Rijal yang mewakili kalangan mahasiswa. Mereka akan membahas peran strategis pemuda dalam memajukan kebudayaan nasional yang berkeadilan dan berkemakmuran.
Selain diskusi, acara ini juga menjadi momentum bagi Annisa untuk menyampaikan pesan khusus kepada para pemuda Indonesia. Melalui sebuah puisi, ia mengajak generasi muda untuk terus berjuang melawan ketidakadilan dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.
“Hai pemuda anak kandung nusantara, jangan tidur di mata yang tidak mengantuk, hanya untuk cepat bermimpi,” demikian salah satu bait puisi Annisa yang penuh semangat. Ia juga mengingatkan agar pemuda tidak terjebak dalam kepentingan oligarki, melainkan bangkit dan yakin bahwa Indonesia yang kaya ini mampu memberikan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyatnya.
Acara Diskusi Kebangsaan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para pemuda untuk bertukar pikiran, merumuskan gagasan, dan bersama-sama membangun kebudayaan nasional yang lebih maju, adil, dan makmur.BY:Nok Srie

- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Keamanan, mancanegara, Nasional, Nature, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
“Pemuda Penjaga Nilai Bangsa: JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan di Jakarta”
JAKARTA WartaPenaSatu.com
JAKER Gelar Diskusi Kebangsaan: Dorong Peran Pemuda dalam Memajukan Kebudayaan Nasional
Jakarta, 3 November 2025 — Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat semangat kebangsaan dan kebudayaan melalui acara Diskusi Kebangsaan bertajuk “Peran Pemuda dalam Mendorong Kebudayaan Nasional yang Maju, Adil, dan Makmur”. Acara ini berlangsung di Ruang Aula PDS HB Jassin, Cikini, Jakarta Pusat, pada Senin siang, pukul 12.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan yang menggandeng Dinas Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta (Dispusip) ini menghadirkan sejumlah tokoh lintas bidang seperti Assoc. Prof. Dr. Tuti Widyanningrum, SH., MH, Nasruddin Djoko Surjono, M. Rizal, dan Sonny Lauentius, dengan Herry Tany sebagai pengisi sesi inspiratif serta Feby Rahmayana bertindak sebagai moderator. Diskusi ini menjadi ruang refleksi dan dialog terbuka mengenai posisi strategis pemuda dalam membangun peradaban bangsa yang berakar pada nilai-nilai kebudayaan nasional.
Dalam paparannya, Nasruddin Djoko Surjono menekankan bahwa kebudayaan harus menjadi poros utama dalam pembangunan nasional. “Negara yang besar bukan hanya diukur dari kemajuan ekonominya, tetapi dari seberapa kokoh nilai budayanya menopang kehidupan rakyatnya. Pemuda adalah penjaga nilai itu,” ujarnya. Pernyataan tersebut mendapat sambutan antusias dari peserta diskusi yang sebagian besar berasal dari kalangan akademisi dan komunitas pemuda.
Sementara itu, M. Rizal mengajak generasi muda untuk aktif menciptakan ruang-ruang baru ekspresi budaya. “Pemuda jangan hanya menjadi penonton. Kita harus menjadi pelaku yang membawa kebudayaan ke masa depan, dengan semangat inklusif dan berpihak pada kemanusiaan,” ucapnya. Ia menilai peran kreatif pemuda di era digital bisa menjadi jembatan antara tradisi dan inovasi.
Acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian ulang tahun ke-32 JAKER, yang dimaknai sebagai momentum memperkuat solidaritas lintas generasi di kalangan pelaku budaya dan masyarakat sipil. Sebelumnya, JAKER juga menggelar Bedah Buku Antologi Puisi “Api yang Tak Padam”, yang menghadirkan penulis lintas generasi sebagai simbol keberlanjutan perjuangan budaya rakyat.
Salah satu peserta bedah buku, Isti Komah, menilai kegiatan literasi dan kebudayaan yang digagas JAKER sebagai langkah bijak dan monumental. “Dari 25 penulis yang terlibat, 10 di antaranya perempuan. Ini menunjukkan perspektif gender yang kuat dan langkah signifikan di tengah gerakan rakyat yang umumnya didominasi laki-laki,” ujarnya. Menurutnya, keberagaman suara dalam karya sastra memperkuat posisi kebudayaan sebagai ruang perjuangan yang setara dan terbuka.
Melalui Diskusi Kebangsaan ini, JAKER berharap dapat menyalakan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di kalangan pemuda serta masyarakat luas. Kebudayaan dipandang bukan semata identitas, tetapi juga kekuatan moral dan sosial untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur — sebagaimana cita-cita bersama yang terus diperjuangkan lintas generasi.
“Nok Srie”Melaporkan

- Artikel, Bisnis, Daerah, Ekonomi, hukum, Internasional, Loker, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
Lumbung Artha Kita (LUBKITA) Puji Peran Selvi Gibran Gaungkan Semangat Generasi Muda Lestarikan Batik Selvi Gibran Dapat Apresiasi dari
Nusantara Wartapenasatu.com
Satpamobvit Polresta Palangka Raya Lakukan Inspeksi Mendadak dan Pengawasan SPBU di Sejumlah Titik
Satpamobvit Polresta Palangka Raya Lakukan Inspeksi Mendadak dan Pengawasan SPBU di Sejumlah Titik
Palangka Raya, wartapenasatu.com – Satuan Pengamanan Obyek Vital (Satpamobvit) Polresta Palangka Raya melaksanakan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) dan pengawasan terhadap sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kota Palangka Raya, Kamis (30/10/2025).

Kegiatan dipimpin oleh Kasatpamobvit Polresta Palangka Raya AKP Suranto bersama anggota Bripda Rifky Abdi Surya, dengan sasaran pengawasan di tiga lokasi, yakni SPBU Jalan Rajawali, SPBU Jalan Tjilik Riwut Km. 6, dan SPBU Jalan Tjilik Riwut Km. 12.
Sidak dilakukan untuk memantau situasi pelayanan masyarakat serta memastikan tidak terjadi antrean panjang di SPBU, terutama menjelang akhir bulan yang kerap disertai peningkatan kebutuhan bahan bakar.
“Kami melaksanakan sidak bersama tim gabungan dari Pemerintah Kota Palangka Raya untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak ada penyimpangan di lapangan,” ucap Suranto.

Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di seluruh titik SPBU terpantau aman, tertib, dan tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas maupun antrean yang menimbulkan potensi kerawanan.
Terkait akan hal itu, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol. Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., lantas menyampaikan apresiasi atas langkah cepat personelnya dalam mendukung upaya pemerintah menjaga stabilitas distribusi bahan bakar serta keamanan di lingkungan objek vital wilayah Kota Palangka Raya.
- Artikel, Bisnis, Daerah, hukum, Keamanan, Nasional, Opini, Pendidikan, Pertahanan, Politik, Seni dan Budaya, SOSIAL
Kemanusiaan Bedah Buku “Luka yang Tak Menyerah” Ajak Publik Menafsirkan Makna Perlawanan dalam Sastra
Yogyakarta wartapenasatu.com
“Luka yang Tak Menyerah, Bara yang Tak Padam”: JAKER dan Retorika UGM Gelar Bedah Buku Puisi tentang Perlawanan dan Kemanusiaan
Yogyakarta, 29 Oktober 2025 —
Jaringan Kebudayaan Rakyat (JAKER) bersama komunitas Retorika Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Bedah Buku Antologi Puisi berjudul “Luka yang Tak Menyerah, Bara yang Tak Padam”, Rabu (29/10) sore, di Ruang Persatuan, Lantai 3 Fakultas Filsafat UGM. Acara yang dimulai pukul 16.00 WIB ini menjadi ruang pertemuan antara sastrawan, akademisi, dan pecinta sastra yang ingin menafsirkan kembali makna luka dan daya hidup dalam perjalanan kemanusiaan.Dalam sambutannya, perwakilan JAKER menyampaikan bahwa antologi ini bukan sekadar kumpulan puisi, tetapi sebuah kesaksian sosial dan batin atas kenyataan hidup yang tak selalu ramah. “Kami ingin menjadikan puisi sebagai ruang untuk menyembuhkan dan melawan sekaligus. Luka bukan alasan untuk berhenti, dan bara tak seharusnya padam hanya karena angin kesedihan,” ujar salah satu perwakilan JAKER membuka acara.
Buku antologi puisi ini menampilkan karya-karya dari berbagai penulis dengan latar berbeda yang menggali tema tentang kehilangan, perlawanan, dan harapan. Karya-karya di dalamnya merekam denyut kehidupan rakyat kecil, pergulatan batin, dan semangat tak menyerah di tengah situasi sosial yang sering melukai rasa kemanusiaan.
Sastrawan Kiswondo, salah satu pembicara, mengungkapkan bahwa puisi-puisi dalam buku ini tidak berhenti pada keindahan bahasa, tetapi menjadi jeritan nurani yang menolak diam. “Puisi-puisi ini lahir dari keberanian. Mereka adalah bentuk perlawanan halus terhadap ketidakadilan yang membungkam. Di sinilah puisi kembali ke hakikatnya — menjadi suara bagi yang tak punya suara,” tegasnya.
Sementara itu, Achmad Munjid, M.A., Ph.D., dosen Fakultas Ilmu Budaya UGM, melihat karya ini sebagai refleksi tentang kemanusiaan yang teruji. Menurutnya, puisi mampu memanggil kesadaran baru di tengah derasnya pragmatisme zaman. “Sastra seperti ini menegaskan bahwa berpikir kritis dan berempati adalah dua sisi dari kemanusiaan yang tak bisa dipisahkan. Puisi menjadi cara kita merawat keduanya,” ujarnya dalam sesi diskusi.
Pembicara lainnya, Isty, alumni Filsafat UGM, menyoroti sisi reflektif dari karya-karya tersebut. Ia menilai bahwa setiap puisi di dalamnya adalah perjalanan spiritual para penulis dalam menemukan makna dari luka. “Ada kekuatan lembut di balik setiap kata. Puisi-puisi ini tidak meratapi luka, melainkan berdialog dengannya. Dari situ lahir semacam kebijaksanaan baru,” tutur Isty.
Acara berlangsung hangat dan penuh apresiasi. Selain diskusi, beberapa penulis turut membacakan puisinya, menciptakan suasana syahdu yang menggugah hadirin. Melalui kegiatan ini, JAKER dan komunitas Retorika UGM berharap sastra terus menjadi sumber kekuatan moral dan refleksi sosial bagi masyarakat. “Kami ingin menjaga bara semangat agar tetap menyala, karena dari puisi kita belajar menjadi manusia yang tidak menyerah,” tutup panitia.
BY”Nok Srie”
Leonardo Sirait Hadiri Kongres III Projo, Tegaskan Komitmen Laskar Gibran Dukung Prabowo–Gibran
